DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

Sejak kapan manusia makan Daging menurut Alkitab?

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 12:43 am on Saturday, April 22, 2006

Alkitab dengan jelas dalam Kejadian 9:1-4 memberi jawabannya dengan jelas, yaitu mengatakan:
9:1. Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.
9:2 Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.
9:3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.
9:4 Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.
(Bagian yang menjadi penekanan penulis dicetak tebal-Bold)

Bagian inilah yang mengatakan dengan jelas bahwa Allah ketika memberkati Nuh dan anak-anaknya memberi perintah atau Firman mengenai membolehkan makan daging.

Jadi manusia mulai makan daging -dan tidak hanya tumbuh-tumbuhan- setelah peristiwa air bah yang dialami Nuh dan keluarganya pada waktu itu (yang tahunnya 2348 BC menurut Rev. C.I. Scofield, D.D. atau sekitar 5000 tahun yang lalu menurut sejarah).

Peristiwa air bah terjadi ketika Nuh berusia 600 tahun (Kej 7:6), waktu itu hujan turun dengan derasnya selama 40 hari 40 malam (Kej 7:4,12), air itu naik dan mengangkat bahtera/kapal besar itu, sehingga melampung tinggi dari bumi (Kej 7:17), dan berkuasalah air di atas bumi selama 150 hari (Kej 7:24). Pada hari ke-27 bulan 2 bumi sudah kering.

Ada yang mengatakan bahwa Nuh dan anak-anaknya makan daging pada saat mereka tinggal dan hidup dalam bahtera ketika peristiwa air bah sedang terjadi. Namun hal ini dapat dengan jelas dibantah dari Alkitab sendiri yaitu pada Kejadian 6:19-21

6:19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.
6:20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.
6:21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka.”

Jadi Nuh membawa makanan baginya dan bagi para hewan yang masuk ke bahtera Nuh.
(Dengan Ukuran Kapal/Bahtera itu 133 meter panjangnya, 22 meter lebarnya, dan 13 meter tingginya, maka bahtera itu bisa memuat sekitar 1300 hewan menurut perkiraan designer bahtera Nuh, yang lain menyatakan bisa memuat 2500-20.000 hewan banyaknya).

Jadi manusia mulai makan daging -dan tidak hanya tumbuh-tumbuhan- setelah peristiwa air bah.

Siapakah Istri Kain?

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 12:40 am on Saturday, April 22, 2006

”Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.” (Kejadian 4:17)

5:1. Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
5:2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
(Kejadian 5:1-5)

Dalam ayat Kejadian 4:17 di atas, kita tidak mengetahui siapakah yang menjadi Istri Kain? Ada beberapa penafsiran bahwa Allah menciptakan manusia lain selain Adam dan Hawa sehingga dari manusia yang lain itulah yang menjadi istri Kain, ada juga yang mengatakan bahwa Istri Kain adalah Hawa sendiri karena pada waktu itu hanya ada Hawa sebagai perempuan. Benarkah demikian? Atau ada penjelasan lain yang lebih bisa diterima?

Dalam Alkitab, kita menyakini bahwa Allah hanya menciptakan Manusia yaitu Adam dan Hawa, tidak ada kisah penciptaan manusia selain mereka berdua sehingga tidak ada alasan yang kuat bahwa Allah menciptakan manusia selain Adam dan Hawa. Dengan demikian, siapakah yang menjadi Istri Kain, jika kita menyakini bahwa Allah hanya menciptakan Adam dan Hawa sesuai dengan Kisah Kejadian?

Penafsiran yang paling mungkin kita dapatkan dari Perikop Kejadian 5 : 1-5 yang mengisahkan bahwa makhluk yang Allah ciptakan menurut gambar dan rupanya diberi nama ”Manusia” sehingga berbeda dengan ”Tumbuh-tumbuhan” dan ”Hewan”.

Ayat 4 ”Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan” menjelaskan bahwa sesudah Adam memperanakkan Set (anaknya yang ketiga selain Kain dan Habel yang akhirnya mati dibunuh Kain), Adam atau manusia itu masih hidup selama 800 tahun dan ia mempunyai anak-anak lelaki dan perempuan dari Hawa.

Dari ayat ini kita tahu anak Adam bukan tiga, namun lebih dari 3 atau sekurang-kurangnya Adam mempunyai 5 orang anak. Nah, disebutkan dalam ayat itu bahwa Adam mempunyai anak perempuan. Jadi kita dapat menafsirkan bahwa Istri Kain ialah saudara perempuannya sendiri, yaitu anak perempuan dari Adam dan Hawa.

MANUSIA LANGSUNG KE SURGA TANPA KEMATIAN

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 12:35 am on Saturday, April 22, 2006

Tahukah Anda dalam Alkitab ada 2 orang tokoh atau manusia yang tidak mengalami kematian secara fisik, layaknya manusia lain yang mati secara fisik atau alamiah. Kedua tokoh ini yaitu Henokh anak Yared dan Elia orang Tisbe. Dari mana kita bahwa mereka tidak mengalami kematian secara fisik namun langsung mengalami pengangkatan (Rapture) ke surga oleh Allah, tanpa kematian?

Jawabannya dapat kita temukan pada bagian Alkitab berikut ini:

Kejadian 5 : 21-24 mengisahkan terjadinya pengangkatan Henokh ke surga oleh Allah, Henokh seorang yang hidup bergaul (hidup dalam persekutuan atau hidup akrab) dengan Allah dan mencapai usia 365 tahun, kemudian dia diangkat ke surga oleh Allah tanpa kematian sehingga ia tidak mengalami peristiwa air bah pada zaman Nuh.

5:21. Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.
5:22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5:23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Dalam Ibrani 11:5, penulis kitab Ibrani meneguhkan mengenai kebenaran bahwa Henokh diangkat ke surga oleh Allah tanpa mengalami kematian. Dan tidak ada orang yang menemukan tubuh atau mayatnya, karena ia tidak mengalami kematian secara fisik.

11:5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

2 Raja-Raja 2: 3-11 mengisahkan terjadinya pengangkatan Nabi Elia yang unik yaitu diangkat ke surga dengan menaiki kereta berapi dengan kuda berapi dalam angin badai. Bahkan para nabi dari Yerikho yang bersama dengan Elisa, saking penasarannya, ingin mencari mayat Elia karena berpikir mungkin Roh TUHAN atau Roh Kudus mengankat Elia dan mungkin melemparkan tubuhnya ke salah satu gunung atau lembah. Namun kita tahu bahwa akhirnya mereka gagal menemukan Elia, padahal sebelumnya mereka sudah diperingatkan Elisa untuk tidak usah susah-susah mencari mayat Elia, karena ia yakin Elia terangkat ke surga bersama tubuh fisiknya.

2:3 Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: “Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?” Jawabnya: “Aku juga tahu, diamlah!”
2:5 Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: “Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?” Jawabnya: “Aku juga tahu, diamlah!”
2:9. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.”
2:10 Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.”
2:11 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.