DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

MENJADI PEMIMPIN SEJATI

Filed under: LEADERSHIP — dedewijaya at 12:00 am on Wednesday, January 30, 2008

 Menjadi
seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah, banyak orang muda yang mengalami
kesulitan ketika diberi tanggung jawab untuk mengorganisasikan suatu sistem.
Akan tetapi banyak pula yang menganggap memimpin adalah hal yang mudah, tak
ubahnya seperti layaknya seorang bos yang menerapkan otoritas pada bawahan,
cukup dengan memberi job description
yang harus dikerjakan, membuat bawahan agar mematuhi aturan/kebijakan yang
berlaku dalam company tersebut, dan
membuat bawahan tidak bersuara (tidak melakukan aksi protes/menyuarakan
hak-haknya yang dapat merugikan bos dan company).

Banyak tokoh Alkitab yang
bisa kita teladani kepemimpinannya diantaranya: Musa, Yosua, Yesus Kristus,
Paulus, dan para hakim, para Nabi, Raja Daud,
dan lain-lain.
Memimpin adalah salah satu Karunia Roh. I Korintus 12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa
orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai
pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk
menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata
dalam bahasa roh.

Para profesional
muda mengganggap bahwa tingkat pendidikan, jabatan/posisi yang mereka duduki
saat ini sudah menunjukkan bagaimana hebatnya kepemimpinan yang mereka
terapkan.
Banyak orang salah
kaprah mengatakan bahwa manajer adalah seorang pemimpin. Manajer benar adalah
seorang pimpinan akan tetapi belum tentu manajer adalah seorang pemimpin.
Banyak manajer yang ditakuti oleh bawahan dan banyak juga manajer yang bertangan besi dalam memimpin
sehingga acapkali kita mendengar label
dari bawahan untuk bosnya seperti : bos macan, bos harimau, bos bertangan besi,
bos berkicau, bos berwajah hantu, dan lain sebagainya. Mungkin anda memiliki labeling lain buat pimpinan anda di perusahaan.
Mengapa banyak labeling-labeling yang muncul yang kadangkala menjadi bahan
lelucon/humor segar dikalangan bawahan?? Atau mungkin malahan si “ bos “ merasa
bangga dengan labeling yang dia
peroleh, yang membuat dia merasa ditakuti oleh bawahan dan menjadi orang yang
hebat yang dapat membuat orang lain tak berani berkutik dihadapannya.

 Menjadi
seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah, untuk memimpin sekelompok orang saja yang
terdiri dari grup kecil 3-4 orang, tidak semua orang dapat melakukannya.
Menyatukan berbagai perbedaan sudut pandang, pola pikir, dan karakter
masing-masing orang bukanlah hal yang mudah seperti melipat tangan atau
menendang sebuah bola. Banyak benturan yang akan terjadi selama proses
penyatuan berbagai perbedaan tersebut, disinilah dibutuhkan seorang pemimpin.
Dapat kita bayangkan betapa sulitnya memimpin grup kecil apalagi dalam lingkup
yang lebih luas seperti company atau
bahkan sebuah negara.

 Abad 21 ini diwarnai dengan
banyaknya sistem dan kompleksitas dalam setiap bidang kehidupan, birokrasi yang
panjang dan bertele-tele juga menjadi semakin kompleks. Efisiensi dan
efektivitas sudah jarang kita temui dalam aspek kehidupan kita. Di abad ini
kita semua membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menciptakan tidak hanya kuantitas
tetapi juga kualitas yang dapat memberikan nilai tambah yang lebih dalam aspek
kehidupan umat manusia. Hal ini menjadikan wacana yang tak pernah habis untuk
dibicarakan. Sosok pemimpin bagaimana yang menjadi idaman dan bagaimana kriteria
pemimpin yang ideal.

Kriteria Seorang Pemimpin 

Pimpinan yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi beberapa
kriteria, yaitu memiliki :

  • Pengaruh

Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya
yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan sang
pemimpin diikuti dan membuat orang lain tunduk pada apa yang dikatakan sang
pemimpin. John C Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata: Leadership
is Influence
(Kepemimpinan adalah soal PENGARUH). Mother Teresa dan Lady Diana adalah contoh Kriteria
seorang Pemipin yang punya Pengaruh.

  • Kekuasaan/power

Seorang pemimpin umumnya diikuti
oleh orang lain karena dia memiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa kekuasaan atau kekuatan
yang dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yang mau menjadi
pendukungnya. Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini menjadikan
orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu
mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang
bersifat simbiosis mutualisme,
dimana kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.

Percaya atau tidak, hubungan antar
manusia di dunia ini pada dasarnya dilandasi oleh hubungan bisnis yang saling
menguntungkan, hubungan cinta antara pria dan wanita sekalipun didasari atas
prinsip ini. Pria merasa mendapat sosok idaman yang dia cari yang mampu
memenuhi kekurangan dan mengisi berbagai kelemahannya, sementara si wanita
merasa dilindungi dan dipenuhi semua kebutuhannya oleh si pria, sehingga si
wanita merasa aman berada di dekat pria. Dapat dibayangkan apabila
masing-masing dari pria/wanita tidak mendapat hal yang dia butuhkan/inginkan
malahan merasa dirugikan maka hubungan cinta tersebut tidak akan berjalan lama.
Setulus apa pun cinta yang diucapkan,
seiring dengan berlalunya waktu hubungan tersebut akan mengalami keretakan dan
tidak akan menghasilkan kebahagiaan.

  • Wewenang

Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada pemimpin
untuk menetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan.
Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sang
pemimpin percaya bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab
dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu
campur tangan dari sang pemimpin.

  • Pengikut

Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaaan/power, dan wewenang tidak dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila
dia tidak memiliki pengikut yang berada dibelakangnya yang memberi dukungan dan
mengikuti apa yang dikatakan sang pemimpin. Tanpa adanya pengikut maka pemimpin
tidak akan ada. Pemimpin dan pengikut adalah dua hal yang tidak dapat
dipisahkan dan tidak dapat berdiri sendiri.

Hal-hal yang disebutkan di atas adalah kriteria yang setidaknya pasti kita
jumpai pada seorang pemimpin. Lalu bagaimana menjadi seorang pemimpin yang
ideal? Sebelum kita melangkah lebih jauh untuk membahas hal tersebut perlu kita
pahami terlebih dahulu apa itu pengertian Pemimpin. Pemimpin berasal dari akar
kata pimpin. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata “Pimpin” mempunyai
pengertian bimbing atau tuntun, sedangkan pemimpin adalah orang yang memimpin.
(Memimpin : memegang tangan seseorang sambil berjalan (untuk menuntun,
menunjukkan jalan, dsb), mengetuai atau mengepalai (rapat, perkumpulan, dsb),
memandu, memenangkan paling banyak, melatih (mendidik, mengajari, dsb). KBBI, Edisi kedua, Balai Pustaka : Depdikbud)

Dari pengertian memimpin kita banyak sekali menjumpai kata kerja/verb. Berarti dalam pengertian memimpin
lebih banyak bersifat aktif dan
bukan pasif. Disini dapat kita lihat pemimpin harusnya adalah seorang yang
proaktif yang menjadi perintis/pionir bagi orang-orang disekitarnya. Bukan
sebaliknya menunggu bawahan untuk bersifat proaktif dalam menyelesaikan
pekerjaan dan menyelesaikan sisa pekerjaan bawahan yang belum beres. Lalu
bagaimana kriteria seorang pemimpin yang ideal?

Ketika saya menulis artikel ini saya teringat kepada kisah Alkitab tentang
Nasehat Yitro kepada Musa untuk
mengangkat para pemimpin di bawah Musa untuk membantunya mengatasi dan
menyelesaikan setiap masalah bangsa

Israel

yang meminta pengadilan daan
putusan Musa. Hal ini mengilhami saya pertama kali bagaimana menjadi seorang
pemimpin yang ideal. Kisahnya bisa kita baca dari
Keluaran 18:13-27, kita perhatikan nasehat Yitro:

Tetapi mertua Musa menjawabnya: "Tidak baik
seperti yang kaulakukan itu. Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik
bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan
ini terlalu berat
bagimu, takkan
sanggup engkau melakukannya seorang diri saja
. Jadi sekarang dengarkanlah
perkataanku, aku akan memberi nasihat kepadamu dan Allah akan menyertai engkau.
Adapun engkau, wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan kauhadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah. Kemudian
haruslah engkau mengajarkan kepada
mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada
mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan
. Di
samping itu kaucarilah dari seluruh
bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat
dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap
; tempatkanlah mereka di
antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang,
pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. Dan sewaktu-waktu mereka
harus mengadili di antara bangsa; maka segala perkara yang besar haruslah
dihadapkan mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili mereka
sendiri; dengan demikian mereka meringankan pekerjaanmu, dan mereka
bersama-sama dengan engkau turut menanggungnya. Jika engkau berbuat demikian
dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya,
dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya." Musa
mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang
dikatakannya.

Saudara, kita melihat bahwa Yitro menasehatkan
setidaknya ada 5 hal yaitu:

1. Pekerjaan Musa Overloaded (Terlalu Berat)

2. Mewakili Bangsa Israel di hadapan Tuhan

3. Mengajarkan ketetapan-ketetapan dan keputusan,
memberitahukan bangsa itu apa yang harus mereka lakukan.

4. Mencari dan memilih orang-orang yang berintegritas
Tinggi dan menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin sesuai dengan kapasitas
dan porsi tanggung jawab.

5. Bangsa Israel akan Menjadi Puas.

Yitro adalah Mertua Musa yang bijaksana yang
akhirnya mengenal Allah yang disembah Bangsa Israel. Lalu kata Yitro:
"Terpujilah TUHAN, yang telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir
dan dari tangan Firaun. Sekarang aku
tahu, bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah
; sebab Ia telah
menyelamatkan bangsa ini dari tangan orang Mesir, karena memang orang-orang ini
telah bertindak angkuh terhadap mereka." Dan Yitro, mertua Musa, mempersembahkan korban bakaran dan beberapa korban
sembelihan bagi Allah
; lalu Harun dan semua tua-tua Israel datang untuk
makan bersama-sama dengan mertua Musa di hadapan Allah. (Kel 18:10-12). Yitro adalah Bapak Manajemen pertama di dunia yang pernah tercatat dalam sejarah
Alkitab dan diakui oleh dunia modern. Satu
prinsip utamanya adalah kemampuan untuk mendelegasikan tugas dan tanggung jawab
yang tidak mungkin sanggup dilakukan oleh satu orang (single fighter) kepada orang-orang lain yang berintegritas dan
ahli.
Dalam kepemimpinan apapun, prinsip ini tidak oleh dilupakan
(Kemampuan Mendelegasikan).

John C. Maxwell, seorang ahli kepemimpinan dan mengajarkannya dalam
buku-buku bermutunya dan lewat VCD-VCD Kepemimpinan. Seorang Pria yang
mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mendidik dan memberi transfer ilmu dan
juga nilai-nilai yang berharga bagi setiap orang di dunia dan mempunyai visi Menghasilkan Sejuta Pemimpin di seluruh
dunia (One Million Leader)
. Dari ilmu yang saya dapatkan, pengalaman, dan
juga apa yang saya saksikan pada diri seorang pemim
pin saya
merangkum setidaknya ada 4 hal yang dapat dijadikan kriteria sebagai pemimpin
yang ideal. Dan untuk selanjutnya sebutan pemimpin ideal ini saya ganti menjadi
pemimpin sejati.

 

Pemimpin Sejati

 Pemimpin sejati, ketika kata tersebut
muncul dibenak saya, saya membayangkan seseorang yang luar biasa seperti dosen
saya tersebut, para pakar kepemimpinan seperti Kenneth Blanchard dan
Spencer Johnson, Zig Ziglar, Stephen R Covey, Michael Angier, (Alm) Norman Vincent
Peale dan bahkan pemimpin dunia yang luar biasa dan telah banyak berdedikasi
serta melakukan hal-hal yang berani yang jarang terpikirkan atau dilakukan
manusia pada umumnya. Pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang dinanti-nantikan
oleh setiap orang.

Empat Kriteria Pemimpin Sejati yaitu:

  1. Visioner: Punya Tujuan Pasti dan Jelas serta Tahu Kemana
         Akan Membawa para pengikutnya.
    Tujuan Hidup Anda adalah Poros Hidup
         Anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering,
         melihat pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses
         lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.
  2. Sukses
         Bersama: Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk Sukses bersamanya
    . Pemimpin
         sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bagi dirinya sendiri,
         namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong
         orang-orang yang dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.
  3. Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar (Teachable and Learn continuous )

Banyak hal yang harus dipelajari oleh seorang
pemimpin jika ia mau terus survive sebagai pemipin dan dihargai oleh para
pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman
diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin. Memperlengkapi
diri dengan Buku-buku bermutu dan Bacaan/Bahan yang positif juga Bergaul akrab
dengan para Pemimpin akan mendorong Skill kepemimpinan akan meningkat.

  1. Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa
         depan
    .

Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya
menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat
dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang
mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang
mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin
Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin
sejati pasti dikatakan Sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda
lainnya.

"Hadiah terbesar yang diberikan oleh
kehidupan adalah kesempatan untuk bekerja keras dalam pekerjaan yang layak
dilakukan." –Theodore Roosevel

(www.kabarindonesia.com)

 Dede Wijaya, Penulis buku Pesona Alkitab

 

Tantangan PLURALISME ditengah Kehidupan Orang Percaya

Filed under: Religion — dedewijaya at 9:23 pm on Tuesday, January 22, 2008

IMAN KEPERCAYAAN YOSUA (Yosua 24:14-18)

“Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan seôha. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN  Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beòhbadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

Ketika ketika mempelajari kehidupan Yosua dari Alkitab, kita mengetahui bahwa Yosua adalah pemimpin yang dipersiapkan Musa untuk melanjutkan estafet tongkat kepemimpinan memimpin Bangsa Israel. Memang Yosua tidak sekaliber dan sepopuler Musa.

Lihat saja Firman Tuhan yang berkata kepada Yosua,
"Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu. Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."

Dari perikop ini saja 3 kali TUHAN memerintahkan dan meneguhkan Yosua untuk menjadi Kuat dan Teguh Hati, bahkan di bagian akhir Firman Tuhan ini, TUHAN mengulang dengan tekanan lebih keras, Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi. Yosua memang bukan Musa, dan Musa bukanlah Yosua. Setiap pemimpin mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan setiap orang adalah unik di mata TUHAN.

Yosua dibagian akhir kitab Yosua mengajak Bangsa Israel menentukan untuk taat dan menyembah TUHAN atau mengikuti ilah-ilah atau berhala bangsa-bangsa lain. Satu hal yang ditekankan Yosua yaitu bahwa dirinya dan seisi rumahnya, akan beribadah kepada TUHAN!" Suatu pengakuan IMAN yang ekslusif dari Yosua ditengah-tengah pluralisme pada zaman itu. Nenek moyang bangsa Israel dulunya menyembah ilah-ilah di Mesopotamia dan Mesir. Yosua dengan tegas meminta Bangsa Israel yang dia pimpin untuk mengambil keputusan kepada siapa mereka mau menyembah. P

ada Yosua 24:21-24 kita melihat bangsa Israel berjanji di hadapan Yosua dan TUHAN untuk mengabdi hanya kepada TUHAN. Yosua meminta mereka menyingkirkan semua ilah-ilah asing dari antara bangsa Israel.

Saudara, Ajakan yang sama diberikan kepada kita untuk memberi keputusan kepada siapa kita MENYEMBAH dan MENGABDIKAN hidup kita? Di dunia ini begitu banyak agama dan kepercayaan yang beraneka ragam, Pluralisme tidak hanya ada di zaman Yosua namun juga di zaman ini yang memasuki abad postmodern yang memberikan begitu banyak pilihan bagi setiap orang dengan segala konsekuensinya. TUHAN ALLAH menciptakan keanekaragaman dalam alam semesta ini. Tampak jelas adanya PLURALITAS dimana-mana dalam ciptaan, suku bangsa, ras, alam semesta, bahkan agama dan kepercayaan. Kita semua menghormati dan menghargai adanya PLURALITAS atau kemajemukan ini. Ini fakta dan realita yang ada. Namun satu yang tidak mungkin kita bisa kompromi yaitu adalah masalah IMAN dan KEPERCAYAAN. Oleh karena itu kita menolak PLURALISME yang adalah agama baru atau iman gado-gado. Meminjam istilah Pdt. DR. Stevri Lumintang disebut Teologi Abu-abu.

Bagaimana kita hidup di zaman ini? Apa kriteria IMAN dan KEPERCAYAAN yang tidak berkompromi dan campur baur?

Bagi Iman Kristen setidaknya ada 4 hal yang sungguh-sungguh harus kita Imani yaitu:

1. Percaya satu-satunya ALLAH TRITUNGGAL

Dari zaman gereja awal telah muncul begitu banyak bidat/sekte sesat sampai pada hari ini bahkan penyesatan akan semakin banyak di akhir zaman ini. Sebut saja: Arianisme (tidak mengakui Keallahan Yesus), Sabelianisme (percaya 1 Allah dalam 3 Wujud yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus namun menolak 3 Pribadi Allah yang sehakikat, sama kekal yang ketiganya adalah SATU), Saksi Yehuwa, Mormonisme, Unitarianisme (Kristen Tauhid di Indonesia, menolak Allah Tritunggal/Trinitas, Yesus bukan ALLAH namun Malaikat Mikhael) dan masih banyak lagi.

Alkitab memang tidak memuat kata TRINITAS/TRITUNGGAL, namun ajaran mengenai ALLAH TRINITAS/TRITUNGGAL meski tidak tersurat adalah sebuah KEBENARAN ALKITABIAH yang tampak mulai dari Kejadian-Wahyu yang bersifat wahyu Progresif (menjadi semakin jelas dari waktu ke waktu terutama di Perjanjian Baru).

Mulai dari Kejadian 1: 1-2, 26, 3:22, Kej 19:24 TUHAN dibedakan dari TUHAN dari langit, Hosea 1:7, Zakharia 3:2, II Timotius 1:18, Yesaya 9:5, 48:16, 63:9-10, Mazmur 2:7, 45:7-8, Roma 1:4, Yohanes 3:16,18, Ibrani 1:6, Mikha 5:1b, Kej 6:3 bandingkan dengan Bilangan 27:18, Mzm 51:13, Yes 40:13, Hagai 2:4-5. Beberapa isyarat lain misal disebutnya kata ”kudus” sebanyak 3 kali dalam Yesaya 6:3 dapat dinggap sebagai isyarat mengenai TRITUNGGAL (bandingkan dengan Wahyu 4:8, juga Bilangan 6:24-26, kata TUHAN disebut 3 kali sebagaimana berkat lipat 3).

Kata ”Malaikat TUHAN” diseluruh PL merupakan petunjuk khusus kepada pribadi kedua dalam ke-Allahan sebelum menjelma jadi manusia Yesus Kristus. Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah ini disamakan dengan Tuhan, namun berbeda dengan Tuhan. Ia menampakkan diri kepada Hagar (Kej 16:7-14), Abraham (Kej 22:11-18), Yakub (Kej 31:11-13), Musa (Kel 3:2-5), Israel (Kel 14:19), Bileam (Bil 22:22-35), Gideon (Hakim-hakim 6:11-23), Manoah (Hak 13:2-25), Elia (I Raj 19:5-7), Daud (I Taw 21:15-17), Malaikat TUHAN membunuh 185.000 orang Asyur (II Raj 19:35), Berdiri di antara pohon-pohon Murad dalam penglihatan Zakharia (Zakharia 3:1-2) dan merupakan satu dari 3 tamu Abraham (Kej 18).

Berdasarkan ayat-ayat di atas tentang Trinitas/Tritunggal dalam Perjanjian Lama, Henry Clarence Thiessen menyimpulkan bersama Louis Berkhof, ”Perjanjian Lama dengan jelas mengantisipasi datangnya penyataan yang lebih lengkap tentang Trinitas dalam Perjanjian Baru.”

Ajaran tentang Allah Tritunggal diuraikan dengan lebih jelas dalam Perjanjian Baru daripada Perjanjian Lama. Realita ini dapat dibuktikan dengan dua cara: melalui pernyataan-pernyataan dan kiasan-kiasan umum dan dengan menunjukkan bahwa ada tiga pribadi ke-Allahan yang diakui sebagai Allah. Pernyataan dan Kiasan Umum (tampak tiga pribadi Allah Tritunggal ditampilkan bersama pada saat Yesus dibaptis, Roh Kudus turun ke atas-Nya dan suara Allah Bapa terdengar dari sorga serta menyatakan Yesus sebagai Anak yang dikasihi-Nya, Matius 3:16-17), Yesus berdoa agar Bapa mengutus seorang Penolong yang lain (Yohanes 14:16, 17, 26 yaitu Roh Kudus). Ketiga pribadi dalam Tritunggal itu bergabung bersama-sama dalam melaksanakan pekerjaan Mereka (I Kor 12:4-6, Efesus 1:3-14, I Pet 1:2, 3:18 dan Wahyu 1:4-5). Lagipula, doa berkat rasuli mempersatukan ketiga oknum tritunggal itu (II Korintus 13:13).

Bapa dikenal sebagai Allah (Yoh 6:27, Roma 1:7, Galatia 1:1). Semua Bidat tidak meragukan hal ini, apalagi mereka yang berpegang hanya kepada PL.
Anak dikenal sebagai Allah (Matius 16:15, 22:42, Yoh 1:15, 17:5,24, Kolose 1:15, Yohanes 1:1 bandingkan dengan I Yohanes 1:1), Mikha 5:1, Yesaya 9:5-6, Ibrani 1:11-12, 13:8, Yohanes 5:26, 1:4, 3:13, Matius 18:20,28:20, Efesus 1:23, Yohanes 16:30, 21:17, Kolose 2:3, Yohanes 2:24-25, Yohanes 4:29, Lukas 6:8, 11:17, Matius 16:21, Yohanes 12:33, 13:1, 6:70-71, Matius 24:25, 11:27 Yesus mengenal Bapa dengan sangat akrab dan tak seorang pun yang dapat mengenal Bapa seperti itu.

Memang harus diakui bahwa ada pernyataan Yesus yang seakan-akan menujukkan bahwa Ia tidak mahatahu. Yesus tidak mengetahui saat ia akan datang untuk kedua kalinya (Markus 13:32); Ia merasa heran atas ketidakpercayaan orang Israel (Markus 6:6), dan tercata pula Ia mendekati sebatang pohon ara dengan harapan untuk mendapatkan buah ara pada pohon itu (Markus 11:13). Sekalipun demikian, haruslah diingat bahwa pada masa Yesus merendahkan diri-Nya, Yesus tidak memakai sifat-sifat ilahi-Nya sekehendak hati-Nya, Allah Bapa tidak mengizinkan-Nya memakai kemahatahuan-Nya dalam kasus-kasus tersebut. Pastilah, sekarang Yesus tahu saat kedatangan-Nya untuk kedua kalinya.

Roh Kudus adalah Allah, Yohanes 14:26, 16:13-14 kata ganti DIA dalam bentuk maskulin untuk Roh Kudus, Yoh 14:16,26, 15:26, 16:17, Roh Kudus memiliki tiga unsur utama kepribadian: Akal (I Kor 2:11), Perasaan (Roma 8:27; 15:30) dan Kehendak (I Kor 12:11)

2. Percaya satu-satunya JURUSELAMAT yaitu Yesus Kristus
Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat Dunia (Kisah Para Rasul 4:12).

Yesaya 43:11 Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
Kisah Para Rasul  5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. 13:23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

Lukas  2:11, Yohanes  4:42 … bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

Filipi  3:20 …Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

II Timotius  1:10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.

Titus  1:3 dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita. 1:4 …dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau. 2:13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 3:6 Yesus Kristus, Juruselamat kita,

II Petrus  1:1 Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
2:20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

I Yohanes  4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

Yudas  1:25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

3. Menerima satu-satunya KESELAMATAN
Keselamatan hanya karena Anugerah Allah semata (Sola Gracia) yang kita terima melalui Yesus Kristus (Sola Christos) dan kita ketahui dari kitab Suci Alkitab (Sola Scriptura) dan kita terima dengan iman (Sola Fide).

4. Percaya satu-satunya KITAB SUCI yaitu ALKITAB
Alkitab yang terdiri dari 66 buku/kitab (39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru) adalah Firman Allah yang Tertulis yang ditulis oleh para penulis yang diilhami oleh Roh Kudus memanifestasikan Tujuh Keajaiban Firman Allah yaitu:

1. Keajaiban formasinya

Bagaimana Kitab Suci berkembang dari kelima kitab pertama yang ditulis oleh Musa sampai menjadi 39 kitab Perjanjian Lama (PL), dan kemudian bertambah dengan 27 kitab Perjanjian Baru (PB) pada abad pertama dari era kehidupan kita, merupakan salah satu misteri terbesar dari segala zaman.

2. Keajaiban kesatuannya

Alkitab adalah suatu perpustakaan komplit yang terdiri dari 66 kitab dan ditulis oleh 44 penulis yang berbeda dalam jangka waktu 16 abad. Penulis-penulisnya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda-termasuk beberapa raja Israel, pejuang, gembala, penyair, tabib dan nelayan. Namun Alkitab adalah buku yang paling menyatu di dunia, berisi suatu pewahyuan yang secara progresif menyampaikan pesan-pesan dari Allah tanpa sedikit pun saling kontradiksi.

3. Keajaiban usianya

Alkitab dapat dipastikan merupakan kitab yang paling tua di dunia, diawali dengan ke-5 buku pertama yang ditulis oleh Musa 35 abad yang lalu. Tulisan purbakala lain apalagi yang dibaca setiap hari oleh ratusan juta manusia yang mendapatkan jawaban bagi berbagai urusan dan masalah yang sedang mereka hadapi?

4. Keajaiban penjualannya

Walaupun Alkitab adalah buku tertua dan terpopuler di dunia, kelarisannya dari tahun ke tahun merupakan suatu fakta yang paling mengherankan di bidang penerbitan buku. Para sarjana memperkirakan bahwa lebih dari 2 miliar Alkitab telah diterbitkan di seluruh dunia. Pada tahun 1976, the American Bible Society (ABS) telah mencetak Alkitab mereka yang ke-2 miliar, lalu menghadiahkannya kepada Presiden Ford. Walaupun jumlah Alkitab yang ada di seluruh dunia luar biasa banyaknya, Alkitab lebih laris dari buku apa pun juga. Beberapa ratus juta terjual stiap tahun di seluruh dunia.

5. Keajaiban popularitasnya

Walaupun Alkitab ditulis lebih dari 2000 tahun lalu oleh penduduk purba Timur Tengah dalam suatu bentuk literatur yang bersifat ketimuran, Alkitab tetap merupakan buku yang paling menarik dan membangkitkan minat di dunia. Setiap tahun Alkitab dibaca oleh lebih dari 1 miliar orang dewasa dan anak-anak dari segala bangsa dan klasifikasi manusia di atas planet ini.

6. Keajaiban bahasanya

Kitab Suci ditulis dalam 3 bahasa: Ibrani, Aram dan Yunani oleh 44 penulis. Kebanyakan dari penulis ini tidak pernah mengecap pendidikan tinggi secara formal. Mereka juga tidak saling mengenal. Namun orang-orang paling bijak dari segala zaman mengakui Alkitab sebagai hasil karya literatur yang terbesar di dunia.

7. Keajaiban pemeliharaannya

Tidak ada buku lain dalam sejarah yang demikian ditentang, dibenci, dianiaya dan juga dibakar. Akan tetapi, walaupun telah ditentang selama ribuan tahun, Alkitab tidak hanya berhasil mempertahankan eksistensinya, Alkitab berkemenangan atas semua kaisar, raja dan diktator yang berusaha untuk membungkam berita keselamatan melalui darah Yesus Kristus.

(Tabloid Gloria, Minggu IV dan V Januari 2008)

Dede Wijaya,

Sumber Pustaka:
Catatan Khotbah Mingguan Penulis

Teologi Sistematika, Henry Clarence Thiessen, Malang: Gandum Mas

Teologi Dasar 1, Charles C Ryrie, Jogjakarta: PBMR ANDI.

Pesona Alkitab, Dede Wijaya, PBMR ANDI, 2007.