DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

DEDE WIJAYA BICARA POLITIK

Filed under: POLITIK — dedewijaya at 9:23 am on Tuesday, June 17, 2008

                           KWIK KIAN GIE FOR
PRESIDENT

Siapa
yg tidak kenal sosok beliau? Tokoh yang sangat Nasionalis ini layak
untuk diperhitungkan menjadi kandidat Calon Presiden Indonesia 2009,
Wacana ini telah lama berkembang bahkan ketika Pemilu 2004 lalu,
waktu itu ada kelompok-kelompok masyarakat yg ingin mencalonkan Kwik
Kian Gie sebagai Calon Presiden Independen. namun UU belum
memperbolehkan hal ini.

Kwik
lahir di Juwana, Jawa Tengah, 11 Januari 1935. Sebentar di Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia, kemudian putra seorang pengusaha hasil
bumi bernama The Kwie Kie ini, berangkat kuliah ke Nederlandsche
Economische Hogeschool, Rotterdam, Belanda. Di sana pula ia bertemu
dengan Dirkje Johanna de Widt, gadis Rotterdam yang kemudian menjadi
isterinya. Dua dari tiga anaknya juga lahir di kota itu.

Lulus
dari Nederlandsche Economische Hogeschool pada 1963, ia tidak
langsung pulang ke Indonesia, tetapi bekerja dulu sebagai asisten
atase kebudayaan dan penerangan pada Kedutaan Besar RI di Den Haag.
Namun pekerjaan itu hanya dilakoninya setahun. Selanjutnya, ia
menjadi direktur NV Handelsonderneming IPILO, Amsterdam. Tahun 1970
ia kembali ke tanah air, dan sempat menganggur pula selama setahun
sebelum akhirnya terjun ke dunia bisnis dan mendirikan PT Indonesian
Financing & Investment Company. Ia sempat pula menjadi pimpinan
beberapa perusahaan lainnya.

KWIK KIAN GIE
Dunia
bisnis kemudian ditinggalkan pada 1987, meskipun sampai tahun 1990
namanya masih tercatat sebagai direktur utama PT Altron Niagatama
Nusa. "Saya sudah punya cukup uang untuk membiayai semua yang
saya inginkan," katanya suatu kali kepada Matra. Ia pun
terjun total ke dunia politik dan pendidikan. Untuk dunia pendidikan,
bersama dua kawannya, Kaharudin Ongko dan Djoenaedi Joesoef, ia
mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Institut Bisnis Indonesia
(STIE IBII). Di lembaga itu ia duduk dalam jajaran dewan direktur.

Untuk
politik, ia bergabung dengan PDI pro Megawati. Di sana ia duduk di
Badan Penelitian dan Pengambangan (Balitbang), sekaligus menjadi
salah satu Ketua DPP. Meskipun kemudian Mega disingkirkan oleh
pemerintah dari PDI, ia tetap konsisten membela dan mendukung Mega.
Menurut Kwik, kemanusiaan Mega sangat tinggi. "Kemanusiaannya
besar sekali, sehingga Mega tidak bisa melihat darah mengalir,
kerusuhan atau kematian. Dia terus menerus berpesan agar anggota PDI
menjaga diri dan menghindari kerusuhan," katanya suatu kali.

Ia
menambahkan, bahwa Mega itu manusia yang mirip Bung Karno, "dan
logisnya luar biasa". Ia hidup untuk melayani orang lain. Itu
tak lain karena Mega dilahirkan dalam keadaan untuk melayani orang
lain. "Jadi kalau dia peduli terhadap kehidupan bangsa ini, itu
bukan dibuat-buat, bukan agar dia menjadi orang berpangkat atau orang
penting," tambah Kwik kepada majalah di atas.

Keadaan
memang berubah, reformasi datang, dan PDI Megawati — kemudian
bernama PDI Perjuangan — diperbolehkan menjadi salah satu partai
politik. Selanjutnya, penulis masalah-masalah ekonomi yang sangat
produktif ini pun naik ke Senayan sebagai anggota DPR. Di sana, ia
pun dipercaya menjadi Wakil Ketua MPR, sebelum kemudian diangkat Gus
Dur sebagai Menko Ekuin.

(Baca
juga:http://forum.detik.com/showthread.php?t=38916
http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/k/kwik-kian-gie/index.shtml,
http://www.tempo.co.id/harian/profil/prof-kwikiangie.html)

Simak kesan seorang warga masyarakat tentang sosok Pak Kwik:

Pak Kwik, tokoh yang tidak malu menggunakan nama kebesaran Tiong Hoanya
adalah sosok yang vokal, keras, bersih, jujur tetapi hidup dalam
lingkaran orang-orang yang Dia sendiri menganggapnya busuk. Bagaikan
seorang Nabi, Dia berusaha “menyadarkan” orang-orang busuk bahwa jalan
mereka itu salah. Kita semua tidak tahu apa yang ada di benak Kwik.
Apakah Dia benar-benar ber-amar ma’ruf nahi munkar atau hanya sok
idealis? Yang jelas apa yang kita lihat sekarang secara kasat mata, Dia
melakukan perbuatan yang benar dengan mengingatkan orang yang salah.
Kita memang butuh orang-orang seperti Pak Kwik untuk membangun bangsa
ini.

Sebagian
masyarakat Indonesia yg tahu betul sepak terjang Kwik Kian Gie sejak
zaman Presiden Soeharto, pasti tahu apa saja yg sudah dilakukan Kwik
Kian Gie yg selalu getol bersuara meski harus berhadapan dengan
kondisi Pemerintahan saat itu yg penuh dengan budaya KKN.
Pengalamannya dibidang Ekonomi yang Pro Rakyat dan bidang Politik
tidak perlu diragukan lagi. Kecintaan dan Nasionalisme-nya siapa yang
bisa meragukannya.

Diantara
para nasionalis seperti Amien Rais, Megawati, Akbar Tandjung, dll,
nama Kwik Kian Gie termasuk harum dan disegani baik oleh teman-teman
Politik antar partai maupun oleh musuh-musuh politik PDI Perjuangan
dimana Kwik duduk sebagai  Balibtbang PDIP. Tampaknya sosok
Beliau yang berdarah Tionghoa-Indonesia yang mengecap Pendidikan di
Belanda ini memang layak disandingkan dan disamakan dengan
tokoh-tokoh nasional seperti Akbar Tandjung, Amien Rais, SBY,
Megawati, Jusuf Kalla, dll.

Dalam
beberapa buku yang ditulis dari kalangan Muslim, memunculkan wacana
mengenai Presiden Indonesia yang bukan dari Islam. Tampak wacana ini
diusung untuk memberi kesempatan yang sama bagi semua orang Indonesia
tidak memusingkan Suku Bangsa (Jawa-Non Jawa), Agama
(Islam-Kristen-Budha,dll), dan lain sebagainya. Menurut hemat
penulis, memang sudah seharusnya  kita sebagai Warga Negara
Indonesia melihat sosok seseorang bukan dari latar belakang yang
bersifat SARA namun lebih pada melihat tokoh atau sosok itu dari
Track Record dan Kapabilitas Beliau sebagai seorang Pemimpin dan
Negarawan Sejati. Sosok Nasionalis selalu lebih disukai daripada yang
bersifat Agamis dalam negara yang Ber-bhinneka Tunggal Ika ini dalam
wadah NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Bahkan
Kwik ketika harus berhadapan dengan para "konglomerat hitam"
yang beberapa diantaranya adalah keturunan Tionghoa, Beliau tetap
lebih mementingkan kepentingan Rakyat Indonesia dan bahkan cenderung
membenci semua konglomerat hitam yang jelas tidak perlu dikasihani
oleh negara.

Tampaknya
sosok Beliau yang berani mati demi sebuah ideologi dan misi membela
kepentingan Rakyat Indonesia, patutlah mendapat acungan jempol dan
penghargaan.

Menjelang
PEMILU 2004, nama Beliau sempat diusung menjadi calon Presiden, dan
bahkan beberapa Capres saat itu memperhitungkan beliau untuk
disandingkan menjadi Calon Wakil Presiden.

Pengalaman
Beliau ddalam berorganisasi tidak perlu diragukan lagi, sejak
bergabung di PDI Perjuangan dalam masa-masa yang berat saat Orde
Baru, Beliau siap mati demi membela kepentingan Nasional dan PDI
Perjuangan dibawah kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri. Tampaknya
kesetiaan beliau kepada Ibu Megawati dan PDI Perjuangan juga tidak
lepas dari kekaguman Beliau akan sosok Ir. Soekarno, sang Penyambung
Lidah Rakyat.

Masih
ingat dengan Kaukus November yg beliau Prakarsai sejak 1998? Beliau
bukan hanya berhasil mengggagas namun juga mewujudkan dan mengajak
para nasionalis yg cinta bangsa dan negara untuk perhatian kepada
masalah-masalah utama bangsa ini.

Kwik,
Tokoh Tionghoa yang "paling nasionalis" ini juga aktif
dalam membela BUMN-BUMN dari kekuasaan Pihak Asing yang ingin
menggerogoti Kekayaan Negara Indonesia yang tiada tara sebagai Berkat
Yang Maha Kuasa.

Apalagi
yang mau saya katakan tentang Beliau? Salah satu tokoh nasionalis
yang mempengaruhi hidup saya adalah Kwik Kian Gie, selain tentunya
Soekarno, dll. Tentunya Track Record beliau di PDIP dan Pemerintahan
semasa menjabat Menteri patut mendapat perhitungan dan penilaian yang
serius dari masyarakat Indonesia.

Jadi,
adakah anda dan saya mau mendukung Kwik Kian Gie for President 2009?
Mari wujudkan Calon Independent, mari wujudkan Mimpi jadi Kenyataan.

Bagi
penulis, sosok Kwik Kian Gie bagaikan sosok yang memberi warna
berbeda dan menyegarkan ditengah situasi bangsa dan negara yang
sering disebut Carut-Marut. Dan tampaknya, Beliau Layak
diperbincangkan dan terus diwacanakan sebagai salah satu calon
Presiden Independen selain tokoh-tokoh seperti Akbar Tandjung, SBY,
Jusuf Kalla, Megawati, Amien Rais, Bang Yos, Prabowo Subianto,
Wiranto, dll.

Baca di: www.kabarindonesia.com

 



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.