DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

HEBOH INJIL YUDAS

Filed under: Religion — dedewijaya at 1:56 am on Tuesday, June 6, 2006

Agaknya para pembenci Kristus tidak pernah henti-hentinya mencoba menggugat kebenaran Alkitab. Mereka mencoba melakukannya melalui media seperti buku, jurnal ataupun film. Dan yang terakhir adalah buku karangan Dan Brown yang berjudul The Da Vinci Code. Mereka mencoba menyelewengkan cerita-cerita Injil yang sebenarnya. Dan kita perlu pahami bahwa Allah telah turut campur tangan dalam proses penyusunan Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Baru. Dan Allah memakai hamba-hamba-Nya dan bapa-bapa gereja yang telah dipimpin-Nya untuk menentukan manakah naskah yang benar dan mana yang tidak.

Saya mendapatkan berita bahwa baru-baru ini Maecenas Foundation bekerja sama dengan National Geographic Society dan Waitt Institute for Historical Discovery yang berada di California, USA, telah menerjemahkan sebuah naskah kuno yang disebut Gospel of Judas. Bahkan mereka melakukan teleconference dengan detikcom pada tanggal 7 April 2006 yang lalu.
Sebenarnya kalau kita mau belajar sejarah, kita akan banyak menemukan ada injil-injil lain yang beredar, seperti Injil Barnabas, Injil Petrus, Injil Thomas, Injil Andreas, Injil Yakobus, Injil Yudas, dll. Masalahnya adalah apakah Petrus penulis Injil Petrus, Thomas penulis Injil Thomas, atau Yudas penulis Injil Yudas? Sama sekali bukan! Injil-injil ini merupakan produk dari sekte Gnostik, sebuah sekte yang giat menyebarkan ajarannya yang bertentangan dengan pengajaran yang murni. Dalam salah satu suratnya, Paulus menuliskan, “Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain daripada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain daripada yang telah kamu terima atau Injil yang lain daripada yang telah kamu terima” (2 Kor 11:3,4)


Apakah Injil Yudas?

Berdasarkan penelitian, Gospel of Judas pertama kali ditemukan di Mesir tahun 1970 silam. Professor Gregor Wurst, salah seorang peneliti yang juga menjadi salah satu editor penerjemahan naskah itu menuturkan, naskah ini telah berpindah tangan beberapa kali dari beberapa kolektor hingga akhirnya diakuisisi dan dimulai upaya penerjemahannya.
Tetapi kita tahu juga bahwa naskah ini merupakan produk dari Gnostik, sebab isinya sama sekali berbeda dengan Injil yang kita kenal di Alkitab. Meskipun memang naskah ini ditulis pada tahun 180 setelah Masehi, namun tidak semua yang kuno berarti benar. Bahkan salah seorang bapa gereja, St. Irenaeus, mengatakan bahwa Injil Yudas ini adalah sesat.
National Geographic yang menerjemahkan Injil ini, bukannya secara kebetulan mencoba meneliti dan mempublikasikannya, sebab kita tahu bahwa novel fiksi karangan Dan Brown, The Da Vinci Code, laris manis bak kacang goreng, dan sebentar lagi versi filmnya akan beredar. Semuanya ini mempunyai satu tujuan semata: bisnis!
Melalui hal-hal yang kontroversial dan sensasional mereka mencoba meraih keuntungan sebesar-besarnya. Dan bukankah dunia ini memang suka hal-hal yang kontroversial dan sensasional meskipun mereka tidak peduli apakah itu fakta historis ataukah sekedar fiksi?

Yang jelas dalam Injil Yudas, figur yang bernama Yudas Iskariot, kita kenal sebagai seorang pengkhianat karena Matius, Markus, Lukas maupun Yohanes telah jelas mencapnya sebagai penjual Kristus, namun anehnya di Injil Yudas ia adalah figur yang baik dan murid yang paling dekat dengan Yesus. Karena itulah, kemudian Yesus, memintanya mengorbankan citra dirinya dan menyuruh Yudas menyerahkan Yesus ke tangan tentara Romawi. Jadi seolah-olah ini adalah permainan sinetron antara Yudas dengan Yesus supaya Yesus disalibkan dan keselamatan tersebut sampai kepada bangsa-bangsa.

Bau Gnostik
Karakter Gnostik terlihat jelas sekali di Injil itu. Misalnya saja dalam percakapan antara Yesus dengan Yudas dan disebutkan bahwa Yesus menggunakan kata ‘aeons’ (kurun waktu berabad-abad) dan eternal realm (alam kekal). Disana juga disebutkan tentang ‘roh ketigabelas’ dan kata ini digunakan untuk membebaskan Yesus dan tubuh fisik-Nya supaya Dia dapat masuk ke dalam dunia roh. Ajaran Gnostik memang berpusat pada pengetahuan yang penuh misteri dan rahasia serta menekankan pada dualisme antara dunia materi dan roh. Ajaran Gnostik yang kental juga dilihat dalam pernyataan dimana Yesus menyatakan rahasia pengetahuan tentang nasib-Nya dan meminta Yudas untuk menolong-Nya melepaskan diri dari tubuh fisik-Nya dan supaya roh-Nya terlepas.

Ini adalah beberapa contoh bau gnostik yang sangat menusuk hidung! Sobat, iman Kristen tidak akan pernah digoncangkan oleh berbagai upaya-upaya semacam ini, karena kita tahu bahwa proses penyusunan Alkitab itu melibatkan Allah sendiri. Dan Tuhan telah menaruh hikmat dan pengertian kepada para penyusun Alkitab sehingga kita sekarang ini telah mendapatkan Firman Tuhan yang utuh dan benar. Dan jika masih ada isu-isu naskah kuno yang ditemukan dan ternyata tidak sama isinya dengan isi alkitab kita, maka kita akan berkata, “Orang ngetop memang banyak gosipnya…hehehehe!” Imanku takkan goyah, Brur! Dan kalau toh ada publikasi Injil Yudas ini, anggaplah itu adalah ekstravaganza menjelang Paskah yang akan membuat kita tertawa terpingkal-pingkal …..hahahahahahahahaha!

Handy Widiyanto

Apakah Perjanjian Allah dengan Nuh menjadi gagal karena Banjir Tsunami?

Filed under: Religion — dedewijaya at 12:57 am on Tuesday, June 6, 2006

Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: “Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.” (Kejadian 9:8-11)

Kita mengetahui bahwa dalam sejarah pernah terjadi air bah atau Banjir Besar pada masa silam. Beberapa tahun lalu, tepatnya pada akhir Desember 2004 tanggal 26 pukul 8 hingga 9 pagi terjadi gempa bumi disertai badai besar Tsunami yang menyebabkan terjadinya Banjir Besar atau banjir Bandang yang memporak-porandakan provinsi Aceh di Indonesia dan beberapa daerah di negara lain di Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan lainnya. Juga di Asia Tenggara seperti Thailand. Apa relevansinya dengan kisah Banjir Besar pada zaman Nuh? Ada kaitannyakah?

Banyak orang Kristen berkata bahwa dengan terjadinya Banjir Tsunami, Allah kembali menghukum umat manusia yang berdosa namun beberapa dari mereka yang berkata demikian merasa jika begitu Allah mengingkari sumpah-Nya kepada Nuh dan keturunannya untuk tidak mendatangkan Banjir Besar lagi dalam sejarah umat manusia. Bagaimana kita orang Kristen berusaha memahami dan menjelaskan hal ini? Apa benar Allah melanggar janji-Nya? Bukankah Dia Allah yang Setia akan Janji-janji-Nya? Jika demikian Kejadian 9:11 tidak berlaku lagi pada zaman ini?

Mari kita simak dan ikuti kisah air bah atau banjir besar pada zaman Nuh. Dalam sejarah bangsa-bangsa dan catatan-catatan kuno yang masih ditemukan, tak dapat disangsikan lagi bahwa suatu banjir besar memang pernah benar-benar terjadi di bumi ini. Namun yang jadi pertanyaan adalah apakah banjir besar itu meliputi atau menenggelamkan atau menutupi seluruh muka bumi ini? Jika ya, Allah pasti melanggar sumpah dan janji-Nya yang telah Dia meteraikan dengan tanda ’busur awan’ atau kita kenal dengan tanda ’pelangi’. Namun apakah benar demikian?
Ada 3 fakta penting yang perlu menjadi perhatian kita dalam menyikapi hal ini, yaitu:
1. Alkitab tidak mengatakan dengan pasti bahwa air bah itu meliputi atau menutupi seluruh muka bumi. Kata ”bumi” yang berulang kali dipakai dalam Alkitab tidak selalu berarti ”seluruh bumi”, karena kata ”eretz” yang diterjemahkan ”bumi” seringkali hanya berarti daerah atau negara saja.
”Banjir itu terus melanda selama 40 hari, dan air menjadi cukup tinggi sehingga kapal itu dapat mengapung. Air semakin tinggi, dan kapal itu terapung-apung pada permukaan air. Air itu terus bertambah tinggi, sehingga tergenanglah gunung-gunung yang paling tinggi. Air terus naik sampai mencapai ketinggian 7 meter di atas puncak-puncak gunung. TUHAN membinasakan segala makhluk yang hidup di bumi ini: Manusia, burung dan binatang darat baik kecil maupun besar. Yang tidak binasa hanyalah Nuh dan semua yang ada bersama-sama dengan dia di dalam kapal itu. Air itu tidak kunjung surut selama 150 hari.” (Kej 7:17-24, Alkitab LAI BIS).
2. Janganlah air bah pada zaman Nuh disamakan dengan banjir-banjir pada zaman Prasejarah, yang kisahnya sampai kepada kita melalui geologi. Endapan yang meliputi seluruh muka bumi menunjukkan adanya banjir-banjir besar; tapi endapan itu bukanlah bekas air bah pada zaman Nuh yang masa berlangsungnya hanya pendek saja, sekalipun andaikata air bah pada zaman Nuh meliputi seluruh muka bumi. Yang diutarakan geologi adalah mengenai banjir-banjir pada zaman Kej 1:2. dan banjir-banjir ini juga yang dimaksud dalam 2 Ptr 3:6.
3. Ketika segenap keturunan Adam dibinasakan oleh air bah, maka ada satu orang dengan keluarganya ’mendapat kasih karunia di mata Tuhan… Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela diantara orang-orang sezamannya; dan Nuh hidup bergaul dengan Allah’ (Kej 6:8-9). Nuh diselamatkan bersama keluarganya; ingatlah bahwa ia adalah tokoh yang penting. Nuh adalah orang ke-10 dalam silsilah Mesianik, yang akan melahirkan Juruselamat Dunia yaitu Yesus Kristus; bila telah genap waktunya (Gal 4:4).

Jadi jelas bahwa Allah tidak membinasakan seluruh muka bumi lagi dengan air bah. Air Bah yang merupakan Banjir Besar pada masa Nuh hidup, telah membinasakan umat manusia di seluruh tempat dimana manusia hidup pada masa itu, sehingga disebut Banjir Global. Banjir Tsunami bukan banjir global seluruh bumi, namun hanya Banjir Lokal atau Regional sebagai peringatan Allah bagi manusia untuk berbalik dari jalan-jalannya yang jahat dan takut akan Dia.

CHIP SUDAH DITANAM DI DAHI

Filed under: News — dedewijaya at 12:39 am on Tuesday, June 6, 2006

Siapa yang tidak tahu, semua orang daerah Asia pasti mengenal bindi. Bindi adalah titik merah yang tertempel di dahi khas perempuan India. Kala menari atau lagi mengikuti upacara adat. Perempuan Bali juga memakainya dengan corak sedikit berbeda. Kini Bindi lagi hangat dibicarakan di dunia. Itu terkait dengan temuan baru Mindtree, perusahaan IT asal Bangalore, yang menaruh chip pada bindi. Chip tersebut akan digunakan untuk telepon seluler atau HP pabrikan Asia awal tahun depan. Dalam bidang teknologi industri, India memang amat luar biasa. Tak heran kalau Microsoft mempercayai negeri India.

Ke depan sangat mungkin bahwa chip 666 pun segera di tanam di dahi, apakah ini akan menggenapi firman Tuhan? Dan pertanyaan yang lebih mengerikan, apakah itu berarti sang Antikristus segera menyatakan dirinya, dan jika ya….Maka masa-masa sukar barangkali sulit dilewati… tetapi syukur kepada Tuhan, kita masih memiliki Tuhan Yesus. Dan tantangannya adalah bertobatlah sebab kerajaan surga sudah dekat… janganlah biarkan diri kita hari-hari ini diseret oleh dunia.

Tabloid Bethany 158

BUKU TERBARU BILLY GRAHAM MASUK DAFTAR ‘BEST SELLER’ DALAM 1 BULAN

Filed under: News — dedewijaya at 12:27 am on Tuesday, June 6, 2006

Tidak asing terhadap daftar buku terlaris New York Times, penginjil Billy Graham kembali bergabung dengan rangking pengarang yang menjual buku terbanyak di Amerika Serikat dengan peluncuran buku terbarunya, The Journey: How to Live by Faith in an Uncertain World.

Graham sering dikaitkan dengan pencarian yang tidak berkesudahan akan tujuan dan makna hidup yang ia temukan diantara individu-individu di seluruh dunia, dan tren terbaru dalam publikasi mengkonfirmasi observasinya.

Fakta bahwa buku terbaru Graham merangkak naik di tangga penjualan menunjukkan bahwa pembaca masih mencari sebuah buku yang benar-benar memuaskan kebutuhan mereka. 10 tahun telah berlalu sejak Graham meluncurkan buku terakhirnya.
The Journey agak berbeda dengan 24 karya Graham sebelumnya, lapor Crosswalk News. Karya-karya sebelumnya yang semuanya bertopik, biasanya terlibat dalam satu isu saja.

Pada umur 87, Billy Graham mungkin pengarang tertua yang pernah masuk daftar ‘bestseller’ New York Times.

from Tabloid Bethany 158