DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

Nuansa Jogjakarta

Filed under: News — dedewijaya at 1:49 am on Monday, July 30, 2007

Laporan seminar Pemimpin Kristen dalam dunia sekuler

Bertempat di ruang
kebaktian GKKK (Gereja Kristen Kalam Kudus) Jogjakarta yang terletak
di Jl. Beskalan Lor 8 berdekatan dengan Ramai Mall, pada tanggal 21
Juli 2007, malam minggu diadakan Seminar dengan mengambil tema
Pemimpin Kristen dalam dunia Sekuler. Pembicara seminar adalah
Rektor SAAT (Seminari Alkitab Asia Tenggara atau Southeast Asia Bible
Semianry) Malang yaitu Pdt. DR. Daniel Lukas Lukito. Untuk diketahui
GKKK dan SAAT didirikan oleh pendiri yang sama yaitu Pdt. DR.
Andrew Gih (buah pelayanan John Sung).

Few

Pdt. DR. Andrew Gih
dan Istri, Pendiri dan Pionir GKKK dan SAAT yang merupakan STT Injili
yang tertua di Indonesia dan SKKK (Sekolah Kristen Kalam Kudus) di
Indonesia (Foto waktu masih muda)

Dedew

(Kanan: Pdt. DR Peter
Wongso dan istri yang juga adalah tokoh Penting dalam sejarah GKKK
dan SAAT, sampai hari ini masih aktif sebagai Dosen STT dan pembicara
Seminar, saat ini menetap di Australia)

Dasar Firman Tuhan
terambil dari perikop Lukas 22:24-27, yang berbunyi: Terjadilah juga
pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat
dianggap terbesar di antara mereka. Yesus berkata kepada mereka:
“Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan
orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut
pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang
terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda
dan pemimpin sebagai pelayan.

Sebab siapakah yang lebih
besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk
makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.

Diawali dengan
adanya pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang
terbesar diantara para murid, mereka meributkan masalah jabatan dan
status, Tuhan Yesus mengajar mereka bahwa pemimpin bangsa-bangsa di
dunia ini punya kuasa (otoritas) memerintah (memaksa) rakyatnya.
Ketidakjujuran hampir mewarnai semua
negara-negara di dunia tidak luput termasuk negara kita, Indonesia.
Namun Yesus ingin agar para muridnya
tidaklah seperti itu. Sebenarnya hal ini pun kerap kali terjadi dalam
kehidupan gereja dan terjadi juga antara para pelayan Tuhan (aktivis)
di gereja maupun para Hamba Tuhan baik pendeta atau penginjil bahkan
di luar gereja yaitu dalam dunia usaha maupun kehidupan berbangsa dan
bernegara, semuanya ingin menjadi Terkenal, Terpopuler, Terbesar, dan
lainnya.

Dengan mengkontraskan
ilutrasi siapakah yang lebih besar orang yang duduk makan atau yang
melayani? Jelas orang yang duduk makan. Namun Yesus berkata, dia
hadir di dunia ini sebagai orang yang melayani (kata pelayan dalam
Alkitab PB diistilahkan dengan kata Diakonos dan Doulos, sedangkan
Pemimpin disebut Heigomenos). Jadi Yesus menekankan pola pikir dan
perilaku Pemimpin Kristen adalah seharusnya berbeda dengan pola pikir
Pemimpin Dunia. Pemimpin adalah Pelayan (punya hati HAMBA). Yesus
telah mengajarkan dan memberi teladan yang nyata sebelum dia berkata,
karena di perikop sebelumnya, Yesus membasuh kaki (merendahkan
dirinya dihadapan) para murid di malam itu. Jadi semua yang Yesus
katakan telah didahului dengan bukti nyata (Integritas Yesus antara
kata dan Perbuatan sudah menyatu dalam kehidupan sehari-hari).
Demikian juga kita sebagai pemimpin Kristen harus hidup seperti itu.

4
KEHARUSAN PEMIMPIN KRISTEN

Dalam seminar ini
Pdt. Daniel Lukas Lukito yang juga Rektor SAAT
menekankan 4 hal yang HARUS diperhatikan oleh para pemimpin Kristen
yang adalah Garam dan Terang dunia yang ingin menjadi berkat dalam
dunia sekuler (dunia usaha maupun bagi bangsa dan negara), yaitu:

  1. Pemimpin Kristen HARUS fokus pada kepentingan Kerajaan Surga

  2. Pemimpin Kristen HARUS menjauhkan diri dari aktivitas dan ambisi mengejar kedudukan, jabatan dan status

  3. Pemimpin
    Kristen HARUS senantiasa ada di bawah kendali Firman Tuhan

  4. Pemimpin
    Kristen HARUS bisa mempraktekkan rumusan The LEADER As SERVANT (Pemimpin adalah Pelayan) yang sering disebut Servant
    Leadership oleh Pdt. John C Maxwell.

Menyadari bahwa generasi muda gereja adalah calon-calon potensial menjadi pemimpin di masa depan bagi bangsa dan negara, Pdt. Daniel menantang para
pemuda yang hadir malam itu dengan berkata Anak Muda apakah saudara
sedang membangun Reputasi (bisa juga diistilahkan dengan Integritas).
Ada pepatah hikmat berkata diperlukan 20 tahun untuk membangun reputasi, namun hanya perlu 5 menit saja untuk menghancurkan (menghilangkan) reputasi. Mengutip Amsal 22:1 berkata Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, Pdt. Daniel Lukas Lukito yang Hanya mempunyai satu istri bernama Lina ini berkata bahwa hidup kita hanya 1 kali, betulkah ada niat untuk membangun Reputasi yang Baik? Beliau melihat bangsa dan negara Indonesia sangat memerlukan tokoh-tokoh Kristen dengan Reputasi yang Baik.

INTEGRITAS YESUS

Matius 22:16 Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah
seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.

Dalam Perikop ini, para pembenci Yesus atau musuh-musuh yang tidak suka dengan Yesus yaitu orang-orang Farisi dan orang-orang Herodian dengan jujur mengetahui dan mengatakan bahwa Yesus yang adalah Rabi (Guru) adalah seorang yang JUJUR dan dengan JUJUR pula mengajarkan JALAN ALLAH dan Yesus TIDAK TAKUT kepada siapapun juga, karena Yesus tidak mencari muka. Jadi sebagai orang Kristen, biarlah kita dipandang oleh orang-orang Dunia atau Para Pembenci/Penganiaya didapati oleh mereka bahwa kita sebagai orang Kristen punya KESAKSIAN HIDUP yang BENAR dan BAIK, dalam arti orang Dunia tahu INTEGRITAS (satunya kata dan perbuatan) kita sudah terbukti adalah GARAM dan TERANG bagi DUNIA sekitar kita.

3

Gambar:
Dari kir
i ke kanan: Ev. Johan Setiawan,
Penulis (Dede Wijaya),

Pdt.
Daniel Lukas Lukito (Pembicara Seminar di tengah),

Gembala Sidang GKKK Jogjakarta Pdt. Michael Hendra Arifin, Ev. Andi Setiawan
Kho

Seminar yang dihadiri lebih kurang 60 orang jemaat GKKK maupun beberapa dari gereja berbeda, mampu menunjukkan antusiasme para peserta yang hadir dengan 3 penanya yang ikut berpartisipasi. Gereja yang dikenal Injili dan bercorak ibadah kebaktian umum bersifat Liturgi ini dikenal juga lewat Paduan Suara Pemudanya yang cukup sering mengadakan tour
palayanan ke gereja-gereja di berbagai kota yang saat ini dipimpin
Wilson (bukan Wilson Idol lho).

Meski yang hadir tidak mewakili mayoritas jemaat dewasa yang berjumlah kira-kira 700 orang, namun para aktivis, Majelis, pengurus Komisi dan para hamba Tuhan terlihat hadir dalam seminar ini. Acara ini diakhiri dengan doa oleh Bapak gembala GKKK Jogja, Pdt. Hendra Arifin dan dilanjutkan dengan
makan malam. Keesokan harinya Pdt. Daniel masih membawakan Firman
Tuhan dalam Kebaktian Umum I (Pkl. 06.00), II (Pkl. 09.00) dan III
(Pkl. 18.00) di GKKK Jogja.

Dede Wijaya, penulis adalah peserta seminar. Pengamat gereja-gereja di Indonesia dan aktif mengikuti seminar-seminar.