DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

Musik dan Manfaatnya

Filed under: Music — dedewijaya at 1:35 am on Friday, June 30, 2006

Wolfgangamadeusmozart

Disadari atau tidak, musik bisa memengaruhi hidup seseorang. Dengan mendengarkan musik, seseorang dapat menghadirkan suasana yang memengaruhi batinnya. Apakah itu suasana bahagia ataupun sedih, bergantung pada pendengar itu sendiri.

Yang jelas, musik mampu memberikan semangat pada jiwa yang lelah. Apalagi yang lagi dilanda cinta, seakan musik menjadi bahan bakar yang mampu menyemangati untuk terus dekat dengan si dia.

Musik juga dapat difungsikan sebagai sarana terapi kesehatan. Ketika mendengarkan musik, gelombang listrik yang ada di otak pendengar dapat diperlambat dan dipercepat. Alhasil, kinerja sistem tubuh mengalami perubahan. Bahkan, musik juga mampu mengatur hormon-hormon yang memengaruhi stres seseorang, serta mampu meningkatkan daya ingat pada otak.

Selain itu, musik juga memiliki kekuatan untuk memengaruhi denyut jantung dan tekanan darah sesuai dengan frekuensi, tempo, dan volumenya. Makin lambat tempo musik, denyut jantung semakin lambat dan tekanan darah menurun.

Akhirnya, pendengar pun terbawa dalam suasana rileks, baik itu pada pikiran maupun pada tubuh. Makanya, sejumlah rumah sakit di luar negeri mulai menerapkan terapi musik pada pasiennya yang mengalami rawat inap.

Efek Mozzart

Merupakan salah satu istilah untuk sebuah efek yang bisa dihasilkan sebuah musik yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan intelegensia seseorang. Hal ini sudah terbukti. Ketika seorang ibu yang sedang hamil duduk tenang, seakan terbuai alunan musik tadi yang juga ia perdengarkan di perutnya. Hal ini dimaksudkan agar kelak si bayi akan memiliki tingkat intelegensia yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang dibesarkan tanpa diperkenalkan pada musik. Dengan cara tertentu, otak pun akan distimulasi untuk “belajar” segala sesuatu lewat nada-nada musik. Selain itu, musik-musik yang berirama klasik adalah jenis musik yang dianjurkan banyak pakar buat ibu hamil dan si bayi. Yaitu bisa mencerdaskan bayi dan juga bisa memberi ketenangan buat ibu hamil.

“Refreshing”

Kadang saat pikiran kita lagi bete dan buntu, bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan mendengarkan musik, segala pikiran bisa kembali segar. Hasilnya, kita bersemangat kembali mengerjakan sesuatu yang tertunda.

Motivasi

Motivasi adalah hal yang hanya bisa dilahirkan dengan perasaan dan mood tertentu. Apabila ada motivasi, semangat pun akan muncul dan segala kegiatan bisa dilakukan. Begitu juga sebaliknya, jika motivasi terbelenggu, maka semangat pun menjadi luruh, lemas, tak ada tenaga untuk beraktivitas. Coba saja diingat saat upacara bendera setiap Senin pagi yang diwajibkan menyanyikan lagu wajib nasional itu, semata-mata kan hanya untuk menimbulkan motivasi mencintai negeri, mengenang jasa pahlawan, dan memberi semangat baru pada pesertanya. Hal ini seharusnya berlaku juga pada irama mars yang merupakan irama untuk mengobarkan semangat perjuangan.

Kepribadian seseorang

Perkembangan kepribadian seseorang juga memengaruhi dan dipengaruhi oleh jenis musik yang didengar. Jika waktu kecil kita suka mendengarkan lagu-lagu anak-anak, waktu sudah besar kita pun akan memilih sendiri jenis musik yang kita sukai. Pemilihan jenis musik yang disukai bisa dibilang membantu kita untuk memberikan nuansa hidup yang kita butuhkan.

Terapi

Berbagai fakta juga menunjukkan tentang manfaat musik untuk kesehatan. Bahkan bagi orang yang lagi sakit, musik bisa menjadi alternatif terapi yang diharapkan bisa mengarahkan dan mempercepat pemulihan tubuh.

Komunikasi

Musik jelas bisa dijadikan sebuah bahasa yang universal. Musik juga mampu menyampaikan berbagai pesan ke seluruh bangsa tanpa harus memahami bahasanya. Selain itu ada bukti lagi, event sedunia yang sering digelar dengan menghabiskan dana ratusan juta sampai miliaran rupiah juga tidak pernah meninggalkan musik sebagai pengantarnya. Bagi dunia industri, musik bisa juga memberikan image produk lewat iklan-iklannya.

Dunia ini tanpa ada musik, ibarat sayur tanpa garam. Iya kan? Buktinya, di semua sekolah unggulan atau non-unggulan memasukkan mata pelajaran musik sebagai materi wajib dan diperkaya dengan kegiatan ekstrakurikuler. Di mana materi pelajaran musik yang diajarkan meliputi musik universal dan musik tradisional. Selain itu, tampaknya hasil pembelajaran akan musik ini pun juga menghasilkan nilai positif, bahkan kadang dengan musik ada teman kita yang masih duduk di bangku sekolah mampu berkarya melalui grup band dan akhirnya terkenal.

Kalau sudah begini, masih adakah orang yang tidak menyukai musik? KOMPAS, 30 JUNI 2006

NANANG SARI ATMANTA
Relawan PSS- PKBI DIY

Stroke? Makanlah Biji Tomat!

Filed under: HEALTHY — dedewijaya at 1:16 am on Friday, June 30, 2006

Tomat

Sebuah penelitian yang dilakukan Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan khasiat biji tomat bagi kesehatan.

Seperti yang dikutip majalah kesehatan, Prevention, Asim K. Dutta-Roy, Ph.D, sang peneliti, mengatakan bahwa cairan licin atau jeli berwarna kuning yang terdapat di sekitar biji tomat mengandung senyawa atau bahan campuran yang manjur untuk melawan stroke dan penyakit jantung.

Dari hasil penelitian diketahui, jika Anda minum jus tomat tanpa membuang bijinya, berarti Anda Anda telah mengurangi risiko terjadinya penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung sekitar 72 persen!

Jadi, jika saat memasak selama ini Anda membuang biji tomat karena kurang menyukai atau merasa jijik, terutama pada cairan licinnya, hentikan kebiasaan itu. Sertakan biji tomat ke dalam resep-resep masakan Anda karena benar-benar berkhasiat. * mic

KOMPAS, Jumat 30 Juni 2006

MORE ABOUT CHIP

Filed under: News — dedewijaya at 4:22 am on Friday, June 9, 2006

Kini sebuah perkembangan teknologi telah menciptakan tanda spesial yang ditanam di bawah kulit tangan dan dahi yang disebut microchip, kabarnya microchip telah dipatenkan wah… luarbiasa! Dunia mau tidak mau telah masuk dalam era teknologi biochip. Dilihat dari aspek ekonomi, bisnis teknologi memang benar-benar menguntungkan, mempermudah manusia melakukan transaksi yang lebih canggih seperti halnya ATM (Automatic Teller Machine), Credit Card, atau sebagai ID card lainnya. Yang pasti teknologi ini memanjakan, sekaligus memprotek manusia dari segala penipuan teknologi komputer yang selama ini merupakan kejahatan teknologi yang sulit dilacak oleh siapa pun.

Teknologi Mikrochip
“Setiap orang di dunia ini akan diberi tanda dan didata dengan sistem identifikasi universal dalam rangka mencegah imigrasi gelap.” usul ini disampaikan Pascal Smet, perwakilan dari Negara Belgia dalam pertemuan meja bundar para menteri di PBB. Agaknya usul ini sudah disetujui oleh PBB untuk dilaksanakan, mengingat fungsinya yang sangat baik. Selain maksud pendataan, microchip dapat difungsikan sebagai alat pembayaran. Seiring dengan perkembangan zaman-kalau Anda menyadarinya-sarana alat pembayaran menjadi semakin sederhana. Dahulu alat pembayaran berupa uang tunai dalam bentuk uang kertas maupun logam. Buah pengetahuan yang dimakan manusia menyebabkan manusia menemukan cara lain, mengingat dengan membawa uang tunai, sangat riskan terhadap perampok. Ditemukanlah kartu ATM yang serasa membawa uang tunai. Kini, kartu ATM tidak hanya dapat difungsikan sebagai alat pembayaran di supermarket atau toko dengan cara menggesekkan kartu di alat tertentu.

Sifat manusia yang tidak pernah puas, membuat manusia berupaya menemukan teknologi terbaru. Mulai dipikirkanlah cara agar tidak hanya data keuangan saja yang dapat dibawa, tetapi juga data-data lain, seakan-akan dunia ini berada dalam genggaman tangan. Juga dipikirkan bagaimana cara menemukan orang yang hilang.

Setelah menghabiskan biaya penelitian sebesar 1,5 juta dollar Amerika, akhirnya ditemukanlah teknologi terbaru yang dapat mengakomodir banyak kepentingan itu. Microchip ini panjangnya sekitar 7 mm, dengan diameter 0,75 mm. Sekalipun ukurannya sebesar satu butir beras, kemampuannya tak dapat diragukan. Chip ini mampu menyimpan berlembar-lembar informasi, sejarah, riwayat kerja, catatan kejahatan, riwayat kesehatan, dan data keuangan Anda.

Unit pengirim dari Mikrochip ini mengeluarkan sinyal digital dan terdiri dari letupan pada interval tertentu, 85 data bit. Ia juga mengeluarkan sinyal analog. Chip ini digunakan sebagai transponden sinyal-sinyal untuk memberikan informasi vital dan juga berfungsi sebagai penanda lokasi. Chip ini telah diuji dan ditanamkan pada personel militer, kurir pemerintah dan orang-orang perusahaan. Benda ini telah digunakan dalam Perang Teluk.

10 Tips Selamat Dari Gempa

Filed under: News — dedewijaya at 3:26 am on Friday, June 9, 2006

Tipgem_hot1

JAWABAN.com - Bagaimana jika gempa bumi dahsyat terjadi di kota tempat tinggal Anda? Bagaimana cara menyelamatkan diri dan keluarga Anda? Apakah Anda mempunyai cukup pengetahuan mengenai gempa? Dimanakah tempat yang aman?

Jangan kuatir, simak saja tips berikut ini. Sepuluh tips dalam keselamatan gempa bumi oleh Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI) :

1. Hampir semua orang yang hanya “menunduk dan berlindung” pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus Anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.

3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

4. Jika Anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

5. Jika terjadi gempa dan Anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika Anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, Anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, Anda tidak akan selamat!

7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

10. Doug Copp menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas. (joe)

Sumber: milist/Doug Copp

NARNIA

Filed under: Film — dedewijaya at 3:15 am on Friday, June 9, 2006

Sekuel Kedua Narnia Ditunda

JAWABAN.com - Sekuelnarnia1

Tanggal rilis sekuel “The Lion, The Witch, and The Wardrobe” telah ditunda sampai beberapa bulan mendatang. Sementara itu, “Prince Caspian” saat ini dijadwalkan akan dirilis pada musim panas 2008 mendatang, kata jurubicara Disney, yang berada di belakang proyek tersebut. Sutradara Andrew Adamson membutuhkan perpanjangan waktu untuk membuat spesial efek dalam proyek tersebut, tambahnya.

Film pertama dari seri tersebut, diadaptasi dari buku karangan CS Lewis, telah menjadi film hits di box office internasional, yang menduduki posisi teratas selama beberapa minggu.

“Prince Caspian” sebelumnya diharapkan dapat mengikuti film pertamanya dengan rilis Amerika Serikat yang tampil untuk Natal 2007.

“The Lion, The Witch, and The Wardrobe” telah menjadi film live paling sukses Disney sepanjang masa, yang meraup kurang lebih 742 juta dollar di seluruh dunia. Pada awal tahun ini, film tersebut bersaing dalam peringkat dengan “King Kong” di puncak box office. Tilda Swinton, Dawn French dan Ray Winstone juga ditampilkan dalam peran-perannya.(fis)

Sumber: bbc

The Judas We Never Knew

Filed under: News — dedewijaya at 1:58 am on Friday, June 9, 2006

Majalah Christianity Today, Week of April 3

The Judas We Never Knew
Disgraced disciple actually conspired with Jesus, according to newly released Gospel of Judas. Should we believe it?

by Collin Hansen | posted 04/06/2006 04:30 p.m.

Yudas yang Jarang Kita Tahu
Murid yang dipermalukan ini sebenarnya berkomplot dengan Yesus, menurut Injil Yudas yang dipublikasikan baru-baru ini. Perlukah kita percaya itu?

The Gospel of Judas debuted Thursday in Washington, D.C. What’s the Gospel of Judas, you ask? Well, it’s not a gospel. And it’s not written by Judas. But it’s still important, if not the most important nonbiblical text discovered during the last 60 years, as a National Geographic Society executive told The New York Times.

Injil Yudas dipublikasikan Kamis di Washington, D.C. Apa itu Injil Yudas, tanyamu? Baiklah, Ini bukan sebuah Injil. Dan ini tidak ditulis oleh Yudas. Namun ini masih penting, jika bukan nonbiblical teks yang paling utama ditemukan sepanjang 60 tahun terakhir , sebagai dilansir National Geographic Society kepada Koran New York Times
The text, a copy of the document written during the second century, reveals some big news. Turns out Judas wasn’t the renegade disciple who betrayed Jesus and committed suicide after remorse overwhelmed him. No, this Judas was just doing what Jesus told him to do. Jesus explained to Judas that he would “exceed all of [the disciples]” by getting Jesus crucified.

Teks ini, suatu kopi dari dokumen tertulis sepanjang abad kedua, mengungkapkan beberapa berita besar. Putaran ke luar Judas bukan murid pengkhianat yang mengkhianati Yesus dan melakukan bunuh diri setelah penyesalan meliputi dia. Tidak, Yudas ini hanya melakukan apa yang Yesus katakan padanya untuk diperbuat. Yesus menjelasakan pada Judas bahwa ia akan ” melebihi semua murid” dengan cara Yesus disalibkan.

Well, that sure would change things. If it were true. This “news” isn’t what makes the Gospel of Judas significant. Rather, thanks to this text, we can further confirm what we already know about Gnostics—those pesky heretics condemned by early-church leaders like Irenaeus. Don’t get confused by mentions of Jesus and Judas. This is no Christian text. The Gospel of Judas did not circulate until about 150 years after Jesus died. Let’s put it this way: This new text tells us nothing more about Jesus’ relationship with Judas than does Jesus Christ Superstar.

Hal ini pasti akan mengubah berbagai hal, jika benar. “Berita” ini tidak membuat Injil Yudas penting. Melainkan, karena teks ini, kita dapat lebih lanjut mengkonfirmasikan apa yang kita telah pahami tentang bidat Gnostik-Yang disalahkan oleh para pemimpin Gereja mula-mula seperti Irenaeus. Jangan dikacaukan oleh sebutan Yesus dan Yudas. Ini bukan teks Kristen. Injil Yudas tidak beredar sampai sekitar 150 tahun setelah Yesus meninggal. Teks baru ini tidak menceritakan pada kita hal-hal lebih jauh tentang hubungan Yesus dengan Yudas dibanding dengan film Jesus Christ Superstar

Until the release of the Gospel of Judas and other Gnostic texts discovered decades ago near Nag Hammadi in Egypt, we learned about Gnosticism mostly through the polemics of Christian apologists. Now thanks to the Gospel of Judas, we can further verify two major Gnostic teachings. According to many Gnostic teachers, Jesus either did not actually appear in the flesh, or he at least wanted to shed his skin as soon as possible. Jesus longed to return to the spirit world. Judas helped make that happen. (”You will sacrifice the man that clothes me,” the “spiritual” Jesus tells Judas in this document.) Also, Gnostics believed only a select few would truly apprehend the knowledge of heaven. The Gospel of Judas teaches that only Judas, Jesus’ favorite disciple, fully understood.

Sampai dipublikasikannya Injil Judas dan teks lain Gnostik yang ditemukan beberapa dekade lalu dekat Nag Hammadi di Mesir, kita mempelajari sekitar Gnosticism kebanyakan melalui polemik dari Para Apologis Kristen . Sekarang karena Injil Judas, kita dapat lebih lanjut memverifikasi dua Pengajaran Gnostik (artinya “pengetahuan”) yang utama. Menurut banyak Pengajar Gnostik Yesus tidak benar-benar menyatakan diri dalam daging, atau ia sedikitnya ingin menanggalkankan tubuhNya secepat mungkin. Yesus rindu kembali ke dunia roh/mistik. Yudas membantu membuat itu terjadi. (” Kamu akan mengorbankan orang yang berpakaian aku,” Yesus “yang rohani” menceritakan pada Judas dalam teks ini.) Juga, Kaum Gnostik percaya Hanya sedikit orang terpilih yang akan sungguh-sungguh mengerti pengetahuan dari surga. Injil Judas mengajarkan bahwa hanya Judas, murid favorit Yesus, secara penuh memahami ini.

Christian belief contrasts sharply with Gnosticism. Fully God and fully man, Jesus endured birth in a manger and death on a Cross. He shared in our humanity, “so that by his death he might destroy him who holds the power of death” (Heb. 2:14). This message is not restricted to a few who will ascertain gnosis (knowledge). The gospel “is the power of God for the salvation of everyone who believes: first for the Jew, then for the Gentile” (Rom. 1:16).

Kepercayaan Kristen berlawanan tajam dengan Gnosticism. Yesus yang sepenuhnya Allah dan manusia, mengawali kelahiranNya di palungan dan mati di atas Salib. Ia berbagi dalam kemanusiaan kita, “supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;” (Ibrani 2:14). Pesan ini tidaklah terbatas pada beberapa orang yang akan mendapatkan gnosis (pengetahuan) saja. Injil ” adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. (Rm 1:16).

Nevertheless, some claim the Gospel of Judas and other Gnostic texts throw orthodox Christianity into doubt. “As the findings have trickled down to churches and universities,” New York Times reporters John Noble Wilford and Laurie Goodstein wrote, “they have produced a new generation of Christians who now regard the Bible not as the literal word of God, but as a product of historical and political forces that determined which texts should be included in the canon, and which edited out. For that reason, the discoveries have proved deeply troubling for many believers.”

Meskipun demikian, beberapa klaim Injil Judas dan Teks Gnostik lain melemparkan Kekristenan kaum ortodox ke dalam keraguan. ” Sebagai penemuan sudah menyebar luas hingga ke gereja dan universitas,” Wartawan New York Times, John Noble Wilford dan Laurie Goodstein menulis, ” mereka sudah memproduksi suatu generasi baru orang-orang Kristen yang sekarang peduli Alkitab bukan sebagai Firman harafiah dari Tuhan, tetapi sebagai produk paksaan politis dan historis yang menentukan teks yang mana harus dimasukkan dalam Kanon, dan mana yang perlu dikeluarkan dari Kanon. Karena alasan itu, penemuan itu sudah terbukti, sangat mengganggu bagi banyak orang Percaya.”

Who are those troubled believers? We’re not sure, because Wilford and Goodstein apparently didn’t talk to any of them. Karen King and Elaine Pagels revive their Gnosticism act. We also meet James Robinson, a jilted scholar who wrote a book on the Gospel of Judas without having access to the text. The Times doesn’t mention that Robinson believes the Gospel of Judas tells us nothing about the historical Jesus or Judas.

Siapa Orang Percaya yang terganggu? Kita tak yakin, sebab Wilford dan Goodstein kelihatannya tidak berbicara dengan satupun dari mereka. Karen King dan Elaine Pagels menghidupkan kembali Hukum/aturan Gnosticism. Kita juga bertemu James Robinson, seorang sarjana yang menulis suatu buku tentang Injil Yudas tanpa mempunyai akses pada teks itu. Koran Times tidak menyebutkan bahwa Robinson percaya Injil Yudas tidak menceritakan sesuatupun pada kita tentang sejarah Yesus atau Yudas
I talked with Darrell Bock of Dallas Theological Seminary hours before he was scheduled to lecture at Princeton, Pagels’s employer. He explained some peculiarities about the group that gave us the Gospel of Judas. Turns out these “Cainite Gnostics” earned their moniker rehabilitating disgraced biblical figures, including Cain, the Sodomites, and Judas.

Aku berbicara dengan Darrell Bock dari Dallas Theological Seminary beberapa jam mengenai agama sebelum ia dijadwalkan untuk memberi kuliah di Princeton, karyawan Pagels. Ia menerangkan beberapa keanehan tentang penggolongan yang memberikan kita Injil Yudas. Berdasarkan “Cainite Gnostics” yang didapat, mereka merehabilitasi figur/tokoh Alkitab yang memalukan, mencakup Kain, kaum Sodom, dan Yudas.

Bock also pointed out that Scripture does include some contrasting perspectives on Judas. Mark portrays Judas as a bumbler, just like the other disciples who misunderstood Jesus’ teaching. Writing later, John explains Judas differently. Judas exploits his position as treasurer to steal from the till, and Jesus calls him a “devil” (John 6:70).
According to Bock, the balance of Scripture indicates Judas expected a different type of Messiah. Disappointed, he turned in Jesus, whom he considered a threat to the Jewish nation. “Judas is a reflection of anyone who ends up rejecting Jesus,” Bock said. “It’s a tragic story—not something to shake your finger at, but something to be sad about.”

Bock juga menunjukkan bahwa Kitab Suci/Alkitab memasukkan beberapa perspektif yang kontras tentang Judas. Markus melukiskan Yudas sebagai bumbler, seperti halnya para murid lain yang salah mengerti pengajaran Yesus. Penulisan kemudian, Yohanes menjelaskan Yudas dengan cara yang berbeda. Yudas memanfaatkan posisinya sebagai bendahara untuk mencuri, dan Yesus menyebut dia “setan” (Yohanes 6:70). Menurut Bock, keseimbangan Kitab Injil menandai bahwa Yudas mengharapkan jenis Mesias yang berbeda. Dikecewakan, ia berpaling ke Yesus, yang ia pertimbangkan akan jadi ancaman bagi Bangsa Yahudi. “Yudas adalah suatu cerminan seorang yang berakhir dengan menolak Yesus,” kata Bock. ” Ini kisah tragis, bukan sesuatu yang menunjuk kepadamu , tetapi tentang suatu kisah sedih.”

Much more tragic and sad than rehashing an old debate about the legitimacy of orthodoxy.
Collin Hansen is an associate editor of Christianity Today.

Jauh lebih tragis dan sedih dibanding pembicaraan kembali sebuah debat lama tentang hak kekuasaan/legitimasi dari Ortodoksi.
Collin Hansen adalah seorang editor Christianity Today.
—————————————————————————————–

HEBOH INJIL YUDAS

Filed under: Religion — dedewijaya at 1:56 am on Tuesday, June 6, 2006

Agaknya para pembenci Kristus tidak pernah henti-hentinya mencoba menggugat kebenaran Alkitab. Mereka mencoba melakukannya melalui media seperti buku, jurnal ataupun film. Dan yang terakhir adalah buku karangan Dan Brown yang berjudul The Da Vinci Code. Mereka mencoba menyelewengkan cerita-cerita Injil yang sebenarnya. Dan kita perlu pahami bahwa Allah telah turut campur tangan dalam proses penyusunan Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Baru. Dan Allah memakai hamba-hamba-Nya dan bapa-bapa gereja yang telah dipimpin-Nya untuk menentukan manakah naskah yang benar dan mana yang tidak.

Saya mendapatkan berita bahwa baru-baru ini Maecenas Foundation bekerja sama dengan National Geographic Society dan Waitt Institute for Historical Discovery yang berada di California, USA, telah menerjemahkan sebuah naskah kuno yang disebut Gospel of Judas. Bahkan mereka melakukan teleconference dengan detikcom pada tanggal 7 April 2006 yang lalu.
Sebenarnya kalau kita mau belajar sejarah, kita akan banyak menemukan ada injil-injil lain yang beredar, seperti Injil Barnabas, Injil Petrus, Injil Thomas, Injil Andreas, Injil Yakobus, Injil Yudas, dll. Masalahnya adalah apakah Petrus penulis Injil Petrus, Thomas penulis Injil Thomas, atau Yudas penulis Injil Yudas? Sama sekali bukan! Injil-injil ini merupakan produk dari sekte Gnostik, sebuah sekte yang giat menyebarkan ajarannya yang bertentangan dengan pengajaran yang murni. Dalam salah satu suratnya, Paulus menuliskan, “Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain daripada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain daripada yang telah kamu terima atau Injil yang lain daripada yang telah kamu terima” (2 Kor 11:3,4)


Apakah Injil Yudas?

Berdasarkan penelitian, Gospel of Judas pertama kali ditemukan di Mesir tahun 1970 silam. Professor Gregor Wurst, salah seorang peneliti yang juga menjadi salah satu editor penerjemahan naskah itu menuturkan, naskah ini telah berpindah tangan beberapa kali dari beberapa kolektor hingga akhirnya diakuisisi dan dimulai upaya penerjemahannya.
Tetapi kita tahu juga bahwa naskah ini merupakan produk dari Gnostik, sebab isinya sama sekali berbeda dengan Injil yang kita kenal di Alkitab. Meskipun memang naskah ini ditulis pada tahun 180 setelah Masehi, namun tidak semua yang kuno berarti benar. Bahkan salah seorang bapa gereja, St. Irenaeus, mengatakan bahwa Injil Yudas ini adalah sesat.
National Geographic yang menerjemahkan Injil ini, bukannya secara kebetulan mencoba meneliti dan mempublikasikannya, sebab kita tahu bahwa novel fiksi karangan Dan Brown, The Da Vinci Code, laris manis bak kacang goreng, dan sebentar lagi versi filmnya akan beredar. Semuanya ini mempunyai satu tujuan semata: bisnis!
Melalui hal-hal yang kontroversial dan sensasional mereka mencoba meraih keuntungan sebesar-besarnya. Dan bukankah dunia ini memang suka hal-hal yang kontroversial dan sensasional meskipun mereka tidak peduli apakah itu fakta historis ataukah sekedar fiksi?

Yang jelas dalam Injil Yudas, figur yang bernama Yudas Iskariot, kita kenal sebagai seorang pengkhianat karena Matius, Markus, Lukas maupun Yohanes telah jelas mencapnya sebagai penjual Kristus, namun anehnya di Injil Yudas ia adalah figur yang baik dan murid yang paling dekat dengan Yesus. Karena itulah, kemudian Yesus, memintanya mengorbankan citra dirinya dan menyuruh Yudas menyerahkan Yesus ke tangan tentara Romawi. Jadi seolah-olah ini adalah permainan sinetron antara Yudas dengan Yesus supaya Yesus disalibkan dan keselamatan tersebut sampai kepada bangsa-bangsa.

Bau Gnostik
Karakter Gnostik terlihat jelas sekali di Injil itu. Misalnya saja dalam percakapan antara Yesus dengan Yudas dan disebutkan bahwa Yesus menggunakan kata ‘aeons’ (kurun waktu berabad-abad) dan eternal realm (alam kekal). Disana juga disebutkan tentang ‘roh ketigabelas’ dan kata ini digunakan untuk membebaskan Yesus dan tubuh fisik-Nya supaya Dia dapat masuk ke dalam dunia roh. Ajaran Gnostik memang berpusat pada pengetahuan yang penuh misteri dan rahasia serta menekankan pada dualisme antara dunia materi dan roh. Ajaran Gnostik yang kental juga dilihat dalam pernyataan dimana Yesus menyatakan rahasia pengetahuan tentang nasib-Nya dan meminta Yudas untuk menolong-Nya melepaskan diri dari tubuh fisik-Nya dan supaya roh-Nya terlepas.

Ini adalah beberapa contoh bau gnostik yang sangat menusuk hidung! Sobat, iman Kristen tidak akan pernah digoncangkan oleh berbagai upaya-upaya semacam ini, karena kita tahu bahwa proses penyusunan Alkitab itu melibatkan Allah sendiri. Dan Tuhan telah menaruh hikmat dan pengertian kepada para penyusun Alkitab sehingga kita sekarang ini telah mendapatkan Firman Tuhan yang utuh dan benar. Dan jika masih ada isu-isu naskah kuno yang ditemukan dan ternyata tidak sama isinya dengan isi alkitab kita, maka kita akan berkata, “Orang ngetop memang banyak gosipnya…hehehehe!” Imanku takkan goyah, Brur! Dan kalau toh ada publikasi Injil Yudas ini, anggaplah itu adalah ekstravaganza menjelang Paskah yang akan membuat kita tertawa terpingkal-pingkal …..hahahahahahahahaha!

Handy Widiyanto

Apakah Perjanjian Allah dengan Nuh menjadi gagal karena Banjir Tsunami?

Filed under: Religion — dedewijaya at 12:57 am on Tuesday, June 6, 2006

Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: “Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.” (Kejadian 9:8-11)

Kita mengetahui bahwa dalam sejarah pernah terjadi air bah atau Banjir Besar pada masa silam. Beberapa tahun lalu, tepatnya pada akhir Desember 2004 tanggal 26 pukul 8 hingga 9 pagi terjadi gempa bumi disertai badai besar Tsunami yang menyebabkan terjadinya Banjir Besar atau banjir Bandang yang memporak-porandakan provinsi Aceh di Indonesia dan beberapa daerah di negara lain di Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan lainnya. Juga di Asia Tenggara seperti Thailand. Apa relevansinya dengan kisah Banjir Besar pada zaman Nuh? Ada kaitannyakah?

Banyak orang Kristen berkata bahwa dengan terjadinya Banjir Tsunami, Allah kembali menghukum umat manusia yang berdosa namun beberapa dari mereka yang berkata demikian merasa jika begitu Allah mengingkari sumpah-Nya kepada Nuh dan keturunannya untuk tidak mendatangkan Banjir Besar lagi dalam sejarah umat manusia. Bagaimana kita orang Kristen berusaha memahami dan menjelaskan hal ini? Apa benar Allah melanggar janji-Nya? Bukankah Dia Allah yang Setia akan Janji-janji-Nya? Jika demikian Kejadian 9:11 tidak berlaku lagi pada zaman ini?

Mari kita simak dan ikuti kisah air bah atau banjir besar pada zaman Nuh. Dalam sejarah bangsa-bangsa dan catatan-catatan kuno yang masih ditemukan, tak dapat disangsikan lagi bahwa suatu banjir besar memang pernah benar-benar terjadi di bumi ini. Namun yang jadi pertanyaan adalah apakah banjir besar itu meliputi atau menenggelamkan atau menutupi seluruh muka bumi ini? Jika ya, Allah pasti melanggar sumpah dan janji-Nya yang telah Dia meteraikan dengan tanda ’busur awan’ atau kita kenal dengan tanda ’pelangi’. Namun apakah benar demikian?
Ada 3 fakta penting yang perlu menjadi perhatian kita dalam menyikapi hal ini, yaitu:
1. Alkitab tidak mengatakan dengan pasti bahwa air bah itu meliputi atau menutupi seluruh muka bumi. Kata ”bumi” yang berulang kali dipakai dalam Alkitab tidak selalu berarti ”seluruh bumi”, karena kata ”eretz” yang diterjemahkan ”bumi” seringkali hanya berarti daerah atau negara saja.
”Banjir itu terus melanda selama 40 hari, dan air menjadi cukup tinggi sehingga kapal itu dapat mengapung. Air semakin tinggi, dan kapal itu terapung-apung pada permukaan air. Air itu terus bertambah tinggi, sehingga tergenanglah gunung-gunung yang paling tinggi. Air terus naik sampai mencapai ketinggian 7 meter di atas puncak-puncak gunung. TUHAN membinasakan segala makhluk yang hidup di bumi ini: Manusia, burung dan binatang darat baik kecil maupun besar. Yang tidak binasa hanyalah Nuh dan semua yang ada bersama-sama dengan dia di dalam kapal itu. Air itu tidak kunjung surut selama 150 hari.” (Kej 7:17-24, Alkitab LAI BIS).
2. Janganlah air bah pada zaman Nuh disamakan dengan banjir-banjir pada zaman Prasejarah, yang kisahnya sampai kepada kita melalui geologi. Endapan yang meliputi seluruh muka bumi menunjukkan adanya banjir-banjir besar; tapi endapan itu bukanlah bekas air bah pada zaman Nuh yang masa berlangsungnya hanya pendek saja, sekalipun andaikata air bah pada zaman Nuh meliputi seluruh muka bumi. Yang diutarakan geologi adalah mengenai banjir-banjir pada zaman Kej 1:2. dan banjir-banjir ini juga yang dimaksud dalam 2 Ptr 3:6.
3. Ketika segenap keturunan Adam dibinasakan oleh air bah, maka ada satu orang dengan keluarganya ’mendapat kasih karunia di mata Tuhan… Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela diantara orang-orang sezamannya; dan Nuh hidup bergaul dengan Allah’ (Kej 6:8-9). Nuh diselamatkan bersama keluarganya; ingatlah bahwa ia adalah tokoh yang penting. Nuh adalah orang ke-10 dalam silsilah Mesianik, yang akan melahirkan Juruselamat Dunia yaitu Yesus Kristus; bila telah genap waktunya (Gal 4:4).

Jadi jelas bahwa Allah tidak membinasakan seluruh muka bumi lagi dengan air bah. Air Bah yang merupakan Banjir Besar pada masa Nuh hidup, telah membinasakan umat manusia di seluruh tempat dimana manusia hidup pada masa itu, sehingga disebut Banjir Global. Banjir Tsunami bukan banjir global seluruh bumi, namun hanya Banjir Lokal atau Regional sebagai peringatan Allah bagi manusia untuk berbalik dari jalan-jalannya yang jahat dan takut akan Dia.

CHIP SUDAH DITANAM DI DAHI

Filed under: News — dedewijaya at 12:39 am on Tuesday, June 6, 2006

Siapa yang tidak tahu, semua orang daerah Asia pasti mengenal bindi. Bindi adalah titik merah yang tertempel di dahi khas perempuan India. Kala menari atau lagi mengikuti upacara adat. Perempuan Bali juga memakainya dengan corak sedikit berbeda. Kini Bindi lagi hangat dibicarakan di dunia. Itu terkait dengan temuan baru Mindtree, perusahaan IT asal Bangalore, yang menaruh chip pada bindi. Chip tersebut akan digunakan untuk telepon seluler atau HP pabrikan Asia awal tahun depan. Dalam bidang teknologi industri, India memang amat luar biasa. Tak heran kalau Microsoft mempercayai negeri India.

Ke depan sangat mungkin bahwa chip 666 pun segera di tanam di dahi, apakah ini akan menggenapi firman Tuhan? Dan pertanyaan yang lebih mengerikan, apakah itu berarti sang Antikristus segera menyatakan dirinya, dan jika ya….Maka masa-masa sukar barangkali sulit dilewati… tetapi syukur kepada Tuhan, kita masih memiliki Tuhan Yesus. Dan tantangannya adalah bertobatlah sebab kerajaan surga sudah dekat… janganlah biarkan diri kita hari-hari ini diseret oleh dunia.

Tabloid Bethany 158

BUKU TERBARU BILLY GRAHAM MASUK DAFTAR ‘BEST SELLER’ DALAM 1 BULAN

Filed under: News — dedewijaya at 12:27 am on Tuesday, June 6, 2006

Tidak asing terhadap daftar buku terlaris New York Times, penginjil Billy Graham kembali bergabung dengan rangking pengarang yang menjual buku terbanyak di Amerika Serikat dengan peluncuran buku terbarunya, The Journey: How to Live by Faith in an Uncertain World.

Graham sering dikaitkan dengan pencarian yang tidak berkesudahan akan tujuan dan makna hidup yang ia temukan diantara individu-individu di seluruh dunia, dan tren terbaru dalam publikasi mengkonfirmasi observasinya.

Fakta bahwa buku terbaru Graham merangkak naik di tangga penjualan menunjukkan bahwa pembaca masih mencari sebuah buku yang benar-benar memuaskan kebutuhan mereka. 10 tahun telah berlalu sejak Graham meluncurkan buku terakhirnya.
The Journey agak berbeda dengan 24 karya Graham sebelumnya, lapor Crosswalk News. Karya-karya sebelumnya yang semuanya bertopik, biasanya terlibat dalam satu isu saja.

Pada umur 87, Billy Graham mungkin pengarang tertua yang pernah masuk daftar ‘bestseller’ New York Times.

from Tabloid Bethany 158