DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

JEHOVAH, bukan YAHWEH

Filed under: DOKTRIN ALLAH — dedewijaya at 2:01 am on Friday, November 6, 2009

Alkitab Bahasa Asli P.L.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa kitab P.L. orang Kristen itu berasal dari kitab suci orang Yahudi. Pada waktu kejatuhanYerusalem ke tangan Babilon, kelihatannya kitab-kitab P.L. yang sudah ada pada saat itu diselamatkan oleh nabi Yeremia. Nabi Yeremia yang tahu persis apa yang akan terjadi menyadari bahwa kitab suci jauh lebih berharga dari apapun. Nebukadnezar yang tahu bahwa Yeremia menubuatkan kejatuhan Yerusalem sangat menghormati Yeremia. Bahkan ia membiarkan Yeremia memilih apakah ia mau tinggal di Yerusalem atau mau ikut ke Babel, dan akhirnya Yeremia memilih tinggal di Yerusalem (Yer.39:11-14, 40:4-5).

Sekembali dari pembuangan, orang Yahudi mengalami kebangunan rohani. Mereka bukan hanya pergi ke Yerusalem tiga kali setahun, bahkan mendirikan sinagoge di seluruh Israel. Keberadaan sinagoge itu bukan hanya untuk kegiatan keagamaan, bahkan bermanfaat sebagai sekolahan membaca bagi anak-anak. Keadaan ini menyebabkan dibutuhkannya kitab-kitab P.L. karena itu adalah bahan bacaan satu-satunya. Keadaan ini juga sekaligus melestarikan kanon kitab P.L. karena jumlahnya menjadi semakin banyak sehingga kalau yang satu rusak, masih ada yang lain. Kini terkumpul sekitar 200,000 (dua ratus ribu) naskah kuno dalam bentuk fragment dalam bahasa Ibrani dan Aramik.

Dengan cara demikian Allah memelihara firmanNya, yaitu agar orang-orang di kemudian hari dapat memperbandingkannya. Ada orang bertanya, “apakah kitab P.L. yang ada di tangan kita masih asli?” Jawabannya, “tentu, karena ada kurang lebih dua ratus ribu fragment yang terkumpul dan dibanding-bandingkan.

Ketika Alexander Agung mengalahkan dunia pada abad ketiga sebelum kedatangan Kristus, bahasa Yunani menjadi bahasa internasional. Satu abad kemudian, yaitu abad kedua sebelum kedatangan Kristus, generasi muda Yahudi perantauan menjadi lebih fasih berbahasa Yunani sehingga penerjemahan kitab P.L. ke dalam bahasa Yunani dirasakan sangat diperlukan. Kemudian sebuah kitab terjemahan dihasilkan oleh 72 orang penerjemah, dan disebut Septuaginta yang artinya tujuh puluh, yaitu angka genap dari jumlah penerjemahnya.

Akhirnya pada masa kehadiran Tuhan Yesus, kitab P.L. yang beredar ada dua macam, yaitu yang berbahasa Ibrani dan berbahasa Yunani (Septuaginta). Selain terdiri dari dua macam bahasa, juga ada versi yang dipakai di sinagoge dan versi yang dipakai oleh pribadi di rumah. Versi sinagoge disalin ulang dengan sangat teliti. Jika ditemukan empat kesalahan, maka dianggap rusak dan segera dimusnahkan. [Gleason L. Archer, The Zondervan Pictorial Encyclopedia of the Bible (Grand Rapid: Zondervan Publishing House, 1982) Vol.v, p.684] Mereka tidak menghendaki kehadiran salinan yang ada kesalahan agar jangan sampai makin hari makin banyak salinan yang salah.

Kemudian pada tahun A.D. 70 terjadi penghancuran kota Yerusalem beserta Bait Allah. Orang Israel terkocar-kacir dan tersebar ke mana-mana. Mereka kehilangan identitas sebagai bangsa. Setelah melalui sebuah periode waktu yang agak panjang sebagian orang Israel menyadari bahwa mereka perlu berbuat sesuatu agar identitas bangsa mereka tidak hilang sama sekali. Mereka menyadari bahwa kitab P.L. adalah tumpuan jati diri orang Yahudi serta merupakan pusat integritas keluarga Yahudi. Jika masih ada kanon kitab P.L. yang terus-menerus dibacakan di sinagoge dan dalam keluarga masing-masing, maka keyahudian mereka pasti tidak akan hilang.

Pada periode A.D.70-900, sekelompok orang Yahudi yang disebut Baly ha-Masoret (master of tradition atau guru adat-istiadat) berusaha mengumpulkan salinan-salinan untuk memantapkan eksistensi kitab P.L. Perlu diketahui bahwa yang kemungkinan terbakar adalah yang ada di kota Yerusalem, tetapi masih ada banyak salinan yang tersimpan di sinagoge-sinagoge yang bisa dijadikan patokan. Alasan yang mendorong mereka melakukan pekerjaan itu ialah agar identitas keyahudian anak-cucu mereka tidak pudar. Dengan tersimpan utuhnya kitab PL maka itu bisa menjadi landasan bagi eksistensi keyahudian mereka.

Jadi Baly ha-Masoret itu berusaha mengumpulkan salinan-salinan dan berusaha membubuhkan huruf hidup (vokal) agar generasi yang kurang fasih berbahasa Ibrani bisa belajar membaca. Hasilnya bukan saja iman Yudaisme mereka tetap terpelihara, bahkan bahasa Ibrani tetap lestari sementara bahasa Mesir, Persia dan lain-lain musnah terkikis waktu.

Dalam melaksanakan tugas yang sangat berat itu para Baly ha-masoret dibantu oleh ahli tatabahasa (grammar) yang dalam bahasa Ibrani disebut nag danim. Para Baly ha-Masoret dan nag danim, yaitu orang-orang Yahudi yang masih sangat fasih bahkan ahli dalam bahasa Ibrani itu, menolong memasang huruf hidup dan tanda baca ke dalam teks yang tadinya hanya terdiri dari huruf mati dan tanpa tanda baca. Merekalah yang paling tahu bunyi tiap-tiap kata termasuk huruf hidup yang menyertai YHVH, bukan theolog Jerman yang beratus bahkan beribu tahun kemudian. Hasil karya mereka disebut Masoretic Text (Teks Masoretik), dipakai oleh kaum Yahudi sekarang maupun orang-orang Kristen terutama kelompok Kristen Fundamentalis. Dalam Masoretic Text ini nama Sang Pencipta ditulis (hwhy) yang kalau dibaca bunyinya Jehovah/Yehowah (dalam bhs Ibrani J bisa juga dibaca Y dan V bisa dibaca W), bukan Yahweh.

Dari Mana Datangnya Yahweh?

Kemudian sejumlah theolog Jerman mulai memikirkan keaslian ucapan Yehowah. Mereka mengembangkan teori bahwa huruf hidupnya diambil dari kata adonai. Dan juga dikembangkan teori bahwa ada catatan bahasa Yunani tentang nama Allah orang Yahudi itu IαΩ (iao).

Dari iao atau Yao dicocokkan dengan kata halleluyah sehingga theolog Liberal modern sangat yakin bahwa ucapannya menjadi Yahweh. Johann Ludwig Ewald, (16 September 1747) adalah termasuk theolog awal yang mendukung teori tersebut. Heinrick Andreas Christoph Havernick pada tahun 1839 memperkenalkan bacaan Yahweh di dalam berbagai tulisannya. [McClintock, John & Strong, James. Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature. Grand Rapids: Baker Book House, 1981, Vol.iv. pp.809-810]

Kesimpulan Kebenaran

Dengan tidak bermaksud mendukung kelompok Saksi Jehovah, kita setuju bahwa Masoretic Text adalah teks yang benar, yang paling akurat. Para Baly ha-Masoret dan Nag Danim adalah orang-orang yang tahu persis kandungan huruf hidup yang menyertai empat konsonan (JHVH / YHWH) yang dipakai Sang Pencipta sebagai sebutan kemuliaanNya sehingga sebutannya yang benar adalah Yehowah atau Jehovah. Dari kesimpulan theologi mereka yang menyesatkan (Liberal) sulit untuk menerima bahwa asumsi mereka tentang bunyi huruf hidup yang menyertai empat konsonan tersebut bisa benar.

Masoretic Text (MT) kitab PL dan Textus Receptus (TR) kitab PB adalah fondasi kekristenan, dan merupakan otoritas tertinggi. Semua Alkitab terjemahan harus disesuaikan pada Teks PL dan PB yang kita yakini adalah firman Allah yang dipelihara olehNya yaitu Masoretic Text (MT) kitab PL dan Textus Receptus (TR) kitab PB.***

Sumber: PEDANG ROH 61 Edisi LXI Tahun XV, Oktober-November-Desember 2009

SIAPAKAH NAMA SANG PENCIPTA?

Filed under: DOKTRIN ALLAH — dedewijaya at 1:59 am on Friday, November 6, 2009

Belakangan ini muncul topik kontroversial tentang penyebutan Sang Pencipta alam semesta dan pemakaian kata “Allah” baik di Indonesia bahkan sampai ke Malaysia. GITS sebagai institusi akademik dan merupakan bagian dari GBIA GRAPHE yang adalah tiang penopang dan dasar kebenaran, terpanggil untuk memberi pengarahan yang jelas secara akademis dan alkitabiah.

Nama Diperlukan Untuk Memanggil

Sang Pencipta alam semesta tidak ada nama dan tidak membutuhkan nama sebelum penciptaan. Dalam kesempurnaan Tritunggal tidak dibutuhkan nama karena tidak ada kegunaannya. Sang Tritunggal tidak perlu saling memanggil karena mereka dalam keadaan saling pengertian sempurna.

Ciptaan Sang Tritunggal yang diberi nama adalah para malaikat, tentu maksud kegunaan nama adalah untuk membedakan satu malaikat dengan yang lainnya. Kalau malaikat hanya satu, maka ia hanya perlu disebut malaikat saja.

Ketika Adam diciptakan, ia dipanggil Adam yang artinya adalah tanah (adamah) sesuai dengan bahan baku dirinya. Demikian juga ketika istrinya diberi nama Hawa yang artinya ibu dari semua manusia, sesuai dengan apa yang akan terjadi pada dirinya.

Kemudian Adam diberi tugas untuk memberi nama kepada binatang-binatang yang sangat banyak untuk membedakan satu jenis binatang dengan yang lainnya. Jelas sekali bahwa nama berfungsi untuk membedakan atau identifikasi.

Kejatuhan Manusia

Pada saat masih hanya dua orang yaitu Adam dan Hawa, mereka jatuh ke dalam dosa. Mereka lebih percaya kepada malaikat yang telah jatuh daripada Pencipta mereka. Sikap demikian sama dengan menuduh Pencipta mereka berbohong. Ini adalah sikap menyerang Sang Pencipta. Kesalahan mereka harus dihukumkan, dan hukumannya telah diberitahukan yaitu mati (maut). Pada saat mereka memakan buah terlarang itu mereka akan mati. Tentu bisa berarti dihukum mati, dan kematian sesungguhnya adalah sebuah penghukuman.

Kemudian Allah menjanjikan Juruselamat yang akan datang menanggung hukuman manusia. Juruselamat itulah yang akan dihukum mati bagi manusia. Kalau Adam dan Hawa ingin dosa mereka dihitung tertanggungkan pada Sang Juruselamat, mereka harus mengaku salah dan menyesali kesalahan mereka (bertobat) dan percaya bahwa Sang Juruselamat akan datang dan dihukumkan menggantikan mereka.

Pembentukan Ibadah Simbolik

Demi mengestafetkan ingatan pada janji Allah maka ibadah simbolik didirikan, yaitu menyembelih binatang korban di atas mezbah. Ibadah simbolik sederhana ini hanya bertujuan mengingatkan manusia bahwa Sang Pencipta berjanji untuk kirim Juruselamat yang akan dihukumkan menggantinya. Siapa yang ingin dosanya dihitung terhukumkan pada Sang Juruselamat yang akan dihukumkan nanti, harus percaya.

Sehubungan dengan paket ibadah simbolik inilah sebutan atau nama Sang Pencipta diberikan, yaitu Jehovah (hwhy) beserta dengan perintah-perintah untuk menguduskan Sang Pencipta melalui menguduskan nama tersebut dan memelihara hari Sabat sebagai simbol menjunjung Sang Pencipta. Menjaga kekudusan jasmani dengan tidak memakan makanan tertentu yang tidak bersih sebagai simbol kudus, menjadikan penyakit kusta sebagai simbol kutuk agar penyakit kusta tidak memasyarakat adalah rangkaian ibadah simbolik.

Khusus nama Jehovah (hwhy) menjadi sangat sentral dan utama karena sekaligus untuk melawan konsep politheistic dan berhala yang tak berkuasa yang dibuat oleh penyembahnya. Eyeh Aser Eyeh (Aku yang adalah Aku) adalah sebuah ungkapan yang sangat dahsyat yang mengandung makna bahwa diriNya bukan yang dibuat tangan manusia, bukan yang punya mata namun tidak melihat, bukan yang punya tangan namun tidak sanggup memberi penghukuman.

Manusia harus berhati-hati, jangan sampai memperolokkan nama Sang Pencipta karena itu sama dengan mengolok pribadi di balik nama itu. Nama merupakan sebuah simbol dari pribadi yang memakainya, itulah sebabnya Sang Pencipta memilih kata Jehovah, karena di masa PL makna dari kata itu cocok untuk menekankan kebaradaan dan kekuasaanNya.

Seseorang harus mengerti bahwa masa Perjanjian Lama adalah masa ibadah simbolik, dimana seluruh rangkaian ibadah dilakukan dalam bentuk simbolik. Sang Juruselamat masih dalam bentuk simbol binatang korban, dan seluruh tata-ibadah dalam Kemah Suci maupun Bait Suci dilaksanakan dalam bentuk simbolik. Satu paket dengan itu ialah hari Sabat dan nama Jehovah, yang masuk dalam hukum ketiga dan keempat dari sepuluh hukum. Namun Tuhan Yesus meringkas sepuluh hukum tersebut menjadi dua, yaitu sikap terhadap Allah dan sikap terhadap sesama manusia. Tidak menyebut simbol/nama Jehovah dengan sembarangan serta menghotmati satu hari dalam seminggu dijadikan simbol sikap seseorang terhadap Sang Pencipta.

Masuk Ibadah Hakekat

Sampai kapankah masa ibadah simbolik itu? Tuhan sendiri yang berhak menghentikannya, dan dia mengatakan bahwa masa itu berhenti ketika Yohanes Pembaptis tampil (Luk.16:16, Mat.11:13). Ketika Yohanes menunjuk kepada Sang Hakekat, maka otomatis tugas simbolnya selesai. Masa ibadah lahiriah, ibadah simbolik ritual selesai tugasnya, dan mulailah ibadah hakekat yaitu ibadah rohaniah (Yoh.4:23).

Maksud Tuhan ialah bahwa zaman ibadah simbolik selesai dan sekarang memasuki zaman ibadah hakekat. Masa kesucian jasmani ditinggalkan karena itu hanya simbol kesucian hati sehingga sekarang sudah boleh makan apa saja karena makanan tidak mencemarkan hati hanya mencemarkan badan (Mark.7:17-19). Penyembahan tidak perlu lagi berkiblat ke suatu arah kerena cukup hati dikiblatkan kepada Allah di Sorga.

Itulah sebabnya ibadah hakekat tidak terikat pada tempat karena sudah tidak ada konsep tempat yang kudus atau tanah suci. Demikian juga dengan waktu, sejak ibadah tidak lagi bersifat jasmaniah melainkan rohaniah maka tidak ada lagi batasan waktu (Mark.2:27-28). Ibadah hakekat sejatinya ialah sikap hati kita sepanjang waktu kepada Tuhan, bukan pada hari Sabtu atau Minggu pagi saja. Ibadah hakekat tidak lagi tergantung pada waktu, melainkan sebuah sikap hati yang tunduk kepada Allah sepanjang waktu. Hari Minggu pagi di GBIA GRAPHE diadakan acara BERJEMAAT, bukan acara ibadah atau acara sembah-menyembah.

Nama Jehovah & Yesus

Seturut dengan dihentikannya masa ibadah simbolik dan memasuki masa ibadah hakekat, maka Sang Pencipta kini juga mengubah nama dari Jehovah menjadi Yesus. Pada zaman ibadah simbolik Ia memperkenalkan diri sebagai Aku yang adalah Aku yang gagah perkasa, yang tidak dibuat oleh tangan manusia, yang mengalahkan semua dewa dan sesembahan manusia, kini memasuki zaman ibadah hakekat ia datang sebagai Juruselamat, itulah sebabnya Ia memakai nama Yesus yang artinya Juruselamat.

Ketika Filipus berkata kepada Yesus Kristus, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami” (Yoh.14:8), dijawab oleh Tuhan, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?” (Yoh.14:910). Masuk akal sekali kalau Filipus bertanya, “Tuhan, beritahukanlah nama Bapa kepada kami, itu sudah cukup,” maka Tuhan Yesus pasti akan berkata kepada Filipus, “telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau belum tahu nama-Ku? barang siapa telah menyebut nama-Ku ia telah menyebut nama Bapa.” Kalau melihat Dia sama dengan telah melihat Bapa, lalu tidakkah rasional untuk berkata bahwa telah menyebut namaNya sama dengan telah menyebut nama Bapa?

Untuk memahami hal sepele ini seseorang tentu harus sangat faham tentang Tritunggal. Kalau kelompok Saksi Jehovah memang sudah tersesatkan dalam masalah Tritunggal, namun bagi kelompok Kristen yang masih percaya pada doktrin Tritunggal seharusnya dapat memahami masalah ini jika mau sedikit fokus pada aspek tunggalnya. Kalau kita percaya Anak satu (tunggal) dengan Bapa, maka nama Bapa satu juga dengan nama Anak demikian juga sebaliknya. Ketika Anak menampakkan diri di zaman PL, Ia dikenal dengan Jehovah, karena itulah nama yang diperkenalkan Allah kepada manusia pada masa itu. Dan demikian juga dengan nama Yesus yang sedang dipakai oleh Sang Anak yang sedang menyatakan diri Bapa kepada dunia (Yoh.1:18).

Adalah pandangan yang salah bahwa Jehovah itu nama Bapa sedangkan Yesus itu nama Anak. Yang benar adalah Jehovah itu nama Bapa, Putra dan Roh Kudus (Tritunggal) dalam zaman PL, sedangkan Yesus adalah nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus (Tritunggal) dalam zaman PB. Sebab, kalau Jehovah itu nama Bapa, dan Yesus itu nama Anak, lalu Roh Kudus namanya apa? Dan lagi pula Sang Pencipta itu tiga pribadi yang berbeda, atau Allah yang Esa?

Dari pernyataan Tuhan Yesus kepada Filipus yang menunjukkan bahwa bahkan melihat Tuhan Yesus sudah sama dengan melihat Bapa, apalagi dalam soal nama. Mengapakah Allah Tritunggal memerlukan tiga nama yang berbeda kalau melihat Anak sudah sama dengan melihat Bapa? Sangat patut untuk direnungkan, bukan?!

Dijanjikan Nama Baru

Nama Jehovah adalah untuk masa ibadah simbolik Perjanjian Lama, karena sesuai dengan karakter yang ingin ditonjolkan dari arti nama tersebut. Sedangkan nama Yesus dipakai untuk masa ibadah hakekat, masa penyelamatan kepada manusia berdosa. Sesuai dengan arti nama Yesus yang adalah Juruselamat demikianlah maksud nama ini dipakai dalam masa penyelamatan oleh Sang Pencipta kepada ciptaanNya yang jatuh ke dalam dosa.

Mengapakah pada masa Kerajaan Seribu Tahun Sang Pencipta mengenakan nama baru? Jawabannya, pemakaian nama oleh Sang Pencipta selalu berhubungan dengan peran penekananNya pada zaman nama itu digunakan. Setelah masa penyelamatan selesai maka selanjutnya nama Yesus yang artinya juruselamat menjadi tidak tepat lagi.

Nama Yesus akan berakhir sampai pada awal memasuki Kerajaan Seribu Tahun. Di akhir masa penyelamatan, seluruh umat manusia akan dipaksa untuk mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, dan setiap lutut akan dipaksa untuk bertekuk.

“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Fil.2:9-11).

Pada saat setiap lutut bertekuk, orang-orang Saksi Jehovah akan tertegun dan lutut mereka pasti enggan ditekuk kepada Yesus yang tidak mereka akui sebagai Sang Pencipta karena memang tidak boleh lutut kita ditekuk kepada selain Sang Pencipta. Acara itu semacam pernyataan dari Tritunggal bahwa Yesus adalah nama yang dipilih untuk sebuah misi penyelamatan, sekaligus untuk mempermalu setiap makhluk yang menolak misi Allah dalam nama Yesus. Mereka akan kehilangan argumentasi dan tertegun menyesali kekerasan hati mereka.

Sesudah itu Sang Pencipta yang pernah memakai nama Jehovah dan pernah memakai nama Yesus, akan memakai nama baru, yang belum diungkapkan. Dari pelajaran pemakaian nama di masa lalu, sudah jelas bahwa nama baru Sang Pencipta nanti pasti akan sangat berhubungan dengan peran hakekatnya pada zaman itu.

“Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, danorang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri” (Yes.62:2).

Yesus menubuatkan sequence perubahan nama Sang Juruselamat (Yesus) ke nama baru yang akan dipakainya pada masa Millennium. Selanjutnya Tuhan Yesus dalam nasihatnya kepada tujuh jemaat, khusus kepada jemaat Filadelfia yang sangat terpuji, Ia menggaransi mereka yang menang akan menerima namaNya yang baru. Yang akan masuk Neraka tidak memerlukan nama baruNya.

“Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru” (Wah.3:12).

Di akhir masa penyelamatan, Sang Mahakuasa akan datang bukan lagi sebagai penyelamat, melainkan sebagai hakim dan penguasa yang akan memerintah dengan tongkat besi (Wah.2:26-27). Itulah sebabnya Ia akan mengenakan nama yang baru, yaitu nama yang cocok dengan hal-hal yang akan dilakukanNya pada zaman itu.

Kesimpulan

Sang Pencipta alam semesta adalah Tritunggal yang memiliki tiga pribadi oknum) dalam keesaan (ketunggalan). Tentu bukan kita yang menginginkan adanya Pencipta yang demikian, melainkan hasil kesimpulan dari pewahyuanNya, yaitu Alkitab. Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dapat mengenal Penciptanya kecuali Penciptanya memperkenalkan diriNya. Seberapa ajaibkah Sang Pencipta alam semesta itu sesungguhnya, hanyalah Dirinya sendiri yang mengetahuinya. Kita, ciptaanNya hanya bisa mengenalNya dari pernyataanNya. Itulah sebabnya isu tentang Pribadi Sang Pencipta sepenuhnya bergantung pada firmanNya. Kalau Alkitab adalah benar firmanNya maka benarlah semua kesimpulan yang ditarik dari Alkitab. Sebaliknya jika Alkitab bukan firman Sang Pencipta, melainkan kitab lain, maka salahlah seluruh kesimpulan Alkitab dan benarlah kesimpulan yang ditarik dari kitab lain itu. [mengenai Pribadi Tritunggal silakan membaca buku saya yang berjudul Memahami & Menjelaskan Allah Tritunggal Secara Alkitabiah]

Sang Pencipta alam semesta yang Tritunggal di dalam kekekalan, sebelum menciptakan malaikat, tidak ada nama karena tidak membutuhkan nama. Pencipta yang Tritunggal ada tanpa diciptakan dan dalam kesatuan serta keharmonisan yang sempurna.

Nama diperlukan setelah menciptakan makhluk yang berpengertian, berkesadaran diri dan berkehendak bebas, yaitu malaikat dan manusia. Makhluk yang bisa berpikir danberkomunikasi melalui berbicara, dapatmenyapa, memerlukan sapaan atau nama, atau simbol bunyi kepada Pencipta mereka. Atas kebutuhan itulah Sang Pencipta memperkenalkan dirinya sebagai Jehovah. Ia mewahyukan kepada manusia bahwa namaNya adalah Jehovah. Ini bukan hanya nama Sang Bapa, melainkan nama Tritunggal Allah. Mengapakah Tritunggal masing-masing perlu nama? Bukankah Tuhan Yesus berkata kepada Filipus bahwa yang melihatNya sama dengan telah melihat Bapa. Bukankah itu sama artinya yangmemanggil namaKu sama dengan memanggilnama Bapa? Kasih tahu orang Saksi Jehovah bahwa di dalamnya mengandung arti siapapun yang menyembah Yesus itupun sama dengan telah menyembah Bapa.

Nama ini penting terutama berhubungan dengan ibadah simbolik sederhana yang diperintahkan. Kita tahu bahwa ibadah simbolik sederhana dibangun sejak kejatuhan Adam & Hawa ke dalam dosa. Ibadah menyembelih binatang korban di atas mezbah dipelihara dengan baik oleh Habel dan dicoba diselewengkan oleh Kain (Yudas 11).

Nama Jehovah diperkokoh ketika ibadah simbolik disempurnakan dan dipelihara oleh bangsa yang dibentuk dari keturunan Abraham. Kepada Musa ditegaskan Eyeh Aser Eyeh (Aku yang adalah Aku) untuk melawan seluruh bentuk sesembahan manusia. Nama ini harus dihormati sebagai simbol menghormati Sang Pencipta. Nama adalah sebuah simbol dari pribadi dibalik nama itu. Untuk menghormati Sang Pencipta, hormatilah namaNya, yaitu Jehovah. Inilah semangat yang termuat dalam seluruh rangkaian ibadah simbolik PL, dan termasuk item ketiga dalam sepuluh hukum pada bagian yang Tuhan Yesus singkat dengan mengasihi Tuhan Allahmu.

Setelah tujuan ibadah simbolik tercapai, yaitu hakekat dari inti ibadah simbolik tiba maka tiba juga saatnya memasuki zaman ibadah hakekat. Juruselamat yang dijanjikan, yaitu Jehovah sendiri, pribadi keduaNya mengosongkan diri (kenosis) menjadi manusia untuk menanggung hukuman dosa manusia di kayu salib.

Ia datang bukan seperti kedatangannya kepada Abraham, melainkan berupa Roh masuk ke dalam rahim seorang wanita dan dilahirkan sebagai bayi. Karena misinya adalah sebagai Juruselamat, maka nama yang paling tepat untuk misi dan tujuan itu ialah Yesus, yang artinya JURUSELAMAT. Ini bukan hanya nama Pribadi-kedua saja melainkan nama Allah Tritunggal ketika dalam misi menyelamatkan manusia yang jatuh ke dalam dosa. Nama Yesus hanya untuk kebutuhan sebagai manusia yang menyelamatkan umat manusia.

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Mat.1:21)

Nanti setelah masa penyelamatan selesai, Ia akan datang sebagai Hakim dan Raja. Saat itu Ia akan memakai nama baru, bukan Yesus melainkan yang lebih sesuai dengan posisiNya saat itu, yaitu Hakim dan Raja. Yang harus diingat ialah bahwa bukan tiga pribadi dengan tiga nama, melainkan Tritunggal pernah memakai nama Jehovah di zaman ibadah simbolik Perjanjian Lama, kemudian telah datang memakai nama Yesus, dan nanti akan memakai nama baru. Tuhan Yesus sendiri berkata “baptiskanlah mereka dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus” dan kemudian murid-muridNya membaptis setiap orang dengan nama Yesus, karena nama Bapa, Putra dan Roh Kudus pada zaman penyelamatan ini adalah Yesus.***

TAK SANGGUP KELUAR DARI CARA PIKIR ISLAM

Filed under: DOKTRIN ALLAH — dedewijaya at 1:57 am on Friday, November 6, 2009

Pada tahun 70-an kita kenal Bapak Amran Amri, Bapak Yusuf Roni, dan kemudian muncul banyak nama lagi seperti Bapak Suradi dan lain-lain. Mereka tadinya adalah penganut Islam yang taat. Mereka tentu sudah terbiasa dengan istilah-istilah Arab seperti salam malaikum, insyah Allah, dan lain-lain. Kemudian mereka menjadi Kristen melalui berbagai pengalaman. Sayangnya, kebanyakan mereka tidak mendapatkan pendidikan Kristen yang alkitabiah sehingga secara hati mungkin mereka tulus, namun secara doktrinal sangat kacau.

Cara Berpikir Islam

Sudah jelas ada kesamaan antara Islam dengan Yudaisme, terutama dalam hal ibadah simbolik. Juga ada perbedaan, antara lain; yang satu berfokus pada Ishak dan yang lain berfokus ke Ismael.

Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa maka manusia tidak bisa ke Sorga yang mahasuci. Dosa harus diselesaikan, dan penyelesaian dosa hanya satu yaitu penghukuman. Itulah sebabnya Allah berjanji akan mengirim Juruselamat yang akan dihukumkan menggantikan manusia.

Demi menggambarkan Sang Juruselamat maka diperintahkanlah ibadah simbolik, yaitu menyembelih binatang korban di atas mezbah. Manusia yang mau dosanya dihitung AKAN tertanggung pada Juruselamat yang akan datang harus bertobat dan percaya. Dan agar manusia tetap ingat akan janji Allah dan bisa tetap percaya, maka ayah bertanggung jawab memberitahukan kepada anaknya. Ayah berfungsi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran. Sejak di gunung Sinai bangsa Yahudi ditetapkan sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran menggantikan posisi ayah. Sejak saat itulah Yudaisme didirikan. Ibadah simbolik diperintahkan dan dilaksanakan hingga yang disimbolkan tiba, yaitu Sang Juruselamat.

Seluruh kebudayaan Yahudi ada dalam rangkaian ibadah Simbolik Yudaisme. Tidak mungkin memisahkan antara Yudaisme dengan keyahudian, karena kebudayaan dan ibadah menyatu.

Muhammad mendirikan Islam dengan pattern (pola) Yudaisme. Kalau menganut Yudaisme itu sama dengan menjadi Yahudi, maka menjadi Islam itu sama dengan menjadi Arab. Ini juga mustahil dipisahkan. Bahasa, pakaian, kiblat, sapa-menyapa, pokoknya semakin Arab akan dilihat semakin Islam demikian sebaliknya.

Cara Berpikir Kristen

Kekristenan sangat berbeda dengan Yudaisme maupun Islam. Karena kita memahami sejak Yohanes Pembaptis muncul maka selesailah tugas Yudaisme dan dimulai masa ibadah hakekat yang rohaniah (Yoh.4:23). Nah, sayangnya teman-teman kita yang berlatar belakang Muslim belum sempat mempelajari tentang perubahan sistem ibadah dari simbolik ke hakekat dengan segala konsep dan cara berpkir yang menyertainya. Bahkan banyak pengkhotbah serta pemimpin gereja pun masih bingung tentang perbedaan antara ibadah simbolik dan hakekat.

Di dalam ibadah hakekat, yang kita sembah itu bukan simbol lagi melainkan hekekat, yaitu Sang Juruselamat. Oleh sebab itu simbol nama, simbol hari, dan simbol binatang korban, semua itu sudah berlalu. Kesucian yang ditekankan dalam ibadah hakekat ialah kesucian hati bukan jasmani. Ibadah hakekat tidak terikat waktu, tempat maupun postur tubuh karena sifatnya yang rohaniah.

Tidak ada arah kiblat yang dibutuhkan dalam ibadah hakekat karena cukup hati yang dikiblatkan ke Tuhan. Dan tidak ada satu lokasi yang suci, atau sebuah bangsa yang ditetapkan sebagai penjaga ibadah seperti pada zaman Perjanjian Lama. Dengan demikian tidak ada kebudayaan bangsa manapun yang menjadi rujukan, baik bahasanya maupun cara berpakaiannya.

Tak Sanggup Tinggalkan Konsep Ibadah Simbolik

Teman-teman kita yang dari Muslim menjadi Kristen dan tidak sempat dididik dengan benar itu, kelihatannya tidak mengerti tentang makna ibadah hakekat yang rohaniah. Ditambah lagi gereja atau denominasi gereja yang menjadi tempat rujukan mereka bukan hanya tidak mengajar mereka bahkan juga tidak mengerti pernyataan Tuhan Yesus dalam Yohanes 4:23. Bahkan ada yang salah mengerti sehingga mengajarkan bahasa lidah karena menyangka ibadah di dalam roh dan kebenaran itu artinya mengucapkan kata-kata yang tidak dimengerti orang lain. Padahal maksud Tuhan Yesus ialah ibadah rohaniah, bukan yang jasmaniah, dan dengan kebenaran itu artinya dengan pengertian, bukan asal bunyi dan ikut-ikutan.

Setelah mengganti identitas dari Muslim menjadi Kristen namun tidak mendapat didikan yang benar, tidak heran kalau terjadi penggabungan konsep Islam yang mereka tahu dengan konsep Kristen yang mereka pungut sambil mereka ditenteng bersaksi ke sana ke mari.

Karena dulu mereka sering menyebut dengan bahasa Arab Salam Malaikum, kini kalau tidak ada bahasa asing untuk menyapa rasanya kurang afdol, maka mereka ganti dengan kata shalom. Padahal dalam ibadah hakekat kita tidak perlu meng-yahudikan diri kita. Mengapa tidak menyapa dengan selamat pagi, atau malam?

Lebih parah lagi setelah tidak cukup dengan shalom mereka sekarang tidak mau menyebut Yesus Kristus, melainkan Yeshua ha Masiah. Karena ketika masih Muslimmereka sudah berjuta kali menyebut Alllah, kini jadi Kristen timbul rasa tidak enakuntuk tetap menyebut kata itu. Tanpa peduli pada keterangan baik Enclyclopedia,maupun Kamus Webster bahwa Allah itu berasal dari gabungan kata al-ilah yang artinya ilah itu (the god) atau sesembahan itu, mereka tolak dan promosikan kata Yahweh, padahal yang benar bukan Yahweh melainkan Jehovah. Bahkan mereka tidak mau mengerti bahwa di kitab PB satu kali pun tidak dipakai kata Yahweh, melainkan memakai kata Theos, yang artinya God, sebagaimana dipakai juga oleh orang Yunani kepada dewa-dewa mereka.

Lebih dahsyat lagi karena tidak bisa menangkis bukti tidak dipakainya kata Jehovah satu kalipun dalam PB, mereka mala menciptakan teori baru bahwa kitab PB ditulis dalam bahasa Ibrani. Berarti Textus Receptus yang kita agung-agungkan sebagai Alkitab PB bahasa asli yang paling tinggi otoritasnya terjungkirbalikkan? Kalau begitu benarkah pendapat Muslim bahwa Alkitab bahasa asli kita sudah tidak ada? Kalau begitu benarkah pendapat Muslim bahwa Alkitab kita tinggal yang terjemahan dan banyak salahnya?

Pembaca, tadinya saya tidak melihat mereka sebagai kelompok yang berbahaya. Tetapi kini saya dapat melihat bahwa mereka dipakai oleh iblis untuk menghancurkan fondasi kekristenan. Betulkah mereka bertobat menjadi Kristen? Atau sesungguhnya adalah suatu penyusupan? Betulkah mereka telah lahir baru?

Waspadalah, dan berpikirlah dengan cerdas. Siapapun dari umat agama lain, sekalipun yang sangat terkenal, kalau mau menjadi Kristen, seharusnya kita didik dengan benar, agar kekristenan tidak keislam-islaman, kebudha-budhaan, kemistik-mistikan apalagi akhirnya menjadi mirip perdukunan.***

Sumber: PEDANG ROH 61 Edisi LXI Tahun XV, Oktober-November-Desember 2009

63 CIRI-CIRI GEREJA YANG ALKITABIAH

Filed under: DOKTRIN GEREJA, FUNDAMENTAL — dedewijaya at 3:13 am on Thursday, October 29, 2009

Selamat Hari Reformasi Gereja dan Selamat Mereformasi Gereja, Darah Kaum Martir belum kering….Reformator masih hidup

31 Oktober 1517 - 31 Oktober 2009

63 CIRI-CIRI GEREJA YANG ALKITABIAH


1

Percaya bahwa Tuhan Tritunggal adalah Pencipta langit dan bumi beserta seluruh isinya dalam enam hari biasa/literal yang terdiri dari dua puluh empat jam (Kej.1 &2; Perhatikan Kel 20:9-11).

2

Percaya bahwa manusia diciptakan sesuai dengan Rupa dan Gambar YHWH (Kej 1:29; 5:1; 9:6), bukan hasil evolusi. Percaya bahwa setiap orang yang dilahirkan dari keturunan Adam dan Hawa menempati/mewarisi POSISI orang berdosa atau Natur (sifat hati) yang berdosa adalah ALKITABIAH karena Adam dan Hawa telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan, (Rom.3:10,23). Sebelum Adam dan Hawa tidak ada manusia yang diciptakan Tuhan (Pre-Adamic), Menolak Tegas adanya teori manusia Pra-Adam yang terdiri dari Tubuh dan Jiwa.

3

Percaya bahwa Manusia adalah suatu Pribadi ciptaan Allah yang diberi kemampuan berpikir, kesadaran diri, kehendak bebas, dan ketika jatuh dalam dosa, hanya kehilangan Kemuliaan Allah dan hubungan/komunikasi dengan pencipta.Manusia tetap mempunyai kehendak bebas. (Kej 3:22, 11:6)

4

Percaya bahwa hanya ada satu cara untuk membereskan dosa yaitu dengan penghukuman. Dosa tidak dapat dihapus dengan perbuatan baik, ritual ibadah dan berbagai kerajinan keagamaan. Percaya bahwa Hanya ada SATU CARA untuk Menyelamatkan manusia dari PENGHUKUMAN, yaitu dengan mengirim JURUSELAMAT untuk dihukumkan sebagai pengganti manusia berdosa adalah ALKITABIAH, tegasnya DOSA hanya dapat diselesaikan melalui PENGHUKUMAN (II Kor.4:23, Rom.6:23).

5

Percaya bahwa Manusia yang berdosa mampu merespon terhadap berita Injil, sehingga Aktivitas penginjilan adalah KEHARUSAN. Mati secara rohani bukanlah mati seperti mayat yg tidak bisa merespon berita Injil. (Kis 2:37, 8:36-37)

6

Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang diperanakkan oleh Roh Kudus, lahir dari anak Dara/Perawan Maria (Mat 1:23). Yesus Kristus adalah Tuhan sejati dan manusia Sejati, Satu Pribadi (One Person) dengan dua sifat/natur: Ilahi dan Insani (Mat 1:18-20; Yoh 1:1,2,14). Percaya Yesus Kristus telah mati (mat 27:45-56; Mrk 15:33-41; Luk 23:44-49; Yoh 19;28-30; I Kor 15:3), diutus untuk menanggung dosa semua manusia (1 Yoh 2:2), tinggal dirahim bumi 3 hari 3 malam (Mat 12:40; Yun 1:17). Bangkit pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci (1 Kor 15:4-5), Naik ke Surga (Kis 1:6-9) dan Yesus akan datang Kembali (Maranatha) sebagai Hakim dan Raja.

7

Dosa manusia yang belum memiliki kesadaran diri (bayi), bahkan dosa Adam hingga dosa manusia terakhir telah ditanggung oleh Tuhan di kayu salib (Yoh.1:29, Ibr.2:9, I Yoh.2:2). Sehingga Bayi yg mati PASTI MASUK SURGA karena sudah ditebus oleh Darah Yesus. (2 Sam 12:23)

8

Percaya bahwa kepada manusia yang telah memiliki kesadaran diri dan melakukan dosa atas kesadaran diri diserukan untuk bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat untuk mendapatkan pengampunan dosa atau pengaplikasian anugerah keselamatan (Mat.4:17, Yoh.3:16, Ef.1:7, Kol.1:14). Keselamatan itu Anugerah/Kasih Karunia, melalui Iman kepada Yesus Kristus (Ef 2:8-10).

9

Percaya bahwa tidak ada jalan keselamatan lain selain Injil Yesus Kristus karena siapapun yang berada di luar Kristus akan menanggung hukuman atas dosa dirinya. Tidak ada satu manusia pun bisa masuk Surga tanpa percaya kepada Yesus Kristus dari Adam hingga manusia terakhir (Yoh.14:6, Ibr.8:6, I Tim.2:5).

10

Percaya bahwa Injil yang murni adalah Injil yang tidak ditambahkan dengan percaya kepada Maria, upacara baptisan, kerajinan ibadah dan apa saja (Gal.1:8, 5:3-4). Dan tidak menekankan kesuksesan duniawi atau yang mengurangi aspek seruan bertobat (I Kor.15:19).

11

Percaya bahwa Iman yang Menyelamatkan ialah kita percaya bahwa YESUS KRISTUS telah DISALIBKAN untuk MENANGGUNG semua DOSA kita. Atau seseorang percaya dengan segenap hati bahwa Yesus telah MENGGANTIKANnya disalibkan dan kini ia sedang menggantikanNya hidup, Memahami kondisi diri sebagai orang berdosa yang tidak berdaya, yang akan masuk ke Neraka, serta menyesali dosa-dosanya, dan mengucap syukur atas kasih Yesus kristus yang rela dihukumkan menggantikannya. (Rm 10:9-10).

12

Percaya bahwa orang yang telah diselamatkan tidak akan kehilangan keselamatannya karena terjatuh ke dalam dosa. Tetapi yang bersangkutan harus tetap tinggal di dalam kasih karunia Yesus Kristus atau tetap Beriman sampai Mati dan tidak menyangkal Tuhan (Rom.11:22, I Kor.15:2, II Kor.6:6, II Tim.2:12, Yak.5:19, I Yoh.2:24,27, II Yoh 9).

13

Percaya bahwa ada Surga bagi orang yang bertobat serta menerima Kristus sebagai Juruselamatnya, dan ada Neraka bagi orang yang menolak anugerah Allah. Percaya bahwa Surga, Neraka dan Kerajaan Seribu Tahun ADA dan Benar-benar NYATA

14

Percaya bahwa Alkitab, Kejadian 1:1 sampai Wahyu 22:21, adalah satu-satunya firman Allah yang tidak ada salah. Di luar Alkitab tidak ada firman Allah baik tertulis maupun lisan.

15

Percaya bahwa Alkitab bersifat kanon tertutup. Kitab Wahyu 22:21 adalah firman Allah yang terakhir. Sesudah Wahyu 22:21 dituliskan, maka Allah telah menghentikan proses pewahyuan dan juga menghentikan semua karunia yang berhubungan dengan pewahyuan (yaitu bahasa lidah/roh, nubuat, menafsirkan bahasa lidah, I Kor 13:8-10).

16

Percaya bahwa penafsiran Alkitab yang benar adalah literal-grammatikal-historikal. Penerapan cara penafsiran alegoris hanya kalau secara akal sehat cara literal-grammatikal tidak mungkin diterapkan.

17

Percaya bahwa setiap orang percaya harus menggabungkan diri ke dalam salah satu gereja lokal untuk membentuk tubuh Kristus serta bertumbuh di dalam Kristus (Ef.4:11-16).

18

Percaya bahwa pada masa Perjanjian Baru, Gereja Lokal adalah Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK). I Tim 3:15

19

Percaya bahwa gereja harus terpisah total dari negara dan pemerintah dan gereja tidak boleh terlibat politik praktis (Mat.22:21).

20

Percaya bahwa gereja yang benar adalah gereja yang bersifat lokal bukan yang bersifat universal/katolik/am (Ef.1:1),  dan otonomi penuh, tidak tunduk kepada kuasa apapun bahkan kuasa alam maut (Mat.16:18).

21

Percaya bahwa tubuh Tuhan Yesus itu bukan seluruh kekristenan, melainkan tiap-tiap gereja lokal (Ef.1:23).

22

Percaya bahwa hubungan satu gereja lokal dengan gereja lokal lain bukan sebagai atasan dan bawahan (vertikal) melainkan sebagai sahabat dan saudara (horisontal).

23

Percaya bahwa Tuhan hanya mendirikan gereja lokal dan gereja lokallah yang mendirikan yayasan, sekolah dan berbagai sarana pemberitaan Injil.  Parachurch yang alkitabiah adalah yang didirikan gereja lokal serta tunduk kepada gereja lokal (Mat.16:18).

24

Percaya bahwa Tuhan telah menghentikan jabatan IMAM dan praktek keimamatan (pemberkatan oleh “pendeta“ pada akhir kebaktian, pemberkatan nikah, dll) untuk Gereja/Jemaat perjanjian Baru. Setiap orang Percaya adalah IMAM atas dirinya sendiri. Dan Yesus kristus adalah IMAM BESAR AGUNG yang menjadi perantara Allah dan Manusia berdosa. (1 Pet 2:9)

25

Percaya bahwa jabatan Nabi dan Rasul sudah tidak ada dan telah dihentikan sejak wahyu terakhir diberikan kepada Rasul Yohanes di Pulau Patmos, dan kini tinggal sebagai jabatan pengajar firman: Penginjil/Evangelis, Gembala=Gbl / Penatua= Pnt/ Penilik Jemaat=PJ (bukan Pendeta/Pandita), dan Pengajar/Guru Jemaat=GJ (1 Tim 3:1, Ef 4:11) serta sebagai jabatan pelayan jemaat/pelayan “meja”, Diaken=Dkn (bukan Majelis). (Kis 6:1-7; 1 Tim 3:8).

26

Percaya bahwa wanita tidak dipanggil untuk mengajar, berkhotbah dan memimpin laki-laki dewasa dalam Kebaktian Umum atau Pertemuan Jemaat (I Tim.2:12-13, I Kor.14:34,37). Wanita bisa menginjil, mengajar dan berkhotbah pada Persekutuan Pemuda, Remaja, Kaum Wanita/Ibu, dan Sekolah Minggu alias mengajar anak Playgroup sampai Mahasiswa dan pelayanan lain yang bukan di Kebaktian Umum. Prinsip ini seiring dengan sebagaimana istri harus tunduk kepada suami dan suami harus mengasihi istri (Ef.5:22-27, 1 Kor 11:10). Penundukan ini sebagai kesaksian bagi para malaikat karena mereka (perempuan menaati perintah Tuhan) seperti Gereja Tunduk kepada Kristus dan Kristus mengasihi JemaatNya. Dalam hal ini, yang kita bicarakan adalah masalah Gereja / masalah spiritual/rohani, dan tidak ada hubungannya dengan dunia sekuler atau pemerintah, Wanita boleh menjadi Presiden, Direktur, Menteri, dll.

Percaya bahwa apa yang ditulis oleh Paulus kepada gereja adalah wahyu Tuhan (perintah Tuhan), bukan budaya masa lalu. (I Kor 14:37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah PERINTAH Tuhan)

27

Percaya bahwa baptisan tidak menyelamatkan melainkan hanya salah satu upacara yang diperintahkan untuk dilaksanakan oleh gereja lokal. Dan baptisan yang benar adalah baptisan yang dilakukan terhadap orang yang sudah lahir baru (orang benar), dimasukkan ke dalam air (cara yang benar), dan oleh gereja yang benar (doktrinnya benar) (Mrk.16:16, Mat.28:19, Rom.6:3-4). Baptisan tidak diperuntukkan bagi bayi/anak kecil karena belum bisa mengaku percaya dengan kesadaran sendiri, juga baptisan bukan pengganti sunat dalam PL.

28

Percaya bahwa hanya ada dua upacara yang diperintahkan (Ordinansi, bukan Sakramen) untuk dilaksanakan oleh gereja lokal, yaitu upacara baptisan selam (Mat 3:16, Mrk 1:10, Yoh 3:23, Kis 8:36-39) dan upacara perjamuan Tuhan (bukan Perjamuan Kudus). Kedua-duanya tidak esensi untuk keselamatan melainkan hanya untuk mengingat akan kematian dan kebangkitan Tuhan yang menyelamatkan alias Simbolis/Peringatan (Mat.3:11, Mat 28:19, I Kor.11:23-26, Yoh 6:63).

Istilah ”Perjamuan Kudus” dapat menyebabkan orang Kristen bisa salah paham dalam memahami maknanya. Seperti sebagian orang Kristen percaya, jika kita mengikuti Perjamuan Kudus, maka kita akan menjadi Kudus. Ini Konsep Mistik. Demikian juga dengan istilah Sakramen.

29

Percaya bahwa Konsep Family Altar adalah Salah karena kita tidak lagi hidup dalam masa Keimamatan Ayah (zaman antara Adam sampai Taurat diturunkan)

30

Percaya bahwa ibadah yang bersifat lahiriah dengan berbagai ritualnya telah digantikan dengan ibadah dalam roh dan kebenaran. Tidak ada simbol lahiriah dalam ibadah selain keteraturan dan kesopanan (Yoh.4:23-24, I Kor.14:40).

31

Percaya bahwa segala syair lagu pujian harus ditujukan kepada Allah dan sesuai dengan kebenaran Alkitab. Segala musik yang terindah hanya bagi Tuhan. (Kol 3:16, Why 7:12, Mat 26:30). Jika Musik di Gereja anda tidak bisa dibedakan dengan Musik Dunia, maka ada 2 kemungkinan: Gereja semakin Duniawi atau Dunia semakin Rohani.

32

Percaya bahwa dalam Alkitab Tidak ditemukan Penumpangan Tangan untuk PEMBERKATAN dalam Perjanjian Baru. Penumpangan Tangan untuk Pengukuhan Jabatan (Gembala, Penginjil, Pengajar/Guru Jemaat dan Diaken) sebagai bentuk Restu/Approve atas nama Jemaat. (Kis 6:6, 13:3; 1 Tim 4:14, 2 Tim 1:6).

33

Percaya bahwa perpindahan anggota jemaat adalah cerminan kebebasan berpikir dan memutuskan.

34

Percaya bahwa anggota jemaat harus menjalani kehidupan kekristenan yang memuliakan nama Tuhan, yang sopan, teratur, dan kudus (Ibr.12:14).

35

Percaya bahwa AntiKristus akan mempersatukan politik, ekonomi, dan agama serta menguasainya (Wah.13:11-18). AntiKristus akan muncul dari Eropa Bersatu.

36

Percaya bahwa hari pengangkatan orang percaya (rapture) terjadi sebelum masa penganiayaan (pretribulation). Dan penampakan Kristus terjadi sebelum Kerajaan Seribu Tahun (Premillennium/Premilenialisme). (Why 20, Rm 5:9, 1 Tes 1:10, 4:15-17).

37

Percaya Prinsip Alkitab: Koin dengan Kedua Sisinya yaitu Tuhan Berdaulat 100% (sepenuhnya) dan Manusia Bertanggung Jawab 100% (sepenuhnya). Pengajaran yang terlalu menekankan pada salah satu aspek akan cenderung menyebabkan pengajaran menjadi ekstrim kanan (Calvinisme) maupun ekstrim kiri (Arminianisme).

38

Percaya bahwa sebuah gereja lokal harus dipimpin oleh Gembala–Laki-Laki atau Pria sesuai syarat Alkitab: Suami dari satu istri, seorang kepala keluarga yang baik, bukan peminum….dst (1 Tim 3:1-6, Tit 1:5-9)

39

Percaya bahwa seorang Diaken harus Laki-laki atau Pria yang sudah menikah, Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik, memiliki Iman yang Benar dan Moral yang Baik…dst, perhatikan juga syarat bagi istri seorang Diaken. (1 Tim 3:8-12)

40

Percaya bahwa Gereja Lokal dimanapun juga harus menjaga dirinya dan setia kepada ajaran Alkitab, dan harus memisahkan diri dari orang-orang yang tidak seasas atau sedoktrin (prinsip SEPARASI yang Jelas), karena Kristus menuntut gereja yang murni, tidak bercacat cela menjelang Maranatha sehingga menjadi mempelai wanita yang layak bagiNya (1 Kor 1:8, Ef 1:4, 2 Tim 2:15)

41

Percaya bahwa Tuhan Tritunggal: Bapa, Anak/Putra/Firman dan Roh Kudus. Ketiganya Esa. Sesuai dengan ajaran Alkitab (1 Yohanes 5:7-8, Mat 3:13-17; 28:19, Ul 6:4, 2 Kor 13:13)

42

Percaya Roh Kudus adalah oknum ketiga Tuhan Tritunggal, sama dan sederajat dalam sifat dan karakter dengan Bapa dan Anak/Putra. Roh Kudus diutus sebagai Penolong (Parakletos) disebut Roh Kebenaran (Yoh 14:16-17,26 ; 16:13), menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yoh 6:8-11), menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran, Mendiami/tetap tinggal di setiap hati orang yang Lahir Baru (Ef 1:13-14). Roh Kudus akan menghasilkan buahNya di dalam semua orang yang Percaya, dan yang dipimpin olehNya (Gal 5:22,23; Kol 1:10,12)

43

Percaya bahwa orang Kristen yang mati harus dikuburkan atau dikembalikan ke tanah, dan bukan diKREMASI/dibakar. Firman Tuhan mengatakan demikian. (Pkh 12:7). Semua tokoh Alkitab dikuburkan dengan layak. Pembakaran identik dengan Penghukuman Tuhan atau tradisi Penyembahan Berhala dalam suku-suku bangsa.

44

Percaya bahwa hamba Tuhan yang melayani, berhak mendapatkan “upah” atau kehidupan dari pelayanannya. Dan Jemaat harus mendukung hamba Tuhan dengan persembahan dan persepuluhan. Agar dia tidak mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga fokus dalam melayani Tuhan dan Jemaat (1 Kor 9:13-15; Mal 3:6-10, Kis 6:24).

45

Percaya bahwa Gereja harus melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Ini adalah tanggung jawab Gereja Lokal, dan juga tanggung jawab setiap orang percaya, untuk memberitakan Injil Keselamatan yang MURNI kepada semua orang, sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab, tidak boleh kompromi dengan hal-hal duniawi di dalam memberitakan Injil. Percaya bahwa kuasa Roh Kudus akan memimpin dan menuntun kita untuk memenangkan jiwa bagi Kerajaan Allah (Mat 28:19-20).

46

Percaya bahwa Tuhan berkuasa melakukan mujizat, dan setiap orang bisa mengalami mujizat sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Luk 1:37). Apa yang terjadi secara supranatural harus sesuai dengan kehendakNya.

Tidak percaya jika ada seorang yang mengklaim dirinya memiliki kuasa untuk melakukan mujizat, lalu orang-orang mencari si “hamba Tuhan,” yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Hal ini tidak beda dengan Dukun.

47

Percaya bahwa nama Tuhan dalam Alkitab bukanlah Tuhan, TUHAN, ALLAH, Allah, Ilah, GOD, LORD, Lord, dll, namun nama Tuhan adalah YHWH/JHVH (Jehovah/Yahweh, huruf J bisa dibaca J atau Y, huruf V bisa dibaca V atau W) dan YESUS yang berarti YHWH Penyelamat (ingat ayat: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama YHWH!), Mat 21:9, 23:39, Mrk 11:9, Luk 13:35; 19:38; Yoh 12:13, Mat 1:21, Luk 1:31, Kej 2:4; 4:1, 26, Kel 3:15. Nama Tuhan yang baru dalam kitab Wahyu akan kita ketahui setelah Tuhan datang kembali (Wahyu 3:12).

48

Percaya bahwa Kesatuan yang Alkitabiah adalah yang Tidak Mengkompromikan KEBENARAN/DOKTRIN/PENGAJARAN. Gerakan Ekumene adalah tidak Alkitabiah.

49

Percaya bahwa Tidak ada satu orang pun yang BERHAK membaptis seseorang ke dalam Roh Kudus selain YESUS KRISTUS. “Pendeta” manapun yang mencoba membaptiskan seseorang ke dalam Roh Kudus adalah SESAT dan DURHAKA (merebut wewenang Yesus).

50

Percaya dalam doktrin Alkitab yaitu Alkitab diwahyukan secara Verbal Plenary Inspiration (VPI) dan Dijaga tanpa salah sedikitpun atau Verbal Plenary Preservation (VPP). (Mzm 12:7, Mat 24:35, Mrk 13:31, Luk 21:33).

51

Percaya bahwa Alkitab tidak pernah mengajarkan tentang API PENYUCIAN, Doa untuk atau kepada orang yang telah mati, Maria sebagai Co-Redemption, Paus sebagai Wakil Kristus di bumi, Keselamatan karena Baptisan, Perbuatan Baik, Melakukan Sakramen, dll.

52

Percaya bahwa Alkitab memberikan kebebasan bagi setiap manusia untuk menikah atau tidak menikah. Gereja tidak boleh mengharuskan seseorang untuk tidak menikah (hidup selibat).

53

Percaya bahwaPengajaran MISKIN adalah DOSA, SUNGGUH SESAT, yang Benar: Miskin bisa disebabkan karena dosa (misal: Kemalasan) dan sebaliknya Pengajaran KAYA adalah BERKAT, Sungguh Menyesatkan, karena ada orang Kaya yang mendapatkan kekayaan dengan Cara-cara berdosa, misal: Korupsi, ke dukun/roh2 gunung Kawi, menipu orang lain, dll. Gereja Alkitabiah adalah gereja yang tidak terlalu/selalu menekankan Sukses Materi, namun menekankan Kebenaran Pengajaran Alkitab. Hal-hal lain sesuai janji Tuhan akan ditambahkan (kekayaan, jabatan, dll) alias bukan esensi utama namun hanya Alat/Sarana untuk Memuliakan Tuhan dan Menjadi Berkat bagi sesama. Mat 6:33, I Tim 6:10

54

Percaya bahwa 2 Kategori ajaran sesat: Keluar dari Alkitab dan Salah Menafsirkan Alkitab. Ini bisa terjadi juga ketika seseorang menambah atau mengurangi ajaran Alkitab. (Wahyu 22:18-19)

55

Tidak Percaya bahwa Alkitab mengajarkan DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS EKKLESIAM). Pengajaran Cyprian (AD 200-258) ini yang tercatat sebagai orang yang mempromosikan konsep keselamatan oleh Gereja. Ia menasehatkan agar semua gereja menggabungkan diri ke dalam Gereja Universal (KATOLIK) dengan Slogannya yang terkenal DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS EKKLESIAM). Sejak saat itu dimulai suatu gerakan untuk menggiring semua gereja otonom (independen) ke dalam Gereja Roma Katolik dengan indoktrinasi bahwa TIDAK ADA KESELAMATAN DI LUAR GEREJA ROMA KATOLIK.

Tidak cukup dengan itu akhirnya disusunlah Pengakuan Iman Rasuli yang salah satu pointnya Gereja yang Kudus dan Katolik (Am, Universal). Ini Pengajaran yang MENYESATKAN dan TIDAK ALKITABIAH. Satu Kesalahan Fatal Pengakuan Iman Rasuli adalah adanya pernyataan bahwa GEREJA itu HARUS KATOLIK.**

56

Percaya bahwa Hal yang tidak direformasi oleh dan menjadi Kesalahan Terbesar Bapak-Bapak Reformator adalah tidak mereformasi Doktrin Gereja (Ekklesiologi), karena fokus mereka waktu itu pada Doktrin Keselamatan.

57

Percaya bahwa pengajaran berlebihan tentang Arti dan Fungsi Minyak Urapan dapat mengarah kepada Sekte/Bidat baru.

58

Percaya bahwa istilah yang benar adalah Peneguhan Nikah, bukan pemberkatan nikah. Istilah “Pemberkatan Nikah” dipakai Gereja Roma Katolik karena mereka menempatkan pernikahan sebagai salah satu sakramen (upacara kudus) gereja. Gereja Alkitabiah hanya mengenal dua ordinansi (Upacara yg diperintahkan) yaitu Baptisan Selam dan Perjamuan Tuhan. Dalam Gereja Alkitabiah tidak ada jabatan imam yg berwenang memberkati, itulah sebabnya tidak dibenarkan memakai istilah Pemberkatan Nikah. Upacara yg dilakukan gereja alkitabiah dalam hal pernikahan ialah mengukuhkan atau meneguhkan pernikahan 2 anggota jemaatnya di hadapan Tuhan dan di hadapan sidang jemaatNya serta berdoa memohonkan kasih karunia Tuhan untuk kehidupan rumah tangga mereka. Berkat Tuhan bagi mereka selanjutnya tentu bergantung pada sikap hati mereka kepada Tuhan, bukan pada penumpangan tangan dari imam atau pendeta yang melakukan praktek keimamatan.

59

Percaya Kelahiran Yesus bukanlah tanggal 25 Desember adalah ALKITABIAH.

60

Percaya bahwa Yesus disalibkan dan mati hari Rabu Petang dan Bangkit Hari Sabtu Petang/Minggu, sesuai dengan 3 Hari 3 Malam, 3 x 24 jam=72 jam, adalah ALKITABIAH. Yesus disalibkan dan mati hari Jumat adalah TIDAK ALKITABIAH dan hanya menurut Tradisi secara umum.

61

Penginjilan kepada orang yang sudah mati (Penginjilan Alam Roh) adalah MENYESATKAN dan Tidak ALKITABIAH.

62

Percaya bahwa Alkitab adalah Otoritas Satu-satunya (Sole Authority) bagi Iman dan Praktek hidup orang Kristen. (II Tim 3:14-17, Mzm 119:105)

63

Percaya PRINSIP DELAPAN/OKTA SOLA yaitu

-SOLA GRATIA (Hanya karena Anugerah/Kasih Karunia saja kita diselamatkan, Ef 2:8-10),

-SOLA FIDE(Hanya karena IMAN saja kita diselamatkan, 1 Petrus 1:9, Ef 28-9, Yud 1:3, Ibrani 3:14, II Tim 4:7, 2 Tim 3:15),

-SOLA SCRIPTURA (Hanya karena Kitab Suci/Alkitab saja 2 Tim 3:15),

-SOLA AUTOGRAPHA (Hanya karena Naskah Asli Alkitab saja-yg sudah musnah-TANPA SALAH sedikitpun),

-SOLA APOGRAPHA (Hanya Naskah Salinan MT-Masoretic Text untuk PL bahasa Ibrani dan TR-Textus Receptus untuk PB bahasa Yunani-Tanpa SALAH SEDIKITPUN),

-SOLA SIDO (Hanya Pujian/Musik yang Terindah bagi Tuhan), Rm 15:9, Mrk 14:26, Ef 5:19, Kol 3:16.

-SOLA/Solus CHRISTOS (Hanya lewat Tuhan Yesus Kristus kita diselamatkan) Kis 4:12, yang semuanya bermuara pada

-Solideo Gloria (Segala Kemuliaan HANYA bagi Tuhan). Rm 11:36, Mat 6:13

Keterangan:

** Tetapi hingga saat konsili di Nicea (tahun 325 AD) belum muncul pengakuan iman tertentu yang berlaku secara universal, yang tepat dengan kata-kata yang sama, dan diperintahkan oleh otoritas universal yang sama.

But until the time of the Council of Nicen there does not appear to have been any one particular creed which prevailed universally, in exactly the same words, and commended by the same universal authority (Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature, John McClintock & James Strong, Grand rapids: Baker book House, 1981, Vol II, p 559)

Kutipan tersebut membuktikan bahwa Pengakuan Iman ”Rasuli” (PIR) yang digembar-gemborkan oleh Gereja Roma Katolik dan dipungut Gereja Protestan, serta di-beo-kan oleh Gereja-gereja Injili sesungguhnya bukanlah Pengakuan Iman yang disampaikan oleh Para Rasul. Jelas sekali bahwa pada zaman Para Rasul belum dikenal istilah THE HOLY CATHOLIC CHURCH atau Gereja Yang Kudus dan Am (KATOLIK), yang terdapat dipengakuan iman tersebut. Bahkan pernyataan gereja Yang Kudus dan Am itu sangat mustahil karena gereja tidak mungkin Kudus jika ia bersifat KATOLIK. Gereja akan Kudus kalau bersifat OTONOM dan LOKAL serta Menerapkan Disiplin Gereja dengan Ketat.

——————————0000———————————————

Suatu Gereja bisa disebut Gereja yang Alkitabiah meski ada satu atau beberapa point yang berbeda, misal 43, karena tidak terlalu esensi.

Beberapa poin yang lain penulis masukkan untuk mencounter beberapa pengajaran gereja yang tidak Alkitabiah alias menyimpang.

File :: Dede Wijaya

AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

berbagai sumber:

www.graphe-ministry.org Pengakuan Iman GBIA Graphe

buku Pdt.Daniel Arianto, M.Th, Sbg Hamba Tuhan saya sudah memberitahu Anda.

49 Kritik thd Gembala dan Gereja, Dede Wijaya

www.webkristiani.co.cc (memuat 4000 Situs Kristiani),Hit Counter:13800

http://dedewijaya.blogspot.com (memuat 320 Artikel) Hit Counter: 60500

http://dedewijaya83.blogspot.com (memuat 320 Artikel) Hit Counter: 60500

http://www.in-christ.net/blog/dedewijaya (memuat 130 Artikel) Diskusi/Debat/Tanya Jawab

Milist: diskusi-alkitab@googlegroups.com (Forum Diskusi tentang ALKITAB)

MAYAT BAWA MOBIL?

Filed under: CALVINISME, DOKTRIN KESELAMATAN — dedewijaya at 1:32 am on Wednesday, October 28, 2009

MATI SECARA ROHANI MENURUT ALKITAB YANG SESUNGGUHNYA

Betul sekali ada banyak ayat Alkitab yang menyatakan bahwa sebelum kita diselamatkan kita tadinya adalah mati (Ef.2:1, Kol.2:13 dll.). Tentu yang dimaksudkan ayat-ayat tersebut bukanlah mati secara jasmani, karena orang-orang yang dimaksudkan adalah yang ditulisi surat oleh Rasul Paulus. Karena sudah pasti bukan mati secara jasmani, maka tidak ada pilihan lain selain menafsirkan bahwa itu adalah mati secara rohani. Lalu apakah ‘mati secara rohani’ yang dimaksudkan Alkitab?

Kematian jasmani seseorang adalah sebuah keadaan dimana jantung seseorang tidak bekerja sehingga tidak berhasil memompa darah ke otak serta bagian tubuh lain, yang menyebabkan kematian tubuh orang itu secara keseluruhan. Terputusnya supply makanan ke otak dan bagian tubuh lain menyebabkan bagian-bagian itu mati. Bagian-bagian tubuh itu akan hidup kembali jika dalam jangka waktu yang masih ditolerir kembali mendapat aliran darah segar kembali.

Kelihatannya ketika Rasul Paulus berkata bahwa dahulu kamu mati dan sekarang telah dihidupkan kembali dalam Yesus Kristus, ia memaksudkan bahwa dahulu kamu dalam kondisi “putus” hubungan dengan Allah yang maha kudus karena dosa dan pelanggaran, namun sekarang telah disambung kembali di dalam Yesus Kristus. Yang mau dianalogikan Rasul Paulus dengan mati di situ bukan masalah kemampuan respon orang tersebut terhadap perkara rohani, melainkan hanya hubungan dengan Allah yang terputus. Dibangunnya jabatan keimamatan sepanjang masa ibadah simbolik Perjanjian Lama, adalah salah satu petunjuk bahwa masalahnya bukan pada kemampuan respon melainkan pada masalah terputusnya hubungan karena kondisi manusia yang berdosa.

HANYA ORANG SINTING YANG BERBICARA DENGAN MAYAT

Kita semua pasti setuju bahwa tidak ada satu orang waras pun yang akan berbicara kepada mayat. Dan siapapun yang bercakap-cakap dengan mayat pasti akan dicurigai sakit jiwa. Tentu bukan cuma sekedar curiga lagi jika yang bersangkutan menyerukan agar mayat bertobat.

Adalah fakta bahwa sepanjang zaman ibadah simbolik Perjanjian Lama Allah mengirim nabi untuk memperingati bangsa Yahudi bahkan kepada berbagai bangsa tentang dosa-dosa mereka. Jika segala bangsa yang mati secara rohani dianalogikan sama dengan mati jasmani, maka berarti ada masalah dengan yang mengirim nabi untuk menegur mereka. Jika bangsa Asyur yang mati secara rohani ditafsirkan sebagai dalam kondisi tidak bisa merespons seruan rohani, bagaimana mungkin dikirim Nabi Yunus untuk berseru agar mereka bertobat?

Bagaimana panglima Naaman bisa sampai kepada kesimpulan rohani bahwa tidak ada Allah selain Jehovah setelah penyelamannya yang terakhir di sungai Yordan? Padahal sebelumnya dia sangat skeptik terhadap perintah Nabi Elisa yang aneh. Bagaimana Tamar, Rahab, Rut, yang bukan bangsa Yahudi, yang tentu adalah orang yang bisa dikategorikan mati secara rohani, bisa mengenal Jehovah dan percaya kepadaNya?

Secara logis bisa kita simpulkan bahwa Allah tidak melihat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa seperti John Calvin lihat. Allah melihat manusia berdosa memang mati secara rohani, dalam pengertian bahwa manusia putus hubungan dengan Penciptanya karena dosa dan pelanggarannya, bukan dalam kondisi seperti mayat yang tidak bisa mendengar apalagi merespons terhadap seruan untuk bertobat.

John Calvin, dan siapapun yang setuju dengan dia, telah menempatkan Allah sebagai pribadi sinting yang berbicara dengan mengirim nabi kepada mayat-mayat. Allah tidak mengirim nabi kepada mayat. Ia tidak mengutus Yunus untuk menegur mayat, tetapi menegur bangsa Asyur yang sangat berdosa agar mereka bertobat. Dan Alkitab mencatat bahwa mereka akhirnya bertobat.

Jadi, masalahnya bukan pada Allah dan juga bukan pada manusia yang telah berdosa, melainkan pada John Calvin yang salah menafsirkan istilah mati secara rohani. Rasul Paulus tidak memaksudkan mati rohani seperti yang dimaksudkan oleh Calvin. Ia pergi kepada bangsa-bangsa non-Yahudi (yang mati rohani) untuk berseru kepada mereka. Kalau bangsa Yunani dan yang lain-lain dalam kondisi rohani seperti mayat sebagaimana ditafsirkan Calvin, maka Rasul Paulus adalah orang sinting yang pergi berseru kepada para mayat. Tidak mungkin! Rasul Paulus tidak mungkin sinting, John Calvin yang salah menafsirkan Alkitab.

TIDAK ADA ORANG MENGHARAPKAN MAYAT BERBUAT SESUATU

Jika kita tahu seseorang telah mati, tubuhnya telah menjadi mayat, kita tidak mengharapkan ia memberi tanggapan apapun yang kita katakan, yang kita inginkan. Kita sangat faham kalau mayat tidak memenuhi sesuatu yang kita harapkan karena ia adalah mayat.

Tetapi kalau kita membaca Injil Yohanes pasal satu, kita dapatkan bahwa Allah mengharapkan tanggapan positif dari manusia yang hidup pada saat kedatangan Kristus. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak

menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah (Yoh.1:10-13).

Pada ayat 11 terlihat jelas kekecewaan pada milik kepunyaanNya yang tidak menerimaNya. Dan pada ayat 12 terlihat ada kegembiraan pada orang-orang mati rohani yang menerimaNya. Mereka diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Ayat 13 menyatakan bahwa mereka diperanakkan bukan dari darah dan daging, melainkan dari Allah. Kapankah mereka diperanakkan Allah? Kapankah mereka dilahirkan kembali? Tentu pada saat mereka percaya! John Calvin mengajarkan bahwa orang-orang dilahirkan kembali terlebih dulu baru bisa percaya. Ia mengajarkan bahwa Allah memilih orang-orang tertentu tanpa alasan dan melahirkan mereka kembali supaya mereka bisa percaya. Ia tertangkap basah memelintir ayat Alkitab, karena ayat-ayat Alkitab mengatakan bahwa manusia harus percaya dan saat percaya itulah Roh Kudus masuk ke dalam hatinya. Surat Paulus kepada jemaat Efesus pasal satu ayat tiga belas dengan jelas mengatakan, “di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.” Ayat ini dengan sangat jelas mengatakan bahwa pada saat seseorang percaya itulah Roh Kudus memeteraikannya, bukan dimeteraikan terlebih dulu baru bisa percaya.

MAYAT TIDAK BISA MENGHUJAT ALLAH

Ketika orang-orang Farisi dan Ahli Taurat menyaksikan tanda-tanda kegenapan Mesias pada diri Yesus, namun mereka menolakNya, Ia berkata bahwa jika mereka menghujat Anak Manusia masih ada ampun, namun jika mereka menghujat Roh Kudus, maka tidak ada pengampunan lagi(Mark.3:29). Jika para Ahli Taurat adalah mayat yang tidak bisa bereaksi terhadap perkara rohani seperti yang dituduhkan oleh John Calvin, maka mustahil mereka bisa dituntut bertanggung jawab atas sikap mereka terhadap Mesias? Tidak ada hakim yang sangat bodoh yang menuntut mayat bertanggung jawab atas suatu perbuatan kriminal.

Tetapi karena para Ahli Taurat sesungguhnya sangat sadar, lagi pula mereka sudah melihat tanda-tanda dan mujizat yang diperbuat oleh Tuhan Yesus, dan mereka tahu persis akan nubuatan Nabi Yesaya bahwa kalau Mesias datang Ia akan mengadakan mujizat, namun karena iri mereka menolakNya. Tuhan Yesus tahu sampai ke dalam isi hati mereka, bahwa sebenarnya mereka sudah tahu bahwa Ia sedang menggenapi tanda -tanda kemesiasan, namun mereka sengaja menolakNya.

Betul sekali bahwa para Ahli Taurat adalah manusia yang mati secara rohani. Namun mati secara rohani tidaklah seperti yang digambarkan oleh John Calvin, yaitu rohaninya seperti mayat yang tidak dapat merespon terhadap rangsangan yang bersifat rohani. Mati secara rohani sesungguhnya adalah putus hubungan dengan Allah yang adalah sumber kehidupan.

MAYAT TIDAK BERTANGGUNG JAWAB SEBAGAI KRIMINAL

Pada saat orang banyak berdiri di hadapan Pilatus, karena dihasut oleh para Imam, mereka menuntut Yesus disalibkan dan Barabas dibebaskan. Bahkan sebelum mereka menghadap hadirat Allah, pada hari Pentakosta, mereka dituduh bersalah oleh khotbah Petrus. Mungkinkah mayat melakukan tindakan kriminal yang harus dipertanggungjawabkannya?

Mengapakah dalam Markus 12:40 Tuhan Yesus berkomentar bahwa para Ahli Taurat yang menelan rumah janda-janda akan dihukum dengan hukuman yang lebih berat? Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa maka semua manusia sudah dalam kondisi mati rohani, dan John Calvin menggambarkan kondisi kerohanian manusia seperti mayat, seharusnya dosa berikut yang dilakukan oleh para mayat itu tidak bisa diperhitungkan lagi, karena berikutnya mereka semua sudah dalam kondisi mayat, dan bagaimana boleh menuntut dosa yang dilakukan mayat. Bahkan seharusnya mayat sudah tidak bisa berdosa lagi.

KESIMPULAN KITA

Penafsiran John Calvin tentang mati secara rohani sebagai totally depraved dengan pengertian kerohanian yang tidak bisa memberi respon terhadap apapun adalah terlalu berlebihan. Penafsiran demikian sama sekali tidak didukung oleh ayat Alkitab, karena memang tidak ada satu ayat pun yang menggambarkan kondisi kerohanian seperti yang digambarkan oleh John Calvin.

Tuhan Yesus pernah berkata kepada seorang yang ingin menjadi pengikutNya yang meminta ijin untuk menguburkan ayahnya dengan berkata, “biarkan orang mati menguburkan orang mati mereka.” Ia tahu bahwa orang yang mati rohani masih bisa menguburkan orang karena bukan mati rasa, mati akal budi, mati kesadaran diri, melainkan hanya tidak memiliki hubungan dengan Allah yang hidup. Manusia yang mati secara rohani masih bisa berbicara, berpikir, merasa, memutuskan pemilihan, bisa bikin pesawat, dan menerbangkan pesawat, bikin mobil dan membawa mobil, dan masih bisa mendengarkan Injil serta mengambil keputusan untuk percaya atau tidak.

Doktrin Predestination yang diajarkan oleh John Calvin beserta pengikutnya, memiliki kesalahan paling awal pada kesalahan menafsirkan makna mati secara rohani. Kasalahan menafsirkan makna kematian rohani, menyebabkan mereka menyimpulkan bahwa keselamatan dimungkinkan hanya melalui pemilihan tanpa kondisi (unconditional election). Bagi Calvinis orang-orang yang mati rohani tidak mungkin memberi respon terhadap Injil karena mereka mati seperti mayat. Jadi, pembaca pasti sudah dapat melihat penyebab penafsiran mereka bahwa Allah di dalam kekekalan melalui sebuah dekrit telah menetapkan segala sesuatu. Seolah-olah blueprint segala peristiwa dari kekal hingga kekal sudah tercetak dalam sebuah dekrit dan semua peristiwa baik yang positif maupun yang negatif sudah ditetapkan. Bahkan John Calvin percaya bahwa kejatuhan Adam dan Hawa pun sudah ditetapkan Allah.

Jika orang-orang yang belum diselamatkan tidak mungkin merespon berita Injil sebelum mereka dilahirkan kembali terlebih dulu, maka aktivitas penginjilan adalah sebuah aktivitas berbicara kepada mayat atau patung. Kalau Calvin benar, bahkan tidak perlu berdoa agar Allah pilih lebih banyak sebab pemilihan sudah dilakukan dalam kekekalan past. Bahkan kita tidak perlu berdoa sama sekali sebab segala sesuatu sudah ditetapkan, doa anda tidak bisa merubah apa yang Tuhan telah tetapkan dalam kekekalan melalui sebuah dekritNya.

Jadi, pembaca yang berbudi, sikap menjunjung tinggi kedaulatan Allah yang berlebihan hingga mengabaikan hakekat manusia yang berkehendak bebas, telah berbalik menjadi sikap menempatkan Allah sebagai pribadi yang paling jahat, yang tega menetapkan seorang putri diperkosa beberapa orang. Ini adalah sebuah malapetaka theologi yang melanda kekristenan. Oleh sebab itu kita sama sekali tidak heran jika Laurence M. Vance, Ph.D, di dalam bukunya The Other Side of Calvinism menyatakan bahwa Calvinisme sesungguhnya adalah wabah terdahsyat yang melanda gereja. Dave Hunt dalam bukunya What Love It Is? menggambarkan Allah Calvinis adalah Allah yang tidak ada kasih, bukan yang maha kasih. Jika anda mengalami kesulitan untuk mendapatkan contoh tentang tipu muslihat iblis, maka kini anda sudah mendapatkannya. Waspadalah!

Pedang Roh 55 Edisi LV Tahun XIIIApril-Mei-Juni 2008

SEGAMBAR DAN SERUPA ALLAH

Filed under: DOKTRIN KESELAMATAN — dedewijaya at 1:16 am on Wednesday, October 28, 2009

BENTUKNYA?

Banyak orang bertanya, “sebelum menciptakan manusia, apakah Allah tahu bahwa nanti manusia akan menentangNya?” Jawabannya, “tentu Allah tahu!” Lalu mereka akan melanjutkan pertanyaan mereka, “kalau begitu mengapakah Allah mau menciptakan manusia?” Dan belum sempat kita menjawab biasanya pertanyaan demi pertanyaan akan mereka lontarkan seperti peluru senjata otomatis.

Kalimat “kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita” menunjukkan bahwa Sang Pencipta memang telah merencanakan menciptakan Adam yang berbeda dengan semua makhluk lain. Makhluk lain tidak segambar dan serupa Allah, melainkan hanya Adam. Allah menghendaki agar ketika makhluk lain melihat Adam, mereka melihat Sang

Pencipta. Tujuan penciptaan telah diungkapkan dengan jelas yaitu “supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Allah berencana menciptakan makhluk yang mewakiliNya menguasai semua ciptaanNya yang lain. Ia menciptakan makhluk yang segambar dan serupa dengan diriNya sehingga ketika makhluk lain melihat Adam, mereka sepertinya melihat Sang Pencipta itu sendiri. Seperti petani membuat boneka, agar ketika burung pipit melihat boneka yang bergerak-gerak ia mengira sang petani itu yang sedang menjaga sawahnya.

Sebagian theolog tidak berani menafsirkan kesegambaran dan keserupaan manusia dengan Allah adalah dalam hal bentuk, karena Yohanes 4:24 menyatakan bahwa Allah itu Roh.

Tetapi kata besalmenu (gambar kita) dan kidmatenu (rupa kita) itu sesungguhnya menunjuk kepada bentuk. Pada Kej.9:6 dikeluarkan larangan membunuh manusia dengan alasan manusia diciptakan segambar dengan Allah. Dapat dimengerti bahwa penyerangan terhadap manusia yang adalah gambar Allah dapat dilihat sebagai penyerangan terhadap Allah sendiri. Ketika seseorang merobek-robek foto seseorang, memang dapat dilihat sebagai bentuk penyerangan terhadap orang itu.

Segambar dan serupa dalam roh? Lalu mengapakah ketika manusia telah mati, ketika rohnya telah meninggalkan tubuhnya, masih perlu dihormati? Apakah makna dibalik penguburan orang secara terhomat? Tuhan menghendaki agar orang yang telah mati, dikuburkan ke dalam tanah dengan hormat. Dengan hormat karena diciptakan sesuai gambar Allah, ke dalam tanah karena bahan baku tubuh tersebut terbuat dari tanah. Bapa-bapa beriman di PL telah tercatat menguburkan orang-orang mereka secara terhormat ke dalam tanah.

Kata besalmenu dan kidmatenu adalah kata yang biasa dipakai untuk menunjuk pada rupa seseorang. Set, anak Adam pengganti Habel dikatakan adalah seorang laki-laki menurut gambar dan rupa Adam, kata yang dipakai adalah persis sama dengan kata untuk menjelaskan bahwa Adam yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah.

DENGAN KEHENDAK BEBAS

Adam bukan hanya diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah, bahkan dalam pasal 2 dirinci bahwa Adam terbuat dari debu tanah dan dihembusi nafas. Selanjutnya dikatakan bahwa Adam ditempatkan di taman Eden dan diberi tugas. Adam adalah satu-satunya makhluk yang bisa bertugas karena ia satu-satunya yang diberi kemampuan untuk berpikir. Kalau tidak, ia tidak mungkin bisa mengurus taman Eden dan mengendalikan semua makhluk ciptaan yang lain. Ia bisa berpikir dengan sangat cerdas, namun pikirannya belum terisi pengetahuan. Sama seperti seorang bayi yang memiliki kemampuan berpikir namun belum ada pengetahuan di dalam otaknya, demikianlah Adam sesaat selesai diciptakan. Bedanya hanyalah kemampuan berpikir bayi bertumbuh gradual sedangkan kemampuan berpikir Adam langsung pada tahap sempurna. Jadi otak Adam itu seperti prosesor komputer yang sangat canggih, namun belum ada program terisi di dalam memorinya.

Selain pikiran, Adam juga diberi kehendak bebas karena hanya makhluk yang berpikiran dan berkehendak bebaslah yang bisa bekerja. Tidak ada satu makhluk pun di atas muka bumi yang bisa diberi tugas selain manusia. Karena diberi kemampuan berpikir dan kehendak bebas maka Adam harus mempertanggungjawabkan pikiran dan kehendak bebas yang diberikan kepadanya. Dengan kemampuan berpikir dan kehendak bebas, bahkan perasaan, ia bisa berpikir, memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berkenan kepada Allah atau sebaliknya tidak berkenan kepada Allah, bahkan menentang Allah. Adam adalah pribadi (person) yang bisa berpikir, memutuskan sesuatu, bertindak, bisa tersinggung, marah dan mengasihi.

Mengapa Allah memutuskan menciptakan makhluk yang bisa menentangNya? Jawabannya, Allah ingin menikmati sikap positif dari makhluk ciptaanNya. Allah ingin dicintai sebagaimana Ia mencintai, itulah sebabnya Ia menciptakan makhluk yang bisa mencintai, makhluk yang berpikiran dan berperasaan. Allah tidak mau dicintai robot yang tidak berperasaan. Dan juga tidak mau dicintai oleh yang tidak ada pilihan selain mencintai, atau semacam cinta yang terpaksa. Ia menginginkan cinta dari makhluk yang bisa memilih yaitu yang berkehendak bebas. Jika makhluk itu bisa mencintai dan membenci, dan juga bisa memilih, lantas ia memilih mencintai, maka di situlah nikmatnya dicintai. Dicintai atas pemilihan subyek yang mencintai, bukan atas pengaturan obyek yang dicintai.

Dan efek samping dari bisa mencintai ialah bisa membenci. Singkatnya, Allah menciptakan makhluk yang seperti diriNya. Tentu manusia tidak memiliki kemampuan seperti diriNya melainkan memiliki sekedar kemampuan untuk mengendalikan makhluk-makhuk lain. Manusia benar-benar serupa Allah yang memiliki pikiran, perasaan, dan kehendak bebas.

Jadi, Allah tahu manusia akan jatuh ke dalam dosa, namun bukan Allah yang menyebabkan mereka jatuh ke dalam dosa. John Calvin bikin kesalahan ketika ia berkata bahwa Allahlah yang menyebabkan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. [John Calvin, Institutes of Christian Religion. Ed. by John T. Mcniel. Trans.by Ford Lewis Battles (Philadelphia: The Westminster Press. 1960) hal.995].

Kegagalan utama calvinisme ialah pada pemahaman mereka terhadap manusia yang Allah ciptakan. Mereka gagal memahami Adam sebagai manusia berakal budi dan berperasaan serta berkehendak bebas. Itulah sebabnya John Calvin memaksakan kehendaknya kepada penduduk kota Geneva, karena ia berpikir bahwa Allah juga selalu memaksakan kehendakNya kepada semua ciptaanNya. Padahal sejak Allah menciptakan manusia yang berakal budi, berperasaan dan berkehendak bebas, Allah selalu konsisten dengan ketetapanNya. Ia tidak akan merubah ketetapanNya karena Ia tidak dapat menyangkal diriNya (II Tim.2:13).

SETELAH KEJATUHAN

Allah telah menciptakan manusia yang berakal budi, berperasaan, dan berkehendak bebas, atau pribadi (Person). Allah mau mereka mempraktekkan kehendak bebas yang Ia berikan. Itulah sebabnya Ia menempatkan dua jenis pohon ke dalam taman Eden, yaitu pohon kehidupan dan pohon pengetahuan baik-jahat. Adam diberitahu bahwa kalau ia memakan buah pohon kehidupan maka ia akan hidup selamanya (Kej.3:22) dan kalau ia memakan buah pohon pengetahuan baik-jahat maka ia akan mati (Kej.2:16-17).

Jika seseorang memberi kebebasan kepada anda untuk memilih, namun hanya disodorkan pada satu alternatif, maka orang itu sedang membohongi anda. Allah tidak berbuat demikian kepada Adam. Ia menciptakannya dengan kemampuan berpikir, memberinya kehendak bebas untuk memilih, dan juga memberikan alternatif kepadanya untuk dipilih.

Allah menghendaki Adam memilih buah pohon kehidupan, dan melarangnya memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat. Jika Adam dan Hawa percaya dan bersikap positif kepada Allah, maka mereka akan memakan buah pohon kehidupan, serta menjauhi pohon pengetahuan baik dan jahat.

Iblis tahu persis kondisi manusia yang memiliki kehendak bebas sebagaimana dirinya karena ia berasal dari malaikat. Hanya malaikat dan manusia yang diberi akal budi, perasaan dan kehendak bebas. Banyak orang bertanya, mengapa Allah tidak melarang iblis menguji Hawa? Jawabannya, kalau Allah berbuat demikian, maka apa manfaatnya manusia diberi kehendak bebas dan di taman Eden ditaruh dua macam pohon? Semua itu untuk mendapatkan sikap positif (kasih) makhluk pribadi yang diciptakanNya. John Calvin, demikian juga dengan John Owen pengikut setianya, menekankan tujuan penciptaan adalah untuk kemuliaan Allah terasa agak mengusik karena seolah-olah Allah kurang mulia sebelum menciptakan manusia. Padahal Allah telah memiliki kemuliaan dan telah sangat mulia serta tidak perlu tambah mulia lagi sebelum menciptakan manusia, dan manusia tidak bisa menambah kemuliaan Allah. Yang lebih tepat adalah Allah menciptakan makhluk pribadi, dan ingin mendapatkan sikap positif dari makhluk pribadi yang diciptakanNya. Tentu sikap positif yang timbul dari hati tiap-tiap pribadi, bukan yang ditentukan Allah.

Apakah Allah tahu Adam dan Hawa akan jatuh ke dalam dosa? Tentu Allah tahu! Tetapi Allah juga tahu bahwa kemudian mereka akan menyesal dan akan mengerti bahwa Allah sangat mengasihi mereka. Dan Allah tahu bahwa melalui mereka akan lahir manusia yang akan memusuhiNya, namun juga tahu akan ada yang mengasihiNya. Karena setelah kejatuhan manusia, Allah segera menjanjikan Juruselamat, kemudian ada banyak keturunan Adam dan Hawa yang merespons positif kepada kasih karunia Allah. Akibat dari memilih memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, manusia harus mati atau dihukum mati. Dosa tidak dapat dihapuskan dengan apapun selain dengan penghukuman, dan hukumannya adalah hukuman mati (Rom.6:23).

Juruselamat dijanjikan untuk menerima penghukuman itu. Adam dan Hawa, dan siapa saja yang hidup sebelum penjatuhan penghukuman kepada Sang Juruselamat harus percaya kepada Sang Juruselamat yang AKAN datang. Dua ekor binatang dimatikan dan mengambil kulitnya untuk membuat pakaian bagi mereka masing-masing. Walaupun tidak dikatakan domba, namun kemungkinan besar adalah domba karena kulit domba merupakan model pakaian kulit yang paling awal. Dan juga sekaligus sebagai simbol tentang proses penyelamatan yaitu tindakan penjatuhan hukuman kepada Sang Juruselamat yang dijanjikan.

Setelah kejatuhan, ternyata manusia tidak sampai kehilangan kesadaran dirinya, atau kehilangan kemampuan memutuskan atau kehilangan kemampuan memilih yang dimiliki sebelum kejatuhan. Kemampuan inteligensi manusia pun masih tetap sama bahkan Allah sendiri menyatakan (menyindir) bahwa manusia sudah sehebat Allah yaitu tahu tentang yang baik dan yang jahat (Kej.3:22). Manusia telah tahu tentang yang baik dan yang jahat, bahkan telah melakukan kejahatan, yaitu memihak iblis untuk menentang Allah.

Manusia memiliki inteligensi yang tetap sama sehingga sanggup menciptakan pesawat yang beratnya ratusan ton dan terbang di angkasa. Bahkan perkembangan teknologi yang sangat pesat di abad 21 ini telah menyebabkan sebagian manusia merasa betul-betul menjadi Allah.

Ungkapan “mati secara rohani” (Rom.6:13, Ef.2:1,Kol.2:13), tidak tepat untuk diartikan sebagai kehilangan kemampuan mengerti penjelasan tentang Allah dan keselamatan jiwa diri seseorang. Manusia setelah kejatuhan terbukti bisa mengerti berbagai hal termasuk hal-hal baik-buruknya, untung-ruginya, patut-tidaknya. Tentu sangatlah tidak tepat untuk menyimpulkan bahwa pikirannya berhenti ketika mempermasalahkan tentang penciptanya, atau keselamatan jiwanya. “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu (Ef.2:1)” bisa diartikan ‘dalam keadaan tidak ada hubungan dengan Allah yang adalah sumber kehidupan’. Dosa dan pelanggaran manusia telah menyebabkan terputusnya hubungannya dengan Allah yang maha kudus. Diperlukan keputusan untuk bertobat dan percaya kepada Kristus, Sang Penebus dosa, untuk menjadikan dirinya suci di hadapan Allah, barulah hubungan dengan Allah dipulihkan.

Setelah seseorang bertobat dan percaya kepada Kristus maka, “…telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita” (Kol.2:13-14). Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa orang yang tadi mati secara rohani dihidupkan bersama Kristus dengan cara mengampuni pelanggarannya. Ia menjadi kudus di dalam Kristus dan memiliki hubungan kembali dengan Allah yang adalah sumber hidup.

Jadi, kematian rohani dan hidup kembali di dalam Kristus tidak ada hubungannya dengan kesanggupan memberi respon terhadap berita Injil keselamatan. John Calvin yang mengikuti Agustinus telah salah besar dalam menganalogikan kematian rohani dengan kematian jasmani dan menyimpulkan bahwa kondisi kematian rohani itu berarti tidak bisa bereaksi sama sekali terhadap rangsangan luar.

Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa ternyata bisa berhitung, bisa menciptakan berbagai peralatan, bisa mengenang hal-hal yang telah lampau, dan bisa berencana atas hal-hal yang akan datang. Terbukti manusia berdosa bisa memahami perkara rohani bahkan terlibat aktif perkara rohani dari aspek negatif. Mereka bisa menjalin hubungan dengan dunia iblis serta bisa menjadi alat-alat iblis. Manusia berdosa juga terlibat acara sembah-menyembah berbagai dewa dan illah. Timbulnya sikap menyembah kepada berbagai ilah walaupun salah tetap menunjukkan adanya kerinduan terhadap perkara rohani dalam diri manusia yang telah jatuh ke dalam dosa.

Rahab bisa sampai pada keyakinan bahwa Jehovah adalah Allah yang berkuasa yang sudah pasti akan mengalahkan bangsanya, bukankah itu sebuah kesadaran rohani yang ditunjukkan manusia berdosa? Rut bisa memutuskan memilih Jehovah sebagai Allahnya bukankah juga sebuah bukti bahwa setelah manusia berdosa mendengar tentang kebenaran bisa membuat pilihan berpihak kepada kebenaran?

Kesimpulan yang tepat adalah bahwa setelah manusia jatuh ke dalam dosa, ia sama sekali tidak kehilangan kesadaran diri, tidak kehilangan kemampuan berpikir, dan juga tidak kehilangan kemampuan memutuskan serta memilih. Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa hanya kehilangan hubungan dengan Allah yang maha kudus karena Allah yang maha kudus tidak mungkin dihampiri manusia yang berdosa. Manusia yang jatuh ke dalam dosa telah Totally Depraved dalam arti telah kehilangan kemuliaan Allah (Rom.2:23), terputus hubungannya dengan Allah atau mati secara rohani oleh pelanggaran dan dosanya.

SETELAH DISELAMATKAN

Kondisi diselamatkan dari dosa, oleh Rasul Paulus juga disebut dihidupkan kembali di dalam Kristus. Jika dihubungkan dengan kehilangan kemuliaan Allah, maka dapat dikatakan dipulihkan kembali, atau diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Alkitab juga memakai istilah ‘dikuduskan’dan disebut ‘orang-orang kudus’.

Proses penyelamatan terhadap manusia berdosa ialah melalui penghukuman terhadap dosa, dan penghukuman itu diambil alih oleh Sang Juruselamat. Melalui sikap bertobat dan percaya kepada Sang Juruselamat seorang berdosa dihitung telah terhukum pada penghukuman yang dijalani Sang Juruselamat. Manusia berdosa yang hidup sebelum penghukuman Sang Juruselamat harus beriman kepada Sang Juruselamat yang akan dihukumkan. Sedangkan manusia berdosa yang hidup sesudah penghukuman Sang Juruselamat harus beriman kepada Sang Juruselamat yang sudah dihukumkan.

Manusia berdosa yang tadinya telah totally depraved, artinya telah putus hubungan dengan Allah karena dosa, atau telah mati secara rohani, dihubungkan kembali atau dihidupkan kembali atau dipulihkan kembali. Keselamatan yang terjadi pada seseorangsama sekali bukan pemaksaan, melainkan keputusan untuk merespon positif terhadap kasih karunia Allah. Sebagaimana kejatuhan manusia itu adalah keputusannya sendiri, demikian juga keselamatan adalah keputusan manusia itu sendiri untuk menyambut uluran kasih Allah.

Setelah pemulihan, atau penyelamatan, maka kondisi dan posisi manusia kembali seperti semula, yaitu saat sebelum kejatuhan. Adam dan Hawa adalah pribadi yang bebas, yang diberi kemampuan untuk memutuskan untuk dirinya sendiri. Demikianlah keturunan mereka yang telah jatuh ke dalam dosa, dan telah diselamatkan, yaitu memiliki kehendak bebas dan kemampuan untuk mengambil keputusan bagi mereka masing-masing. Sama sekali tidak ada indikasi bahwa keturunan Adam dan Hawa yang diselamatkan oleh Injil abstrak, bisa mempertimbangkan hal atas itu kehilangan kebebasan dan kemampuan mereka untuk mengambil keputusan.

Setelah diselamatkan, manusia tidak kehilangan kebebasan, karena manusia bukan tertangkap Allah untuk dibawa ke Sorga, melainkan merespon kasih karunia yang ditawarkan. Jika keselamatan itu terjadi karena terpengaruh “hipnotis” Allah, maka manusia kehilangan kebebasan atau kemampuan untuk memutuskan dan memilih.

Benar bahwa Allah memelihara iman orang yang telah percaya, namun sama sekali tidak berarti orang tersebut kehilangan kebebasannya untuk melepaskan kepercayaannya atau mengundurkan diri (Ibr.10:35,38). Sedangkan mengenai banyak atau tidak, bahkan ada atau tidak orang yang telah diselamatkan yang mau melepaskan kepercayaannya, itu bukan kasus yang dibicarakan, melainkan bahwa orang yang telah diselamatkan ternyata masih tetap pribadi yang bebas, bukan yang terjajah atau tertangkap Allah untuk ditransfer ke Sorga secara paksa.

KESIMPULAN

Manusia adalah ciptaan Allah yang diberi kemampuan berpikir, kesadaran diri, kehendak bebas, atau suatu pribadi. Manusia tidak pernah kehilangan semua itu ketika jatuh ke dalam dosa, melainkan hanya kehilangan kemuliaan Allah dan hubungan atau komunikasi dengan penciptanya. Setelah diselamatkan, manusia tetap adalah makhluk pribadi yang bebas, sebagaimana ketika manusia belum jatuh ke dalam dosa.***

Pedang Roh 55 Edisi LV Tahun XIII April-Mei-Juni 2008

PRINSIP DELAPAN/OKTA SOLA

Filed under: DOKTRIN GEREJA, FUNDAMENTAL — dedewijaya at 9:36 am on Thursday, October 22, 2009

PRINSIP DELAPAN/OKTA SOLA yaitu

-SOLA GRATIA (Hanya karena Anugerah/Kasih Karunia saja kita diselamatkan, Ef 2:8-10),

-SOLA FIDE(Hanya karena IMAN saja kita diselamatkan, 1 Petrus 1:9, Ef 28-9, Yud 1:3, Ibrani 3:14, II Tim 4:7, 2 Tim 3:15),

-SOLA SCRIPTURA (Hanya karena Kitab Suci/Alkitab saja 2 Tim 3:15),

-SOLA AUTOGRAPHA (Hanya karena Naskah Asli Alkitab saja-yg sudah musnah-TANPA SALAH sedikitpun),

-SOLA APOGRAPHA (Hanya Naskah Salinan MT-Masoretic Text untuk PL bahasa Ibrani dan TR-Textus Receptus untuk PB bahasa Yunani-Tanpa SALAH SEDIKITPUN),

-SOLA SIDO (Hanya Pujian/Musik yang Terindah bagi Tuhan),

-SOLA/Solus CHRISTOS (Hanya lewat Tuhan Yesus Kristus kita diselamatkan) Kis 4:12, yang semuanya bermuara pada

-Solideo Gloria (Segala Kemuliaan HANYA bagi Tuhan). Rm 11:36

We Should Love Indonesia

Filed under: JOKE / HUMOR — dedewijaya at 4:20 am on Thursday, October 8, 2009

Jangan bilang kita ini orang Indonesia kalau belum pernah membanggakan Indonesia kepada Bangsa lain.

dan yg penting, tetap bersyukur !

PARIS …? no ini Lapangan Banteng

Midnight at Hongkong? No it is Thamrin..

Pedestrian in USA ? No ini di Makasar..

Shanghai … ? no ,, ini Mangga Dua

like airpot in Europe. No this is Makasar lho !

Jangan ketipu ! ini bukan di New Zeland…… . tapi di pulau Komodo ( Komodo Island )

Serasa di Monaco khan? Jangan salah ini di Bunaken , Menado ( Bunaken)

Serasa di Afrika Selatan ??? Bukan tapi ini di Gunung Kidul, Jawa Tengah (this is gunung Kidul central Java)

Kayak universitas di Eropa yah. Ini di juga di Medan lho !

Mirip Kota Gaza ……. padahal ini kota Medan Bung !

Wow Manhattan banget ya kota Jakarta kita !

Jangan berharap ada Spiderman yahh karena ini bukan di NY lho !

Kayak di Orchard Road Singapura yahh padahal ini Gramedia Surabaya loh !

Serasa di perkampungan Swiss

Wah kalo ini serasa mau melintas negara bagian di USA ……..padahal mau nyebrang Suramadu hehe

PERBANDINGAN TERJEMAHAN KS-ILT Edisi 2 dan Alkitab LAI, KJV dan NIV

Filed under: DOKTRIN ALKITAB — dedewijaya at 1:00 am on Tuesday, October 6, 2009

NO

AYAT

KS-ILT EDISI 2

ALKITAB LAI TB Edisi 1 thn 1974

LAI TB EDISI 2 thn 1997 untuk PB

KJV

NIV

1

Kejadian 4:7

4:7 Jika engkau berbuat baik, tidakkah akan menengadah? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, di depan pintu ada dosa dan keinginannya yang mengintai terhadap kamu, tetapi engkau harus berkuasa atasnya!”

4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

4:7 If thou doest well, shalt thou not be accepted? and if thou doest not well, sin lieth at the door. And unto thee shall be his desire, and thou shalt rule over him.

4:7 If you do what is right, will you not be accepted? But if you do not do what is right, sin is crouching at your door; it desires to have you, but you must master it.”

2

Kejadian 4:8

4:8 Dan Kain bercakap-cakap dengan Habel, adiknya…..

4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.”…

4:8 And Cain talked with Abel his brother: and it came to pass, ….

4:8 Now Cain said to his brother Abel, “Let’s go out to the field.”

3

2 Samuel 23:8

Yoseb-Bashebet orang Takhmoni, kepala kelompok tiga

Isybaal, orang Hakhmoni, kepala triwira;

The Tachmonite that sat in the seat, chief among the captains;

Josheb-Basshebeth, a Tahkemonite, was chief of the Three;

4

Ayub 2:9,10

…Berkatilah Elohim…

….wanita bodoh…

…Kutukilah Allahmu…..

….perempuan gila…

…curse God,…

…the foolish women…

…Curse God……

…a foolish woman…

5

Mzm 2:12

Ciumlah Sang Putra

Ciumlah kaki-Nya (ay 11)

Kiss the Son

Kiss the Son

6

7

Yehezkiel 34:16

menghancurkan

…Kulindungi….

….destroy….

destroy

8

Matius 5:22

….marah tanpa sebab

…marah…

…marah…

angry with his brother without a cause….

angry with his brother…

9

Matius 5:44

Namun Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, berkatilah mereka yang mengutuk kamu, perlakukanlah dengan baik mereka yang membenci kamu dan berdoalah bagi mereka yang melecehkan kamu dan menganiaya kamu

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu

But I say unto you, Love your enemies, bless them that curse you, do good to them that hate you, and pray for them which despitefully use you, and persecute you;

But I tell you: Love your enemies and pray for those who persecute you,

10

Matius 6:13b

karena punya-Mulah kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selamanya. Amin.

[Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

[Karena Engkaulah yang punya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

For thine is the kingdom, and the power, and the glory, for ever. Amen.

11

Matius 9:13

…melainkan yang berdosa ke dalam pertobatan

…. melainkan orang berdosa.

… melainkan orang berdosa.

…but sinners to repentance.

…, but sinners.”

12

Matius 19:9

Dan Aku berkata kepadamu, bahwa siapa saja yang menceraikan istrinya, kecuali atas dasar percabulan, dan dia mengawini yang lain, dia berzina, dan siapa yang mengawini wanita yang telah diceraikan, dia berzina.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang menceraikan istrinya, kecuali karena zina, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berzina.

And I say unto you, Whosoever shall put away his wife, except it be for fornication, and shall marry another, committeth adultery: and whoso marrieth her which is put away doth commit adultery.

I tell you that anyone who divorces his wife, except for marital unfaithfulness, and marries another woman commits adultery.”

13

Matius 28:19

Oleh karena itu, seraya pergi

Karena itu pergilah,…

Karena itu, pergilah…

Go ye therefore, and….

Therefore go and…

14

Markus 1:2

…Kitab para nabi

…. kitab nabi Yesaya

… kitab nabi Yesaya

written in the prophets

written in Isaiah the prophet:

15

Markus 3:15

dan supaya memperoleh kuasa untuk menyembuhkan penyakit dan mengusir setan-setan;

dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan

dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan

And to have power to heal sicknesses, and to cast out devils:

and to have authority to drive out demons.

16

Markus 16:8b

Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

[Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.]

17

Lukas 2:33

Yusuf….

bapa

bapa

Joseph

father

18

Lukas 4:4

…..Manusia hidup bukan oleh roti saja, melainkan oleh setiap firman Elohim.

… Manusia hidup bukan dari roti saja.

… Manusia hidup bukan dari roti saja.

…, It is written, That man shall not live by bread alone, but by every word of God.

“It is written: ‘Man does not live on bread alone.’”

19

Lukas 9:55-56

55 Namun sambil berpaling Dia menegur mereka, dan berkata, “Kamu tidak memahami, dari roh semacam apa kamu berasal! 56 Sebab Anak Manusia datang tidak untuk membinasakan jiwa manusia, tetapi untuk menyelamatkannya.” Dan mereka berangkat ke desa yang lain.

9:55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.

9:56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain

9:55 Akan tetapi, Ia berpaling dan menegur mereka.

9:56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

9:55 But he turned, and rebuked them, and said, Ye know not what manner of spirit ye are of.

9:56 For the Son of man is not come to destroy men’s lives, but to save them. And they went to another village

9:55 But Jesus turned and rebuked them,

9:56 and they went to another village.

21

Lukas 11:2

..jadilah kehendak-Mu seperti di dalam surga, juga di atas bumi.

—-

—-

Thy will be done, as in heaven, so in earth.

22

Lukas 11:4

….tetapi luputkanlah kami dari yang jahat.

—-

—-

but deliver us from evil.

23

Lukas 22:64

Dan sambil menutup mata-Nya, mereka memukul muka-Nya dan menanyai-Nya…

… Mereka menutupi muka-Nya dan bertanya…

Mereka menutupi muka-Nya dan bertanya…

And when they had blindfolded him, they struck him on the face, and asked him, …

They blindfolded him and demanded, ….

24

Lukas 24:42

…ikan bakar dan madu lebah.

…ikan goreng.

…ikan goreng.

a broiled fish, and of an honeycomb.

a piece of broiled fish,

25

Lukas 24:49

….kota Yerusalem

…kota ini

….kota ini

…city of Jerusalem

…in the city

26

Yohanes 2:4

wanita….

…, ibu

…, ibu

…Woman…

…woman…

27

Yohanes 3:13

Dan tidak seorang pun yang telah naik ke surga, kecuali Dia yang telah turun dari surga, yakni Anak Manusia yang ada di surga.

Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.

Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.

And no man hath ascended up to heaven, but he that came down from heaven, even the Son of man which is in heaven.

No one has ever gone into heaven except the one who came from heaven– the Son of Man.

28

Yohanes 6:47

Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa yang percaya kepada-Ku, ia beroleh hidup kekal.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

Verily, verily, I say unto you, He that believeth on me hath everlasting life.

I tell you the truth, he who believes has everlasting life.

29

Yohanes 8:59

…dan keluar dari bait suci sambil berjalan menerobos di antara mereka, dan begitulah Dia berlalu.

… dan meninggalkan Bait Allah.

… dan meninggalkan Bait Allah.

… and went out of the temple, going through the midst of them, and so passed by.

…away from the temple grounds.

30

Yohanes 16:16

…kamu pun akan melihat Aku, karena Aku pergi kepada Bapa

…, kamu akan melihat Aku.

…, kamu akan melihat Aku.

, and ye shall see me, because I go to the Father.

… while you will see me.”

31

Kisah Para Rasul 8:37

Dan Filipus berkata, “Jika engkau percaya dengan segenap hati, boleh!” Dan sambil menanggapi, dia berkata, “Aku percaya, YESUS Kristus adalah Putra Elohim.”

[Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."]

[Sahut Filipus, "Jika Tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya, "Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."]

And Philip said, If thou believest with all thine heart, thou mayest. And he answered and said, I believe that Jesus Christ is the Son of God.

—-

32

Kisah Para Rasul 9:5-6

….Akulah YESUS yang sedang engkau aniaya; sukar bagimu menendang ke tongkat runcing!

6 Lalu, dengan gemetar dan heran, dia berkata, “Ya, Tuhan, Engkau ingin aku melakukan apa?” Dan Tuhan berkata kepadanya, “Bangunlah dan masuklah ke dalam kota, dan akan diberitahukan kepadamu, apa yang seharusnya engkau lakukan.”

“Akulah Yesus yang kauaniaya itu.

9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.

“Akulah Yesus yang kauaniaya itu.

9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.

I am Jesus whom thou persecutest: it is hard for thee to kick against the pricks.

9:6 And he trembling and astonished said, Lord, what wilt thou have me to do? And the Lord said unto him, Arise, and go into the city, and it shall be told thee what thou must do.

… “I am Jesus, whom you are persecuting,” he replied.

9:6 “Now get up and go into the city, and you will be told what you must do.”

33

Kisah 16:31

Tuhan YESUS Kristus

Tuhan Yesus Kristus

Tuhan Yesus Kristus

Lord Jesus Christ

Lord Jesus,

34

Kisah 18:21

Sebaliknya dia berpamitan kepada mereka, sambil berkata, “Seharusnyalah aku, dengan segala cara dapat merayakan perayaan yang akan dating di Yerusalem, dan aku akan kembali lagi kepadamu sekiranya YAHWEH menghendakinya.” Dan berlayarlah dia dari Efesus.

Ia minta diri dan berkata, “Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya.” Lalu bertolaklah ia dari Efesus.

Ia minta diri dan berkata: “Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya.” Lalu bertolaklah ia dari Efesus.

But bade them farewell, saying, I must by all means keep this feast that cometh in Jerusalem: but I will return again unto you, if God will. And he sailed from Ephesus.

But as he left, he promised, “I will come back if it is God’s will.” Then he set sail from Ephesus.

35

Kisah 25:6

lebih dari sepuluh hari

…tidak lebih dari pada delapan atau sepuluh hari…

… tidak lebih daripada delapan atau sepuluh hari…

more than ten days

…eight or ten days…

36

Roma 8:1

Oleh karena itu, sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus YESUS, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Oleh sebab itu, sekarang sama sekali tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

There is therefore now no condemnation to them which are in Christ Jesus, who walk not after the flesh, but after the Spirit.

Therefore, there is now no condemnation for those who are in Christ Jesus,

37

Roma 13:9

…engkau seharusnya tidak mencuri, engkau seharusnya tidak bersaksi dusta, engkau seharusnya tidak mengingini,“….

…., jangan mencuri, jangan mengingini….

…, jangan mencuri, jangan mengingini….

…Thou shalt not steal, Thou shalt not bear false witness, Thou shalt not covet;

…”Do not steal,” “Do not covet,”

38

I Kor 5:7

….dikurbankan ganti kita.

…disembelih.

….disembelih.

sacrificed for us:

has been sacrificed.

39

I Kor 10:28

….dan hati nurani, karena bumi dan seisinya adalah milik Tuhan.

… keberatan-keberatan hati nurani.

… keberatan-keberatan hati nurani.

…and for conscience sake: for the earth is the Lord’s, and the fulness thereof:

for conscience’ sake–

40

2 Kor 4:10

Tuhan YESUS

…Yesus

…Yesus

Lord Jesus

..Jesus,

41

Galatia 3:1

…memesona kamu sehingga tidak meyakini kebenaran yang di depan mata mereka YESUS Kristus telah dituliskan sebelumnya untuk disalibkan di antara kamu..

…mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?

…mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?

…bewitched you, that ye should not obey the truth, before whose eyes Jesus Christ hath been evidently set forth, crucified among you?

bewitched you? Before your very eyes Jesus Christ was clearly portrayed as crucified.

42

Efesus 1:18

..mata pikiranmu…

… mata hatimu…

… mata hatimu…

… eyes of your understanding

eyes of your heart ….

43

Efesus 3:14

…ke hadapan Bapa Tuhan kita YESUS Kristus,

… kepada Bapa,

… kepada Bapa,

…unto the Father of our Lord Jesus Christ,

before the Father,

44

Efesus 3:9

….persekutuan rahasia…

tugas penyelenggaraan rahasia…

rencana rahasia…

fellowship of the mystery

administration of this mystery

45

Filipi 4:3

Dan aku meminta kamu juga, hai rekan sepenanggungan yang sejati,

Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia:

Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia:

And I intreat thee also, true yokefellow,

Yes, and I ask you, loyal yokefellow,

46

Kolose 1:14

di dalam Dia kita memiliki penebusan melalui darah-Nya, yaitu penghapusan dosa.

di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa

di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa

In whom we have redemption through his blood, even the forgiveness of sins

in whom we have redemption, the forgiveness of sins.

47

2 Tesalonika 2:2

….hari Kristus

… hari Tuhan…..

… hari Tuhan…..

… the day of Christ

the day of the Lord

48

I Timotius 1:1

Tuhan YESUS Kristus

…Kristus Yesus,

…Kristus Yesus,

…Lord Jesus Christ,

Christ Jesus,

49

I Timotius 3:16

…di dalam daging

dalam rupa manusia,

dalam rupa manusia,

…manifest in the flesh,

appeared in a body,

50

2 Timotius 2:19

…Nama Kristus

…nama Tuhan…

…nama Tuhan…

…the name of Christ

the name of the Lord

51

2 Timotius 3:16

Semua kitab diilhami Elohim dan bermanfaat untuk pengajaran…

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar…

Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar…

All scripture is given by inspiration of God, and is profitable for doctrine…

All Scripture is God-breathed and is useful for teaching…

51

Titus 1:4

Tuhan YESUS Kristus…

… Kristus Yesus….

… Kristus Yesus….

…Lord Jesus Christ…

Christ Jesus

52

Ibrani 1:3

…, setelah mengerjakan penyucian dosa-dosa kita melalui diri-Nya, Dia duduk di sebelah kanan Yang Mahaagung di tempat yang tinggi.

…Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

…Setelah selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

…when he had by himself purged our sins, sat down on the right hand of the Majesty on high:

..After he had provided purification for sins, he sat down at the right hand of the Majesty in heaven.

53

Ibrani 2:7

….kemuliaan dan hormat, dan Engkau telah menempatkan dia di atas karya tangan-Mu;

….kemuliaan dan hormat,

…kemuliaan dan hormat,

glory and honour, and didst set him over the works of thy hands:

glory and honor

54

Yakobus 5:16

Akuilah kesalahan seorang terhadap yang lain dan saling mendoakanlah seorang terhadap yang lain, supaya kamu dapat disembuhkan …

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh….

Karena itu, hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh…..

Confess your faults one to another, and pray one for another, that ye may be healed

Therefore confess your sins to each other and pray for each other so that you may be healed.

55

I Petrus 3: 19

….pergi….Dia telah mengumumkan

Ia pergi memberitakan Injil

Ia pergi memberitakan Injil

he went and preached

he went and preached

56

I Petrus 4:1

….menderita dalam daging demi kita

…menderita penderitaan badani,

…menderita secara badani,

hath suffered for us in the flesh,

suffered in his body,

57

I Yohanes 5:7-8

7 Sebab ada tiga yang bersaksi di surga: Bapa, Firman, dan Roh Kudus; dan ketiganya ini adalah satu.

8 Dan ada tiga yang bersaksi di bumi: Roh, dan air, dan darah; dan ketiganya itu menjadi satu.

7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

For there are three that bear record in heaven, the Father, the Word, and the Holy Ghost: and these three are one.

8 And there are three that bear witness in earth, the Spirit, and the water, and the blood: and these three agree in one.

For there are three that testify:the Spirit, the water and the blood; and the three are in agreement.

58

Wahyu 1:18

kunci alam maut dan kematian

kunci maut dan kerajaan maut

kunci maut dan kerajaan maut.

the keys of hell and of death.

the keys of death and Hades.

59

Wahyu 6:1

“Marilah dan lihatlah!”

“Mari!”

“Mari!”

Come and see.

“Come!”

60

Wahyu 6:3

“Marilah dan lihatlah!”

“Mari!”

“Mari!”

Come and see.

“Come!”

61

Wahyu 6:5

“Marilah dan lihatlah!”

“Mari!”

“Mari!”

Come and see.

“Come!”

62

Wahyu 6:7

“Marilah dan lihatlah!”

“Mari!”

“Mari!”

Come and see.

“Come!”

63

Wahyu 8:13

seorang malaikat

seekor burung nasar

seekor burung nasar

an angel

an eagle

64

Wahyu 14:5

…mereka…tanpa cacat di hadapan takhta Elohim.

mereka tidak bercela.

mereka tidak bercela.

they are without fault before the throne of God.

they are blameless.

65

Wahyu 16:5

“Engkau adil, ya YAHWEH, Yang Ada, Yang Telah Ada, dan Yang Akan Datang, karena Engkau telah menghakimi hal-hal ini;

“Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini.

“Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, sebab Engkau telah menjatuhkan hukuman ini.

Thou art righteous, O Lord, which art, and wast, and shalt be, because thou hast judged thus.

“You are just in these judgments, you who are and who were, the Holy One, because you have so judged;

66

Wahyu 22:14

Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, sehingga otoritas mereka akan ada atas pohon kehidupan…

Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan…

Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan…

Blessed are they that do his commandments, that they may have right to the tree of life,…

Blessed are those who wash their robes, that they may have the right to the tree of life

67

Wahyu 22:19

Kitab Kehidupan

….Pohon kehidupan

…Pohon kehidupan

…the book of life

the tree of life

68

Wahyu 22:21

Tuhan kita YESUS Kristus

Tuhan Yesus

Tuhan Yesus

our Lord Jesus Christ

Lord Jesus

64

65

Keterangan: Ada bagian2 ayat yg tidak penulis kutip dengan lengkap, jadi mohon perhatikan dalam Alkitab/software Alkitab saudara untuk ayat selengkapnya.

Beberapa perbedaan di atas adalah masalah perbedaan terjemahan kata.

Namun banyak juga perbedaan yang disebabkan karena masalah sumber naskah salinan acuan yang dipakai berbeda. KS-ILT & KJV bersumber dari Naskah Salinan MT (untuk PL) dan TR=Textus Receptus (untuk PB),

sedangkan Alkitab LAI & NIV bersumber dan banyak dipengaruhi naskah PB Critical Text=CT, meski LAI juga kadang-kadang mengacu pada Naskah TR.

Semua ayat yg diberi Kurung Siku […] dalam Alkitab LAI, tidak perlu kurung siku dalam KS-ILT karena memang ayat2 itu ada di Naskah TR (untuk PB Yunani). Jadi LAI tidak 100% menggunakan naskah acuan CT (untuk PB Yunani) meski sebagian besar dipengaruhi CT.

Jadi Terjemahan KS-ILT dalam banyak bagian lebih bagus dari Alkitab LAI, karena cukup banyak ayat dan kata yg ada di TR & KS-ILT & KJV, namun tidak ada di CT & Alkitab LAI & NIV. Kristen Fundamental dan sebagian besar Kaum Injili percaya Naskah Salinan (apographa) MT=Masoretix Text dan TR=Textus Receptus adalah Naskah PL dan PB yang DIPELIHARA oleh Tuhan TANPA SALAH SEDIKITPUN sampai pada TITIK KOMANYA (alias hal sekecil2nya).

Naskah CT=Critical Text, mengalami banyak korup (corrupt) dan adalah hasil Kritik Teks (Hasil Edit) karya dari Weshcott dan Hort. Kristen Fundamental MENOLAK TEGAS naskah CT dijadikan sebagai sumber acuan untuk terjemahan PB.

Ada baiknya, selaku penyampai Firman Tuhan (pengkhotbah), kita semua memperhatikan bagian-bagian ini ketika menjelaskan kepada Jemaat.

Perhatikan KJV dan KS-ILT untuk bagian2 tertentu yg jelas tidak ada di Alkitab LAI.

Untuk Soal terjemahan kata yg kurang akurat, bisa merujuk kepada Naskah MT (Ibrani) dan TR (Yunani) atau jika tidak mengerti Bahasa Asli Alkitab,

lihatlah terjemahan KJV atau Jay P. Green Literal Translation (JGLT) atau

versi Literal karya JP Green lainnya seperti Modern KJV (MKJV), Literal Translation of the Bible Version (LITV), dan KJ3-Literal Translation Bible, Analytical-Literal Translation of the New Testament: Third Edition (ALT3) by Gary F. Zeolla&Reese Currie, juga versi KJV 2000, 21st Century King James Version (KJ21), Young’s Literal Translation (of the Bible), New KJV (NKJV), dll.

10 Versi Terjemahan Alkitab bahasa Inggris Terbaik (Bintang *****)

1.King James Version (KJV): A very reliable Bible version, if you can understand it

2.New King James Version (NKJV):A very readable, accurate, and reliable Bible version

3.Literal Translation of the Bible (LITV):An extremely reliable and accurate Bible version

4.Modern King James Version (MKJV):An accurate and reliable updating of the KJV

5.World English Bible (WEB):Readable and accurate translation of the best Greek text

6.KJ3-Literal Translation Bible,

7.KJV 2000,

8.Analytical-Literal Translation of the New Testament: Third Edition (ALT3) by Gary F. Zeolla&Reese Currie,

9.21st Century King James Version (KJ21),

10.Young’s Literal Translation (of the Bible) = YLT,

Dalam bahasa Indonesia, penulis menganggap KS-ILT Edisi 2 masih jauh lebih bagus dari Alkitab LAI Terjemahan Baru (TB 1 PL dan PBserta TB 2 untuk PBnya), meski KS-ILT Edisi 2 masih kurang enak dibaca.

ROME SAYS MARY IS CO-REDEEMER, MEDIATOR, ADVOCATE

Filed under: BIDAT — dedewijaya at 1:24 am on Sunday, October 4, 2009

Pope John Paul II received more than four million signatures from 157 countries urging him to exercise papal infallibility to pronounce Mary as “Co-Redemptrix [co-redeemer], Mediatrix [mediator] of All Graces, and Advocate for the People of God.” Promoters of the petition claim that such a dogma does not detract from the uniqueness of Christ, but that is perfect nonsense.

The massive petition drive was launched by Mark Miravalle, a professor at the Franciscan University of Steubenville in Ohio, during a Marian conference at the school in 1993.

(As a side note, it is interesting to observe that Promise Keepers leaders have spoken at the Franciscan University for the last three years. One of the speakers this year was Promise Keepers Vice President Dale Schlafer. We have documented the Promise Keepers-Roman Catholic connection in our article entitled “THE ROMAN CATHOLIC-PROMISE KEEPERS CONNECTION: THE ART OF DOUBLESPEAK.” This was distributed May 7, 1996, through the Fundamental Baptist News Service, and was last updated February 9, 1997.)

Reports on the petition drive have appeared widely both in Catholic and non-Catholic literature. Even the secular world has taken notice. The cover story for the August 25, 1997, issue of Newsweek was “The Meaning of Mary: A Struggle over Her Role Grows within the Church.” A full-page artist’s conception of Mary was featured on the cover of this influential news magazine.

The July 1 issue of Inside the Vatican, a very conservative Roman Catholic publication with editorial offices in Rome, England, and the United States, was largely dedicated to the Mary petition drive. The lead story was titled “A New Marian Dogma? The Debate Intensifies.” We have read many other reports from various perspectives.

Many ecumenical types, both in and out of Rome, are crying out against the petition drive. They worry that such a proclamation would hinder the ecumenical movement toward unity between the Roman Catholic Church and the various other denominations.

In our estimation, this entire matter is a non-issue, a tempest in a teapot, for the following reason: Roman Catholic Popes and Roman Catholic councils have already said that Mary is Co-Redeemer, Mediator, and Advocate. For the pope to make an alleged infallible proclamation would add force to such a doctrine, but it would not be something new. Papal proclamations are not statements of new doctrine but of doctrine already held by the Catholic Church.

Pope John Paul II Has Stated that Mary Is Co-redeemer, Mediator, Advocate

At least five times Pope Paul II has referred to Mary by the title “Co-redemptrix” in his papal teachings. For example, in 1985, in Guayaquil, Ecuador, the pope said: “Mary goes before us and accompanies us. The silent journey that begins with her Immaculate Conception and passes through the ‘yes’ of Nazareth, which makes her the Mother of God, finds on Calvary a particularly important moment. … In fact, at Calvary she united herself with the sacrifice of her Son that led to the foundation of the Church; her maternal heart shared to the very depths the will of Christ ‘to gather into one all the dispersed children of God’ (Jn. 11:52). Having suffered for the Church, Mary deserved to become the Mother of all the disciples of her Son, the Mother of their unity. … In fact Mary’s role as COREDEMPTRIX did not cease with the glorification of her Son” (Inside the Vatican, July 1997, p. 23).

In his general audience address of April 9, 1997, the pope said: “Mary … co-operated during the event itself [the crucifixion] and in the role of mother; thus her co-operation embraces the whole of Christ’s saving work. SHE ALONE WAS ASSOCIATED IN THIS WAY WITH THE REDEMPTIVE SACRIFICE THAT MERITED THE SALVATION OF ALL MANKIND. IN UNION WITH CHRIST AND IN SUBMISSION TO HIM, SHE COLLABORATED IN OBTAINING THE GRACE OF SALVATION FOR ALL HUMANITY. … In God’s plan, Mary is the ‘woman’ (cf. Jn 2:4; 19:26), the New Eve, united to the New Adam in restoring humanity to its original dignity. Her cooperation with her Son continues for all time in the universal motherhood which she enjoys in the order of grace. Trusting in this maternal cooperation, LET US TURN TO MARY, IMPLORING HER HELP IN ALL OUR NEEDS” (Vatican Information Service).

In his general audience for July 30, the pope continued his theme of talks on Mary, saying: “As the Mother of all the Lord’s disciples (cf. Jn 19:26), MARY OFFERS HER INTERCESSION AND AID TO ALL WHO JOURNEY TOWARDS THE FULLNESS OF THE LORD’S KINGDOM. As the Bride and Temple of the Holy Spirit, she encourages us to imitate her openness to the workings of the Spirit and to live in constant, loving communion with the Blessed Trinity.”

Pope John Paul II has exalted Mary even in his most official documents. In his encyclical Redemptoris Mater (Mother of the Redeemer), published March 25, 1987, the pope referred to Mary as “Mediatrix” three times, and as “Advocate” twice. The entire third section is dedicated to the theme of “Maternal Mediation.” I have all of these papal encyclicals in my library.

There is no question that Pope John Paul II believes that Mary is co-redeemer with Christ, mediator of all grace, and advocate who intercedes for the saints. While it is uncertain whether or not he will make a papal proclamation of this as official dogma (most reports coming out of the Vatican say he will not do this), the fact remains that he accepts and promotes these false doctrines about Mary.

John Paul II has so exalted Mary that he praised HER for saving him from death from an assassin’s bullet on May 13, 1981, and he has dedicated himself totally to her. On May 12, 1982, one year after the attempted assassination, the grateful pope journeyed to the Fatima Mary shrine to thank Mary for his protection. In his speech at Fatima, he said: “… on regaining consciousness [after being shot], my thoughts turned immediately to this sanctuary to place in the heart of the heavenly Mother my thanks for having saved me from danger. I saw in everything that was happening–I never tire of repeating it–a special motherly protection of Our Lady. … it is always with emotion, the same emotion of the first time, that I place in the hands of Mary Most Holy all the good that I may have done or that I shall do in the service of the holy Church. At this time, here in the sanctuary of Fatima, I wish to repeat now, before all of you: Totus Tuus–’all yours’–O Mother! I ask that you offer me, me and all these brethren, hiding and covering our poverty WITH YOUR MERITS and those of your divine Son, to the Father of mercy, in homage and gratitude” (John Paul II, address at Fatima, May 12, 1982, Pope John Paul II: Mother of the Church, edited by Seamus O’Byrne, Mercier Press, Cork, Republic of Ireland, 1987, pp. 50-53).

Other Popes Have Said That Mary Is Co-redeemer, Mediator, Advocate

Many popes have exalted Mary as mediator and advocate. Examples are Pius IX (1846-1878), Leo XIII (1878-1903), Pope Pius X (1903-1914), Pope Pius XI (1922-1939), and Pius XII (1939-1958). During a radio message concluding the Jubilee of the Redemption, April 28, 1935, Pius XI gave the title Co-redemptrix to Mary.

Alphonsus Mary de Liguori

One of the respected Roman Catholic authorities on Mariology is Alphonsus Mary de Liguori (1696-1787), who was canonized as a saint by Pope Gregory XVI on May 26, 1839. He was declared a “Doctor of the Church” in 1871 by Pope Pius IX. Liguori has his own special day on the Roman Catholic calendar, that being August 1st. On this day, the official prayer to be made by Catholic people on behalf of Liguori asks God that they may be “taught by his admonitions.”

Liguori, or “Saint” Alphonsus, wrote on many subjects, but he is particularly famous for his admonitions in regard to the Catholic Mary. In 1750, at age 54, he published The Glories of Mary, a book which has been translated into many languages and which has wielded vast influence in the Roman Catholic Church.

Some will doubtless argue that it is unfair to use a 200-year-old book to define Catholic doctrine. Not so. Liguori’s book is authoritative today, and it does represent official Catholic doctrine. Liguori’s works underwent a rigorous examination and received the unqualified approval of the Catholic Church. His works were tested 20 times by the rules of Urban VIII and Benedict XIV, and the resulting judgment was that they did not contain “one word worthy of censure.” Liguori’s book The Glories of Mary was pronounced to be without error by Pope Pius VII in 1803 and by Pope Leo XII in 1825. Pope John Paul II has acknowledged Liguori’s influence in his own affection for Mary.

Pius VII (1800-1823) was so infatuated with Liguori that he had his grave opened and had three fingers of his right hand cut off and taken to Rome, saying, “Let those three fingers that have written so well for the honor of God, of the Blessed Virgin and of religion, be carefully preserved and sent to Rome” (”Some Preliminary Observations by the Editor,” The Glories of Mary, St. Louis: Redemptorist Fathers, 1831, p. 20).

Liguori’s book continues to be published today with the official imprimatur [Latin meaning "Let it be printed"] of various Catholic authorities. The edition I have has the Imprimatur of Cardinal Hayes of Brooklyn, New York, and is sanctioned by Patrick Murray, Superior General of the Congregation of the Most Holy Redeemer, Jan. 1, 1931. Chapter titles include Mary our Queen, Mary our Life, Mary our Hope, Mary our Help, MARY OUR MEDIATRESS, MARY OUR ADVOCATE, Mary our Guardian, Mary our Salvation, and Mary’s Immaculate Conception. Consider an excerpt from this book which does not contain ONE WORD worthy of censure by the Catholic Church. The following quotation from the section on Mary, our Mediatress, gives a taste of the entire book–

“St. Antoninus says the same thing: ‘All graces that have ever been bestowed on men, all came through Mary.’ And on this account she is called the moon, according to the following remark of St. Bonaventure: ‘As the moon, which stands between the sun and the earth, transmits to this latter whatever it receives from the former, so does Mary pour out upon us who are in this world the heavenly graces that she receives from the divine sun of justice. Again, the holy Church calls her ‘the happy gate of heaven;’ for as the same St. Bernard remarks: ‘as every mandate of grace that is sent by a king passes through the palace-gates, so does every grace that comes from heaven to the world pass through the hands of Mary.’ St. Bonaventure says that Mary is called ‘the gate of heaven, because no one can enter that blessed kingdom without passing through her’” (The Glories of Mary, pp. 159-160).

The Glories of Mary is filled with citations from various “saints” of the Catholic Church. Its authority is of the very highest order (in a Catholic sense).

Louis Marie de Montfort

Another Catholic “saint,” Louis Marie de Montfort (1673-1716), has had a vast influence within the Catholic Church in promoting the veneration of Mary. In his autobiography, Crossing the Threshold of Hope, John Paul II states that his devotion to Mary was developed from de Montfort’s writings. “Thanks to Saint Louis of Montfort, I came to understand that true devotion to the Mother of God is actually Christocentric, indeed, it is very profoundly rooted in the Mystery of the Blessed Trinity, and the mysteries of the Incarnation and Redemption” (p. 213). De Montfort was proclaimed a saint by Pope Pius XII on July 20, 1947. A church feast honors him on April 28th of each year. The following are the words of Pius XII in 1947 on the occasion of the canonization of de Montfort: “All the saints were undoubtedly great servants of Mary, and they all led souls to her. … AS OUR ADVOCATE, placed between God and the sinner, SHE TAKES IT UPON HERSELF TO INVOKE THE CLEMENCY OF THE JUDGE SO AS TO TEMPER HIS JUSTICE, to touch the heart of the sinner and to overcome his obstinacy. Convinced by his own personal experience of Mary’s role, the missionary [de Montfort] declared … that never did a sinner resist him after he had touched him with a rosary.” The pope extolled the “saint’s” writings because of “his firm conviction of THE POWERFUL INTERCESSION OF MARY.”

Louis de Montfort is most famous for his book True Devotion to the Blessed Virgin. This is the book which so powerfully influenced Pope John Paul II. The copy in my library contains an official Nihil obstat and Imprimatur which “are a declaration that a book or pamphlet is considered to be free from doctrinal or moral error.” It was published in 1987 by Montfort Publications, Bay Shore, New York, “with ecclesiastical permission.” Consider an excerpt from this influential Catholic publication which is free from doctrinal error:

“Mary is the supreme masterpiece of Almighty God and he has reserved the knowledge and possession of her for himself. … Mary is the sealed fountain and the faithful spouse of the Holy Spirit where only he may enter. She is the sanctuary and resting-place of the Blessed Trinity where God dwells in the universe, not excluding his dwelling above the cherubim and seraphim. … Mary is the earthly paradise of Jesus Christ … the vast and divine world of God … the magnificence of the Almighty … Every day, from one end of the earth to the other, in the highest heaven and in the lowest abyss, all things preach, all things proclaim the wondrous Virgin Mary. … ACCORDING TO ST. BONAVENTURE, ALL THE ANGELS IN HEAVEN UNCEASINGLY CALL OUT TO HER: ‘HOLY, HOLY, HOLY MARY, VIRGIN MOTHER OF GOD.’ They greet her countless times each day with the angelic greeting, ‘Hail Mary,’ while protrasting themselves before her, begging her as a favour to honour them with one of her requests. … The whole world is filled with her glory…” (pp. 3,4).

“MARY HAS RECEIVED FROM GOD A FAR-REACHING DOMINION OVER THE SOULS OF THE ELECT. Otherwise, She could not make her dwelling-place in them as God the Father has ordeered her to do, and she could not conceive them, nourish them, and bring them forth to eternal life as their mother. She could not have them for her inheritance and her possession and form them in Jesus and Jesus in them” (p. 15).

“To Mary alone God gave the keys of the cellars of divine love and the ability to enter the most sublime and secret ways of perfection, and lead others along them. Mary alone gives to the unfortunate children of unfaithful Eve entry into that earthly paradise where they may walk pleasantly with God and be safely hidden from their enemies” (p. 18).

“THE SALVATION OF THE WORLD BEGAN THROUGH MARY AND THROUGH HER IT MUST BE ACCOMPLISHED” (p. 20).

“Since SHE IS THE SURE MEANS, THE DIRECT AND IMMACULATE WAY TO JESUS and the perfect guide to him, it is through her that souls who are to shine forth in sanctity, must find him” (p. 21).

“The most fearful enemy that God has set up against the devil is Mary, his holy Mother” (p. 22).

We could continue with these quotations (the book is 185 pages long), but there is no need. It is obvious that many of the most exalted and influential saints of the Catholic church venerated Mary as co-redeemer, co-mediator, and advocate of the saints. The popes have already proclaimed that this is true doctrine. They have already pronounced that the writings of the most radical Mary worshipers are “without error.” There is no need for a formal statement from Pope John Paul II.

We will give one final example of papal exaltations of Mary. Pope Pius IX, concluded his decree declaring the Immaculate Conception in 1854 by invoking Mary as “the most powerful MEDIATRIX AND CONCILIATRIX in the whole world.”

Vatican Councils Have Given Mary the Title Co-redeemer, Mediator, Advocate

Vatican Council II, which was held in the mid-1960s, also referred to Mary as Mediator and Advocate. Note the following citation:

“Joined to Christ the head and in communion with all his saints, the faithful must in the first place reverence the memory of the glorious ever Virgin Mary, Mother of God and of our Lord Jesus Christ… Because of the gift of sublime grace she far surpasses all creatures, both in heaven and on earth… The IMMACULATE VIRGIN PRESERVED FREE FROM ALL STAIN OF ORIGINAL SIN, WAS TAKEN UP BODY AND SOUL INTO HEAVENLY GLORY, when her earthly life was over, and EXALTED BY THE LORD AS QUEEN OVER ALL THINGS, that she might be the more fully conformed to her Son, the Lord of lords (cf. Apoc. 19:16) and conqueror of sin and death” (Vatican II, Dogmatic Constitution on the Church, chap. 8, I, 52,53; II, 59, pp. 378,381-382).

“Rightly, therefore, the Fathers see Mary not merely as passively engaged by God, but as freely cooperating in the work of man’s salvation through faith and obedience. FOR AS ST. IRENAEUS SAYS, SHE BEING OBEDIENT, BECAME THE CAUSE OF SALVATION FOR HERSELF AND FOR THE WHOLE HUMAN RACE. Hence not a few of the early Fathers gladly assert with him in their preaching …’ death through Eve, life through Mary.’ This UNION OF THE MOTHER WITH THE SON IN THE WORK OF SALVATION is made manifest from the time of Christ’s virginal conception up to his death” (Vatican II, Dogmatic Constitution on the Church, chap. 8, II, 56, pp. 380-381).

“Taken up to heaven she did not lay aside this saving office but by her manifold intercession continues to bring us the gifts of eternal salvation. By her maternal charity, she cares for the brethren of her Son, who still journey on earth surrounded by dangers and difficulties, until they are led into their blessed home. THEREFORE THE BLESSED VIRGIN IS INVOKED IN THE CHURCH UNDER THE TITLES OF ADVOCATE, HELPER, BENEFACTRESS, AND MEDIATRIX” (Vatican II, Dogmatic Constitution on the Church, chap. 8, II, 62, pp. 382-383).

There can be no doubt from these citations of formal Catholic documents (and a great many others could be mentioned) that Mary has been considered a mediator and advocate by the Roman Catholic Church for centuries. Contrariwise, the Bible forbids us to think of Mary in this way. Regardless of what the pope does in response to the petition drive, those who love the Bible and receive it as the sole authority for faith and practice must reject Rome for its blasphemous false doctrines which exalt Mary to a position which belongs exclusively to Jesus Christ. He alone is mediator; he alone is redeemer; he alone is immaculately conceived. Mary does not share in these things in any sense whatsoever. To claim that she does is presumptuous blasphemy. Furthermore, Mary is not the Queen of Heaven nor can she hear and answer prayers.

Those who love the Bible already reject Romanism on the basis of these false dogmas. On the other hand, those who are not convinced already that Rome is a false church will not be convinced no matter what new thing the pope proclaims in his alleged infallibility.

The last time a pope made a dogma about Mary was on November 1, 1950, when Pope Pius XII stated that Mary was “preserved free from all guilt of original sin,” “taken up body and soul into heaven,” and “exalted as Queen of the Universe.”

On December 8, 1854, Pope Pius IX issued the bull Ineffabilis Deus, which proclaimed the dogma of the Immaculate Conception of Mary.

October 1, 2009 (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service)

Next Page »