DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

KITAB YESAYA: MINIATUR ALKITAB

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 12:54 am on Monday, April 7, 2008


Kitab Yesaya terdiri dari 66 pasal yang dapat dibagi menjadi dua bagian
besar seperti dalam ALKITAB LAI yaitu Yesaya Pakuan dan Yesaya Batu yaitu 39
pasal dan 27 pasal. Bagian pertama yang terdiri dari 39 pasal menekankan
Kedaulatan Allah dan Keadilan Allah dan bagian kedua yang terdiri dari 27 pasal
menekankan Anugerah Allah dan Cinta kasih Allah. Kitab Yesaya betul-betul
hurufiah dan juga miniatur Alkitab. Pada waktu kitab Yesaya dibuat, Alkitab
yang terdiri dari 66 kitab belum tersusun komplit seperti saat ini. Nubuat 600
tahun kemudian yang diucapkan Yesaya digenapi dengan kedatangan Yesus.

Orang Yahudi sangat mengerti apa namanya Nubuat yang namanya kitab Yesaya.
Orang Yahudi begitu setia dan begitu senang dengan kitab Yesaya. Kitab Yesaya
persis miniaturnya Alkitab. Kitab Yesaya dibagi menjadi dua bagian besar.

Cukup banyak sarjana kristen yg meragukan  kitab Yesaya ditulis hanya satu orang, namun penemuan  arkeologi memuat kitab Yesaya pasal 39 dan 40 di satu perkamen yg sama. Jadi tentu hanya satu penulis kitab Yesaya.


Umur Manusia 120 Tahun Saja?

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 12:30 am on Monday, April 7, 2008


Maka berkatalah TUHAN, "Aku tidak
memperkenankan manusia hidup selama-lamanya; mereka makhluk fana, yang harus
mati. Mulai sekarang umur mereka tidak
akan melebihi 120 tahun."
(Kejadian 6:3) ALKITAB LAI BIS

"Berfirman Tuhan: "Roh-Ku tidak akan
selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging,
tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja" (Kejadian 6:3). ALKITAB
LAI TB

 
Apakah benar
bahwa Tuhan memperpendek umur manusia menjadi 120 tahun saja?

Bagaimana
dengan mereka yang berusia lebih dari 120 tahun pada waktu meninggalnya?

Tuhan
salah dalam batasan usia ?

Jika kita
membaca Kejadian pasal 6:1-8 6:1 Ketika
manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka
lahir anak-anak perempuan,

6:2 maka
anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik,
lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja
yang disukai mereka.

6:3
Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam
manusia, karena manusia itu adalah daging,
tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

6:4 Pada waktu
itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika
anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan
perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang
gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

6:5 Ketika
dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala
kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

6:6 maka
menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu
memilukan hati-Nya.

6:7
Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan
itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan
burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan
mereka."

6:8 Tetapi Nuh
mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

 
Ketika kita membaca kitab
Kejadian pasal 6, kita melihat bahwa manusia berdosa cenderung sudah semakin
berdosa dan bertambah kejahatannya di mata Allah. Pada waktu itu jumlah manusia
sudah bertambah banyak. Dari ayat 1 dan 2, kita tahu bahwa terjadi percampuran
pernikahan antara orang-orang Percaya dengan Keturunan manusia berdosa yg jahat
di mata Tuhan. Dan di ayat 3, kita melihat Alkitab LAI menuliskan,

6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di
dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Di
Alkitab banyak sekali manusia yang meninggal di atas 120 tahun. Adam hidup
selama 930 tahun, Set hidup selama 912, Enos 905, Kenan 910, Mahalaleel 895,
Yared 962, Henokh 365, Metusalah 969, Lamekh 777 (Kej. 5:3-32), Nuh 950 (Kej.
9:29), Sem 600, Arpakhsad 438, Selah 433, Eber hidup selama 464, Peleg 239,
Rehu 239, Serug 230 (Kej. 11: 10-25), Sara 127 (Kej. 23: 1-2), Ismael 137 (Kej.
25:17), Nahor 148 (Kej. 11: 24-25), Yakub 147 (Kej. 47: 28), Lewi 137 (Kej.
6:15), Kehat 133 (Kej. 6:19), Harun 123 (Bil. 33:39), Ayub hidup selama 140
(Ayub. 42: 16-17).

Perhatikan kata yg dicetak tebal. Apakah benar
bahwa Allah memperpendek usia manusia hanya sampai 120 tahun saja? Atau ada
arti lain? Jika kita membaca Alkitab, maka akan kita ketahui bahwa banyak tokoh
Alkitab yang usianya diatas 120 tahun pada waktu meninggal setelah Firman Tuhan
dalam Kejadian 6:3 ini disabdakan.
Jika kita melihat Kejadian pasal 6 dan seterusnya, maka masih banyak
manusia di zaman Alkitab yang meninggal di atas usia 120 tahun. Ambil contoh,
diantaranya: Nuh mencapai 950 tahun (Kej 9:28), Terah, ayah Abraham mencapai
usia 205 tahun (Kej 11:32), Sara mencapai 127 tahun (Kej 23:1), Abraham
mencapai 175 tahun (Kej 25:7), Ismael 137 tahun (Kej 25:17), Ishak mencapai
usia 180 tahun, Yakub mencapai 147 tahun, dll. Masih banyak lagi tentunya tokoh Alkitab yang usia meninggalnya tidak
dicatat. Yang pasti beberapa tokoh di atas ternyata meninggal di atas usia 120
tahun. Bagaimana dengan kejadian 6:3, berarti ada pertentangan. Apa benar
Allah salah dalam berfirman dan tidak menepati ucapan-Nya sendiri? Bagaimana
menafsirkan bagian Alkitab yang kelihatan sulit dan bertentangan ini?
Jadi bagaimana dengan ayat Kejadian 6:3, tentunya bertentangan bukan? Apakah
tidak terjadi kesalahan dalam hal ini? Masakan Firman Allah dapat salah? Untuk
menghadapi beberapa hal seperti ketidaksesuaian ini ada baiknya kita melihat
Alkitab King James Version (KJV), salah satu Alkitab berbahasa Inggris yang
terjemahannya baik dan sudah diakui.

Persoalan
ini dapat terpecahkan seandainya kita mau melihat teks asli Alkitab, kita baca
dalam Kejadian 6: 3,

Genesis 6:3 And the LORD <Y@hovah> said <’amar>,
My spirit <ruwach> shall not always <`owlam> strive <diyn>
with man <’adam>, for that he also <gam> is flesh <basar>
<shagag>: yet his days <yowm> shall be an hundred <me’ah> and
twenty <`esriym> years <shaneh (in pl. only),>.

Ayat ini dapat diterjemahkan
dengan Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di
dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi hari-harinya tinggal 120 tahun saja.

Jangan
menganggap penyataan ini bertentangan dengan usia orang-orang yang pada waktu
itu yang mencapai usia lebih dari 120 tahun seperti yang disebutkan dalam
Kejadian 11:12-16.

120 tahun usia
yang disebutkan Allah dalam Kejadian 6:3 tidak mungkin berbicara batas usia
manusia sementara orang-orang lebih tua umurnya disebutkan dalam Kitab kejadian
yang sama (malahan dalam pasal-pasal yang berdekatan, termasuk Nuh sendiri).
Angka itu lebih ditujukan untuk jangka waktu yang diberikan Allah, yaitu selama
120 tahun sebelum air bah betul-betul didatangkan. Itulah jangka waktu
peringatan kepada Nuh, seperti yang kita baca dalam :

1 Petrus 3:20

yaitu
kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah,
ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan
bahteranya
, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang
diselamatkan oleh air bah itu.

Dengan demikian, ayat dalam Kejadian 6:3 akan selaras
dengan Kejadian pasal 11. Untuk lebih jelasnya, mari kita teliti ayat dalam
Kejadian 6:3 sebagai berikut :

"Berfirmanlah
TUHAN: ‘Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal [?] di dalam manusia,
karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun
saja.’"

KJV, And the LORD said, My spirit
shall not always strive with man, for that he also is flesh: yet his days shall
be an hundred and twenty years.

VAYO’MER YEHOVÂH LO’-YÂDON RUKHÏ
VÂ’ÂDÂM LE’OLÂM BESYAGAM HU’ VÂSÂR VEHÂYU YÂMÂV MÊ’ÂH VE’ESRÏM SYÂNÂH

Sengaja dibubuhkan tanda tanya [?] untuk penerjemahan LAI
tidak akan selama-lamanya tinggal
. Kata Ibrani di

sana

adalah LO’-YÂDON, LO’ artinya tidak sedangkan
YÂDON berasal dari kata DIN atau DUN yang artinya menghakimi, mengadili,
berkelahi, bergulat, BUKAN BERARTI TINGGAL ATAU BERDIAM DI DALAM
.

Kata ini dalam Alkitab LAI ditemui di Kejadian 6:3 seperti di atas, namun
dalam ayat lain diterjemahkan menghukum (Kejadian 15:14; Mazmur 110:6); mengadili
(Kejadian 30:6; 49:16; Ulangan 32:36; 1 Samuel 2:10; Ayub 36:31; Mazmur 7:8;
9:8; 50:4; 54:1; 72:2; 96:10; 135:14); berbantah-bantah (2 Samuel 19:9),
dan lain-lain, oleh karena itulah saya membubuhkan tanda tanya atas terjemahan
LAI di atas.


Kejadian 6:3 ini berbicara tentang penghakiman dan
pengadilan
Allah atas kejahatan manusia, bukan tentang usia manusia. Allah
memperpanjang hari-hari (Ibrani YÕM) penghakiman dan pengadilan-NYA selama 120
tahun menjelang air bah yang membinasakan bumi. Perhatikan bahwa Alkitab
menulis YÂMÂV dari YÕM (hari) dan suffix pronomina -VAV (-nya) yang secara
harfiah bermakna hari-harinya, bukan umurnya. Kata umur dalam
bahasa Ibrani biasanya diterjemahkan dari kata BEN yang juga berarti anak
laki-laki
.

Contoh:
Keluaran 7:7,

"Adapun
Musa delapan puluh tahun umurnya dan Harun delapan puluh tiga tahun,
ketika mereka berbicara kepada Firaun."

KJV, And Moses was fourscore years
old, and Aaron fourscore and three years old, when they spake unto Pharaoh.

UMOSYEH BEN-SYEMONÏM SYÂNÂH
VE’AHARON BEN-SYÂLOSY USYEMONÏM SYÂNÂH BEDABERÂM ‘EL-PAR’OH

Selanjutnya, bandingkan dengan Kejadian 5:32, Nuh berusia
500 tahun tatkala memperanakkan Sem, Ham, dan Yafet. Ketiga anak ini bukan
kembar melainkan dilahirkan beda tahun yang kalo dijumlah dapat saja mencapai
angka 20 tahun. Kemudian Kejadian 7:6, Nuh berusia 600 tahun tatkala air bah
datang meliputi bumi, ada selang waktu 100 tahun plus selang waktu antara
ketiga anak Nuh ini lahir. Jadi 120 tahun itu adalah selang waktu tindakan
Allah menghakimi, mengadili (Ibrani ‘DIN’ atau ‘DUN’) sejak DIA mengucapkan
firman-NYA.

Tahukah saudara, bahwa Allah tidak memberikan Rohnya untuk tinggal
selama-lamanya dalam diri manusia dalam Perjanjian Lama (Saul, Simson,dll),
namun pada masa Perjanjian Baru maka Roh Kudus diam dalam diri orang Percaya
sampai selama-lamanya.

Dari ayat Kejadian 6:3 ini, kita tahu bahwa Waktu Penghukuman Allah
dalam mendatangkan Banjir Bah untuk membinasakan umat manusia yg berdosa saat
itu hanya tinggal 120 tahun lagi. Jadi kata “tetapi umurnya akan seratus dua
puluh tahun saja." Lebih baik
diterjemahkan ”hari-hari manusia itu tinggal 120 tahun saja. ” dari terjemahan
ini dapat kita tafsirkan bahwa Roh Kudus (Roh Allah) tidak tinggal
selama-lamanya dalam diri Orang Percaya di masa Perjanjian Lama, dan waktu bagi
manusia berdosa untuk bertobat sebelum masa air bah terjadi kini sisa 120 tahun
saja baru Tuhan Allah akan mendatangkan Air Bah. Jadi waktu 120 tahun bukan
menunjuk batas akhir usia manusia waktu itu, namun berarti waktu sisa sebelum
datangnya Penghukuman Banjir Besar di zaman Nuh. Perhatikan pasal 6 dan 7 dari
Kejadian.

SUDAHKAH ANDA TAHU?

Filed under: Religion — dedewijaya at 6:55 pm on Wednesday, April 2, 2008

Tahukah Anda, bahwa ayat yang terletak ditengah-tengah Alkitab kita ialah

Mazmur 118:8
”Lebih baik berlindung pada TUHAN, daripada mengandalkan manusia.”

Tahukah Anda siapa orang yang paling lembut hatinya menurut Alkitab? 

Dia adalah Musa

Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. (Bilangan 12:3)

Tahukah Anda siapa yang mengguncangkan air di kolam Betesda yang menyebabkan adanya kesembuhan bagi orang yang sakit apapun yang masuk pertama kali ke kolam?

Dia adalah malaikat Tuhan

”Sebab ada kalanya malaikat Tuhan turun ke dalam kolam itu dan menggoncangkan airnya. Dan orang sakit yang pertama masuk ke dalam kolam itu waktu air bergoncang akan sembuh dari penyakit apa saja yang dideritanya.” (Yohanes  5:4)

Tahukah Anda siapa yang selalu hidup akrab dengan Allah selama 300 tahun setelah kelahiran putranya yang pertama?

Dia adalah Henokh

Pada waktu Henokh berumur 65 tahun, ia mendapat anak laki-laki namanya Metusalah. Setelah itu Henokh hidup dalam persekutuan dengan Allah selama 300 tahun. Ia mendapat anak-anak lain dan mencapai umur 365 tahun. 
(Kejadian 5:21-23, Alkitab BIS)

Tahukah Anda siapa pendiri kota pertama, pembunuh pertama, pemuda pertama yang menjadi pelarian dan pengembara di bumi, petani pertama, dan anak laki-laki pertama yang disebutkan dalam Alkitab?

Dia adalah Kain

(Baca Kej 4:1,2,8,12,17)

Tahukah Anda siapa yang pertama kali mabuk, yang pertama kali membuat kebun anggur, yang pertama kali mendirikan mezbah
bagi TUHAN dalam Alkitab?

Dia adalah Nuh

(Baca Kejadian 9:20-21, 8:20)

Tahukah Anda arti nama dari Yudas?

Nama Yudas berarti ”Terpujilah Tuhan”
Yudas adalah versi Yunani dari nama Yehuda atau Judah

Tahukah Anda siapa yang diutus Malaikat TUHAN untuk menyelamatkan bangsa Israel dari bangsa Midian?

Dia adalah Gideon

(Baca Hakim-Hakim 6:11-23)

Tahukah Anda siapa nama juru minuman Raja Artahsasta?

Dia adalah Nehemia

Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja. (Baca Nehemia 1:11)

Tahukah Anda apa nama binatang yang dianggap paling kecil dalam Alkitab?
Nyamuk (Matius 23:24)

Tahukah Anda siapa yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci dan mampu membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias kepada orang-orang Yahudi di Akhaya?

Dia adalah Apolos (Kisah Para Rasul 18:24-28)

Tahukah Anda siapakah yang diperintahkan Allah untuk menamai anaknya
Maher-Syalal Hasy-Bas?

Dia adalah Yesaya(Baca Yesaya 8:3)

Tahukah Anda siapakah satu-satunya orang dalam Alkitab yang disebutkan
kepalanya botak?

Dia adalah Elisa(Baca 2 Raj 2:23)

Tahukah Anda kitab apakah satu-satunya dalam Alkitab yang menyebutkan pohon apel?

Kidung Agung(Baca Kidung Agung 2:3)

Tahukah Anda siapa penasihat Absalom yang sebenarnya adalah mata-mata Daud?

Dia adalah Husai (Baca 2 Samuel 15:32-37)

Tahukah Anda siapakah yang tidak dapat tidur ketika Daniel berada di Gua Singa?

Dia adalah Raja Darius(Baca Daniel 6:17-19)

Tahukah Anda siapa nama ketiga anak perempuan Ayub?

Yemima, Kezia, dan Kerenhapukh (Baca Ayub 42:14)

Tahukah Anda bahwa Allah pernah tertawa?

Pemazmur pernah menuliskannya

”Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.”
(Baca Mazmur 2:4)

Tahukah Anda terdapat di manakah ayat terakhir dari sebuah kitab berikut ini
”Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi
sehingga musnah” ?

Maleakhi 4 : 6

(Baca Kitab terakhir PL, Maleakhi pasal 4 ayat 6)

Tahukah Anda siapakah yang berkata demikian dalam Alkitab
” Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut” ?

Dia adalah Paulus(Baca 2 Korintus 11:24-25, 10:1)

Tahukah Anda darimana kita tahu bahwa Petrus mempunyai Istri?

Matius  8:14. Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. (Petrus punya ibu Mertua, berarti Petrus menikah dan mempunyai istri)

I Korintus  9:5 Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang istri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas? (Kefas -nama lain dari Simon Petrus- membawa istrinya dalam perjalanan Pekabaran Injil)

Tahukah Anda apa nama burung pertama yang dilepaskan Nuh dari bahteranya?

Burung Gagak

Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi,
sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.(Kejadian 8:7)

Tahukah Anda siapa perempuan dalam Perjanjian Lama yang melahirkan anak pada usia 90 tahun dan merupakan perempuan yang paling sering disebutkan dalam Alkitab, yaitu 56 kali?

Dia adalah Sara

(Baca Kejadian 17:17)

BUMERANG BAGI HIZKIA

Filed under: Religion — dedewijaya at 2:09 am on Wednesday, April 2, 2008

Doa Hizkia yang Dikabulkan Allah

Hizkia, raja yang saleh, diberitahu Nabi Yesaya bin Amos bahwa ia akan meninggal karena sakitnya itu, namun belum sampai Yesaya keluar dari ruangan, Allah berfirman kepadanya untuk memberitahukan kepada Hizkia bahwa usianya diperpanjang 15 tahun dan sebagai tandanya bayang-bayang jam penunjuk matahari buatan raja Ahas mundur 10 tapak.

Namun sayang pada akhir hidupnya setelah usianya diperpanjang 15 tahun, kita mengetahui bahwa Hizkia melakukan perbuatan dosa yang tidak disukai Allah yaitu ia menyombongkan diri dengan memamerkan berbagai harta benda istananya kepada pejabat Merodakh-Baladan bin Baladan, yang akhirnya berakibat fatal bagi kerajaan Yehuda yang mengalami pembuangan ke Babel. Hal ini juga dinubuatkan oleh Mikha.

Yeremia 26

26:18 “Mikha, orang Moresyet itu, telah bernubuat di zaman Hizkia, raja Yehuda. Dia telah berkata kepada segenap bangsa Yehuda: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sion akan dibajak seperti ladang dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing dan gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan.

26:19 Apakah Hizkia, raja Yehuda, beserta segenap Yehuda membunuh dia? Tidakkah ia takut akan TUHAN, sehingga ia memohon belas kasihan TUHAN, agar TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas mereka? Dan kita, maukah kita mendatangkan malapetaka yang begitu besar atas diri kita sendiri?”

Permintaan yang dipenuhi namun ternyata berakibat fatal. Saudara, Allah lebih tahu yang terbaik buat kita. Jadilah seperti Abraham yang
mengandalkan Allah dan mempercayakan segalanya pada Allah meski semuanya terlihat belum jelas alias ia tidak mengetahui kemana ia akan pergi, namun percaya pada Allah.

Yesaya 38:1-22

38:1. Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”

38:2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.

38:3 Ia berkata: “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.

38:5 “Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu 15 tahun lagi,

38:9. Karangan Hizkia, raja Yehuda, sesudah ia sakit dan sembuh dari penyakitnya:

38:22 Sebelum itu Hizkia telah berkata: “Apakah yang akan menjadi tanda, bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN?”

Yesaya 39:1-8

39:1. Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya dan sudah kuat kembali.

39:2 Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, segenap gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.

39:3 Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: “Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?” Jawab Hizkia: “Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!”

39:4 Lalu tanyanya lagi: “Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?” Jawab Hizkia: “Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku.”

39:5. Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: “Dengarkanlah firman TUHAN semesta alam!

39:6 Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.

39:7 Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel.”

39:8 Hizkia menjawab kepada Yesaya: “Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!” Tetapi pikirnya: “Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!”

Sifat Egois manusia tampak muncul dalam diri Hizkia. Sangat disayangkan memang. Kita dapat belajar dari kisah Hizkia ini dalam hal berdoa dan dalam karakter sang raja.

kunjungi:

http://dedewijaya.blogspot.com (jawab polling Alkitabnya)

DAUD DAN BATSYEBA: ANAK KECIL YG MATI PASTI MASUK SURGA

Filed under: Religion — dedewijaya at 1:54 am on Wednesday, April 2, 2008

Kisah ini tidak asing bagi kita. Mari kita lihat bagaimana Daud menanggapi
dosanya dan penghukuman Allah dalam kematian anak yang telah dilahirkan
Batsyeba baginya. Ketika bayi itu sakit, Raja Daud berpuasa dan berdoa agar
Allah mengizinkan anak itu hidup. Namun setelah anak itu mati, Daud berhenti
berpuasa dan berkata, ”Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus
berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya,
tetapi ia tidak akan kembali kepadaku" (2 Samuel 12:23). Dalam adegan yang
mengharukan ini, Alkitab memberikan kepastian kepada kita bahwa anak-anak yang
mati akan pergi ke surga, kita dapat melihat perbedaan antara jalan pikiran
seseorang tentang dosanya dan cara Allah berurusan dengan dosa kita. Raja Daud
telah berbuat dosa dalam kelemahannya. Ia sungguh-sungguh bertobat dari
dosa-dosanya sebagaimana yang disaksikan oleh kata-kata doa pertobatannya yang
dalam dan mengharukan dalam mazmur-mazmurnya. Anak laki-lakinya telah mati
sebagaimana telah Allah nubuatkan melalui perkataan nabi-Nya, Natan. Daud
berhenti berpuasa dan bersiap-siap untuk kembali mengarungi sisa kehidupannya
dalam keyakinan bahwa dosanya maupun konsekuensi dari dosanya sudah lenyap
selamanya.

Demikianlah jalan pikiran kebanyakan orang Kristen mengenai dosa mereka.
Ketika dosa-dosa kita dinyatakan, kita sungguh-sungguh bertobat dan memohon
agar Allah mengampuni kita. Tuhan mengampuni dosa kita dan kita percaya,
seperti halnya Raja Daud, bahwa segala konsekuensi dari dosa kita sudah
dilenyapkan. Kita percaya bahwa semuanya sudah selesai. Akan tetapi, walaupun Allah benar-benar mengampuni dosa kita,
persoalan ini belum selesai.

Allah tidak akan melenyapkan konsekuensi
atau akibat-akibat alami dari dosa kita yang tentunya mempengaruhi kehidupan
kita maupun orang-orang di sekitar kita
. Seringkali, konsekuensi-konsekuensi itu akan menimbulkan masalah-masalah
besar di kemudian hari. Raja Daud mengira bahwa dosanya dengan Batsyeba sudah
diselesaikan untuk selamanya, namun ternyata ia dikejar oleh akibat-akibat tragis
sehingga hampir-hampir kehilangan nyawa dan takhtanya. Pada tahapan kehidupan
dimana ia seharusnya menikmati kemenangan –kemenangan dan kehormatannya,
konsekuensi dari dosa yang telah dilakukannya bertahun-tahun sebelumnya hampir
menghancurkannya. Daud terpaksa melarikan diri dari kota kerajaannya, mendaki
bukit Zaitun dalam ketakutan karena pengkhianatan putra dan penasihat
terdekatnya. Itu merupakan masa terburuk dalam kehidupannya yang panjang.

Konsekuensi kekal dan sejati dari dosa-dosa kita sering kali dianggap remeh
oleh orang-orang Kristen. Adakalanya orang-orang Kristen, bila menghadapi
cobaan untuk berbuat dosa, mulai berpikir seperti Raja Daud. Mereka mengira
bahwa mereka bisa berbuat dosa, lalu memohon kepada Allah untuk mengampuni dosa
mereka, dan Allah akan membuat segala sesuatunya sempurna seolah-olah dosa
mereka tidak pernah terjadi. Akan tetapi, dosa-dosa kita menimbulkan
konsekuensi yang akan terus merusak tubuh, persahabatan-persahabatan keluarga,
dan karir kita bertahun-tahun setelah Allah mengampuni kita jika kita sungguh
bertobat dari pemberontakan kita. Kita perlu menyadari bahwa bila kita memilih
untuk berdosa, akibat-akibat dari pilihan kita akan terus memperngaruhi
kehidupan kita sepanjang hidup kita. Walaupun Allah mengampuni, Ia tidak
mengubah hukum sebab dan akibat yang akan membuahkan konsekuensi-konsekuensi
yang tidak dapat dielakkan dari dosa-dosa kita.

« Previous Page