DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

SATU DALAM AMANAT

Filed under: News — dedewijaya at 2:46 am on Friday, June 20, 2008

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung dunia.”

Pgti_ccowebild1_4

Dengan tema “SATU DALAM AMANAT: Bersama Mengemban Amanat Penginjilan, Membangun Persepsi Misi yang Integral, Konseptual dan Kontekstual”, PGTI (Persekutuan Gereja-Gereja Tionghoa di Indonesia) mengadakan Konferensi Gereja-Gereja Tionghoa Indonesia (KGTI) IX. PGTI merupakan lembaga yang mewadahi sinode-sinode Gereja-Gereja Tionghoa yang ada di Indonesia. Sebagian besar anggota PGTI juga merupakan anggota PGI dan PGLII.

Bertempat di Sanur Paradise Plaza Hotel, Bali, Opening Ceremony KGTI tanggal 9 Juni 2008 berlangsung meriah. KGTI IX ( Konferensi Gereja-Gereja Tionghos Indonesia) telah dibuka dengan meriah dan sukses oleh Ketua PGTI Bpk. Suhendro Hadiwidjojo dan Sekjen CCCOWE (Chinese Coordination Centre for World Evangelization) Rev. Morley Lee, serta pemukulan Gong dilakukan oleh Bpk. Dirjen Bimas Kristen Dr. Jason Lase. Didahului oleh Bpk. Suhendro beserta Rev. Morley Lee yang bersama-sama menekan tombol pembukaan Konferensi ini. Upacara pembukaan KGTI dimeriahkan pula oleh Paduan Suara Gabungan Bali dan PS Oikumene Bali serta Group Kulintang. KGTI IX dihadiri oleh sekitar 900 peserta bersama relawan. Sekjen CCCOWE Rev. Morley Lee berkenan memberikan kata sambutan untuk para peserta Konferensi. Para Relawan KGTI sangat bersemangat mempersiapkan Konvensi KGTI ( Konperensi Gereja-Gereja Tionghoa di Indonesia). KGTI IX yang diselenggarakan dengan Meriah dan sukses diikuti oleh 806 Pekerja Gerejani dan Hamba Tuhan. Acara ini Konferensi Gereja-Gereja Tionghoa Indonesia ( KGTI ) diselenggarakan selama 4 hari mulai tgl. 9 -12 Juni 2008 di pulau Bali. Main Ballroom dipadati hampir 1000 orang pengunjung.

KGTI IX yang berlangsung meriah, dengan jumlah peserta yang mencapai 806 orang ini berlangsung di Sanur Paradise Plaza Hotel, pulau Bali. Kali ini mengundang pelbagai pembicara dari dalam dan luar negeri, antara lain: Pdt. Caleb Tong, Pdt. Benny Solichin, Pdt. Robby Chandra.

Dalam Kongres ini juga dibacakan Bali Declaration 2 oleh Wakil Ketua Umum PGTI, Bp. Pdt. A.O. Angkasa yang menerjemahkan BALI DECLARATION ke Bahasa Indonesia. KGTI IX yang diselenggarakan pada tgl. 9 - 12 Juni 2008 telah ditutup dengan meriah pada tgl.12 Juni 2008 pagi di Sanur Paradise Plaza Hotel, Bali, dibarengi dengan Ikrar Bersama Bali Declaration . Sekjen CCCOWE - Rev. Morley Lee, memberikan sambutan yang mengharukan pada upacara penutupan KGTI ini. Selaku Ketua Umum PGTI adalah Bpk. Suhendro Hadiwidjojo dan Menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PGTI, Bpk. Subianto Tjandra. Pada penutupan ini, Para peserta KGTI memberikan Penghargaan/Tribute kepada para RELAWAN, yang telah bekerja keras tanpa mengenal lelah selama persiapan dan masa penyelenggaraan Konferensi. Pada Konvensi ini berlangsung acara Singing the anthem dimana Para pengurus dari PGTI dan CCCOWE be-sama-sama menyanyikan Anthem Konferensi “LIGHT UP YOUR CANDLE (Nyalakan Terangmu)”

Sekilas PGTI
Persekutuan Gereja-Gereja Tionghoa di Indonesia (PGTI) atau Communion of Chinese Churches in Indonesia (COCCI) beralamat di Komplek Wisma Angkasa Pura, Jl. Sentani No. M-27, Jakarta 10720 Indonesia.

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung dunia.” PGTI didirikan dengan berlandaskan Kisah Rasul 1:8 dimana ayat ini merupakan nasehat yang penting dari TUHAN Yesus Kristus sebelum Ia naik ke surga, juga merupakan ayat kunci dari seluruh Kitab Kisah Para Rasul. Didalamnya terkandung: “Kesaksian yang”: menjadi tanggung jawab kita. “Roh Kudus”: kekuatan pendorong dari kesaksian kita. “Ujung Bumi”: visi yang jauh kedepan dari kesaksian kita.

Dua tahun menjelang tahun 2000, ketika masyarakat dunia dengan penuh optimis menyongsong datangnya millenium baru, diluar dugaan terjadi krisis moneter internasional. Asia adalah wilayah pertama yang terlanda krisis tersebut, bahkan di bumi Indonesia terjadi gejolak yang belum pernah terjadisebelumnya, sehingga setiap saat hati rakyat Indonesia merasa was-was, sedih dan marah menjadi satu. Dalam situasi yang demikian TUHAN menyatakan karyaNya di Gereja-Gereja Injili Jakarta, dimana TUHAN telah menggerakkan sekelompok rekan bahwa dalam kondisi yang seperti ini sangat memerlukan persatuan, kesatuan dan saling bekerja sama.

Situasi ini juga memperlihatkan betapa pentingnya Pengabaran Injil, dan dari sisi gereja-gereja berbahasa Mandarin juga memperlihatkan betapa mendesaknya regenerasi pendidikan bahasa Mandarin. Oleh karena itu mereka terdorong dan rela melepaskan keakuannya untuk mengikuti TUHAN. Setelah melalui pengumulan doa, menunggu dan beberapa kali mengadakan penjajakan, maka atas anugerah pimpinan TUHAN pada rapat gabungan (diantara CCCOWE distrik Jakarta, Gerakan Penginjilan Era 2000, Pusat Pelayanan Musik Gerejawi, Pusat Pelayanan Literatur Injil, dan Persekutuan Gereja-Gereja Kristen Injil Jakarta) tanggal 11 Nopember 1997 telah mensponsori terbentuknya PUSAT PELAYANAN GEREJA-GEREJA INJILI INDONESIA (PPGII), yang diresmikan tanggal 29 Agustus 1998. Dari PPGII kemudian membentuk PGTI. Saat ini PGTI sudah ada di 15 kota sebagai PGTI Wilayah di Indonesia.

Tujuan PGTI adalah Melayani para jemaat

Selama kurun waktu sekian tahun ini, PPGII di bawah pimpinan dan penyertaan TUHAN, dengan semangat mengutamakan Kerajaan ALLAH telah memberikan pelayanan kepada gereja gereja. Sehingga pendirian PPGII menjadi kemuliaan bagi Tuhan. Pdt. Daniel Cahyadi Sekjen PPGII melalui doanya di hadapan TUHAN, menetapkan strategi dan arah untuk masa yang akan datang, maka dengan mempertimbangkan perubahan struktur organisasi, dibuat usulan program kerja masa depan. Diharapkan nantinya PPGII bukan saja berperan dalam pelayanan, namun juga berperan menjalankan amanat dan tanggung jawab pendoa secara kenabian. Sebagai pendoa harus:
Memiliki kepekaan terhadap trend jaman.
Memiliki kesetiaan terhadap tugas kepercayaan Allah Bapa.
Memiliki perasaan berhutang terhadap kehausan batin manusia.
Memiliki sense of mission terhadap gereja yang tak bergairah.

Team perencana dan strategi serta para pengurus departemen pada bulan agustus 2003 bertepatan dengan penyelenggaraan siding tahunan ke 5 telah mengundang Pdt. James Shia dari Chinese Christian Evangelistic Association sebagai pembicara dan juga sebagai penasehat dalam pembahasan dan perubahan struktur organisasi dan penetapan strategi.

Pada siang itu telah disetujui dan disahkan perubahan struktur organisasi menjadi 6 kelompok (departemen) utama, yaitu :
Pembaharuan gereja
Misi dan pendirian gereja
Yayasan terang dan garam
Pendidikan dan pembinaan
Himpunan usahawan dan professional
Sekretariat PPGII

Berikut adalah penjelasan tentang struktur organisasi dan sasaran program kerja dari kelompok kelompok tersebut diatas, kiranya PPGII dapat dengan sehati bekerja sama dengan sekitar 300 gereja-gereja yang tersebar di Indonesia, untuk menyebarluaskan injil, tumbuh bersama bersatu dalam kasihNya.

Visi & Misi PGTI
Visi
Sehati Sepikir Menyebarluaskan Injil Tuhan Tumbuh Bersama Menyatakan Kasih Tuhan
Sehati Sepikir; yakni bukan hanya bersatu dalam organisasi, tetapi juga bersatu dalam meneladani kehidupan Kristus.
Menyebarluaskan Injil Tuhan, yakni melalui penjabaran visi membuka wawasan baru ladang pelayanan, mendorong serta memotivasi setiap gereja bersana-sama menghimpun kekuatan untuk melaksanakan tugas misi Pekabaran Injil di dalam maupun di luar negeri.
Tumbuh Bersama, yakni mencapai pertumbuhan bersama melalui pembinaan iman, dan melengkapi jemaat dengan teknis pelayanan dengan tetap bercirikan latar belakang kebudayaan Tionghoa.
Menyatakan Kasih Tuhan, yakni menyalurkan kasih TUHAN dalam nemtuk kepedulian social, guna mewujudkan kualitas terang dan garam dunia.

Sasaran
Berpusat di Jakarta, berkembang ke seluruh Nusantara
Berpijak di Indonesia, berwawasan dunia

Misi
Melayani gereja-gereja
Mendorong kerja sama
Mengsharingkan visi
Menghimpun kekuatan
Mendorong perintis jemaat
Mencapai tujuan

Tiga “TIDAK”
Tidak ikut kegiatan politik, gereja dan politik harus ada pemisah.
Tidak ikut campur urusan intern gereja atau badan misi.
Tidak mendirikan gereja atau pusat penginjilan didaerah dan negara manapun.

Pembaharuan Gereja
Pembaharuan dan pertumbuhan gereja adalah topik yang sering kita dengar, namun dalam kenyataannya tidak mudah untuk digerakkan dan dikendalikan. Dalam menghadapi berbagai imbas zaman, gereja-gereja berlatar belakang Tionghoa kurang teguh dalam Iman juga kurang berbobot dalam kehidupan kerohanian, kurang memiliki kasih yang murni, kurang berakar dalam kebenaran, kurang dinamika dalam doa, kurang efektif dan efisien dalam memobilisasi jemaat, untuk itu PPGII akan menggerakkan mereka untuk selanjutnya lebih meningkatkan diri. Diantaranya faktor yang terpenting adalah dinamika rohani dan memobilisasi semua pihak untuk mementingkan doa.

Pembaharuan dinamika rohani
Pelatihan doa
Melalui fungsi persekutuan doa gabungan gereja gereja dan persekutuan doa wanita
Rencana pembangunan bukit doa (nama belum ditetapkan) sebagai tungku penggondokan kerohanian
Pembaharuan ibadah
Pendidikan dan Pembinaan

Pengembangan sumber daya yang utama adalah manusia, kiranya melalui pelatihan dan pembinaan dapat menghasilkan SDM dalam berbagai tingkat lapisan.

Program rencana gerakan 5250
Dalam jangka waktu 5 tahun menggerakkan Gereja-gereja Tionghoa merintis pembangunan gereja (150 jemaat baru termasuk pos) dan membantu gereja pedalaman merintis 100 jemaat baru. Pekerjaan departemen misi dan pendirian gereja ini tidak berarti menggantikan pelayanan misi gereja / sinode, namun berhubungan dengan pekerjaan misi. Jadi fungsinya sebagai saluran dan penyampaian visi bagi gereja gereja / sinode dalam pekerjaan misi, dengan tujuan mensharingkan beban visi dan amanat. Pembinaan misi PPGII mengutamakan para penginjil yang melayani di desa-desa terpencil dan dalam pembukaan / pendirian gereja-gereja disana. Dengan mengedakan pembinaan jangka pendek dan merencanakan untuk membantu dalam bahan-bahan naskah khotbah untuk menolong para penginjil dalam pelayanan diatas mimbar. Selanjutnya pekerjaan ini akan bekerjasama PPGII wilayah, sekolah-sekolah seminary.

Pembinaan pertumbuhan gereja melalui PPGII akan mengundang dan mengatur Hamba-hamba TUHAN yang bertalenta baik dari dalam maupun luar negeri untuk diatur mengadakan kebaktian khusus gabungan di wilayah-wilayah.

Pengurus Majelis Pekerja Harian PGTI

(Pengurus Periode X—4 September 2007 – 30 September 2011)

Ketua Umum : Suhendro Hadiwidjojo
Wakil Ketua :
Subianto Tjandra
Pdt. A. O. Angkasa
Yuki Chandra

Sekretaris Jendral : Pdt. Dr. Jakub S. Hosanna
Wakil SekJen : Jane Lim
Notulis :
Pdt. Dr. Jusuf Pangestu (GKY)
Pdt. Grace Elim, M.div

Bendahara : Stephen Mulyadi

Penasehat :
Pdt. Dr. Peter Wongso (Rektor Kehormatan SAAT)
Pdt. Andreas H. Simeon, M.Th
Pdt. Samuel Sewandi
Pdt. Dr. Daniel Lukas Lukito (Rektor SAAT)
Pdt. Hardi M. Farianto, B.Th
Pdt. Yohanes Adrie Hartopo, Ph.D (Rektor STTAA)
Pdt. Lukas Tjandra (Dosen SAAT)
Pdt. Philip Tjendana
Pdt. Charles Christano (GKMI)
Pdt. Bambang Wijanto (GKKK)
Pdt. Dr. Joseph Tong (Rektor STT Bandung)
Pdt. Dr. Freddy Lay (GKY)
Pdt. Pamudji, Ph.D
Pdt. Dr.Henry Efferin (GKI)
Pdt. Joshua Ong, Ph.D
Pdt. Alex Lim
Pdt. Netty Lintang
Pdt. David Iman Santoso

Ketua Sinode GKKK (Gereja Kristen Kalam Kudus). Pdt. Bambang Wijanto, S.Th yang juga menjadi peserta dalam KGTI ini menyambut baik adanya KGTI IX yang diprakarsai oleh PGTI menyatakan bahwa KGTI ini merupakan sebuah langkah baik dalam mempererat Gereja-gereja Tionghoa yang ada di Indonesia untuk lebih lagi peduli akan kondisi bangsa dan negera serta berperan aktif dalam mewarnai kehidupan bermasyarakat agar Menjadi Berkat yang nyata sehingga Terang dan Garam Kristus nyata dalam hidup sehari-hari.

Dede Wijaya, Penulis buku Pesona Alkitab, pengamat Gereja-Gereja Indonesia.

Open Doors Luncurkan Film Kisah Tragis Para Siswi Kristiani Poso yang Tewas

Filed under: News — dedewijaya at 10:13 am on Thursday, June 19, 2008

Perisai.net - OPEN Doors akan segera
meluncurkan film terbaru berjudul, "A Journey of Forgiveness". Film ini
berdurasi 20 menit dan menampilkan dokumentasi kesaksian dibawakan oleh
Anna Scott yang bertemu dengan ibu dari 4 gadis-gadis di Poso yang
diserang dan dibunuh secara keji. Tiga dari gadis-gadis ini tewas.

Film yang diproduksi dengan misi yang ditujukan untuk mengajak
gereja-gereja lainnya untuk "bangun" dan dapat bertemu langsung dan
berinteraksi dengan gereja-gereja yang teraniaya melalui film pendek
yang terdapat dalam salah satu Encounter film yang berjudul
"Forgiveness" ini.

Pendiri lembaga misi Open Doors, Brother Andrew menyampaikan pesan
tentang esesi pengampunan di awal film. "Pengampunan adalah inti dari
pesan Injil. Saya menjadi pengikut Kristus karena Tuhan telah
mengampuni saya. Tidak ada hal lain, bukan karena pertobatan saya,
bukan karena tangan yang terangkat dan doa pengakuan dosa yang saya
ucapkan. Tidak ada hal lain yang membuat status saya berubah menjadi
anak Tuhan selain Tuhan telah mengampuni dosa saya dan IA telah
melakukannya 2000 tahun yang lalu saat Yesus tergantung di atas kayu
salib. Yesus telah mengangkat semua dosa saya, memakukannya di atas
kayu salib dan IA berpesan, pergi dan lakukan hal yang sama," katanya.

Seperti yang seringkali dikatakan Brother Andrew, gereja yang
teraniaya belajar mengampuni karena mereka terus menerus mengampuni,
hal ini terjadi begitu sering, mereka melakukannya setiap hari, Film A
Journey of Forgiveness menceritakan perjalanan rohani dua orang ibu
yang berduka, dari kebencian menuju iman dan pengampunan. Noviana
Malewa, satu-satunya gadis yang terluput dari peristiwa mengerikan itu
juga turut menuturkan kesaksiannya lewat film ini.

Ekspektasi yang diharapkan melalui film tersebut adalah bukan hanya
dijadikan sebagai salah satu program "nonton film bersama" bagi gereja.
Namun diharapkan film itu dapat dapat mengajak orang Kristiani dari
gereja yang masih relatif bebas untuk berjumpa langsung dengan gereja
yang teraniaya dan "menghadapkan" gereja-gereja untuk bisa merasakan
dan menggugah empati serta menggugah refleksi mereka tentang bagaimana
mereka meresponi apa yang dialami oleh gereja-gereja yang teraniaya dan
bagaimana yang instant tetapi ada proses yang dijalani dan bahwa tidak
naïf dan secara jujur sebagai manusia biasa juga mempunyai perasaan
sakit dan ingin membalas dendam, namun melalui proses mereka berusaha
untuk mengampuni para penganiayanya.

Film Forgiveness ini juga ingin memberikan pembelajaran juga bagi
gereja-gereja di Indonesia akan pentingnya suatu proses pengampuanan
dan untuk mengajak orang Kristen untuk "encountering" untuk berjumpa
langsung dengan gereja teraniaya melalui film pendek tersebut dan
mengajak mereka untuk masuk ke dalam alur cerita dan menggugah hati
serta empati mereka.

Ketika ditanya apakah ia telah mengampuni orang-orang yang menyerang
dan membunuh kawan-kawannya, Novi menjawab: "Sulit untuk bisa memaafkan
apa yang telah mereka lakukan … mereka membunuh kawan-kawan saya dan
mencoba membunuh saya. Tapi ayat Firman Tuhan muncul dalam hati saya,
kasihilah musuh-musuhmu, berdoalah bagi orang-orang yang menganiaya
kamu. Sampai sekarang, saya masih sering merasa marah, tapi itu justru
membantu saya untuk berdoa bagi mereka."

Akhir dari film Forgiveness ini akan menyisakan sebuah pertanyaan
besar bagi setiap orang yang menontonya yakni "Mampukah kita mengampuni
orang yang telah menganiaya kita?"

Mengajak untuk berjumpa, dikuatkan, dan diberkati adalah apa yang
akan dirasakan setelah menonton film Forgiveness ini. Namun melalui
film tersebut bukan hanya sekedar selesai menontonnya tetapi
selanjutnya juga mengajak semua gereja untuk merefleksikan dan
merenungkan apa tindakan nyata dan kontribusi yang dapat gereja lakukan
bagi gerej-gereja yang teraniaya.

Film ini diakhiri dengan refleksi – refleksi yang menjamah hati para
penontonnya, "Ketika kita menolak untuk mengampuni, kita menghukum diri
kita sendiri dan membuat hidup kita menjadi hidup yang penuh amarah,
membuat hubungan kita dengan Tuhan dan sesama menjadi rusak, kita
kehilangan hubungan yang dekat dengan Tuhan. "Namun ketika kita
mengampuni, kita melepaskan sesuatu dari dalam diri kita, dan membuat
kita menjadi bebas. Tuhan ingin kita terus bertumbuh hingga kita dapat
mengampuni betapapun hal itu sangat sulit bagi kita," kata Open Doors.

Open Doors Indonesia juga akan memberikan presentasi terhadap film
Forgiveness kepada gereja-gereja yang mengundang mereka untuk dapat
menyaksikan film Forgiveness ini yang rencananya akan diluncurkan
sekitar bulan Agustus mendatang. Bagi gereja yang berminat untuk
menyaksikan film tersebut dapat mengirimkan email ke: indonesia@od.org
[krp]

PENDERITAAN COWOK

Filed under: JOKE / HUMOR — dedewijaya at 10:10 am on Thursday, June 19, 2008

1.Cewek mao nggabung ke mobil yang udah penuh cowok

Kata Cowok2 : ga apa2, ayo sini, kalo dipangku masih cukup kok.

Cowok mao nggabung ke mobil yang udah penuh cewek

Kata Cewek2 : enak aja!!! mao cari kesempatan dalam kesempitan ya?

2. Cewek mengerjakan pekerjaan cowok (ex : presiden, direktur, polisi)

Kata Cowok2 : emansipasi wanita

Cowok mengerjakan pekerjaan cewek (ex : babysitter, pembantu)

Kata Cewek2: Di Indonesia cari kerjaan emang susah, jangan terlalu milih2

3. Cewek diggangguin preman

Kata Cowok2: Kasian tuh, ayo kita tolongin

Cowok digangguin preman

Kata Cewek2: Salah sendiri cari urusan ma tu preman

4. Cewek nuangin minuman buat cowoknya

Kata Cowok2 : Calon istri idaman

Cowok nuangin minuman buat ceweknya

Kata Cewek2 : ISTI ( Ikatan Suami Takut Istri)

5. Cewek cantik, kaya, baik hati, sudah dewasa, dan masih lajang

Kata Cowok2 : Perfectionist, sedang menunggu calon suami yang tepat

Cowok cakep, Kaya, Baik hati, sudah dewasa, dan juga masih lajang

Kata Cewek2 : Kalo ga impoten berarti gay

6. Istriku dandan sampe setengah jam sebelum pergi

Kata Cowok2 : Begitulah cewek, maklum aja..

Suamiku dandan sampe setengah jam sebelum pergi

Kata Cewek2 : jangan2 suamimu selingkuh tuh..

7. Cewek pake baju cowok

Kata Cowok2 : Tomboi

Cowok pake baju cewek

Kata Cewek2 : Banci, amit-amit deh

8. Cewek lesbi

Kata Cowok2 : Pasti gara2 dia sering disakitin sama cowok

Cowok Homo

Kata Cewek2 : Pasti gara2 ga ada cewek yang mau

9. Cewek liat bokep

Kata Cowok2 : namanya aja juga penasaran, wajar..

Cowok liat bokep

Kata Cewek2 : Semua Cowok emang gitu,

ga ada yang bener!!

10. Cewekku ke salon 3 kali seminggu, apa ga kebangetan coba?

Kata Cowok2 : Itu namanya merawat diri, kalo cewekmu cantik kan kamu juga
yg senang

Cowokku ke salon 3 kali seminggu, apa ga kebangetan coba?

Kata Cewek2 : Jangan2 salonnya salon plus-plus

11. Cewekku tu blom puas kalo mandinya blom sampe satu jam

Kata Cowok2 : Kalo ga gitu namanya bukan cewek

Cowok mandi ampe satu jam

Kata cewek2 : Mencurigakan, pasti di dalam dia lg ^&%$%

12. Cewek pergi ke dokter kulit & kelamin

Kata Cowok2 : pasti lagi konsultasi tentang kulitnya

Cowok pergi ke dokter kulit dan kelamin

Kata Cewek2 : Pasti lagi konsultasi tentang kelaminnya

Mari kunjungi http://KonsulSehat.web.id

DEDE WIJAYA BICARA POLITIK

Filed under: POLITIK — dedewijaya at 9:23 am on Tuesday, June 17, 2008

                           KWIK KIAN GIE FOR
PRESIDENT

Siapa
yg tidak kenal sosok beliau? Tokoh yang sangat Nasionalis ini layak
untuk diperhitungkan menjadi kandidat Calon Presiden Indonesia 2009,
Wacana ini telah lama berkembang bahkan ketika Pemilu 2004 lalu,
waktu itu ada kelompok-kelompok masyarakat yg ingin mencalonkan Kwik
Kian Gie sebagai Calon Presiden Independen. namun UU belum
memperbolehkan hal ini.

Kwik
lahir di Juwana, Jawa Tengah, 11 Januari 1935. Sebentar di Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia, kemudian putra seorang pengusaha hasil
bumi bernama The Kwie Kie ini, berangkat kuliah ke Nederlandsche
Economische Hogeschool, Rotterdam, Belanda. Di sana pula ia bertemu
dengan Dirkje Johanna de Widt, gadis Rotterdam yang kemudian menjadi
isterinya. Dua dari tiga anaknya juga lahir di kota itu.

Lulus
dari Nederlandsche Economische Hogeschool pada 1963, ia tidak
langsung pulang ke Indonesia, tetapi bekerja dulu sebagai asisten
atase kebudayaan dan penerangan pada Kedutaan Besar RI di Den Haag.
Namun pekerjaan itu hanya dilakoninya setahun. Selanjutnya, ia
menjadi direktur NV Handelsonderneming IPILO, Amsterdam. Tahun 1970
ia kembali ke tanah air, dan sempat menganggur pula selama setahun
sebelum akhirnya terjun ke dunia bisnis dan mendirikan PT Indonesian
Financing & Investment Company. Ia sempat pula menjadi pimpinan
beberapa perusahaan lainnya.

KWIK KIAN GIE
Dunia
bisnis kemudian ditinggalkan pada 1987, meskipun sampai tahun 1990
namanya masih tercatat sebagai direktur utama PT Altron Niagatama
Nusa. "Saya sudah punya cukup uang untuk membiayai semua yang
saya inginkan," katanya suatu kali kepada Matra. Ia pun
terjun total ke dunia politik dan pendidikan. Untuk dunia pendidikan,
bersama dua kawannya, Kaharudin Ongko dan Djoenaedi Joesoef, ia
mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Institut Bisnis Indonesia
(STIE IBII). Di lembaga itu ia duduk dalam jajaran dewan direktur.

Untuk
politik, ia bergabung dengan PDI pro Megawati. Di sana ia duduk di
Badan Penelitian dan Pengambangan (Balitbang), sekaligus menjadi
salah satu Ketua DPP. Meskipun kemudian Mega disingkirkan oleh
pemerintah dari PDI, ia tetap konsisten membela dan mendukung Mega.
Menurut Kwik, kemanusiaan Mega sangat tinggi. "Kemanusiaannya
besar sekali, sehingga Mega tidak bisa melihat darah mengalir,
kerusuhan atau kematian. Dia terus menerus berpesan agar anggota PDI
menjaga diri dan menghindari kerusuhan," katanya suatu kali.

Ia
menambahkan, bahwa Mega itu manusia yang mirip Bung Karno, "dan
logisnya luar biasa". Ia hidup untuk melayani orang lain. Itu
tak lain karena Mega dilahirkan dalam keadaan untuk melayani orang
lain. "Jadi kalau dia peduli terhadap kehidupan bangsa ini, itu
bukan dibuat-buat, bukan agar dia menjadi orang berpangkat atau orang
penting," tambah Kwik kepada majalah di atas.

Keadaan
memang berubah, reformasi datang, dan PDI Megawati — kemudian
bernama PDI Perjuangan — diperbolehkan menjadi salah satu partai
politik. Selanjutnya, penulis masalah-masalah ekonomi yang sangat
produktif ini pun naik ke Senayan sebagai anggota DPR. Di sana, ia
pun dipercaya menjadi Wakil Ketua MPR, sebelum kemudian diangkat Gus
Dur sebagai Menko Ekuin.

(Baca
juga:http://forum.detik.com/showthread.php?t=38916
http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/k/kwik-kian-gie/index.shtml,
http://www.tempo.co.id/harian/profil/prof-kwikiangie.html)

Simak kesan seorang warga masyarakat tentang sosok Pak Kwik:

Pak Kwik, tokoh yang tidak malu menggunakan nama kebesaran Tiong Hoanya
adalah sosok yang vokal, keras, bersih, jujur tetapi hidup dalam
lingkaran orang-orang yang Dia sendiri menganggapnya busuk. Bagaikan
seorang Nabi, Dia berusaha “menyadarkan” orang-orang busuk bahwa jalan
mereka itu salah. Kita semua tidak tahu apa yang ada di benak Kwik.
Apakah Dia benar-benar ber-amar ma’ruf nahi munkar atau hanya sok
idealis? Yang jelas apa yang kita lihat sekarang secara kasat mata, Dia
melakukan perbuatan yang benar dengan mengingatkan orang yang salah.
Kita memang butuh orang-orang seperti Pak Kwik untuk membangun bangsa
ini.

Sebagian
masyarakat Indonesia yg tahu betul sepak terjang Kwik Kian Gie sejak
zaman Presiden Soeharto, pasti tahu apa saja yg sudah dilakukan Kwik
Kian Gie yg selalu getol bersuara meski harus berhadapan dengan
kondisi Pemerintahan saat itu yg penuh dengan budaya KKN.
Pengalamannya dibidang Ekonomi yang Pro Rakyat dan bidang Politik
tidak perlu diragukan lagi. Kecintaan dan Nasionalisme-nya siapa yang
bisa meragukannya.

Diantara
para nasionalis seperti Amien Rais, Megawati, Akbar Tandjung, dll,
nama Kwik Kian Gie termasuk harum dan disegani baik oleh teman-teman
Politik antar partai maupun oleh musuh-musuh politik PDI Perjuangan
dimana Kwik duduk sebagai  Balibtbang PDIP. Tampaknya sosok
Beliau yang berdarah Tionghoa-Indonesia yang mengecap Pendidikan di
Belanda ini memang layak disandingkan dan disamakan dengan
tokoh-tokoh nasional seperti Akbar Tandjung, Amien Rais, SBY,
Megawati, Jusuf Kalla, dll.

Dalam
beberapa buku yang ditulis dari kalangan Muslim, memunculkan wacana
mengenai Presiden Indonesia yang bukan dari Islam. Tampak wacana ini
diusung untuk memberi kesempatan yang sama bagi semua orang Indonesia
tidak memusingkan Suku Bangsa (Jawa-Non Jawa), Agama
(Islam-Kristen-Budha,dll), dan lain sebagainya. Menurut hemat
penulis, memang sudah seharusnya  kita sebagai Warga Negara
Indonesia melihat sosok seseorang bukan dari latar belakang yang
bersifat SARA namun lebih pada melihat tokoh atau sosok itu dari
Track Record dan Kapabilitas Beliau sebagai seorang Pemimpin dan
Negarawan Sejati. Sosok Nasionalis selalu lebih disukai daripada yang
bersifat Agamis dalam negara yang Ber-bhinneka Tunggal Ika ini dalam
wadah NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Bahkan
Kwik ketika harus berhadapan dengan para "konglomerat hitam"
yang beberapa diantaranya adalah keturunan Tionghoa, Beliau tetap
lebih mementingkan kepentingan Rakyat Indonesia dan bahkan cenderung
membenci semua konglomerat hitam yang jelas tidak perlu dikasihani
oleh negara.

Tampaknya
sosok Beliau yang berani mati demi sebuah ideologi dan misi membela
kepentingan Rakyat Indonesia, patutlah mendapat acungan jempol dan
penghargaan.

Menjelang
PEMILU 2004, nama Beliau sempat diusung menjadi calon Presiden, dan
bahkan beberapa Capres saat itu memperhitungkan beliau untuk
disandingkan menjadi Calon Wakil Presiden.

Pengalaman
Beliau ddalam berorganisasi tidak perlu diragukan lagi, sejak
bergabung di PDI Perjuangan dalam masa-masa yang berat saat Orde
Baru, Beliau siap mati demi membela kepentingan Nasional dan PDI
Perjuangan dibawah kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri. Tampaknya
kesetiaan beliau kepada Ibu Megawati dan PDI Perjuangan juga tidak
lepas dari kekaguman Beliau akan sosok Ir. Soekarno, sang Penyambung
Lidah Rakyat.

Masih
ingat dengan Kaukus November yg beliau Prakarsai sejak 1998? Beliau
bukan hanya berhasil mengggagas namun juga mewujudkan dan mengajak
para nasionalis yg cinta bangsa dan negara untuk perhatian kepada
masalah-masalah utama bangsa ini.

Kwik,
Tokoh Tionghoa yang "paling nasionalis" ini juga aktif
dalam membela BUMN-BUMN dari kekuasaan Pihak Asing yang ingin
menggerogoti Kekayaan Negara Indonesia yang tiada tara sebagai Berkat
Yang Maha Kuasa.

Apalagi
yang mau saya katakan tentang Beliau? Salah satu tokoh nasionalis
yang mempengaruhi hidup saya adalah Kwik Kian Gie, selain tentunya
Soekarno, dll. Tentunya Track Record beliau di PDIP dan Pemerintahan
semasa menjabat Menteri patut mendapat perhitungan dan penilaian yang
serius dari masyarakat Indonesia.

Jadi,
adakah anda dan saya mau mendukung Kwik Kian Gie for President 2009?
Mari wujudkan Calon Independent, mari wujudkan Mimpi jadi Kenyataan.

Bagi
penulis, sosok Kwik Kian Gie bagaikan sosok yang memberi warna
berbeda dan menyegarkan ditengah situasi bangsa dan negara yang
sering disebut Carut-Marut. Dan tampaknya, Beliau Layak
diperbincangkan dan terus diwacanakan sebagai salah satu calon
Presiden Independen selain tokoh-tokoh seperti Akbar Tandjung, SBY,
Jusuf Kalla, Megawati, Amien Rais, Bang Yos, Prabowo Subianto,
Wiranto, dll.

Baca di: www.kabarindonesia.com

 

Berita Way of Life Ministry

Filed under: News — dedewijaya at 1:30 am on Saturday, June 14, 2008

PENEMU PAKAIAN `PANTSUIT’ UNTUK WANITA MENINGGAL
Yves Saint Laurent, yang menciptakan pantsuit untuk wanita (jas dengan celana), meninggal pada tanggal 1 Juni pada umur 71. Ia menghidupi hidup yang secara moral hancur, dan ini adalah hal yang biasa dalam industri fashion. Ia adalah seorang homoseksual, pernah mendekam di institusi psikiatris, dan kecanduan obat-obatan. Partner homoseksualnya, Pierre Berge, mengatakan bahwa Saint Laurent “memainkan peran” dalam pembebasan wanita. Sesungguhnya, dia memainkan peran memperbudak mereka kepada fashion dan menggoda mereka untuk menolak feminimitas yang Allah berikan. Ia menciptakan pakaian `pantsuit’ pada tahun 1966 sebagai bagian dari pemberontakan budaya rock & roll. Jurnalis Inggris Linda Grant mengobservasi bahwa pantsuit “membawa wanita ke tingkat yang sama dengan laki-laki dalam hal fashion” dan adalah “sumbangsih fashion terhadap feminisme.” (”Feminism Was Built on the Trouser Suit,” The Guardian, 3 June 2008). Gembala David Kidd memberi peringatan: “Dari antara semua serigala dalam budaya yang memangsa prinsip-prinsip Kristiani, tidak ada yang lebih kejam terhadap kewanitaan yang bermoral dan sopan daripada fashion modern. Dari rok pendek, hingga baju ketat, potongan dada rendah, hingga jeans yang `low-rise,’ setiap gelombang fashion yang baru menantang wanita untuk membuang sikap hati-hati mereka dan mempertunjukkan diri dengan cara yang baru dan lebih berani. Tragisnya, banyak wanita Kristen telah mengorbankan hal-hal yang berharga seperti kesopanan, kepantasan, dan kehati-hatian kepada serigala budaya yang tak kenal ampun itu, yang tidak pernah akan puas.” (David Kidd, The Fall and Rise of Christian Standards, hal. 87-88).

SEKOLAH BISNIS INDIA MEMAKAI DEWA MONYET SEBAGAI DIREKTUR
Sardar Bhagat Singh College of Technology and Management di Lucknow, India, menunjuk dewa monyet India, Hanuman, sebagai direktur. Ia bahkan diberikan kantor sendiri, lengkap dengan meja dan komputer laptop, dan semua tamunya harus masuk ke kantornya tanpa alas kaki sebagai tanda hormat. Hanuman adalah dewa monyet India. Vivek Kangdi, wakil direktur dari sekolah tersebut, mengatakan: “Ketika kami sedang mencari seorang direktur untuk perusahaan kami, kami melacak banyak nama-nama besar dalam bidan teknologi dan manajemen. Pada akhirnya kami memutuskan pada Lord Hanuman, karena tidak ada yang lebih besar dari pada dia” (”Indian School Names,” AP, 7 Juni 2008). Perguruan Tinggi Sardar Bhagat Singh, yang buka tahun lalu, memberikan gelar dalam bidang teknik dan manajemen. Tentunya orang-orang India ini tahu bahwa tindakan mereka akan menyebabkan banyak yang mencemooh, tetapi mereka rela untuk menderita cemooh tersebut. Orang-orang Kristen yang percaya Alkitab seharusnya sama beraninya demi Tuhan Yesus Kristus, Pencipta dan Juruselamat dunia, sebagaimana para Hindu ini bagi Hanuman. “Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya” (Ibrani 13:13).

GEMBALA SIDANG DIANIAYA OLEH “HUKUM ANTI BENCI” DI KANADA
Berikut ini disadur dari “Government to Pastor: Renounce Your Faith,” WorldNetDaily, 9 June 2008: “Pemerintah Kanada telah memerintahkan seorang gembala sidang Kristen untuk menyangkali imannya dan untuk tidak pernah lagi menyatakan perlawanan moral terhadap homoseksualitas, menurut sebuah laporan terbaru. Di dalam keputusan yang baru keluar beberapa hari lalu oleh pengadilan jadi-jadian Alberta Human Rights Tribunal, gembala sidang Injili Stephen Boisson dilarang mengungkapkan sudut pandangnya yang berdasarkan Alkitab tentang homoseksualitas, dan dipaksa membayar [$7000] atas `kerusakan karena sakit hati dan penderitaan’ dan juga diharuskan meminta maaf kepada para aktivis yang komplain telah dia lukai….Boisson telah menulis sebuah surat kepada editor koran lokalnya, Red Deer, pada tahun 2002, yang mengecam kemajuan para aktivis homoseksual sebagai sesuatu yang `jahat’ dan berkata: “Anak-anak yang berumur 5 dan 6 tahun terpapar kepada literatur dan bimbingan homoseksual di sekolah negeri yang merusak secara psikologis maupun fisiologis.’ Aktivis yang dimaksud, guru lokal Darren Lund, mengajukan gugatan dan keputusan bersalah oleh Lori G. Andreachuk, seorang pengacara, keluar beberapa minggu yang lalu. Keputusan terbaru berkaitan dengan penetapan hukuman….Dan mengenai masa depan, Andreachuk menulis, “Mr. Boissoin dan The Concerned Christian Coalition Inc. harus berhenti menerbitkan di surat kabar, email, radio, pidato umum, atau Internet, pernyataan-pernyata an yang menjelekkan tentang gay dan homoseksual. …Lebih lanjut lagi, semua komentar yang menjelekkan homoseksual harus dihapus dari Website-website dan publikasi Mr. Boissoin dan The Concerned Christian Coalition Inc.” menurut sang pengacara… ..Ezra Levant, seorang penulis dan pengacara yang juga telah diserang oleh HRC, mengatakan dalam blognya: “Pemerintah kini percaya bahwa jika mereka tidak mampu meyakinkan seorang gembala sidang Kristen bahwa ia salah, maka mereka tinggal memerintahkan dia untuk menghukum diri sendiri? Di luar pengadilan-pengadil an Stalin Rusia dan Mao Cina, di mana lagikah kegiatan Orwellian seperti ini dapat dianggap sebagai keadilan?… .Pada esensinya, Alberta Human Rights Tribunal sedang memerintahkan sang pelayan Tuhan untuk menyangkali iman Kristianinya, karena perlawanannya terhadap homoseksualitas didasarkan pada Alkitab.”

FASHION DAN BONEKA UNTUK ANAK PEREMPUAN
“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu” (Ams. 22:6). Ayat ini mengingatkan kita bahwa mendidik anak mengenai pakaian yang sopan mulai dari masa kanak-kanak. Waktu yang terbaik untuk mengajar seorang anak perempuan tentang berpakaian secara sopan adalah ketika ia masih merangkak. Ketika dia sudah sampai pada tahun-tahun remaja, maka dia akan sudah terbiasa dengan pakaian yang feminim dan sopan dan tidak akan merasa canggung memakai pakaian yang bagus. Tentu saja kuncinya bukan hanya pada memakaikan pakaian yang baik, tetapi mengajarinya mengapa ia berpakaian seperti itu, dan menanamkan dalam dirinya prinsip-prinsip kesopanan sepanjang masa kecilnya, sambil berdoa bahwa dia akan diselamatkan dan memasukkan prinsip-prinsip tersebut ke dalam hati karena dia ingin menyenangkan Tuhan. HATI-HATILAH TERHADAP INDUSTRI FASHION UNTUK ANAK-ANAK PEREMPUAN. Industri ini mencoba untuk menseksualisasikan anak-anak dari masa kecil mereka. Peringatan berikut sangat baik: “Waktu itu suatu hari di musim panas 2002 ketika saya memutuskan untuk membeli sandal untuk putri-putri saya yang berumur 4 dan 6 tahun. Saya tidak pernah berpikir bahwa perjalanan kami ke toko dapat memberikan banyak pelajaran… .Akhirnya, setelah pergi ke sebelas toko yang berbeda, saya masih tidak dapat menemukan sesuatu yang cocok. Mengapa? Karena setiap pasang sandal yang saya temukan – setiap pasangnya – memiliki hak tinggi. Hak tinggi untuk anak 4 tahun? Rupanya, sandal untuk anak-anak perempuan bukanlah untuk berlari dan melompat dan bermain. Tujuan sandal-sandal ini adalah agar anak-anak perempuan ini terlihat seperti pelacur….. Sangat mengejutkan saya bahwa 40 tahun setelah revolusi seksual yang semestinya “membebaskan perempuan dari tekanan laki-laki,” ternyata kita para wanita mengajarkan kepada putri-putri kita bahwa mereka baru berharga kalau terlihat binal. Anak laki-laki tidak lagi menghargai perempuan karena anak-anak perempuan tidak mengharuskan penghargaan atas pribadi mereka. Semua ini mulai dengan membelikan seorang putri 4 tahun sandal berhak tinggi dan boneka-boneka Bratz….Saya mendengar ada orang tua yang mengatakan bahwa mereka tidak bisa menghentikan pre-seksualisasi anak-anak karena anak-anak toh akan mendapatkannya di sekolah atau dari teman-teman mereka….Omong kosong. Adalah orang tua yang mengijinkan pakaian, mainan, poster, dan musik yang tidak pantas ke dalam rumah mereka” (”Sexy Six Year Olds,” WorldNetDaily, 31 Mei 2008). JUGA SANGATLAH PENTING UNTUK MEWASPADAI INDUSTRI MAINAN. Ketika anak-anak kami tumbuh dewasa, kami tidak pernah mengijinkan boneka Barbie atau hal-hal sejenis masuk ke dalam rumah kami. Kini telah ada boneka Bratz (milik MGM) dan banyak boneka anak-anak lainnya yang terseksualisasi. Berikut ini adalah peringatan yang tepat dari seorang nenek: “Saya adalah anggota sebuah gereja fundamental, tetapi saya telah memperhatikan bahwa ada orang tua yang sepertinya tidak bermasalah membiarkan putri-putri kecil mereka bermain dengan boneka Barbie. Dan bahkan boneka Polly Pocket kini semakain tidak senonoh pakaiannya. Lagi pula, aksesoris untuk boneka-boneka Barbie dan Polly Pocket mempromosikan gaya hidup dan tampilan yang duniawi….. Saya percaya bahwa boneka-boneka seperti ini terlalu tidka sopan untuk anak perempuan umur berapapun, apalagi yang baru berumur 4 dan 5 tahun. Mereka jelas mempromosikan pesan yang salah dan fokus yang salah dalam kehidupan seorang perempuan muda.”

KETEPATAN PENGGENAPAN NUBUAT ALKITAB SEBAGAI TANDA TANGAN ALLAH (Bagian 2)

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 12:46 am on Friday, June 13, 2008

Tidak Seorang pun Mengetahui Masa Depan kecuali Allah
Kemampuan manusia untuk meramalkan dengan tepat kecenderungan-kecenderungan atau peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang sebenarnya sama sekali tidak ada selain dari tebakan-tebakan yang beruntung. Meskipun umat manusia mempunyai pengetahuan tinggi dan kemampuan berpoikir yang cemerlang, kita tidak dapat meramalkan kecenderungan-kecenderungan dan peristiwa-peristiwa masa depan.

Bentuk atau contoh dari kebutaan tentang masa depan ini dapat kita saksikan dalam pernyataan-pernyataan berikut ini. Pada tahun 1875, direktur Kantor Paten Amerika Serikat memutuskan untuk melepaskan jabatan tinggi yang dipegangnya. Ia mengeluh dalam suratnya kepada pemerintah Amerika Serikat bahwa tidak ada gunanya melanjutkan kegiatan Kantor Paten karena ”sudah tidak ada apa-apa lagi yang dapat ditemukan.” Namun semenjak ia mengundurkan diri dan berhenti bekerja di Kantor Paten, kita telah menyaksikan begitu banyak perkembangan dan penemuan brilian dalam segala bidang ilmu pengetahuan setiap tahun. Hanya beberapa tahun setelah itu, dalam tahun 1887, ahli kimia Prancis yang brilian, Marcel lin Berthelot, menulis, ”Mulai dari sekarang tidak ada misteri (lagi) tentang alam semesta.” Akan tetapi, pada tahun-tahun berikutnya kita telah menyaksikan terungkapnya sejumlah misteri tentang struktur atom dalam materi maupun lahirnya seratus ilmu pengetahuan baru termasuk biofisika, astrofisika dan biologi molekuler.

Seorang ilmuwan besar lain yang juga hidup dalam zaman itu, Profesor Simon Newcomb, menulis suatu naskah yang mendapat sambutan gembira dari khalayak ramai. Dalam naskah itu ia membuktikan bahwa secara matematis tidaklah mungkin bagi suatu mesin yang lebih berat dari sebuah balon untuk terbang di udara. Ternyata beribu-ribu pesawat terbang mengudara dari beribu-ribu bandar udara membawa sejumlah besar penumpang ke seluruh dunia. Poincare, seorang filsuf Prancis yang sama briliannya, menertawakan spekulasi-spekulasi yang dikemukakan oleh seorang ilmuwan tentang upayanya untuk melepaskan daya atom melalui reaksi berantai dalam uranium.” Akal sehat saja sudah bisa menjelaskan kepada kita bahwa perubahan sebuah kota oleh satu pon logam tentu saja tidak mungkin terjadi. Betapa tragisnya bahwa penemuan-penemuan tentang energi nuklir yang terkunci dalam logam uranium telah memungkinkan para ilmuwan untuk menciptakan senjata-senjata atom berkekuatan dahsyat sehingga mampu menghancurkan dua kota di Jepang, yakni Hiroshima dan Nagasaki, dalam waktu hanya beberapa detik dengan menggunakan hanya beberapa pon logam saja (Morning of the Magicians; Louis Pauwels dan Jacques bergier, [New York; Stein and Day, 1964], h. 9, 10, 14).

Pada tahun 1943, Thomas Watson, Ketua IBM, menyatakan, ”Saya kira ada suatu pasar dunia bagi penjualan lima perangkat komputer.” Kini, di dunia terdapat lebih dari satu miliar peralatan komputer. Pada tahun 1940-an, generasi pertama komputer berukuran sedemikian besar sehingga memenuhi seluruh ruangan dan berbobot beberapa ton. Majalah Popular Mechanics meneliti keberadaan ilmu pengetahuan dalam tahun 1949 dan membuat prakiraan tentang masa depan dari perkembangan komputer. ”Berat komputer-komputer di masa depan yang akan datang mungkin tidak lebih dari 1,5 ton.” Kini kita memiliki komputer-komputer canggih dengan berat kurang dari lima pon, berukuran jauh lebih kecil dari sebuah televisi, dan mampu melakukan miliaran kalkulasi per detik.

Pada tahun 1981, Bill Gates, manusia brilian yang menciptakan Microsoft, perusahaan pembuat piranti lunak komputer yang terbesar dalam sejarah, menyatakan, „640 K (memori dengan kapasitas penyimpanan 640.000 bytes) pasti cukup bagi siapa saja.“ Rupanya pada saat itu ia tidak menyadari bahwa dalam waktu kurang dari lima belas tahun, rata-rata personel desktop computer (Komputer-meja pribadi) seperti Macintosh system Power Tower 180 MHz yang saya gunakan (tahun 1996), akan mempunyai kapasitas penyimpanan sebanyak 48 MB (48 juta bytes) RAM (Random Access Memory) dan 2 GB memori komputer cepat pada hard-drive atau hard-disknya (Belum lagi sekarang, RAM 2 GB dan Hard-disk 120 GB untuk PC tahun 2007/2008-Tambahan Red). Prediksi-prediksi yang tidak akurat ini menunjukkan bahwa kecerdasan manusia sangat terbatas dan ia tidak mampu meramalkan dengan benar peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Akan tetapi, bila kita berpaling ke halaman-halaman Kitab Suci, kita akan mendapatkan sedemikian banyak nubuat yang disampaikan dengan tepat dan akurat ribuan tahun yang lalu mengenai masa depan bangsa-bangsa maupun perorangan. Suatu analisa yang saksama atas nubuat-nubuat ini menunjukkan bahwa setiap nubuat telah digenapi dalam suatu ketepatan yang menakjubkan yang hanya dapat dijelaskan oleh pengetahuan ilahi yang telah menetapkan dan menyampaikan nubuat tersebut, serta tangan Allah yang menggenapkan terjadinya peristiwa tersebut. Mari kita meneliti salah satu nubuat yang paling tidak masuk akal dari ribuan nubuat Perjanjian Lama, yang secara aktual telah menyatakan bahwa kelahiran kembali bangsa Israel terjadi pada masa musim semi tahun 1948.

YEHEZKIEL Menubuatkan Kelahiran Kembali Bangsa Israel Tahun 1948 (Bersambung: Jangan Lewatkan, Tunggu Minggu Depan-To Be Continued)

Sumber: TANDA TANGAN ALLAH, Grant R. Jeffrey, Cetakan Pertama, 1999. Jakarta: YPI Imanuel

KETEPATAN PENGGENAPAN NUBUAT ALKITAB (Bagian 1)

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 8:34 am on Tuesday, June 10, 2008

KETEPATAN
PENGGENAPAN NUBUAT
ALKITAB SEBAGAI TANDA
TANGAN ALLAH

Dari
semua jajaran malaikat terdengar keluh kesah, ”Berapa lama, ya
Tuhan, berapa lama lagi?”

Suara yang
kecil dan tenang itu menjawab ’Tunggu dan lihatlah, O putra-putra
kemuliaan, bagaimana akhirnya’

Thomas
Macaulay—Pernikahan Tirza dan Ahira

Penelitian
tentang penggenapan nubuat Alkitab memberikan bukti yang melimpah
ruah bahwa Allah berkuasa atas sejarah manusia. Meskipun kejadian
sehari-hari memperlihatkan adanya kekacauan, tangan Allah masih
bekerja di belakang sejarah masa kini untuk menggenapkan kehendak
ilahi dalam seluruh bagian Alkitab. Satu per satu dari ketiga masa
pembuangan bangsa Israel telah dinubuatkan: pembuangan mereka yang
pertama di Mesir, yang berlangsung selama 430 tahun, pembuangan
selama 70 tahun di Babilonia, dan penyerakan orang-orang Yahudi ke
seluruh dunia selama 2000 tahun terakhir ini. Setiap kali bangsa
Israel berada di luar Tanah Perjanjian, berapa lama pembuangan itu
akan berlangsung sudah diberitahukan terlebih dahulu oleh Allah.
Secara luar biasa, kelahiran kembali negara Israel pada 15 Mei 1948,
telah dinuatkan oleh Yehezkiel lebih dari 25 abad sebelum peristiwa
ini terjadi.
Siapa pun yang mau meneliti tanda ini dapat melihat
dengan jelas bahwa sejarah berlangsung mengikuti suatu pola yang
mengandung suatu tujuan, suatu rancangan yang telah diletakkan
berabad-abad yang lalu dalam firman Allah. Pertanyaan yang harus kita
ajukan adalah sebagai berikut, “Siapakah perancangnya?”
Dan,
“Apakah maksud atau tujuan-Nya dalam sejarah maupun kehidupan
kita?”

Alkitab
sendiri menyatakan bahwa tanda berupa penggenapan nubuat merupakan
bukti yang sempurna bahwa Kitab Suci ditulis berdasarkan inspirasi
Allah. Perkataan Nabi Yesaya menyatakan dengan jelas bahwa Allah
sendiri telah mengemukakan bahwa fenomena dari kejadian-kejadian yang
ternyata telah dinubuatkan secara benar dan tepat merupakan bukti
absolut bahwa Allah telah mengilhami penulis-penulis Alkitab untuk
menulis Kitab Suci. Nabi Yesaya mencatat pernyataan Allah:
”Nubuat-nubuat yang dahulu, sekarang sudah menjadi kenyataan,
hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul,
Aku mengabarkannya kepadamu” (Yesaya 42:9).

Tidak
seorang pun, kecuali Allah, dapat menubuatkan peristiwa-peristiwa
yang akan terjadi di masa mendatang secara rinci. Bahkan setan dan
roh-roh jahatnya pun tidak bisa. 25 abad yang lalu Nabi Yesaya
menuliskan kata-kata yang penuh kuasa ini langsung dari (mulut) Allah
yang perkasa, ”Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala,
bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan
tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang
kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang
berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan
Kulaksanakan” (Yesaya 46:9, 10). Alkitab mengandung 1817 nubuat
individual mengenai 737 subjek yang terpisah dalam 8352 ayat Alkitab.
Nubuat-nubuat yang sedemikian banyak ini mencakup 27 % dari semua
(31.124) ayat yang terdapat dalam seluruh Kitab Suci.
Sejumlah besar
sarjana teologia telah menyelidiki sebagian besar dari nubuat-nubuat
ini maupun rincian penggenapannya sebagaimana telah dibuktikan oleh
banyak tanda atau historis, selama 2 ribu tahun terakhir ini.

Hanya
Allah Dapat Menubuatkan Masa Depan secara TEPAT

Meskipun
dunia ini dipenuhi dengan teks-teks rohani yang ditulis oleh sejumlah
besar penulis agama, suatu pemeriksaan yang saksama atas literatur
ini memperlihatkan bahwa tidak satu pun dari teks-teks ini mengandung
nubuat-nubuat terperinci yang telah digenapi. Alasannya cukup
sederhana: karena tidak seorang pun kecuali Allah dapat mengetahui
tentang masa depan secara akurat. Filsuf-filsuf agamawi yang menulis
teks-teks lainnya telah bersikap cukup bijak untuk tidak mencoba
menyampaikan nubuat-nubuat secara terperinci karena nubuat-nubuat
semacam itu akan cepat membuktikan bahwa para penulisnya sesat.
Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam:
"Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada
Allah selain daripada-Ku. Siapakah seperti Aku? Biarlah ia
menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya
kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang
akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya
kepada kami!” (Yesaya 44:6,7). Literatur klasik dan agamawi buah
pena orang-orang Yunani, Romawi, dan kebudayaan Timur Tengah lainnya
tidak mengandung nubuat-nubuat terperinci tentang
peristiwa-peristiwa, manusia-manusia, atau hal-hal yang cenderung
terjadi di masa yang akan datang. Bahkan tidak ada nubuat yang
memberitahukan tentang akan datangnya pemimpin-pemimpin agamawi
dunia. Hanya nubuat-nubuat Perjanjian Lama memberikan sejumlah besar
rincian yang tepat tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus
dari Nazaret.

Meskipun
sangat sulit dan bahkan sebenarnya tidak mungkin untuk menebak
tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang,
sejumlah besar nabi palsu telah berusaha untuk membuat
ramalan-ramalan di masa lalu dan melanjutkan kegiatannya dalam
generasi kita. Akan tetapi, ramalan-ramalan manusia ini hampir selalu
salah, kecuali segelintir tebakan yang beruntung. Sebagaimana yang
telah saya tuliskan dalam buku pertama saya, Armageddon-Apointment
With Destiny
(halamn 14,15), suatu penyelidikan yang menarik
tentang pernyataan-pernyataan ramalan ahli-ahli kebatinan New Age
(Zaman Baru) yang dikenal dengan sebutan The Shattered Crystal
Ball
(Bola Kristal yang Hancur) telah membuktikan bahwa
ramalan-ramalan ahli-ahli kebatinan modern ini ternyata salah dan
tidak bisa diandalkan. ”Penyelidikan ini menganalisis ketepatan
dari sepuluh ahli kebatinan terkemuka yang ramalan-ramalannya
diterbitkan selama periode tiga tahun, yakni pada tahun 1976 sampai
dengan tahun 1979. penyelidikan ini membandingkan semua ramalan yang
sudah diterbitkan dengan angka kesuksesan atau kegagalannya.
Hasil-hasilnya sangat mengejutkan: 98 persen ramalan-ramalan mereka
sama sekali tidak benar! Hanya 2 persen dari ramalan-ramalan mereka
digenapi…enam dari kesepuluh ahli kebatinan tersebut selalu (100
persen) salah.

Beberapa
penulis Zaman Baru telah mengemukakan bahwa beberapa peramal seperti
Nostradamus (1555 Masehi) mampu memprediksi masa depan. Banyak
penulis Zaman Baru modern telah mengatakan bahwa Nostradamus bahkan
telah meramalkan bahwa Adolph Hitler akan menjadi pemimpin masa depan
bangsa Jerman dalam ratusan ramalannya yang dinamainya ”Centuries”
(”Abad-Abad”). Pernyataan ini sama sekali tidak benar! Malah
sebenarnya Nostradamus tidak pernah menyebut nama Adolph Hitler dalam
ramalan-ramalannya. Perkataannya yang paling dekat dengan ”Hitler”
adalah ketika ia menyebutkan kata ”Ister” dalam beberapa ramalan
yang menurut mayoritas penerjemahnya, berbicara tentang suatu sungai
di Eropa, yakni Sungai Ister yang adalah anak Sungai Danube. Akan
tetapi, beberapa pengarang yang menulis analisa mereka setelah Perang
Dunia II telah membuat suatu pernyataan yang sesat bahwa Nostradamus
benar-benar telah meramalkan sejarah Hitler, diktator Jerman
tersebut. Anehnya, mereka mengemukakan bahwa nama ”Hitler” cukup
mirip dengan kata ”Histler” yang tidak begitu berbeda dengan kata
aktual ”Ister” yang terdapat dalam prediksi Notradamus! Penulis
Zaman Baru, Erika Cheetham, yang menulis buku The Final Prophecies
of Nostradamus
pada 1989, mengakui dalam bukunya bahwa, ”Sampai
1936, boleh dikata, semua komentator yang mengupas Centuries
berpendapat bahwa kata Ister berkaitan dengan Sungai Danube.”

Bahkan pendukung utama Nostradamus, seperti Henry C. Roberts, editor
buku The Complete Prophecies of Nostradamus, (Jericho,
N.Y.:Nostradamus, Inc. 1976) mengakui dalam Kata Pendahuluannya bahwa
tulisan-tulisan yang merupakan ramalan dari Nostradamus ini ”tidak
dapat dipahami”. Ia menulis bahwa prediksi atau ramalan tentang
masa depan tersebut ”tidak dapat dipahami, kacau balau, dan
berbicara tentang hal-hal yang belum diketahui/dikenal dan
diterima/diakui manusia. Bait-bait sanjak empat baris yang ditulisnya
secara janggal, terpecah-pecah, dan kacau balau serta tidak karuan,
baik dalam bahasa Prancis maupun Inggris, merupakan tanda atau ciri
khas media ramalannya.”

Penulis-penulis
Zaman Baru lainnya telah memuji-muji ketepatan ramalan-ramalan Edgar
Cayce
yang dijuluki sebagai ”nabi tidur”-nya Amerika pada awal
abad ini. Saya telah mewawancarai, baik Hugh Lynn Cayce, anak
laki-laki Edgar Cayce, maupun cucu laki-lakinya pada awal 1970-an di
pusat riset mereka di Virginia Beach, Virginia. Dalam wawancara yang
mengesankan itu, mereka menceritakan tentang riset yang telah mereka
selesaikan atas suatu naskah yang memperlihatkan sejumlah besar
ramalan salah yang telah dibuat oleh Edgar Cayce pada masa karirnya.
Beberapa ramalan sesat yang dikemukakan oleh Cayce adalah tentang
letak tambang-tambang minyak atau sumber-sumber mineral. Oleh sebab
itu, saya tidak merasa heran ketika mereka mengatakan bahwa mereka
tidak bermaksud untuk menerbitkan naskah tersebut.

Tidak
Seorang pun Mengetahui Masa Depan kecuali Allah

Kemampuan
manusia untuk meramalkan dengan tepat kecenderungan-kecenderungan
atau peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang
sebenarnya sama sekali tidak ada selain dari tebakan-tebakan yang
beruntung. Meskipun umat manusia mempunyai pengetahuan tinggi dan
kemampuan berpoikir yang cemerlang, kita tidak dapat meramalkan
kecenderungan-kecenderungan dan peristiwa-peristiwa masa depan.

(bersambung
ke bagian 2).

Sumber:
TANDA TANGAN ALLAH, Grant R. Jeffrey, Jakarta: YPI Imanuel

BINCANG-BINCANG SOAL ISU: ALKITAB-MU PALSU

Filed under: ISLAMOLOGI — dedewijaya at 3:18 am on Monday, June 9, 2008

Taurat,
Zabur dan Injil asli telah hilang, dan Bible kalian yang sekarang
adalah kitab yang telah dikorup, dipalsu oleh manusia. Itu sebabnya
Quran diturunkan kemudian oleh Allah secara langsung demi menegakkan
kebenaran yang asali.”

 

Perhatikan!
Tidak seperti isu lain, tudingan Muslim dalam perkara “Alkitabmu
palsu”, sulit dicarikan ayatnya dari Quran. Muslim hanya menuduh
menurut kesan-kesan dan slogan yang telah ditanamkan dalam-dalam ke
hati mereka melalui sejarah dan tradisi keagamaan yang sedemikian lama.
Apa yang tertanam dalam, tentu sulit dibongkar oleh tangan-tangan luar.
Oleh karena itu Anda tidak perlu membuang enegri dengan adu ”jual-beli”
argumentasi. Muslim bangga akan Quran mereka yang diwahyukan langsung
lewat Jibril kepada nabi yang terakhir, Muhammad. Itu adalah manifesto
final dari kehendak Allah untuk menggantikan Taurat dan Injil. Dimata
mereka alangkah jauhnya beda otoritas Quran terhadap Bible yang
dianggap ditulis dan dikumpulkan secara gado-gado oleh orang-orang yang
tidak jelas silsilahnya dari pelbagai lingkar masyarakat seperti
petani, nelayan, gembala, jenderal, tabib, narapidana, dsb. Baginya itu
tidak lebih daripada hadis-hadis maudhu atau da’if, palsu dan jauh dari
yang shahih!

 

Menghadapi
tudingan jenis ini, Anda bisa memilih pembukaan paraphrase. Artinya,
Anda mengutip-ulang tudingannya, namun dengan kata-kata Anda sendiri
yang menggiring kepada suatu maksud lanjutan.

 

Ya,
saya terlalu sering mendengar teman Muslim berkata bahwa kitab Taurat
dan Injil itu palsu, dan yang aslinya telah tiada. Lalu Allah
mengkoreksinya lewat Quran, dan Muhammad gencar memperingatkan manusia
tentang pemalsuan ini. Tetapi sebenarnya apa yang diperingatkan oleh
Muhammad mirip dengan apa yang telah diperingatkan oleh Yesus dan
rasul-rasulNya.
Apakah Anda tahu akan hal ini?“

 

Ah, masa, apa iya?! Sensasi kali. Dan mereka akan memasang kuping lebar-lebar untuk mendengar penjelasan Anda lebih lanjut.

 

PENJELASAN TENTANG PEMALSUAN ALKITAB

Kita
sama sekali tidak bersensasi di sini. Kita amat serius, karena Alkitab
memang telah memperingati anak-anak Tuhan agar mereka jangan sampai
tertipu oleh macam-macam kepalsuan yang mengatasnamakan Tuhan dan
kebenaranNya! Kita akan kutip sejumlah peringatan demikian dari Alkitab
tentang ajaran-ajaran dan guru-guru palsu, bahkan mesias-mesias palsu:

 

Bahkan
dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran
palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar, dan
supaya mengikut mereka.” (Kis 20:30).

Sebagaimana
nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian
pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan
pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan
menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian
segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” (2 Petrus 2:1).

Sebab
Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan
mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga
sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.” (Matius
24:24-25).

 

Atas
sajian ayat-ayat di atas, teman muslim mungkin akan membantah, ”Itukan
lain. Itu bukan berkenaan dengan pemalsuan Taurat dan Injil, melainkan
memperingatkan adanya nabi dan guru-guru palsu dengan ajaran yang
palsu.” Nah, persis seperti apa yang dibantahnya, disinilah kita
membalikkan isu tuduhan mereka dengan cara yang sama, dengan pernyataan
kunci Anda kepada mereka:

 

Justru
sesungguhnya Muhammad mengecam orang-orang Yahudi yang mengajarkan dan
menyampaikan firman yang palsu. Persoalannya bukanlah Kitab Allah dari
orang Yahudi, melainkan orang-orang Yahudinya yang khusus dikecam oleh
Muhammad! Mari kita periksa bersama. Kita kumpulkan semua ayat Quran
yang mempersoalkan ulah Yahudi terhadap keotentikan Alkitab. Total ada
11 ayat.”

 

Persilahkan
teman Muslim untuk menyimaknya sendiri apa bentuk kecaman Muhammad yang
semuanya terekam dalam 11 ayat Quran, dan tidak lebih:

 

Allah
membenarkan apa yang ada pada bani Israil (Taurat). Janganlah mereka
mengingkari dan jangan menukarkan ayat-ayatNya (QS 2:41).

Janganlah mereka mencampuradukkan yang hak dengan yang batil dan jangan sembunyikan kebenaran (2:42).

Segolongan mereka mengubah firman Allah setelah mengetahuinya (2:75).

Orang-orang
yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, tetapi mengatakan
”Ini dari Allah”, demi memperoleh keuntungan yang sedikit (2:79).

Segolongan dari mereka menyembunyikan kebenaran (2:146).

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampuradukan yang benar dengan yang batil, dan sembunyikan yang benar (3:71).

Segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Alkitab…Mereka berkata dusta terhadap Allah (3:78).

Sebagian dari orang-orang Yahudi merobah-robah kalimat-kalimat dari tempat-tempatnya (4:46).

Sebagian
dari orang-orang Yahudi merobah-robah kalimat-kalimat dari
tempat-tempatnya, dan melupakan sebagian dari apa yang telah
diperingatkan Allah kepada mereka (5:13).

Orang-orang Nashara melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan Allah kepada mereka (5:14).

Ahli Kitab banyak menyembunyikan isi Alkitab dan membiarkannya (5:15).

 

Jadi,
apa persisnya substansi Alkitab yang dipersoalkan oleh Muhammad disitu?
Muhammad tidak pernah mempermasalahkan Kitab yang beredar, melainkan
orang-orang yang melancungkan KalimatNya dalam tutur katanya, dalam
ajarannya, dan dalam otaknya karena kelupaan. Tidak ada ancaman Alkitab
palsu yang dikhawatirkan atau yang diharamkan Muhammad. Ia tidak
berkata: ”Percayalah kepada Alkitab/Injil yang Asli, dan awas terhadap
Kitab yang palsu!” Tidak ada Kitab yang sengaja dihilangkan atau
musnah, apalagi musnah semua dan digantikan dengan yang palsu.
Dimanapun Muhammad dalam pewahyuan, hanya mengenal Alkitab asli, tidak
pernah mengenal menjumpai, atau mengantisipasikan Alkitab-Palsu seperti
yang ”diinginkan” oleh sekalangan penafsir Islam. Tidak ada firman
Tuhan yang dinyatakan hilang-lenyap, kecuali sebagian isinya dilupakan,
disembunyikan, diubah-ubah dan dicampur-adukkan, lidah bacaan
diputar-putar, dipindahkan kalimat-kalimat dri tempatnya, diubah
firmanNya, ditukar ayatNya, berkata dusta terhadap Allah.

 

Jadi
Muhammad—sama halnya dengan Yesus—memberi peringatan bertubi-tubi akan
penyelewengan pemberitaan/ajaran Alkitab (bukan palsunya semua Kitab
yang beredar).

Bedanya
ialah Muhammad lebih mengecam dan mengutuk pelaku-pelaku Yahudi yang
memalsu ketimbang memperingati umat, sedangkan Yesus dan rasul-rasulNya
lebih memperingatkan umat Tuhan ketimbang mengecam pelaku pemalsuan
yang otomatis sudah menjai terkutuk!

Aku
bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat
dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada
perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya
malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau
seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat
ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari
kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” (Wahyu 22:18-19).

 

Sebaliknya,
Muslim segera dapat melihat bahwa Muhammad amat membela semua Kitab
Tuhan, serta mengajukan sedikitnya 6 alasan mutlak kenapa Alkitab itu
mustahil terpalsu, hilang atau digantikan oleh ulah manusia yang
terbatas:

 

(1).
Dikatakan bahwa Kalimat-kalimat Allah tidak dapat ditukarkan oleh
manusia manapun; dan tidak ada perubahan atasnya sejak kapanpun (QS
6:34; 10:64; 48:23). Semua Kitab-kitab Allah itu dalam induk Alkitab
disisi Allah (QS 43:4; 85:22), baka dan kekal. Dapatkah kebenaran Induk
Alkitab yang terjaga disisi Allah itu dicuri, dihilangkan dan
dipalsukan manusia bejad? Ini yang menjadikan para sesepuh awal Islam
seperti Buchari dan Al-Razi setuju bahwa Alkitab tak dapat dirubah
karena itu adalah Firman Tuhan.

 

(2).
Dimanapun, Muhammad selalu mengingatkan bahwa tidak ada perlakuan Tuhan
yang membedakan Kitab-KitabNya. Tidak ada yang satu terjaga, yang lain
terlantar. Yang mendiskriminasikan itu hanyalah penafsir yang ngotot
memilih menutup hati sendiri terhadap firman Allah yang jelas berkata
kepada mereka:

Katakanlah,
”Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa
yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub…Musa dan Isa… Kami
tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka…” (QS 2:136, 3:84).

 

(3).
Terdapat peneguhan yang amat pasti bahwa Taurat dan Injil itu
dibenarkan oleh Allah, dan harus diimani! (QS 2:41, 89, 91, 101, 136;
3:3; 4:136; 5:43,44,46,47,48,68; 6:92; 10:73, 94; 29:46; 32:23; 35:31;
46:30; 43:4;dll).

Quran
justru membenarkan Taurat dan Injil bukan 1 kali, tetapi berpuluh-puluh
kali, jauh melebihi 11 ayat yang ditafsirkan secara paksa seolah
Alkitab itu palsu. Maka setiap orang akan bertanya:

Untuk
apa dan siapakah maka Taurat & Injil dibenarkan sampai berpuluh
kali?” Sebab seruan semacam itu tidak berguna bagi orang-orang Yahudi
maupun Nasrani yang toh sudah tahu dan bangga akan kebenaran
kitab-kitab mereka. Jadi logis kalau itu ditujukan kepada orang lain,
termasuk pengikut-pengikut Muhammad atau orang-orang Quraisy agar
merekapun perlu membaca dan percaya akan Alkitab!

Penyelewengan verbal atau tekstual? Keaslian yang musnah atau tetap eksis?

Perhatikan
bahwa semua penyelewengan/penggelapan yang dikecam Muhammad umumnya
bersifat penyelewengan verbal dan bukan merubah fisiknya teks Alkitab
dengan maksud substitusi total dan penggantian. Kecaman yang menyangkut
fisik teks palsu dari Alkitab hanya terdapat dalam satu ayat saja,
yaitu Surat 2:79, menyangkut orang-orang tertentu yang menulis Alkitab
palsu dengan maksud untuk ditukar dengan harga rendah. Jelas ”menulis
palsu” (untuk dijual dengan harga murahan) ini bukanlah melakukan
substitusi dengan penghancuran & pelenyapan semua Alkitab asli,
melainkan untuk turut menambahi (bukan mengganti) koleksi Kitab-asli
yang sudah ada dengan kitab-kitab apokrif yang dikarang sendiri. Kitab
apokrif ini hadir bahkan sampai sekarangpun, semisal Injil Nazarin,
Kisah Petrus dll yang banyak mendongengkan mujizat-mujizat sihir.
Lihat, betapa Injil Barnabas pun sering dijago-jagoi oleh orang Muslim
tertentu sebagai Injil asli, tetapi mereka sendiri bahkan tidak
memeriksanya, apalagi mengimaninya!

 

(a).
Bahwa Taurat dan Injil itu ada dalam tangan bani Israil/ada disisi
mereka, eksis secara fisik disisi para pemiliknya, tidak hilang seperti
yang sering dituduhkan (QS 2:41, 89, 91; 3:93; 5:43,44,47,dll). Bila
Kitabnya korup atau hilang habis, untuk apa Muhammad menyerukan agar
Alkitab itu diimani? Muhammad memang perlu mengindikasikan adanya para
penyeleweng atau penggelap ayat Alkitab, namun sama sekali itu bukanlah
penghapusan/pelenyapan eksistensi Alkitab yang otentik. Sebaliknya kita
menyaksikan diseluruh Quran bahwa Muhammad pada zamannya, tidak pernah
menegur, mencegah, atau melarang siapapun untuk membaca Alkitab yang
ada ditangan orang-orang Yahudi di Mekah atau Medina, apalagi yang ada
ditanah Israel! Tuhan malahan mendesakkan bacaanNya:

Katakanlah, ”Maka ambillah Taurat dan bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar” (QS 3:93).

 

(b).
Bahwa yang menyelewengkan Kitab Tuhan itu hanya segolongan orang-orang
fasik, bukan seluruhnya. QS 3:199 menegaskan bahwa sebagian para Ahli
Kitab justru adalah orang-orang beriman yang tidak menukarkan atau
menjual ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada mereka. Mereka
memperoleh pahala disisi Allah. Juga dikatakan: ”Orang-orang yang telah
Kami berikan Alkitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang
sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya.” (QS 2:121a).

 

(c).
Dan sebagai puncak pengakuan atas kebenaran Alkitab bagi Muslim, maka
Muhammad-pun perlu ”berkonsultasi” kepada ahli-ahli Kitab ini tatkala
ada keraguan terhadap pewahyuan:

 

Maka
jika engkau (Muhammad) dalam keragu-raguan tentang apa yang kami
turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca
kitab sebelum engkau. Sungguh telah datang kebenaran kepadamu dari
Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang
yang ragu” (QS 10:94).

 

Ini
adalah ”pusat rujukan kebenaran” yang otomatis telah memvonis keaslian
Alkitab tanpa usah diperdebatkan lagi. Sebab bagaimanakah Muhammad
dapat disuruh berkonsultasi kepada orang-orang yang Kitab-kitabnya
palsu dan korup? Dan yang diulang sekali lagi agar tidak terlupakan
oleh para penafsir:

Dan
tidak Kami mengutus sebelum engkau melainkan laki-laki yang kami beri
wahyu kepada mereka: maka bertanyalah kamu kepada mereka yang berilmu
(tentang nabi dan kitab), jika kamu tidak mengetahui.” (QS 16:43).

 

DILEMMA MUSLIM

Alkitab
dipersalahkan sebagai Kitab yang palsu, bukan wahyu Allah, korup, tidak
asli, dan banyak yang direkayasa dan diubah-ubah. Tetapi baiklah kita
berterus terang, bahwa jikalau tuduhan itu datangnya dari orang-orang
non-Muslim, kita masih bisa memahaminya. Namun bila mereka itu Muslim,
maka sulit untuk kita mencari dasar tuduhannya. Mungkin orang semacam
ini kurang memahami ajaran Quran, atau terlanjur membutakan hatinya
sendiri. Sekali Muslim menuding keabsahan Alkitab, mereka langsung
masuk ke dalam dilema yang tidak terselesaikan.

 

*Tanyakan kepada teman Muslim:

Kapankah
waktu terjadinya pemalsuan? Dan tidak ada satupun pakar Islam yang
dapat menjawab pertanyaan yang amat perlu dan amat sederhana ini. Sebab
jikalau dijawab ”sebelum Islam muncul”, maka kenapa Quran justru
menyaksikan kebenaran Alkitab dan memerintahkan orang-orang untuk
mengimaninya? Sebaliknya jika dijawab sesudah Islam muncul”, maka sang
pakar tersebut akan dipermalukan oleh fakta-fakta sejarah, karena
naskah-naskah Alkitab/Perjanjian Baru yang final sudah tersimpan rapi
dalam gereja dan musium-musium dunia jauh sebelum datangnya Islam (a.l.
Codex Vaticanus, codex Sinaiticus, dll diabad ke-4). Dan isi
naskah–naskah itu dalam teks bahasa aslinya tidak berubah atau terpalsu
apapun dengan isi Alkitab kita sekarang ini!)

 

In the Family of Abraham”, Anne Cooper menggambarkan dilemma Isma sbb:

Alasan utama
kenapa Muslim mencap bahwa Alkitab telah dikorupsikan teksnya adalah
karena mereka betul-betul tidak mempunyai pilihan lain lagi. Karena
Quran disatu pihak membenarkan Alkitab, tetapi belakangan baru
diketahui (bukan pada masa-masa sahabat Nabi) bahwa isi keduanya saling
tidak cocok, sehingga tidaklah mungkin keduanya turun dari Tuhan yang
sama. Dan karena Quran dianggap wahyu terakhir dari Tuhan, maka cara
yang paling gampang untuk menghindari kesulitan-kesulitan ini adalah
meletakkan tuduhan bahwa isi Alkitab telah dikorupsikan oleh si
pemalsu.”

 

Namun
dilemma terbesar pada Quran adalah justru ketika Allah sendiri yang
meletakkan Taurat & Injil itu sebagai rujukan kebenaran bagi
Muhammad. Dengan demikian, sekali Alkitab dituduh palsu maka palsu
pulalah Quran itu dengan sendirinya!

 

Sesungguhnya,
untuk teman Muslim yang menuduh secara sembrono, “Alkitanmu Palsu,”
Anda dapat bertanya amat santai kepadanya: kapan dipalsu, dimana di
palsu, siapa pemalsu, siapa saksi, apa yang dipalsu, seperti apa yang
tidak dipalsu, dikemanakan yang tidak dipalsu, dst, dst….. dan tidak
satupun dapat mereka jawab dengan nyata. Semuanya hanya argument
siluman yang tidak berujud! Namun biarkanlah ia menjawab luhur
pertanyaan dasar, bagaimanakah sipemalsu itu dapat memalsu/menggantikan
Kalimat Penciptanya:

 

Akankah
Tuhan Yang Mahakuasa membiarkan orang kafir yang bejat dan najis untuk
mengotak-atik KitabNya serta mengubah kalimat/firmanNya yang kudus itu?

Akankah Tuhan
membiarkan seluruh FirmanNya dalam Taurat, Mazmur, Injil, dan Kitab
Nabi-nabi terhilang semuanya dan tidak tercari di dunia, namun masih
terjaga kekal dan mulia disisi Tuhan di surga?

 

Dan dapatkah manusia menghilangkan Kalimat Tuhan, sedang setan dan iblis pun tak mampu melakukannya?”

 

Sungguh,
Alkitab sejati tidak pernah gagal oleh ulah manusia, karena ia adalah
pernyataan dan Sabda Tuhan yang kekal. Berapa banyak Alkitab telah
dirusak, dinyatakan illegal, dibakar orang dan Negara. Berapa banyak
penyebar-penyebarnya telah dianiaya, dibunuh atau dibungkamkan
dipenjara. Tetapi Firman Tuhan yang kekal tidak bisa terbungkam, atau
dihilangkan seperti tuduhan sejumlah orang. Ringkas dan sederhana saja,
bilamana Firman Tuhan bisa hilang, maka kita bisa mencurigai bahwa itu
bukanlah Firman Tuhan yang baka, melainkan “kalimat manusia” yang fana
belaka.

Kitab Wahyu 14:6, Yesaya 40:8, dan 1 Petrus 1:25 mewahyukan kekekalan wahyu:

Dan padanya
(malaikat), ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka
yang diam diatas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan
kaum…”

 

Nabi Yesaya
dan Rasul Petrus sama berucap: “Rumput menjadi kering, dan bunga
menjadi layu, tetapi firman Tuhan kita tetap untuk selama-lamanya.”

 

Dan siapakah selain sang Kalimatullah sendiri, yang sanggup berkata sepenuh wibawa:

Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu” (Matius 24:35).

 

Sebagai
penutup, biarlah setiap teman Muslim tahu, bahwa Taurat dan Injil yang
terlalu sering didiskreditkan manusia ternyata mendapat pembelaan dari
Tuhan sendiri! Bukan kebetulan bahwa Tuhan sengaja mengistimewakan
kedua KitabNya ini dengan satu janji rezeki yang teramat eksklusif.
Janji mana hanya ditujukan bagi kaum yang menjalankan Taurat dan Injil,
tidak yang lain:

Dan sekiranya
mereka (kaum Ahli Kitab) sunguh-sungguh menjalankan Taurat dan Injil
dan apa yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka
akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.” (QS 5:66).

 

PARA PEMBACA YANG DIKASIHI TUHAN.

Kita sedih
melihat begitu kasat-mata, luas dan jauhnya salah paham yang terjadi
sesame umat beragama ketika kita-kita ini bermaksud mencari sebuah
kebenaran dari Tuhan.

 

Betapa lelahnya kita mencari-cari dalam kesia-sian. Mata
hati kita yang telah terpolusi tidak akan mampu menemuinya. Kultur dan
hakekat manusia yang memberontak dan jahat pada dasarnya, telah
membutakan pencaharian manusia akan kebenaran.
Dalam
Alkitab, kita-kita yang berdosa ini disebut orang-orang buta. Kita yang
buta ini tidak mampu mencari, kecuali membuka diri dan mengundang untuk
dicari! Kita perlu merendah-diri, perlu menanggalkan segala “cawat
daun” sambil membukakan pintu hati kita bagi Dia Yang Menebus kita dari
vonis-kematian. Sebab Yesus Al-Masih yang bangkit dari kematian itulah
yang mengalahkan MAUT.
Dialah yang mampu memberikan kepada Anda dan saya hidup, hidup yang berkelimpahan:

 

 

Lihat,
Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang
mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya
dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”

….Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Wahyu 3:20, Yohanes 10:10).

 

Sumber:
ISMAEL…, Saudaraku, Bincang-Bincang Tentang Tudingan dan Salah Paham,
Umar Tariqas, Reach Catalog, Jakarta, Cape Town. Penerbitan awal dengan
judul: :”Bagaimana Mengatasi Penolakan Muslim”, 2005, Fitrah Eden.

 

Roma 10:4-18

10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

10:5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”

10:6
Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: “Jangan katakan di dalam
hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?”, yaitu: untuk membawa Yesus turun,

10:7 atau: “Siapakah akan turun ke jurang maut?”, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.

10:8
Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam
mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

10:9
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan
percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara
orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

10:12
Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena,
Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua
orang yang berseru kepada-Nya.

10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana
mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang
Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang
memberitakan-Nya?

10:15
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?
Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa
kabar baik!”

10:16
Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri
berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?”

10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

10:18
Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka
telah mendengarnya: “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan
perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”

BINCANG-BINCANG SOAL ISU:”YESUS TIDAK MATI DISALIB” (Bagian 4-Ending)

Filed under: ISLAMOLOGI — dedewijaya at 11:04 pm on Tuesday, June 3, 2008

Nubuat
Adikodrati” Ke Depan VS “Jejak KAKI” KEBELAKANG

Ucapan
nubuat yang tercatat, sekali ia digenapi, adalah merupakan bukti
adi-kodrati yang paling kokoh yang harus dipercaya. Nubuat-dan bukan
mujizat-merupakan
testing
yang paling absah akan kebenaran suatu wahyu! Kenapa? Karena
sekalipun nabi-nabi palsu bisa bermujizat ala kadar, namun tak ada
satu makhluk pun yang tahu masa depan, apalagi mengontrol sejarah
untuk memenuhi apa yang ia sudah ucapkan! Nasibnya masa depan hanya
ada ditangan Tuhan! Itu sebabnya Tuhan sendiri menantang tuhan-tuhan
selainnya untuk membuktikan ”keilahian dirinya” dengan cara
bernubuat:

Siapakah
seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya
dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu
kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka
memberitahukannya kepada kami!” (Yesaya 44:7)

maka
Aku memberitahukannya kepadamu dari sejak dahulu; sebelum hal itu
menjadi kenyataan, Aku mengabarkannya kepadamu, supaya jangan engkau
berkata: Berhalaku yang melakukannya, patung pahatanku dan patung
tuanganku yang memerintahkannya.” (Yesaya 48:5)

Namun
untuk hal yang sepenting ini bagi suatu kebenaran, Muslim malah
membiasakan dirinya acuh dan asing terhadap nubuat. Quran praktis
tidak berisi nubuat adikodrati ke depan, melainkan sebaliknya banyak
didominasi dengan pengungkapan kisah-kisah masa silam. Sebagai contoh
saja, ayat yang diperbincangkan di sini,
QS
4:157
, adalah tipikal kisah pewahyuan
ke masa silam yang terlambat munculnya, bukan nubuat ke depan yang
harus dibuktikan dengan fakta-fakta masa depan.

Bagi
kebanyakan Muslim, ayat di atas dianggap sebagai ”wahyu koreksi”
terhadap kasus penyaliban Isa yang terlanjur diterima secara keliru.
Namun teman Muslim sering lupa bahwa sangkaan ”keliru” itu justru
pertama-tama harus diusutkan kepada ”kelirunya” Allah sendiri
dalam bertindak di abad pertama. Bukankah Allah dengan sengaja
menipu-daya umat yang menyaksikan penyaliban Isa?! Dan Allah jugalah
yang mengkelirukan Isa dengan seorang Isa gadungan, bagi umat israel?

Mari kita
saksikan apakah ”pengkoreksian” demikian itu kokoh sebagai hukum
pengkoreksi tuhan ataukah hanya sebuah klaim yang justru perlu
”ditafsir-ulang”.

1).
Absennya Novum

Anda
tidak akan memprotes suatu kasus yang telah berlalu 6 abad tanpa
menyodorkan bukti-bukti novum yang kuat dan absah (bukti silam yang
baru ditemukan). Jadi ”wahyu-koreksi” atas penyaliban/kematian
masa silam Isa, haruslah disertai dengan novum yang dapat menafikan
penyaliban, dan bukan dibenarkan dengan mengajukan klaim atau asumsi
baru. Bila Anda tidak percaya akan nubuat yang tidak tergenapi ke
depannya, bagaimana mungkin Anda malah percaya akan wahyu koreksi
silam yang tanpa novum ini (padahal kasus yang sudah lewat selalu ada
jejak bukti)?

2).
Siapakah sosok Isa-Isaan yang diklaim Quran?

Sebab
bilamana Allah begitu perlu untuk menegaskan bahwa sosok itu BUKAN
Isa, maka Allah setidaknya perlu (dan tentunya mudah) menegaskan
SIAPA sosok penggantiNya! Keabsahan satu koin tidak dibentuk oleh
satu sisi saja. Mengkoreksi sosok si-asli yang pergi (non-exist)
terhadap si
gadungan yang tertinggal
(exist) itu bukanlah sebuah koreksi jikalau yang eksis itu justru
tidak ditampilkan sebagai bukti, malahan juga turut dikosongkan. Apa
yang mau dikoreksi kalau kedua obyek yang dipersoalkan itu justru
dikosongkan?

3).
Memulihkan suasana keraguan, atau menambahinya?

Suasana
yang digambarkan dalam satu ayat Quran itu melebihi kekacauan manapun
yang pernah diwahyukan
. Lihat betapa
bertubi-tubinya kata-kata kekacauan yang dilontarkan ke situ:
”…berselisih paham… …benar-benar dalam keragu-raguan…tidak
mempunyai keyakinan….persangkaan belaka….tidak (pula) yakin…”

Sangat
jelas Allah lewat ayat korektif ini bermaksud untuk memulihkan segala
kekacauan ini. Namun dengan metode pengkoreksian Allah yang aneh (6
abad terlambat, ketiadaan jati-diri sosok, tipu-daya), maka Allah
sebenarnya tidak menipisi, melainkan mempertebal keraguan dan
perselisihan yang ingin disingkirkan. Keraguan dapat ditepis dengan
menambahi bukti, bukan dengan ”pengkoreksian” yang malah
menambahi misteri.

4). Dan
siapa saksi-saksi-nya?

Siapa
selain Allah yang dapat diajukan sebagai saksi atas permainan
petak-umpet ini? Jibril? Maryam? Yahya? Serdadu Romawi yang
mengeksekusi? Isa sendiri? Tidak ada di kitab! Bila sebelumnya ada
tercium tipu-daya ini. Isa bahkan akan memprotes kepada Allah. Karena
hal itu melawan kodratnya yang kudus, selalu berkata benar. Kudus itu
tidak mau d
an tidak bisa
bertipu-daya atau membiarkan dirinya menjadi bagian dan ajang dari
tipu-daya. Alkitab sama mengatakan, ”Ia (Yesus) tidak berbuat dosa,
dan tipu tidak ada dalam mulutnya” (QS 19:19,34; Yohanes 8:46; 1
Petrus 2:22).

Yohanes
8:46
Siapakah
di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?

Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya
kepada-Ku?

1
Petrus 2:22 ”
Ia
tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya
”.

Jadi, apa
dan siapa yang telah dibuktikan dan dimantapkan oleh ayat pengkoreksi
yang satu ini? Atau apakah pembuktian korektif model ini dapat
dijadikan jurisprudensi untuk mengoreksi suatu perselisihan?

MUSTAHIL
ADA WAHYU TUHAN YANG BOLEH KADALUARSA

Pewahyuan
silam ini, telah menempatkan murid-murid Isa, ibuNya, dll semua
menjadi korban, tertipu daya oleh cara Allah SWT mempergantikan Isa
dengan seseorang yang diserupakanNya secara tersembunyi. Ketertipuan
ini terus berjalan hingga diungkapkan oleh Muhammad (lihat rujukan QS
3:54).

Pertanyaan
kita yang paling elementer: ”Kenapa Allah baru merasa perlu
mengkoreksi di abad ke-7 untuk sebuah kasus besar dari abad ke-1?”
Kenapa kadaluarsa selama 6 abad? Membiarkan bermilyar manusia mati
dalam kesesatannya yang terlanjur ”menjunjung salib Yesus,”
karena belum sempat dikoreksi Allah? Salahkah ibu Maria, murid-murid
Yesus, dan bermilyar pengikutNya, jikalau mereka semua telah
mengimani penglihatan yang ”salah”, karena mata mereka telah
disesatkan oleh pembalasan tipu-daya Allah sendiri?

Cara
pembalasan Tuhan terhadap si penipu dengan menipu balik sipenipu itu,
sungguh tidak dikenal dalam Alkitab. Namun hal itu, diadopsi menjadi
bagian yang diwahyukan Quran, sehingga para penterjemah terkesan agak
rikuh dalam memilih dan memakai pelbagai istilah dan gaya yang saling
berbeda untuk menterjemahkan ”khairul maakiriin,” dalam kedua
ayat berikut ini (perhatikan teks bahasa aslinya).

Dan
mereka itu membuat tipu daya, Allah membalas tipu daya mereka, dan
Allah sebaik-baik (pembalas) tipu daya” (and Allah is the best of
schemers, Moh. Pickthall)

Mereka
membuat tipu daya, tetapi Allah (juga) membuat tipu daya itu.
Dan
Allah sebaik-baik pembuat tipu daya.” (and Allah is the best of
plotters QS 3:54; 8:30).

Dalam paham
Kristianitas, manusia menipu-daya karena hakekatnya jahat dan sumber
dayanya terbatas. Namun Tuhan yang berhakekat Mahakudus dan tidak
terbatas sumber dayaNya tidak harus terpaksa—bahkan tidak
bisa—membalas tipu dengan tipu, apapun kondisi dan alasannya!
Teroris bisa menyandera dan membunuh keluarganya polisi dengan golok,
namun polisi tidak bisa membalas membunuh keluarga si teroris,
apalagi dengan meriam yang menghancurkan pula tetangga, lalu berkata:
“Rasain lu, saya lebih canngih membunuh kalian, kan?.”

Kristianitas mengimani
Tuhan yang dapat melawan dan menghukum siapa dan apa saja dengan cara
yang tak terbayangkan manusia, namun tidak dapat melawan hakekat
diriNya yang “tidak berdusta dan tidak mungkin berdusta.” Dan
“Tuhan tidak dapat menyangkal diriNya” (Titus 1:2, Ibrani 6:18; 2
Timotius 2:13).

Tuhan tidak bisa
terang-terangan membela dan memberi kehormatan kepada Isa
setinggi-tingginya—dengan menghancurkan palang salib—sambil
mencangking dan menghajar semua musuhNya untuk berlutut di depan kaki
Isa! Namun Kuasa Kebenaran, dan Wibawa KehormatanNya memustahilkan
Dia secara sembunyi-sembunyi memilih menipu daya semua orang sambil
membiarkan diriNya dipaksa manusia bejad untuk menghentikan masa
dakwah nabiNya (Isa) secara prematur. Dengan dilenyapkannya Isa
disitu dan tamat riwayatnya entah bagaimana, bukankah sia-sia seluruh
prestasi kenabiannya?

Dan tamat pula seluruh
kepercayaan murid-muridNya akan kehebatan dan janji-janji Gurunya.
Melainkan menyisakan tercerai-berainya mereka dalam rasa ketakutan,
tidak mampu, dan percuma menginjili, karena toh sang Guru sendiri
sudah dikalahkan (lihat akhir dari pasal ini).

Kebanyakan Muslim
tidak mencoba untuk memahami bahwa sedari dahulu, Tuhan semesta alam
selalu merujuk kepada satu formula penyelamatan manusia, yaitu hidup
melalui kematian. Dan kematian Yesus itu mengalahkan MAUT bagi
umatNya!

Dulu harga kematian
disimbolkan oleh korban sembelihan anak domba; dan kini digenapi oleh
pengorbanan Anak Domba Tuhan dalam penyaliban Yesus. Apabila
kematian-kurban dari Yesus ini ingin “dibela” dengan cara
dihilangkan, maka Ia justru akan kehilangan segala-galanya!

(1). Hilang lenyap
Diri Isa, dari murid-murid yang dikasihiNya.
Dilenyapkan
Tuhan entah kemana, tanpa pra-berita, tanpa pamit, tanpa saksi, tidak
terjejaki. Meninggalkan penginjilan secara prematur sebelum berbuah
(lihat butir 3).

(2).
Hilang lenyap Kalimat Isa, Injil dan ajaran Isa tidak terjaga di
dunia, padahal terjaga disisi Allah dan tergores kekal di Lauhul
Mahfuz di surga. Injil Isa Islami dibiarkan hilang lenyap dari dunia
entah kemana, tidak terjejaki, sehingga Cuma Injil Palsu karya Paulus
cs –lah yang tertinggal dan kini tersebar ke seluruh pelosok bumi
dalam 1000-an bahasa di dunia.

(3).
Hilang lenyap Misi Isa bersama dengan semua murid-murid awal Isa
(
hawariyyin, para pengikut beriman),
Mereka tidak terjaga, terdesak kalah dan hilang semua, disapu oleh
murid-murid Paulus dengan ajaran sesatnya yang terus berjaya hingga
kini. Padahal Quran menjanjikan kemenangan bagi murid-murid Isa (QS
61:14);

…Pengikut
(Isa) yang setia itu berkata:’Kamilah penolong-penolong agama
Allah…maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman
terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang
menang’ ”.

Tetapi
dimanakah Injil Isa dan para pengikut Isa (Islami) yang menang itu
sekarang? HILANG! Hilang segala-galanya disapu habis oleh kuasa
nabi-nabi palsu yang dapat melebihi Isa! Total kesia-siaan Isa ini
adalah konsekuensi sebab-akibat yang keras sekali, Muslim menolak
kematian-kurban Yesus Al-Masih di kayu salib! Muslim tahu bahwa Isa
adalah sosok yang digelar “Yang Terkemuka di dunia dan di akhirat”
dan “Tanda yang Besar bagi Semesta Alam”.

Jadi
silahkan Muslim kini memilih satu diantara dua: Isa yang kehilangan
segala-galanya (Keberadaan DiriNya, Kalimat, Ajaran & KaryaNya)
ataukah Isa yang tersalib dalam kematian-kurban demi memberikan kita
HIDUP yang KEKAL.

Sumber:
ISMAEL…, Saudaraku, Bincang-Bincang Tentang Tudingan dan Salah
Paham, Umar Tariqas, Reach Catalog, Jakarta, Cape Town. Penerbitan
awal dengan judul: :”Bagaimana Mengatasi Penolakan Muslim”, 2005,
Fitrah Eden.

BINCANG-BINCANG SOAL ISU:”YESUS TIDAK MATI DISALIB” (Bagian 3)

Filed under: ISLAMOLOGI — dedewijaya at 10:46 pm on Tuesday, June 3, 2008

3).
Kisah di Zaman Musa

Rupa-rupanya
kisah Taurat tentang konfrontasi Musa melawan Firaun adalah topik
favorit yang dicatat Quran. Begitu favoritnya sehingga Quran merasa
perlu mencatatnya berulang-ulang hingga 27 kali! Meski demikian,
tidak sekalipun didalamnya Muhammad mencatat peristiwa yang paling
inti dari Kisan Keluaran dari Taurat Musa ini, yaitu kisah PASKAH!

Padahal perayaan Paskah adalah event yang paling bersejarah,
menyentuh dan heroik bagi setiap orang Yahudi, yang dijadikan legenda
untuk dikisahkan kepada setiap anak cucu Yahudi turun-temurun. Lebih
dari itu Paskah wajib dirayakan setiap tahunnya, dengan segala tata
cara perjamuannya yang dibakukan! Dengan absennya kisah Paskah dalam
pewahyuan Quran, tidak heran bahwa orang-orang Yahudi di Mekah atau
Madina tidak dapat mengakui Muhammad sebagai nabi utusan Tuhan. Sebab
bagi mereka mustahil Allahnya Muhammad bisa sama dengan Tuhan mereka
jikalau Allah ini sampai 27 kali lupa mengisahkan inti kisah Kitab
Keluaran dalam 27 kali pewahyuanNya tentang perseteruan Musa vs
Firaun! Padahal Tuhan sendirilah yang memerintahkan kisah ini agar
tertanam dalam ingatan turun-temurun dalam Perayaan Perjamuan paskah
setiap tahun!

Seperti
diketahui, kisah Paskah dimulai dengan tulah yang ke-10 (dan Quran
hanya mencatat total 9 tulah), dimana Tuhan mendatangkan malapetaka
terbesar dengan mengirim malaikat kematian untuk mencabut nyawa anak
sulung dari setiap keluarga yang pintu rumahnya tidak diperciki darah
domba! Tuhan berkata:

Apabila
Aku melihat dara itu (ada di pintu), maka Aku akan lewat”. Itu
adalah vonis kematian yang dilewatkan Tuhan (luput) bagi rumah yang
bertanda darah kurban (Keluaran 12:13). Dan Alkitab menjelaskan
kepada kita bahwa ”Semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang
harus datang” (Kolose 2:17), yaitu janji penebusan melalui darah
Yesus Kristus.

4). Kisah
di Zaman Daud

Sesekali,
tanyakanlah kepada teman Muslim, apa yang mereka ketahui tentang isi
Kitab Zabur (Mazmur) yang harus diimaninya. Mereka akan menjawab amat
minim dan kabur. Quran memang mengatakan daud membunuh Jalut (Daud vs
Goliat) tanpa menerangkan kejadiannya. Juga menyebutkan
karunia-karunia yang diberikan Allah kepada Daud, termasuk suara
merdu dan pandai bertasbih hingga besi-besi pun menjadi lunak
dibuatnya. Tetapi apakah ini isi Kitab Zabur yang islami yang Tuhan
turunkan kepada Daud, dengan maksud untuk diimani umatNya? Tetapi apa
relevansinya zabur yang harus diimani, bila janji dan ajaran Allah
yang diturunkan lewat nabi Daud itu praktis tidak dikenal oleh
Muslim?

Kitab
Mazmur (Zabur) telah berumur sangat tua, diteruskan hingga ke zaman
Yesus dan murid-muridNya yang Ia sendiri sering mengutipnya.
Diteruskan lagi hingga ke zamannya Muhammad dan selanjutnya. Tidak
ada yang merubah atau menggantikan teksnya. Mazmur (Kitab Zabur)
tidak berisi kisah perang Daud melawan Goliat seperti yang dianggap
teman Muslim! (Itu ada di kitab lainnya, Kitab nabi Samuel). Tetapi
Mazmur berisi 150 pasal kumpulan mazmur doa dan permohonan, pujian
dan nyanyian ucapan syukur, ratapan dan pengakuan dosa, mazmur Mesias
dengan makna nubuat!

Tanpa
kesadaran akan apa yang terucap dari mulutnya, namun Roh Tuhan telah
menuntun Daud bernubuat rinci tentang segala pernik kejadian yang
akan dijalani oleh seorang Mesias yang akan disalibkan demi
membebaskan umatNya, Mesias ini akan mengalami penghinaan,
penganiayaan. ”penusukan tangan dan kaki” (istilah nubuat daud
untuk penyaliban), dan mengalami kematian dan ditinggal oleh Roh
Tuhan, namun juga mengalami kebangkitanNya dari kematian! Semuanya
ini secara ajaib tergenapi oleh Yesus Mesias 1000 tahun sesudahnya
(Lihat Mazmur ps 2; 8; 16; 40; 41; 45; 68; 69; 89; 102; 110; 118,
khususnya 22:2, 7, 8, 17, 19). Bahkan teriakan ungkapan kematian
Yesus di atas kayu salib pun, terjadi persis seperti yang telah
dinubuatkan oleh Daud: ”Eli, Eli, lama sabakhtani?”. Ini suatu
pelukisan kematian-kurban yang tidak terhapuskan oleh klaim dan
koreksi dari ayat Kitab Suci manapun! Akhirnya, Tuhan konsekuen
menyerukan model penghakiman yang berlandaskan analogi-penebusan:

Bawalah
kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku
berdasarkan korban sembelihan!” (Mazmur 50:5).

5). Kisah
di Zaman Yesaya

Ada
satu kabar baik bagi teman Muslim yang belum tahu akan sosok nabi
Yesaya yang pernah hidup ditahun 700-an SM. Tuhan ”menurunkan”
kepadanya sebuah Kitab yang paling terkenal dengan nubuatan-nubuatan
yang terbukti benar. Bahkan pada awal mula pelayanan Yesus, kitab
inilah yang dibacakan Yesus di sebuah rumah ibadat. Di situ Yesus
memilih membaca pasal 61 dimana terdapat ayat-ayat istimewa yang
menubuatkan tentang diriNya! Nas ayat itupun dibenarkanNya secara
langsung bagi diriNya, bukan bagi orang lain (lihat Lukas 4:16-21),
dan ini sekaligus menggugurkan kalim Muhammad bahwa namanyalah yang
ada tertulis di dalam Taurat dan Injil (QS 7:157). Keistimewaan kitab
ini bertambah ketika dunia sempat dikagetkan pada tahun 1947 dengan
penemuan utuh dari salinan naskah Dead Sea Scrolls di Qumran, yang
berpenanggalan sekitar 150 tahun SM! Maka naskah yang begitu kuno ini
segera dipakai untuk men-test kalau-kalau ada kesalahan salinan atau
pemalsuan pada salinan kitab Yesaya yang sudah kita punyai selama
ini. Ternyata penemuan ini saling bersesuaian dan membenarkan
keotentikan teks yang telah ada! Tak ada tangan-tangan usil yang
menjahili teks Alkitab seperti yang dituduh.

Selain
pasal 61 yang ayatnya sempat dibacakan Yesus, juga ditemukan gulungan
kitab Yesaya pasal 53, yang secara paradoxal mencatat berbagai janji
dan nubuat Tuhan tentang seorang Hamba yang Menderita sampai mati,
namun menjadi pendamai dan penyelamat bagi umat manusia yang jahat.
Hamba ini bahkan tercatat akan bangkit kembali dengan segala ”hadiah”
kemenangan-Nya! Kedengarannya seperti tak masuk akal. Itu sebabnya
pewahyuannya dimulai dengan bahasa yang skeptis: ”Siapakah yang
percaya kepada berita (wahyu) yang kami dengar…?”

Di sini
kita persingkat jumlah pembuktian dengan cukup mengutip hanya 3 ayat
saja:

Tetapi
dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh
karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi
kita ditimpakan kepadanya… Orang menempatkan kuburnya diantara
orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada diantara
penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu
tidak ada dalam mulutnya. Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia
(tumitnya*) dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai
korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya. Umurnya akan
lanjut (akan bangkit, tidak mati seterusnya)” (Yesaya 53:5,9,10  *
lihat Kejadian 3:15).

Semua
”kemustahilan” teks nabi Yesaya yang rumit yang digaris-bawahi
ini terbukti benar pada kehidupan dan kematian Yesus 700-an tahun
kemudian! Naskah tua Qumran dari 7,5 abad sebelum Muhammad, sengaja
dipakai Tuhan di abad ke-20 untuk sekali lagi membenarkan nubuat
Yesaya tentang kematian-kurban seorang Mesias. Bila begitu dahsyatnya
kebenaran yang satu ini, atas alasan apa dan untuk apa kita harus
mati-matian menafikannya?

6). Kisah
di zaman nabi Yohanes (nabi Yahya)

Ada 6
pertanyaan dasar dan penting, ditujukan kepada teman Muslim yang
kurang acuh/kritis:

(a).
Adakah Anda pernah berpikir sejenak apa peran Nabi Yahya

seutuhnya menurut versi Quran?

(b).
Kenapa Nabi itu ditempatkan Tuhan sekurun-zaman dan
seladang-pelayanan dengan Yesus, yang sama-sama menyampaikan firman
Tuhan dan mendapatkan para pengikutnya yang berbeda?

(c).
Bergunakah misi kenabian Yahya (atau Yesus) ditengah-tengah kenabian
Yesus (atau Yahya)? Apakah misi keduanya tidak mampu disedot dan
diemban oleh satu nabi saja?

(d).
Apakah Tuhan begitu tidak efisien kerjaNya sehingga harus mengutus 2
nabi besar sekaligus dalam kurun angkatan yang sama, sekaligus
keduanya menuai kematian secara sia-sia dan terkesan kalah terhadap
musuh-musuh Tuhan (versi Quran)?

(e). Bila
versi Quran sebaliknya dari kesan-kesan ini, bagaimana caranya
menerangkan dari sumber-sumber Islam sendiri bahwa misi kenabian Isa
dan Yahya itu berkemenangan kedua-duanya?

(f).
Bagaimana penafsir Islam menggambarkan peran Jibril, yang harus
membagi dirinya diantara diri Isa (yang selalu diperkuat Jibril) dan
diri Yahya (yang bersama-sama Isa harus meneruskan wahyu Jibril
kepada angkatan yang sama). Dapatkah Jibril maha-ada, di Isa dan
Yahya pada satu saat yang sama?

Tidak
mudah bagi teman Muslim mana saja untuk menjawab pertanyaan dasariah
ini. Kenapa? Karena Quran justru mengosongkan 2 kesaksian penting
untuk apa nabi Yahya diutus khusus sekurun-waktu dan sepelayanan
dengan Yesus! (lihat dibawah ini).

Namun
Alkitab tidak mempunyai kesulitan sedikitpun untuk menjawab misteri
di atas. Justru kehadiran Yohanes sekurun dengan Yesus merupakan
pertanda Tuhan akan betapa maha-penting dan vitalnya sosok dan
pelayanan Yesus sehingga perlu didampingkan tambahan satu nabi besar
lainnya. Seperti yang diakui oleh Yohanes sendiri bahwa ia bukan
Mesias namun diutus mendahuluinya untuk menjadi corong suara yang
meluruskan dan mempersiapkan jalan bagi pengenalan jati-diri Yesus
Mesias dan misiNya: “Ditengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak
kamu kenal.”

Lalu
Yohanes memperkenalkan Sang Mesias lewat pewahyuan yang paling unik
(Yohanes pasal 1). Di sini, bukan Jibril membagi dirinya diantara
diri Isa dan Yahya (yang sama-sama harus menyampaikan wahyu Jibril
kepada angkatan yang sama), melainkan Roh kudus.

Dengan
peran khusus Yohanes dan posisi sentralnya yang dinyatakan sebagai
nabi terbesar (Yohanes 7:26), sedikitnya itu berarti bahwa dialah
bukti dan saksi Ilahi yang paling tinggi di dunia ini bagi Yesus
sebagai Mesias. Maksudnya, ia diberi hak istimewa oleh Tuhan untuk
mengidentifikasikan jati-diri sang Mesias dengan tanda-ilahi (!),
yaitu Roh Kudus (seperti merpati) yang terlihat turun kepada
sosok-fisiknya Yesus Mesias. Dengan demikian, Yohanes menjadi
saksi-mata yang paling shahih, dekat dan langsung “menunjuk-hidung”
ke sosok Mesias, tanpa usah khawatir akan kesalahan dan kekeliruan
sosok akibat rentang generasi. Dia tidak bernubuat puluhan generasi
dimuka (seperti halnya dengan nabi-nabi lainnya) baru kemudian bisa
dicocokkan lagi nubuatnya oleh generasi belakangan dengan memberi
peluang tafsiran yang bisa salah-sosok. Yohanes sebagai
penunjuk-hidung yang paling absah, memberi dua kesaksian yang penting
bagi kemanusiaan, dalam Yohanes 1:34 dan 29:

Satu:
“aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan
tinggal di atasNya (Yesus)…aku telah melihatNya dan memberi
kesaksian: Ia inilah Anak Tuhan.”

Dua:
“Lihatlah (Dia) Anak Domba Tuhan, yang menghapus dosa dunia.”

Perhatikan
dua kata-saksi langsung kepada Mesias, right now and here, ”inilah”
dan ”lihatlah”. Dua penyaksian yang berotoritas ini menunjuk
lurus kepada penyaliban Yesus sebagai
Anak
Tuhan yang menjadi korban tebusan bagi umat manusia!

(7).
Hardikan Yesus membuktikan Ia menjalani “kematian-kurban”

Apakah
maksud Yesus ketika ia berkata dalam Perjamuan Malam terakhirNya:
”Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.” (Lukas
22:37). Itulah pernyataan seperti yang dikupas dalam 6 kisah-kisah di
atas, yang seluruhnya merujuk kepada Yesus dalam kematian-kurbanNya!
Bila pernyataan tersebut ditolak seseorang, maka Yesus tidak akan
segan menghardik si penolak itu dengan kata-kata yang terkeras:

”Enyahlah Iblis!”

Tidak peduli
orang tersebut adalah muridNya sendiri, tidak peduli bahwa murid ini
(atau orang-orang yang mengaku-aku menghormatiNya) sesungguhnya
bermaksud baik karena tidak menginginkan suatu kematian terkutuk
disalib itu menimpa diriNya. Simaklah apa yang terjadi pada Petrus
yang sesungguhnya beretiket baik bagi Gurunya:

Sejak
waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-muridNya bahwa Ia harus
pergi ke Yerusalem dan menanggung
banyak
penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli
Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga
.
Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya:
”Tuhan, kiranya Tuhan menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali
takkan menimpa Engkau.” Maka Yesus berpaling dan berkata kepada
Petrus: ”Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku. Sebab
engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan, melainkan apa yang
dipikirkan manusia.” (Matius 16:21-23).

Ya,
bagi Yesus, menampik kematian-kurbanNya adalah menampik
perjanjianNya
yang paling awal,
rancanganNya
yang universal,
dan
karyaNya
yang paling
mahal yang dapat dibayarkanNya bagi umat manusia. Ia berkata,

Sebab
inilah darah-Ku,
darah
perjanjian
, yang
ditumpahkan bagi banyak orang
untuk
pengampunan dosa
.”
(Matius 26:28).

Next Page »