DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

BINCANG-BINCANG SOAL ISU: “YESUS ITU TUHAN”

Filed under: ISLAMOLOGI — dedewijaya at 2:36 am on Friday, May 30, 2008

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah ialah Almasih putera Maryam’ ” (QS 5:17)

“Barangsiapa diantara kalian mentuhankan Isa, maka kafirlah ia yang sejauh-jauhnya”.

Itulah pendirian besi dari teman Islam terhadap Anda yang menyembah Yesus sebagai Tuhan. Hanya sayang tidak dijabarkan apa pasalnya dan apa buktinya bahwa Yesus itu tidak mungkin Tuhan!? Oke, Quran memang mengkafiri siapa saja yang menolak wahyunya di atas. Tetapi untuk membuktikan bahwa sosok Isa itu hanya nabi dan rasul manusiawi saja tidak bisa lebih itu adalah sebuah pekerjaan raksasa, kalau bukan mustahil! Muhammad mencoba menampilkan bukti-insani bahwa ’Almasih itu adalah putera Maryam, keduanya ini adalah manusia yang sama-sama memakan makanan’ (QS 5:75). Ya, jadi secara implikatif mana bisa Tuhan itu perlu makan-minum karena lapar dan haus. Mana mungkin Tuhan bisa lapar dan haus atas barang yang diciptakanNya. Mana ada Tuhan yang makan minum selama 30-an tahun di dunia? Yang ada, Anda pasti mengada-ada dan tersesat sejauh-jauhnya!

Itukah bukti bahwa Yesus itu tak mungkin Tuhan? Bukti insani demikian justru telah ditangkis oleh Yesus sendiri ketika Ia berkata: “PadaKu ada makanan yang tidak kamu kenal…” (Yohanes 4:32).
Ya, banyak Muslim yang tidak tahu, bahkan tidak sedikit yang justru “takut tahu” tentang keistimewaan dan kedahsyatan hakekat dan keberadaan Isa Al-Masih! Sharingkanlah itu dalam hikmat Tuhan melalui satu sentakan pertanyaan kunci:

”Quran memang mengatakan Isa Almasih itu nabi dan rasul. Itu disatu sisi. Namun tahukah Anda, Quran disisi lainnya juga mencatat bahwa Isa itu bukan sekedar nabi dan rasul, melainkan melebihi nabi dan rasul? Tahukah Anda kenapa pakar Islam mulai percaya bahwa Isa misalnya, adalah manusia yang paling pintar diseluruh jagat raya?”

Teman Muslim tidak punya pilihan. Ia rikuh. Sepertinya tahu (sebagian) tetapi tidak betul-betul tahu. Ia harus mendengar apa yang akan Anda katakan. Maka gunakanlah kesempatan ini secara menyeluruh untuk menuntun pemahaman mereka kepada jati-diri Yesus yang ilahi. Pakailah bahan-bahan yang begitu kaya yang telah kita paparkan dimuka (tentang Bincang-Bincang Tritunggal dan Anak Tuhan, baca di www.dedewijaya.co.cc,–Red). Kini Anda dapat mulai dengan perbincangan berikut ini.

”Bagaimanapun, setiap kita layak untuk melihat apa-apa yang diutarakan Quran tentang keutamaan dan kebesaran yang diberikan Tuhan secara langsung kepada Isa Almasih. Apalagi banyak sekali diantara keutamaannya adalah bersifat adikodrati. Mari kita simak secara teliti bahwa Isa memanglah manusia yang paling pintar sedunia. Kita baca Surat 3:55; 5:110; 3:48”

Semua ayat ini menyaksikan betapa Tuhan berwahyu langsung kepada Isa. Tidak seperti nabi lainnya dimana pewahyuan harus melalui Jibril.

”Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Alkitab, Hikmah, Taurat dan Injil”. Quran mengkonfirmasikan bahwa Tuhan juga mengajar Isa tentang menulis dan berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian maupun sesudah dewasa, serta menyampaikan wafatnya Isa”.

Itu sebabnya dan memang tidak salah bahwa ada ini bukanlah melakukan substitusi dengan penghancuran & pelenyapan semua Alkitab asli, melainkan untuk turut menambahi (bukan mengganti) koleksi Kitab-asli yang sudah ada dengan kitab-kitab apokrif yang dikarang sendiri. Kitab apokrif ini hadir bahkan sampai sekarang, semisal Injil Nazarin, Kisah Petrus, dll yang banyak mendongengkan mujizat-mujizat sihir. Lihat, betapa Injil Barnabas pun sering dijago-jagoi oleh orang muslim tertentu sebagai Injil asli, tetapi mereka sendiri bahkan tidak memeriksanya, apalagi mengimaninya!

(a). Bahwa Taurat dan Injil itu ada dalam tangan bani Israil/ada disisi mereka, eksis secara fisik disisi para pemiliknya, tidak hilang seperti yang sering dituduhkan (QS 2:41, 89, 91; 3:93; 5:43,44,47, dll). Bila Kitabnya korup atau hilang habis, untuk apa Muhammad menyerukan agar Alkitab itu diimani? Muhammad memang perlu mengindikasikan adanya para penyeleweng atau penggelap ayat Alkitab, namun sekali-kali itu bukanlah penghapusan/pelenyapan eksistensi Alkitab yang otentik. Sebaliknya kita menyaksikan diseluruh Quran bahwa Muhammad pada zamannya, tidak pernah menegur, mencegah, atau melarang siapapun untuk membaca Alkitab yang ada ditangan orang-orang Yahudi di Mekah atau Madina, apalagi yang ada di tanah Israel! Tuhan malahan mendesak untuk muslim mem bacaNya:
”Katakanlah, ’Maka ambillah Taurat dan bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar”. (QS 3:93).

Panjang lebar dalam bab ’Tritunggal’ dan bab ’Anak Tuhan’ dimuka, dimana Yesus adalah Firman Tuhan yang ilahi, kekal dan tak terbatas itu turun (nuzul) berinkarnasi menjadi manusia yang terbatas sesaat. Dalam bahasa Quran itu dikatakan ’Kalimat Allah yang disampaikanNya kepada Maryam, dan roh daripadaNya’ (awas, jauhkan kata-kata penafsiran terjemahan yang sering ditambahkan, cernakan makna kata-katanya seperti yang terdapat dalam bahasa aslinya). Tampak bahwa asal-usul keberadaan Isa Almasih itu bukanlah dari Maryam atau zat dunia, melainkan dari DNA non-dunia ’Kalimat Allah dan RohNya’, yang masuk kedalam dunia. Dalam Injil, gen-sorga yang masuk ke dunia ini dibahasakan Yesus dengan kata-kata: ”Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas. Kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini…Aku keluar dan datang dari Tuhan” (Yohanes 8:23,42).

2. Isa Almasih satu-satunya sosok dunia yang diperkuat oleh Rohulqudus (QS 2:87, 253)
Pengidentikan yang spekulatif antara Rohulqudus dengan Jibril telah diutarakan dimuka. Dalam Quran, hanya Isa seorang yang diperkuat oleh ”Rohulqudus”. Tuhan tidak pernah eksplisit memakai istilah ’Jibril’ dalam memperkuat Isa. Bila mana kedua oknum itu identik, tentulah Muhammad yang intim dengan Jibril itu juga akan tercatat sebagai nabi yang diperkuat oleh Rohulqudus. Namun ternyata Rohulqudus ini hanya dikhususkan kepada Isa, satu sosok yang sama kudusnya (lihat point 7).

Malahan cukup mengherankan bahwa konfigurasi ”Tritunggal” sepertinya muncul dalam ayat-ayat QS 5:110, 2:87, 253, dimana Allah dengan RohNya tampak bersatu-padu dengan diri Isa untuk menghadirkan tanda mujizat:
”Aku (Allah) menguatkan engkau (Isa) dengan Rohulqudus…”
”Kami (Allah) memperkuat dia (Isa) dengan Rohulqudus”.

Tentu kita terpaksa bertanya, kenapa Allah harus menggandengkan Isa dengan Rohulqudus dalam satu rangkaian ala Tritunggal, khusunya ketika ingin melakukan suatu mujizat? Dan kenapa Muhammad dan lain-lain nabi tidak digandengkan langsung kepada keduanya? Jawabnya di point 7.

3. Hanya Isa yang berotoritas kuasa seperti yang dipunyai oleh Tuhan, yaitu membangkitkan kematian dan menciptakan kehidupan!
Kematian seseorang dan dihidupkan kembali oleh Isa dituturkan dalam Quran. Juga dikisahkan penciptaan makhluk hidup dari benda mati, yaitu menjadikan burung hidup dari burung-burungan tanah liat, dengan tiupan kehidupan (QS 3:49; 5:110). Tidak ada nabi atau malaikat sekalipun yang diberi otoritas kuasa mencipta dan menghidupkan benda mati. Itu kuasa yang hanya dipunyai Allah (QS 46:33; 22:73; 32:9). Perdefinisi, siapapun yang mempunyainya, Dialah yang disebut Tuhan, sang Pencipta!

Tetapi sebagian pakar Islam tidak ingin melihatnya dari segi otoritas Isa, melainkan menafsirkannya sebagai otoritas karena Izin Allah semata. Namun pendalilan ini tentu gugur dengan sendirinya sebab memang tidak ada sesuatu hal di dunia ini yang dapat terjadi diluar izinNya. Adakah sehelai rambut Anda rontok tanpa izin Tuhan? Tambahan kata ”izin Allah” hanyalah sebagai bahasa pengingat, bukan syarat mutlak yang harus dikenakan kepada Isa. Sebab bila itu benar syarat, maka Allah justru mengizinkan manusia secara resmi untuk menjadi sekutuNya, yaitu dengan menjadikannya Pencipta Sesaat, Tuhan Sesaat, padahal hanya Allah-lah Tuhan!

[Alkitab memberikan penerangan yang jelas bagaimana senyawanya hubungan kuasa Yesus itu dengan Sang Bapa. Kuasa Yesus seluruhnya berasal dari diriNya yang selalu kompatibel dengan kehendak Bapa, sehingga otomatis terizin secara inklusif: ”Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak (Yesus) menghidupkan barangsiapa yang dikehendakiNya.” (Yohanes 5:21)].

4. Hanya Isa yang diakui mengetahui hal-hal gaib apa yang dimakan manusia dan apa yang disimpan dirumah (QS 3:49).
Bandingkan kontrasnya ayat ini dengan pengakuan Muhammad sendiri bahwa:
”Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib…” (QS 6:50a, 7:188).
Quran mematok bahwa pengetahuan akan yang gaib hanya eksklusif ada pada Tuhan (QS 27:65), dan kini pengetahuan tersebut ada pula pada Isa. Sedemikian tahunya sehingga Isa pula yang satu-satunya tahu akan hari kiamat! Dalam Injil, dikatakan Yesus tahu apa yang ada di dalam hati manusia. Dialah yang tahu segala sesuatu! (Yohanes 2:25, 16:30).

5. Malaikat menegaskan bahwa Isa Al-Masih adalah sosok yang terkemuka, baik di dunia maupun diakhirat (QS 3:45).
Inilah gelar ”Lordship”, gelar Rajawi dengan kekuasaan rohani yang besar di segala alam, baik di bumi, maupun di Firdaus, atau di segala Alam termasuk alam barzakh. Termasuk peran Isa sebagi tanda dan saksi bagi hari kiamat, ketika Isa datang kembali dihari Penghakiman.

(Ini senafas dengan apa yang tertulis di Alkitab, kuasa yang paling menggentarkan setan dan Iblis: dan (Tuhan) mendudukkan Dia (Yesus) disebelah kananNya di Sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut. Bukan hanya didunia ini saja, melainkan juga didunia yang akan datang (Efesus 1:21)).

6. Isa AlMasih dinyatakan sebagai pembuat hukum (legislatif). Dia sanggup mengubah hukum-hukum Taurat dengan cara menghalalkan apa yang diharamkan untuk manusia (QS 3:50).
Ini dikatakan Quran secara lurus, bukan suatu tafsiran. Hakekat dari ”Kalimat Allah” dan ”Roh daripada-Nya” yang melekat pada Isa yang memungkinkan Ia merevolusikan hukum. Dialah perubah dan penetap/pembuat hukum.
Tiada lain, pembuat hukum-hukum tuhan, ya hanya Tuhan! [Dalam Injil, Yesus tidak mengubah hukum, tetapi Dialah Hukum. Dalam kotbahnya diatas bukit, Yesus menunjukkan diriNya berotoritas penuh dalam pemurnian hukum.
”Kamu telah mendengar firman: ”Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Disini Yesus memperhadapkan ”apa kata firman Tuhan” dengan ”apa kata Yesus”. Ini tentu tidak bisa dilakukan oleh ”AKUNYA” Yesus dengan otoritas yang kurang dari Tuhan]

7. Keberadaan isa dinyatakan suci, benar, oleh malaikat (QS 19:19, 34).
Dialah satu-satunya nabi yang dinyatakan suci tanpa dosa (sinless) dan tidak berbuat dosa (fault-less) walau hanya kekeliruan kecil sekalipun. Ia berkata di dalam kebenaran (whole Truth). Isa tidak ada cacat sedikitpun, tidak pernah minta pengampunan Tuhan. Ia sesuci Yang Tersuci! Dan ini berbeda dengan para nabi lain manapun. Kenyataan yang dahsyat ini sering tersembunyi bagi kebanyakan Muslim. Itu sebabnya mereka kurang menyadari kenapa hanya isa yang diperkuat oleh Rohulqudus, dan tidak memperkuat lainnya. Quran mengindikasikan keberdosaan nabi-nabi selainnya, dan Tuhan sempat mengampuni dosa mereka. Termasuk didalamnya Adam, Ibrahim, Musa, Daud, Yunus, dan Muhammad. (al QS 2:36; 7:22,23; 26;82; 28;15,16; 38:24,25; 37:142; 40:55; 47:19; 48:1,2).

Tetapi kita semua tahu bahwa yang Mahasuci itu hanya ada pada Tuhan seorang.
[Sebaliknya dalam Injil, Yesus bukan hanya kudus tanpa dosa, namun Ia-pun berkuasa memberi kekudusan karena berkuasa mengampuni dosa seseorang. Ia berkata kepada seorang pendosa, ”Hai anakKu, dosamu sudah diampuni” (Mrk 2:5)].

8. Hanya Isa Al-Masih yang menjadi tanda dan saksi bagi hari kiamat. Isa Al-Masih Mampu memberikan pengetahuan tentang hari kiamat (QS 4:159; 43:61).
Quran menyaksikan bahwa Isa Al-Masih, secara eksklusif dan pribadi yang mengetahui rahasia hari Kiamat. Hanya Dialah yang menjadi tanda dan saksi bagi hari penghakiman tersebut. Kita tahu hari kiamat adalah rahasia-ilahi terbesar yang hanya ada pada ”otak-ilahi” (QS 33:63; 31:34). Menjadi pertanyaan, kenapa Isa diberi kuasa tunggal untuk mengetahui rahasia hari kiamat selama dibumi ini?
Konsekuensi ajaran, dakwah atau perintah-perintah Isa yang manakah yang membuat Dia memerlukan pengetahuan demikian? Agaknya tidak ada jawaban yang memuaskan, kecuali Dia sendiri ilahi.

Para pembaca yang berakal budi, Manusia sering lupa, bahwa ketika mencari kehakikian, ia justru cenderung masuk ke dalam alur non-hakiki. Kita tidak akan mungkin mengenal hutan dengan cara masuk ke dalam saja, lalu mencoba mengotak-atik pohon ini dan itu. Maka lihatlah juga perjalanan kehidupan Isa Al-Masih di dunia ini secara keseluruhan, dan kita akan mendapati kehakikian keilahian dari asal-usulNya, keberadaanNya, ucapan dan perilakuNya, hingga kepada kepulanganNya, yang semuanya adalah adikodrati, tidak tunduk pada kodrat semesta:

1). Ketika Isa dalam kandungan, Dialah penjelmaan tunggal gen-DNA ”Kalimat Allah dan Roh Allah”.
2). Ketika Isa hidup, Ialah yang berfirman (wahyu) langsung—menyembuhkan sakit terparah yang ada—menghidupkan mayat—mencipta hidup—menurunkan hidangan langit—merevolusi hukum Allah—penuh hikmat dan pengetahuan adikodrati—terkemuka di dunia nyata maupun maya dan akhirat—total kudus—mentransformasi/mengubah hati manusia—tidak mati dengan meninggalkan jasadNya: ”Yang berasal dari debu kembali ke debu yang fana: yang berasal dari ’Roh Allah’ yang kekal kembali kepada kekekalanNya…”

3). Ketika Isa berpulang dari dunia, Dia diangkat oleh Allah kembali kepadaNya sebagai asal-muasal Gen DNA dirinya yang dari surga. (QS 3:55; 4:158).

Yesus telah menegur manusia untuk tidak melihat ujud mujizat saja—dan mentok sampai disitu. Dia justru meminta kita untuk melihat tanda sebagai sebuah pertanda, yaitu tanda dibalik mujizat itu: ”…kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda melainkan karena kamu telah makan roti (mujizat) itu dan kamu kenyang” (Yohanes 6:26).

Yohanes juga menegaskan bahwa mujizat tidak melayani dirinya untuk dikagumi, juga tidak sekedar untuk menyampaikan nikmat/berkat mujizat kepada si penerimanya. Tanda mujizat dilakukan sebagai pertanda bagi manusia untuk mengenal dan mempercayai Sumber Berkat itu sendiri, yaitu Sang Pelakunya, agar mereka dapat diselamatkan:

”Masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus—yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Tuhan, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya” (Yohanes 20:30-31).

Yesus adalah Tuhan!
Perkataan atau KalimatNya adalah kekal:
”Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu!”

Kepada Anda dan saya, Yesus berkata, sekaligus mengkonfirmasikan ke-Aku-anNya:
”Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.”
”Aku (Yesus) adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Firman Tuhan yang ada, dan yang sudah ada, dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Markus 13:31; Yohanes 13:13, Wahyu 1:8).

Alkitab menjelaskan bahwa Yesus itu Tuhan! Bukan yang dituhankan oleh manusia!

Tuhan yang dinubuatkan,
contoh: Yesaya 7;14; 9:6
Bukan berasal dari dunia (bukan gen dunia),
contoh: Yohanes 8:23, 42
Berkuasa Mengampuni Dosa / Menguduskan,
contoh: Markus 2:5; Lukas 5:24; Ibrani 2:11
Pencipta dan Penjaga Alam semesta,
Contoh: Yohanes 1:3, Kolose 1:15-16
Maha Tahu
Contoh: Yohanes 2:25; 16:30
Maha Kuasa,
Contoh: Matius 28:18; Wahyu 1:8
Ada Dimana-mana,
contoh: Matius 18:20; 28:20
Kekal/ Pra Eksis sebelum Ciptaan,
contoh: Mikha 5:1,2; Yohanes 1:1; 8:58; Kolose 1:17, Wahyu 1:8
Pemberi Hidup,
contoh: Yohanes 1:3, 5:21; 10:28; 11;25
Kasih yang Kekal,
contoh: Efesus 5:25, Yohanes 13:1; 15:12-13

Sumber: ISMAEL… Saudaraku, Bincang-bincang Tentang Tudingan dan Salah Paham, Umar Tariqas, Reach Catalog, Jakarta, Cape Town.

Baca juga artikel-artikel sebelumnya di :
www.dedewijaya.co.cc
www.dedewijaya83.co.cc
www.dedewijaya83.co.cc
http://dedewijaya.blogspot.com
http://dedewijaya83.blogspot.com
http://www.sabdaspace.org/blog/dedewijaya
http://www.in-christ.net/blog/dedewijaya
http://www.kabarindonesia.com Bagian Rohani
http://dedewijaya.multiply.com
http://dedewijaya.wordpress.com
http://dedewijaya.blogs.friendster.com

Add saya di YM dan FS: dd123id@yahoo.com, 0888.280.6398 dan jadikan link di atas di web atau blog anda. Terimakasih.

BERITA TERBARU “WAY OF LIFE”

Filed under: News — dedewijaya at 2:17 am on Thursday, May 29, 2008

MENGUNJUNGI MARKAS PBB
Pada tanggal 7 Mei, saya mengunjungi markas PBB sementara saya kebetulan singgah sebentar di kota New York dalam perjalanan dari Istanbul ke Buffalo, New York. (Saya baru saja menghabiskan satu minggu di Turki mengunjungi tempat-tempat Ketujuh Jemaat atau gereja dalam kitab Wahyu, lalu satu setengah hari di Athena, dan menuju ke beberapa konferensi Alkitab di Amerika Serikat). PBB didirikan pada tahun 1945 untuk mendatangkan perdamaian di dunia. Sebuah patung di taman PBB yang menghadap Sungai Timur menggambarkan seorang laki-laki yang sedang mengubah pedang menjadi bajak. Hal ini diambil dari Yesaya 2:4 dan Mikha 4:3, tetapi hal ini tidak akan terjadi sebelum Yesus Kristus, Sang Raja Damai, datang kembali untuk mendirikan Kerajaan-Nya. Ada patung lain dekat pintu masuk PBB yang menggambarkan sebuah pistol dengan larasnya terikat menjadi simpul, yang menandakan bahwa tujuan PBB adalah menghapuskan kekerasan. Alkitab mengatakan bahwa tidak ada damai bagi orang yang jahat (Yesaya 48:22-57:21), dan PBB tidak memiliki kuasa untuk menyelesaikan masalah inti kekacauan dunia saat ini, yang adalah kondisi hati manusia yang berdosa. Tak mengejutkan, PBB dipenuhi dengan filosofi New Age. Perhatikan Ruangan Meditasi di PBB. Awalnya, ruangan ini adalah suatu kapel doa non-denominasi dan diadakan atas dukungan dan usulan J.C. Penney, pemilik Department Store yang milyuner. Pada tahun 1956-1957, kapel tersebut digantikan oleh sebuah ruangan meditasi New Age. Ruangan ini dibangun dengan bentuk sebuah piramid terpotong, dan blok besi seberat enam setengah ton ditaruh ditengah-tengah ruangan itu, dan bagian atasnya diterangi oleh satu sinar yag berasal dari langit-langit. Sinar itu menggambarkan “hikmat ilahi,” dan blok besi menggambarkan mezbah yang kosong mewakili “Allah yang disembah dalam berbagai bentuk” (http://www.aquaac.org/ un/sprtatun.html). Hammarskjold, mantan Sekjen PBB pernah mengatakan, “In adalah mezbah kepada Allah atas segala” (”A Room of Quiet,” http://www.un.org/depts/dhl/dag/meditati onroom.htm). Blok besi juga melambangkan logam untuk senjata dan New Age berharap bahwa melalui kuasa meditasi, perdamaian dunia dapat diraih. Hammarskjold mengatakan, “…kami berpikir kami dapat memberkati dengan pikiran kami materi yang dipakai untuk membuat senjata.” Ini adalah konsep New Age tentang kuasa pikiran yang terkonsentrasi. Ia mengatakan bahwa Ruangan Meditasi adalah tempat di mana orang dapat “menyingkir ke dalam diri mereka sendiri dan merasakan kehampaan itu.” Lubang di bagian belakang ruangan tersebut, yang menampilkan pola-pola geometris yang saling bersilang, diharapkan “membangkitkan perasaan persatuan secara esensi dengan Allah.” Bagian itu dilukis oleh teman artis Hammarskjold, Bo Beskow. Ruangan Meditasi PBB telah menjadi fokus mistik New Age semenjak ia mulai dibuka. Guru Hindu Sri Chinmoy telah memimpin meditasi di tempat itu selama tiga dekade. Berhati-hatilah, sadar atau tidak sadar, dunia sekarang ini dilanda oleh New Age!

AKU DATANG SEGERA
Kata-kata “Aku datang segera” diulang empat kali dalam kitab Wahyu (3:11; 22:7, 11, 20). Kedatangan Tuhan dengan segera mengacu, pertama-tama sekali, pada kedatanganNya dalam perspektif Tuhan. Ini harus ditafsirkan menurut jam Allah, bukan jam kita. Lihatlah 2 Petrus 3:8. Di tempat lain dalam Perjanjian Baru, kedatangan Kristus digambarkan sebagai kedatangan yang segera (Luk. 18:8; Rom. 16:20). Bagi Allah, seribu tahun bagaikan satu hari atau bahkan kurang dari satu hari. Dalam Yesaya 54:8 Ia memberitahu Israel, “Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau SESAAT lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.” Walaupun Ia telah meninggalkan Israel untuk sedikitnya 2000 tahun, bagi Allah itu adalah waktu yang sesaat karena Ia mengukur segala sesuatu dengan standar kekekalan. Kedatangan Tuhan yang segera juga mengacu pada kedatangan-Nya yang dapat terjadi kapan saja, artinya bahwa kedatangan-Nya tidak perlu didahului oleh tanda-tanda spesifik dan dapat terjadi setiap waktu (Mat. 24:42, 44; 25:13; Yak. 5:8-9). Kedatangan-Nya akan dimulai dengan Pengangkatan orang-orang Kudus di zaman gereja (1 Tes. 4:3-18), dan sejak saat itu hingga kedatangan kembali Kristus untuk mendirikan kerajaan-Nya seperti yang digambarkan dalam Wah. 19-20, hanya tujuh tahun akan berlalu. Jika seorang ayah meninggalkan seorang anak remaja untuk menjaga adik-adiknya yang kecil dan mengurus rumah tangga, dan memberitahu dia, “Saya akan pergi untuk urusan bisnis, tetapi saya akan datang kembali segera,” apa yang akan dilakukan anak remaja itu jika ia bijaksana? Ia akan siap sedia setiap waktu untuk kedatangan kembali ayahnya! Orang-orang percaya zaman gereja bukan sedang menantikan AntiKristus, tetapi menantikan Kristus sendiri. Peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam Wahyu 6-18 adalah “hari Tuhan,” dan akan datang “seperti pencuri pada waktu malam” (1 Tes. 5:2-3), tetapi orang-orang percaya PB “tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri” (1 Tes. 5:4) Allah tidak menentukan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan melalui Tuhan kita Yesus Kristus (1 Tes. 5:9).

HIDUP KRISTIANI YANG KONSISTEN ADALAH KUNCI PENDIDIKAN ANAK-ANAK
Berikut ini disadur dari Training Your Children to Turn Out Right, sebuah buku yang bagus oleh David Sorenson – “Dua puluh tahun lalu, saya memiliki kesempatan untuk bekerja di kalangan orang-orang muda gereja. Belakangan saya bekerja melayani pasangan-pasangan muda. Pada saat yang sama, saya dan istri saya bekerja melayani sebuah program besar untuk anak-anak gereja. Kemudian kami memulai sekolah Kristen. Sekali lagi, saya bekerja di antara keluarga-keluarga dan anak-anak mereka. Ini semua adalah pengalaman yang unik. Saya menjadi kenal degan anak-anak kecil di Sekolah Minggu. Saya juga kenal dengan para remaja, karena telah menjadi gembala muda selama beberapa tahun. Sambil bekerja melayani di antara para pasangan muda di gereja, saya menjadi kenal dengan orang tua dari anak-anak ini. Kerohanian dan karakter dalam anak-anak dan remaja berhubungan erat dengan kedewasaan rohani dan karakter yang nampak pada orang tua mereka. Saya jadi belajar bahwa ketika Alkitab berbicara mengenai menuai apa yang kita tabur dalam Galatia 6, ini juga berlaku untuk anak-anak kita….Bagaimana kita sebagai orang tua hidup secara rohani, akan mempengaruhi anak-anak kita secara mendalam…. Anak-anak dan remaja sangat jeli terhadap ketidakkonsistenan dan kemunafikan. Barangkali, karena mereka diharuskan berada di bawah otoritas, mereka secara bawah sadar memperhatikan dengan sungguh-sungguh orang-orang yang berkuasa atas mereka….Ibu dan Bapak, kita memang akan menuai apa yang kita tabur, dan tuaian biasanya datang melalui anak-anak kita….Penaburan dalam daging akan membawa tuaian kehancuran, dan anak-anak akan cenderung meniru pihak yang secara rohani paling rendah di rumah tangga mereka” (Training Your Children to Turn Out Right, 1995, hal. 137, 138, 146, 147).

Disadur dari Way of Life Ministry. by: DR. Steven Einstain Liauw

BINCANG-BINCANG SOAL ISU : “YESUS ITU ANAK ALLAH”

Filed under: ISLAMOLOGI — dedewijaya at 2:06 am on Tuesday, May 27, 2008

* Qs 4:171
Maha Suci Allah dari mempunyai anak,

* Qs 9:30
orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”.

Sebagai pengikut Kristus, Anda sampai kapanpun akan berkata “Yesus Kristus itu Anak Allah”, dan teman Muslim Anda sampai kapanpun akan selalu menyanggah Anda: “Yesus itu bukan Anak Allah” .

Masih mending Anda belum dimasukkannya dalam laknat Tuhan-nya seperti pada ayat di atas. Bintang-bincang Anda dengan teman Muslim ini tidak akan selesai, karena Anda dan teman Muslim tersebut masing-masing meyakini 2 hal yang berseberangan secara diametral dan tidak terjembatani.

Alkitab menyebut bahwa Yesus Kristus itu Anak Allah – ada 59x disebutkan – namun minimal ada 17 kali Qur’an membantah tegas bahwa Allah itu tidak beranak. Makin Anda memaksakan betulnya Anda dalam isu ini, makin yakinlah teman Muslim Anda akan merasa bahwa merekalah yang lebih betul!

Tarik-menarik begini sungguh melelahkan dan sia-sia. Maka carilah titik temu pemahaman Anda bersama dan hanya setelah itu, barulah Anda bisa beranjak lebih lanjut dalam diskusi yang menghasilkan (produktif).

Dan titik temu pemahaman bersama sesungguhnya dapat dimunculkan ketika kita secara kreatif mengajukan pertanyaan-balik, dengan pertanyaan kunci kepada dasar referensi mereka, bukannya referensi kita, sebagai berikut :

“Ya kami umat Kristiani memang mengimani secara tegas bahwa “Yesus Kristus itu Anak Allah”, dan kami tahu bahwa hal ini disanggah oleh Muslim. Namun kami tidak tahu apa dugaan kalian ketika mendengar kami berkata “Yesus Kristus itu Anak Allah”?. Menurut Anda “Anak Allah” yang macam apakah yang kami percayai itu?”

Percayalah, teman Anda akan terdiam sejenak! Tidak akan mudah baginya untuk menjawab pertanyaan-kunci Anda yang satu ini. Ia akan sedikit menghindar dan menjawabnya dengan mengaburkan substansinya. “Ya, kalian percaya ada Allah yang dipanggil Bapa, ada Allah yang dipanggil Anak atau Yesus itu?” Hal ini tentu tidak menjawab pertanyaan-kunci Anda. Tegaskan sekali lagi maksud Anda, menanyakan tentang pengertian Qur’an akan “Anak Allah” yang mereka tuduh sesat itu!

Anda jangan menjawab apa-apa sebelum pertanyaan-kunci Anda dijawab! Tidak bisa lain, ia (bersama Anda) harus menjawab dengan merujukkan ayat-ayat Qur’an tentang “anak Allah” atau “Allah yang beranak”.

* Qs 19:35
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak.
* Qs 4:171
Maha Suci Allah dari mempunyai anak…
* Qs 72:3
Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak.
* Qs 6:101
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri.

Perhatikan, semua ayat di atas ini merujuk kepada pemahaman Muslim bahwa maksud orang-orang Kristiani ini ketika menyebut “Yesus itu Anak Allah” adalah bahwa Allah mendapat Sang Anak dari hubungan badan (biologis) dengan seorang istri.

Kini Anda dapat berkata : “Ya, Maha Suci Allah dari yang mempunyai anak secara biologis. Bilamana Yesus adalah Anak Allah dalam pengertian demikian, tentu hal itu merupakan penghujatan manusia kepada Allah. Kita pun sebagai umat Kristiani juga akan menolak keras pemahaman ‘Allah beranak yang menghasilkan Anak Allah dari hasil hubungan seksual’ macam ini!”

Ada celah baru yang mulai menguak… Keingin-tahuan teman Muslim menjadikan suasana hatinya untuk menerima informasi Anda yang jujur, dan tidak apriori ataupun balik menghujat/menuduh, dan menajiskannya. Merekapun akan mencoba bertanya :

“Jadi, bagaimanakah pengertian “Anak Allah” menurut versi keimanan Kristiani?”

Kini, anda mendapat peluang indah untuk menjernihkan salah-paham ini dalam suasana yang jujur dan bersahabat.

Penjelasan tentang “Anak Allah” :
Anda yakinkan kepada mereka “Tidak ada orang Kristiani manapun yang percaya bahwa Allah beranak dan diperanakkan” sebagaimana juga tertulis dalam Qur’an (Qs 112:3). Entah kepada lapisan masyarakat manakah ayat ini diberikan? Karena konsep “Anak Allah” dalam Kristianitas tidak pernah merujuk kepada sesuatu yang ragawi yaitu hasil dari hubungan seksual ‘Allah dengan istrinya’. Maha Suci Allah dari mempunyai anak hubungan biologis!

Itu sebabnya pengertian Anak dalam keimanan kristiani adalah total non-duniawiah, supra-natural/adikodrati, yaitu KELAHIRAN-INKARNATIF, dari Kalimat Allah yang disampaikanNya kepada Maryam
:

* Qs 4:171
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan- Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul- Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

Isa Al-Masih adalah The-Word incarnated, yaitu Firman/Kalimat Allah yang Ilahi turun (nuzul) masuk kedunia (melalui Maria). “lahir” menjadi anak manusia!
Karena di sini ada unsur kelahiran, maka istilah “Anak” menjadi sebutan yang tepat sebagaimana yang diwahyukan Allah sendiri pada :

* Yohanes 1:1, 14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
KJV, In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God
TR (Textus Receptus) Translit Interlinear, en {pada} archê {permulaan} ên {ada} ho logos {Firman,} kai {dan} ho {itu} logos {Firman} ên pros ton {bersama} theon {Allah,} kai {dan} theos {Allah} ên {(Dia) adalah} ho {itu} logos {Firman.}

1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
KJV, And the Word was made flesh, and dwelt among us, and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father, full of grace and truth.
Translit Interlinear TR (PB asli dalam bahasa Yunani), kai {adapun} ho {itu} logos {Firman} sarx {daging} egeneto {telah menjadi,} kai {dan} eskênôsen {berdiam} en {diantara} êmin {kita,} kai {(bahkan)} etheasametha tên {kita telah melihat} doxan autou {kemuliaanNya, } doxan {kemuliaan} ôs {sebagai} monogenous {Yang Tunggal/ Yang Unik} para {dari} patros {Bapa,} plêrês {penuh} charitos {dengan anugerah} kai {dan} alêtheias {kebenaran.}

Sebutan Isa sebagai Kalimatullah (Sang Firman) tidaklah sia-sia sebab maknanya ditampakkan dalam setiap kalimat yang keluar dari mulut Isa yang selalu adalah Wahyu. Untuk selalu berwahyu, Ia tidak pernah menunggu wahyu dari Jibril atau perantara lainnya, sebab Ia adalah Sang Firman itu sendiri. (Red- Baca: AKU BERKATA KEPADAMU di www.dedewijaya.co.cc)

Demi kebenaran yang kasat-mata, teman-teman Muslim perlu membuang jauh sangkaan-sangkaanny a yang total-keliru tentang pengertian sebutan “Anak Allah”, seolah-olah itu bikin-bikinan manusia, atau yang sering mereka tuduhkan bahwa pengertian ini asalnya dari ajaran Paulus.

Gelar “Anak Allah” sama sekali bukan bikin-bikinan manusia. Tidak samasekali! Istilah tersebut justru diumumkan langsung dari mulut Allah sendiri :

* Matius 3:17
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
KJV, And lo a voice from heaven, saying, This is my beloved Son, in whom I am well pleased.
TR Translit, kai idou phônê ek tôn ouranôn legousa outos estin ho huios mou ho agapêtos en hô eudokêsa.

Istilah yang sama ini juga dinyatakan dari mulut Gabriel kepada Maria 2 kali :

* Lukas 1:32-35
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
KJV, He shall be great, and shall be called the Son of the Highest: and the Lord God shall give unto him the throne of his father David:
TR, outos estai megas kai huios upsistou klêthêsetai kai dôsei autô kurios o theos ton thronon dabid tou patros autou

1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. ”
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah
KJV, And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.
TR Translit, kai apokritheis ho aggelos eipen autê pneuma agion epeleusetai epi se kai dunamis upsistou episkiasei soi dio kai to gennômenon agion klêthêsetai huios theou

Pernyataan Gabriel yang lebih dari satu kali menyatakan status “Anak” sekaligus memperlihatkan betapa Gabriel justru menampik (baca : mengkoreksi) kaitan “Anak Allah” itu dengan konsep-kedagingan / biologis (hasil hubungan suami dan istri) seperti yang ada dalam benak Maria tadinya, dan kini malahan terulang dalam benak penuduh dari kalangam Muslim pada umumnya.

Catatan : Mungkinkah Gabriel berdusta? Perlukah?
Karena ada kesenjangan wahyu Gabriel terhadap wahyu yang dibawa Jibril bagi Muhammad! Lukas 1:35 jelas menyatakan bahwa Gabriel telah mengkoreksi apa yang terlanjur salah dalam benak Maria tentang “ke-anak-an” (sonship) yang dimaksudkan Injil. Sementara Jibril dalam Qur’an justru berbalik dan terus berkutat dalam pemahaman “ke-anak-an” insani!

Bandingkan keduanya :
(1) “Bagaimana hal (melahirkan anak) itu mungkin terjadi, karena aku (Maria) belum bersuami?” (Lukas 1:34)
(2) “Bagaimana Dia (Allah) mempunyai anak padahal Ia tidak beristri” (Qs 6:101)

Gabriel berkata bahwa Anak Allah itu KUDUS, dan Jibril menyangkal/menafikan kedua-duanya :
(1) “Anak yang kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Lukas 1:35)
(2) “Maha Suci Allah dari yang mempunyai anak…” ; “Tidak layak Allah mempunyai Anak” ( Qs 4:171 ; Qs 19:35 )

BINCANG-BINCANG SOAL ISU: “TUHAN TRITUNGGAL” (Bagian 2-Ending)

Filed under: DOKTRIN ALLAH — dedewijaya at 2:16 am on Sunday, May 25, 2008

Bapa
Sebutan Bapa adalah sebutan yang dikenakan kepada Tuhan yang Hidup, sumber segala kehidupan dan keberadaan. Dia dalam ”Zat-Nya” yang roh tak pernah tampak bagi manusia. Ia transenden tak ada yang serupa atau menyamaiNya. Dia ada bersama-sama dengan RohNya (Roh Kudus yang Hidup), dan KalimatNya (yang ber-Firman). Bila tidak demikian, Dia tidaklah hidup dan tidak berfirman Dialah Tuhan Maha Kasih yang merancang dan menjadikan apa yang ada, sekaligus merancang penyelamatan kembali umat manusia yang jatuh dalam kebinasaan. Maka Ia adalah Bapa Surgawi kita yang mengada dan yang memelihara. Ia Bapa yang personal, tidak jauh dari perbuatan tanganNya. Ia ada, melihat dan mendengar, dan tahu akan kita disegala waktu, kepada siapa kita dapat menyapa dan memohon—langsung tanpa ikatan waktu, tempat/kiblat, dan bahasa!

Anak
Karena teman-teman Muslim dari sejak kecil dan setiap harinya terbiasa dibombardir dengan suara yang mengumandangkan ”Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.” maka dibawah sadar mereka terjadi semacam penyempitan nalar terhadap ’ke-anak-an’ yang rohaniah. ’Anak’ disini samasekali bukanlah buah hubungan biologis dari Allah dengan Maryam (Maha Suci Allah dari mempunyai anak hubungan biologis), melainkan buah ’kelahiran inkarnatif’ dari Kalimat Allah melalui Maryam (the Word Incarnated). Karena disini ada unsur proses ’kelahiran.’ Maka istilah ”Anak” justru menjadi sebutan yang amat tepat menggambarkan relasi Ilahi.

Perlu diketahui teman Muslim bahwa sebutan ANAK itu bukan bikin-bikinan manusia (yang bagaimanapun, tidak mempunyai kapasitas untuk mengetahuinya terlebih dahulu). Namun sebutan itu diumumkan langsung dari mulut Tuhan sendiri (Matius 3:17) dan dari mulut malaikat (Gabriel dalam Lukas 1:32), yang didengar oleh manusia (Maria, juga orang2 yg ikut dalam peristiwa Yesus dibaptis). Itu sebabnya Yesus juga membahasakan diriNya sebagai Anak Tuhan dan Anak Manusia. Tidak ada pihak yang tercatat telah menolak sebutan itu. Tidak malaikat, nabi-nabi, atau setan-setan (Lukas 4:41) dan musuh-musuh Tuhan sekalipun (lihat pasal berikutnya tentang ANAK TUHAN). Jadi kenapa Islam sendiri harus mati-matian menyangkal sebuah ”anak biologis” padahal itu dipahami semua pihak lainnya sebagai suatu ”anak rohani”?

Konsepsi kelahiran atau ”keanakan” Isa, sesungguhnya telah diungkapkan oleh Quran, disebutkan sebagai ”Kalimat Allah yang disampaikanNya kepada Maryam.” Itu adalah Sang Kalimat, sosok Kalimat Allah yang tidak tampak, yang turun (nuzul) kepada Maryam agar jadi tampak sebagai Al Masih anak Maryam yang membawakan KalimatNya langsung kepada manusia. Dan ini amat mirip dengan pengertian Alkitab, bahwa ”keanakan” ini adalah Firman/Kalimat Tuhan yang ilahi yang turun masuk ke dunia (melalui Maria) menjadi manusia. Simak pewahyuan dalam Yohanes 1:1 dan 14.
”Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan… Firman itu telah menjadi manusia… sebagai Anak Tunggal Bapa.”

Disini tampak semua Zat-Nya Sang Anak dalam keilahian. Dan karena Anak ini adalah inkarnasi Firman yang gen-DNAnya (zat-Nya) datang dari surga, maka ia juga harus kembali ke sorga.

Roh Kudus
Roh Kudus adalah Roh Tuhan sendiri, yaitu Roh kehidupan dan kebenaran yang menjadikanNya sumber segala kehidupan dan kebenaran. Ia menolong manusia untuk masuk dalam kebenaran (Yohanes 16:13), memberi kekuatan, hikmat dan penghiburan. Roh Kudus itu Maha-ada, dimana-mana dan sudah ada sejak Tuhan itu ada. Ia senyawa-esa dengan Tuhan. Ia bukan ciptaan, bukan malaikat.

Pemahaman Muslim tentang Roh Kudus amat simpang siur dengan banyak penafsiran yang berbeda-beda. Namun ini tidak mengherankan karena Muhammad tahu persis bahwa ia tidak mendapat karunia untuk memahami roh. Tuhan telah berwahyu kepadanya:

”Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: Roh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS 17:85).

Walau sudah diperingatkan Tuhan bahwa pengetahuan tentang Roh amatlah marginal. Namun pakar islam telah berani memberi penafsiran yang memastikan bahwa Roh Kudus itu adalah makhluk Jibril, atau bahkan ditafsirkan sebagai ”zat” yang ditiupkan oleh Jibril! (lihat catatan kaki dari AlQuran terjemahan Departemen Agama untuk QS 2:87). Tetapi tentu saja pemastian ini adalah asumtif (penganggapan), sebab tak ada ayat dasar manapun dari Quran yang pernah menyamakan keduanya.

[Catatan: ”Siapakah Jibril?” Sebab sangat aneh bahwa [1]. Jibril itu tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai Rohulqudus atau sebaliknya. [2]. Jibril tidak pernah memperkenalkan nama dan jati dirinya sebagai Jibril kepada Muhammad. [3]. Nama Jibril muncul begitu saja dalam Quran, tanpa perkenalan yang sepatutnya, kontras berlawanan dengan etiket elegan dan sempurna yang pernah diintroduksikannya dalam Injil: ”Akulah Gabriel yang melayani Tuhan, dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau” (Lukas 1:19). [4]. Selama belasan tahun Muhammad tidak pernah tahu siapa nama roh pembawa-wahyu itu, dan karenanya ia tidak pernah menyebutnya sebagai Jibril kecuali hanya menamainya dengan pelbagai sebutan diseputar kata ”ruh” (ada yang disebut ”ruh” saja, atau ruh-Ku/ruh-Nya/ruh Kami/ruh dari Kami/Ruhulqudus/Ar-Ruh Al-Amin). Padahal roh pembawa-wahyu ini dikatakan selalu intim/dekat berbicara kepada Muhammad. Bahkan sesekali menampakkan diri kepadanya. [5]. Kelak setelah Muhammad berinteraksi banyak dengan orang Yahudi di Medina, ia baru berkesempatan menyebut nama yang sekian lama tersembunyi bagi dirinya: JIBRIL]

Membandingkan Jibril vs Roh Kudus
Diseluruh Quran ada 29 ayat yang mencatat sebutan ruh, dari Allah, namun hanya memuat 3 ayat berkenaan dengan sebutan nama Jibril, yaitu QS 2:97,98, dan 66:4 (yang lain hanyalah terjemahan/tafsiran tambahan yang mengatasnamakan Jibril dan hanya ada 4 ayat dimana istilah Ruhulqudus disebutkan secara spesifik (QS 2:87, 253; 5:110; 16:102). Jadi setiap Anda bisa dengan mudah membandingkan kedua himpunan ayat yang spesifik ini untuk menyimpulkan apakah sosok Jibril itu pasti sama identik dengan sosok Rohulqudus (atau kalau-kalau ada kepastian bahwa Rohulqudus itu adalah ”zat” yang ditiupkan Jibril mengacu catatan kaki QS 2:87 yang disebut di atas?)

Bahwa ada sebagian karya yang sama diantara kedua sosok itu—yaitu menurunkan ayat-ayat Tuhan—tentu tidak otomatis menjadikan kedua sosok itu identik. Sebab kedua sosok itu bisa sama-sama menjadi agen pewahyu, walau berbeda sesamanya. Bukankah misalnya Isa dan Yahya yang sama-sama nabi dan sama-sama meneruskan wahyu itu tidak menjadikan Isa identik dengan Yahya? Bukankah Tuhan sendiri (sebagai sosok ketiga) juga berwahyu langsung kepada nabiNya (misalnya kepada Musa dan Isa). Dan toh Tuhan tidak dapat diidentikkan sebagai Jibril? Mahasuci Dia daripada diserupakan.

Dalam Alkitab, Gabriel jelas menyatakan dirinya BUKAN Roh Kudus! Gabriel berkata langsung kepada Maria muka dengan muka:
“Roh Kudus akan turun atasmu…”

Gabriel tidak berkata ”Aku akan turun atasmu” (Lukas 1:35). Alkitab menjelaskan bahwa Tuhan sendirilah yang memberitakan firmanNya dengan Roh KudusNya. Tuhan sendirilah yang berbicara langsung atau yang mengilhamkan kata-kataNya. Sedangkan Malaikat Gabriel hanyalah agen pewahyu yang diutus sesekali oleh Tuhan untuk meneruskan berita-berita adhoc khusus secara menampakkan diri (dalam dimensi yang bisa disaksikan, termasuk mimpi).

Roh Kudus adalah oknum integral dari Tuhan sejak semula. Ia keluar dari Bapa sama seperti Yesus yang juga keluar dari Bapa, menjadikan diriNya Tuhan Tritunggal yang Esa! (Kejadian 1:1-2; Yoh 15:26, 8:42). Roh Kudus itu adalah ilahi, bukan ciptaan seperti yang “dipastikan” oleh penafsir tertentu sebagai malaikat Jibril. Ia itu Maha Hadir, ada dimana-mana dalam satu waktu. Sedangkan makhluk ciptaan tidak mungkin maha ada, melainkan hanya dapat hadir disatu tempat dalam satu waktu. Itu sebabnya malaikat itu diciptakan dalam jumlah besar untuk mendampingi manusia per manusia, lihat QS 13:10-11; 50:17-18 dll.

Daud berkata dalam Mazmurnya: “Kemanakah aku dapat pergi menjauhi Roh-Mu… jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana. Jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, disitupun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku.” (Mzm 139:7-10; lihat pula Kis 2:1-4).

Iman Kristianitas adalah mutlak monotheistik bukan tritheist seperti yang dituduhkan secara keliru. Siapakah diantara penganut Alkitab yang dapat dituduh tidak mengimani monotheisme yang terpampang dalam Kitab yang dianutnya? Semisal di Kitab Ulangan 6:4; Yesaya 44:6; Markus 12:29; Yakobus 2:19; Surat Paulus di 1 Timotius 1:17, dll.?

KESIMPULAN TERHADAP TUDUHAN
1.Tritunggal yang ditolak Quran adalah Tritunggal yang lebih ditolak lagi oleh Alkitab, karena disamping sama-sama menolak substansi-tritheist dan relasi-biologis, Alkitab justru lebih jauh menolak pula oknum-tritunggal yang diklaim Quran!

2.Sekalipun istilah/nama “Tritunggal” tidak ada dalam Alkitab, namun konsep keberadaan Tuhan yang tritunggal itu bukanlah karangan-karangan manusia, melainkan jelas bertaburan di seluruh Alkitab. Bandingkan bahwa Quran juga tidak pernah mencantumkan seluruh 99 nama-nama Allah, melainkan hanya 72. namun Muslim dapat mengakui bahwa ke-27 nama yang tidak tercantum itu juga melekat dalam diri Allah!

3.Anak Tuhan bukanlah buah hubungan biologis dari Tuhan yang Maha Suci seperti yang dituduhkan. Ia adalah Kalimatullah. The Word Incarnated. Firman Tuhan yang ilahi turun (nuzul) masuk ke dunia menjadi manusia Yesus. Itu sebabnya setiap kalimat yang diucapkan Yesus adalah selalu Firman. Ia tidak usah menunggu, dan tidak pernah mendengar bisikan firman dari Jibril atau siapa lainnya, seperti halanya dengan Muhammad.

4.”Anak Tuhan” adalah sebutan dari mulut Tuhan sendiri, dan diterima baik oleh Yesus, para malaikat, nabi, bahkan oleh setan dan Iblis. Sebutan itu bukan diada-adakan oleh Paulus dan para padri yang sesat seperti yang dituduhkan.

5.Roh Kudus adalah Roh Tuhan sendiri dari kekal hingga kekal. Roh Kudus dan Firman (Yesus) sama-sama keluar dari diri Tuhan, menyatakan diriNya yang Tritunggal. Bandingkan dengan Quran dimana Allah SWT juga ”mempersekutukan” diriNya dengan KalimatNya (Firman Allah yang tidak diciptakan Allah, melainkan ”bagian” dari Allah—yang tidak sama dengan Allah—yang telah ada sejak semula disisi Allah. QS 43:4; 85:22)? Bandingkan pula dengan Allah SWT yang juga mengindikasikan ”kejamakan” diriNya ketika ia berkata: ”Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat sesungguhnya Kami benar-benar Mahakuasa” (Qs 70:40).

6.Roh Kudus bukan malaikat Gabriel—pelayan Tuhan yang diutus sewaktu-waktu sebagai pemberita. Malaikat yang makhluk, tidak bisa maha ada, walau bisa kemana saja. Bandingkan beda kehadiran Jibril dan Roh Kudus dalam terjemahan Quran (yang berbeda-beda) yang mencatat adanya Jibril yang berseru kepada Maryam diluar Maryam (Qs 19:24) dengan Rohulqudus yang ada di dalam Maryam (Isa dalam kandungannya Maryam, yang selalu diperkuat oleh Rohulqudus Qs 5:110; 4:171). Bila dalam satu waktu yang sama, Jibril dan Rohulqudus (yang makhluk itu masing-masing berada diluar dan didalam diri Maryam, maka dapatkah keduanya dimutlakkan sama dan identik?)

7.Dimanapun, Kristianitas tidak pernah mempertuhankan 3 Tuhan dan menjadikan Maryam itu ”istri Tuhan” dan sekaligus Tuhan. Kristianitas mutlak beriman kepada keesaan Tuhan (monotheist), dimana Bapa hanya dapat dikenal melalui Anak dalam penerangan Roh Kudus.

8.Bahkan Paulus yang dicap sebagai Bapak penyesat ”tritunggal” tetap menegaskan Tuhan itu esa: ”Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.” (1 Timotius 1:17).

9.Karena tuduhan ”3 Tuhan” yang tritheist itu tidak kena-mengena sedikitpun! Dengan Kristianitas maka sebaiknya kita kembalikan kepada teman yang empunya tuduhan untuk menjawab pertanyaan yang ditimbulkannya sendiri: ”Ahli Kitab (Kristen dan Yahudi) manakah yang dituduh menyembah TUHAN ITU TIGA? Siapakah tuhan-tuhan yang tiga itu? Dan Tuhan manakah yang dituduh ber-Anak karena beristri?”

Dilanjutkan dengan BAB 2: BINCANG-BINCANG SOAL ISU: ”YESUS ITU ANAK TUHAN”

Sumber: ISMAEL… Saudaraku, Bincang-bincang tentang Tudingan dan Salah Paham, Umar Tariqas, Reach Catalog-Jakarta-Cape Town

BINCANG-BINCANG SOAL ISU: “TUHAN TRITUNGGAL” (Bagian 1)

Filed under: DOKTRIN ALLAH — dedewijaya at 2:13 am on Sunday, May 25, 2008

”Hai Ahli Kitab… Janganlah kamu mengatakan ’Tuhan itu tiga’… Maha Suci Allah dari mempunyai anak“ (Qs 4:171)

”Kalian orang Kristen kok menyembah tiga Tuhan. Tidakkah itu mengada-ada, lalu menyebutkan sebagai Tuhan Tritunggal?
Padahal itu tidak pernah ada tertulis di Bible kalian. Bukankah itu penyesatan diri sendiri, dan bahkan memalsukan Tuhan?”

Demikian teguran yang umum dilontarkan oleh teman muslim terhadap Anda. Maksudnya mungkin baik, tetapi Anda merasa terganggu bahkan mungkin tersinggung, bukan karena kepercayaan Anda dirusuhi, melainkan justru karena kepercayaan Anda itu lain dari pada apa yang ditimpakan kepada Anda! Sungguh Anda tidak merasa menyembah Tuhan seperti yang dituduhkan. Maka Anda ingin cepat-cepat membalas, ”Anda ngawur! Kami tidak menyembah 3 Tuhan. Kalianlah yang mengada-ada. Sebab kami hanya mempunyai Tuhan yang esa, yaitu Dia satu-satunya yang menciptakan bumi dan alam semesta.”

Apa yang terjadi selanjutnya bisa ditebak: tudingan yang semrawut, debatan yang simpang- siur, dan tidak ada kesimpulan. Karena pihak yang satu mematoki mati angka ”tiga” bagi Tuhannya orang lain sejak abad ke-7, sementara pihak lain ini mendeklarasikan ketuhanannya yang ”satu” sejak abad manapun! Yang mematoki 3 merasa bahwa ”tiga itu tak dapat jadi satu, dan satu itu bukan tiga”…

Buanglah cara yang melelahkan dan sia-sia ini. Anda tidak akan sampai kemana-mana. Anda bersharing, bukan mempertentangkan atau membenturkan diri Anda kepada dirinya. Anda justru perlu heran darimana mereka meyakini bahwa Anda menyembah 3 Tuhan? Dan biasanya (pada awalnya) mereka akan menunjuk kepada Injil Anda sendiri. Kembali Anda tak perlu buru-buru meladeni tudingan ini. Sebab pada tahap ini dia belum dapat beranjak sedikitpun dari notion pengharaman Injil. Jadi untuk apa Anda terlalu dini merujukkan sesuatu yang ditolaknya mentah-mentah? Lebih baik Anda mengajaknya untuk mengklarifikasikan materi tudingannya berdasarkan narasumber yang paling dipercayainya sendiri, yaitu AlQurannya. Sudut pandang Alkitab baru bermanfaat diperkenalkan bilamana pihak-pihak yang berdialog mulai merasa siap menerima informasi sebagai informasi, bukan sebagai konfrontasi. Tanyakan sudut pandang mereka. “Jadi menurut Anda, apa yang dikatakan Quran tentang kesesatan Tritunggal itu?”

Bersama Anda, iapun memasuki rujukan Quran, ”sesungguhnya kafirlah orang-orang yang berkata bahwa: Allah salah satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa…” (Qs 5:73)

“Dia tidak beristri dan tidak beranak” (Qs 72:3)
“Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri” (Qs 6:101)
“Maha Suci Allah dari mempunyai anak” (4:17)
”Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: Jadikan aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah”. (Qs 5:116)
Orang Nasrani berkata: ”Al-Masih itu putra Allah… Dilaknati Allahlah mereka.” (Qs 9:30)
”Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang rasul… dan ibunya seorang yang sangat benar keduanya memakan makanan.” (Qs 5:75).

Allah tidak mempunyai anak dan tiada Tuhan bersamaNya, kalau sekiranya demikian niscaya tiap-tiap tuhan membawa makhluk yang diciptakannya dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain…” (Qs 23:9).

Dari sederetan ayat ini, terlihat dengan sendirinya titik pusat tuduhannya bahwa kaum Kristiani itu telah bersyirik dengan mempersekutukan Allah dan mentuhankan Allah (sebagai Bapa), Maryam (sebagai Ibu), dan Isa (sebagai putra Maryam), yang ketiga-tiganya disebut Tuhan.

Mereka mengharamkan 3 Tuhan, tetapi Anda datang dengan istilah yang lebih diharamkannya lagi, yaitu ”Tuhan Tritunggal.” Mana ada nama semacam itu dalam Bible? Sudah mensyirikkan 3 Tuhan, lalu ketiganya disatukan? Mana dapat disatukan? Sebab, ada peringatan Quran, ”kalau sekiranya demikian, niscaya tiap-tiap tuhan membawa makhluk yang diciptakannya dan akan saling mengalahkan” Tuhan Tritunggal jadi-jadian ini pasti sangat ditolak oleh Muslim.

Namun sekarang, adakah Tritunggal semacam itu yang dipercayai oleh Anda orang Kristiani? Tidak bukan? Kinilah saatnya Anda melontarkan kepada mereka dengan pernyataan kunci bahwa:

”Tritunggal yang ditolak oleh Alquran Anda adalah pula Tritunggal yang sama ditolak oleh kami orang-orang Kristiani.”

Mereka tentu tertegun sesaat—antara salah dengar dan tidak percaya—lalu menginginkan penjelasan Anda yang sejujurnya tentang Tri-tunggal versi Kristiani.

Penjelasan Tentang TRITUNGGAL
Perhatikan bahwa jenis Tritunggal yang disyirikkan Quran ternyata berkonsepkan tuhan-tuhan yang saling eksklusif. Lihat betapa masing-masing tuhan yang digambarkan itu saling mengklaim dan memperebutkan makhluknya dan wilayahnya (Qs 23:91). Lihat pula betapa cakupan Tuhannya juga terbatas pada yang finite-fisikal saja, dimana Qs 6:101 menggambarkan konsep ”anak” yang harus dihasilkan dari hubungan dengan istri. (relasi biologis). Dan lihat betapa AlMasih dan ibunya hanyalah makhluk—bukan ilahi—sebab keduanya memakan makanan (Qs 5:75). Dimanapun Quran tak pernah mengimplikasikan ”Anak” sebagai konsep rohani!

Tritunggal yang berlandaskan konsep duniawi ini—eksklusif dan fisikal—telah menghasilkan tiga Tuhan yang dipersekutukan (dalam substansi tri-theist, bukan mono-theist), yang dipastikan benar akan saling cakar-cakaran dan mengalahkan, dengan rumusan matematika dibenaknya Muslim:
1 Tuhan (1) + 1 Tuhan (2) + 1 Tuhan (3) = 3 Tuhan

Inilah ”Tritunggal” yang ditolak Islam!
Tetapi ini pula ”tritunggal” yang ditolak Kristiani!

Tritunggal Kristiani adalah substansi dan relasi 3 pribadi Ilahi yang amat berbeda konsepnya. Tuhan Tritunggal adalah entitas yang total saling inklusif dan infinite-spiritual, tidak terlukiskan dan tidak ada yang menyamai. Tak ada relasi biologis Tuhan Pencipta dengan siapapun dari ciptaannya.
Sebagai ilustrasi perbandingan dengan meminjam model matematika di atas, dimana sedikitnya tercermin unsur inklusif dan infinite, maka rumusan ketritunggalan yang dimaksud lebih berupa:

1 T ~ x 1 T ~ x 1 T ~ = 1 T ~

(notasi ~ = infinite/tak terhingga).

Yaitu suatu persenyawaaan ketigaan ilahi yang tak terbatas, dalam kesatuan Tuhan! Dalam ungkapan ringkas, kita mengistilahkannya sebagai ”satu Apa dalam tiga Siapa dan tiga Siapa dalam satu Apa.” Yang mana jelas tidak ada kaitannya dengan 3 oknum yang saling cakar-cakaran dan mengalahkan!

Lebih jauh lagi, ”3 Siapa” disini adalah Bapa—Anak/Firman (Yesus)—Roh Kudus, sama sekali bukanlah Allah & Maryam & AlMasih (Anak) seperti yang diimplikasikan oleh Quran dalam kaitan fisik biologis. Entah salahnya dimana (!) namun ternyata Roh Kudus ini tidak pernah muncul dalam Quran sebagai oknum yang turut ditegur dalam ”3 Tuhan.”

Akibatnya, Tritunggal yang ditolak Quran (karena beda subtansi dan relasi), kini malah ditolak lebih jauh lagi oleh kaum Kristiani karena juga mencakup perbedaan oknumnya dengan Alkitab! Ketiga oknum ilahi di dalam ke-tritunggal-annya akan kita bicarakan berikut ini dari segi yang sering disalahpahami…

PENGUMUMAN SEMINAR PENTING

Filed under: News — dedewijaya at 4:30 am on Thursday, May 22, 2008

Secret_unveiled_fiinal_5

MARI IKUTI SEMINAR PENTING

Filed under: News — dedewijaya at 7:51 am on Wednesday, May 21, 2008

Secret_unveiled_fiinal_4

SERI DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH (Bagian 3-Ending)

Filed under: DOKTRIN ALKITAB — dedewijaya at 4:00 am on Tuesday, May 20, 2008

Serangan Iblis
Textum Receptum (TR) adalah naskah PB yang dipakai oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia, dan diterjemahkan ke berbagai bahasa oleh misionaris modern yang dipelopori oleh misionaris Baptis, William Carey, ke India dan akhirnya banyak misionaris ke seluruh penjuru dunia. Selama kurang lebih 380 tahun, Iblis tidak menemukan cara untuk menghalangi tersebarnya firman Tuhan ke seluruh dunia walaupun dilakukannya juga serangan kecil-kecilan yang tidak membawa efek terhadap TR.

Karl Lachmann dari Jerman tercatat adalah orang pertama yang menerbitkan edisi PB yang sifatnya menyerang TR pada tahun 1831. Setelah dua edisi teks pengritik/Critical Texts (CT) diterbitkannya ternyata tidak ada yang menggubrisnya. Pada tahun 1857 Samuel Prideaux Tregelles di Inggris juga menerbitkan Critical Text untuk menyerang TR. Kemudian Constanstin Tischendorf seorang yang menemukan naskah Codex Sinaiticus turut menerbitkan teks PB yang bersifat menyerang keakuratan TR.

Serangan yang kelihatannya memakan banyak korban adalah yang dilakukan Iblis melalui dua orang, yaitu Brooke Foss Westcott seorang Bishop gereja Anglikan, dan Fenton John Anthony Hort seorang dosen dari Cambridge University. Untuk mempersingkat nama mereka, biasanya hanya ditulis Westcott-Hort (WH). Mereka menerbitkan Critical Text (CT) untuk menyerang Textum Receptum (TR) pada tahun 1881. Mereka mendasarkan edisi yang mereka terbitkan pada naskah yang diberi nama (aleph) yang ditemukan di Sinai yang juga disebut Sinaiticus dan naskah yang diberi nama B yang kata mereka tersimpan di perpustakaan Vatikan.

Menurut Dr. D. A. Waite, antara CT hasil WH dibandingkan dengan TR yang sudah dipakai lebih dari 300 tahun terdapat 5604 perbedaan yang terdiri dari 1952 penghilangan (35%), 467 penambahan (8%) dan 3185 perubahan 57%. Dengan perubahan yang besar-besaran ini kelihatannya serangan terhadap firman Tuhan semakin serius dan intensif. Gelombang pertama yang tumbang berjatuhan adalah teolog-teolog Liberal di Jerman. Keraguan mereka terhadap firman Tuhan mulai muncul bahkan akhirnya mereka melihat Alkitab hanya sekedar buku sejarah. Mereka tidak percaya kepada kesanggupan Allah untuk memelihara firmanNya. Padahal Tuhan Yesus sudah mengatakan bahwa, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Lukas 21:33). Kalau Tuhan berjanji bahwa perkataanNya tidak akan berlalu, maka jelas sekali bahwa Ia akan memeliharanya.

Setelah teolog Jerman tumbang, kemudian angin pukulan CT melanda Eropa sehingga muncul berbagai kritik terhadap Alkitab (buku yang telah berjasa merubah orang-orang Eropa menjadi manusia bermoral). Akhirnya angin serangan terhadap Alkitab itu sampai juga ke Amerika. Bersama dengan itu muncul berbagai Alkitab bahasa Inggris terjemahan modern yang didasarkan pada naskah PB dari teks CT. Antara lain: English Revised Version=ERV (1881), American Standard Version=ASV (1901), New American Standard Version=NASV (1960), New English Version=NEV (1961), New International Version=NIV (1969).
Bagaimana dengan Alkitab bahasa Indonesia? Dulu Alkitab bahasa Indonesia (LAI-TL) diterjemahkan dari TR. Kelihatannya Alkitab Terjemahan Baru (LAI-TB) sedikit terpengaruh oleh CT dari WH. Banyak pembaca tidak menyadari maksud dibalik banyak ayat dalam Alkitab Terjemahan Baru yang diberi tanda kurung siku, contoh [...]. Sebagian dosen STT di Indonesia yang sudah terhembus angin Liberalisme mengatakan kepada murid-murid mereka bahwa ayat itu tidak ada dalam Alkitab bahasa aslinya. Penjelasan demikian tentu akan mengundang banyak pertanyaan susulan, yaitu siapa yang menambahkan dan mengapa ditambahkan? Contoh Kisah Para Rasul 8:37, I Yohanes 5:7,8 dan lain-lain.

Ternyata Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) memberi tanda kurung siku pada ayat-ayat yang ada dalam teks TR namun tidak ada dalam teks CT. Tindakan demikian masih baik daripada menghilangkan ayat itu sama sekali. Namun sebenarnya tidak perlu diberi tanda kurung siku [...] karena itu adalah firman Tuhan. Jangan kita menganaktirikan ayat-ayat tertentu, karena itu adalah firman Tuhan yang telah Tuhan janjikan akan dipelihara sehingga tidak akan lenyap sekalipun langit dan bumi telah lenyap.

Teks Mana Yang Dipelihara Tuhan?
Karena adanya dua teks Alkitab bahasa asli yang berbeda, maka wajar sekali kalau orang bertanya, teks mana yang dipelihara Tuhan? Atau teks mana yang dipakai oleh Tuhan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang? Kiranya Tuhan memberi kita hikmat untuk menilai agar hasil penilaian kita tidak menjerumuskan orang-orang yang mencintai kebenaran.

Menilai Isinya
Sesungguhnya sama sekali tidak sulit untuk mengetahui teks mana antara TR dan CT yang dipelihara Tuhan untuk menjadi standar kebenaran bagi umatNya. Kita tahu bahwa kalau Tuhan memelihara teks itu, maka tentu tidak akan ada kesalahan-kesalahan yang konyol yang justru mengisyaratkan keterlibatan Tuhan di dalam prosesnya, melainkan Iblis.

Sejak edisi ke-3 dari Stephanus tahun 1550 dan edisi ke-4 yang terbit satu tahun kemudian dengan penambahan nomor pasal dan ayat, maka TR telah sempurna sampai hari ini. Ia diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa serta menjangkau banyak jiwa yang hilang. Berbagai pihak yang tidak beriman berusaha menyerangnya, namun mereka tidak menemukan kesalahan di dalamnya.

Sebaliknya CT yang diedit oleh Westcott dan Hort, dan yang kemudian diedit oleh Nestle dan Aland itu terdapat kesalahan yang sangat fundamental dan fatal. Misalnya dalam Injil Matius 1:7, di TR tertulis ”Abia memperanakkan Asa dan Asa memperanakkan Yosafat”. Tetapi dalam CT tertulis ”Abia memperanakkan Asaf dan Asaf memperanakkan Yosafat”. Kalau dicocokkan dengan PL jelas sekali bahwa anak Abia itu Asa bukan Asaf. Dan juga jelas sekali bahwa ayah Yosafat itu bukan Asaf melainkan Asa. Asaf itu bukan seorang raja melainkan seorang pemazmur.

Ketika fakta ini dikemukakan kepada para pendukung CT, dan mengatakan kepada mereka bahwa naskah yang mereka jadikan dasar sesungguhnya adalah naskah yang telah terkontaminasi, ternyata mereka tidak mau terima. Bukan hanya tidak mau menerima kritikan, malahan mereka menyalahkan Matius, dengan argumentasi bahwa naskah mereka tidak rusak, yang bikin kesalahan itu bukan penyalin naskah, melainkan Matius yang memang salah tulis. Mereka mengatakan bahwa ketika Matius menulis silsilah itu ia tidak mencocokkannya dengan catatan yang ada di Bait Allah. Bayangkan, mereka lebih membela penyalin naskah dan menyalahkan Matius.

Di sinilah iblis beraksi dan mengambil keuntungan dengan mengatakan bahwa Matius yang salah tulis bukan naskah mereka yang terkontaminasi, mengapa? Sebab, kalau Matius salah tulis, itu sama dengan Matius tidak diilhami Roh kudus, atau dengan kata lain bahwa para penulis Alkitab sebenarnya tidk diilhami Roh Kudus. Oleh sebab itu mereka bisa melakukan kesalahan dan salah satu contohnya adalah Matius. Masihkah kita perlu baca Alkitab kalau para penulisnya tidak diilhami. Untuk apa kita membaca nasehat orang-orang kuno yang tidak tahu tentang komputer dan pesawat ulang-alik? Tidakkah lebih baik kita membaca Novel dan cerita fiksi tulisan orang-orang modern? Lihatkah anda misi yang akan dicapai oleh Iblis dengan memunculkan Alkitab Bahasa Asli versi Critical Text model Westcott dan Hort? Ia sangat-sangat licik.

Selain kesalahan itu masih ada kesalahan-kesalahan lain. Contoh lain ialah catatan Injil Lukas 23:45 dimana TR mencatat matahari menjadi gelap (kai eskotiste ho helios) sedangkan CT mencatat gerhana matahari (tou helio ekleipontes eskiste). Perhatikan, TR mencatat matahari menjadi gelap eskotiste/skoti sedangkan CT mencatat gerhana ekleip. Apa yang dicatat CT itu adalah sesuatu yang dapat ditertawakan oleh setiap orang karena pada sekitar bulan April itu tidak mungkin ada gerhana matahari di wilayah itu, dan tidak ada gerhana matahari yang berjangka waktu tiga jam, yaitu dari jam 12.00 hingga jam 15.00.
Kita tahu bahwa Yohanes 1:18 berbunyi, ”Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.”

Menurut Textum Receptum (TR):
John 1:18 qeo.n ouvdei.j e`w,raken pw,pote\ o` monogenh.j ui`o,j (Anak yang Tunggal=Monogenes Huios) o` w’n eivj to.n ko,lpon tou/ patro.j evkei/noj evxhgh,sato

Menurut Critical Text (CT):
John 1:18 qeo.n ouvdei.j e`w,raken pw,pote\ monogenh.j qeo.j (Allah yang Tunggal=Monogenes Theos) o` w’n eivj to.n ko,lpon tou/ patro.j evkei/noj evxhgh,sato

Kedua ayat dalam bahasa Yunani di atas persis sama kecuali kata ui`o,j (anak) dalam TR diganti dengan kata qeo.j (Allah) dalam CT. Jadi menurut Critical Text (CT) Yohanes 1:18 itu bunyinya, “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Allah yang Tunggal, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.” Untuk hal yang sangat sepele ini, tanpa perlu belajar sampai tingkat doktor, bahkan cukup memiliki akal sehat saja sudah bisa menyadari bahwa yang benar itu bukan yang di Critical Text, melainkan yang di Textum Receptum.

Kisah Para Rasul 8:37 itu ternyata tidak ada di dalam Critical Text, melainkan ada di dalam Textum Receptum. Jadi menurut CT bunyi Kis 8:36-38 itu demikian,

8:36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”
8:38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.

CT tanpa ayat 37
[Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."]

ada di TR Acts 8:37
ei=pen de. o` Fi,lippoj Eiv pisteu,eij evx o[lhj th.j kardi,aj( e;xestinÅ avpokriqei.j de. ei=pen Pisteu,w to.n u`io.n tou/ Qeou/ evinai to.n VIhsou/n Cristo,nÅ

Diperkirakan ayat 37 dari manuscript (Aleph) yang ditemukan di Sinai itu sengaja dihilangkan oleh para penyalin yang mempersiapkan naskah pertemuan Nicea yang akan dipimpin oleh Konstantin. Masalahnya karena gereja Katolik dibawah pimpinan Konstantin waktu itu sedang gencar-gencarnya mempromosikan baptisan bayi. Ayat 37 dari Kisah Para Rasul ini ternyata mengajarkan dengan tegas bahwa baptisan itu harus didahului pengakuan percaya, dan hal ini sangat bertentangan dengan praktek pembaptisan bayi. Demi menyenangkan Konstantin, oknum yang memerintahkan persidangan Nicea (Philip Schaff, History of the Christian Church (Grand Rapids: WM.B.Errdmans Publishing company, 1994), Vol III. p.349.), maka mereka menghilangkan Kisah 8:37. Bayangkan betapa beraninya mereka. Pasti apa yang Tuhan ucapkan atas mereka dalam Wahyu 22:19 akan menimpa mereka. Celakanya, ternyata para editor Critical Text lebih percaya bahwa ayat itu tidak ada daripada editor TR yang percaya bahwa ayat itu, yang terdapat di banyak manuscript lain adalah orisinil. Untunglah Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) masih percaya bahwa ayat itu ada, namun sayang diberi kurung siku.

Pembaca sekalian, tentu tidak diperlukan ratusan atau puluhan kesalahan untuk menyadari bahwa teks Alkitab PB bahasa asli CT itu bukan yang dipelihara Tuhan. Sehebat apapun usaha Iblis untuk menyembunyikan kesalahannya, toh kecolongan juga. Allah membiarkan satu dua kesalahan yang nyata dan telak agar orang-orang yang mencintai kebenaran bisa menjadikannya sebagai terang yang memberi hikmat untuk mengetahui Alkitab bahasa asli yang sungguh-sungguh dipelihara dan dipimpin Tuhan proses pengeditannya. Jika seorang yang tersesat di hutan sungguh berhikmat, setitik terang saja cukup baginya untuk menemukan jalan kembali ke kota, namun bagi yang akan binasa, dicari dengan lampu sorot sekalipun ia malah memilih bersembunyi.

Para Editornya
Westcott adalah seorang Bishop gereja Anglikan, gereja yang Doktrin Gereja (ecclesiology) nya hampir sama dengan Gereja Roma Katolik. Perbedaannya hanya Gereja Roma Katolik berpusat di Roma sedangkan gereja Anglikan berpusat di London. Dan Gereja Roma Katolik dikepalai Paus sedangkan gereja Anglikan dikepalai Raja atau Ratu Inggris. Sedangkan Hort adalah seorang dosen Universitas Cambridge. Dr. D.A. Waite yang meneliti buku-buku yang ditulis mereka menyimpulkan bahwa sesungguhnya mereka bukan seorang yang telah lahir baru.
In this study, I quote from their writings extensively and show form five of their books that they are apostates, liberals, and unbelievers. (Dr. D.A. Waite, Defending the King James Bible, Collingswood: The Bible for Today Press, 1992)

Selain Westcott dan Hort, siapa lagi di balik CT yang makin hari makin dominan itu? Critical Text yang hari ini banyak dipakai di Sekolah Teologi adalah edisi ke-26 yang disebut Nestle/Aland Greek New Testament, 26th edition. Eberhard Nestle dan Kurt Aland, kedua-duanya orang Jerman yang membentuk sebuah komisi yang terdiri dari Kurt Aland sendiri, Matthew Black seorang yang imannya diragukan, Carlo M. Martini seorang Kardinal gereja Katolik, Bruce Metzger dari Princeton, universitas yang sangat liberal, dan Alan Wigren dari Chicago. Mereka inilah yang mengatakan bahwa rasul Matius salah tulis karena tidak melihat catatan di Bait Allah sehingga yang seharusnya Asa namun ditulis Asaf, demi untuk membela konsep mereka bahwa naskah kuno yang mereka pakai adalah yang terbaik, yang tidak terjamah oleh tangan-tangan jahil.

Sebaliknya orang-orang yang mengedit TR adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan. Desiderius Erasmus, yang sering dikritik karena humanis, adalah humanis abad pertengahan yang berusaha melepaskan diri dari kungkungan universalisme gereja Roma. Ia bukan humanis masa kini yang filosofinya berpusatkan pada manusia dan mengagungkan manusia. Sedangkan Stephanus adalah orang Protestan yang sangat mengasihi Tuhan, orang yang rela mengorbankan nyawa demi membela kebenaran. Apalagi Theodore Beza, teman dekat John Calvin, adalah tokoh reformasi yang sangat terhormat dan mengasihi Tuhan. Edisi Stephanus dan Beza-lah yang secara umum diterima oleh orang-orang percaya yang baru mendapat kebangunan rohani melalui gerakan reformasi. Edisi ke-4 Stephanus tahun 1551 yang telah dilengkapi pasal dan ayat telah menjadi berkat bagi jutaan orang, terlebih setelah dijadikan dasar untuk penerjemahan ke berbagai bahasa termasuk King James Version.

Tujuan Para Editor
Baik Erasmus, Stephanus, maupun Beza, mereka berusaha mewujudkan kitab PB bahasa asli hanya agar orang-orang percaya memiliki firman Tuhan di tangan mereka yang praktis, agar mereka dapat mempelajarinya dan memberitakannya. Mereka tidak memikirkan masalah hak cipta dan lain sebagainya. Hasil karya mereka menyebabkan banyak orang melihat terang Tuhan dan orang-orang itu diselamatkan. Masyarakat Eropa berubah total setelah reformasi dan tersedianya Alkitab dalam cetakan telah memungkinkan mereka membaca dan mempelajarinya. Tingkat moral masyarakat menjadi semakin tinggi demikian juga dengan tingkat kepatuhan mereka terhadap hukum. Setiap kali orang menyebut firman Tuhan, tentu yang dimaksud adalah TR atau terjemahannya pada masing-masing bahasa.

Namun setelah Westcott dan Hort menerbitkan edisi mereka, kebingungan mulai melanda, pertama-tama di kalangan intelektual karena mereka terpaksa harus memilih teks mana yang harus mereka jadikan patokan, dan akhirnya juga melanda seluruh kekristenan. Di Indonesia hal ini tidak terasa karena kita hanya memiliki satu versi Alkitab yaitu terbitan Lembaga Alkitab Indonesia. Tetapi bagi masyarakat yang berbahasa Inggris, dengan tersedianya berbagai versi Alkitab, maka agak kerepotan juga.

Pukulan yang paling menyakitkan ialah tertawaan dari pihak luar, misalnya pihak Islam, yang mengatakan bahwa Injil asli orang Kristen sudah tidak ada, yang ada sekarang adalah yang palsu. Adanya kesalahan pada teks Westcott dan Hort biasanya mereka jadikan bukti untuk statemen mereka. Mereka dapat mengatakan, ”lihat, nama silsilah saja salah catat, tidak salah toh kalau itu adalah yang palsu?”
Kehadiran CT telah menyebabkan perdebatan yang tidak ada habis-habisnya. Iblis mencatat sukses karena ia berhasil menggoncang dasar iman orang Kristen dan meletakkan batu sandungan terhadap sebagian orang yang belum percaya. Sebagian orang yang tidak memahami masalah ini sempat tersandung karena mereka dipaksa untuk mempertanyakan aspek human error dari teks bahasa asli yang ada pada saat ini. Tentu karena mereka tidak diberi informasi bahwa usaha pengeditan yang teliti telah dilakukan oleh Erasmus, Stephanus, Beza dengan membanding-bandingkan naskah demi naskah hingga akhirnya tidak ditemukan lagi kesalahan dan orang-orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus pun secara universal telah menerimanya.

Teks Yang Manakah Yang Adalah Otoritas Final?
Pada saat Alkitab terjemahan tidak jelas terhadap suatu masalah atau terdapat perbedaan antara satu terjemahan dengan terjemahan yang lain, kemanakah kita akan mencari otoritas final untuk menjelaskannya? Mau atau tidak mau, Alkitab bahasa asli adalah otoritas final untuk menyelesaikan masalah baik yang praktis maupun yang bersifat doktrinal.

Jika dunia kekristenan hanya memiliki satu versi Alkitab bahasa asli seperti keadaan abad 16, 17, dan 18, maka dengan gampang dan dengan kebulatan hati semua orang Kristen akan mengacu kepada Alkitab bahasa asli yang hanya satu itu. Kini setidaknya tersedia dua Alkitab bahasa asli yang didalamnya terdapat + 5604 perbedaan, maka dengan terpaksa setiap orang Kristen harus menetapkan versi manakah yang akan diakuinya sebagai Alkitab bahasa asli yang benar, atau otoritas yang final (The Final Authority).

Telah diuraikan di atas bahwa teks yang diakui, Received Text atau Textum Receptum (TR) yang diedit pertama kali oleh Erasmus dan diperlengkapi oleh Stephanus dan Beza adalah yang telah diperiksa dan ternyata tidak ditemukan kesalahan serta telah membawa berkat bagi penduduk dunia lebih dari 3 abad. Sedangkan Critical Text (CT) yang diedit oleh Westcott dan Hort serta diedit ulang oleh komite yang dipimpin oleh Nestle dan Aland ternyata terdapat kesalahan yang sangat konyol, yaitu Asa ditulis dengan Asaf. Masih ada banyak kesalahan lain lagi yang mereka akui, namun pada umumnya kesalahan itu mereka lemparkan kepada sang penulis untuk membangun asumsi bahwa penulis Alkitab tidak diilhami, atau bahwa Alkitab itu bukan buku istimewa melainkan sama seperti catatan sejarah lain.

Untuk membangun doktrin yang benar kita membutuhkan dasar yang benar. Doktrin alkitabiah adalah doktrin yang didasarkan hanya pada Alkitab saja. Lalu kalau diperhadapkan dua versi naskah PB Alkitab bahasa asli, yang manakah yang anda akan pilih? Kini banyak teolog telah kemasukan angin Liberalisme, demikian juga sekolah-sekolah teologia. Masalah Alkitab bahasa asli bisa menjadi salah satu faktor untuk mengenal aliran sebuah sekolah teologia. Rata-rata sekolah teologia aliran Liberal lebih senang memakai Critical Text (CT) karena ketika dosen di sekolah tersebut belajar ke luar negeri, ia sudah terlanjur masuk ke sekolah liberal dan yang memakai CT. Namun sekolah teologia aliran Fundamental tetap bertahan pada Received Text atau Textum Receptum yang tidak ada kesalahan dan telah mendatangkan banyak manfaat bagi umat manusia. Anda di pihak mana?

Sumber: Artikel 1-3 Seluruhnya ditulis dari Bab 8 buku DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH, Pdt. Suhento Liauw, DRE, D.Th, GBIA GRAPHE, cetakan 2, 2001, Jakarta, halaman 109-132

Tambahan dari Saya:
Mulai Oktober tahun 2007 sudah tercetak Alkitab terbitan Yayasan Lentera Bangsa (www.yalensa.org), yang bersumber pada naskah MT (naskah sumber berbahasa Ibrani untuk PL) dan TR (naskah sumber berbahasa Yunani untuk PB) serta The Interlinear Bible (Jay P. Green).

Artikel selengkapnya bisa dibaca di dedewijaya.blogspot.com, www.sabdaspace.org/blog/dedewijaya. Simpan dan pelajarilah artikel ini, mungkin suatu saat anda memerlukannya. Tuhan memberkati.

Filed under: News — dedewijaya at 5:34 am on Sunday, May 18, 2008

Berikut ini disadur dari Way of Life Ministry

ISRAEL BERUMUR ENAM PULUH TAHUN
Minggu ini, negara Israel modern merayakan kemerdekaannya yang keenam pulu. Pada pukul 12:00 AM tengah malam, 14 Mei, 1948, negara yang lemah itu mengumumkan kenegaraannya dengan deklarasi berikut: “Panggilan kami tertuju kepada semua umat Yahudi di seluruh dunia untuk bangkit ke sisi kami…..dan untuk berdiri bersama kami dalam perjuangan besar pemenuhan impian generasi-generasi akan penyelamatan Israel.” Sebelas menit kemudian, Presiden AS, Harry Truman mengumumkan bahwa ia mengakui negara Israel. Orang-orang Yahudi bersukacita di seluruh dunia. Di Roma, mereka berparade di bawah bangunan Arch of Titus yang kuno tersebut, yang dibangun hampir 2000 tahun yang lalu untuk merayakan penaklukan Yerusalem oleh tentara Roma pada tahun 70 M, dan yang mengandung gambar-gambar tawanan Yahudi dan benda-benda dari Bait Yahudi. Setelah melewati dua milenium penganiayaan, orang Yahudi kembali lagi dan mereka masih berbicara dalam bahasa kuno mereka! Ini adalah salah satu hal yang paling menakjubkan dalam sejarah, dan membuktikan bahwa Alkitab diilhami secara ilahi, karena telah memprediksikan semua ini 4000 tahun yang lalu. Seluruh sejarah Israel telah dinubuatkan oleh Musa dan dicatat dalam kitab Ulangan. Allah memperingatkan bahwa jika Israel melanggar hukumNya, ia akan “dicabut dari tanah” dan diserakkan “ke antara segala bangsa dari ujung bumi ke ujung bumi” (Ul. 28:63-64). Di sanalah orang Yahudi “tidak akan mendapat ketenteraman di antara bangsa-bangsa itu dan tidak akan ada tempat berjejak bagi telapak kakimu; TUHAN akan memberikan di sana kepadamu hati yang gelisah, mata yang penuh rindu dan jiwa yang merana. Hidupmu akan terkatung-katung, siang dan malam engkau akan terkejut dan kuatir akan hidupmu” (Ul. 28:65-66). Ini adalah deskripsi yang akurat mengenai sejarah Israel selama dua milenium. Yerusalem dihancurkan pada tahun 70 M oleh tentara Roma di bawah Jendral Titus, dan pada tahun 135 M, Yerusalem dibajak habis oleh perintah Kaisar Hadrian karena pemberontakan orang Yahudi yang dipimpin oleh Bar Kochbar. Orang-orang Yahudi lalu terserak-serak ke ujung bumi dan tidak menemukan peristirahatan. Mereka dibenci oleh orang Muslim, dan dikerja dan dianiaya oleh Gereja Yunani Ortodoks dan Roma Katolik selama seribu tahun. Hitler mencoba untuk melenyapkan mereka. Lebih mementingkan bangsa Arab, Inggris berusaha menghalangi mereka kembali ke tanah mereka setelah Perang Dunia II. Mayoritas duni ini masih bersikap berlawanan terhadap Israel dan berita-berita tentang krisis Timur Tengah secara umum dibuat untuk memojokkan Israel. Tetapi, nubuat Alkitab telah memberitahu lebih dahulu bahwa Israel akan dikembalikan ke tanahnya dan dia akan tetap sebagai suatu negara bahkan setelah mengalami semua ini, dan itulah yang terjadi pada tahun 1948. Tidak pernah dalam sejarah dunia suatu suku bangsa berserak-serak ke seluruh dunia dan dianiaya selama 2000 tahun dan masih bisa kembali lagi sebagai suatu bangsa. Nubuatan Alkitab menggambarkan pemulihan Israel dalam dua bagian. Pertama, dia akan kembali lagi ke tanah mereka dalam kondisi tidak percaya. Kemudian, dia akan bertobat. Nubuatan yang menakjubkan dalam Yehezkiel 37:1-14 menggambarkan kedua tahap ini. Israel digambarkan sebagai lembah yang penuh tulang, tetapi lalu dibangkitkan. Pertama-tama, tulang-tulang itu diberikan urat dan daging dan mereka berdiri tetapi tidak memiliki nafas, dan selanjutnya Allah memberikan nafas kepada tulang-tulang mati tersebut, dan mereka menjadi hidup. Bagian pertama dari nubuatan ini sudah digenapi. Israel sudah kembali ke tanah mereka sebagai suatu bangsa, tetapi mereka masih dalam ketidakpercayaan. Mereka terus menolak Mesias mereka, Yesus Kristus. Mereka tidak memiliki Bait ataupun tatanan keimamatan, dan tidak memiliki penyembahan yang hakiki. Semasa Kesesakan Besar, Allah akan membuat Israel bertobat dan akan menghembuskan nafas kehidupan rohani kepada mereka dan mereka akan hidup. Eksistensi Israel yang terjaga hingga hari ini adalah suatu mujizat yang besar dan adalah bukti yang tidak terbantahkan bahwa Alkitab diilhami secara ilahi, dan mengingatkan kita bahwa kita semua perlu bersiap-siap akan kedatangan Kristus.

AKTIVIS HOMOSEKSUAL MENARGETKAN GEREJA-GEREJA
Soulforce, sebuah grup aktivis homoseksual, terus berupaya memasukkan agenda mereka ke dalam gereja-gereja, sekolah-sekolah, dan organisasi-organisa si Kristen. Programnya saat ini, yaitu The American Family Outing, menargetkan enam gereja mega, termasuk gereja The Potter’s House (T.D. Jakes), Willow Creek Community Church (Bill Hybels), dan Lakewood Church (Joel Osteen). Salah satu anggota Soulforce yang high-profile adalah Jay Bakker, putra dari Jim dan Tammy Faye Bakker. Sebelem kematiannya tahun 2007, Tammy Faye menjadi seorang aktivis hak-hak homoseksual. Soulforce sedang menekan gereja-gereja agar menerima homoseksual dengan cara yang tidak menghakimi. Jay Bakker mengatakan, “Mari kita menyingkirkan perbedaan-perbedaan kita dan berbagai kasih dan pengharapan Kristus” (”Gay Group Reaches Out to Lakewood,” Houston Chronicle, 8 Mei, 2008). Membagi kasih Kristus adalah satu hal, tetapi tidak berani menghakimi dosa adalah hal lain lagi. Gereja-gereja seharusnya menerima orang berdosa manapun agar ia dapat mendengar Injil, tetapi keanggotaan dalam jemaat hanyalah bagi mereka yang telah dilahirbarukan melalui pertobatan kepada Allah dalam iman kepada Yesus Kristus (Kis. 20:21), dan kelahiran kembali akan mengubah pandangan seseorang terhadap dosa. Di antara anggota-anggota jemaat di Korintus, ada yang sebelumnya pernah terlibat dalam homoseksualitas, tetapi mereka telah bertobat dan berubah (1 Kor. 6:9-11). Tammy Faye Bakker tampil dalam suatu acara “gay-pride” nasional, termasuk dalam kontes meniru Tammy Faye, di mana dia “dikelilingi oleh lelaki dalam kostum wanita” (Charisme News, November 2002). Tammy memberitahu para hadiri bahwa “ada Allah yang mengasihi mereka dan memelihara mereka,” tetapi dia tidak memberitahu mereka bahwa homoseksualitas adalah dosa dan bahwa Allah menuntut pertobatan. Setelah suami pertama Tammy Faye, Jim Bakker, masuk penjara karena menipu para pengikutnya sebanyak $158 juta, dia menceraikannya dan menikah kembali dengan Roe Messner, seorang teman keluarga. Tentang para pengritiknya yang menyerukan agar dia lebih jelas lagi melawan homoseksualitas, Tammy Faye berkata, “Saya pikir gereja haruslah menjadi rumah sakit, dan bukan pengadilan.” Pada kenyataannya, gereja adalah kedua-duanya, rumah sakit sekaligus pengadilan. Gereja Perjanjian Baru mengundang “barangsiapa yang mau” untuk menerima tawaran keselamatan yang cuma-cuma dari Kristus dan dilahirkan kembali, etapi gereja juga menghakimi orang-orang yang mengaku percaya, tetapi yang berjalan dalam kebenaran (1 Kor. 5).

ORANG TUA, DIDIK ANAK-ANAKMU UNTUK MEMBACA ALKITAB
Berikut ini disadur dari Training Your Children to Turn Out Right, sebuah buku yang sangat bagus oleh David Sorenson – “Hai para orang tua terkasih, kebiasaan yang paling penting yang anda bisa tanamkan dalam anak-anakmu adalah kebiasaan untuk datang kepada Firman Allah pagi dan malam. Perhatikan bahwa saya menggunakan istilah “kebiasaan.” Ini memang disengaja. Masalah membaca Firman Tuhan adalah sesuatu yang harus dijadikan kebiasaan. Kebiasaan dibangun melalui tindakan yang berulang kali, tetapi agar anak-anak membangun kebiasaan membaca Alkitab setiap hari, maka anda sebagai orang tua, harus melakukan langkah-langkah agar tindakan ini masuk dalam kehidupan mereka. Anda tidak bisa hanya memberitahu mereka untuk melakukannya, lalu berharap bahwa mereka akan melakukannya. Anda harus membuat suatu program, sebuah jadwal, dan memberikan insentif untuk membantu memotivasi mereka masuk ke dalam Alkitab….. .Selama bertahun-tahun, saya kadang mendapatkan orang yang berkata, “Ya, menurut saya kita harus membaca Alkitab karena kita ingin, bukan karena kita harus.” Diserang oleh dunia, kedagingan kita, dan juga Iblis, akan ada jauh lebih banyak hari saat kita tidak merasa ingin membaca Alkitab dari pada hari-hari kita merasa ingin. Jika kita melakukan segala sesuatu hanya karena saat itu kita merasa ingin untuk melakukannya, maka kita sedang menjalani kehidupan rohani yang sangat dangkal. Sebaliknya, kita harus membaca Firman Tuhan karena itu kewajiban kita, karena itu hal yang benar dilakukan, dan karena itu adalah kehendak Allah. Bagaimana perasaan kita pada hari yang bersangkutan, itu tidak relevan….. Kita juga perlu menanamkan sikap dan filosofi yang demikian ke dalam anak-anak kita…..Ketika kami memulai putri-putri kami dalam program pembacaan Alkitab tiap hari mereka, kami menaruh pembatas buku di 1 Yohanes. Ketika mereka baru pertama kali mulai, kami menargetkan mereka membaca satu ayat di pagi hari, lalu satu ayat di sore hari. Pada awalnya, kami ikut membaca bersama mereka dan membantu mereka membaca….Sambil mereka semakin maju dalam kemampuan membaca mereka, kami meningkatkan target menjadi tiga ayat sehari saat mereka kelas 1 SD….Saat mereka sekitar kelas 3 atau 4 SD, mereka mulai membaca satu pasal sehari. Ketika mereka mecapai kelas 6 SD, mereka diharuskan membaca dua pasal sehari, satu di pagi hari, satu di malam hari. Ketika mereka masuk SMP, mereka membaca empat pasal sehari. Program seperti ini akan membuat seseorang membaca Alkitab seluruhnya dalam satu tahun. Program ini berlanjut hingga masa-masa SMA mereka…..Beban agar kebiasaan ini dapat terbentuk dalam anak-anak sepenuhnya ada pada pundak kita sebagai orang tua. Sebagai orang tua, kita harus memeriksa hal ini secara rutin” (Training Your Children to Turn out Right, 1995, hal. 15-19).

from: GITS Buletin, DR. Steven E. Liauw

BANGKITLAH BANGSAKU

Filed under: News — dedewijaya at 1:16 am on Friday, May 16, 2008

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
Tim_musik_gdop

Bertempat di Lapangan Sepakbola Kridosono, sebanyak kurang lebih 2000 orang Percaya berkumpul untuk menaikkan Doa Syafaat dalam acara GERAKAN DOA ORANG PERCAYA (GDOP) pada hari Senin, 12 Mei 2008 pukul 18.00-20.30 WIB. Acara outbound dengan tema BANGKITLAH BANGSAKU bagi Tranformasi Indonesia dan Bangsa-Bangsa, dapat terselenggara berkat kerjasama dari gereja-gereja sejogja dan Jaringan Doa Nasional (JDN) dengan melibatkan PMK-PMK dan Persekutuan-persekutuan Doa dan Joy Fellowship di Jogjakarta. Menurut keterangan Panitia, Gerakan Doa ini serentak diadakan di 223 kota di Indonesia dan juga lebih kurang 213 Negara-negara di dunia. Dimulai dengan puji-pujian, sebanyak 2000 jiwa memuji dan menyembah Tuhan dengan penuh sukacita. Meski hanya duduk di atas rumput dengan beralas kertas Koran, tidak mengurangi minat dan antusias para hadirin yang datang. Dengan semangat 45, Worship Leader dan semua backing vocal dan singer berpadu dengan iringan Tim Musik yang rata-rata terdiri dari anak-anak muda yang bersemangat mampu mengajak hadirin yang mengikuti untuk bersorak-sorai dan meneriakkan HALELUYA! AMIN!. Turut melayani, Paduan Suara Mandarin Jogjakarta yang beranggotakan bapak-bapak dan ibu-ibu yang merupakan gabungan aktivis-aktivis dari gereja-gereja se-Jogja, Paduan Suara ini sudah dikenal lewat Album dan Konser mereka di Gedung Societit, Taman Budaya. Mereka menaikkan lagu-lagu rohani familiar dalam bahasa Mandarin sehingga mampu membuat para hadirin ikut bernyanyi pula. Didukung juga oleh Tim Dancer dari berbagai PMK dan JOY Fellowship yang berjumlah lebih kurang 70 orang. Tampak yang hadir dari berbagai macam suku bangsa dan provinsi yang ada di seluruh Indonesia, hal ini terlihat dari plakat-plakat Provinsi yang disusun menurut barisan asal daerah.

Memasuki sesi Firman Tuhan, Pdt Petrus menyampaikan bahwa perlu adanya kesatuan di kalangan gereja-gereja di Jogjakarta untuk bersama-sama bergandengan tangan berdoa bagi pemulihan dan transformasi Jogjakarta dan Indonesia. Permasalahan bangsa ini terus menggunung dan begitu banyak. Untuk itu sangat perlu bagi Orang Percaya untuk mulai berdoa dengan Kegairahan Tuhan dan Doa orang Percaya haruslah Doa yang mendeklarasikan Firman Tuhan dan Doa mengimani Janji-Janji Allah dalam Alkitab. Acara Doa Bersama ini memang rutin diadakan setiap tahun mulai dari tahun 2005 di Jogjakarta.

Tampak_jh_gondowidjojo_dan_para_hamba_tu

Ikut hadir perwakilan dari Gubernur Sri Sultan Hamengkubowono X, yang membacakan kata sambutan dari Sri Sultan. Juga tampak Pdt. Petrus Maridjo yang asli Jogja selaku Penbimas Kristen yang baru, menggantikan Pdt. Ardjita, yang turut mendukung sepenuhnya dan memberi kata sambutan. Hadir juga Pak Daud, Pdt. James Tanda, Pdt. C Sirait, hamba-hamba Tuhan dari berbagai gereja di Jogjakarta dan Direktur Andi Offset yang juga tokoh penting di Jogjakarta, yaitu Bapak J.H. Gondowidjojo yang memang dikenal sebagai Pendoa Syafaat yang mendirikan Bukit Doa di Kaliurang dan menulis buku-buku tentang Pendoa, Hati Bapa, Lawatan Roh Allah, dan Sekolah Doa. Dipimpin oleh para pendeta dan pendoa syafaat, mulailah acara Doa Syafaat digelar, mulai dari Pendoa dari Gereja Bala Keselamatan, GBI, GPdI, dll.

Setelah ditayangkan slide Video tentang Kegerakan Doa di Jogjakarta mulai dari Video tahun 2005 sampai 2007, Pdt Jimmy Pieter menjelaskan pentingnya Menara Doa Kota (MDK) yang berdoa tanpa putus-putusnya 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, dan 365 hari dalam setahun, dengan mengacu pada Yeremia 27:7 dan II Tawarikh 7:14, serta Doa Tuhan Yesus dalam Yohanes 17 bagi Kesatuan Tubuh Kristus, dampak MDK bagi Kesatuan Gereja-gereja yang dapat menghasilkan pertobatan jiwa, Kehidupan Kristiani yang berdampak bagi masyarakat, Gereja yang menjadi berkat bagi Bangsa dan Negara, diawali dengan kegerakan Doa. Sekretariat Menara Doa Kota (MDK) Jogja beralamat di Jl. Bumijo 24A, dengan telepon 563387. Pdt Jimmy mengajak semua yang hadir untuk mau menyediakan waktu 2 jam dalam seminggu, untuk dapat datang ke MDK dan berdoa bersama-sama dengan tidak terputus selama 24 jam sehari.

Rony Sofian, salah seorang hamba Tuhan dari GKKK Jogjakarta, yang menghadiri acara ini memberikan komentarnya sebagai berikut: “Puji Tuhan.. GDOP kembali bisa diadakan di kota Jogja dalam rangka Global Day Of Prayer International, serentak dengan gereja-gereja di seluruh dunia. Melihat pelaksanaannya pada hari Senin 12 Mei yg lalu & jumlah peserta dari berbagai gereja di kota Jogja yang hadir, patut bersyukur kepada Tuhan untuk para panitia yang telah mempersiapkan dan menyelenggakannya dengan baik. Semoga tahun depan ada lebih banyak lagi gereja yang dilibatkan/terlibat sehingga lebih banyak lagi yang hadir dan mendukung acara ini. Mengingat nama acaranya (GDOP Int’l) alangkah baiknya jika pokok-pokok doa yang dipanjatkan tidak hanya tentang Kekristenan di Indonesia dan pemulihan bangsa Indonesia saja namun juga meliputi pokok-pokok doa yang lebih luas, misalnya kekristenan di negara-negara lain, pelayanan misi di berbagai belahan dunia dan peranan orang Kristen dalam merawat dan menjaga kelestarian bumi ciptaan Tuhan ini. Mari terus berdoa, Tuhan memberkati..

Akhirnya sesudah Doa Berkat dan pengutusan, maka semua orang percaya kembali ke komunitasnya masing-masing dan dihimbau lebih berapi-api dalam menjadi berkat.

Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Next Page »