Melangkah Lebih Tinggi
24-Okt-2007, 21:00:18 WIB - [www.kabarindonesia.com]
HUT KOMISI PEMUDA GKKK KE-40
Yesus, aku mau melangkah
Lebih tinggi dari hidup yang lama
Bahkan aku ingin terbang
Melayang tinggi bersama dengan-Mu
KabarIndonesia -
Demikian kutipan lagu ‘MELANGKAH LEBIH TINGGI’ yang juga menjadi tema HUT yang dinyanyikan para pemuda Kalam Kudus dalam peringatan HUT Pemuda ke-40.
Tidak terasa 40 tahun sudah Komisi Pemuda boleh hadir di tengah-tengah GKKK Jogja, tentu bukan usia muda, namun usia yang matang dalam masa penuaian setelah sekian lama menabur, begitu kata Penginjil Andi Setiawan selaku Pembina Komisi Pemuda GKKK Jogja dalam kata sambutan HUT Komisi Pemuda ke-40 GKKK Jogja. Acara ibadah persekutuan dan pengucapan syukur dan diramaikan dengan games ini berlangsung lancar dan memberkati para pemuda yang hadir pada hari Sabtu itu, 20 Oktober 2007 di ruang Ibadah GKKK Jogja.
Firman Tuhan disampaikan oleh Ev. Edy Susanto dari GKKK Solo. Beliau memaparkan banyaknya persaingan yang terjadi di gereja maupun dan antar gereja baik yang menyangkut gedung gereja, sarana dan prasarana, musik dan sound system, jumlah jemaat, dan bahkan tak jarang antar aktivis dan Pengurus Komisi juga Hamba Tuhan dapat bentrok dan saling berebut pengaruh. Hal seperti ini patut diwaspadai dan diperhatikan oleh tiap gereja.
Bersumber dari Yohanes 5:1-9 tentang Yesus menyembuhkan seorang lumpuh yang menderita selama 38 tahun di dekat kolam Betesda pada hari Sabat, penginjil Edy berkata bahwa terjadi persaingan juga di dalam perikop ini dimana setiap orang sakit bersaing untuk berebut siapa yang terlebih dahulu masuk ke kolam Betesda pada waktu terjadi goncangan oleh malaikat di kolam itu. Orang yang terlebih dahulu masuk ke kolam itu akan sembuh saat itu juga. Bayangkan bahwa si lumpuh ini sudah 38 tahun kalah bersaing untuk masuk ke kolam Betesda. Semua orang sakit itu sibuk dengan dirinya dan kepentingan diri sendiri untuk sembuh. Tidak ada yang mau menolong si lumpuh untuk masuk ke kolam itu. Semua yang pernah sembuh tidak mau berada di situ lagi dan malas mengurusi orang lain.
Kita lihat hal ini pun kerap terjadi di gereja bahkan di kalangan aktivis dan para Pengurus Komisi. Untuk itu, Yesus tahu caranya menolong si lumpuh. Yesus memulai dengan bertanya, "Maukah engkau sembuh?" Sebuah pertanyaan yang kedengarannya bodoh bagi setiap orang sakit. Tentu mereka semua mau disembuhkan. Namun ingat, si lumpuh sudah 38 tahun berusaha untuk sembuh dengan bersaing masuk ke kolam Betesda. Namun dia gagal terus. Nah pertanyaan ini pun tidak dijawab oleh si lumpuh dan malah menjauh dari apa yang Yesus tanyakan.
Kita lihat ayat ke-7, jawab orang sakit itu kepada-Nya, "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kita melihat bagi si lumpuh hanya kolam Betesda sajalah satu-satunya pintu bagi dia memperoleh kesembuhan. Oleh karena itu dia menjadi putus asa.
Si lumpuh ingin sembuh namun dia sudah tidak berharap lagi dan putus asa dengan keadaannya. Hopeless dan tidak punya pengharapan dan IMAN lagi. Yesus datang kepada orang yang seperti ini dan menawarkan kesembuhan atas kehidupannya. Maukah saudara disembuhkan? Pertanyaan yang sama Yesus tanyakan kepada kita.
Ingatlah bahwa seseorang bisa disembuhkan tidaklah tergantung oleh IMAN atau tidak. Si lumpuh sudah tidak punya IMAN dan benar-benar putus asa. Kesembuhan hanyalah karunia Tuhan semata dan Dia yang berhak memberikannya kepada siapa pun yang dia inginkan. Ada atau tidak adanya IMAN tidak menentukan bahwa seseorang PASTI disembuhkan oleh Tuhan Allah. Tentu tidak salah jika kita berharap untuk disembuhkan.
Ev. Edy seseorang dari alumnus SAAT Malang ini juga berpesan agar setiap pemuda dan orang Kristen jangan menjadi batu sandungan namun harus menjadi ‘Saksi yang Hidup dan Garam serta Terang bagi Dunia ini’. Seseorang tidak bersimpati terhadap Kristen bukan karena Tuhan Yesus tidak baik, namun karena melihat kehidupan orang Kristen yang buruk dan menjadi batu sandungan dan bukan menjadi berkat. Inilah yang menyebabkan mereka mengeraskan hati bagi ‘Pintu Injil Keselamatan’ dalam Kristus Yesus (Kis 4:12). Ev Edy meminta agar kita menjadi orang yang peduli kepada sesama.
"Memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" (Matius 5:13-14).
Acara ini dihadiri oleh sekitar 60 orang. Turut hadir dari perwakilan pengurus Komisi Remaja, Dewasa Muda dan pihak Majelis. HUT yang mengambil tema MELANGKAH LEBIH TINGGI ini juga dihadiri beberapa pemuda GKKK Solo yang hadir bersama penginjilnya, Ev. Edy Susanto yang telah 3 tahun melayani di GKKK Solo, sebuah gereja yang diresmikan tahun 1973 dan telah berdiri sejak tahun 1963 ini digembalakan oleh Pdt. Em. Michael Hendra Arifin.
Dede Wijaya, penulis buku PESONA ALKITAB.
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=19&dn=20071024160305