DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

Lot Berada di Sodom, Kok Bisa Sich?

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 8:14 am on Friday, May 26, 2006

Tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, (2 Petrus 2:7.)

Dalam Kitab Kejadian 13-14 dikisahkan mengenai kisah Lot:

13:10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. –Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. –
13:11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.

13:12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.

13:13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

14:12 Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi–sebab Lot itu diam di Sodom.

Kisah selanjutnya kita mengetahui bahwa Lot yang telah memilih seluruh lembah Yordan sampai ke Zoar yang kesuburannya seperti Taman TUHAN dan seperti tanah Mesir, menetap dekat Sodom dan akhirnya diam di Sodom. Daerah Sodom yang menjadi tempat tinggalnya, diserang oleh pasukan raja-raja (Amrafel, raja Sinear, Ariokh, raja Elasar, Kedorlaomer, raja Elam, dan Tideal, raja Goyim) dibawah pimpinan Raja Kedorlaomer. Adapun raja-raja yang diserang Bera, raja Sodom, Birsya, raja Gomora, Syinab, raja Adma, Syemeber, raja Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar. Raja-raja ini memberontak setelah 12 tahun takluk pada Kedorlaomer, tahun ke 13 mereka memberontak dan pada tahun ke 14 Kedorlaomer datang mau membereskan pemberontakan ini.

Lalu keluarlah raja negeri Sodom, raja negeri Gomora, raja negeri Adma, raja negeri Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar, dan mengatur barisan perangnya melawan mereka di lembah Sidim, melawan Kedorlaomer, raja Elam, Tideal, raja Goyim, Amrafel, raja Sinear, dan Ariokh, raja Elasar, empat raja lawan lima. Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang masih tinggal hidup melarikan diri ke pegunungan. (Kej 14:8-10)

Seorang pelarian memberitahu Abraham mengenai tertawannya Lot, keponakannya. Karena Abraham mengasihi keponakannya ini, yang telah dia ajak kemana-mana dalam pengembaraannya bersama Allah, maka Abraham menolong Lot dengan 318 orang dan berhasil menyelamatkan Lot sekeluarga (hal ini terjadi sebelum Sodom dan Gomora dihancurkan Allah).

Kita lihat prosesnya Lot bisa tinggal di Sodom: Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan–> berkemah di dekat Sodom–> diam di Sodom

Dari tokoh Lot, kita diingatkan sebagai orang yang dibenarkan Allah atau orang
Percaya untuk tidak bermain-main atau mendekatkan diri dengan sumber dosa. Kita belajar bahwa sesuatu yang baik, yang enak dan menyenangkan belum tentu seterusnya menyenangkan, kita harus pandai dalam memilih apa yang baik dan yang berkenan kepada Allah jangan hanya untuk menyenangkan diri sendiri. Meski kita dimampukan Allah untuk menghindari dosa-dosa, namun Alkitab berkata janganlah engkau mencobai dirimu sendiri. Janganlah mendekatkan dirimu pada dosa, jika itu terjadi larilah seperti Yusuf yang menjauhi godaan istri Potifar.

Kita belajar bahwa orang muda (Lot) hendaklah menghormati orang yang lebih tua (Abraham) meskipun Abraham sebagai orang yang lebih tua memberi kebebasan pada orang muda (Lot) memilih.

Kita juga dapat belajar dari tokoh Abraham yang mengandalkan Tuhan dan hanya bergantung pada Allah -bukan pada manusia- dalam segala sesuatu, dia mempersilahkan Lot, keponakannya memilih daerah yang Lot sukai dengan sesuka hati Lot. Abraham orang yang rendah hati dan berbesar hati. (baca kisahnya setelah bertemu dengan Melkisedek dan Raja Sodom). Abraham punya Hati Bapa, tampak ketika mendengar Lot tertawan pasukan Kedorlaomer, dia langsung turun tangan menyusun rencana penyelamatan Lot dan berhasil menyelamatkan Lot karena ia mengasihi Lot dan keluarganya.

Dia tipe orang yang Sigap atau Cepat Bertindak setelah mendengar berita/perintah. Terbukti dengan langsung meresponi Allah yang menyuruhnya untuk meninggalkan rumah bapa leluhurnya dan berani mengembara bersama Allah meski belum mengetahui akan ke mana. Abraham seorang yang Visioner.

MISTERI PENGKHIANATAN AHITOFEL TERHADAP DAUD

Filed under: Religion — dedewijaya at 8:11 am on Friday, May 26, 2006

Misteri Pengkhianatan Ahitofel
terhadap Daud

Ketika kepada Daud dikabarkan, demikian:
"Ahitofel ada di antara orang-orang yang
bersepakat dengan Absalom," maka berkatalah Daud:
"Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN."

Kisah Alkitab yang satu ini menjadi misteri bagi kita, masih berkaitan dengan kisah Raja Daud.

Dalam Alkitab kita tahu Daud menjadi Raja Israel dan memerintah selama 40 tahun lamanya (7 tahun atas suku Yehuda, 33 tahun atas seluruh Israel). Namun kita mungkin belum pernah mendengar mengenai tokoh Ahitofel. Siapakah Ahitofel? Ada apa dengan Ahitofel? Dia adalah penasihat Raja Daud yang sangat setia, yang kemudian memberontak kepada Raja Daud dan ingin membunuh Raja Daud. Mengapa tiba-tiba ia berubah setia kepada Raja Daud dan ingin menghabisi Raja Daud dengan tangannya sendiri? Kisah Ahitofel ini sangat menarik untuk kita perhatikan dan ada hikmah yang bisa kita ambil dari kisah ini.
Pada zaman Raja Daud memerintah, Israel memperoleh kemenangan demi kemenangan atas musuh-musuhnya. Tidak ada kekuatan asing yang mampu mengalahkan bangsa Israel pada zaman pemerintahan Raja Daud karena Tuhan menyertai Daud, hamba-Nya. Namun akibat dosa perzinahan yang Daud lakukan, Alkitab mengisahkan begitu banyak masalah yang menimpa Daud dan keluarganya serta bangsa Israel.

Alkitab mengisahkan tentang pemberontakan Absalom, putra Daud, pada masa pemerintahan Daud hampir berakhir, serta kesedihan yang dialami Daud ketika putra yang dikasihinya, Absalom mati terbunuh yang suka memberontak terhadap ayahnya.
Absalom adalah putra ketiga yang lahir bagi Daud sebagai hasil perkawinannya dengan Maakha, anak perempuan Talmai, Raja Gesur. Kisah ini telah sering dikhotbahkan dari atas mimbar untuk memperingatkan kita akan konsekuensi dari kesombongan dan ambisi buta yang kita lihat dalam penghakiman Allah yang tidak dapat dielakkan atas pemberontakan Absalom beserta kematiannya.

Banyak pengkhotbah telah memperingatkan para orang tua tentang sikap Daud yang karena puas diri, gagal mendisiplin anak kesayangannya yang pada waktu itu sedang berkembang menjadi seorang laki-laki yang sombong dan angkuh. Alkitab mencatat bahwa ”Absalom menyediakan baginya sebuah kereta serta kuda dan 50 orang yang berlari di depannya”  (2 Samuel 15:1) dan membangkitkan pemberontakan terhadap ayahnya dengan cara mengumbar janji kepada bangsa Israel bahwa ia akan memerintah sesuai dengan kehendak mereka bila ia menjadi raja atas Israel. Ketidaksediaan Daud untuk mengatasi pemberontakan anaknya yang makin menjadi-jadi pada akhirnya membuahkan pemberontakan Absalom yang menentang kekuasaannya, pelarian diri Daud dari Yerusalem, dan peperangan yang pahit melawan para pemberontak.
Akhirnya, saat yang tragis pun tiba ketika Daud mendengar berita tentang kemenangan yang diraih oleh pasukan yang setia kepadanya atas para pemberontak tersebut. Ia berseru dengan cemas, ”Selamatkah Absalom, orang muda itu?” (2 Samuel 18:29). Ketika hamba-hamba raja pada akhirnya memperoleh keberanian untuk berterus terang kepadanya, mereka menyatakan bahwa Absalom sudah mati. Raja Daud yang merasa sangat kehilangan anak kesayangannya menangis dengan getir. Maka terkejutlah raja dan dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis. Dan beginilah perkataannya sambil berjalan: "Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! Ah, kalau aku mati menggantikan engkau, Absalom, anakku, anakku!" (2 Samuel  18:33).

Ditengah kegiatan pemberontakan itu Alkitab mencatat bahwa, ”Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya. Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom” (2 Samuel 15:12). Ahitofel telah melayani Raja Daud dengan setia selama beberapa dekade sebagai penasihat atau perdana menterinya. Nasihat-nasihat Ahitofel yang penuh hikmat sangat bermanfaat bagi Raja Daud. Kitab Samuel memberitahukan kepada kita bahwa Ahitofel dianggap sebagai penasihat yang brillian. ”Pada waktu itu nasihat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan dari pada Allah; demikianlah dinilai setiap nasihat Ahitofel, baik oleh Daud maupun oleh Absalom”( 2 Samuel 16:23).

Bahkan ketika Daud mendengar bahwa penasihat dan sahabat yang dipercayainya telah mengkhianatinya, ia begitu takut akan bahaya yang dapat ditimbulkan Ahitofel sehingga ia berdoa, ”Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN” (2 Samuel 15:31).

Bertahun-tahun sebelumnya, Raja Daud telah menubuatkan suatu nubuatan ganda dalam Kitab Mazmurnya. Nubuatan itu menguraikan tentang pengkhianatan yang akan dilakukan oleh sahabatnya, Ahitofel. Namun kata-kata Daud juga menubuatkan pengalaman Yesus yang dikhianati oleh sahabat dan murid-Nya, Yudas Iskariot, seribu tahun kemudian. ”Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku” (Mazmur 41:10).
Mengapa Ahitofel, penasihat kepercayaan Daud, segera ikut dalam pemberontakan Absalom melawan kekuasaan ayahnya setelah seumur hidupnya mengabdikan diri kepada Daud? Selain itu, mengapa Ahitofel meminta persetujuan pangeran muda itu agar ia secara pribadi diperkenankan untuk memimpin pasukan pemberontak itu untuk segera menyerang dan membunuh Raja Daud sebelum raja dapat melarikan diri? Berkatalah Ahitofel kepada Absalom, ”Izinkanlah aku memilih dua belas ribu orang, maka aku akan bersiap dan mengejar Daud pada malam ini juga. Aku akan mendatangi dia, selagi ia lesu dan lemah semangatnya, dan mengejutkan dia; seluruh rakyat yang ada bersama-sama dengan dia akan melarikan diri, maka aku dapat menewaskan raja sendiri” (2 Samuel 17:1-2). Akhirnya mengapa Ahitofel menasihati Absalom untuk secara terang-terangan berhubungan seks dengan istri-istri ayahnya di atas istana? ”Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom: "Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya." Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel” (2 Samuel 16:21-22).

Jawaban atas misteri besar ini terdapat dalam beberapa bagian Alkitab PL yang sering kali tidak dibaca oleh para pembaca Alkitab karena daftar nama-nama yang tertera dalam pasal tersebut sepertinya hampir tidak ada sangkut pautnya dengan diri kita. Akan tetapi, jawaban bagi teka-teki mengenai motif Ahitofel ini sesungguhnya terdapat dalam firman Allah dan jawaban ini mengandung suatu pelajaran yang sangat penting yang patut disimak oleh setiap pengikut Kristus. Untuk menemukan jawaban bagi misteri dari pengkhianatan yang melingkupi pemberontakan Absalom, kita perlu meninjau kejadian di mana Daud berzina dengan Batsyeba, istri cantik milik Uria orang Het itu hampir tiga puluh tahun sebelumnya.

Alkitab mencatat bahwa ketika Daud seharusnya berada di medan tempur, memimpin tentaranya memerangi musuh,  ia malah berada di istananya di Yerusalem. ”Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem” (2 Samuel 11:1). Kesalahan Daud yang pertama adalah ia tidak berada di tempat yang Allah tentukan baginya, yakni berfungsi sebagai raja yang memimpin bangsanya dalam memerangi musuh. Seraya fakta-fakta menguak tabir misteri Alkitab ini, kita juga mendapati bahwa Batsyeba bukanlah orang asing bagi raja.
Alkitab menerangkan tentang Batsyeba bahwa ia adalah ”Putri Eliam” dan ”istri Uria orang Het” (2 Samuel 11:3). Bagian lain yang penting dari Kitab Samuel memuat daftar dari pahlawan-pahlawan militer terkemuka yang menjaga dan mengiringi Daud dalam sekian banyak peperangan yang dilakukannya terhadap Saul, orang-orang Filistin, dan banyak bangsa lain yang memusuhinya. Daftar dari ke-37 ”pahlawan” gagah perkasa yang mengiringi Daud menunjukkan bahwa ”Uria, orang Het” dan ”Eliam, anak Ahitofel orang Gilo” merupakan bagian dari pasukan khusus yang berperang bagi raja ini (2 Samuel 23:34, 39). Sekarang kita mulai bisa memahami apa yang terjadi dibalik kisah Alkitab yang terkenal ini. Uria, orang Het, suami Batsyeba, dan Eliam, ayah Batsyeba, bukanlah orang-orang asing bagi Daud. Mereka adalah sahabat yang selama bertahun-tahun telah bahu-membahu berperang melawan musuh.

Batsyeba adalah istri Uria, pengawal Daud yang setia, dan anak Eliam, seorang pengawal setia lainnya. Daud melihat Batsyeba ketika ia sedang mandi karena Uria dan istrinya tinggal di rumah yang letaknya dekat dengan istana Daud. (Rumah tersebut kemungkinan besar telah dihadiahkan Daud kepada Uria sebagai tanda penghargaan atas pengabdiannya yang setia selama bertahun-tahun). Kemungkinan besar Batsyeba, Uria, dan ayah Batsyeba yaitu Eliam, telah menghadiri pesta-pesta kerajaan di istana Daud.

Bila ditinjau dari fakta-fakta Alkitab yang telah diabaikan selama berabad-abad ini, kisah dosa Daud dengan Batsyeba akan kelihatan jauh berbeda dari gambaran yang kita miliki selama ini. Ketika Daud berzina dengan Batsyeba, ia mengambil istri Uria, seorang sahabat yang setia, dan putri dari seorang sahabat lainnya. Kemudian ketika perempuan itu mengandung, Daud berusaha untuk membuat Uria mengunjungi istrinya supaya tidak ada yang tahu kapan dan bagaimana perempuan itu mengandung. Ketika Uria tidak mau mengunjungi istrinya, Daud mengadakan persekongkolan dengan bawahannya, jenderal Yoab, untuk membunuh Uria, guna menutupi pengkhianatan dan perzinaan yang memalukan itu. Beberapa waktu kemudian, Nabi Natan datang kepada Daud dan menyatakan murka Allah atas dosa-dosa perzinaan dan pembunuhan yang telah dilakukannya. Natan memperingatkan bahwa Daud akan mengalami peperangan selama sisa hidupnya sebagai penghukuman bagi dosa-dosanya. Selanjutnya nabi itu menubuatkan bahwa ”engkau telah memberikan peluang yang besar kepada musuh-musuh Tuhan untuk menghina serta menghujat Tuhan, maka anak yang lahir bagimu itu akan mati” (2 Samuel 12:14, FAYH). Di sepanjang sejarah nubuat ini digenapi.

Kisah ini berlanjut. Perhatikan dengan saksama bahwa 2 Samuel 23:34 memberitahukan kepada kita bahwa Eliam, ayah Batsyeba, adalah anak Ahitofel, penasihat Daud. Dengan demikian, Ahitofel, perdana menteri Daud, adalah kakek dari Batsyeba. Setelah Daud berbuat dosa dengan Batsyeba dan membunuh Uria, pasti banyak orang di istana maupun para tentara yang tahu bahwa Daud adalah ayah dari anak yang dilahirkan oleh Batsyeba setelah kematian suaminya. Orang-orang pada zaman itu tahu bahwa lama kehamilan seorang wanita adalah sembilan bulan dan oleh sebab itu Raja Daud pastilah ayah dari anak yang dikandung oleh Batsyeba, janda yang kemudian dinikahinya itu.

Sebagai penasihat istana Daud, Ahitofel pasti sangat marah ketika mengetahui bahwa rajanya telah merenggut kehormatan cucu perempuannya dan membunuh Uria, suami cucunya, yang sama-sama bertugas sebagai tentara dengan putranya, Eliam (ayah Batsyeba). Akan tetapi, ia tidak dapat berbuat apa-apa untuk membalas dendam pada saat itu. Jika ia memarahi raja, nyawanya bisa-bisa melayang. Oleh karena itu, ia diam saja, menyembunyikan keinginan-keinginannya untuk membalas dendam selama bertahun-tahun sampai ia melihat adanya suatu kesempatan untuk menghancurkan Raja Daud. Orang-orang Arab mempunyai suatu pepatah yang menyatakan, ”Bahwa seseorang yang berusaha membalas dendam sebelum 40 tahun berlalu, telah bertindak buru-buru.”

Akhirnya setelah puluhan tahun menunggu, Absalom, putra Raja Daud yang suka memberontak, bangkit menentang  ayahnya yang sudah lanjut usia. Ini merupakan kesempatan bagi Ahitofel untuk membalas dendam atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan Daud terhadap keluarganya pada tahun-tahun sebelumnya. Ia menggabungkan diri dengan komplotan Absalom dan menawarkan diri untuk membunuh Daud secara pribadi. Akhirnya, kita dapat mengerti nasihat Ahitofel yang janggal kepada Absalom untuk berhubungan seks dengan gundik-gundik Daud sebagaimana raja telah mempermalukan cucunya. Demikian pula, ketika Daud melarikan diri dari Yerusalem, seorang laki-laki bernama Simei mengutuki raja dan melemparinya dengan batu sambil berkata, ”Sesungguhnya, engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah” (2 Samuel 16:8). Ketika pengawal Daud ingin membunuh orang ini, raja melarang mereka, dan menyatakan bahwa orang itu benar dan bahwa Allah telah menyuruhnya untuk mengutuki raja. Itu berarti, Raja Daud maupun pengikut-pengikutnya tahu benar mengapa Ahitofel turut serta dalam pemberontakan Absalom.

Ayat-ayat ini menyediakan beberapa petunjuk dan bukti yang akhirnya menolong kita untuk membuka tabir misteri pengkhianatan Ahitofel kepada Daud. Yang lebih penting lagi, petunjuk-petunjuk yang terserak dalam bagian-bagian Alkitab PL ini menyediakan suatu bukti yang sangat kuat mengenai kebenaran dan kejujuran laporan Alkitab tentang kehidupan Raja Daud. Tidak ada orang yang menulis sebuah cerita seperti ini dalam bentuk fiksi mau serta merta dapat menyembunyikan petunjuk-petunjuk ini sedemikian rupa sehingga misteri tentang motif pengkhianatan Ahitofel tidak bisa ditemukan selama ribuan tahun. Sekarang Anda tahu jalan cerita selanjutnya!

Daud menyesal akan dosanya dan bertobat. Akhirnya kita mengetahui dalam 2 Samuel 17 bahwa nasihat Ahitofel digagalkan. Lalu berkatalah Absalom dan setiap orang Israel: "Nasihat Husai, orang Arki itu, lebih baik dari pada nasihat Ahitofel." Sebab TUHAN telah memutuskan, bahwa nasihat Ahitofel yang baik itu digagalkan, dengan maksud supaya TUHAN mendatangkan celaka kepada Absalom (2 Samuel 17:14). Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri. Demikianlah ia mati, lalu ia dikuburkan dalam kuburan ayahnya (2 Samuel 17:23). 

Kita melihat akhir hidup Ahitofel yang menyedihkan karena Ahitofel merasa malu dan telah gagal dalam usahanya membunuh Raja Daud dan akhirnya memilih jalan yang juga dipilih Yudas Iskariot yang juga berkhianat yaitu bunuh diri karena penyesalan dan rasa malu serta merasa impian dan visinya telah gagal. Absalom dikisahkan mengalami kekalahan dan mati di bunuh oleh Yoab. Sangat disayangkan bukan?!

Jadi Alkitab tidak membeberkan secara terbuka motivasi dari pengkhianatan yang tidak masuk akal ini, seolah-olah alasannya sudah sangat jelas bagi orang-orang yang hidup pada masa itu, sehingga tidak perlu diterangkan lagi.

Akan tetapi, seseorang yang dengan jujur mencatat suatu urutan-urutan kejadian masa kini biasanya sering tidak menuliskan motif dari tindakan-tindakan seseorang karena motif tersebut sangat jelas bagi si penulis maupun bagi orang-orang yang hidup pada waktu kejadian-kejadian tersebut berlangsung.

Adanya bukti-bukti yang saling bersesuaian sebagaimana yang kita temukan dalam analisis ini memberikan bukti yang sangat kuat bahwa dokumentasi Alkitab adalah suatu catatan yang saksama dan dapat dipercaya mengenai kejadian-kejadian yang dipersoalkan.

Mengapa Adam dan Hawa tidak boleh makan buah Pohon Kehidupan

Filed under: Religion — dedewijaya at 7:54 am on Friday, May 26, 2006


Berfirmanlah
TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu
dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai
ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan
memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Dalam Alkitab kitab Kejadian Pasal 2, kita ketahui bahwa pada waktu Adam
dan Hawa tinggal dan hidup di Taman Eden, makanan mereka adalah buah-buahan
(alias mereka Vegetarian) dari berbagai jenis pohon yang ada di Taman Allah
atau Taman Eden.

2:9
Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan
yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman
itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

2:16.
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam
taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

2:17
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah
kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau
mati."

Awalnya Allah
memberikan perintah bahwa mereka bebas makan buah dari segala macam pohon di
Taman Eden kecuali buah dari Pohon Pengetahuan yang Baik dan Jahat yang
terletak ditengah-tengah Taman (Kej 3:3). Mereka bebas makan berbagai buah apa
saja dari berbagai pohon termasuk buah dari Pohon Kehidupan yang terletak
ditengah-tengah taman (Kej 2:9).

Jadi
di tengah-tengah Taman Eden ada dua pohon yaitu Pohon Kehidupan dan Pohon
Pengetahuan yang Baik dan Jahat. Namun kisah Alkitab selanjutnya mengatakan
bahwa setelah manusia jatuh dalam dosa karena melanggar Larangan Tuhan yang
pertama, mereka (Adam dan Hawa) dilarang makan buah dari Pohon Kehidupan.
Mengapa demikian? Mengapa terjadi perubahan? Kok mereka dilarang makan dari
buah Pohon Kehidupan padahal sebelum jatuh dalam dosa Allah membebaskan mereka
makan buah Pohon Kehidupan?

Jawabannya kita temukan dalam Kej 3:22 yang berkata:

Berfirmanlah
TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu
dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai
ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan
memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Jadi Adam dan Hawa
dilarang makan buah Pohon Kehidupan setelah mereka jatuh dalam dosa karena jika
mereka makan buah ini mereka akan hidup selama-lamanya (kekal)
dalam keadaan berdosa.
Inilah alasannya mengapa Adam dan Hawa tidak
boleh makan buah Pohon Kehidupan setelah mereka jatuh dalam dosa.

Maka jalan terbaik yang
Allah lakukan adalah:

Lalu
TUHAN Allah mengusir manusia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari
mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden
ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan
menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan
(Kej 3:23-24).

Daud dan Goliat

Filed under: Religion — dedewijaya at 1:28 am on Thursday, May 25, 2006

Kisah Daud dan Goliat sudah tidak asing lagi bagi kita. Kisah ini kita ketahui sejak dari Sekolah Minggu (Sunday School). Kisah ini merupakan salah satu cerita Alkitab yang paling terkenal. Pada masa itu, orang-orang Yahudi berada di bawah domiansi orang-orang Filistin yang brutal. Pada waktu itu bangsa Filistin mengajak satu orang raksasa sebagai pendekar utama mereka yang perkasa, yaitu Goliat. Pasukan Israel sedang berhadap-hadapan dengan pasukan Filistin. Raja Israel waktu itu, Saul tidak dapat menemukan seorang Israel yang cukup berani untuk melakukan duel satu lawan satu dengan pahlawan raksasa Filistin yang menantang duel untuk menentukan pihak mana yang akan takluk.

Ada beberapa perincian atau kesesuaian dalam Alkitab yang memberikan bukti yang sangat kuat bahwa kisah ini sungguh terjadi. Dari Alkitab kita tahu bahwa Goliat adalah keturunan Raksasa dengan ciri-ciri: tinggi 6 hasta sejengkal (2,82 meter atau hampir mencapai 3 meter). Dia berasal dari Gat. ”Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal.” (I Sam 17:4). Gat adalah salah satu dari kota-kota tempat kediaman orang-orang Anakim atau Enak yang adalah keturunan raksasa.

Bilangan 13:32 mengisahkan kisah 12 pengintai Israel yang memasuki Kanaan, mereka diliputi ketakutan terhadap keturunan raksasa yang hidup di tanah Kanaan. Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.”

Bagian lain yaitu kitab Yosua memberitahukan pada kita bahwa Gat merupakan tempat kediaman orang-orang Anakim atau Enak yang berasal dari keturunan raksasa. ”Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua. Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal” (Yosua 11:21-22). Jadi hanya ada 3 kota di Israel yang didiami sisa-sisa keturunan para raksasa yang masih hidup yang tidak ditumpas.

Kesesuaian yang menunjukkan bahwa 400 tahun setelah Kanaan ditaklukkan, Goliat tinggal di Gat (satu dari 3 kota yang ditempati keturunan para raksasa), merupakan suatu peneguhan menakjubkan yang membuktikan kebenaran dan kejujuran catatan Alkitab mengenai Daud dan Goliat. Dalam kesesuaian ini kita menemukan bahwa 3 kitab yang berbeda dari Alkitab yaitu Bilangan, Yosua dan Samuel meneguhkan ketepatan dari salah satu unsur di dalam kisah alkitab yang terkenal ini.

Satu keistimewaan lain dari kisah Daud dan Goliat yaitu mengapa Daud mengambil ”lima batu yang licin” bagi umbannya jika ia sudah tahu bahwa Allah akan mengarahkan umbannya sehingga ia pasti dapat membunuh raksasa Filistin itu dengan menggunakan satu batu saja? Apakah Daud tidak mempunyai cukup iman dalam mengandalkan kuasa supranatural Allah yang mampu melakukan mujizat dan membinasakan musuh besar bangsa Israel itu?

Jika kita baca I Samuel 17:45-47 tentu kita tahu bahwa Daud beriman Goliat pasti kalah. Tetapi Daud menjawab, “Engkau datang melawanku dengan pedang, tombak dan lembing, tetapi aku datang melawanmu dengan nama TUHAN Yang Mahakuasa, Allah tentara Israel yang kauhina itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau kepadaku; engkau akan kukalahkan dan kepalamu akan kupenggal. Tubuhmu dan tubuh prajurit-prajurit Filistin akan kuberikan kepada burung dan binatang supaya dimakan. Maka seluruh dunia akan tahu bahwa kami bangsa Israel mempunyai Allah yang kami sembah, dan semua orang di sini akan melihat bahwa TUHAN tidak memerlukan pedang atau tombak untuk menyelamatkan umat-Nya. Dialah yang menentukan jalan peperangan ini dan Dia akan menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Namun hal ini dapat kita mengerti dalam Alkitab ketika kita membaca II Samuel 21:22, Nabi Samuel menulis ”Keempat orang yang dibunuh oleh Daud dan pasukannya itu, adalah keturunan raksasa di Gat.” Dari ayat ini kita tahu ternyata Goliat bukan satu-satunya raksasa dalam keluarganya. Ayah Goliat adalah raksasa yang mempunyai 5 putra yang semuanya berjuang membela bangsa Filistin. Keempat saudara laki-laki Goliat juga merupakan raksasa-raksasa yang pada akhirnya mati dalam duel dengan pahlawan-pahlawan Daud yang gagah perkasa. Jadi ketika Daud mengambil 5 batu licin bagi umbannya, ia bersikap bijak, yakni bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan bahwa keempat saudara laki-laki Goliat bisa ikut serta dalam pertempuran tersebut setelah Goliat dibunuhnya. Sehingga ia membutuhkan keempat batu lainnya untuk mengalahkan keempat raksasa itu. Namun jelas pada akhirnya keempat raksasa selain Goliat dibunuh oleh pahlawan-pahlawan Daud.

Kita melihat iman Daud yang mengandalkan Allah dengan melakukan bagian yang seharusnya dia lakukan dan mempersilahkan Allah melakukan bagian-Nya. Ajaib bukan?

Belajar Dari Yusuf

Filed under: Religion — dedewijaya at 12:58 am on Thursday, May 25, 2006

Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

Siapa yang tidak kenal tokoh Alkitab yang satu ini, Yusuf anak Yakub dalam Perjanjian Lama? Dia orang yang dikenal sebagai anak kesayangan atau anak emas Yakub dari istri yang paling dikasihinya Rahel, karena Yusuf lahir pada masa tua Yakub.
Yusuf merupakan buah kasih atau anak dari Yakub dan Rahel, yang mengalami serangkaian proses pembentukan dan persiapan dari Allah untuk menjadikan dia pemimpin dan penyelamat bagi bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain. Yusuf menjadi orang kedua atau orang kepercayaan dalam Istana Raja Firaun dengan jabatan Perdana Menteri/Mangkubumi/Pangeran Mesir/Raja Muda.

Awal mulanya pada usia 17 tahun, ABG (Anak Baru Gede) lho alias Usia Sweet Seventeen, Yusuf bermimpi dan menceritakan mimpi-mimpinya pada semua saudara-saudaranya bahwa mereka semua akan sujud menyembah kepada Yusuf termasuk ayah dan ibunya. Hal ini menyebabkan iri hati dan rasa cemburu yang dalam pada semua saudara-saudaranya terutama anak-anak selain Benyamin/Ben-Oni dan Yusuf apalagi Yusuf disayang secara berlebihan oleh Yakub, ayah mereka. Yusuf diberikan jubah yang maha indah dari ayahnya, Yakub dan menyebabkan iri hati saudara-saudaranya.

”Yusuf, tatkala berumur 17 tahun–jadi masih muda–biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya. Israel atau Yakub lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. (Kej 37:2-5)

Akhirnya mereka menyusun rencana dan berhasil menyingkirkan Yusuf dengan cara menjual Yusuf seharga 20 syikal perak kepada saudagar-saudagar Midian keturunan Ismael, yang membeli orang-orang untuk dijadikan budak dan diperjualbelikan sesampainya di Mesir. Di Mesir, Yusuf dibeli menjadi budak oleh Potifar, pegawai istana Firaun, yang juga kepala pengawal Firaun. Yusuf yang secara fisik tampan dan berperilaku baik berulangkali berhasil dalam segala pekerjaan yang dipercayakan kepada dia karena Alkitab berkata Allah menyertainya. Namun karena dituduh berzina atau memperkosa istri Potifar, akhirnya Potifar menyebabkan Yusuf dijebloskan ke dalam penjara karena Potifar termakan atau percaya perkataan istrinya.

Dalam kisah selanjutnya, Yusuf dipercaya oleh kepala penjara dan tetap setia pada Allah. Lewat kedua mimpi Juru Minuman dan Juru Roti Raja Firaun yang diberitahukan artinya oleh Yusuf, akhirnya terjadilah sesuai pemberitahuan Yusuf bahwa 3 hari kemudian, Juru Roti Firaun mati digantung sesuai arti mimpinya. Dan Juru Minuman Raja diangkat kembali pada posisinya semula yaitu menjadi Juru Minuman Raja Firaun kembali, 3 hari kemudian. Setelah lewat 2 tahun, Raja Firaun bermimpi dan Juru Minuman ingat bahwa ada Yusuf yang pernah menafsirkan mimpinya secara tepat. Akhirnya Yusuf -yang berusia 30 tahun- dipanggil menghadap Firaun dan berhasil mengartikan mimpi Raja Firaun serta diangkat menjadi penguasa atas seluruh Mesir dibawah kekuasaan Firaun.

Singkat cerita dalam usia yang relatif muda, 30 tahun, Yusuf sukses dan Yusuf menjadi Orang Kedua dibawah Firaun. Olehnya, Allah menjaga kehidupan dan memelihara kehidupan bangsa Israel dan banyak bangsa yang kelaparan yang datang ke Mesir waktu itu. Sampai akhir hidup Yusuf, orang Israel terjamin hidupnya di Tanah Gosyen di Mesir.

Dari tokoh Yusuf kita belajar bahwa dia adalah orang yang hidup takut akan Tuhan yang menjaga kekudusan hidupnya sebagai seorang pemuda yang ditawari kenikmatan dunia, namun memilih lebih takut pada Allah daripada manusia. Yusuf juga seorang yang terkenal karena sangat mengasihi keluarganya, punya hati mengampuni saudara-saudara dalam keluarganya, tidak mengingat-ingat kesalahan. Perkataannya yang terkenal dalam Alkitab yang dicatat dalam Kkejadian pasal terakhir yaitu ”Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”

Yusuf orang yang bertanggungjawab dalam setiap tugas yang dipercayakan kepadanya, mulai dari perkara kecil sampai dipercayakan perkara-perkara atau tanggungjawab yang besar, dia berhasil dengan sepenuh hati mengerjakan semuanya. Dia adalah seorang yang rendah hati dan punya hati mengasihi, meskipun punya kesuksesan yang luarbiasa. Dia juga orang yang tidak menyalahkan Tuhan atau mengeluh dan bersungut-sungut untuk hal-hal buruk yang menimpa hidupnya. Dia adalah sang Visioner yang melangkah bersama-sama Tuhan dalam lintasan yang tepat dengan cara-cara yang berkenan dihadapan Tuhan.

Akhir kata dia adalah orang yang mengandalkan Tuhan dalam segala aspek hidupnya. Dia adalah teladan manusia unggul yang disertai Tuhan Sehingga Alkitab berkata ”TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam segala sesuatu yang dikerjakannya”

HUMOR: SEMUANYA ADA DI SINI

Filed under: JOKE / HUMOR — dedewijaya at 5:34 am on Monday, May 8, 2006

Golongan darah Yesus

Sebuah percakapan setelah selesai suatu kebaktian. “Tahukah kamu golongan
darah Yesus?”
“Tak mungkin ada yang tahu. Kamu tahu?”
“Ya, golongan darahNya ‘O’”
“Bagaimana kamu tahu?” “Kan ada di Kidung Jemaat no. 36, ‘O, darah Tuhanku’.”

Doa tilang
Setelah mencari-cari tempat parkir selama 20 menit, seorang pengemudi mobil nekad memarkir mobilnya ditempat dilarang parkir. Pengemudi ini kemudian menulis pada sebuah kertas dan diselipkan di kaca mobilnya berbunyi: Karena saya sudah berkeliling tempat ini selama 20 menit dan tidak dapat tempat parkir juga, maka saya terpaksa parkir ditempat ini dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.

Setelah pengemudi itu kembali pada mobilnya, ia dapatkan surat tanda tilang (bukti pelanggaran) dan ada tulisan dari petugas kepolisian berbunyi: Karena saya sudah berkeliling ditempat ini selama 20 tahun dan menindak setiap pengemudi yang tidak disiplin, maka terpaksa saudara tetap kami tilang dan janganlah membawa kami kedalam pencobaan

Masuk tentara, Ucok Gak Mau Masuk Surga
Suatu pagi dikelas sebuah sekolah taman kanak-kanak. Bu guru bertanya kepada anak muridnya.
Bu Guru : “Siapa yang mau masuk sorga acungkan jarinya..??”
Murid : “Saya Bu Guruuuuuuuu….”
Hampir semua murid dikelas tersebut mengacungkan jarinya, namun hanya satu anak yang tidak mengacungkan jarinya.
Maka bertanyalah guru tersebut.
Bu Guru : “Ucok, kenapa kamu tidak mau masuk sorga?”
Ucok : “Saya tidak mau masuk sorga Bu, saya ingin masuk tentara”

SIAPA YANG BAYAR?

Seorang laki-laki terkena serangan jantung yang serius dan harus menjalani operasi by pass. Dia dirawat oleh para suster (biarawati) di Rumah Sakit Katholik. Ketika ia sembuh, seorang biarawati menanyainya bagaimana ia akan membayar perawatan itu. Ia ditanya apakah memiliki asuransi kesehatan. Dia menjawab, “Tak memiliki asuransi kesehatan”. Suster itu melanjutkan menanya apakah ia memiliki uang di bank. Ia menjawab, “Tak ada uang di bank.” Suster bertanya, “Apakah kamu ada famili yang bisa menolong kamu?”

Ia menjawab ia hanya mempunyai satu saudara perempuan yang tidak kawin yang menjadi biarawati. Suster itu agak tersinggung dan berkata keras bahwa, “Biarawati bukannya tidak kawin. Mereka kawin dengan Tuhan!” Pasien itu menjawab, “Kirim kwitansinya ke ipar saya.”

Doa seorang kakek

Di bis. Andi melihat seorang kakek-kakek yg tdk kebagian kursi.
Andi : “Silahkan duduk, kek.”
Kakek : “Terimakasih banyak. Anda baik sekali. Saya doakan semoga anda mati hari ini dan langsung masuk surga.”
Andi :”?????????????????!!!!!!!!!!!!”

Nilai untuk Tuhan

Seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan ujiannya di suatu Sekolah Alkitab tidak begitu siap. Ketika ia sampai ke sebuah pertanyaan yang sulit, ia menuliskan, “HANYA TUHAN YANG TAHU!” sebagai jawabnya.

Ketika kertas ujian itu dikembalikan, disitu tertulis dengan tinta merah, “Tuhan mendapat nilai ‘A’, dan Anda mendapat “F”.

Memerlukan doa

Seorang anak datang ke seorang pendeta meminta padanya datang ke rumahnya untuk mendoakan ibunya yang sedang sakit flu berat.

Pendeta itu kenal keluarga tersebut dan tahu bahwa mereka biasa pergi ke gereja lain. Pendeta itu bertanya pada anak itu, “Mengapa kamu tidak minta pendeta Simon saja yang datang mendoakan ibumu?”

Anak itu menjawab, “Kami khawatir ia tertular ibu saya.”

Takut gelap

Seorang anak kecil takut akan gelap. Suatu malam ibunya berkata padanya untuk ke beranda mengambil sapu. Anak kecil itu berkata pada ibunya, “Mama, saya tak mau ke sana. Di situ gelap.” Ibunya tersenyum, “Kamu tak perlu takut akan gelap. Yesus ada di sana. Ia akan melindungi kamu.”

Anak kecil itu memandang ibunya, “Apakah ibu yakin Dia ada di sana?”

“Tentu saja,” jawab ibunya, “Ia ada di mana-mana, dan Ia selalu siap menolong kamu bila kamu memerlukanNya.”

Anak itu berpikir sejenak kemudian ia mengendap-mengendap ke pintu dan membukanya sedikit. Sambil mengintip keluar, ia berteriak, “Yesus, bila Engkau ada di sana, maukah Engkau mengambilkan sapu?”

JAWABAN JEMAAT

Di suatu tempat, ada banyak gereja yang dikenal sebagai gereja “menjawab kembali.” Bila pendeta mengatakan sesuatu, jemaat langsung menjawab.

Pada suatu hari Minggu, seorang pendeta berbicara bagaimana membuat gereja lebih baik. Ia berkata “Bila gereja ini harus lebih baik, ia harus bangun dari tempat tidurnya dan berjalan.” Jemaat menjawab “Biarkan jalan, pendeta, biarkan jalan.”

Tersemangati oleh jawaban itu, pendeta itu melanjutkan. “Bila gereja kita harus menjadi lebih baik, ia harus menyingkirkan penghalang-penghalangnya dan lari!” Jemaat menjawab “Biarkan lari, pendeta, biarkan lari.”

Dan sekarang benar-benar isi pesannya, ia berkata lebih keras. “Bila gereja kita harus menjadi lebih baik, ia harus memasang sayapnya dan terbang!” Jemaat menjawab “Biarkan terbang, pendeta, biarkan terbang.”

Suara pendeta makin keras. “ Bila gereja ini harus terbang, ini memerlukan biaya!” Jemaat menjawab “Biarkan jalan, pendeta, biarkan jalan.”

Iman selalu menolong

Seorang guru sekolah minggu yang masih baru berusaha membuka lemari yang berisi perlengkapan mengajar. Ia sudah diberitahu nomor kombinasi untuk lemari itu, tetapi ia lupa. Akhirnya ia pergi ke kamar kerja pendeta untuk minta tolong. Pendeta itu datang ke ruang perlengkapan dan mencoba memutar nomor kombinasi. Setelah memutar dua nomor pertama pendeta tampak ragu-ragu. Akhirnya ia menengadah ke atas dan dengan khidmat mulutnya mengucapkan sesuatu. Kemudian ia kembali melihat ke kunci kombinasi dan tanpa ragu-ragu ia memutar nomor kombinasi dan membuka kuncinya.

Guru sekolah minggu itu sangat takjub, “Saya sangat mengagumi iman Anda pak.”
“Sebenarnya bukan apa-apa,” jawab pendeta itu, “Nomor itu saya tempel di langit-langit.” 

Doa pagi

Tuhan yang Mahabaik,
Pada hari yang baru ini, sebegitu jauh, aku telah berlaku baik.
Aku tidak melakukan gosip dan tidak kehilangan kesabaran.
Aku tidak marah-marah, tidak berlaku buruk dan tidak juga mementingkan diri sendiri, saya gembira akan hal ini.
Tetapi, dalam beberapa menit ini aku akan bangun dari tempat tidurku , dan mulai saat itu aku mungkin perlu banyak pertolonganMu.
Terima kasih Tuhan,
Amin

 

Test pemahaman Alkitab

Suatu sekolah bermaksud menguji sinyalemen bahwa pengetahuan Alkitab anak-anak muda sekarang sangat kurang. Untuk itu dibuatnya suatu test bagi siswa-siswi sekolah itu. Salah satu pertanyaan adalah, “Siapakah tokoh yang ditelan ikan paus dan hidup selama beberapa hari di perutnya?”
Dan kebanyakan jawabnya adalah …. Pinokio!

Dahulu kala disebuah kerajaan anjing mempunyai kebiasaan yang aneh,
yaitu setiap anjing ketika kencing selalu
 mengangkat kakinya satu. Kebiasaan kencing seperti ini diawali oleh
kisah seekor anjing di kerajaan yang  secara tidak sengaja Pipis di bawah pohon.
Saking kebelet menahan pipis, anjing itu seenaknya saja kencing di
bawahnya. Dan tiba-tiba “BRUUUUKK”, pohon tersebutroboh menimpanya “Adaaouwww”,

   “Kaing….kaiiiiing…”, anjing itu itupun mati.

     Akhirnya dari pengalaman yang di alami oleh si anjing, Sang Raja Anjing membuat pengumuman yang mewajibkan setiap anjing dan keturunannya jika kencing di bawah pohon supaya kakinya
diangkat satu untuk menahan pohon agar tidak roboh menimpanya. Sampai sekarang kebiasaan tersebut masih berlaku.

Orang Kristen Dewasa

Oleh : Ev. Tony Wibawa

Seseorang bangga bila ia dikatakan telah dewasa, karena dengan demikian ia diakui sebagai suatu pribadi yang dapat diandalkan baik bagi diri sendiri maupun bagi keluarga dan masyarakat. Seseorang dewasa mempunyai ciri sebagai orang yang mengerti tugas dan tanggung jawabnya.Atau dengan kata lain sudah dapat bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri, bukan orang tua atau keluarga.

Demikian juga dalam kehidupan sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus yang disebut juga orang Kristen, harus menjadi dewasa Rohaninya. Kedewasaan dalam fisik tidak selalu diikuti dengan kedewasaan dalam roh. Ada orang yang fisiknya telah mempunyai umur yang dapat dikategorikan dewasa, namun roh/jiwanya masih kekanak-kanakan. Tapi ada juga jiwa atau rohnya dewasa namun usia fisik relatif masih muda atau anak-anak. Jadi “Langkah apakah yang harus kita lakukan untuk dapat menjadi orang Kristen dewasa ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, maka dibawah ini diuraikan 6 langkah untuk menjadi orang Kristen dewasa yaitu :

1. Kita berdoa harus dengan keyakinan.Yakobus 5:16b Yang sangat utama di dalam kehidupan rohani kita adalah iman atau keyakinan.Lawan atau yang berseberangan dengan iman adalah keraguan atau kekhawatiran.Keraguan atau kekhawatiran timbul terhadap sesuatu, karena kita mempunyai bayangan buruk yang akan terjadi. Lain halnya kalau kita hanya mempunyai bayangan yang baik atau indah, maka kita tidak akan ragu atau khawatir. Dengan kata lain kita mempunyaI hati yang mendua, yang buruk atau yang baik akan terjadi. Bagi kita orang Kristen dewasa, kita hanya mempunyai bayangan bahwa yang terjadi adalah yang baik.

2. Kita hidup bersungguh-sungguh dalam Tuhan. Tuhan menginginkan kita, supaya kerajinan beribadah pada Tuhan tidak kendor, meskipun tantangan dan masalah hidup silih berganti. Roh yang ada di dalam kita, harus bernyala-nyala dengan rajin menyembah dan berdoa serta melayani Tuhan Roma 12:11Dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang bermuatan kasih kepada sesama kita manusia, orang Kristen dewasa akan senantiasa hidup penuh kesungguhan melakukan kehendak Tuhan.

3.Kita hidup dengan penuh kasih kepada Tuhan Markus 12:30. Segalanya yang ada pada diri kita, kita persembahkan untuk Tuhan, baik hati kita, jiwa kita, akal budi kita dan kekuatan kita.Tuhan menginginkan kita mempersembahkan hidup kita seutuhnya,roh,jiwa dan tubuh. Sehingga orang Kristen dewasa, mempunyai komitmen bahwa hidupnya bukan dia lagi, melainkan Kristus yang hidup dalam dia. Pernyataan ini hanya dapat kita pahami, apabila memahami bukan dengan pikiran manusia tetapi dengan hikmat dari Allah, 1 Korintus 2:14. Minta hikmat dari Tuhan yang dapat menolong kita melalui Roh Kudus-Nya.

4. Kita tumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah Kolose 1:9-10. Dengan sikap yang sangat ingin tahu kehendak Tuhan kepada kita, maka kita akan tekun membaca Alkitab untuk mengetahui apa yang telah di firmankan Tuhan bagi kita. Mencari pengertian yang benar tentang firman Allah, supaya kita mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. Sehingga hidup kita layak dan berkenan di hadapan Allah,dalam segala hal. Kita juga harus memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.

Apabila telah kita dapatkan kebenaran dan yakin , maka kita harus tetap berpegang pada kebenaran itu.Kita tidak perlu lagi mempertanyakannya, tetapi mengaminkannya dan melakukan dalam hidup kita sehari-hari. Sebab tulisan yang diilhamkan Allah (firman), berguna untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran,

Dalam Roma 10:17 dikatakan, iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus. Kita harus aktif untuk meningkatkan iman percaya kita kepada Tuhan , melalui fasilitas panca indera kita. Misalnya bila kita membaca Alkitab, sebaiknya membaca dengan bersuara, tidak berdiam saja, karena besar pengaruhnya pada pertumbuhan iman kita. Sama halnya apabila kita berdoa, berdoalah dengan bersuara agar bisa berdoa dengan sepenuh hati yaitu menyatunya roh, jiwa dan tubuh.

5. Kita harus memiliki iman yang dahsyat. Dalam hal ini kita harus mencontoh iman Abraham,dimana terhadap janji Allah ia tidak bimbang, karena ia yakin bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Keyakinan atau prinsip ini, diperhitungkan Allah kepada kita sebagai kebenaran.

6. Kita harus tekun dan sabar Ibrani 12:3. Sikap hidup tekun dan sabar, telah diberi contoh oleh Tuhan Yesus sewaktu Ia berada di dunia ini.Meskipun berbagai bantahan atau celaan dilontarkan kepada-Nya, namun Ia tidak marah. Malahan dalam doa Tuhan Yesus diatas kayu salib, memohon kepada Bapak-Nya untuk mengampuni mereka yang telah berbuat kasar dan menyalibkan-Nya Ia tidak memohon pembalasan yang setimpal dengan perbuatan mereka, tetapi ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Amin.

DIMANA HARTAMU BERADA?

Setiap hari Minggu tiba pastilah semua orang Kristen pergi ke gereja,
ya kan?!! Setelah menyiapkan pakaian, Alkitab dan kendaraan, tidak
lupa juga saya menyiapkan uang … ini penting loh!! Saya menyiapkan
uang pecahan yang komplit, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000,Rp 5.000,
Rp 1.000, Rp 500, Rp 100 (komplit khan!) Semua uang pecahan itu ada
gunanya, mau tahu……?

1. Pecahan Rp 50.000,00 untuk ngajak doi jalan2 ke mall ‘n makan-
makan usai kebaktian di gereja.
2. Pecahan Rp 20.000,00 untuk isi bensin mobil aye.
3. Pecahan Rp 10.000,00 untuk uang tol (abisnya suka bangun
kesiangan).
4. Pecahan Rp 5.000,00 untuk sarapan pagi (nasi goreng special pake
telor).
5. Pecahan Rp 1.000,00 untuk uang parkir.
6. Pecahan Rp 100, pasti orang Jakarta udah tahu, apa lagi kalau
bukan untuk pak ogah.

Nah, pecahan Rp 500 untuk apa???
Yah… apalagi kalau bukan untuk kolekte….!?!
(Sumber : E-Humor)

dedewijaya.blogs.friendster.com/my_blog

Kausa Prima

Filed under: Science — dedewijaya at 5:29 am on Monday, May 8, 2006

Dulu sewaktu masih sekolah, kita pernah belajar dalam mata pelajaran PPKN (Pendidikan Pancasila dan KewargaNegaraan) atau PMP (Pendidikan Moral Pancasila). Dari sekian banyak materi yang disampaikan selalu salah satunya membahas mengenai istilah Kausa Prima. Betul tidak?
Bertahun-tahun lalu, para filsuf menetapkan nama First Cause (Kausa Prima atau Penyebab Pertama) untuk menggambarkan kuasa supranatural yang cerdas yang telah menciptakan alam semesta kita. Seseorang pernah menganalisis sifat-sifat Penyebab Pertama dengan cara membandingkan sifat-sifat dari Penyebab Pertama, Sang Pencipta, dan sifat-sifat alam semesta.

Penyebab Pertama dari adanya Ruang yang tak terhingga luasnya pstilah mempunyai jangkauan yang tidak terbatas.
Penyebab Pertama dari adanya Waktu yang tidak berkesudahan pasti kekal.
Penyebab Pertama dari adanya Gerakan yang berlangsung terus-menerus pasti mahakuasa.
Penyebab Pertama dari adanya Keanekaragaman yang tak terbatas pasti mempunyai fenomena yang dapat hadir dimana-mana pada satu saat yang sama/mahahadir.
Penyebab Pertama dari adanya Kerumitan yang luar biasa pasti sangat cerdas dan mahatahu.
Penyebab Pertama dari adanya Kesadaran pasti bersifat pribadi.
Penyebab Pertama dari adanya Perasaan pasti emosional.
Penyebab Pertama dari adanya Kemauan pasti mempunyai kehendak.
Penyebab Pertama dari adanya Nilai-nilai Etis pasti bermoral.
Penyebab Pertama dari adanya Nilai-nilai Agama pasti rohani.
Penyebab Pertama dari adanya Nilai-nilai Keindahan pasti indah.
Penyebab Pertama dari adanya Kebenaran pasti kudus.
Penyebab Pertama dari adanya Keadilan pasti adil.
Penyebab Pertama dari adanya Kasih pasti penuh kasih.
Penyebab Pertama dari adanya Kehidupan pasti hidup.

Analisis ini memperlihatkan bahwa Penyebab Pertama dari adanya segala sesuatu, yakni Sang Pencipta, pasti tidak terbatas, kekal, mahakuasa, dapat hadir di mana-mana dalam satu saat yang sama atau mahahadir, mahatahu, bersifat pribadi, emosional, mempunyai kehendak, bermoral, rohani, estetis (indah), kudus, adil, penuh kasih, dan hidup. Bila kita meneliti sifat Allah sebagaimana yang dinyatakan melalui Alkitab, betapa kita mendapati bahwa sesungguhnya kodrat Allah yang kudus persis seperti yang dilukiskan di atas. Sungguh Sangat Indah bukan?

Tujuh Keajaiban Firman Tuhan

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 5:23 am on Monday, May 8, 2006

Kita sering mendengar mengenai Tujuh Keajaiban Dunia yang dikagumi manusia dari berbagai zaman, misalnya Candi Borobudur di negara kita, Indonesia. Namun tahukah Anda bahwa Kitab Suci kita yaitu Alkitab -yang terdiri dari 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru- memanifestasikan Tujuh Keajaiban Firman Tuhan yaitu:

Keajaiban formasinya
Bagaimana Kitab Suci berkembang dari kelima kitab pertama yang ditulis oleh Musa samapai menjadi 39 kitab Perjanjian Lama (PL), dan kemudian bertambah dengan 27 kitab Perjanjian Baru (PB) pada abad pertama dari era kehidupan kita, merupakan salah satu misteri terbesar dari segala zaman.

Keajaiban kesatuannya
Alkitab adalah suatu perpustakaan komplit yang terdiri dari 66 kitab dan ditulis oleh 44 penulis yang berbeda dalam jangka waktu 16 abad. Penulis-penulisnya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda-termasuk beberapa raja Israel, pejuang, gembala, penyair, tabib dan nelayan. Namun Alkitab adalah buku yang paling menyatu di dunia, berisi suatu pewahyuan yang secara progresif menyampaikan pesan-pesan dari Allah tanpa sedikit pun saling kontradiksi.

Keajaiban usianya
Alkitab dapat dipastikan merupakan kitab yang paling tua di dunia, diawali dengan ke-5 buku pertama yang ditulis oleh Musa 35 abad yang lalu. Tulisan purbakala lain apalagi yang dibaca setiap hari oleh ratusan juta manusia yang mendapatkan jawaban bagi berbagai urusan dan masalah yang sedang mereka hadapi?

Keajaiban penjualannya
Walaupun Alkitab adalah buku tertua dan terpopuler di dunia, kelarisannya dari tahun ke tahun merupakan suatu fakta yang paling mengherankan di bidang penerbitan buku. Para sarjana memperkirakan bahwa lebih dari 2 miliar Alkitab telah diterbitkan di seluruh dunia. Pada tahun 1976, the American Bible Society (ABS) telah mencetak Alkitab mereka yang ke-2 miliar, lalu menghadiahkannya kepada Presiden Ford. Walaupun jumlah Alkitab yang ada di seluruh dunia luar biasa banyaknya, Alkitab lebih laris dari buku apa pun juga. Beberapa ratus juta terjual stiap tahun di seluruh dunia.

Keajaiban popularitasnya
Walaupun Alkitab ditulis lebih dari 2000 tahun lalu oleh penduduk purba Timur Tengah dalam suatu bentuk literatur yang bersifat ketimuran, Alkitab tetap merupakan buku yang paling menarik dan membangkitkan minat di dunia. Setiap tahun Alkitab dibaca oleh lebih dari 1 miliar orang dewasa dan anak-anak dari segala bangsa dan klasifikasi manusia di atas planet ini.

Keajaiban bahasanya
Kitab Suci ditulis dalam 3 bahasa: Ibrani, Aram dan Yunani oleh 44 penulis. Kebanyakan dari penulis ini tidak pernah mengecap pendidikan tinggi secara formal. Mereka juga tidak saling mengenal. Namun orang-orang paling bijak dari segala zaman mengakui Alkitab sebagai hasil karya literatur yang terbesar di dunia.

Keajaiban pemeliharaannya
Tidak ada buku lain dalam sejarah yang demikian ditentang, dibenci, dianiaya dan juga dibakar. Akan tetapi, walaupun telah ditentang selama ribuan tahun, Alkitab tidak hanya berhasil mempertahankan eksistensinya, Alkitab berkemenangan atas semua kaisar, raja dan diktator yang berusaha untuk membungkam berita keselamatan melalui darah Yesus Kristus.

Grant R Jeffrey. 2001. Tanda Tangan Allah. Jakarta: YPI Imanuel

Mengenal dan Belajar dari Tokoh Barnabas

Filed under: Religion — dedewijaya at 5:17 am on Monday, May 8, 2006

Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul. (Kisah Para Rasul 4:36-37)

Kita pasti tidak asing dengan tokoh ini. Kita pasti tahu bahwa ia adalah rekan sekerja rasul Paulus. Namun mungkin banyak juga yang perlu kita pelajari dari tokoh Alkitab yang bernama Barnabas. Mari saudara, kita mengikuti kisah Barnabas. Jangan salah, yang kita pelajari ialah Barnabas bukan Barabas sang penjahat atau kriminal yang dibebaskan sebagai pengganti Yesus yang disalib atau juga Barsabas, yang disebut Yusuf atau Yustus, calon Murid pengganti Yudas (Kis 1:23) dan Barsabas nama lain Yudas (Kis 15:22)

Barnabas (bukan Barsabas dalam Kis 1:23, meski sama-sama bernama Yusuf) yang bernama asli Yusuf oleh rasul-rasul disebut dengan nama Barnabas yang artinya anak penghiburan, dia seorang Yahudi, suku Lewi dari Siprus. -Pada masa itu hal yang wajar jika memiliki dua nama atau lebih. Karena ada nama Sebutan selain nama Asli.- Setelah Ia menjadi orang Percaya karena pemberitaan para rasul, ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya dan memberikannya kepada rasul-rasul. Ia termasuk jemaat mula-mula di Yerusalem. Ketika Paulus pertama kali datang ke jemaat Yerusalem, ia bertemu dengan Barnabas. Barnabas inilah yang memperkenalkan Paulus kepada para Rasul.

Barnabas diutus jemaat Yerusalem ke Antiokhia. Ia adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan beriman. Ia begitu bersukacita melihat kasih karunia Allah yang dikerjakan orang-orang Percaya yang memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan kepada orang Yahudi maupun Yunani. Hal ini terjadi setelah peristiwa kematian Stefanus yang mati dirajam batu. Menyaksikan itu, Barnabas menasihati jemaat Antiokhia, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan. Lalu ia pergi ke Tarsus dan mencari Saulus/Paulus dan mengajaknya serta ke Antiokhia dan mereka tinggal 1 tahun di Antiokhia sambil mengajar banyak orang. Sehingga jemaat Antiokhia untuk pertama kali mendapat sebutan ejekan ”Kristen” dari para penganiaya mereka.

Firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang. Kemudian Barnabas dan Paulus kembali ke Yerusalem dan membawa Yohanes Markus-keponakan Barnabas (Kol 4:10)-, ikut serta bersama mereka dalam Memberitakan Injil ke Antiokhia. Barnabas dan Paulus adalah pengajar, setelah didoakan dan ditumpangtangan, mereka diutus untuk tugas yang telah ditentukan Roh Kudus bagi mereka yaitu untuk memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi.
Akhirnya mereka bertiga, Barnabas, Paulus, dan Yohanes Markus memberitakan Injil kemana-mana, mereka menuju ke Pulau Siprus ke tempat asal Barnabas, dan berhasil membuat Gubernur Siprus, Sergius Paulus bertobat dan menjadi percaya karena takjub akan mujizat dan ajaran Tuhan. Dari Siprus mereka ke Perga di Pamfilia. Di Pamfilia, Markus meninggalkan mereka dan kembali ke Yerusalem. Barnabas dan Paulus pergi ke Antiokhia di Pisidia, Ikonium, Listra, Derbe, lalu kembali ke Listra, Ikonium, Antiokhia, Pamfilia, Perga dan tiba di Antiokhia (kis 13:14). Inilah perjalanan pertama Paulus dalam pekabaran Injil.

Di Antiokhia terjadi keributan tentang masalah Sunat. Ada penginjil dari Palestina yang menuntut orang yang menjadi Kristen harus disunat. Barnabas dan Paulus menolak hal ini. Setelah diutus ke Yerusalem dan diadakan sidang oleh para Rasul, maka Barnabas dan Paulus kembali ke Antiokhia dan menjelaskan hasil sidang Yerusalem yang memutuskan bahwa orang yang menjadi Kristen tidak perlu disunat dan namun mereka diminta supaya jangan makan makanan najis yang sudah dipersembahkan kepada berhala, atau makan daging binatang yang mati dicekik, atau makan darah. Dan juga supaya mereka menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang cabul. Barnabas dan Paulus benar dalam masalah ini (Kis 15:1-34)

Setelah itu, Paulus dan Barnabas mau mengadakan perjalan pekabaran Injil yang kedua. Kemudian terjadi perselisihan tajam antara Paulus dan Barnabas, karena masalah Yohanes Markus. Barnabas ingin Markus dibawa serta, namun Paulus menolak karena ketidaksetiaan Markus yaitu pernah meninggalkan mereka. Akhirnya mereka berpisah. Barnabas dan Yohanes Markus memberitakan Injil ke Siprus dan tempat-tempat lain. Barnabas dan Paulus tetap menjalin hubungan yang baik (Gal 2:9, 2 Tim 4:11).

Selanjutnya Alkitab kita tidak menceritakan lagi tentang Barnabas. Namun kitab Apokrifa berjudul Kisah Barnabas, yang menurut kitab ini ditulis Markus mengisahkan setelah perpisahan itu, Barnabas dan Markus ke Siprus melalui Laudikia, Korasium, Pulau Pitiusa, Anemirium. Barnabas dan Markus menjelajahi seluruh Siprus dan membuat tanda-tanda ajaib dengan menyembuhkan orang sakit, mengusir roh-roh jahat, dan memberitakan Injil Kristus. Banyak yang bertobat, diantaranya Timon, Ariston, dan Rhodon. Mereka selalu mengikuti perjalanan Barnabas di Siprus. Namun pemimpin-pemimpin orang yahudi sangat membenci Barnabas dan kawan-kawan, salah satunya bernama baryesus. Ia mencari jalan untuk membunuh Barnabas.
Lalu Barnabas dan Markus berlayar ke Salamis.

Baryesus sudah tiba di Salamis dan menghasut orang Yahudi di sana untuk membunuh Barnabas. Barnabas ditangkap dan diikat lalu dibawa ke Sinagoge dan keesokan harinya di bawa ke hadapan Hipatius, gubernur Salamis. Namun tibalah Eusebeus, orang Yebus (Yahudi) yang saleh di Siprus. Ia mendengar Barnabas yang telah ditangkap dan berhasil mempertobatkan banyak orang Yahudi menjadi Kristen. Eusebeus menjadi sangat marah, sehingga ia menyuruh orang-orang Yahudi membawa Barnabas ke luar kota pada malam hari saat ia akan dibunuh. Leher Barnabas diikat tali dan diseret dengan kuda dari sinagoge sampai ke luar kota. Di luar kota, Barnabas dibakar sampai tulangnya menjadi debu.

Orang-orang Yahudi bermaksud untuk membuang abu jenazah Barnabas ke laut. Namun Yohanes Markus, Timon, Ariston, dan Rhodon berhasil mencurinya pada malam hari. Lalu menyembunyikannya di sebuah gua di Salamis. Orang-orang Yahudi mengejar mereka, namun tidak berhasil ditangkap. Akhirnya, mereka menemukan kapal yang akan berlayar ke Aleksandria, sehingga mereka dapat tiba di sana dengan selamat.

Dari kisah di atas, kita belajar bahwa Barnabas seorang yang rela mempersembahkan harta benda miliknya bagi pekerjaan pemberitaan Injil dan mau menjadi alat Tuhan secara langsung, memberi hidupnya untuk melayani Tuhan dengan memberitakan Injil serta mau menerima orang dengan terbuka (seperti: Paulus dan Yohanes Markus) dan mengetahui potensi orang yang dia terima di kemudian hari dan memang terbukti bahwa Barnabas tidak salah dalam mempercayai orang. Biarlah kita meneladani tokoh Barnabas. Dengan rela mempersembahkan segala yang Tuhan telah berikan dan memiliki sikap terbuka serta menerima orang lain dan pandai melihat potensi orang yang kita terima atau kita percayai sebagai rekan sekerja dalam melayani Tuhan bagi kemuliaan Allah. Soli Deo Gloria.

Siapakah ”anak-anak Allah” dalam Kitab Kejadian 6?

Filed under: Religion — dedewijaya at 5:12 am on Monday, May 8, 2006

Kitab Kejadian pasal 6:1-7 berkata:
6:1. Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
6:3. Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”
6:4. Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
6:7 Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”

Pada waktu itu, hanya ada Set dan Kain dan anak-anak lain dari Adam dan Hawa. Set dan istrinya mempunyai anak bernama Enos. Set bagi Adam dan Hawa seperti pengganti Habel, orang yang Benar itu. Jadi Set pun bagi Adam dan Hawa seperti Habel, Benar di hadapan Allah.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa anak-anak Allah dalam Kej 6 ini adalah malaikat-malaikat yang telah jatuh dalam dosa dan menjadi pengikut Lusifer/Iblis, yaitu yang ”tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka” (Yud 6). Pendapat ini keliru. Kita tahu bahwa malaikat-malaikat itu adalah makhluk roh yang tanpa kelamin, jadi tidak mungkin mempunyai pengalaman seksual atau bisa kawin, serta tidak mungkin pula mempunyai anak. Ada penafsir yang berpendapat bahwa malaikat-malaikat jahat itu memakai tubuh manusia, sehingga ia sanggup melakukan perkawinan.

Hal ini mustahil dilihat dari sudut psikologi maupun fisiologis. Kita tahu betapa antara badan/tubuh, jiwa dan roh terjalin suatu hubungan yang erat sekali, dan tak dapat dipisahkan. Sebab roh, jiwa dan tubuh dijadikan bersama-sama, dan dipersatukan dalam satu ’KEPRIBADIAN MANUSIA’. Itulah sebabnya mengapa segala rangsangan terhadap tubuh adalah juga pengalaman jiwa. Bila malaikat-malaikat itu hanya mengambil tubuh manusia saja, lalu mendiaminya untuk beberapa waktu lamanya, maka pemakaian demikian tidak dapat menyebabkan mereka turut merasakan apa yang dialami oleh tubuh, karena mereka dengan tubuh manusia itu tidak dapat dipersatukan dalam satu kepribadian.

Ketika Tuhan Yesus datang ke dunia menjadi Juruselamat manusia, Ia tidak hanya diberi tubuh manusia lalu didiami-Nya untuk beberapa waktu lamanya. Dengan cara demikian Ia tak menjadi manusia yang sepenuhnya, karena bukan penjelmaan yang sesungguhnya. Anak Allah tidak hanya mengambil badan manusia melainkan juga SIFAT-SIFAT manusia. Dan untuk itu Ia harus diperanakkan. Jadi sekiranya anak-anak Allah dalam Kej 6 adalah malaikat-malakait berdosa, maka satu-satunya jalan bagi mereka untuk dapat menjadi manusia dan kawin serta mempunyai anak adalah dengan diperanakkan atau mengalami kelahiran sebagai manusia yang sungguh-sungguh manusia, yaitu dengan jalan inkarnasi dan dengan dilahirkan oleh ibu-ibu manusia tapi tanpa ayah manusia. Ini tentu mustahil!. Hanya Allah yang bisa yaitu Pribadi Yesus Kristus.

Kej 5:6-7 ”Pada waktu Set berumur 105 tahun, ia mendapat anak laki-laki, namanya Enos. Setelah itu Set masih hidup 807 tahun lagi dan mendapat anak-anak lain.”
Kej 4: 25-26 Adam dan istrinya mendapat seorang anak laki-laki lagi. Kata Hawa, “Allah telah memberi aku anak laki-laki sebagai ganti Habel, yang telah dibunuh oleh Kain.” Sebab itu Hawa menamakan anak itu Set. Set mempunyai anak laki-laki yang diberi nama Enos. Pada zaman itulah orang mulai menyebut nama TUHAN bila menyembah.
Jadi mulai zaman Enos, orang mulai menyebut nama TUHAN bila menyembah. Antara kejatuhan dan air bah keadaan moral manusia merosot sekali. Kej 3 menguraikan tentang kejatuhan manusia. Kej 4 tentang Kain dan semua keturunannya. –anak-anak manusia-. Kej 5 tentang Set dan semua keturunannya –anak-anak Allah-, Keturunan Set inilah yang disebut ”anak-anak Allah”. Sedangkan ”anak-anak manusia” adalah keturunan dari Kain dan beberapa anak Adam lainnya.
Dalam pasal 6, kedua garis keturunan itu bertemu dan bercampur, dengan akibat-akibat moral yang menyedihkan.

Pasal 7 tentang hukuman air bah yang dramatis dan mengesankan. Pemisahan kedua garis keturunan itu adalah mutlak; percampurannya merupakan bencana. Lalu Allah turun tangan dengan dahsyat; hukuman tak dapat dielakkan lagi, datnglah banjir besar, menghukum dosa dan menyelamatkan keturunan yang saleh. Inilah ajaran Alkitab pertama yang menyatakan betapa pentingnya orang Percaya memisahkan diri dari dosa dunia dan jangan berkompromi. Allah senantiaasa menghendaki supaya keturunan yang rohani itu ’keluar dan memisahkan diri’.

Jadi yang dimaksud dengan ”anak-anak Allah” bukanlah para malaikat pemberontak yang mengikuti jejak Lusifer/Iblis, namun ”anak-anak Allah” ialah keturunan Set, -pengganti Habel yang mati dibunuh Kain-, anak dari Adam dan Hawa.

Next Page »