DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

Fiksi “The Da Vinci Code” (1)

Filed under: Religion — dedewijaya at 2:59 am on Wednesday, October 18, 2006

"Now the Spirit expressly says that in latter times some will depart from the faith, giving heed to deceiving spirits and doctrines of demons, speaking lies in hypocricy …"

Demikian pesan Rasul Paulus kepada Timotius, bahwa Roh dengan tegas mengatakan di waktu-waktu kemudian ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan, oleh keadaan munafik yang memberitakan dusta (vide-I Timo- tius 4:1-2).

Setelah membaca novel The Da Vinci Code dari penulis Dan Brown dan menyaksikan filmnya yang disadur dari novel tersebut oleh sutradara Ron Howard, saya mempunyai kesimpulan yang sama dengan Sdr Jaime Gomes (misionaris SVD di Argentina), ternyata dewasa ini masih ada "Yudas Iskariot", yang menjual Yesus seperti Yudas seharga "tiga puluh keping perak" kepada imam-imam kepala di Sanhendrin.

Dan Brawn dan Ron Howard melalui perusahaan Sony Columbia, meraup jutaan bahkan mungkin miliaran dolar dengan menjual Yesus yang dikemas dalam suatu cerita fiksi yang diklaim didukung fakta historis. Ternyata diramu dengan cara licik dan menyesatkan menggabungkan fakta dan fiksi (A seductively clover mix of fact and fiction).

" Holy Grail"
Menurut versi Dan Brown, yang disebut "Holy Grail" atau cawan minuman yang dipakai Yesus dalam Perjamuan Malam (Last Supper) sebelum disalibkan, adalah "sebetulnya" bukan cawan yang digunakan dalam perjamuan tersebut, tetapi "Holy Grail" adalah oknum Maria Magdalena yang menyandang garis keturunan Yesus dengan melahirkan anak.

Dan yang lebih parah lagi Brown mendasarkan kesimpulannya dari Dokumen Gnostic yang ditolak gereja karena dianggap ajaran sesat dari abad kedua, bahwa Yesus tidak hanya mengambil Maria Magdalena sebagai istrinya tetapi juga direncanakan untuk menugaskannya sebagai "penemu" dari gerejaNya (planned her the founder of His Church-hal. 254).

Alkitab dalam Perjanjian Baru yang ditulis atau diilhamkan ke- pada para saksi mata yaitu keempat penulis Injil menyangkut "cawan minuman" dan "Maria Magdalena", sangat bertentangan dengan kon- sep Brown dalam novel fiksinya tersebut.

Dalam Penetapan Perjamuan Malam yang tersebut dalam Injil Matius 26 :27-28 disebutkan:
"Sesudah itu Ia (Yesus) mengambil cawan, mengucapkan syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa …………."

Injil Markus dan Lukas menulis hal yang sama, dimana Yesus melambangkan anggur sebagai darahNya yang akan tercurah disalib untuk pengampunan dosa dan roti sebagai lambang tubuh Kristus yang diserahkan dalam kematianNya sebagai Korban Penebus dosa.

Sedang rasul Yohanes, yang selalu menyebut dirinya "murid yang dikasihiNya" (the disciple whom He loved) dalam Perjamuan terakhir, (The Last Supper) duduk dekat Yesus, dalam Karya Leonardo Da Vinci di tafsirkan bahwa itu bukan Yohanes tetapi Maria Magdalena.

Yang Dikasihi
Bukan hanya dalam peristiwa "The Last Supper", Yohanes menyebut dirinya "murid yang di-Kasihi Yesus", tetapi tercatat empat kali, yaitu ketika Yesus disalibkan, oleh Yohanes disebutkan: dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria istri Klopas dan Maria Magdalena, dan "murid yang di-Kasihi-Nya di samping ibu-Nya. (Yoh.19:25-26).



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.