Mengenal dan Belajar dari Tokoh Barnabas
Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul. (Kisah Para Rasul 4:36-37)
Kita pasti tidak asing dengan tokoh ini. Kita pasti tahu bahwa ia adalah rekan sekerja rasul Paulus. Namun mungkin banyak juga yang perlu kita pelajari dari tokoh Alkitab yang bernama Barnabas. Mari saudara, kita mengikuti kisah Barnabas. Jangan salah, yang kita pelajari ialah Barnabas bukan Barabas sang penjahat atau kriminal yang dibebaskan sebagai pengganti Yesus yang disalib atau juga Barsabas, yang disebut Yusuf atau Yustus, calon Murid pengganti Yudas (Kis 1:23) dan Barsabas nama lain Yudas (Kis 15:22)
Barnabas (bukan Barsabas dalam Kis 1:23, meski sama-sama bernama Yusuf) yang bernama asli Yusuf oleh rasul-rasul disebut dengan nama Barnabas yang artinya anak penghiburan, dia seorang Yahudi, suku Lewi dari Siprus. -Pada masa itu hal yang wajar jika memiliki dua nama atau lebih. Karena ada nama Sebutan selain nama Asli.- Setelah Ia menjadi orang Percaya karena pemberitaan para rasul, ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya dan memberikannya kepada rasul-rasul. Ia termasuk jemaat mula-mula di Yerusalem. Ketika Paulus pertama kali datang ke jemaat Yerusalem, ia bertemu dengan Barnabas. Barnabas inilah yang memperkenalkan Paulus kepada para Rasul.
Barnabas diutus jemaat Yerusalem ke Antiokhia. Ia adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan beriman. Ia begitu bersukacita melihat kasih karunia Allah yang dikerjakan orang-orang Percaya yang memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan kepada orang Yahudi maupun Yunani. Hal ini terjadi setelah peristiwa kematian Stefanus yang mati dirajam batu. Menyaksikan itu, Barnabas menasihati jemaat Antiokhia, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan. Lalu ia pergi ke Tarsus dan mencari Saulus/Paulus dan mengajaknya serta ke Antiokhia dan mereka tinggal 1 tahun di Antiokhia sambil mengajar banyak orang. Sehingga jemaat Antiokhia untuk pertama kali mendapat sebutan ejekan ”Kristen” dari para penganiaya mereka.
Firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang. Kemudian Barnabas dan Paulus kembali ke Yerusalem dan membawa Yohanes Markus-keponakan Barnabas (Kol 4:10)-, ikut serta bersama mereka dalam Memberitakan Injil ke Antiokhia. Barnabas dan Paulus adalah pengajar, setelah didoakan dan ditumpangtangan, mereka diutus untuk tugas yang telah ditentukan Roh Kudus bagi mereka yaitu untuk memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi.
Akhirnya mereka bertiga, Barnabas, Paulus, dan Yohanes Markus memberitakan Injil kemana-mana, mereka menuju ke Pulau Siprus ke tempat asal Barnabas, dan berhasil membuat Gubernur Siprus, Sergius Paulus bertobat dan menjadi percaya karena takjub akan mujizat dan ajaran Tuhan. Dari Siprus mereka ke Perga di Pamfilia. Di Pamfilia, Markus meninggalkan mereka dan kembali ke Yerusalem. Barnabas dan Paulus pergi ke Antiokhia di Pisidia, Ikonium, Listra, Derbe, lalu kembali ke Listra, Ikonium, Antiokhia, Pamfilia, Perga dan tiba di Antiokhia (kis 13:14). Inilah perjalanan pertama Paulus dalam pekabaran Injil.
Di Antiokhia terjadi keributan tentang masalah Sunat. Ada penginjil dari Palestina yang menuntut orang yang menjadi Kristen harus disunat. Barnabas dan Paulus menolak hal ini. Setelah diutus ke Yerusalem dan diadakan sidang oleh para Rasul, maka Barnabas dan Paulus kembali ke Antiokhia dan menjelaskan hasil sidang Yerusalem yang memutuskan bahwa orang yang menjadi Kristen tidak perlu disunat dan namun mereka diminta supaya jangan makan makanan najis yang sudah dipersembahkan kepada berhala, atau makan daging binatang yang mati dicekik, atau makan darah. Dan juga supaya mereka menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang cabul. Barnabas dan Paulus benar dalam masalah ini (Kis 15:1-34)
Setelah itu, Paulus dan Barnabas mau mengadakan perjalan pekabaran Injil yang kedua. Kemudian terjadi perselisihan tajam antara Paulus dan Barnabas, karena masalah Yohanes Markus. Barnabas ingin Markus dibawa serta, namun Paulus menolak karena ketidaksetiaan Markus yaitu pernah meninggalkan mereka. Akhirnya mereka berpisah. Barnabas dan Yohanes Markus memberitakan Injil ke Siprus dan tempat-tempat lain. Barnabas dan Paulus tetap menjalin hubungan yang baik (Gal 2:9, 2 Tim 4:11).
Selanjutnya Alkitab kita tidak menceritakan lagi tentang Barnabas. Namun kitab Apokrifa berjudul Kisah Barnabas, yang menurut kitab ini ditulis Markus mengisahkan setelah perpisahan itu, Barnabas dan Markus ke Siprus melalui Laudikia, Korasium, Pulau Pitiusa, Anemirium. Barnabas dan Markus menjelajahi seluruh Siprus dan membuat tanda-tanda ajaib dengan menyembuhkan orang sakit, mengusir roh-roh jahat, dan memberitakan Injil Kristus. Banyak yang bertobat, diantaranya Timon, Ariston, dan Rhodon. Mereka selalu mengikuti perjalanan Barnabas di Siprus. Namun pemimpin-pemimpin orang yahudi sangat membenci Barnabas dan kawan-kawan, salah satunya bernama baryesus. Ia mencari jalan untuk membunuh Barnabas.
Lalu Barnabas dan Markus berlayar ke Salamis.
Baryesus sudah tiba di Salamis dan menghasut orang Yahudi di sana untuk membunuh Barnabas. Barnabas ditangkap dan diikat lalu dibawa ke Sinagoge dan keesokan harinya di bawa ke hadapan Hipatius, gubernur Salamis. Namun tibalah Eusebeus, orang Yebus (Yahudi) yang saleh di Siprus. Ia mendengar Barnabas yang telah ditangkap dan berhasil mempertobatkan banyak orang Yahudi menjadi Kristen. Eusebeus menjadi sangat marah, sehingga ia menyuruh orang-orang Yahudi membawa Barnabas ke luar kota pada malam hari saat ia akan dibunuh. Leher Barnabas diikat tali dan diseret dengan kuda dari sinagoge sampai ke luar kota. Di luar kota, Barnabas dibakar sampai tulangnya menjadi debu.
Orang-orang Yahudi bermaksud untuk membuang abu jenazah Barnabas ke laut. Namun Yohanes Markus, Timon, Ariston, dan Rhodon berhasil mencurinya pada malam hari. Lalu menyembunyikannya di sebuah gua di Salamis. Orang-orang Yahudi mengejar mereka, namun tidak berhasil ditangkap. Akhirnya, mereka menemukan kapal yang akan berlayar ke Aleksandria, sehingga mereka dapat tiba di sana dengan selamat.
Dari kisah di atas, kita belajar bahwa Barnabas seorang yang rela mempersembahkan harta benda miliknya bagi pekerjaan pemberitaan Injil dan mau menjadi alat Tuhan secara langsung, memberi hidupnya untuk melayani Tuhan dengan memberitakan Injil serta mau menerima orang dengan terbuka (seperti: Paulus dan Yohanes Markus) dan mengetahui potensi orang yang dia terima di kemudian hari dan memang terbukti bahwa Barnabas tidak salah dalam mempercayai orang. Biarlah kita meneladani tokoh Barnabas. Dengan rela mempersembahkan segala yang Tuhan telah berikan dan memiliki sikap terbuka serta menerima orang lain dan pandai melihat potensi orang yang kita terima atau kita percayai sebagai rekan sekerja dalam melayani Tuhan bagi kemuliaan Allah. Soli Deo Gloria.