DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

BINCANG-BINCANG SOAL ISU: ALKITAB-MU PALSU

Filed under: ISLAMOLOGI — dedewijaya at 3:18 am on Monday, June 9, 2008

Taurat,
Zabur dan Injil asli telah hilang, dan Bible kalian yang sekarang
adalah kitab yang telah dikorup, dipalsu oleh manusia. Itu sebabnya
Quran diturunkan kemudian oleh Allah secara langsung demi menegakkan
kebenaran yang asali.”

 

Perhatikan!
Tidak seperti isu lain, tudingan Muslim dalam perkara “Alkitabmu
palsu”, sulit dicarikan ayatnya dari Quran. Muslim hanya menuduh
menurut kesan-kesan dan slogan yang telah ditanamkan dalam-dalam ke
hati mereka melalui sejarah dan tradisi keagamaan yang sedemikian lama.
Apa yang tertanam dalam, tentu sulit dibongkar oleh tangan-tangan luar.
Oleh karena itu Anda tidak perlu membuang enegri dengan adu ”jual-beli”
argumentasi. Muslim bangga akan Quran mereka yang diwahyukan langsung
lewat Jibril kepada nabi yang terakhir, Muhammad. Itu adalah manifesto
final dari kehendak Allah untuk menggantikan Taurat dan Injil. Dimata
mereka alangkah jauhnya beda otoritas Quran terhadap Bible yang
dianggap ditulis dan dikumpulkan secara gado-gado oleh orang-orang yang
tidak jelas silsilahnya dari pelbagai lingkar masyarakat seperti
petani, nelayan, gembala, jenderal, tabib, narapidana, dsb. Baginya itu
tidak lebih daripada hadis-hadis maudhu atau da’if, palsu dan jauh dari
yang shahih!

 

Menghadapi
tudingan jenis ini, Anda bisa memilih pembukaan paraphrase. Artinya,
Anda mengutip-ulang tudingannya, namun dengan kata-kata Anda sendiri
yang menggiring kepada suatu maksud lanjutan.

 

Ya,
saya terlalu sering mendengar teman Muslim berkata bahwa kitab Taurat
dan Injil itu palsu, dan yang aslinya telah tiada. Lalu Allah
mengkoreksinya lewat Quran, dan Muhammad gencar memperingatkan manusia
tentang pemalsuan ini. Tetapi sebenarnya apa yang diperingatkan oleh
Muhammad mirip dengan apa yang telah diperingatkan oleh Yesus dan
rasul-rasulNya.
Apakah Anda tahu akan hal ini?“

 

Ah, masa, apa iya?! Sensasi kali. Dan mereka akan memasang kuping lebar-lebar untuk mendengar penjelasan Anda lebih lanjut.

 

PENJELASAN TENTANG PEMALSUAN ALKITAB

Kita
sama sekali tidak bersensasi di sini. Kita amat serius, karena Alkitab
memang telah memperingati anak-anak Tuhan agar mereka jangan sampai
tertipu oleh macam-macam kepalsuan yang mengatasnamakan Tuhan dan
kebenaranNya! Kita akan kutip sejumlah peringatan demikian dari Alkitab
tentang ajaran-ajaran dan guru-guru palsu, bahkan mesias-mesias palsu:

 

Bahkan
dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran
palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar, dan
supaya mengikut mereka.” (Kis 20:30).

Sebagaimana
nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian
pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan
pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan
menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian
segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” (2 Petrus 2:1).

Sebab
Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan
mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga
sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.” (Matius
24:24-25).

 

Atas
sajian ayat-ayat di atas, teman muslim mungkin akan membantah, ”Itukan
lain. Itu bukan berkenaan dengan pemalsuan Taurat dan Injil, melainkan
memperingatkan adanya nabi dan guru-guru palsu dengan ajaran yang
palsu.” Nah, persis seperti apa yang dibantahnya, disinilah kita
membalikkan isu tuduhan mereka dengan cara yang sama, dengan pernyataan
kunci Anda kepada mereka:

 

Justru
sesungguhnya Muhammad mengecam orang-orang Yahudi yang mengajarkan dan
menyampaikan firman yang palsu. Persoalannya bukanlah Kitab Allah dari
orang Yahudi, melainkan orang-orang Yahudinya yang khusus dikecam oleh
Muhammad! Mari kita periksa bersama. Kita kumpulkan semua ayat Quran
yang mempersoalkan ulah Yahudi terhadap keotentikan Alkitab. Total ada
11 ayat.”

 

Persilahkan
teman Muslim untuk menyimaknya sendiri apa bentuk kecaman Muhammad yang
semuanya terekam dalam 11 ayat Quran, dan tidak lebih:

 

Allah
membenarkan apa yang ada pada bani Israil (Taurat). Janganlah mereka
mengingkari dan jangan menukarkan ayat-ayatNya (QS 2:41).

Janganlah mereka mencampuradukkan yang hak dengan yang batil dan jangan sembunyikan kebenaran (2:42).

Segolongan mereka mengubah firman Allah setelah mengetahuinya (2:75).

Orang-orang
yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, tetapi mengatakan
”Ini dari Allah”, demi memperoleh keuntungan yang sedikit (2:79).

Segolongan dari mereka menyembunyikan kebenaran (2:146).

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampuradukan yang benar dengan yang batil, dan sembunyikan yang benar (3:71).

Segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Alkitab…Mereka berkata dusta terhadap Allah (3:78).

Sebagian dari orang-orang Yahudi merobah-robah kalimat-kalimat dari tempat-tempatnya (4:46).

Sebagian
dari orang-orang Yahudi merobah-robah kalimat-kalimat dari
tempat-tempatnya, dan melupakan sebagian dari apa yang telah
diperingatkan Allah kepada mereka (5:13).

Orang-orang Nashara melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan Allah kepada mereka (5:14).

Ahli Kitab banyak menyembunyikan isi Alkitab dan membiarkannya (5:15).

 

Jadi,
apa persisnya substansi Alkitab yang dipersoalkan oleh Muhammad disitu?
Muhammad tidak pernah mempermasalahkan Kitab yang beredar, melainkan
orang-orang yang melancungkan KalimatNya dalam tutur katanya, dalam
ajarannya, dan dalam otaknya karena kelupaan. Tidak ada ancaman Alkitab
palsu yang dikhawatirkan atau yang diharamkan Muhammad. Ia tidak
berkata: ”Percayalah kepada Alkitab/Injil yang Asli, dan awas terhadap
Kitab yang palsu!” Tidak ada Kitab yang sengaja dihilangkan atau
musnah, apalagi musnah semua dan digantikan dengan yang palsu.
Dimanapun Muhammad dalam pewahyuan, hanya mengenal Alkitab asli, tidak
pernah mengenal menjumpai, atau mengantisipasikan Alkitab-Palsu seperti
yang ”diinginkan” oleh sekalangan penafsir Islam. Tidak ada firman
Tuhan yang dinyatakan hilang-lenyap, kecuali sebagian isinya dilupakan,
disembunyikan, diubah-ubah dan dicampur-adukkan, lidah bacaan
diputar-putar, dipindahkan kalimat-kalimat dri tempatnya, diubah
firmanNya, ditukar ayatNya, berkata dusta terhadap Allah.

 

Jadi
Muhammad—sama halnya dengan Yesus—memberi peringatan bertubi-tubi akan
penyelewengan pemberitaan/ajaran Alkitab (bukan palsunya semua Kitab
yang beredar).

Bedanya
ialah Muhammad lebih mengecam dan mengutuk pelaku-pelaku Yahudi yang
memalsu ketimbang memperingati umat, sedangkan Yesus dan rasul-rasulNya
lebih memperingatkan umat Tuhan ketimbang mengecam pelaku pemalsuan
yang otomatis sudah menjai terkutuk!

Aku
bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat
dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada
perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya
malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau
seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat
ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari
kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” (Wahyu 22:18-19).

 

Sebaliknya,
Muslim segera dapat melihat bahwa Muhammad amat membela semua Kitab
Tuhan, serta mengajukan sedikitnya 6 alasan mutlak kenapa Alkitab itu
mustahil terpalsu, hilang atau digantikan oleh ulah manusia yang
terbatas:

 

(1).
Dikatakan bahwa Kalimat-kalimat Allah tidak dapat ditukarkan oleh
manusia manapun; dan tidak ada perubahan atasnya sejak kapanpun (QS
6:34; 10:64; 48:23). Semua Kitab-kitab Allah itu dalam induk Alkitab
disisi Allah (QS 43:4; 85:22), baka dan kekal. Dapatkah kebenaran Induk
Alkitab yang terjaga disisi Allah itu dicuri, dihilangkan dan
dipalsukan manusia bejad? Ini yang menjadikan para sesepuh awal Islam
seperti Buchari dan Al-Razi setuju bahwa Alkitab tak dapat dirubah
karena itu adalah Firman Tuhan.

 

(2).
Dimanapun, Muhammad selalu mengingatkan bahwa tidak ada perlakuan Tuhan
yang membedakan Kitab-KitabNya. Tidak ada yang satu terjaga, yang lain
terlantar. Yang mendiskriminasikan itu hanyalah penafsir yang ngotot
memilih menutup hati sendiri terhadap firman Allah yang jelas berkata
kepada mereka:

Katakanlah,
”Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa
yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub…Musa dan Isa… Kami
tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka…” (QS 2:136, 3:84).

 

(3).
Terdapat peneguhan yang amat pasti bahwa Taurat dan Injil itu
dibenarkan oleh Allah, dan harus diimani! (QS 2:41, 89, 91, 101, 136;
3:3; 4:136; 5:43,44,46,47,48,68; 6:92; 10:73, 94; 29:46; 32:23; 35:31;
46:30; 43:4;dll).

Quran
justru membenarkan Taurat dan Injil bukan 1 kali, tetapi berpuluh-puluh
kali, jauh melebihi 11 ayat yang ditafsirkan secara paksa seolah
Alkitab itu palsu. Maka setiap orang akan bertanya:

Untuk
apa dan siapakah maka Taurat & Injil dibenarkan sampai berpuluh
kali?” Sebab seruan semacam itu tidak berguna bagi orang-orang Yahudi
maupun Nasrani yang toh sudah tahu dan bangga akan kebenaran
kitab-kitab mereka. Jadi logis kalau itu ditujukan kepada orang lain,
termasuk pengikut-pengikut Muhammad atau orang-orang Quraisy agar
merekapun perlu membaca dan percaya akan Alkitab!

Penyelewengan verbal atau tekstual? Keaslian yang musnah atau tetap eksis?

Perhatikan
bahwa semua penyelewengan/penggelapan yang dikecam Muhammad umumnya
bersifat penyelewengan verbal dan bukan merubah fisiknya teks Alkitab
dengan maksud substitusi total dan penggantian. Kecaman yang menyangkut
fisik teks palsu dari Alkitab hanya terdapat dalam satu ayat saja,
yaitu Surat 2:79, menyangkut orang-orang tertentu yang menulis Alkitab
palsu dengan maksud untuk ditukar dengan harga rendah. Jelas ”menulis
palsu” (untuk dijual dengan harga murahan) ini bukanlah melakukan
substitusi dengan penghancuran & pelenyapan semua Alkitab asli,
melainkan untuk turut menambahi (bukan mengganti) koleksi Kitab-asli
yang sudah ada dengan kitab-kitab apokrif yang dikarang sendiri. Kitab
apokrif ini hadir bahkan sampai sekarangpun, semisal Injil Nazarin,
Kisah Petrus dll yang banyak mendongengkan mujizat-mujizat sihir.
Lihat, betapa Injil Barnabas pun sering dijago-jagoi oleh orang Muslim
tertentu sebagai Injil asli, tetapi mereka sendiri bahkan tidak
memeriksanya, apalagi mengimaninya!

 

(a).
Bahwa Taurat dan Injil itu ada dalam tangan bani Israil/ada disisi
mereka, eksis secara fisik disisi para pemiliknya, tidak hilang seperti
yang sering dituduhkan (QS 2:41, 89, 91; 3:93; 5:43,44,47,dll). Bila
Kitabnya korup atau hilang habis, untuk apa Muhammad menyerukan agar
Alkitab itu diimani? Muhammad memang perlu mengindikasikan adanya para
penyeleweng atau penggelap ayat Alkitab, namun sama sekali itu bukanlah
penghapusan/pelenyapan eksistensi Alkitab yang otentik. Sebaliknya kita
menyaksikan diseluruh Quran bahwa Muhammad pada zamannya, tidak pernah
menegur, mencegah, atau melarang siapapun untuk membaca Alkitab yang
ada ditangan orang-orang Yahudi di Mekah atau Medina, apalagi yang ada
ditanah Israel! Tuhan malahan mendesakkan bacaanNya:

Katakanlah, ”Maka ambillah Taurat dan bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar” (QS 3:93).

 

(b).
Bahwa yang menyelewengkan Kitab Tuhan itu hanya segolongan orang-orang
fasik, bukan seluruhnya. QS 3:199 menegaskan bahwa sebagian para Ahli
Kitab justru adalah orang-orang beriman yang tidak menukarkan atau
menjual ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada mereka. Mereka
memperoleh pahala disisi Allah. Juga dikatakan: ”Orang-orang yang telah
Kami berikan Alkitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang
sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya.” (QS 2:121a).

 

(c).
Dan sebagai puncak pengakuan atas kebenaran Alkitab bagi Muslim, maka
Muhammad-pun perlu ”berkonsultasi” kepada ahli-ahli Kitab ini tatkala
ada keraguan terhadap pewahyuan:

 

Maka
jika engkau (Muhammad) dalam keragu-raguan tentang apa yang kami
turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca
kitab sebelum engkau. Sungguh telah datang kebenaran kepadamu dari
Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang
yang ragu” (QS 10:94).

 

Ini
adalah ”pusat rujukan kebenaran” yang otomatis telah memvonis keaslian
Alkitab tanpa usah diperdebatkan lagi. Sebab bagaimanakah Muhammad
dapat disuruh berkonsultasi kepada orang-orang yang Kitab-kitabnya
palsu dan korup? Dan yang diulang sekali lagi agar tidak terlupakan
oleh para penafsir:

Dan
tidak Kami mengutus sebelum engkau melainkan laki-laki yang kami beri
wahyu kepada mereka: maka bertanyalah kamu kepada mereka yang berilmu
(tentang nabi dan kitab), jika kamu tidak mengetahui.” (QS 16:43).

 

DILEMMA MUSLIM

Alkitab
dipersalahkan sebagai Kitab yang palsu, bukan wahyu Allah, korup, tidak
asli, dan banyak yang direkayasa dan diubah-ubah. Tetapi baiklah kita
berterus terang, bahwa jikalau tuduhan itu datangnya dari orang-orang
non-Muslim, kita masih bisa memahaminya. Namun bila mereka itu Muslim,
maka sulit untuk kita mencari dasar tuduhannya. Mungkin orang semacam
ini kurang memahami ajaran Quran, atau terlanjur membutakan hatinya
sendiri. Sekali Muslim menuding keabsahan Alkitab, mereka langsung
masuk ke dalam dilema yang tidak terselesaikan.

 

*Tanyakan kepada teman Muslim:

Kapankah
waktu terjadinya pemalsuan? Dan tidak ada satupun pakar Islam yang
dapat menjawab pertanyaan yang amat perlu dan amat sederhana ini. Sebab
jikalau dijawab ”sebelum Islam muncul”, maka kenapa Quran justru
menyaksikan kebenaran Alkitab dan memerintahkan orang-orang untuk
mengimaninya? Sebaliknya jika dijawab sesudah Islam muncul”, maka sang
pakar tersebut akan dipermalukan oleh fakta-fakta sejarah, karena
naskah-naskah Alkitab/Perjanjian Baru yang final sudah tersimpan rapi
dalam gereja dan musium-musium dunia jauh sebelum datangnya Islam (a.l.
Codex Vaticanus, codex Sinaiticus, dll diabad ke-4). Dan isi
naskah–naskah itu dalam teks bahasa aslinya tidak berubah atau terpalsu
apapun dengan isi Alkitab kita sekarang ini!)

 

In the Family of Abraham”, Anne Cooper menggambarkan dilemma Isma sbb:

Alasan utama
kenapa Muslim mencap bahwa Alkitab telah dikorupsikan teksnya adalah
karena mereka betul-betul tidak mempunyai pilihan lain lagi. Karena
Quran disatu pihak membenarkan Alkitab, tetapi belakangan baru
diketahui (bukan pada masa-masa sahabat Nabi) bahwa isi keduanya saling
tidak cocok, sehingga tidaklah mungkin keduanya turun dari Tuhan yang
sama. Dan karena Quran dianggap wahyu terakhir dari Tuhan, maka cara
yang paling gampang untuk menghindari kesulitan-kesulitan ini adalah
meletakkan tuduhan bahwa isi Alkitab telah dikorupsikan oleh si
pemalsu.”

 

Namun
dilemma terbesar pada Quran adalah justru ketika Allah sendiri yang
meletakkan Taurat & Injil itu sebagai rujukan kebenaran bagi
Muhammad. Dengan demikian, sekali Alkitab dituduh palsu maka palsu
pulalah Quran itu dengan sendirinya!

 

Sesungguhnya,
untuk teman Muslim yang menuduh secara sembrono, “Alkitanmu Palsu,”
Anda dapat bertanya amat santai kepadanya: kapan dipalsu, dimana di
palsu, siapa pemalsu, siapa saksi, apa yang dipalsu, seperti apa yang
tidak dipalsu, dikemanakan yang tidak dipalsu, dst, dst….. dan tidak
satupun dapat mereka jawab dengan nyata. Semuanya hanya argument
siluman yang tidak berujud! Namun biarkanlah ia menjawab luhur
pertanyaan dasar, bagaimanakah sipemalsu itu dapat memalsu/menggantikan
Kalimat Penciptanya:

 

Akankah
Tuhan Yang Mahakuasa membiarkan orang kafir yang bejat dan najis untuk
mengotak-atik KitabNya serta mengubah kalimat/firmanNya yang kudus itu?

Akankah Tuhan
membiarkan seluruh FirmanNya dalam Taurat, Mazmur, Injil, dan Kitab
Nabi-nabi terhilang semuanya dan tidak tercari di dunia, namun masih
terjaga kekal dan mulia disisi Tuhan di surga?

 

Dan dapatkah manusia menghilangkan Kalimat Tuhan, sedang setan dan iblis pun tak mampu melakukannya?”

 

Sungguh,
Alkitab sejati tidak pernah gagal oleh ulah manusia, karena ia adalah
pernyataan dan Sabda Tuhan yang kekal. Berapa banyak Alkitab telah
dirusak, dinyatakan illegal, dibakar orang dan Negara. Berapa banyak
penyebar-penyebarnya telah dianiaya, dibunuh atau dibungkamkan
dipenjara. Tetapi Firman Tuhan yang kekal tidak bisa terbungkam, atau
dihilangkan seperti tuduhan sejumlah orang. Ringkas dan sederhana saja,
bilamana Firman Tuhan bisa hilang, maka kita bisa mencurigai bahwa itu
bukanlah Firman Tuhan yang baka, melainkan “kalimat manusia” yang fana
belaka.

Kitab Wahyu 14:6, Yesaya 40:8, dan 1 Petrus 1:25 mewahyukan kekekalan wahyu:

Dan padanya
(malaikat), ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka
yang diam diatas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan
kaum…”

 

Nabi Yesaya
dan Rasul Petrus sama berucap: “Rumput menjadi kering, dan bunga
menjadi layu, tetapi firman Tuhan kita tetap untuk selama-lamanya.”

 

Dan siapakah selain sang Kalimatullah sendiri, yang sanggup berkata sepenuh wibawa:

Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu” (Matius 24:35).

 

Sebagai
penutup, biarlah setiap teman Muslim tahu, bahwa Taurat dan Injil yang
terlalu sering didiskreditkan manusia ternyata mendapat pembelaan dari
Tuhan sendiri! Bukan kebetulan bahwa Tuhan sengaja mengistimewakan
kedua KitabNya ini dengan satu janji rezeki yang teramat eksklusif.
Janji mana hanya ditujukan bagi kaum yang menjalankan Taurat dan Injil,
tidak yang lain:

Dan sekiranya
mereka (kaum Ahli Kitab) sunguh-sungguh menjalankan Taurat dan Injil
dan apa yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka
akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.” (QS 5:66).

 

PARA PEMBACA YANG DIKASIHI TUHAN.

Kita sedih
melihat begitu kasat-mata, luas dan jauhnya salah paham yang terjadi
sesame umat beragama ketika kita-kita ini bermaksud mencari sebuah
kebenaran dari Tuhan.

 

Betapa lelahnya kita mencari-cari dalam kesia-sian. Mata
hati kita yang telah terpolusi tidak akan mampu menemuinya. Kultur dan
hakekat manusia yang memberontak dan jahat pada dasarnya, telah
membutakan pencaharian manusia akan kebenaran.
Dalam
Alkitab, kita-kita yang berdosa ini disebut orang-orang buta. Kita yang
buta ini tidak mampu mencari, kecuali membuka diri dan mengundang untuk
dicari! Kita perlu merendah-diri, perlu menanggalkan segala “cawat
daun” sambil membukakan pintu hati kita bagi Dia Yang Menebus kita dari
vonis-kematian. Sebab Yesus Al-Masih yang bangkit dari kematian itulah
yang mengalahkan MAUT.
Dialah yang mampu memberikan kepada Anda dan saya hidup, hidup yang berkelimpahan:

 

 

Lihat,
Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang
mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya
dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”

….Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Wahyu 3:20, Yohanes 10:10).

 

Sumber:
ISMAEL…, Saudaraku, Bincang-Bincang Tentang Tudingan dan Salah Paham,
Umar Tariqas, Reach Catalog, Jakarta, Cape Town. Penerbitan awal dengan
judul: :”Bagaimana Mengatasi Penolakan Muslim”, 2005, Fitrah Eden.

 

Roma 10:4-18

10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

10:5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”

10:6
Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: “Jangan katakan di dalam
hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?”, yaitu: untuk membawa Yesus turun,

10:7 atau: “Siapakah akan turun ke jurang maut?”, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.

10:8
Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam
mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

10:9
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan
percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara
orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

10:12
Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena,
Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua
orang yang berseru kepada-Nya.

10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana
mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang
Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang
memberitakan-Nya?

10:15
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?
Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa
kabar baik!”

10:16
Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri
berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?”

10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

10:18
Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka
telah mendengarnya: “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan
perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.