Don’t Worry BE HAPPY
Liputan SEMINAR ESKATOLOGI “ZAMAN BARU”
“Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” (Wahyu 22:11)
Pada hari Rabu-Kamis, tanggal 12-13 September pukul 18.00-21.30 diadakan Seminar Akhir Zaman dengan tema ZAMAN BARU bertempat di gedung JBN di Jl. Yos Sudarso 21, Jogjakarta. Acara ini diadakan oleh Sekolah Tinggi Reformed Injili Jakarta (STRIJ) di Yogyakarta dengan mengundang Pdt. Rudie Gunawan, S.Th sebagai pembicara tunggal. Beliau alumni dari SAAT dan berasal dari Bandung dan saat ini berdomisili di Jakarta dan mengajar sebagai Dosen di STTRII dan STRIJ.
Mengandrungi Tema Akhir Zaman
Dalam ulasan Firman Tuhan, beliau yang pada masa mudanya sangat gandrung dan mendalami tema Akhir Zaman, mengakui selama 25 tahun telah dicekoki dengan ketakutan mengenai akhir zaman dengan pencitraan dari beberapa pendeta yang menakutkan orang Kristen, sempat pula Beliau dulunya percaya dengan beberapa perkataan Pendeta yang berani menentukan waktu kedatangan Yesus pada tahun 1982, 2000, dan paling akhir Desember 2007 misalkan Pemimpin Saksi Jehova yang sering meralat Hari Kiamat berulang kali, Adventist, dan kita pernah mendengar Mangapin Sibuea dengan Sekte Pondok Daudnya yang membuat heboh Umat Kristen di Tanah Air.
Menanggalkan Konsep Salah Akhir Zaman
Delapan tahun terakhir ini konsep akhir zaman yang dulu Beliau percaya sudah ditanggalkan, dan sungguh-sungguh mengajarkan Kebenaran Firman Tuhan yang menurut Beliau bahwa seharusnya khotbah tentang Akhir Zaman haruslah diresponi dengan rasa sukacita, penuh pengharapan, dan keyakinan bahwa kita MENANG bukan malah dipenuhi kegelisahan, ketakutan dan membuat malas beraktivitas. Tuhan Yesus mengingatkan dalam Markus 13 bahwa hendaklah kita Jangan Kuatir, tetap WASPADA supaya jangan DISESATKAN! Semua hal itu harus terjadi dulu, namun ini baru penderitaan menjelang Zaman Baru. Menarik sekali bahwa kata Zaman Baru sebenarnya tidak terdapat dalam bahasa aslinya namun oleh LAI ditambahkan kata Zaman Baru dan menurut Pdt. Rudie hal ini secara penerjemahan tentu tidak benar namun tepat untuk mengungkapkan maksud Alkitab. Penerjemahan perlu diingat, tidak lepas dari penafsiran. Markus 13:1-4 merangkum dan mengarahkan balik pada fokus tema Teokrasi Mesianik Anak Manusia dan waspada. Konsekuensi logis pikiran kiamat yang tidak sepihak (kiamat menurut Yudaisme sangat bersifat Yahudi), akan menghantar pada kiamat yang proporsional pada tempatnya dan memudahkan setiap orang rela menerima dan melihat Kristus sebagai finalis penentu.
Program Intensif
Seminar ini dikemas dengan bentuk Program Intensif, Belajar Firman yang dipadatkan dalam waktu 2 hari, dihadiri 25 orang peserta dengan membayar kontribusi 40 ribu rupiah dan dikemas dalam suasana kelas yang nyaman layaknya kuliah. Acara ini diikuti oleh jemaat GKY, MRIIY, dan GKKK Jogja yang terdiri dari anak muda dan orang tua. Hadir para diaken MRII Jogja. GRII Jogja yang menjadi fasilitator, digembalakan oleh Pdt. Julio Kristano dan Ibu Pdt. Berta Larope. Pdt. Rudie banyak mengacu pada buku Doktrin Akhir Zaman yang ditulis Louis Berkhof, seorang Teolog Jerman yang bisa disebut Bapa Teologi Sistematika di abad 20 ini karena Beliau menulis Buku Teologi Sistematika yang begitu Tebal dan dipecah jadi 6 buku dalam penerjemahan Bahasa Indonesia oleh Penerbit Momentum yang dikerjakan saudara Ev. Drs. Yudha Thianto.
Waspada dan Tetap Tenang
Antusias peserta terlihat dalam beberapa pertanyaan yang diajukan maupun tanggapan/respon yang diberikan. Bagi, penulis, cara penyampaian berita Akhir Zaman yang dikhotbahkan Beliau memang sangat jauh berbeda dengan para pengkhotbah Akhir Zaman yang sering kita dengar. Dengan gaya humoris namun serius, dan khotbah yang indah dan membangun namun mengingatkan dan mencerahkan, banyak hal baru yang mungkin belum pernah terpikirkan ketika kita membaca dan mencoba menafsirkan kitab-kitab Apokaliptis (menyangkut penyingkapan/penyibakan tentang hal-hal yang akan terjadi di masa depan yang penuh dengan symbol-simbol) yang perlu dimengerti dengan benar. Zaman Akhir ini telah banyak para pendeta dari berbagai aliran denominasi yang menipu dan tertipu dengan Beraninya mereka menentukan tanggal, bulan dan tahun kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya. Dan kemudian bukannya bertobat, namun mereka terus meralat tanggal kedatangan Yesus, tidak kecuali para pendeta di Indonesia. Hendaklah kita Waspada dan Tetap Tenang.(Don’t Worry BE HAPPY) Penyesatan mesti terjadi, namun belum merupakan kesudahannya.
Menurut Pdt. Rudie, ZAMAN BARU merupakan bahasan tentang akhir segala sesuatu yang berkenaan dengan “issues akhir zaman.” Telaah tentang Markus 13 akan memimpin beberapa bahasan yang bersinggungan dengan eskatologi dalam setiap bagian Kitab Suci yang telah menjadi doktrin Gereja tentang Akhir Zaman hingga masuk dalam materi-materi terapan pada catatan sistematika Louis Berkhof dan Wesminter Confession (Pengakuan Iman Westminster) terutama pasal 32 dan 33 tentang Kebangkitan Tubuh setelah mati dan Penghakiman Akhir Allah atas manusia.
Materi Seminar Akhir Zaman
Dalam seminar ini, Pdt. Rudie banyak mengupas tentang istilah Eskatologi, Kesaksian Wahyu Khusus mengenai Imortalitas Jiwa, pandangan Alkitab tentang Status Antara (Intermediate state), kedatangan Kembali Yesus sebagai sebuah peristiswa Tunggal, 3 pandangan tentang Milenial (seribu tahun) yaitu Amilenialisme, Postmilenialisme dan Premilenialisme, Natur dari penghakiman Terakhir, dan yang paling penting dan menjadi point utama adalah mengenai Keadaan Akhir Orang Benar.
Pengajaran Berimbang tentang Akhir Zaman
Pesan terakhir Pdt. Rudie Gunawan. STh yaitu agar umat Kristen giat belajar kebenaran Firman Tuhan dan jangan tertipu dengan khotbah yang tidak berdasarkan pada kebenaran Firman Tuhan yang dapat dipertanggungjawabkan. Perlu ditekankan, bahwa Setiap Pendeta dan pengajar Alkitab tentang Akhir Zaman perlu mengajarkan Eskatologi Umum dan Eskatologi Individu secara berimbang agar setiap orang Kristen mengerti tugas dan tanggungjawab mereka dalam Zaman Akhir ini.
Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat. (Wahyu 1:3)


