DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

Seputar Akhir Zaman

Filed under: AKHIR ZAMAN — dedewijaya at 1:50 am on Monday, April 24, 2006

Saya tertarik dengan fenomena tanda2 akhir zaman, misalnya: kursi no 666 di parlemen Eropa Bersatu EURO kosong, ndak ada yang menduduki, sengaja dibiarkan kosong mungkin menanti datangnya AntiKristus, juga pernah mendengar bahwa PNS di Meksiko sudah diberikan chip yang akan dipasang ke anggota tubuh.

ada juga banyak pasangan di Belanda yang ingin menikah pada tanggal 6 Juni 2006 (666) bahkan ada pasangan yang ingin menikah tanggal 6 Juni 2006 jam 6 pagi lewat 6 menit, namun ditolak kantor registrasi pernikahan disana karena terlalu pagi. sudah banyak pasangan yang akan menikah sudah mendaftar di Belanda Bahkan Film akhir zaman “The Omen 4″ akan dirilis pada 6 Juni 2006 (666), teman2 pasti tahu film Omen masih bersambung.

Sepertinya banyak orang di dunia ini baik Kristen atau bukan tertarik dengan fenomena akhir zaman termasuk angka 666 (Wahyu pasal 13), The Beast, angka binatang triple 6. yang adalah seorang manusia Antikristus yang akan menyamakan dirinya dengan Allah dan minta penyembahan dari manusia.
(Bisnis Indonesia 6 Januari 2006)

Dari zaman Alkitab sampai pada saat ini sudah banyak antikristus-antikristus yang muncul. Namun pada masa terakhir akan muncul satu Antikristus yang akan menguasai ketiga bidang ini Politik-Ekonomi-Agama dengan kepiawaian dan keahliannya yang menjadi pemuja Lusifer.

Tentu tanda-tanda akhir zaman masih begitu banyak, bukan hanya yang satu ini, namun ini yang begitu sering disinggung dan dibicarakan. Yang pasti semua mata akan tertuju kepada Yerusalem, Israel. Karena Alkitab berkata banyak mengenai Negara Israel pada akhir zaman ini.

Satu film akhir zaman yang sangat saya sukai yaitu serial LEFT BEHIND (Left Behind, Tribulation Force, World at War) yang sampai saat ini sudah dirilis sampai seri ke-3 dari 12 jilid Novel Tim Lahaye dan Jerry B Jenkins. Film ke-4 nya blum keluar. Menurut saya, Film ini sangat bagus bahkan dari segi penafsiran lebih bisa merepresentasikan hal2 akhir zaman di banding film yang lain yang penafsiran akhir zamannya bisa diragukan. Sangat Bagus dan layak ditonton.

Hampir semua Film Akhir Zaman dibuat dengan Doktrin Eskatologi/Akhir Zaman Pre-milennium dan Pre-tribulation.

Saya sampai saat ini menyakini doktrin ini (Pre-millenium dan Pre-Tribulation) meski ada banyak penafsiran didalam Premilenium sendiri mengenai waktu (kedatangan Tuhan Yesus, Rapture, kerajaan 1000 tahun, dll) juga ada Post-Millenium dan A-millenium.

Meski Doktrin Eskatologi mengenai apakah yang benar Pre, A or Post millenium masih dibahas terus oleh para ahli Alkitab bidang Eskatologi, kita tidak perlu terlalu mempermasalahkannya (-berbeda pendapat dimungkinkan-) karena yang Pasti Tuhan Yesus akan datang kembali sesuai janjiNya.

(Dalam Kristen, ada Doktrin Pokok/Primer dan Doktrin Sekunder, nah menurut pengelompokan itu Eskatologi termasuk doktrin Sekunder dalam hal ini).

Tuhan Yesus Memberkati

Sejak kapan manusia makan Daging menurut Alkitab?

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 12:43 am on Saturday, April 22, 2006

Alkitab dengan jelas dalam Kejadian 9:1-4 memberi jawabannya dengan jelas, yaitu mengatakan:
9:1. Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.
9:2 Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.
9:3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.
9:4 Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.
(Bagian yang menjadi penekanan penulis dicetak tebal-Bold)

Bagian inilah yang mengatakan dengan jelas bahwa Allah ketika memberkati Nuh dan anak-anaknya memberi perintah atau Firman mengenai membolehkan makan daging.

Jadi manusia mulai makan daging -dan tidak hanya tumbuh-tumbuhan- setelah peristiwa air bah yang dialami Nuh dan keluarganya pada waktu itu (yang tahunnya 2348 BC menurut Rev. C.I. Scofield, D.D. atau sekitar 5000 tahun yang lalu menurut sejarah).

Peristiwa air bah terjadi ketika Nuh berusia 600 tahun (Kej 7:6), waktu itu hujan turun dengan derasnya selama 40 hari 40 malam (Kej 7:4,12), air itu naik dan mengangkat bahtera/kapal besar itu, sehingga melampung tinggi dari bumi (Kej 7:17), dan berkuasalah air di atas bumi selama 150 hari (Kej 7:24). Pada hari ke-27 bulan 2 bumi sudah kering.

Ada yang mengatakan bahwa Nuh dan anak-anaknya makan daging pada saat mereka tinggal dan hidup dalam bahtera ketika peristiwa air bah sedang terjadi. Namun hal ini dapat dengan jelas dibantah dari Alkitab sendiri yaitu pada Kejadian 6:19-21

6:19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
6:20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.
6:21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka.”

Jadi Nuh membawa makanan baginya dan bagi para hewan yang masuk ke bahtera Nuh.
(Dengan Ukuran Kapal/Bahtera itu 133 meter panjangnya, 22 meter lebarnya, dan 13 meter tingginya, maka bahtera itu bisa memuat sekitar 1300 hewan menurut perkiraan designer bahtera Nuh, yang lain menyatakan bisa memuat 2500-20.000 hewan banyaknya).

Jadi manusia mulai makan daging -dan tidak hanya tumbuh-tumbuhan- setelah peristiwa air bah.

Siapakah Istri Kain?

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 12:40 am on Saturday, April 22, 2006

”Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.” (Kejadian 4:17)

5:1. Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
5:2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
(Kejadian 5:1-5)

Dalam ayat Kejadian 4:17 di atas, kita tidak mengetahui siapakah yang menjadi Istri Kain? Ada beberapa penafsiran bahwa Allah menciptakan manusia lain selain Adam dan Hawa sehingga dari manusia yang lain itulah yang menjadi istri Kain, ada juga yang mengatakan bahwa Istri Kain adalah Hawa sendiri karena pada waktu itu hanya ada Hawa sebagai perempuan. Benarkah demikian? Atau ada penjelasan lain yang lebih bisa diterima?

Dalam Alkitab, kita menyakini bahwa Allah hanya menciptakan Manusia yaitu Adam dan Hawa, tidak ada kisah penciptaan manusia selain mereka berdua sehingga tidak ada alasan yang kuat bahwa Allah menciptakan manusia selain Adam dan Hawa. Dengan demikian, siapakah yang menjadi Istri Kain, jika kita menyakini bahwa Allah hanya menciptakan Adam dan Hawa sesuai dengan Kisah Kejadian?

Penafsiran yang paling mungkin kita dapatkan dari Perikop Kejadian 5 : 1-5 yang mengisahkan bahwa makhluk yang Allah ciptakan menurut gambar dan rupanya diberi nama ”Manusia” sehingga berbeda dengan ”Tumbuh-tumbuhan” dan ”Hewan”.

Ayat 4 ”Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan” menjelaskan bahwa sesudah Adam memperanakkan Set (anaknya yang ketiga selain Kain dan Habel yang akhirnya mati dibunuh Kain), Adam atau manusia itu masih hidup selama 800 tahun dan ia mempunyai anak-anak lelaki dan perempuan dari Hawa.

Dari ayat ini kita tahu anak Adam bukan tiga, namun lebih dari 3 atau sekurang-kurangnya Adam mempunyai 5 orang anak. Nah, disebutkan dalam ayat itu bahwa Adam mempunyai anak perempuan. Jadi kita dapat menafsirkan bahwa Istri Kain ialah saudara perempuannya sendiri, yaitu anak perempuan dari Adam dan Hawa.

MANUSIA LANGSUNG KE SURGA TANPA KEMATIAN

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 12:35 am on Saturday, April 22, 2006

Tahukah Anda dalam Alkitab ada 2 orang tokoh atau manusia yang tidak mengalami kematian secara fisik, layaknya manusia lain yang mati secara fisik atau alamiah. Kedua tokoh ini yaitu Henokh anak Yared dan Elia orang Tisbe. Dari mana kita bahwa mereka tidak mengalami kematian secara fisik namun langsung mengalami pengangkatan (Rapture) ke surga oleh Allah, tanpa kematian?

Jawabannya dapat kita temukan pada bagian Alkitab berikut ini:

Kejadian 5 : 21-24 mengisahkan terjadinya pengangkatan Henokh ke surga oleh Allah, Henokh seorang yang hidup bergaul (hidup dalam persekutuan atau hidup akrab) dengan Allah dan mencapai usia 365 tahun, kemudian dia diangkat ke surga oleh Allah tanpa kematian sehingga ia tidak mengalami peristiwa air bah pada zaman Nuh.

5:21. Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.
5:22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5:23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Dalam Ibrani 11:5, penulis kitab Ibrani meneguhkan mengenai kebenaran bahwa Henokh diangkat ke surga oleh Allah tanpa mengalami kematian. Dan tidak ada orang yang menemukan tubuh atau mayatnya, karena ia tidak mengalami kematian secara fisik.

11:5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

2 Raja-Raja 2: 3-11 mengisahkan terjadinya pengangkatan Nabi Elia yang unik yaitu diangkat ke surga dengan menaiki kereta berapi dengan kuda berapi dalam angin badai. Bahkan para nabi dari Yerikho yang bersama dengan Elisa, saking penasarannya, ingin mencari mayat Elia karena berpikir mungkin Roh TUHAN atau Roh Kudus mengankat Elia dan mungkin melemparkan tubuhnya ke salah satu gunung atau lembah. Namun kita tahu bahwa akhirnya mereka gagal menemukan Elia, padahal sebelumnya mereka sudah diperingatkan Elisa untuk tidak usah susah-susah mencari mayat Elia, karena ia yakin Elia terangkat ke surga bersama tubuh fisiknya.

2:3 Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: “Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?” Jawabnya: “Aku juga tahu, diamlah!”
2:5 Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: “Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?” Jawabnya: “Aku juga tahu, diamlah!”
2:9. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.”
2:10 Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.”
2:11 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

Siapakah yang dimaksud dengan ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” atau ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2) dalam Perjanjian Lama?

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 9:40 pm on Thursday, April 20, 2006

Siapakah yang dimaksud dengan ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” atau ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2) dalam Perjanjian Lama? The or an angel of the LORD, the messenger of the covenant

Kata ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” muncul dalam Kej 16:1-13, 21:17-19, 22:11-16, 31:11-13, Kel 3:2-4, Hakim-hakim 2:1-5, 6:11-24, 13:3-22.

Mari kita perjelas satu per satu.

Kej 16:1-13 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Hagar dan Ismael

16:10. Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.”

Ayat ini menyatakan Malaikat TUHAN akan membuat keturunan Hagar menjadi sangat banyak, dst

16:13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?”

Hagar menyebut Malaikat TUHAN atau TUHAN yang telah berfirman kepadanya dengan nama El-Roi, perhatikan kata ”Dia” Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)

Kej 21:17-19 Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar dan Ismael

21:17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.

21:18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”

21:19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.

Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)

Kej 22:11-16 Malaikat TUHAN waktu Kepercayaan Abraham Diuji

22:11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” (kata ini dalam KJV- “Here am I” cuma berarti “Ya, ini aku”, jadi bahasa Indonesia menerjemahkan dengan ”Ya, Tuhan”)

22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan” (JEHOVAH-JIREH); sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

22:15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

22:16 kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)

Kej 31:11-13 Malaikat Allah menampakkan diri kepada Yakub yang Lari Meninggalkan Laban (perhatikan kata ”Akulah Allah” pada ayat 13)

31:11 Dan Malaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan! (kata ini dalam KJV- “Here am I” cuma berarti “Ya, ini aku”, jadi bahasa Indonesia menerjemahkan dengan ”Ya, Tuhan”)

31:12 Lalu Ia berfirman: Angkatlah mukamu dan lihatlah, bahwa segala jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang, sebab telah Kulihat semua yang dilakukan oleh Laban itu kepadamu.

31:13 Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu.”

Kel 3:2-4 Malaikat TUHAN menampakkan diri pd Musa dalam nyala api yg keluar dari semak duri

3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

3:3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”

3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” (kata ini dalam KJV- “Here am I” cuma berarti “Ya, ini aku”, jadi bahasa Indonesia menerjemahkan dengan ”Ya, Tuhan”)

Hakim-hakim 2:1-5 Malaikat TUHAN di Bokhim

2:1. Lalu Malaikat TUHAN pergi dari Gilgal ke Bokhim dan berfirman: “Telah Kutuntun kamu keluar dari Mesir dan Kubawa ke negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangmu, dan Aku telah berfirman: Aku tidak akan membatalkan perjanjian-Ku dengan kamu untuk selama-lamanya,

2:2 tetapi janganlah kamu mengikat perjanjian dengan penduduk negeri ini; mezbah mereka haruslah kamu robohkan. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu perbuat demikian?

2:3 Lagi Aku telah berfirman: Aku tidak akan menghalau orang-orang itu dari depanmu, tetapi mereka akan menjadi musuhmu dan segala allah mereka akan menjadi jerat bagimu.”

2:4 Setelah Malaikat TUHAN mengucapkan firman itu kepada seluruh Israel, menangislah bangsa itu dengan keras.

2:5 Maka tempat itu dinamai Bokhim. Lalu mereka mempersembahkan korban di sana kepada TUHAN. Bangsa Israel mempersembahkan korban kepada Malaikat TUHAN, perhatikan isi perkataan Malaikat TUHAN pada perikop di atas, ada kata ”sumpah, Aku, perjanjian, selama-lamanya” yang menyatakan bahwa hanya Allah saja yang berbuat demikian.

Hakim-hakim 6:11-24 Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah menampakkan diri kepada Gideon

6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”

6:20 Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: “Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya.” Maka diperbuatnya demikian.

6:21 Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya.

6:22 Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: “Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka.”

6:23 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.”

6:24 Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan (Jehovah-Shalom). Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

6:34 Pada waktu itu Roh TUHAN menguasai Gideon; ditiupnyalah sangkakala dan orang-orang Abiezer dikerahkan untuk mengikuti dia.

Di bagian ini, Gideon mepersembahkan daging dan roti kepada Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah dan persembahan korbannya diterima. Gideon sadar pada ayat 22 diatas bahwa itu adalah Allah. Kemudian dia memberi nama TUHAN itu keselamatan (Jehovah-Shalom).

Perhatikan pula Allah Tritunggal/Trinitas hadir dalam perikop tersebut, pada bagian ini Allah Tritunggal hadir bersama-sama dengan kata ”TUHAN” (menunjuk pada Allah Bapa), ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” (menunjuk pada Allah Anak atau Yesus Kristus dalam PB), dan ”Roh TUHAN” (menunjuk pada Allah Roh Kudus).

Ingatlah bahwa: Pada Masa Perjanjian Lama (hingga sebelum Pentakosta), Roh Kudus tidak tinggal tetap dalam diri manusia (Kej 6:3—Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia), sehingga Roh Allah atau Roh TUHAN bisa meninggalkan manusia seperti yang dialami Raja Saul (I Samuel 16:14—”Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul”), Simson atau Samson (Hak 16:20—”TUHAN telah meninggalkan dia”), dan tokoh Alkitab lainnya.

Hakim-hakim 13:3-22 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Manoah (ayah Simson) dan istrinya

13:9 Maka Allah mendengarkan permohonan Manoah, sehingga Malaikat Allah datang pula kepada perempuan itu, ketika ia duduk di padang dan ketika Manoah, suaminya itu, tidak ada bersama-sama dengan dia.

13:15. Kata Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Perkenankanlah kami menahan Engkau di sini, supaya kami mengolah anak kambing bagi-Mu.”

13:16 Tetapi jawab Malaikat TUHAN itu kepada Manoah: “Sekalipun engkau menahan Aku di sini, hidanganmu itu tidak akan Kumakan. Tetapi jika engkau hendak mengolahnya menjadi korban bakaran, persembahkanlah itu kepada TUHAN.” Sebab Manoah tidak mengetahui, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.

13:17 Kemudian berkatalah Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Siapakah nama-Mu, sebab apabila terjadi yang Kaukatakan itu, maka kami hendak memuliakan Engkau.”

13:18 Tetapi jawab Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Mengapa engkau juga menanyakan nama-Ku? Bukankah nama itu ajaib?”

13:19 Sesudah itu Manoah mengambil seekor anak kambing dan korban sajian, lalu mempersembahkannya kepada TUHAN di atas batu. Lalu diperbuat-Nya keajaiban, sementara Manoah dan isterinya memandanginya.

13:20 Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke tanah.

13:21 Sejak itu Malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada Manoah dan isterinya. Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.

13:22 Berkatalah Manoah kepada isterinya: “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.”

13:23 Tetapi jawab isterinya kepadanya: “Seandainya TUHAN hendak membunuh kita, maka tidaklah Ia menerima korban bakaran dan korban sajian dari tangan kita dan tidaklah Ia memperlihatkan semuanya itu kepada kita dan tidaklah Ia memperdengarkan hal-hal yang demikian kepada kita pada waktu sekarang ini.” 13:24. Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia.

13:25 Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.

Pada Bagian ini Allah Tritunggal hadir bersama-sama dengan kata “Allah” atau “TUHAN” (menunjuk pada Allah Bapa), “Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah” (menunjuk pada Allah Anak atau Yesus Kristus dalam PB), dan “Roh TUHAN” (menunjuk pada Roh Kudus). Masih ada beberapa bagian lain yang menyatakan bahwa Allah Tritunggal atau Trinitas hadir bersama dalam PL. Kesemua ayat di atas mengisahkan bahwa ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2) Menunjuk kepada satu pribadi dari Allah Tritunggal yang sering kita sebut dengan istilah Teofani (Allah menampakkan diriNya dalam bentuk seorang malaikat atau manusia)

Alkitab LAI Terjemahan Resmi sebenarnya sudah menjelaskan secara tidak langsung bahwa oknum yang dimaksud dalam kata ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” atau ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2) menunjuk kepada Pribadi Yesus Kristus yang menampakkan diri waktu Perjanjian Lama (PL), yaitu dengan memberi kata ”Dia” (Hak 13:16—”Dia itu Malaikat TUHAN”) dan masih banyak lagi seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Jadi Kesimpulannya yang dimaksud dengan ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” atau ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2) dalam Perjanjian Lama– The or an angel of the LORD, the messenger of the covenant—adalah Tuhan Yesus atau Yesus Kristus atau Allah Anak dalam bentuk Teofani (Penampakan diri Allah dalam bentuk seorang malaikat)

Mengapa Israel tidak menggunakan Kuda?

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 1:50 am on Monday, April 17, 2006

”Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: “Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut. Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: “Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.” (Keluaran 15:1,21)

Menarik sekali bahwa sebelum masa Pemerintahan Raja Salomo, orang-orang Israel ketika berperang tidak menggunakan kuda, bahkan kendaraan perang waktu itu yang digunakan orang-orang Israel ialah keledai. Dalam Alkitab PL yang mengisahkan kejadian-kejadian dalam periode sebelum masa pemerintahan Raja Salomo, bangsa Israel telah melatih pasukan tentara yang efektif dan memenangkan banyak pertempuran dalam perjuangan mereka untuk merebut Kanaan, Negeri Perjanjian, mereka tidak pernah menggunakan kuda-kuda untuk kavaleri maupun untuk kereta-kereta perang mereka. Soal kuda hanya disinggung ketika menerangakan tentang kuda-kuda milik musuh-musuh Israel seperti ke-900 kereta kuda dari pasukan kavaleri raja Kanaan, Yabin. Mengapa Israel tidak pernah menggunakan kuda untuk mempertahankan diri mereka terhadap serangan kavaleri dan serangan kuda-kuda perang dari musuh mereka?

Dalam Alkitab KJV ada 188 referensi tentang kuda. Hal ini menunjukkan kuda bukanlah binatang yang asing bagi orang Yahudi. Bahkan Kitab Ayub melukiskan kemuliaan dan keberanian kuda dalam Ayub 39:22-37 ”

Engkaukah yang memberi tenaga kepada kuda? Engkaukah yang mengenakan surai pada tengkuknya? Engkaukah yang membuat dia melompat seperti belalang? Ringkiknya yang dahsyat mengerikan.
Ia menggaruk tanah lembah dengan gembira, dengan kekuatan ia maju menghadapi senjata.
Kedahsyatan ditertawakannya, ia tidak pernah kecut hati, dan ia pantang mundur menghadapi pedang.
Di atas dia tabung panah gemerencing, tombak dan lembing gemerlapan; dengan garang dan galak dilulurnya tanah, dan ia meronta-ronta kalau kedengaran bunyi sangkakala”

Arkeologi telah menunjukkan bahwa kuda adalah binatang yang umum digunakan dalam ketentaraan dan masyarakat semua bangsa purba di Timur Tengah, kecuali Israel, sampai pada zaman pemerintahan Raja Salomo kurang lebih pada tahun 970 SM. Kita tahu dalam Dasa Titah dalam Perintah ke-10 Allah melarang bangsa Yahudi atau Israel mengingini lembu atau keledai orang lain, namun tidak menyebut apa-apa tentang kuda (Kel 20:17).

Dalam Kitab Hakim-hakim kita mendapatkan bukti bahwa keledai adalah alat transportasi umum yang dipakai bangsa Israel - bukan kuda. Contoh, dalam Yosua 15:18, ketika anak perempuan Kaleb, seorang pemimpin Israel, mengunjungi Otniel, ia menunggang seekor keledai - bukan kuda. Kitab Hakim-hakim menyatakan bahwa para hakim yang memerintah Israel menunggang keledai putih. Banyak kisah dalam Alkitab seperti Saul yang mencari keledai-keledai ayahnya yang hilang. Dalam keterangan Alkitab mengenai peperangan dengan bangsa Filistin, ketika mereka merampas Tabut Allah, Israel kehilangan 30 ribu pasukan orang berjalan kaki, tetapi tidak disinggung soal pasukan berkuda. Artinya, Israel tidak mempunyai pasukan kavaleri/pasukan berkuda.

Kita mengetahui bahwa Absalom, -anak Raja Daud pada waktu berperang dalam pemberontakan terhadap Daud, ayahnya- dibunuh oleh Yoab waktu rambutnya tersangkut di dahan pohon Tarbantin, ketika itu dia menaiki Bagal/Keledai (2 Samuel 18:9). Kisah ini membuktikan bahwa pangeran-pangeran kerajaan pun tidak mengendarai kuda pada waktu itu.

Jadi, mengapa bangsa Israel tidak mau menggunakan kuda sementara bangsa-bangsa  asing yang menjadi musuh mereka menikmati keuntungan dari penggunaan kuda dalam pasukan kavaleri dan kereta-kereta perang mereka?

Jawabannya ada dalam Perintah Allah yang melarang penggunaan kuda dalam Ulangan 17:16 ”Hanya, janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda, sebab TUHAN telah berfirman kepadamu: Janganlah sekali-kali kamu kembali melalui jalan ini lagi.” (But he shall not multiply horses to himself, nor cause the people to return to Egypt, to the end that he should multiply horses: for as much as the LORD hath said unto you, Ye shall henceforth return no more that way- KJV).

Ini adalah Larangan Allah yang diberikan jauh sebelum bangsa Israel memasuki Negeri Perjanjian, Kanaan dan jauh sebelum bangsa Israel punya seorang Raja, yang menyatakan larangan bagi seorang Raja untuk memelihara kuda/beternak kuda bagi dirinya. Jadi perintah ini jelas untuk tidak menggunakan kuda dalam peperangan.

Kita tahu bahwa Mesir merupakan pusat peternakan kuda perang dunia pada zaman itu, Allah tahu bangsa Israel akan tergoda untuk bersekutu dengan Mesir guna memperoleh kuda bagi pasukan Israel. Oleh sebab itu, Allah memberikan suatu larangan penggunaan kuda untuk memastikan bahwa bangsa Israel tidak akan bergantung pada persekutuan dengan Mesir. Mesir memanfaatkan kekuatan monopolinya dalam beternak dan menjual kuda-kuda perang untuk menuntut bangsa-bangsa lain bersekutu dengannya.

Bangsa-bangsa hanya dapat membeli kuda-kuda perang Mesir jika mereka bersedia membuat suatu perjanjian pertahanan dengan Mesir. Jadi, jika Israel membeli kuda dari Mesir, ia akan terjerat dalam persekutuan-persekutuan asing dan tidak mengandalkan kuasa Allah yang mampu menyelamatkannya.

Alasan lain yaitu agar mereka sadar  bahwa kemenangan atas musuh yang lebih kuat diperoleh melalui kuasa supranatural Allah mereka. Israel adalah suatu bangsa yang memiliki para tentara yang gagah berani dan telah memenangkan pertempuran-pertempuran dahsyat melawan bangsa-bangsa lain penyembah berhala yang berjumlah amat banyak dengan pertolongan kuasa Allah yang supranatural. Bila mereka mengakui kemenangan berbagai peperangan itu terjadi karena campur tangan Allah yang ajaib, maka Tuhanlah yang dimuliakan.

Dengan melarang Israel membeli dan menggunakan kuda, Allah memastikan bahwa Israel hanya melakukan pertempuran-pertempuran defensif untuk melindungi teritorial Tanaha Suci yang Tuhan karuniakan bagi mereka. Andaikata tentara-tentara Israel yang agresif memiliki kuda-kuda yang memungkinkan mereka bepergian dengan mudah, mereka bisa tergoda menggunakannya untuk peningkatan mobilitas mereka dan kereta-kereta perang untuk menaklukkan daerah-daerah dan bangsa-bangsa asing yang terletak jauh dari perbatasan Tanah Perjanjian.

Kesesuaian bahwa bangsa Israel tidak pernah menggunakan kuda dalam sekian banyak peperangannya sampai murtadnya mereka bersamaan dengan pemerintahan Raja Salomo, tanpa penulis-penulisnya pernah menerangkan motif mereka, memberikan suatu indikasi yang kuat bahwa kisah ini benar dan akurat.

4 NAMA MALAIKAT DALAM ALKITAB

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 1:45 am on Monday, April 17, 2006

Tahukah Anda ada berapa nama Malaikat dalam Alkitab? Jika kita membaca Alkitab maka kita akan mengetahui bahwa ada 4 nama malaikat dalam Alkitab yang bisa teridentifikasi yaitu:GABRIEL, MIKHAEL, LUCIFER (nama ini ada dalam Alkitab bahasa Inggris seperti KJV-King James Version, dalam Alkitab bahasa indonesia disebut Bintang Timur), dan ABADON / APOLION. Nah mari kita perjelas satu per satu keempat nama malaikat ini.

GABRIEL
Gabriel memainkan peran dalam kisah kelahiran Yesus, dan juga sepupu Yesus, yakni Yohanes Pembaptis yang usianya lebih tua 8 bulan dari Yesus. Lukas 1 mengisahkan tentang imam Zakharia, yang melihat malaikat di bait Allah. Gabriel mengumumkan  bahwa istri Zakharia, Elisabet, akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan “menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Zakharia yang sudah tua menjadi ragu-ragu, maka Gabriel yang menyatakan bahwa ia “yang melayani Allah” (ay 19), menghukum Zakharia menjadi bisu sampai bayi itu dilahirkan.

Gabriel mendatangi Maria di nazaret dan memberi tahu bahwa ia akan melahirkan seorang anak, “Anak Allah Yang Mahatinggi” (ay 32). Maria menjawab bahwa ia adalah seorang perawan, tetapi Gabriel berkata, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menanungi enmgkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (ay 35).

Gabriel menampakkan diri kepada Daniel dalam kitab Daniel sebagai penafsir dari berbagai penglihatan Daniel yang misterius. (Dan 8:16; 9:21)

MIKHAEL
Ada beberapa Mikhael dalam Alkitab, tetapi hanya satu yang penting yaitu Mikhael yang menjadi malaikat dengan jabatan Sang Penghulu Malaikat atau semacam “pemimpin malaikat atau kepala para malaikat.” Nabi Daniel menyebut dia lebih dari sekali sebagai “pemimpin”, Mikhael adalah malaikat pelindung surgawi bagi umat/bangsa Israel (Dan 10:13,21; 12:1). Kitab Wahyu menggambarkan sebuah peperangan pada akhir zaman, dengan Mikhael dan malaikat-malaikatnya bertempur melawan Naga, Ular Tua, Setan/ Lucifer dengan 1/3 para malaikat surga yang mejadi pemberontak mengikuti Lucifer (12:4,7). Jadi Mikhael lebih terlihat perannya pada akhir zaman ini.

LUCIFER
Arti namanya yaitu ”pembawa terang”. Ini disebutkan hanya sekali dalam PL, dalam Yesaya 14:12-15:
How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!
For thou hast said in thine heart, I will ascend into heaven, I will exalt my throne above the stars of God: I will sit also upon the mount of the congregation, in the sides of the north:
I will ascend above the heights of the clouds; I will be like the most High.
Yet thou shalt be brought down to hell, to the sides of the pit.

14:12 “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
14:15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

Para pembaca Alkitab dari berbagai generasi percaya bahwa Lucifer itu dulunya adalah malaikat yang melayani Allah dengan pujian dan penyembahan, tubuhnya dipercaya terdiri dari berbagai macam alat musik, ketika ia bergerak, maka alat musik dalam tubuhnya berbunyi dengan indahnya, pada mulanya ia memimpin para malaikat pemuji yang berada di sekitar takhta Allah, namun kemudian ingin menjadi seperti Allah, hendak menyamai Yang Mahatinggi, dia seorang malaikat angkuh yang memberontak melawan Allah, lalu dibuang dari surga ke bumi.

Dalam PB Paulus menyebutkan bahwa setan/Ular Tua/Naga/Singa yang mengaum-aum “menyamar sebagai malaikat Terang” (2 Kor 11:14). Dalam suratnya kepada Timotius mengenai kualifikasi rohani bagi seorang pendeta, Paulus menyatakan bahwa “janganlah ia orang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman seperti yang terjadi pada Iblis” (I Tim 3:6). Lusifer bersama para malaikat pengikutnya selalu berusaha mendakwa dan menggoda anak-anak Tuhan, bahkan berusaha menghalangi pemberitaan injil kerajaan Allah di bumi ini. Pada Masa Kerajaan Seribu Tahun, Lusifer ditangkap dan diikat serta dilemparkan ke dalam jurang maut supaya ia jangan menyesatkan bangsa-bangsa sebelum berakhir masa seribu tahun. Setelah itu dia dilepaskan dan untuk terkahir kalinya akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi dan mengumpulkan manusia yang berhasil disesatkan dan berperang melawan Allah dan orang-orang kudusnya. Namun dikalahkan oleh Allah. Akhirnya Lusifer/Iblis dan para malaikatnya akan dihukum selama-lamanya di neraka yang kekal bersama orang-orang yang tidak beroleh keselamatan dalam Yesus.

ABADON / APOLION
Dan  raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion (Why 11:9)
Arti namanya ialah Kehancuran (Abadon) atau Penghancur/Pembinasa (destroyer- Apolion)
Malaikat Jurang Maut ini memimpin para malaikat lain untuk menyiksa para manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya selama 5 bulan. Rupa Abadon dan para malaikat ini dalam bentuk belalang-belalang seperti kuda yang disipakan untuk peperangan, di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia, rambut seperti rambut perempuan, gigi seperti singa, dada seperti baju zirah, bunyi sayap mereka seperti bunyi kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan, ekornya seperti kalajengking dan ada sengatnya, di dalam ekor mereka terdapat kuasa untuk menyakiti manusia lima bulan lamanya. Peristiwa ini terjadi pada akhir zaman ketika malaikat meniupkan sangkakala ke lima. Para Malaikat ini hanya menyiksa tetapi tidak mencabut nyawa manusia pada 7 tahun masa kesusahan di akhir zaman nanti.

Dede Wijaya

Musa memasuki Tanah Perjanjian

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 1:40 am on Monday, April 17, 2006

Kitab Ulangan pasal 34:1-8 berkata
”34:1 Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah Gilead sampai ke kota Dan,
34:2 seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah barat,
34:3 Tanah Negeb dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon korma itu, sampai Zoar.
34:4 Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.”
34:5. Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
34:6 Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.
34:7 Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.
34:8 Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu.”

Musa masuk ke tanah Perjanjian? Ah yang bener, bukankah dalam Alkitab jelas mengatakan bahwa dia hanya diperkenankan Allah melihat dari gunung Nebo, puncak Pisga,  negeri perjanjian yang berlimpah susu dan madunya itu yang disebut Kanaan? Memang benar dalam Alkitab kita pada kitab Ulangan 34: 1-8 Allah mengizinkan Musa hanya melihat dari jauh negeri Kanaan, namun kita pasti tahu akan cerita mengenai Yesus dimuliakan di atas Gunung (Mat 17:1-8, Mrk 9:2-8, Luk 9:28-36). Nah dari kisah ini Musa dan Elia, menemui Yesus yang berubah rupa dalam kemuliaan.

Musa dan juga Elia berbicara dengan Yesus mengenai kematian-Nya yang tidak lama lagi akan dijalankan-Nya di Yerusalem. Jadi kita tahu bahwa Musa akhirnya memasuki tanah perjanjian, Kanaan di masa Perjanjian Baru pada zaman kedatangan Yesus yang pertama, meski peristiwa penampakan Musa hanya sesaat, tetapi kita tahu pasti Musa dalam tubuh kemuliaan yang bisa dilihat ketiga murid Yesus : Petrus, Yohanes dan Yakobus, hadir di Israel di atas sebuah gunung. Nah jadi Musa pun akhirnya mencicipi masuk tanah Kanaan. Sungguh indah bukan?!

Pemerintah Tetapkan Sembilan Prioritas Pembangunan Nasional 2007

Filed under: News — dedewijaya at 1:36 am on Monday, April 17, 2006

Jambi (SIB)

Pemerintah menetapkan sembilan prioritas pembangunan nasional pada tahun 2007 yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah yang diagendakan dan susun oleh kementerian negara PPN/Bappenas.

Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, H Paskah Suzetta mengatakan, di Jambi Sabtu, kesembilan prioritas pembangunan nasional tahun 2007 adalah penanggulangan kemiskinan, peningkatan kesempatan kerja, revitalisasi pertanian, perikanan, kehutanan, pembangunan pedesaan, peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan serta kesehatan.

Selanjutnya penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi, reformasi birokrasi, penguatan kemampuan pertahanan keamanan, ketertiban serta penyelesaian konflik, mitigasi, penanggulangan bencana, percepatan pembanguan infrastruktur daerah perbatasan serta wilayah terisolir.

Berdasarkan sembilan prioritas pembagunan nasional 2007 tersebut, disusun sejumlah kegiatan pokok yang dikembangkan dengan empat kreteria yaitu realistis, terukur, penting dan mendesak harus dilaksanakan serta memiliki dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Tentunya berbagai prioritas pembangunan nasional tersebut tidak semuanya harus menjadi prioritas dijalankan oleh pemerintah pusat  maupun Provinsi/daerah.

Selanjutnya dalam forum Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrensbang) Provinsi Jambi tahun 2006, dapat menghasilkan kesepakatan tentang prioritas pembangunan yang spesifik untuk Provinsi Jambi sesuai dengan isu dan permasalahan yang dihadapi, kata Paskah Suzetta.

Sejalan dengan upaya pencapaian sasaran sembilan priortas pembanguan tersebut, diingatkan kepada para gubernur dan bupati/walikota untuk dapat memperhatikan upaya pencapaian sasaran delapan tujuan pembagunan pada tahun 2015 yang terdiri menghapuskan kemiskinan dan kelaparan. Lalu Menyediakan pelayanan pendidikan dasar, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka mematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria serta penyakit menular lainnya, memastikan kelanjutan lingkungan hidup dan membangun kemitraan global dalam pembagunan.

Target pencapaian tujuan pembangunan tersebut merupakan komitmen bangsa kita di dunia internasional dan oleh karena itu segenap penyelenggara pemerintahan tingkat pusat maupun daerah secara bersama-sama mengupayakannya dalam kurun waktu delapan tahun kedepan, kata Paskah Suzetta.(Ant/o)