DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

REFORMASI

Filed under: News — dedewijaya at 9:40 pm on Wednesday, October 31, 2007

Mengingat hari Reformasi, 31 Oktober 2007, sebaiknya kita mengingat salah satu ucapan Calvin yang sangat menyentuh ini :

"Cor Meum Tibe Offero DOMINE Prompte et Sincere"
(I offer THEE my heart promptly and sincerely)

Dr. John Calvin, reformator gereja asal Prancis, penulis buku terlaris "Institute of Christian Religion")

Denny Sutandio

SOLA GRACIA

SOLA SCRIPTURA

SOLA FIDE

SOLA CHRISTOS

SOLA SIDO (Hanya Musik dan Seni TERINDAH Layak Bagi TUHAN)

SOLIDEO GLORIA (Segala KEMULIAAN Hanya Bagi TUHAN)

Don’t Worry BE HAPPY

Filed under: News — dedewijaya at 9:18 pm on Friday, October 26, 2007

Liputan SEMINAR ESKATOLOGI “ZAMAN BARU”

“Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” (Wahyu 22:11)

Pada hari Rabu-Kamis, tanggal 12-13 September pukul 18.00-21.30 diadakan Seminar Akhir Zaman dengan tema ZAMAN BARU bertempat di gedung JBN di Jl. Yos Sudarso 21, Jogjakarta. Acara ini diadakan oleh Sekolah Tinggi Reformed Injili Jakarta (STRIJ) di Yogyakarta dengan mengundang Pdt. Rudie Gunawan, S.Th sebagai pembicara tunggal. Beliau alumni dari SAAT dan berasal dari Bandung dan saat ini berdomisili di Jakarta dan mengajar sebagai Dosen di STTRII dan STRIJ.

Mengandrungi Tema Akhir Zaman
Dalam ulasan Firman Tuhan, beliau yang pada masa mudanya sangat gandrung dan mendalami tema Akhir Zaman, mengakui selama 25 tahun telah dicekoki dengan ketakutan mengenai akhir zaman dengan pencitraan dari beberapa pendeta yang menakutkan orang Kristen, sempat pula Beliau dulunya percaya dengan beberapa perkataan Pendeta yang berani menentukan waktu kedatangan Yesus pada tahun 1982, 2000, dan paling akhir Desember 2007 misalkan Pemimpin Saksi Jehova yang sering meralat Hari Kiamat berulang kali, Adventist, dan kita pernah mendengar Mangapin Sibuea dengan Sekte Pondok Daudnya yang membuat heboh Umat Kristen di Tanah Air.

Menanggalkan Konsep Salah Akhir Zaman
Delapan tahun terakhir ini konsep akhir zaman yang dulu Beliau percaya sudah ditanggalkan, dan sungguh-sungguh mengajarkan Kebenaran Firman Tuhan yang menurut Beliau bahwa seharusnya khotbah tentang Akhir Zaman haruslah diresponi dengan rasa sukacita, penuh pengharapan, dan keyakinan bahwa kita MENANG bukan malah dipenuhi kegelisahan, ketakutan dan membuat malas beraktivitas. Tuhan Yesus mengingatkan dalam Markus 13 bahwa hendaklah kita Jangan Kuatir, tetap WASPADA supaya jangan DISESATKAN! Semua hal itu harus terjadi dulu, namun ini baru penderitaan menjelang Zaman Baru. Menarik sekali bahwa kata Zaman Baru sebenarnya tidak terdapat dalam bahasa aslinya namun oleh LAI ditambahkan kata Zaman Baru dan menurut Pdt. Rudie hal ini secara penerjemahan tentu tidak benar namun tepat untuk mengungkapkan maksud Alkitab. Penerjemahan perlu diingat, tidak lepas dari penafsiran. Markus 13:1-4 merangkum dan mengarahkan balik pada fokus tema Teokrasi Mesianik Anak Manusia dan waspada. Konsekuensi logis pikiran kiamat yang tidak sepihak (kiamat menurut Yudaisme sangat bersifat Yahudi), akan menghantar pada kiamat yang proporsional pada tempatnya dan memudahkan setiap orang rela menerima dan melihat Kristus sebagai finalis penentu.

Program Intensif
Seminar ini dikemas dengan bentuk Program Intensif, Belajar Firman yang dipadatkan dalam waktu 2 hari, dihadiri 25 orang peserta dengan membayar kontribusi 40 ribu rupiah dan dikemas dalam suasana kelas yang nyaman layaknya kuliah. Acara ini diikuti oleh jemaat GKY, MRIIY, dan GKKK Jogja yang terdiri dari anak muda dan orang tua. Hadir para diaken MRII Jogja. GRII Jogja yang menjadi fasilitator, digembalakan oleh Pdt. Julio Kristano dan Ibu Pdt. Berta Larope. Pdt. Rudie banyak mengacu pada buku Doktrin Akhir Zaman yang ditulis Louis Berkhof, seorang Teolog Jerman yang bisa disebut Bapa Teologi Sistematika di abad 20 ini karena Beliau menulis Buku Teologi Sistematika yang begitu Tebal dan dipecah jadi 6 buku dalam penerjemahan Bahasa Indonesia oleh Penerbit Momentum yang dikerjakan saudara Ev. Drs. Yudha Thianto.

Waspada dan Tetap Tenang
Antusias peserta terlihat dalam beberapa pertanyaan yang diajukan maupun tanggapan/respon yang diberikan. Bagi, penulis, cara penyampaian berita Akhir Zaman yang dikhotbahkan Beliau memang sangat jauh berbeda dengan para pengkhotbah Akhir Zaman yang sering kita dengar. Dengan gaya humoris namun serius, dan khotbah yang indah dan membangun namun mengingatkan dan mencerahkan, banyak hal baru yang mungkin belum pernah terpikirkan ketika kita membaca dan mencoba menafsirkan kitab-kitab Apokaliptis (menyangkut penyingkapan/penyibakan tentang hal-hal yang akan terjadi di masa depan yang penuh dengan symbol-simbol) yang perlu dimengerti dengan benar. Zaman Akhir ini telah banyak para pendeta dari berbagai aliran denominasi yang menipu dan tertipu dengan Beraninya mereka menentukan tanggal, bulan dan tahun kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya. Dan kemudian bukannya bertobat, namun mereka terus meralat tanggal kedatangan Yesus, tidak kecuali para pendeta di Indonesia. Hendaklah kita Waspada dan Tetap Tenang.(Don’t Worry BE HAPPY) Penyesatan mesti terjadi, namun belum merupakan kesudahannya.

Menurut Pdt. Rudie, ZAMAN BARU merupakan bahasan tentang akhir segala sesuatu yang berkenaan dengan “issues akhir zaman.” Telaah tentang Markus 13 akan memimpin beberapa bahasan yang bersinggungan dengan eskatologi dalam setiap bagian Kitab Suci yang telah menjadi doktrin Gereja tentang Akhir Zaman hingga masuk dalam materi-materi terapan pada catatan sistematika Louis Berkhof dan Wesminter Confession (Pengakuan Iman Westminster) terutama pasal 32 dan 33 tentang Kebangkitan Tubuh setelah mati dan Penghakiman Akhir Allah atas manusia.

Materi Seminar Akhir Zaman
Dalam seminar ini, Pdt. Rudie banyak mengupas tentang istilah Eskatologi, Kesaksian Wahyu Khusus mengenai Imortalitas Jiwa, pandangan Alkitab tentang Status Antara (Intermediate state), kedatangan Kembali Yesus sebagai sebuah peristiswa Tunggal, 3 pandangan tentang Milenial (seribu tahun) yaitu Amilenialisme, Postmilenialisme dan Premilenialisme, Natur dari penghakiman Terakhir, dan yang paling penting dan menjadi point utama adalah mengenai Keadaan Akhir Orang Benar.

Pengajaran Berimbang tentang Akhir Zaman
Pesan terakhir Pdt. Rudie Gunawan. STh yaitu agar umat Kristen giat belajar kebenaran Firman Tuhan dan jangan tertipu dengan khotbah yang tidak berdasarkan pada kebenaran Firman Tuhan yang dapat dipertanggungjawabkan. Perlu ditekankan, bahwa Setiap Pendeta dan pengajar Alkitab tentang Akhir Zaman perlu mengajarkan Eskatologi Umum dan Eskatologi Individu secara berimbang agar setiap orang Kristen mengerti tugas dan tanggungjawab mereka dalam Zaman Akhir ini.

Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat. (Wahyu 1:3)
Jesus__satan_web
Stairway_to_heaven
Jesuscome

Melangkah Lebih Tinggi

Filed under: News — dedewijaya at 2:34 am on Thursday, October 25, 2007

24-Okt-2007, 21:00:18 WIB - [www.kabarindonesia.com]

                          HUT KOMISI PEMUDA GKKK KE-40
Yesus, aku mau melangkah
Lebih tinggi dari hidup yang lama
Bahkan aku ingin terbang
Melayang tinggi bersama dengan-Mu

KabarIndonesia -

Demikian kutipan lagu ‘MELANGKAH LEBIH TINGGI’ yang juga menjadi tema HUT yang dinyanyikan para pemuda Kalam Kudus dalam peringatan HUT Pemuda ke-40.

LangkahjpgTidak terasa 40 tahun sudah Komisi Pemuda boleh hadir di tengah-tengah GKKK Jogja, tentu bukan usia muda, namun usia yang matang dalam masa penuaian setelah sekian lama menabur, begitu kata Penginjil Andi Setiawan selaku Pembina Komisi Pemuda GKKK Jogja dalam kata sambutan HUT Komisi Pemuda ke-40 GKKK Jogja. Acara ibadah persekutuan dan pengucapan syukur dan diramaikan dengan games ini berlangsung lancar dan memberkati para pemuda yang hadir pada hari Sabtu itu, 20 Oktober 2007 di ruang Ibadah GKKK Jogja.

Firman Tuhan disampaikan oleh Ev. Edy Susanto dari GKKK Solo. Beliau memaparkan banyaknya persaingan yang terjadi di gereja maupun dan  antar gereja baik yang menyangkut gedung gereja, sarana dan prasarana, musik dan sound system, jumlah jemaat, dan bahkan tak jarang antar aktivis dan Pengurus Komisi juga Hamba Tuhan dapat bentrok dan saling berebut pengaruh. Hal seperti ini patut diwaspadai dan diperhatikan oleh tiap gereja.

Bersumber dari Yohanes 5:1-9 tentang Yesus menyembuhkan seorang lumpuh yang menderita selama 38 tahun di dekat kolam Betesda pada hari Sabat, penginjil Edy berkata bahwa terjadi persaingan juga di dalam perikop ini dimana setiap orang sakit bersaing untuk berebut siapa yang terlebih dahulu masuk ke kolam Betesda pada waktu terjadi goncangan oleh malaikat di kolam itu. Orang yang terlebih dahulu masuk ke kolam itu akan sembuh saat itu juga. Bayangkan bahwa si lumpuh ini sudah 38 tahun kalah bersaing untuk masuk ke kolam Betesda. Semua orang sakit itu sibuk dengan dirinya dan kepentingan diri sendiri untuk sembuh. Tidak ada yang mau menolong si lumpuh untuk masuk ke kolam itu. Semua yang pernah sembuh tidak mau berada di situ lagi dan malas mengurusi orang lain.
Kita lihat hal ini pun kerap terjadi di gereja bahkan di kalangan aktivis dan para Pengurus Komisi. Untuk itu, Yesus tahu caranya menolong si lumpuh. Yesus memulai dengan bertanya, "Maukah engkau sembuh?"  Sebuah pertanyaan yang kedengarannya bodoh bagi setiap orang sakit. Tentu mereka semua mau disembuhkan. Namun ingat, si lumpuh sudah 38 tahun berusaha untuk sembuh dengan bersaing masuk ke kolam Betesda. Namun dia gagal terus. Nah pertanyaan ini pun tidak dijawab oleh si lumpuh dan malah menjauh dari apa yang Yesus tanyakan.

Kita lihat ayat ke-7, jawab orang sakit itu kepada-Nya, "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kita melihat bagi si lumpuh hanya kolam Betesda sajalah satu-satunya pintu bagi dia memperoleh kesembuhan. Oleh karena itu dia menjadi putus asa.
Si lumpuh ingin sembuh namun dia sudah tidak berharap lagi dan putus asa dengan keadaannya. Hopeless dan tidak punya pengharapan dan IMAN lagi. Yesus datang kepada orang yang seperti ini dan menawarkan kesembuhan atas kehidupannya. Maukah saudara disembuhkan? Pertanyaan yang sama Yesus tanyakan kepada kita.
Ingatlah bahwa seseorang bisa disembuhkan tidaklah tergantung oleh IMAN atau tidak. Si lumpuh sudah tidak punya IMAN dan benar-benar putus asa. Kesembuhan hanyalah karunia Tuhan semata dan Dia yang berhak memberikannya kepada siapa pun yang dia inginkan. Ada atau tidak adanya IMAN tidak menentukan bahwa seseorang PASTI disembuhkan oleh Tuhan Allah. Tentu tidak salah jika kita berharap untuk disembuhkan.

Ev. Edy seseorang dari alumnus SAAT Malang ini juga berpesan agar setiap pemuda dan orang Kristen jangan menjadi batu sandungan namun harus menjadi ‘Saksi yang Hidup dan Garam serta Terang bagi Dunia ini’. Seseorang tidak bersimpati terhadap Kristen bukan karena Tuhan Yesus tidak baik, namun  karena melihat kehidupan orang Kristen yang buruk dan menjadi batu sandungan dan bukan menjadi berkat. Inilah yang menyebabkan mereka mengeraskan hati bagi ‘Pintu Injil Keselamatan’ dalam Kristus Yesus (Kis 4:12). Ev Edy meminta agar kita menjadi orang yang peduli kepada sesama.
"Memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" (Matius 5:13-14).

Melangkah
Acara ini dihadiri oleh sekitar 60 orang. Turut hadir dari perwakilan pengurus Komisi Remaja, Dewasa Muda dan pihak Majelis. HUT yang mengambil tema MELANGKAH LEBIH TINGGI ini juga dihadiri beberapa pemuda GKKK Solo yang hadir bersama penginjilnya, Ev. Edy Susanto yang telah 3 tahun melayani di GKKK Solo, sebuah gereja yang diresmikan tahun 1973 dan telah berdiri sejak tahun 1963 ini digembalakan oleh Pdt. Em. Michael Hendra Arifin.

Dede Wijaya, penulis buku PESONA ALKITAB.

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=19&dn=20071024160305

SUCCESS, WHAT IS IT?

Filed under: MOTIVATION — dedewijaya at 1:49 am on Thursday, October 25, 2007
Memaknai Arti Sukses
Oleh : Dede Wijaya

24-Okt-2007, 18:54:21 WIB - [www.kabarindonesia.com]

Key_success

Kesuksesan bukan satu perhentian, tapi sebuah perjalanan

KabarIndonesia - Apa itu sukses? Bagaimana seseorang disebut sukses? Bill Gates dikenal memiliki perusahaan software IT Microsoft dan terkenal sebagai Trilyuner. Apakah arti sukses sesungguhnya? Apakah hanya menyangkut nama besar dan kekayaan semata?

Dalam Iklan TV, seorang berkata, Sukses itu baginya jika ia dapat memperbaiki mobil antiknya, dengan lain kata ia ingin menyampaikan bahwa melakukan hal-hal yang Anda sukai dan berhasil dengan baik, itulah arti sukses baginya. Ada lagi jargon Sukses dari para selebriti yaitu jika mempunyai banyak fans yang minta tanda tangan dan disukai para penonton.

Bagi para usahawan, beda lagi dech. Mereka mengartikan dirinya telah sukses jika berhasil mendapatkan keuntungan / laba, usaha mengalami peningkatan, permintaan pasar naik, mempunyai properti pribadi bisa rumah, tanah, deposito, anak perusahaan, saham dan lain-lain.

Nah lalu, apa arti sukses bagi seorang pendeta atau hamba Tuhan? Mau tahu? Bagi sebagian Pendeta yang hidup dan melayani di kota-kota metropolis di zaman ini, sukses itu diartikan dengan memiliki gedung gereja yang aduhai besar dan mewahnya dengan jumlah jemaat ribuan hingga laksa, punya gereja cabang di mana-mana baik dalam maupun luar negeri. Punya jemaat yang setia memberi perpuluhan dan berbagai macam persembahan lainnya. Jika mau ditambah tentu masih banyak lagi, misal punya yayasan, sekolah, radio dan televisi, punya sekolah tinggi teologi (STT), panti asuhan, perusahaan, dan sebagainya. Tentu tidaklah salah jika hal-hal ini menjadi bagian dari kriteria sukses seorang pendeta / hamba Tuhan. Namun apakah hanya ini?

Bagi para orang tua, sukses dalam keluarga diartikan dengan memiliki anak-anak dengan pendidikan tinggi, ekonomi mapan, dan keluarga yang rukun.

Ya, arti sukses begitu beraneka ragam ditinjau dari berbagai jenis orang dan profesi yang ada. Namun, apakah ada kriteria sukses yang mencakup semua jenis profesi dan jabatan dalam kehidupan ini? Dan apa pula pandangan Alkitab tentang Makna Sukses sesungguhnya dihadapan Allah? Marilah kita melihat beberapa ayat Alkitab tentang Harta. Mengapa tentang harta? Karena dunia melihat kacamata SUKSES dari berapa banyaknya harta benda yang dipunyai seseorang.

"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Matius 6:19-21)

Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. (Mat 19:21-22, baca juga Markus 10:21-22, Luk 18:22)

Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Lukas 12:15,21,33-34)

I Timotius 6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

II Timotius 1:14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.

Ibrani 10:34 Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya.

Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. (Yakobus 5:3).

I Yohanes 3:17 berkata: Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?

Tentulah, ayat-ayat ini sangat dihindari untuk dikhotbahkan di kalangan para pendeta yang menganut Teologi Sukses. Jim Baker, salah satu pencetus Teologi Sukses, dalam hidupnya, akhirnya menyadari dan menarik kembali ajarannya tentang Teologi Sukses.

Salahkah jika kita mengartikan sukses dengan melihat berapa banyak harta benda yang kita miliki? Tentu tidak bukan? Masalahnya adalah dalam Alkitab jelas mengatakan janganlah HATI kita terikat pada HARTA (dengan lain kata HIDUP yang berPUSAT pada HARTA BENDA DUNIAWI). Yesus tegas memerintahkan para murid dan semua pendengarnya, bahwa kita mesti mengumpulkan harta di Surga, yang bernilai kekal.

Musa adalah contoh orang yang berani meninggalkan segala kemewahan Mesir yang sudah berada dalam tangannya. Ibrani 11:26 berkata, Ia (Musa) menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. Paulus menganggap memberitakan Injil Kristus sebagai hal yang terutama dalam segala usaha kehidupan yang dia lakukan. Kita tahu Paulus pun bekerja untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan perjalanan misinya dengan bekerja sebagai tukang pembuat tenda (TENTMAKER).

Dalam Penginjilan, kita kenal istilah TENTMAKER yaitu orang-orang yang bekerja secara profesional di bidang masing-masing untuk tujuan yang terutama yaitu memberitakan Injil Keselamatan di dalam Yesus (Bekerja dan memberitakan Injil). Peraih dua gelar Doktor Teologia (D.Th dan DRE), Pdt. DR. Suhento Liauw, MRE pernah berkata dalam Kongres Fundamentalis IX tanggal 17 Agustus 2007 bahwa setiap orang Kristen apapun pekerjaannya, semua yang dipunyainya (Harta Benda, Uang, Waktu, Tenaga, Pikiran, dan lainnya) harus diarahkan, didayagunakan, dan dipersembahkan untuk memberitakan Injil bagi kemuliaan Tuhan dan mencari Jiwa-jiwa yang Terhilang. Ini adalah Panggilan Terbesar dari setiap orang Kristen. Berusaha mencukupi kebutuhan diri sendiri dengan apa yang ada pada kita dan mengerjakan dengan tangan (bekerja keras) apa yang telah dipercayakan dan bisa dikerjakan oleh kita (sesuai Pengkhotbah 9:10). Terlebih di atas semuanya, kita perlu menyadari BERKAT TUHANlah yang MENJADIKAN KAYA, susah payah manusia tidak akan menambahinya. Jadi Allah tahu apa yang kita butuhkan.

Sukses Ketika Yesus menyuruh pemuda yang kaya raya untuk menjual semua hartanya dan kemudian mengikut Yesus, kita dapat melihat bahwa Yesus tentunya ingin melihat kerelaan hatinya untuk meninggalkan semua harta dunia yang dia kumpulkan, apakah sungguh orang ini ingin Memperoleh Hidup yang Kekal, padahal hatinya terikat dengan harta benda? (Lukas 18:18-27). Kemudian Yesus melanjutkan alangkah susahnya orang kaya masuk Kerajaan Surga, lebih mudah seekor unta masuk ke dalam lubang jarum daripada seorang kaya masuk dalam Kerajaan Surga, sebab dimana hartamu berada, di situ hatimu berada. Waspadalah dengan segala KETAMAKAN (Lukas 12:15).

Dalam bukunya, Manusia Unggul yang diberkati Tuhan, Ir. Ciputra menjelaskan kriteria Sukses dan rahasia Sukses sesungguhnya yang diinginkan Tuhan. Sudahkah kita mengetahuinya? Apa sajakah itu? John C. Maxwell, seorang pendeta dan pakar kepemimpinan pernah berkata dalam Seminar Para Hamba Tuhan dan Usahawan di Surabaya, SUKSES sebenarnya menyangkut 3 hal yaitu:

1. Mengetahui tujuan hidup Anda (Knowing your purpose of life),
2. Mengembangkan kemampuan atau potensi Anda secara maksimal (Maximize your potencial) dan
3. Menjadi berkat bagi banyak orang (Blessed Other People).
Ini loh Rahasia dan Arti SUKSES sesungguhnya menurut Mr. John Maxwell yang tentunya sesuai dengan Firman Tuhan.

Tuhan Yesus tidak hendak berkata bahwa kita tidak boleh mengumpulkan harta dunia selama hidup di dunia. Namun yang hendak ditekankan Yesus adalah jangan TAMAK akan Kekayaan dan hidup dikuasai MAMON (Mamanya Doraemon-Red :) hehehe, Harta Benda dan segala kesenangan dunia). Dalam dunia pasti kita membutuhkan harta dan uang untuk hidup. Ini wajar dan lumrah. Namun orang yang hidupnya hanya berfokus untuk mencari dan mengumpulkan harta benda sebanyak-banyaknya, adalah seperti orang yang hidup sia-sia dengan arah yang tidak jelas. Ingatlah harta benda, uang dan kekayaan adalah BERKAT atau SARANA atau ALAT dalam melakukan berbagai aktivitas Hidup untuk Memuliakan Allah dan Menjadi Berkat bagi sesama.

Buku Purpose Driven Life karangan Rick Warren, memberi tahu kita hal pertama dalam hidup yang terpenting adalah mengetahui Tujuan dan Arti Hidup Anda sesungguhnya. Ingatlah bahwa Tujuan Hidup Manusia adalah Memuliakan Allah dan Menikmati Dia selama-lamanya (to Glorify God and Enjoying Him forever and ever–Westminster Confession ).

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=19&dn=20071024154949

BE A TRUE LEADER

Filed under: LEADERSHIP — dedewijaya at 12:48 am on Thursday, October 25, 2007

Menjadi Pemimpin Sejati
Oleh : Dede Wijaya
25-Okt-2007, 00:44:15 WIB - [www.kabarindonesia.com]

20071024155434_1Kabar Indonesia - Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah. Banyak orang muda yang mengalami kesulitan ketika diberi tanggung jawab untuk mengorganisasikan suatu sistem. Akan tetapi banyak pula yang menganggap memimpin adalah hal yang mudah, tak ubahnya seperti layaknya seorang bos yang menerapkan otoritas pada bawahan, cukup dengan memberi job description yang harus dikerjakan, membuat bawahan agar mematuhi aturan/kebijakan yang berlaku dalam company tersebut, dan membuat bawahan tidak bersuara (tidak melakukan aksi protes/menyuarakan hak-haknya yang dapat merugikan bos dan company).

Para profesional muda mengganggap bahwa tingkat pendidikan, jabatan/posisi yang mereka duduki saat ini sudah menunjukkan bagaimana hebatnya kepemimpinan yang mereka terapkan. Banyak orang salah kaprah mengatakan bahwa manajer adalah seorang pemimpin. Manajer benar adalah seorang pimpinan, akan tetapi belum tentu manajer adalah seorang pemimpin. Banyak manajer yang ditakuti oleh bawahan dan banyak juga manajer yang bertangan besi dalam memimpin sehingga acapkali kita mendengar label dari bawahan untuk bosnya seperti: bos macan, bos harimau, bos bertangan besi, bos berkicau, bos berwajah hantu, dan lain sebagainya. Mungkin anda memiliki labeling lain buat pimpinan anda di perusahaan. Mengapa banyak labeling-labeling yang muncul yang kadangkala menjadi bahan lelucon/humor segar di kalangan bawahan?? Atau mungkin malahan si bos merasa bangga dengan labeling yang dia peroleh, yang membuat dia merasa ditakuti oleh bawahan dan menjadi orang yang hebat yang dapat membuat orang lain tak berani berkutik dihadapannya?
Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah, untuk memimpin sekelompok orang saja yang terdiri dari grup kecil 3-4 orang, tidak semua orang dapat melakukannya. Menyatukan berbagai perbedaan sudut pandang, pola pikir, dan karakter masing-masing orang bukanlah hal yang mudah seperti melipat tangan atau menendang sebuah bola. Banyak benturan yang akan terjadi selama proses penyatuan berbagai perbedaan tersebut, disinilah dibutuhkan seorang pemimpin. Dapat kita bayangkan betapa sulitnya memimpin grup kecil apalagi dalam lingkup yang lebih luas seperti company atau bahkan sebuah negara.
Abad ke-21 ini diwarnai dengan banyaknya sistem dan kompleksitas dalam setiap bidang kehidupan, birokrasi yang panjang dan bertele-tele juga menjadi semakin kompleks. Efisiensi dan efektivitas sudah jarang kita temui dalam aspek kehidupan kita. Di abad ini kita semua membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menciptakan tidak hanya kuantitas tetapi juga kualitas yang dapat memberikan nilai tambah yang lebih dalam aspek kehidupan umat manusia. Hal ini menjadikan wacana yang tak pernah habis untuk dibicarakan. Sosok pemimpin bagaimana yang menjadi idaman dan bagaimana kriteria pemimpin yang ideal?
Kriteria Seorang Pemimpin
Pimpinan yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi beberapa kriteria, yaitu memiliki :
1. Pengaruh
Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan sang pemimpin diikuti dan membuat orang lain tunduk pada apa yang dikatakan sang pemimpin. John C. Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata: Leadership is Influence (Kepemimpinan adalah soal PENGARUH). Mother Teresa dan Lady Diana adalah contoh Kriteria seorang Pemimpin yang punya pengaruh.

2. Kekuasaan/power
Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena dia memiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yang mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.
Percaya atau tidak, hubungan antar manusia di dunia ini pada dasarnya dilandasi oleh hubungan bisnis yang saling menguntungkan, hubungan cinta antara pria dan wanita sekalipun didasari atas prinsip ini. Pria merasa mendapat sosok idaman yang dia cari yang mampu memenuhi kekurangan dan mengisi berbagai kelemahannya, sementara si wanita merasa dilindungi dan dipenuhi semua kebutuhannya oleh si pria, sehingga si wanita merasa aman berada di dekat pria. Dapat dibayangkan apabila masing-masing dari pria/wanita tidak mendapat hal yang dia butuhkan/inginkan malahan merasa dirugikan maka hubungan cinta tersebut tidak akan berjalan lama. Setulus apa pun cinta yang diucapkan, seiring dengan berlalunya waktu hubungan tersebut akan mengalami keretakan dan tidak akan menghasilkan kebahagiaan.

3. Wewenang
Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada pemimpin untuk menetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan. Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sang pemimpin percaya bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur tangan dari sang pemimpin.

4. Pengikut
Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaaan/power, dan wewenang tidak dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada di belakangnya yang memberi dukungan dan mengikuti apa yang dikatakan sang pemimpin. Tanpa adanya pengikut maka pemimpin tidak akan ada. Pemimpin dan pengikut adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat berdiri sendiri.

Hal-hal yang disebutkan di atas adalah kriteria yang setidaknya pasti kita jumpai pada seorang pemimpin. Lalu bagaimana menjadi seorang pemimpin yang ideal? Sebelum kita melangkah lebih jauh untuk membahas hal tersebut perlu kita pahami terlebih dahulu apa itu pengertian Pemimpin. Pemimpin berasal dari akar kata pimpin. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ‘Pimpin’ mempunyai pengertian ‘bimbing’ atau ‘tuntun’, sedangkan pemimpin adalah orang yang memimpin. (Memimpin: memegang tangan seseorang sambil berjalan (untuk menuntun, menunjukkan jalan, dsb), mengetuai atau mengepalai (rapat, perkumpulan, dsb), memandu, memenangkan paling banyak, melatih (mendidik, mengajari, dsb). KBBI, Edisi kedua, Balai Pustaka: Depdikbud)

Dari pengertian memimpin kita banyak sekali menjumpai kata kerja/verb. Berarti dalam pengertian memimpin lebih banyak bersifat aktif dan bukan pasif. Disini dapat kita lihat pemimpin harusnya adalah seorang yang proaktif yang menjadi perintis/pionir bagi orang-orang di sekitarnya. Bukan sebaliknya menunggu bawahan untuk bersifat proaktif dalam menyelesaikan pekerjaan dan menyelesaikan sisa pekerjaan bawahan yang belum beres. Lalu bagaimana kriteria seorang pemimpin yang ideal?

Ketika saya menulis artikel ini saya teringat kepada dosen mata kuliah manajemen saya di Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang telah mengilhami saya pertama kali bagaimana menjadi seorang pemimpin yang ideal. Seumur hidup saya, baru kali itu ketika saya baru akan menapaki awal perkuliahan, saya menyaksikan dan melihat betapa luar biasanya dosen itu, Beliau masih tergolong muda dan bahkan belum menikah saat itu tetapi kharisma yang ditampilkannya dapat membawa saya terhanyut lebih dari sekedar mengagumi Beliau. Seorang wanita yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mendidik dan memberi transfer ilmu dan juga nilai-nilai yang berharga bagi saya dan teman-teman. Dari ilmu yang saya dapatkan, pengalaman, dan juga apa yang saya saksikan pada diri seorang pemimpin saya merangkum setidaknya ada 4 hal yang dapat dijadikan kriteria sebagai pemimpin yang ideal. Dan untuk selanjutnya sebutan pemimpin ideal ini saya ganti menjadi pemimpin sejati.

Pemimpin Sejati
Pemimpin sejati, ketika kata tersebut muncul di benak saya, saya membayangkan seseorang yang luar biasa seperti dosen saya tersebut, para pakar kepemimpinan seperti Kenneth Blanchard dan Spencer Johnson, Zig Ziglar, Stephen R Covey, Michael Angier, (Alm) Norman Vincent Peale dan bahkan pemimpin dunia yang luar biasa dan telah banyak berdedikasi serta melakukan hal-hal yang berani yang jarang terpikirkan atau dilakukan manusia pada umumnya. Pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang dinanti-nantikan oleh setiap orang (bagaikan Ratu Adil dalam falsafah Jawa).

Empat Kriteria Pemimpin Sejati yaitu:
1.  Visioner: Punya tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan Hidup Anda adalah Poros Hidup Anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.
2.  Sukses Bersama: Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya. Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bagi dirinya sendiri, namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.
3.  Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar (Teachable and Learn continuous): Banyak hal yang harus dipelajari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus survive sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin.

Memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang positif juga bergaul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong Skill kepemimpinan akan meningkat.
4.  Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa depan:
Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan Sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya.

dikembangkan dari Servant Leadeship atau Kepemimpinan Hamba oleh meme Mery, SE, Trainer di PT PHILLIPS, Inc JKT.

Berita ini dapat dilihat di:
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=8&dn=20071024155434

Tuhan atau Mall yang Mengubah Hidupmu?

Filed under: News — dedewijaya at 1:51 am on Wednesday, October 24, 2007

Tuhan atau Mall yang Mengubah Hidupmu?
Oleh : Dede Wijaya
23-Okt-2007, 18:24:23 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia -
For sale: everything. Jaket Pengendara Sepeda Motor dari Kulit Kambing, Batu kamar mandi ala Italia, Biola-biola buatan tangan, Jam besar yang berdiri di lantai, Meja tulis gaya kolonial, Jaguars, Kain-kain lampin. Begitu tulisan Iklan Reklame di Mall ini.
Membutuhkan sekitar dua hari untuk mengeksplor Mall terbesar di Beijing, Golden Resources Shopping Mall- dan juga paling besar di seantero dunia. Bandingkan Mall Minnesota di Amerika luasnya 4 juta kaki persegi. Golden Resources, yang dibangun di suatu kawasan mengesankan selama 20 bulan dan dibuka pertama kali pada 24 Oktober 2004, luasnya 6 juta kaki persegi.

Dengan 230 eskalator, lebih dari 1.000 toko, ruang Restoran dengan ukuran dua kali lapangan sepak bola, dan Ice Skating - Seni Deco mall terbuat dari baja dan gelas/kaca sampai keinginan pesta pihak komunis untuk menciptakan satu kebahagiaan yang stabil, bagi kelas konsumen berpendapatan menengah.
Selera besar Negeri China untuk penjualan mulai menanjak naik dikombinasikan dengan Kredit-kredit Besar dari Bank yang sangat memusatkan sistem perbankan sebagai satu bentuk ungkapan pasar Leninism,” yang digunakan oleh Perry Link dari Princeton University untuk menggambarkan Negeri China yang kapitalis.
“Dari awal kita ingin pusat belanja paling besar di dalam dunia,” kata Fu Yuehong, Direktur Kelompok Yansha Baru, yang beroperasi hampir separuh mall. Fu memajang satu peta dunia di dalam kantornya. “Kita adalah negeri dengan kebanyakan orang-orang di dunia. Kita mempunyai ekonomi yang bertumbuh paling cepat. Mall paling besar menunjukkan kemajuan kita sebagai masyarakat.”
?Mall yang akan ubah hidupmu (”Mall that will change your life),” begitu kata iklan. Banyak Flats apartemen masih kosong. Mereka tersebar dalam blok-blok di suatu daerah yang dibangun kembali dekat ?Lembah Silikon Beijing” di mana kebanyakan dari Komite Kerja Pemerintah Negeri China tinggal.
Mall, yang dilaksanakan sebagian oleh perusahaan Atlanta-berkantor pusat di Smallwood, Reynolds, Stewart dan Stewart, berasal dari Desakan pesta pihak Komunis untuk suatu masyarakat “Xiao Kang”, satu istilah tradisional Cina yang mencita-citakan kemakmuran - satu mobil di dalam tiap-tiap garasi, seekor ayam di dalam tiap-tiap kandang.
Mal-mal, waktu dulu tidak ada di Negeri China komunis. Tetapi mereka menjamur sangat cepat hari ini bahkan Perdana menteri Wen Jiabao memperingatkan musim panas ini bisa jadi belanja di mall menggila.”
Separuh dekade yang lalu, hanya sedikit dari lusinan mall yang hidup. Sekarang Departemen Perdagangan meneliti 400 mall di Negeri China, dan sektor swasta menemukan lebih dari 500 mall. Biaya adalah antara $ 24 sampai $ 36 Milyar Dollar Amerika. Berbelanja di mall-mall telah menjadi trend, “proyek-proyek gambaran” semipublik- sesuatu yang tiap-tiap kota yang mempunyai harga diri membantah ini penting bagi perdagangan, turisme, dan pekerjaan. Di dalam mengembangkan Negeri China, daftar itu meliputi pelabuhan udara, Ruko-ruko di pinggiran kota, pencakar langit, lapangan golf, hotel-hotel, kereta bawah tanah - semua dari yang sependapat sampai yang dianggap keinginan aneh oleh administrasi. Beijing sekarang sudah mempunyai, sebagai contoh, 24 lapangan golf - meskipun kekurangan air publik yang kronis.
Mall-mall sering dibiayai dengan deal bersifat spekulasi, menurut media kota dan para ahli di negara Barat, di mana hubungan keluarga lebih penting dibanding perencanaan bisnis riil, dan di mana bank-bank adalah rentan dengan resiko. Sering, tanah-tanah diperoleh dengan deal yang terkesan mulus. Kredit bank Negeri China meningkat 30 persen dari biasanya. “Satu letusan,” ungkapan “bekerja mahyong,” adalah untuk mengambarkan bagaimana pengembang-pengembang dapat dengan mudah mendapatkan kredit pinjaman dolar dalam jumlah besar dari para Banker.
“Satu pengembang bisa mendapatkan pinjaman besar dari bank pemerintah hanya karena menunjukkan satu izin lisensi pemerintah untuk membangun satu mall,” yang ditunjukkan berita Xinhua yang tidak biasa dengan terus terang melaporkan musim panas ini yang mendaftarkan pro dan kontra dari mall-mall.
Masalah tampak dengan mal-mal belanja baru di Negeri China, karena ternyata mereka mempunyai sedikit konsumen. Selagi pengembang Golden mall menargetkan 50.000 orang per hari yang datang ke mall, hanya sedikit yang terlihat waktu itu.
Di sore Jumat, hanya 20 pembelanja terhitung di satu jam. Boleh jadi karena sekarang ini sudah terlalu banyak mall-mall modern, dan tidak cukup urban dengan penghasilan tinggi, di kota-kota di China, beberapa ahli mengatakan.
Dari toko serba ada bergaya Macy berubah berbelanja ke toko-toko dengan nama seperti Ralph Lauren, Papa John Pizza, dan Chanel. (Wal-Mart diundang tetapi negosiasi-negosiasi yang terjadi dilaporkan batal setelah 30 menit)
Kekurangan jumlah pembelanja terjadi untuk beberapa tahun awal. Banyak masyarakat Cina lebih suka mengunjungi mall-mall lokal yang secara panorama dan arsitektur lebih memuaskan. Pendapatan bersih setelah pajak sedang naik, tetapi tidak secepat mall-mall baru. Satu toko kosmetik di dalam Golden Resources, tabung kecil krim mata dan wajah dijual $ 40 masing-masing. Tetapi satu penjaga mengaku - tidak ada penjualan di hari itu. Dua wanita muda berpakaian profesional, pembelanja-pembelanja potensial, mengatakan mereka datang untuk mengunjungi seorang teman yang bekerja di sana. “Kita benar-benar suka bagaimana kita merasakan pada toko ini, tetapi kita tidak mau membeli pakaian. Biayanya 200 renmimbi [$ 24] terlalu tinggi untuk hampir tiap-tiap item.”
“Kita berpikir itu akan butuh tiga sampai lima tahun untuk membuat laba,” ujar Fu. Satu langkah sukses dilakukan dengan menaruh satu Supermarket dengan harga biasa yaitu Lotus, di Basement.
Tahukah Anda bahwa Dibutuhkan waktu 2 bulan untuk mengunjungi 30 ribu Kios/Stan dalam Golden Resources Shopping Mall ini dengan asumsi satu menit untuk setiap 1 Kios/Stan. Wow, Dahsyat 2 bulan di mall baru bisa keluar? bayangkan!?
Jika kita bandingkan dengan waktu ke gereja untuk beribadah kepada Tuhan hanya dibutuhkan 2-3 jam setiap ibadah di hari Minggu. Masihkan Anda malas untuk beribadah menyediakan 2-3 jam dalam 1 hari Minggu untuk beribadah kepada Tuhan. Bandingkan dengan waktu yang kita habiskan di mall dalam seminggu. Apakah Tuhan yang ubah Hidupmu atau Mall Will Change Your Life seperti kata iklan?
Hati-hatilah untuk tidak menjadi masyarakat yang konsumeris. Dunia dengan segala perkembangannya yang menawan menawarkan cara hidup yang instant, santai, konsumerisme, dapat membuai kita. Di seluruh Jogja dan Jawa Tengah, Mall Ambarukmo Plaza (biasa disingkat Amplaz) yang terletak di Jogja adalah mall terbesar se-jawa tengah. Begitu banyak waktu yang dihabiskan generasi sekarang untuk mengunjungi dan berbelanja serta menonton film di Studio 21. Tentu mengunjungi mall bukan dosa. Namun adalah kita lebih banyak menggunakan waktu-waktu kita dengan lebih bertanggungjawab? Inilah fokus perhatian sebenarnya dari artikel ini.
Pemazmur, Raja Daud pernah berkata: Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain (2 bulan di Mall ??) ?.(Mazmur 84:11)
Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus. Mazmur 65:5
Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. Mazmur 84:3
Nah, sudahkah Anda memberi waktu bagi Tuhan dalam 1 hari yang dikuduskan itu? Jika tidak, Kita bisa mengutip perkataan Jarwo Kuat (Wapres) di Acara BBM Metro TV, hal seperti itu sungguh “TERLALU!!?
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini…!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.comPengunjung_di_depan_mall
Goldenresources_shopping_mall_1

APA ITU MOTIVASI?

Filed under: MOTIVATION — dedewijaya at 1:00 am on Wednesday, October 24, 2007

"Motivasi adalah seni membuat orang melakukan apa yang Anda inginkan untuk mereka lakukan, karena mereka ingin melakukannya." –Dwight D Eisenhower

Apa sebenarnya motivasi itu? Kata motivasi berasal dari akar kata "motive" atau "motiwum" yang berarti ‘a moving cause’ yang berhubungan dengan ‘inner drive, impulse, intension’. Kata "motive" atau "motif" ini bila berkembang menjadi motivasi, artinya menjadi ’sedang digerakkan atau telah digerakkan oleh sesuatu, dan apa yang menggerakkan itu terwujud dalam tindakan’.

Motivasi berasal dari bahasa Latin “movere” yang artinya to move. Jadi motivasi dapat diartikan proses yang membangkitkan, mengarahkan, mempertahankan perilaku manusia untuk mencapai beberapa tujuan. Motivasi adalah keadaan dalam diri individu yang memunculkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku. Dengan kata lain Motivasi menurut Kartini Kartono adalah dorongan terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu. Dengan dorongan (driving force) di sini dimaksudkan: desakan yang alami untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan hidup dan merupakan kecenderungan untuk mempertahankan hidup.

Sedangkan menurut Muslimin, motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama, berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengertian dan hakikat motivasi, serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi mereka untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh organisasi.

Motivasi adalah faktor yang mendorong orang untuk bertindak dengan cara tertentu. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa motivasi pada dasarnya adalah kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu tindakan (action atau activities) dan memberikan kekuatan (energy) yang mengarah kepada pencapaian kebutuhan, memberi kepuasan ataupun mengurangi ketidakseimbangan. Oleh karena itu tidak akan ada motivasi, jika tidak dirasakan rangsangan-rangsangan terhadap hal semacam di atas yang akan menumbuhkan motivasi, dan motivasi yang telah tumbuh memang dapat menjadikan motor dan dorongan untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan atau pencapaian keseimbangan.

"Orang sering bilang bahwa motivasi itu tak ada habisnya. Memang, sama halnya dengan mandi –itulah sebabnya kami merekomendasikannya setiap hari." –Zig Ziglar

Motivasi merupakan salah satu dari unsur terpenting bagi seseorang. Motivasi itulah yang akan menjadikan seseorang lebih kuat keinginan untuk mencapai sesuatu atau tidak. Orang belajar, sebagai contoh, yang memiliki motivasi kuat untuk lulus, akan lebih kuat belajarnya daripada orang yang memiliki motivasi biasa-biasa saja, apalagi tidak memiliki motivasi sama sekali. Orang yang sakit, dan memiliki motivasi untuk sembuh, akan lebih cepat kesembuhannya daripada orang sakit yang motivasi sembuhnya lemah. Dokter dan orang yang berkecimpung dalam masalah ini tahu betul.

"Uang tidak pernah menjadi motivasi besar bagiku. Kepuasan sejati adalah permainannya itu sendiri." –Donald Trump.

"Ide dari semua motivasi adalah perangkap. Lupakan motivasi. Just do it! Latihan, mengurangi berat badan, tes gula dalam darah, apapun. Lakukan apapun itu tanpa motivasi. Lalu apa? Setelah kau memulai (melakukan) sesuatu, itulah saat motivasi datang dan memudahkanmu untuk menjaganya." –John Maxwell.

"Selalu ada motivasi untuk menginginkan kemenangan. Setiap orang punya itu. Tapi, seorang juara perlu, dalam perilakunya, sebuah motivasi atas dan dalam kemenangan." –Pat Riley

"Hanya yang keluar dari dalam, motivasi yang berumur panjang dan bisa diandalkan, dan salah satu kekuatan darinya adalah kesenangan dan kebanggaan bahwa Anda tahu telah melakukan sesuatu sebaik yang Anda mampu." –Lloyd Dobens and Clare Crawford-Mason

"Hasrat adalah kunci motivasi, tapi itu tergantung dan meminta komitmen dari pencarian yang tiada henti pada tujuan Anda –komitmen untuk excellence– yang akan memungkinkan Anda mencapai sukses yang Anda cari." –Mario Andretti

"Aku telah sampai pada kesimpulan bahwa motivasiku sebagian besar telah menjadi mitos –aku tak tahu mengapa melakukan hal-hal yang kulakukan itu." –J. B. S. Haldane

"Motivasi adalah api dari dalam. Jika seseorang mencoba menyalakan api (dalam dirimu) itu, kesempatan untuk terbakarnya sangat cepat." –Stephen R. Covey

SUKSES SEBUAH PERJALANAN

Filed under: MOTIVATION — dedewijaya at 12:52 am on Wednesday, October 24, 2007

MOTIVASI KERJA

Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat kerja. Atau dengan kata lain pendorong semangat kerja. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kerja menurut Ravianto adalah: atasan, rekan sekerja, sarana fisik, kebijaksanaan dan peraturan, imbalan jasa uang dan non uang, jenis pekerjaan dan tantangan. Jadi motivasi individu untuk bekerja sangat dipengaruhi oleh sistem kebutuhannya.

3 Jenis Motivasi

Jadi memotivasi orang lain, bukan sekadar mendorong atau bahkan memerintahkan seseorang melakukan sesuatu, melainkan sebuah seni yang melibatkan berbagai kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Paling tidak kita harus tahu bahwa seseorang melakukan sesuatu karena didorong oleh motivasinya. Ada tiga jenis atau tingkatan motivasi seseorang, yaitu: pertama, motivasi yang didasarkan atas ketakutan (fear motivation). Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya orang patuh pada bos karena takut dipecat, orang membeli polis asuransi karena takut jika terjadi apa-apa dengannya, anak-istrinya akan menderita.

Motivasi kedua adalah karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation). Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu. Sedangkan motivasi yang ketiga adalah motivasi yang didorong oleh kekuatan dari dalam (inner motivation), yaitu karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan misi hidupnya bekerja berdasarkan nilai (values) yang diyakininya. Nilai-nilai itu bisa berupa rasa kasih (love) pada sesama atau ingin memiliki makna dalam menjalani hidupnya. Orang yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan. Baginya bekerja bukan sekadar untuk memperoleh sesuatu (uang, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya.

MOTIVASI KERJA, BISNIS dan AKTIVITAS

Berdasarkan sebuah hasil survei, ada banyak alasan mengapa seseorang menyukai pekerjaannya, dan mayoritas (66%) menjawab hal pertama yang menjadi prioritas adalah karena alasan lingkungan kerja yang baik dan komunitas orang-orang yang bekerja. Setelah itu mereka baru melihat faktor Manajemen yang baik, Tantangan dan hal menarik dari pekerjaan itu sendiri, Fleksibilitas, Upah/Pendapatan yang diterima, Otonomi, Kesempatan mendapatkan Training/pelatihan dan Belajar, Faktor Teknologi dan terakhir yaitu Tim Kerja. Jadi, dari survei ini kita melihat bahwa faktor Lingkungan kerja yang baik dan komunitas manusia ditempatkan pada prioritas pertama menurut mayoritas responden. Upah/ Pendapatan yang diterima tidak dianggap hal yang terpenting.

What do you like about

your current job?”

% of respondents

People and work environment

Good management practices

Challenging and exciting jobs

Flexibility

Salary

Autonomy

Training and learning opportunities

Stock options

Technology

Team work

66

33

33

24

19

16

13

9

8

8

Sumber: Powerpoint dari Reni Rosari, program M.Si Ekonomi UGM

Dalam buku The One Minute Manager, kedua penulis (Kenneth Blanchard dan Spencer Johnson) merangkum topik bahasan kita mengenai motivasi ini dalam sebuah ilustrasi yang amat menarik mengenai Manajer Satu Menit. Untuk menjadi manajer yang efektif dan dapat memotivasi anak buah untuk mencapai sasaran perusahaan, maka ada tiga hal yang harus dilakukan.

Pertama adalah membangkitkan inner motivation dari orang yang dipimpinnya dengan menetapkan berbagi misi atau sasaran yang akan dicapai. Kita sebagai pemimpin perlu berbagi dengan tim kita untuk secara bersama melihat visi secara jelas dan mengapa kita melakukannya. Motivasi yang benar akan tumbuh dengan sendirinya ketika seseorang telah dapat melihat visi yang jauh lebih besar dari sekadar pencapaian target. Sehingga setiap orang dalam organisasi kita dapat bekerja dengan lebih efektif karena didorong oleh motivasi dari dalam dirinya.

Dale_carnegie Hal kedua dan ketiga yang perlu dilakukan oleh seorang manajer efektif adalah memberikan pujian yang tulus dan teguran yang tepat. Kita dapat membuat orang lain melakukan sesuatu secara efektif dengan cara memberikan pujian, dorongan dan kata-kata atau gesture yang positif. Bahkan dalam bukunya yang melegenda, Dale Carnegie (How to Win Friends and Influence People) menempatkan ini sebagai prinsip pertama dan kedua dalam menangani manusia, yaitu: (1) jangan mengkritik, mencerca atau mengeluh, dan (2) berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Manusia pada prinsipnya tidak senang dikritik, dicemooh atau dicerca, tetapi sangat haus akan pujian dan apresiasi. Tetapi kritik atau teguran yang tepat seringkali justru diperlukan untuk membangun tim kerja yang kokoh dan handal. Yang penting dalam menegur orang lain adalah bukan pada apa yang kita sampaikan tetapi cara menyampaikannya. Teguran yang tepat justru dapat menjadi motivasi dan menimbulkan reaksi yang positif.

Penelitian yang dilakukan dalam lima puluh tahun terakhir menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak semata didasarkan pada nilai uang yang diperoleh (monetary value). Ketika kebutuhan dasar (to live) seseorang terpenuhi, maka dia akan membutuhkan hal-hal yang memuaskan jiwanya (to love) seperti kepuasan kerja, penghargaan, respek, suasana kerja, dan hal-hal yang memuaskan hasratnya untuk berkembang (to learn), yaitu kesempatan untuk belajar dan mengembangkan dirinya. Sehingga akhirnya orang bekerja atau melakukan sesuatu karena nilai, ingin memiliki hidup yang bermakna dan dapat mewariskan sesuatu kepada yang dicintainya (to leave a legacy). Hal ini sesuai dengan piramida Abraham A Maslow tentang tingkatan kebutuhan manusia.

Dede_1 Beberapa saran penting untuk sukses dalam dunia kerja yang perlu diperhatikan oleh setiap orang yang bekerja yaitu:

  • Kerjakan Apa Yang Anda Cintai! Ini adalah kunci untuk mengembangkan kesuksesan Anda secara maksimal.

Kahlil Gibran pernah menulis…

Kerja adalah cinta yang nyata, kasih yang tampak

Dan jika engkau tidak bekerja dengan cinta

Tetapi hanya dengan rasa enggan

Lebih baik bagimu untuk tidak bekerja

Dan duduk saja di pinggir jalan sambil mengemis

Dari orang-orang yang bekerja dengan sukacita

  • Jangan Menyerah dengan Tantangan kerja namun Ubahlah Tantangan Menjadi Peluang.

  • Hidup dengan tujuan dan Etos Kerja Tertinggi.

  • Bangun Hubungan yang Benar secara Efektif.

  • Jangan mencari Kambing Hitam atas kegagalan Anda

  • Gali Talenta/Bakat Alami Anda

Setiap talenta pada dasarnya baik dan memiliki potensi untuk mengukir sejarah. Namun seseorang bisa berakhir sebagai ‘Pecundang’ karena ia tidak mengenali talenta atau bakat khusus yang ada dalam dirinya. Jadi temukan, hargai dan kembangkan telanta Anda.

  • Tetap Fokus

Lakukan Apa Yang Orang Lain Tak Sanggup Lakukan

Orang-orang yang berjaya memiliki sikap ini. Mereka sanggup melakukan lebih dari orang biasa lakukan, dalam masa yang sama mereka juga sanggup melakukan apa yang orang-orang biasa tak sanggup lakukan. Sebenarnya, jika Anda teliti lingkungan sekitar Anda, orang-orang biasa hanya minat pada kesenangan sekarang ini dan tidak memikirkan tujuan yang mau dikejar, sebab itu mereka tak mau bekerja keras. Ini kenyataan hidup. Untuk cemerlang, Anda perlu korbankan kesenangan sekarang untuk kesenangan yang lebih panjang di masa depan. Lakukan apa yang orang lain tak sanggup lakukan dan jangan terlalu memikirkan apa yang orang lain katakan tentang diri Anda.

Jadi, Anda diamkan mulut, kuatkan semangat dan rajinkan tangan bekerja serta gerakkan pikiran memikirkan strategi seterusnya. They will always talking, talking and talking. Abaikan mereka, lakukan tugas kerja Anda dan hiraukan tanggapan negatif mereka.

Mereka hanya akan diam bila usaha Anda sudah berhasil! Inilah motivasi paling kuat, yaitu sikap mau membuktikan bahwa Anda tidak seperti apa yang orang lain labelkan. Lakukan apa yang orang lain tak sanggup lakukan. Jika mereka tersenyum sinis melihat kerajinan Anda, terima hakikat mereka tidak bersetuju dengan perangai Anda yang dianggap ‘bodoh’ oleh mereka.

Paling utama, Anda tahu apa yang hendak Anda capai dan apa tujuan hidup Anda.

TINDAKAN PEMASTIAN BAGI KEBERHASILAN MOTIVASI

Pemimpin yang tegas dan tekun akan memberi motivasi kepada para karyawannya, agar dapat mengambil langkah pemastian keberhasilan motivasi, seperti di bawah ini.

  1. Pilihlah dan tetapkanlah untuk menang secara bersama yang dilakukan dengan sikap mental positif yang membangun.

  2. Masuklah dengan pasti dalam perang melalui doa dengan keyakinan, bahwa akan ada kemenangan yang akan dicapai bersama.

  3. Bersiaplah untuk membayar harga kemenangan dengan bekerja baik (efektif, efisien dalam hubungan organisasi yang sehat) dan bekerja keras secara konsisten.

  4. Usahakanlah untuk terus menginterpretasi hidup dan proses kerja dari kaca mata kemenangan, karena kegagalan pun dapat diterima sebagai kemenangan yang tertunda.

Dengan mengingat kepentingan motivasi seperti telah disinggung di atas, setiap pemimpin yang ingin maju dan berhasil harus belajar serta bersungguh-sungguh menerapkannya dalam kepemimpinan, yang pada akhirnya akan menjamin keberhasilan dirinya sebagai pemimpin.

Michael Angier, salah seorang pakar tips, Pendiri dan Presiden Success Networks International, mengajukan saran 10 Langkah Membangkitkan yang Terbaik dari Karyawan yang dapat dilakukan seorang pimpinan yaitu sebagai berikut:

  1. Tunjukkan kepercayaan. Kepercayaan itu sangat berharga. Karyawan akan mengerahkan yang terbaik bila mereka merasa dipercaya.

  2. Doronglah keberanian mereka. Katakan dengan tulus bahwa mereka pasti bias melakukannya. Ini akan menumbuhkan keberanian mereka.

  3. Harapkan lebih banyak. Anda semestinya bersikap realistis. Namun, orang selalu terdorong untuk meraih sesuatu yang tinggi.

  4. Katakan yang sebenarnya. Bersikaplah terbuka. Mengutarakan hal yang sebenarnya menarik simpati dan kepercayaan yang lebih besar dari karyawan.

  5. Jadilah panutan. Salah satu cara terbaik mempengaruhi orang lain adalah dengan menjadi panutan. Dimana-mana tindakan lebih dihargai daripada sekedar ucapan. Bila Anda menunjukkan yang terbaik, karyawan akan menirunya.

  6. Berbagilah pengalaman. Ceritakan bahwa kita pun pernah mengalami kegagalan dan melewati masa-masa sulit. Ini akan melahirkan empati dan menciptakan hubungan yang hangat.

  7. Tantanglah team Anda. Tantangan akan mengingatkan mereka agar selalu menjadi yang terbaik. Dan hanya dengan memberikan tantangan, seseorang akan menunjukkan kemampuannya.

  8. Ajukan pertanyaan yang tepat. Pemimpin yang baik tidak memberikan jawaban, namun mengajukan pertanyaan yang tepat.

  9. Pergokilah saat mereka melakukan sesuatu yang baik. Temukan saat di mana mereka melakukan keberhasilan. Katakan bahwa mereka berhasil melakukannya. Rayakanlah keberhasilan. Jangan mencari-cari kesalahan.

  10. Luangkan waktu bersama mereka. Investasikan waktu Anda dengan menjalin hubungan bersama. Melakukan hal bersama-sama selalu memberikan motivasi yang tinggi bagi karyawan.

Kesuksesan bukan satu perhentian, tapi sebuah perjalanan.

MALL RAKSASA di CINA

Filed under: News — dedewijaya at 3:20 am on Friday, October 19, 2007

Goldenresources

Sebuah mall di negara Cina memiliki 30.000 kios/stan yaitu Golden Resources Shopping Mall, mall raksasa dengan ukuran supersize alias terbesar negara China yaitu terletak di Beijing. bayangkan 1 menit saja di setiap stan/kios, Anda baru akan bisa meninggalkan tempat
tersebut setelah 2 bulan kemudian:) wonderful.

Raja Daud, pernah bersaksi:

Lebih baik 1 hari di pelataran rumah Allah kita daripada 2 bulan di mall (alias 1000 hari di tempat lain:)hehehe). Betul Tidak? Masihkan Kita malas beribadah ke  gereja, mengkhususkan 1 hari saja bagi Tuhan? meminjam istilah Jarwo Kuat di republik BBM “TERLALU !!”