DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

Mengapa Israel tidak menggunakan Kuda?

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 1:50 am on Monday, April 17, 2006

”Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: “Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut. Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: “Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.” (Keluaran 15:1,21)

Menarik sekali bahwa sebelum masa Pemerintahan Raja Salomo, orang-orang Israel ketika berperang tidak menggunakan kuda, bahkan kendaraan perang waktu itu yang digunakan orang-orang Israel ialah keledai. Dalam Alkitab PL yang mengisahkan kejadian-kejadian dalam periode sebelum masa pemerintahan Raja Salomo, bangsa Israel telah melatih pasukan tentara yang efektif dan memenangkan banyak pertempuran dalam perjuangan mereka untuk merebut Kanaan, Negeri Perjanjian, mereka tidak pernah menggunakan kuda-kuda untuk kavaleri maupun untuk kereta-kereta perang mereka. Soal kuda hanya disinggung ketika menerangakan tentang kuda-kuda milik musuh-musuh Israel seperti ke-900 kereta kuda dari pasukan kavaleri raja Kanaan, Yabin. Mengapa Israel tidak pernah menggunakan kuda untuk mempertahankan diri mereka terhadap serangan kavaleri dan serangan kuda-kuda perang dari musuh mereka?

Dalam Alkitab KJV ada 188 referensi tentang kuda. Hal ini menunjukkan kuda bukanlah binatang yang asing bagi orang Yahudi. Bahkan Kitab Ayub melukiskan kemuliaan dan keberanian kuda dalam Ayub 39:22-37 ”

Engkaukah yang memberi tenaga kepada kuda? Engkaukah yang mengenakan surai pada tengkuknya? Engkaukah yang membuat dia melompat seperti belalang? Ringkiknya yang dahsyat mengerikan.
Ia menggaruk tanah lembah dengan gembira, dengan kekuatan ia maju menghadapi senjata.
Kedahsyatan ditertawakannya, ia tidak pernah kecut hati, dan ia pantang mundur menghadapi pedang.
Di atas dia tabung panah gemerencing, tombak dan lembing gemerlapan; dengan garang dan galak dilulurnya tanah, dan ia meronta-ronta kalau kedengaran bunyi sangkakala”

Arkeologi telah menunjukkan bahwa kuda adalah binatang yang umum digunakan dalam ketentaraan dan masyarakat semua bangsa purba di Timur Tengah, kecuali Israel, sampai pada zaman pemerintahan Raja Salomo kurang lebih pada tahun 970 SM. Kita tahu dalam Dasa Titah dalam Perintah ke-10 Allah melarang bangsa Yahudi atau Israel mengingini lembu atau keledai orang lain, namun tidak menyebut apa-apa tentang kuda (Kel 20:17).

Dalam Kitab Hakim-hakim kita mendapatkan bukti bahwa keledai adalah alat transportasi umum yang dipakai bangsa Israel - bukan kuda. Contoh, dalam Yosua 15:18, ketika anak perempuan Kaleb, seorang pemimpin Israel, mengunjungi Otniel, ia menunggang seekor keledai - bukan kuda. Kitab Hakim-hakim menyatakan bahwa para hakim yang memerintah Israel menunggang keledai putih. Banyak kisah dalam Alkitab seperti Saul yang mencari keledai-keledai ayahnya yang hilang. Dalam keterangan Alkitab mengenai peperangan dengan bangsa Filistin, ketika mereka merampas Tabut Allah, Israel kehilangan 30 ribu pasukan orang berjalan kaki, tetapi tidak disinggung soal pasukan berkuda. Artinya, Israel tidak mempunyai pasukan kavaleri/pasukan berkuda.

Kita mengetahui bahwa Absalom, -anak Raja Daud pada waktu berperang dalam pemberontakan terhadap Daud, ayahnya- dibunuh oleh Yoab waktu rambutnya tersangkut di dahan pohon Tarbantin, ketika itu dia menaiki Bagal/Keledai (2 Samuel 18:9). Kisah ini membuktikan bahwa pangeran-pangeran kerajaan pun tidak mengendarai kuda pada waktu itu.

Jadi, mengapa bangsa Israel tidak mau menggunakan kuda sementara bangsa-bangsa  asing yang menjadi musuh mereka menikmati keuntungan dari penggunaan kuda dalam pasukan kavaleri dan kereta-kereta perang mereka?

Jawabannya ada dalam Perintah Allah yang melarang penggunaan kuda dalam Ulangan 17:16 ”Hanya, janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda, sebab TUHAN telah berfirman kepadamu: Janganlah sekali-kali kamu kembali melalui jalan ini lagi.” (But he shall not multiply horses to himself, nor cause the people to return to Egypt, to the end that he should multiply horses: for as much as the LORD hath said unto you, Ye shall henceforth return no more that way- KJV).

Ini adalah Larangan Allah yang diberikan jauh sebelum bangsa Israel memasuki Negeri Perjanjian, Kanaan dan jauh sebelum bangsa Israel punya seorang Raja, yang menyatakan larangan bagi seorang Raja untuk memelihara kuda/beternak kuda bagi dirinya. Jadi perintah ini jelas untuk tidak menggunakan kuda dalam peperangan.

Kita tahu bahwa Mesir merupakan pusat peternakan kuda perang dunia pada zaman itu, Allah tahu bangsa Israel akan tergoda untuk bersekutu dengan Mesir guna memperoleh kuda bagi pasukan Israel. Oleh sebab itu, Allah memberikan suatu larangan penggunaan kuda untuk memastikan bahwa bangsa Israel tidak akan bergantung pada persekutuan dengan Mesir. Mesir memanfaatkan kekuatan monopolinya dalam beternak dan menjual kuda-kuda perang untuk menuntut bangsa-bangsa lain bersekutu dengannya.

Bangsa-bangsa hanya dapat membeli kuda-kuda perang Mesir jika mereka bersedia membuat suatu perjanjian pertahanan dengan Mesir. Jadi, jika Israel membeli kuda dari Mesir, ia akan terjerat dalam persekutuan-persekutuan asing dan tidak mengandalkan kuasa Allah yang mampu menyelamatkannya.

Alasan lain yaitu agar mereka sadar  bahwa kemenangan atas musuh yang lebih kuat diperoleh melalui kuasa supranatural Allah mereka. Israel adalah suatu bangsa yang memiliki para tentara yang gagah berani dan telah memenangkan pertempuran-pertempuran dahsyat melawan bangsa-bangsa lain penyembah berhala yang berjumlah amat banyak dengan pertolongan kuasa Allah yang supranatural. Bila mereka mengakui kemenangan berbagai peperangan itu terjadi karena campur tangan Allah yang ajaib, maka Tuhanlah yang dimuliakan.

Dengan melarang Israel membeli dan menggunakan kuda, Allah memastikan bahwa Israel hanya melakukan pertempuran-pertempuran defensif untuk melindungi teritorial Tanaha Suci yang Tuhan karuniakan bagi mereka. Andaikata tentara-tentara Israel yang agresif memiliki kuda-kuda yang memungkinkan mereka bepergian dengan mudah, mereka bisa tergoda menggunakannya untuk peningkatan mobilitas mereka dan kereta-kereta perang untuk menaklukkan daerah-daerah dan bangsa-bangsa asing yang terletak jauh dari perbatasan Tanah Perjanjian.

Kesesuaian bahwa bangsa Israel tidak pernah menggunakan kuda dalam sekian banyak peperangannya sampai murtadnya mereka bersamaan dengan pemerintahan Raja Salomo, tanpa penulis-penulisnya pernah menerangkan motif mereka, memberikan suatu indikasi yang kuat bahwa kisah ini benar dan akurat.

4 NAMA MALAIKAT DALAM ALKITAB

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 1:45 am on Monday, April 17, 2006

Tahukah Anda ada berapa nama Malaikat dalam Alkitab? Jika kita membaca Alkitab maka kita akan mengetahui bahwa ada 4 nama malaikat dalam Alkitab yang bisa teridentifikasi yaitu:GABRIEL, MIKHAEL, LUCIFER (nama ini ada dalam Alkitab bahasa Inggris seperti KJV-King James Version, dalam Alkitab bahasa indonesia disebut Bintang Timur), dan ABADON / APOLION. Nah mari kita perjelas satu per satu keempat nama malaikat ini.

GABRIEL
Gabriel memainkan peran dalam kisah kelahiran Yesus, dan juga sepupu Yesus, yakni Yohanes Pembaptis yang usianya lebih tua 8 bulan dari Yesus. Lukas 1 mengisahkan tentang imam Zakharia, yang melihat malaikat di bait Allah. Gabriel mengumumkan  bahwa istri Zakharia, Elisabet, akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan “menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Zakharia yang sudah tua menjadi ragu-ragu, maka Gabriel yang menyatakan bahwa ia “yang melayani Allah” (ay 19), menghukum Zakharia menjadi bisu sampai bayi itu dilahirkan.

Gabriel mendatangi Maria di nazaret dan memberi tahu bahwa ia akan melahirkan seorang anak, “Anak Allah Yang Mahatinggi” (ay 32). Maria menjawab bahwa ia adalah seorang perawan, tetapi Gabriel berkata, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menanungi enmgkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (ay 35).

Gabriel menampakkan diri kepada Daniel dalam kitab Daniel sebagai penafsir dari berbagai penglihatan Daniel yang misterius. (Dan 8:16; 9:21)

MIKHAEL
Ada beberapa Mikhael dalam Alkitab, tetapi hanya satu yang penting yaitu Mikhael yang menjadi malaikat dengan jabatan Sang Penghulu Malaikat atau semacam “pemimpin malaikat atau kepala para malaikat.” Nabi Daniel menyebut dia lebih dari sekali sebagai “pemimpin”, Mikhael adalah malaikat pelindung surgawi bagi umat/bangsa Israel (Dan 10:13,21; 12:1). Kitab Wahyu menggambarkan sebuah peperangan pada akhir zaman, dengan Mikhael dan malaikat-malaikatnya bertempur melawan Naga, Ular Tua, Setan/ Lucifer dengan 1/3 para malaikat surga yang mejadi pemberontak mengikuti Lucifer (12:4,7). Jadi Mikhael lebih terlihat perannya pada akhir zaman ini.

LUCIFER
Arti namanya yaitu ”pembawa terang”. Ini disebutkan hanya sekali dalam PL, dalam Yesaya 14:12-15:
How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!
For thou hast said in thine heart, I will ascend into heaven, I will exalt my throne above the stars of God: I will sit also upon the mount of the congregation, in the sides of the north:
I will ascend above the heights of the clouds; I will be like the most High.
Yet thou shalt be brought down to hell, to the sides of the pit.

14:12 “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
14:15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

Para pembaca Alkitab dari berbagai generasi percaya bahwa Lucifer itu dulunya adalah malaikat yang melayani Allah dengan pujian dan penyembahan, tubuhnya dipercaya terdiri dari berbagai macam alat musik, ketika ia bergerak, maka alat musik dalam tubuhnya berbunyi dengan indahnya, pada mulanya ia memimpin para malaikat pemuji yang berada di sekitar takhta Allah, namun kemudian ingin menjadi seperti Allah, hendak menyamai Yang Mahatinggi, dia seorang malaikat angkuh yang memberontak melawan Allah, lalu dibuang dari surga ke bumi.

Dalam PB Paulus menyebutkan bahwa setan/Ular Tua/Naga/Singa yang mengaum-aum “menyamar sebagai malaikat Terang” (2 Kor 11:14). Dalam suratnya kepada Timotius mengenai kualifikasi rohani bagi seorang pendeta, Paulus menyatakan bahwa “janganlah ia orang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman seperti yang terjadi pada Iblis” (I Tim 3:6). Lusifer bersama para malaikat pengikutnya selalu berusaha mendakwa dan menggoda anak-anak Tuhan, bahkan berusaha menghalangi pemberitaan injil kerajaan Allah di bumi ini. Pada Masa Kerajaan Seribu Tahun, Lusifer ditangkap dan diikat serta dilemparkan ke dalam jurang maut supaya ia jangan menyesatkan bangsa-bangsa sebelum berakhir masa seribu tahun. Setelah itu dia dilepaskan dan untuk terkahir kalinya akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi dan mengumpulkan manusia yang berhasil disesatkan dan berperang melawan Allah dan orang-orang kudusnya. Namun dikalahkan oleh Allah. Akhirnya Lusifer/Iblis dan para malaikatnya akan dihukum selama-lamanya di neraka yang kekal bersama orang-orang yang tidak beroleh keselamatan dalam Yesus.

ABADON / APOLION
Dan  raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion (Why 11:9)
Arti namanya ialah Kehancuran (Abadon) atau Penghancur/Pembinasa (destroyer- Apolion)
Malaikat Jurang Maut ini memimpin para malaikat lain untuk menyiksa para manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya selama 5 bulan. Rupa Abadon dan para malaikat ini dalam bentuk belalang-belalang seperti kuda yang disipakan untuk peperangan, di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia, rambut seperti rambut perempuan, gigi seperti singa, dada seperti baju zirah, bunyi sayap mereka seperti bunyi kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan, ekornya seperti kalajengking dan ada sengatnya, di dalam ekor mereka terdapat kuasa untuk menyakiti manusia lima bulan lamanya. Peristiwa ini terjadi pada akhir zaman ketika malaikat meniupkan sangkakala ke lima. Para Malaikat ini hanya menyiksa tetapi tidak mencabut nyawa manusia pada 7 tahun masa kesusahan di akhir zaman nanti.

Dede Wijaya

Musa memasuki Tanah Perjanjian

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 1:40 am on Monday, April 17, 2006

Kitab Ulangan pasal 34:1-8 berkata
”34:1 Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah Gilead sampai ke kota Dan,
34:2 seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah barat,
34:3 Tanah Negeb dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon korma itu, sampai Zoar.
34:4 Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.”
34:5. Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
34:6 Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.
34:7 Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.
34:8 Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu.”

Musa masuk ke tanah Perjanjian? Ah yang bener, bukankah dalam Alkitab jelas mengatakan bahwa dia hanya diperkenankan Allah melihat dari gunung Nebo, puncak Pisga,  negeri perjanjian yang berlimpah susu dan madunya itu yang disebut Kanaan? Memang benar dalam Alkitab kita pada kitab Ulangan 34: 1-8 Allah mengizinkan Musa hanya melihat dari jauh negeri Kanaan, namun kita pasti tahu akan cerita mengenai Yesus dimuliakan di atas Gunung (Mat 17:1-8, Mrk 9:2-8, Luk 9:28-36). Nah dari kisah ini Musa dan Elia, menemui Yesus yang berubah rupa dalam kemuliaan.

Musa dan juga Elia berbicara dengan Yesus mengenai kematian-Nya yang tidak lama lagi akan dijalankan-Nya di Yerusalem. Jadi kita tahu bahwa Musa akhirnya memasuki tanah perjanjian, Kanaan di masa Perjanjian Baru pada zaman kedatangan Yesus yang pertama, meski peristiwa penampakan Musa hanya sesaat, tetapi kita tahu pasti Musa dalam tubuh kemuliaan yang bisa dilihat ketiga murid Yesus : Petrus, Yohanes dan Yakobus, hadir di Israel di atas sebuah gunung. Nah jadi Musa pun akhirnya mencicipi masuk tanah Kanaan. Sungguh indah bukan?!

Pemerintah Tetapkan Sembilan Prioritas Pembangunan Nasional 2007

Filed under: News — dedewijaya at 1:36 am on Monday, April 17, 2006

Jambi (SIB)

Pemerintah menetapkan sembilan prioritas pembangunan nasional pada tahun 2007 yang tercantum dalam rencana kerja pemerintah yang diagendakan dan susun oleh kementerian negara PPN/Bappenas.

Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, H Paskah Suzetta mengatakan, di Jambi Sabtu, kesembilan prioritas pembangunan nasional tahun 2007 adalah penanggulangan kemiskinan, peningkatan kesempatan kerja, revitalisasi pertanian, perikanan, kehutanan, pembangunan pedesaan, peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan serta kesehatan.

Selanjutnya penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi, reformasi birokrasi, penguatan kemampuan pertahanan keamanan, ketertiban serta penyelesaian konflik, mitigasi, penanggulangan bencana, percepatan pembanguan infrastruktur daerah perbatasan serta wilayah terisolir.

Berdasarkan sembilan prioritas pembagunan nasional 2007 tersebut, disusun sejumlah kegiatan pokok yang dikembangkan dengan empat kreteria yaitu realistis, terukur, penting dan mendesak harus dilaksanakan serta memiliki dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Tentunya berbagai prioritas pembangunan nasional tersebut tidak semuanya harus menjadi prioritas dijalankan oleh pemerintah pusat  maupun Provinsi/daerah.

Selanjutnya dalam forum Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrensbang) Provinsi Jambi tahun 2006, dapat menghasilkan kesepakatan tentang prioritas pembangunan yang spesifik untuk Provinsi Jambi sesuai dengan isu dan permasalahan yang dihadapi, kata Paskah Suzetta.

Sejalan dengan upaya pencapaian sasaran sembilan priortas pembanguan tersebut, diingatkan kepada para gubernur dan bupati/walikota untuk dapat memperhatikan upaya pencapaian sasaran delapan tujuan pembagunan pada tahun 2015 yang terdiri menghapuskan kemiskinan dan kelaparan. Lalu Menyediakan pelayanan pendidikan dasar, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka mematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria serta penyakit menular lainnya, memastikan kelanjutan lingkungan hidup dan membangun kemitraan global dalam pembagunan.

Target pencapaian tujuan pembangunan tersebut merupakan komitmen bangsa kita di dunia internasional dan oleh karena itu segenap penyelenggara pemerintahan tingkat pusat maupun daerah secara bersama-sama mengupayakannya dalam kurun waktu delapan tahun kedepan, kata Paskah Suzetta.(Ant/o)