DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

YESUS LAHIR PADA MASA KAISAR AGUSTUS ATAU HERODES? HERODES YG MANA?

Filed under: KONTRADIKSI ALKITAB — dedewijaya at 4:19 am on Tuesday, May 6, 2008

Pertama-tama
ada baiknya kita baca dulu Matius Pasal 2 dan Lukas pasal 2 dan pasal
3. Jika sudah akan lebih mudah memahami dan menjawab pertanyaa.

Di Alkitab ada banyak orang yang disebut dengan Herodes (gelar/pangkat dalam pemerintahan) misalnya:
1. Herodes Agung, raja atas seluruh tanah Palestina (37-4 Sebelum Masehi).
Ialah
yang memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki di Betlehem,
pada masa tidak lama sesudah Yesus lahir. (Mat 2:1-23; Luk 1:5).
2. Arkhelaus, anak Herodes Agung, memerintah atas Yudea dan Samaria
( 4 Sebelum Masehi —6 Sesudah Masehi). Ia dipecat dan daerahnya dimasukkan
langsung ke dalam Kerajaan Romawi (Mat 2:22*).
3.
Herodes Antipas, anak Herodes Agung, raja wilayah atas Galilea (4
Sebelum Masehi —39 Sesudah Masehi), yang kemudian dipecat. Ia kawin
dengan Herodias, bekas isteri saudaranya (Luk 3:19). Dialah yang
membunuh Yohanes Pembaptis (Mat 14:1-12).
4. Herodes Agripa I, cucu
Herodes Agung, raja atas seluruh Palestina (41-44 Sesudah Masehi).
Dialah yang membunuh rasul Yakobus dan yang memenjarakan Petrus (Kis
12:1-25). Anak Herodes Agripa I ialah Agripa II

Nah Yesus dalam Matius 2:1
(“Sesudah
Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes
[yaitu Herodes Agung], datanglah orang-orang majus dari Timur ke
Yerusalem”)

Yesus berada dalam masa pemerintahan Herodes yang
bernama Herodes Agung (memerintah dari 37 sampai 4 Sebelum Masehi),
jadi Yesus lahir di akhir masa pemerintahan Herodes Agung (perhatikan
ayat Matius 2:22, Herodes Agung mati digantikan dengan Arkhelaus,
anaknya)

Matius 2:22 “Tetapi setelah didengarnya, bahwa
Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes [Herodes Agung],
ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah
Yusuf ke daerah Galilea.”
Lukas 2:1-2 berkata:
2:1 Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.
2:2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.

Lukas 3:1-2
3:1
Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika
Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah
Galilea [Herodes Antipas], Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan
Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,
3:2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.

Perhatikan Keterangan mengenai Kaisar dan masa memerintahnya dalam Kamus Alkitab:

Sejak
Agustus, raja atau kepala pemerintah Roma diberi gelar Kaisar. Yang
menjadi Kaisar pada zaman Perjanjian Baru berturut-turut ialah:
1.
Agustus (memerintah dari tahun 31 Sebelum Masehi —14 Sesudah Masehi
(SM), bandingkan Luk 2:1*), Yesus Kristus dilahirkan pada zaman
pemerintahannya
2. Tiberius (memerintah dari tahun 14-37 SM).
Yohanes Pembabtis (Luk 3:1) dan Yesus (Mat 22:17,21; Luk 23:2; Yoh
19:12,15) tampil di masyarakat pada zaman pemerintahannya.

3. Kaligula (memerintah dari tahun 37-41SM),
4.
Klaudius (memerintah dari tahun 41-54 SM), disebutkan berkaitan dengan
bencana kelaparan (Kis 11:28) dan pengungsian orang-orang Yahudi dari
kota Roma ( Luk 18:2*).

5. Nero, mungkin dialah yang disindir
dengan angka 666 dalam Wahyu (Wahyu 13:18), Nero (54-68 sesudah
Masehi), seperti termaktub di dalam Kis 25:10-12 ( Paulus) dan Filipi
4:22

6. Vespasianus (memerintah dari tahun 69- 79)
7.
Titus (memerintah dari tahun 79-81) yang pada tahun 70 memusnahkan kota
Yerusalem. Beberapa di antara mereka disembah seperti dewa dan
juruselamat dan diberi gelar kehormatan Kurios = Tuhan.

Jadi
jelas kiranya bahwa Yesus lahir di masa pemerintahan Kaisar Agustus dan
Raja Herodes Agung. Yesus lahir menjelang masa akhir pemerintahan Raja
Herodes Agung, perkiraannya yaitu Yesus lahir tahun 6 Sebelum Masehi
(berdasarkan data Matius 2:16, bayi-bayi yg mau dibunuh Herodes Agung
adalah bayi yg berusia 2 tahun ke bawah sesuai keterangan Orang-orang
Majus yg datang dan menyembah Yesus—jadi Yesus saat itu berusia 2 tahun
ke bawah). Herodes Agung mati tahun 4 Sebelum Masehi, maka kurangi 2
tahun, jadi kira-kira Yesus lahir tahun 6 Sebelum Masehi.

Jadi kesimpulannya Yesus lahir di masa pemerintahan Kaisar Agustus dan Raja Herodes Agung.
Dan
ketika Kaisar Tiberius, pengganti Kaisar Agustus, memerintah, Yesus
sudah besar (Lukas 3:1-2), kira-kira usia Yesus 30 tahun (berdasar data
Lukas 3:1-2), lebih muda 6 bulan dari Yohanes Pembaptis. Sesuai dengan
aturan PL bahwa Usia orang mulai mengajar/melayani adalah 30 tahun.

Demikian
setelah Herodes Agung mati, anak-anaknya menjadi Herodes di wilayah yg
beda-beda, bagi-bagi kekuasaan gitu dech. Arkhelaus jadi raja di Yudea
dan Samaria, sedang Herodes Antipas, jadi raja di Galilea.

Inti
jawaban pertanyaan yaitu perlu tahu siapa nama yg memerintah dan
periode tahun memerintahnya serta apa jabatannya apakah Kaisar, Herodes
atau lainnya. Maka terjawablah pertanyaan, tidak ada yg kontradiksi
dalam ayat-ayat Alkitab.

Demikian jawaban saya. Jika menemukan ”kontradiksi2” semacam ini, coba pahami lebih dulu perikop dan ayat-ayat Alkitabnya.

KEUNIKAN GELAR YESUS SEBAGAI

Filed under: DOKTRIN ALLAH — dedewijaya at 4:08 am on Tuesday, May 6, 2008

Yesus adalah Anak Allah (HUIOS THEOS) atau
PUTRA ELOHIM

Anak Allah dalam Perjanjian Lama
dipakai untuk bangsa

Israel

,
pemimpin

Israel

(keturunan Daud), para Malaikat, dan orang-orang yang setia. Dalam Perjanjian
Baru, “Anak Allah” ialah kedudukanNya dalam Allah Tritunggal, sebagai “Anak
Allah Bapa” (tunggal atau monogenes), yang menyatakan ke-Mesias-an Yesus,
kesupranaturalan Yesus yang dilahirkan dengan benih Ilahi (kandungan dari Roh
Kudus). Sebutan “Anak” bagi Tuhan Yesus, berarti Anak Allah adalah:
melaksanakan rencana Bapa dengan penuh ketaatan Anak kepada Bapa, sehingga
mempersembahkan hidupNya sebagai Korban. Anak Allah merefleksikan kehidupan
Ilahi atau sempurna, sehingga manusia mengenal Allah melalui Tuhan Yesus,
sebagai Anak Allah yang sejati. Gelar “Anak Allah” bagi Yesus berimplikasi
kepada orang percaya yang disebut “anak-anak Allah” (Yohanes 1:12)

Gelar “Anak Allah” bagi Yesus
sangat kuat oleh karena bukti internal dari Alkitab sendiri sangat banyak,
diantaranya:

  1. Laporan Alkitab, khususnya Injil Yohanes yang
         menyatakan mengenai kesatuan Anak dan Bapa (Yoh 5:19, 4:34, 6:38, 7:28,
         8:42), sebagai kesatuan yang menjelaskan ke-Allahan Yesus Kristus.
  2. Injil Yohanes juga menyatakan mengenai gelar “Anak
         Allah” dalam hubungan misi Anak adalah Misi Bapa. Misi keselamatan Yesus adalah meliputi
         kematian-Nya (Yohanes 12:23-24). Tuhan Yesus sendiri menyadari sepenuhnya
         mengenai tujuan misiNya, yaitu kematianNya (Yoh 2:4, 12:23, 27, 13:1,
         17:1). Gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi dombaNya (10:11,15).
         Anak itu telah diutus oleh Bapa, Ia menaati perintah-perintah Bapa
         (15:10), Ia tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri (Yoh
         5:19-20), perkataanNya adalah perkataan Bapa (Yohanes 14:10; 17:8).
  3. Adanya bukti peristiwa dan penyataan Allah sendiri
         (Heavenly saying): ”Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNya Aku berkenan”
         (Mrk 11:11, 9:7); Penyataan Allah melalui penyataan Petrus (Mat 16:16).
  4. Pengakuan orang: Yohanes Pembaptis (Yoh 1:34),
         Natanael (Yoh 1:49), Marta (Yoh 11:27), semuanya mengaku bahwa Yesus
         adalah Anak Allah.
  5. Pengakuan orang kafir (Mrk 15:39), orang Yahudi
         menuduh Yesus yang mengklaim diri sebagai Anak Allah (19:7, bdg 5:17)
         bahkan ucapan roh jahat (Mrk 5:7).
  6. Perbuatan Tuhan Yesus menerangkan mengenai diriNya
         sebagai Anak (10:37, bdg 11:4) dan Yesus sendiri menerima gelar “Anak
         Allah” tersebut bagi diriNya (10:36) dengan kesadaranNya yang penuh bahwa
         Ia adalah Allah.
  7. Anak memiliki kuasa yang sama dengan Bapa, yaitu
         memberikan hidup (5:21). Bapa memiliki hidup dari diriNya sendiri,
         demikian juga Ia telah memberikan kepada Anak untuk memiliki hidup di
         dalam diriNya sendiri (5:26). Itulah sebabnya Yesus memberikan hidup yang
         kekal (3:35, 6:40,47, 10:10, 17:2); Ia pun berkata “Akulah kebangkitan dan
         hidup” (11:25).

 

Keunikan Yesus sebagai Anak Allah
dijelaskan oleh Yohanes dengan ungkapan “Anak
yang tunggal atau monogenes”
(Yoh 1:14, 18, 3:16,18). Hal ini merupakan
keunikan mengenai gelar Anak bagi Yesus. Dia secara hakiki adalah Anak yang
lebih dari seorang yang kuasanya diberikan untuk menjadi Anak Allah (Yoh 1:12,
12:36). Gelar Anak Allah bukanlah
gelar yang diberikan, atau bukan karena adopsi tetapi menghakikat dalam
diriNya. Gelar ini menyatakan
ke-Allah-anNya yang mutlak.

 
Anak Allah

Kamus Alkitab TB- Israel disebut anak Allah atau anak sulung
Allah (Kej 4:22-23; Hos 11:1). Demikian juga raja

Israel

, keturunan Daud (2 Sam 7:14;
Mzm 2:7). Tetapi kemudian terutama gelar untuk Yesus Kristus yang menyatakan
bahwa Ia berasal dari Allah dan melakukan kehendak Bapa-Nya, sehingga Ia adalah
orang kesayangan Allah.

BIS (Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari)- Dahulu kala seluruh bangsa

Israel

digelar "Anak Allah" (Kel 4:22),
begitu juga raja

Israel

keturunan Daud (2 Sam 7:14; Mzm 2:7), karena ia memerintah sebagai wakil Allah.
Tetapi kemudian gelar ini diberikan terutama sekali kepada Raja yang dijanjikan
oleh Allah; Ialah raja yang diharapkan datang pada akhir zaman. Dalam kitab
Roma 1:3-4 yang dimaksud dengan Anak Allah ialah Yesus, karena Yesus hidup
kembali dari kematian dan karena sejak Paskah, Yesus memerintah bersama-sama dengan
Allah. Dalam Markus 1:9-11, pada waktu Yesus dibaptis, Ia diakui sebagai Anak
Allah, ketika suara dari surga mengatakan kepada-Nya, "Engkaulah Anak-Ku
yang Kukasihi." Kata-kata itu sesuai dengan kata-kata dalam Mazmur
2:7. Matius 1:18 dan Lukas 1:35
menyatakan bahwa Yesus berada dalam kandungan Maria, seorang perawan, karena
kuasa Roh Allah.

Anak …; Gelar untuk Yesus

 KS.- [PB]

 a. Manusia, (Mat 8:20; 9:6; 10:23; 11:19;
12:8,32,40; 13:37,41;

  .Mat 16:13,27,28; 17:9,12,22; 19:28;
20:18,28; 24:27,30,37,39,44;

 .Mat 25:31; 26:2,24,45,64;
Luk 18:8; Yoh 1:51; 3:13-14; 5:27;

 .Yoh 6:27,53,62; 8:28; 9:35;
12:23,34; 13:31; Kis 7:56)

 b. Allah, (Mat 3:17; 4:3,6;
14:33; 16:16; 17:5; 26:63; 27:40,43;

 .Mr 1:1; 15:39; Luk 1:32; Yoh 1:34,49;
5:19-26; 10:36; 11:4,27;

 .Kis 9:20; 13:33; Rom 1:3,4,9; 5:10;
8:3; 1Kor 1:9; Gal 2:20; 4:4,6;

 .Ef 4:13; 1Tes 1:10; Ibr 1:2,5,8; 4:14;
5:5,8; 10:29;

 .1Yoh 2:22-24; 3:8; 4:9,10,14,15;
5:9-13)

 c. Daud, (Mat 1:1; 9:27; 12:23; 15:22;
20:30-31; 21:9,15; 22:42,45)

 Yesus adalah Anak Manusia (HUIOS
ANTHROPOS)

Gelar “Anak Allah” khususnya
dalam tulisan Yohanes adalah dipakai secara bersinonim dengan sebutan Anak
Manusia (1:49-51, 3:15, 5:26, 6:40,53). Gelar tersebut berlatarbelakang PL,
dimana istilah “be adam” (Ibrani), atau “bar ‘nasha” berarti manusia (Mzm 2:4,
Yeh 2:1, 3:1). Itu bisa berarti sebagai manusia yang diutus sebagai seorang
utusan Allah setelah mendapat visi dari Allah. Paralel yang paling dekat dalam
pemakaian PB ialah dari Daniel 7:13-14 yang menggambarkan mengenai “seperti seorang anak manusia” datang
dengan awan-awan dari langit. Dia adalah figur surgawi dan wakil Allah. Dan
abad pertama, istilah Anak Manusia digunakan sebagai satu gelar bagi Mesias (En
37-71; 4 Ez 13, Yoh 12:32,34).

Dalam Injil Sinoptik, gelar “Anak
Manusia” adalah satu ucapan yang hanya dipakai oleh Yesus sendiri.

Para

murid tidak pernah memakai gelar ini untuk menyebut
Tuhan Yesus. Sebutan Anak Manusia oleh Yesus sendiri berbeda dengan
sebutan-sebutan lain yang diberikan oleh murid-muridNya kepadaNya setelah
kebangkitan. Istilah “Anak Manusia” dipakai oleh Tuhan Yesus untuk
menghindarkan persepsi yang keliru tentang istilah Anak Allah yang lebih banyak
muatan MesianisNya. Karena, Yesus sendiri mengerti diriNya sendiri sebagai
Allah. Maka itu, penolakanNya terhadap penggunaan Mesias bagi diriNya ialah
bukan berarti Ia tidak menyadari bahwa diriNya adalah Mesias. Yesus lebih interes
dengan menggunakan gelar “Anak Manusia” daripada Mesias, karena gelar Mesias
telah dimengerti secara politis, telah didistorsikan dengan pengharapan
mesianis Yahudi yang kental dengan muatan politis.

Dalam Injil Sinoptik, gelar Anak
Manusia terbagi dalam 3 kelompok yaitu: Anak manusia dalam pelayanan di dunia,
Anak manusia dalam kehinaan dan kematian, Anak manusia datang dalam kemuliaan
apokaliptis untuk menghakimi manusia dan mentahbiskan Kerajaan Allah. Inilah keunikan Yesus karena gelar “Anak
Manusia” dikaitkan dengan tugas prerogatif Allah, yaitu mengampuni dosa
(Mrk
2:10), Anak Manusia yang menderita
(Mrk 14:16), Anak Manusia mempunyai
kuasa untuk menghakimi
(Yoh 5:27).

Yohanes mencatat bahwa ada 13
kali Yesus menyebut diriNya “Anak Manusia” Yohanes berbicara tentang Yesus yg
ditinggikan dari dunia dan di dalamnya melihat kemuliaan Yesus. Sebagaimana
ular ditinggikan… demikian juga Anak Manusia (3:14-15, 8:28). Namun peninggian
atau pemuliaan Anak Manusia adalah dengan jalan kematianNya (kontras dengan
pikiran orang Yahudi). Peninggian dalam kematianNya itu berarti menarik semua
orang datang kepadaNya (12:32). Peninggian ini juga adalah pemuliaanNya (12:23,
13:31). Anak Manusia menurut Yohanes adalah Anak manusia yang memiliki otoritas
ilahi, karena Allah telah menyerahkan kepadaNya semua kuasa untuk menjalankan
hukuman (Yoh 5:27). Dia adalah Hakim di Akhir Zaman. Anak Manusia turun dari
Surga dan yang naik ke Surga (Yoh 3:13), engkau akan melihat langit terbuka dan
malaika-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia (Yoh 1:51). Ungkapan ini
mengingatkan akan penglihatan Yakub (kej 29:10-15), dan dalam konteks pemikiran
Yohanes bahwa Yesus sebagai Anak Manusia yang telah datang untuk mengembangkan
komunikasi antara surga dan bumi. Jadi Anak Manusia adalah gerbang surga.
Dialah yang membawa hal-hal surgawi kepada manusia di dunia. Dan Dialah
satu-satunya yang naik ke Surga (Yoh 3:13)

Jadi tidaklah benar, apabila gelar “Anak Manusia” hanya menyatakan
kemanusiaanNya, namun juga menyatakan keilahianNya.
Pendapat ini
dikemukakan oleh Kim Syoon dalam bukunya yang berjudul “The Son of Man as the Son of God”

Sumber:
Teologia Abu-Abu, Pluralisme Agama, Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme
dalam Teologi Kristen Masa Kini, Pdt. DR. Stevri Indra Lumintang, Malang:
Gandum Mas, 2004.
Kamus Alkitab LAI dalam Software Alkitab.

. If you are cheerful,
you feel good; if you are sad, you hurt all over

.  Happiness makes you smile; sorrow can crush
you