DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

MISTERI MELKISEDEK

Filed under: Religion — dedewijaya at 8:41 pm on Wednesday, May 3, 2006

Ada Apa dengan Melkisedek?

Menarik memang membaca Alkitab mengenai kisah Melkisedek yang hanya tampil sementara atau referensi Alkitab tentangnya tidak begitu mendetail, sehingga kita kadang bertanya-tanya siapakah Melkisedek sebenarnya? Apakah dia Kristus Yesus atau hanya simbol dari Kristus Yesus? Apakah dia hanya manusia biasa yang menjadi imam Allah Yang Mahatinggi?

Kejadian 14:18-20
14:18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
14:19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,

14:20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Ibrani 7:1-10 berkata
7:1. Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia.

7:2 Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.
7:3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
7:4 Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik.
7:5 Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.

7:6 Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji.

7:7 Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.

7:8 Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.

7:9 Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan,

7:10 sebab ia masih berada dalam tubuh bapa leluhurnya, ketika Melkisedek menyongsong bapa leluhurnya itu.

Arti nama Melkisedek yaitu Raja Kebenaran/Keadilan (Bhs. Ibrani: Sedek=Raja/Dewa, Melek=adil). Raja Salem (=Yerusalem) yaitu Raja Damai Sejahtera.
Dia punya 2 jabatan Raja dan Imam.

The question as to who this mysterious personage was has given rise to
a great deal of modern speculation. It is an old tradition among the
Jews that he was Shem, the son of Noah, who may have survived to this
time.  Melchizedek was a Canaanitish prince, a worshipper of the true
God, and in his peculiar history and character an instructive type of
our Lord, the great High Priest Heb 5:6,7 6:20 One of the Amarna
tablets is from Ebed-Tob, king of Jerusalem, the successor of
Melchizedek, in which he claims the very attributes and dignity given
to Melchizedek in the Epistle to the Hebrews.


Pertanyaan siapakah orang terkemuka yang misterius ini, menimbulkan banyak spekulasi.
Tradisi Lama diantara orang-orang Yahudi mengatakan bahwa Melkisedek adalah Sem, anak Nuh, yang masih hidup pada waktu itu. Melkisedek adalah pangeran Kanaan (Canaanitish), penyembah Allah Yang Benar, dan sejarah hidupnya yang misterius dan karakternya mengandung pelajaran/perlambangan tipe Tuhan kita, Imam Besar Allah Yang Mahatinggi.
Salah satu Tablet Amarna dari Raja Yerusalem, Ebed-Tob, penerus Melkisedek, mengakui seluruh atribut dan  martabat diberikan ke Melkisedek dalam surat Ibrani kepada Orang Yahudi.

Raja Israel disebut "imam menurut peraturan Melkisedek" (Mazm 110:4).
Gelar itu diterapkan kepada Yesus Kristus sehingga Ia menjadi Imam yang lebih tinggi dari pada Lewi atau Harun (Ibr 7:1-28).

Di dalam PL disebutkan sebanyak dua kali. Ia adalah seorang raja dari Salem (=Yerusalem) dan Imam dari El-Elyon (Allah yang tertinggi). Melkisedek dipakai untuk menghubungkan tradisi Abraham dengan Yerusalem dan untuk mendasari persembahan  sepersepuluh kepada imamat Yerusalem. Episode kurban Melkisedek (roti dan anggur) barangkali adalah sebuah legenda ibadat dari bait kudus Yerusalem, yang diubah menjadi tradisi Israel pada zaman Daud. Mengenai para raja Israel maupun semua raja di daerah Timur tengah, nampaknya mereka  (raja-raja Israel) sekaligus dipandang menjadi imam pengganti imamat para Imam di Israel di Yerusalem. Hal itu nampak dalam teks yang kedua, yaitu ucapan Allah pada Mzm 110:4.

Di dalam PB. Surat Ibr (Ibr 5:6,10; 6:20; 7:1-28) mengartikan putusan Allah itu secara kristologis. keparalelan antara Yesus - Melkisedek ditarik sedemikian luasnya, sehingga Melkisedek menjadi pralambang sempurna untuk Yesus. Dengan demikian dipandang telah terbukti keagungan imamat Yesus di atas imamat Lewi, sebab imamat mereka di dalam Abraham membayar persembahan perpuluhan kepada Melkisedek.

Keimamatan menurut aturan Melkisedek (Keimamatan Kristus) lebih tinggi dari keimamatan Harun/Lewi karena:
1. Bapa Abraham memberikan persembahan perpuluhan
2. Melkisedek memberkati Abraham (Kej 14:19, Ibr 7:7)
3. Kaum Lewi, meski belum lahir, memberikan kepada Melkisedek persembahan perpuluhan lewat Abraham

4. Ketetapan keimamatannya dalam Kristus menyatakan pembatalan/pencabutan sistem keimamatan Lewi
5. Dia dijadikan Imam tanpa sumpah
6. Keimamatannya tidak dapat diubah/dibatalkan sekalipun oleh kematian. Aturan Melkisedek.

Nah, siapakah pribadi Melkisedek sesungguhnya? Apakah Kristus atau seorang manusia biasa yang punya jabatan Imam dan Raja?

Beberapa penafsir Alkitab menyatakan dia adalah Kristus, ada juga yang menyatakan dia manusia yang dipakai menjadi perlambangan Kristus, dikarenakan silsilah Melkisedek tidak diketahui oleh orang Yahudi dan tidak tercatat dalam sejarah siapa Ayah dan Ibunya, tidak ada keterangan atau catatan mengenai kelahirannya juga kematiannya sehingga penulis kitab Ibrani mengatakan ”Melkisedek sama seperti Yesus Kristus”.

Mengenai Ibrani 7:3

7:3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.

7:3 Without father, without mother, without descent, having neither beginning of days, nor end of life; but made like unto the Son of God; abideth a priest continually. –KJV–

(7:3 Mengenai Melkisedek ini tidak ada keterangan di mana pun bahwa ia mempunyai bapak atau ibu atau nenek moyang; tidak ada juga keterangan tentang kelahirannya, ataupun kematiannya. Ia sama seperti Anak Allah; ia adalah imam yang abadi. —Alkitab LAI BIS=Bahasa Indonesia Sehari-hari —)

Alkitab LAI BIS lebih jelas membahas Ibrani 7:1-28

” 7:1. Melkisedek ini adalah raja dari Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi. Waktu Abraham kembali dari pertempuran mengalahkan raja-raja, Melkisedek datang menyambut dia dan memberkatinya.

7:2 Maka Abraham memberikan kepada Melkisedek sepersepuluh dari segala apa yang direbutnya. (Nama Melkisedek berarti, pertama-tama, "Raja Keadilan"; dan karena ia raja dari Salem, maka namanya berarti juga "Raja Sejahtera".)

7:3 Mengenai Melkisedek ini tidak ada keterangan di mana pun bahwa ia mempunyai bapak atau ibu atau nenek moyang; tidak ada juga keterangan tentang kelahirannya, ataupun kematiannya. Ia sama seperti Anak Allah; ia adalah imam yang abadi.

7:4 Jadi, kita lihat di sini betapa besarnya Melkisedek ini; ia begitu besar sehingga Abraham, bapak leluhur bangsa kita, memberikan kepadanya sepersepuluh dari segala sesuatu yang didapatnya dari pertempuran itu.
7:5 Di dalam hukum agama Yahudi ditentukan bahwa imam-imam keturunan Lewi harus memungut sepersepuluh dari pendapatan umat Israel, yakni saudara-saudara mereka sendiri, walaupun mereka sama-sama keturunan Abraham.

7:6 Melkisedek bukan keturunan Lewi, namun ia menerima juga sepersepuluh dari segala yang direbut Abraham, dan memberkati pula Abraham yang justru sudah menerima janji-janji dari Allah.
7:7 Memang tidak bisa dibantah bahwa orang yang diberkati adalah lebih rendah daripada orang yang memberkatinya.

7:8 Imam-imam yang menerima pungutan sepersepuluh bagian itu adalah orang yang bisa mati. Tetapi menurut Alkitab, Melkisedek yang menerima pemberian sepersepuluh bagian itu adalah orang yang tetap hidup.

7:9 Boleh dikatakan, bahwa Lewi–yang keturunannya memungut sepersepuluh bagian dari umat Israel–membayar juga bagian itu lewat Abraham, pada waktu Abraham membayarnya kepada Melkisedek.

7:10 Walaupun Lewi belum lahir, tetapi boleh dikatakan ia sudah berada di dalam tubuh Abraham nenek moyangnya, pada waktu Melkisedek bertemu dengan Abraham.

7:11. Di bawah pimpinan imam-imam Lewi, hukum agama Yahudi diberikan kepada umat Israel. Karena imam-imam Lewi dahulu itu tidak dapat melakukan dengan sempurna apa yang harus dikerjakannya, maka harus ada imam lain, yaitu yang seperti Imam Melkisedek, dan bukan dari golongan Imam Harun lagi!

7:12 Nah, kalau kedudukan imam-imam berubah, hukum agama Yahudi pun harus berubah juga.
7:13 Yang dimaksudkan di sini ialah Tuhan kita: Ia dari suku lain, dan belum pernah seorang pun dari suku-Nya bertugas sebagai imam.

7:14 Semua orang tahu bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda; dan Musa tidak pernah menyebut suku itu sewaktu ia berbicara tentang imam-imam.

7:15 Hal yang dibicarakan ini menjadi lebih jelas lagi, dengan munculnya seorang imam lain yang seperti Melkisedek.

7:16 Ia diangkat menjadi imam, bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, melainkan berdasarkan hidup-Nya yang berkuasa dan yang tidak ada akhirnya.

7:17 Sebab di dalam Alkitab dikatakan, "Engkau adalah imam selama-lamanya, seperti Imam Melkisedek."

7:18 Jadi, sekarang peraturan yang lama sudah dikesampingkan, sebab tidak kuat dan tidak berguna.

7:19 Hukum agama Yahudi tidak dapat membuat sesuatu pun menjadi sempurna. Itu sebabnya kita sekarang diberikan suatu harapan yang lebih baik; dengan itu kita dapat mendekati Allah.

7:20 Lagipula, semuanya itu disertai dengan sumpah dari Allah. Tidak ada sumpah seperti itu pada waktu imam-imam yang lain itu diangkat.

7:21 Tetapi Yesus diangkat menjadi imam pakai sumpah, pada waktu Allah berkata kepada-Nya, "Tuhan sudah bersumpah, dan Ia tidak akan merubah pendirian-Nya, ‘Engkau adalah imam selama-lamanya.’"

7:22 Dengan ini pula Yesus menjadi jaminan untuk suatu perjanjian yang lebih baik.

7:23 Ada lagi satu hal: imam-imam yang lain itu ada banyak, sebab mereka masing-masing mati sehingga tidak dapat meneruskan jabatannya.

7:24 Tetapi Yesus hidup selama-lamanya, jadi jabatan-Nya sebagai imam tidak berpindah kepada orang lain.

7:25 Oleh karena itu untuk selama-lamanya Yesus dapat menyelamatkan orang-orang yang datang kepada Allah melalui Dia, sebab Ia hidup selama-lamanya untuk mengajukan permohonan kepada Allah bagi orang-orang itu.

7:26 Jadi, Yesus itulah Imam Agung yang kita perlukan. Ia suci; pada-Nya tidak terdapat kesalahan atau dosa apa pun. Ia dipisahkan dari orang-orang berdosa, dan dinaikkan sampai ke tempat yang lebih tinggi dari segala langit.

7:27 Ia tidak seperti imam-imam agung yang lain, yang setiap hari harus mempersembahkan kurban karena dosa-dosanya sendiri dahulu, baru karena dosa-dosa umat. Yesus mempersembahkan kurban hanya sekali saja untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban.

7:28 Hukum agama Yahudi mengangkat orang yang tidak sempurna menjadi imam agung. Tetapi kemudian dari hukum itu, Allah membuat janji dengan sumpah bahwa Ia mengangkat sebagai Imam Agung, Anak yang sudah dijadikan Penyelamat yang sempurna untuk selama-lamanya.”

Saya mengagumi sosok misterius Melkisedek ini, yang melambangkan Kristus Yesus, Tuhan kita. ”Roti dan anggur” yang dibawa Melkisedek untuk Abraham, melambangkan Tubuh dan Darah Yesus, yang menjadi tebusan dosa umat manusia.
Yang pasti Melkisedek lebih tinggi dari Bapa Abraham karena ia yang memberkati Abraham.

Dari berbagai hal yang dipaparkan di atas, maka saya menganggap Melkisedek adalah manusia biasa yang menjadi/menjabat Imam dan Raja, bukan Yesus Kristus.
Jarang ada raja dari  Yehuda yang punya dua jabatan sekaligus sebagai Imam dan Raja. Hanya Yesus dari suku Yehuda yang memenuhi kedua jabatan ini.

Jadi ia hanya perlambangan sempurna Yesus Kristus yang menjadi Imam Besar Kekal pengantara Allah dan manusia berdosa. Yesus Kristus punya 3 jabatan: Imam, Raja dan Nabi. Kedua jabatan Melkisedek (Imam dan Raja) ada pada Yesus Kristus.

NUBUAT HENOKH

Filed under: Religion — dedewijaya at 7:40 pm on Wednesday, May 3, 2006

Tahukah Anda, bahwa Henokh pernah menubuatkan mengenai peristiwa air bah yang akan menimpa manusia yang terjadi pada zaman Nuh? Darimana kita tahu tahu bahwa Henokh pernah bernubuat?

Jawabannya kita temukan dalam Kitab Yudas yang hanya terdiri dari 1 pasal yang ditulis oleh Yudas, saudara kandung dari Yakobus dan Yesus. Dalam Yudas 14-15 tertulis

1:14 Juga tentang mereka, Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya,
1:15 hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.

Henokh adalah keturunan ke-7 dari Adam (Adam-Set-Enos-Kenan-Mahalaleel-Yared-Henokh) sebelum mengalami Rapture (pengangkatan) oleh Allah, yang tanpa mengalami kematian tubuh, pernah bernubuat. Henokh menubuatkan akan datangnya penghakiman Allah dan hukuman Allah kepada orang-orang fasik yang akan terjadi pada zaman Nuh dengan Air Bah dan akhirnya tergenapi dengan menyelamatkan hanya 8 orang saja setelah Nuh Pemberita Kebenaran menyebarkan Berita tentang Air Bah itu agar manusia waktu itu bertobat pada Allah, namun tidak ada yang mempedulikan dia, akhirnya Allah hanya menyelamatkan 8 orang dari keluarga Nuh. Orang-orang fasik itu binasa dalam Peristiwa Air Bah.

Siapa Penulis Kitab Ibrani?

Filed under: Religion — dedewijaya at 7:35 pm on Wednesday, May 3, 2006

Paulus? Barnabas?Lukas? ataukah
Apolos?

 

Ketika membaca kitab Ibrani kita terkagum akan luasnya wawasan si penulis
kitab Ibrani tentang banyak hal yang dia sampaikan dalam suratnya, Ibrani.
Siapakah sesungguhnya penulis Kitab/surat Ibrani ini? Apakah benar Paulus yang
menulis kitab Ibrani ini? Ada beberapa nama yang mungkin merupakan Penulis
Kitab Ibrani, diantaranya yaitu Paulus,
Barnabas, Lukas atau Apolos.

Kitab/surat Ibrani ini, diakhiri dengan salam hangat, tetapi tidak terdapat
alamat pada awal tulisan, dengan kata lain penulis surat ini tidak
memperkenalkan dirinya, namun jelaslah bahwa ia terkenal dikalangan penerima
surat ini.

Meskipun selama kurang lebih 1200 tahun (dari tahun 400-1600 A.D.) kitab
ini biasa disebut ”Surat Paulus Kepada Orang Ibrani,” namun tidak ada
kesepakatan pada abad permulaan mengenai siapa penulisnya.

Secara umum orang berpendapat bahwa Paulus
yang menulis surat ini, namun semenjak zaman Reformasi, secara luas diketahui
bahwa Paulus bukanlah penulisnya. Tidak ada kesesuaian antara pengajaran di
dalam surat Ibrani dengan surat-surat Rasul Paulus, juga penekanan-penekanan
khusus dan gaya penulisannya berbeda-beda. Penulis surat Ibrani berbeda dengan
kebiasaan Paulus, karena si penulis tidak memperkenalkan dirinya di dalam
suratnya tersebut kecuali menunjukkan bahwa ia seorang pria (Ibr 11:32). Juga
karena pernyataan dalam Ibrani 2:3 mengatakan bahwa ”
bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita
menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh
Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang
dapat dipercayai” Ayat ini menunjukkan penulis tidak bersama Yesus selama
pelayanan-Nya di dunia dan tidak menerima penyataan khusus yang berasal
langsung dari Yesus yang sudah bangkit, seperti yang dialami Paulus (Gal
1:11-12).

Jadi penulis mendengar Injil dari orang lain yang mendengar sendiri
ajaran Yesus. Paulus menyatakan dengan tegas bahwa ia tidak pernah mendengar
Injil dari orang lain (Gal 1:12 ”
Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang
mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus”)

Perkiraan lain mula-mula mengenai siap penulisnya terdapat dalam De Pudicitia-nya Tertullian, 20
(kira-kira tahun 200), dimana ia mengutip dari ”surat kepada orang Ibrani
menurut Barnabas.” Dari surat Ibrani
sendiri, jelaslah bahwa penulis harus memiliki otoritas dalam gereja apostolik
dan seorang Kristen Ibrani yang pandai dalam hal Perjanjian Lama (PL), Barnabas
memenuhi persyaratan ini. Penulisnya boleh jadi Barnabas, seorang Yahudi dari
keturunan imam Lewi, orang Lewi (Kis 4:36) yang mengetahui seluk beluk para
imam dan pekerjaan imam. Ia juga teman akrab Paulus setelah pertobatan Paulus.
Dibawah kepemimpinan Roh Kudus, gereja di Antiokhia mengutus Barnabas dan
Paulus untuk pekerjaan penginjilan dan mengutus mereka dalam perjalanan misi
yang pertama (Kis 13:1-4).

Lukas merupakan kemungkinan ketiga, sebab
gaya penulisan kitab Ibrani mirip dengan gaya penulisan Injil Lukas dan Kisah
Para Rasul. Namun kita tidak tahu pasti apakah ia seorang yang mahir dalam
soal-soal Kitab Suci dan mengetahui PL dengan baik, yang pasti Lukas adalah
seorang Dokter/Tabib dan ahli sejarah (Historian) yang teliti dan hati-hati
dalam menulis kitab/suratnya.

Yang keempat, kandidat terkemuka lainnya adalah Apolos, namanya pertama-tama diusulkan oleh Martin Luther dan yang
disokong oleh banyak sarjana Alkitab saat ini. Apolos seorang Aleksandrian,
juga seorang Kristen Yahudi dengan kepandaian yang menonjol dan kemampuan oratorik.
Juga karena ia mengenal Timotius dengan baik (Ibr 13:23), Lukas mengatakan pada
kita dalam Kis 18:24 bahwa Apolos adalah seorang yang mahir dalam soal-soal Kitab Suci, ”
Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir
dalam soal-soal Kitab Suci.” Kita juga mengetahui
bahwa Apolos bersama-sama dengan Paulus pada tahun-tahun pertama gereja di
Korintus (I Kor 1:12, 3:4-6, 22).

 

Siapa
pun penulis Ibrani, ia pasti seorang yang mahir dalam soal-soal Kitab Suci! Dan
masih ada banyak pendapat lain. Pada akhirnya kita harus mengatakan bahwa tidak
seorangpun mengetahui secara pasti siapa Penulis kitab Ibrani ini.

Namun
dari berbagai hal yang telah diutarakan diatas, kemungkinan besar penulisnya
adalah Apolos.

 

Balchin, John et al. 2001. edisi 3.
Intisari Alkitab Perjanjian Baru. Jakarta: Persekutuan Pembaca Alkitab (PPA)

Pengantar Perjanjian Lama dan
Perjanjian Baru diterjemahkan dari NIV Study Bible.