DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

Berita dari Way of Life Ministry

Filed under: News — dedewijaya at 7:06 pm on Sunday, August 31, 2008

PENCURAHAN DI LAKELAND BERHENTI KARENA SKANDAL PANTEKOSTA LAINNYA
Todd
Bentley belakangan ini mencuat sebagai nama yang terkenal di kalangan
Pantekosta-Kharisma tik, karena KKR-KKR yang ia lakukan di Lakeland,
dan klaim-klaim penyembuhan yang terjadi. Bahkan ada yang menubuatkan
bahwa KKR penyembuhan Todd Bentley di Lakeland, Florida, adalah
permulaan kebangkitan rohani untuk seluruh negeri, dan bahwa kota-kota
akan "berhenti." Faktanya, justru Pencurahan Lakeland yang berhenti
setelah Bentley mengumumkan bahwa ia cerai dengan istrinya ("Todd
Bentley, Wife Separating," Charisma, 12 Agus.2008). Seminggu kemudian
diberitakan lebih lanjut bahwa Bentley mundur sebagai kepala dari Fresh
Fire Ministries, setelah pelayanan itu membongkar bahwa ia memiliki
"hubungan yang tidak sehat" dengan seorang staf wanita ("Bentley
Stepping Down," OneNewsNow, 19 Agus. 2008). Kebaktian-kebaktian di
Lakeland mulai tanggal 12 April 2008, di Ignite Church, dan terus
berlanjut tiap malam di berbagai tempat selama lebih dari tiga bulan,
sambil Bentley terus membagikan `obatnya’ dengan cara memukul orang d
dahi, mendorong mereka, melemparkan Roh Kudus, berteriak-teriak "blah,
blah, blah, blah," berseru-seru, "Ayo datang dan dapatkanlah, " sambil
sempoyongan seperti orang mabuk. Dia sudah pernah menendang seorang
wanita muda di wajah, memukulkan kaki seorang wanita yang lumpuh ke
atas panggung, mendengkul perut seorang lelaki, dan juga memukul lelaki
lainnya sedemikian keras sehingga satu giginya copot. Teman, Allah
telah memberikan kita instruksi yang jelas dalam Alkitab tentang
penyembuhan, dan Yakobus 5 tidak menyuruh kita untuk menjadi liar dalam
sebuah "KKR penyembuhan. " Kami percaya ada kesembuhan ilahi hari ini,
tetapi tidak ada orang yang diberikan kuasa untuk menyembuhkan. Itu
semua adalah palsu.

TAMBAHAN LAGI KEKACAUAN KHARISMATIK
Buku kami (Dr. Cloud) yang berjudul The Pentecostal- Charismatic Movements
mendokumentasikan 100 tahun kekacauan dalam gerakan Pantekosta. Jadi,
kasus yang berikut ini bukanlah barang baru, walaupun memang tetap saja
sesuatu yang kacau dan aneh. Michael Guglielmucci, dari denominasi
Sidang Jemaat Allah di Australia, baru-baru ini mengakui bahwa ia telah
berbohong dengan mengatakan bahwa dia terserang kanker stadium akhir.
Dia bahkan merekam sebuah lagu yang berjudul "The Healer" yang segera
menjadi hit dan masuk dalam album Hillsong yang terbaru. Dalam salah
satu performans yang menarik sepertiga juga hit di YouTube, ia
bernyanyi dengan memakai selang oksigen di hidungnya! Ia mengklaim
bahwa Allah memberikan dia lagu tersebut setelah ia mengetahui ia
mengidap "sejenis kanker yang agresif." Guglielmucci adalah mantan
gembala sidang dari salah satu gereja pemuda terbesar di Australia,
yang disebut Planetshakers. Orang tuanya adalah pendiri Sidang Jemaat
Allah di Reynella. Hillsong adalah pelayanan dari Hillsong Church di
Sydney, gereja terbesar di Australia dan juga sangat prominen dalam
bidang "penyembahan" kontemporer. Brian Houston, yang menggembalakan
gereja ini bersama dengan istrinya, adalah kepala dari AOG di Australia
(yang telah diubah namanya menjadi Australian Christian Churches). AOG
kini berjanji untuk mengembalikan uang yang telah dikumpulkan karena
kebohongan Guglielmucci. Kami telah mendokumentasikan banyak
penyembuhan Pantekosta yang palsu, tetapi inilah kali pertama kami
menemui penyakit Pantekosta yang palsu!

60 TAHUN KESESATAN WORLD COUNCIL OF CHURCHES (WCC)
World
Council of Churches (WCC) didirikan 60 tahun yang lalu, pada tanggal 23
Agustus 1948. Saat ini, organisasi yang berbasis di Jenewa tersebut
memiliki 349 denominasi dan organisasi yang menjadi anggotanya, yang
katanya mewakili 560 juta orang Kristen di seluruh dunia (Tentunya akan
sangat menarik untuk melakukan survei atas "orang-orang Kristen" ini
dan menanyakan kepada mereka pertanyaan sederhana, seperti "Sudah anda
lahir baru?") WCC sering menampilkan wajah yang berubah-ubah,
tergantung pada situasinya. Kadang-kadang ia mencoba untuk tampil lebih
"Injili" dalam hal-hal theologis, tetapi lebih sering wajahnya yang
liberal muncul. Barangkali tidak ada bentuk kesesatan yang tidak
terwakilkan dalam konteks WCC. Jelas organisasi ini sangat tidak
alkitabiah. Sebagai contoh, Konferensi "Reimaging" yang disponsori oleh
WCC di Minneapolis tahun 1993, menampilkan sekumpulan penyesat hebat
sebagai pembicara. Delores Williams mengatakan, "Saya rasa kita tidak
memerlukan orang-orang yang bergelantungan di atas salib dan darah yang
menetes-netes dan hal-hal aneh lainnya….kita hanya perlu mendengarkan
Allah yang ada dalam diri kita." Virginia Mollenkott mengatakan, "Saya
tidak dapat lagi menyembah dalam sebuah konteks theologi yang
menggambarkan Allah sebagai orang tua yang kasar [mengacu pada kematian
Kristus di atas kayu salib] dan Yesus adalah anak yang taat dan penuh
percaya." Chung Hyung Kyung mengatakan, "perut saya adalah perut Budha,
jantung saya jantung Budha, otak kanan saya adalah otak Konfusius, dan
otak kiri saya adalah otak Kristen." Chung mengajak para hadirin untuk
meminta energi kehidupan dari pohon-pohon, dan mengatakan, "Alkitab
pada dasarnya adalah kitab yang terbuka, dan saya ingin menambahkan
pasal berikutnya." Konferensi itu menyambut dengan gegap gempita 100
wanita homoseksual yang berkumpul di atas mimbar untuk "merayakan
mujizat menjadi seorang lesbian, yang terbuka, dan sekaligus Kristen."
Para hadirinnya menyembah "Sophia, dewi penciptaan," dan Aruna
Gnanadason mengundang semuanya untuk menaruh titik merah Hindu di dahi
mereka untuk "mewakili hal yang ilahi" dalam diri mereka. Untuk
menemukan dokumentasi dan kutipan-kutipan dan bukti-bukti akan semua
ini, silakan cek di http://www.wayoflif e.org/fbns/ wcc.html.

BILL GAITHER MENGATAKAN BAHWA MENGHAKIMI SELALU SALAH
Dalam
sebuah wawancara dengan Kim Jones dari About.com, "Mr. Southern Gospel"
Bill Gaither mengatakan bahwa menghakimi adalah hal yang selalu salah.
Ia menyatakan, "Menunjuk orang lain, tidak pernah, menurut saya,
berasal dari Allah. Karena saya tahu bahwa Kitab Suci, "Penghakiman
adalah hakKu, firman Tuhan." Ketika kita tidak lagi bergerak dalam
bisnis menghakimi, tetapi beralih ke bisnis menjadi, yaitu menjadi apa
yang Allah inginkan bagi kita, maka segalanya akan beres sendiri. Saya
juga sudah capek menunjuk-nunjuk orang" ("An Interview with Gospel
Great Bill Gaither," About.com, 6 Des. 2004). Kebodohan Alkitab pada
tingkat seperti ini sungguh mengagetkan, apalagi jika kita mengingat
besarnya pengaruh yang Gaither miliki di kalangan jemaat zaman ini.
Pertama-tama, Alkitab sama sekali tidak ada berkata, "Penghakiman
adalah hakKu, firman Tuhan." Yang dikatakan oleh Alkitab adalah:
"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut
pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada
tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut
pembalasan, firman Tuhan" (Rom. 12:19). Orang percaya diajar untuk
membiarkan Allah yang membalas  dan tidak bertindak sendiri membalas
musuh-musuhnya, karena pembalasan adalah urusan Allah. Tetapi, di pihak
lain, walaupun orang percaya tidak boleh menghakimi secara munafik
(Mat. 7:1-5) dan dilarang untuk menghakimi hal-hal yang tidak
dinyatakan dalam Alkitab untuk zaman ini, seperti masalah makanan dan
hari-hari khusus (Rom. 14:1-5; Kol. 2:16), ia dengan jelas diajarkan
untuk menghakimi banyak hal dengan cara mengujinya dengan Firman Allah
dan menyatakan kesalahannya jika memang hal itu salah. Orang percaya
harus menghakimi dosa dalam jemaat (1 Kor. 5:12). Ia harus menghakimi
khotbah maupun pengajaran (1 Kor. 14:29; Kis. 17:11). Ia harus
menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuah (Ef.
5:11). Bahkan, faktanya Alkitab mengatakan bahwa "manusia rohani
menilai segala sesuatu" (1 Kor. 2:15) [editor: kata "menilai" dengan
"menghakimi" dalam bahasa Yunani adalah sama]. Ini adalah pernyataan
yang sangat luas. Manusi rohani tahu bahwa ia hidup di dunia yang gelap
secara rohani dan penuh kesesatan dan ia diperingatkan berulang kali
dalam Alkitab tentang pengajaran sesat, kemurtadan, dan penipuan
rohani. Sehingga, ia dengan berhati-hati menguji segala sesuatu dengan
terang Firman Allah. Manusia rohani tidak menghakimi berdasarkan
pemikiran dan pendapatnya sendiri, tetapi dengan Firman Allah, yang ia
miliki dalam Alkitab.

dedewijaya.blogspot.com

Berita Way of Life Ministry

Filed under: News — dedewijaya at 12:46 am on Saturday, August 23, 2008

GEREJA-GEREJA YANG SENSITIF TERHADAP PARA PENCARI MENGHASILKAN PETOBAT-PETOBAT PALSU
Gereja Komunitas Granger, yang terletak di Granger, negara bagian Indiana, adalah salah satu gereja “sensitif pencari” yang paling menonjol. Tahun lalu, Laporan Gereja mendaftarkan gereja ini sebagai salah satu dari 50 gereja paling berpengaruh di Amerika. Filosofi mereka adalah untuk menjadikan Injil “relevan” terhadap kultur dan menggunakan kultur pop untuk menarik orang ramai, dan mereka sungguh hebat dalam hal ini. Mereka menggunakan musik Beatles untuk tema Natal 2007 mereka, yang lalu diiklankan sebagai berikut: “Jadilah…. Natal – Sebuah Kisah yang Diceritakan oleh Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Paulus, George dan Ringo.” Website gereja itu mendeskripsikan pertemuan Minggu sore pemuda mereka sebagai berikut: “Bayangkan memasuki sebuah ruangan besar, lantainya bergetar dengan irama musik rock. Lampu-lampu berwarna menerobos kabut yang keluar dari mesin. Panggungnya kosong, untuk sementara ini…..Jika anda seorang remaja, kemungkinan besar anda menjauhi gereja seolah-olah penyakit menular. Membosankan. Tidak relevan. Dan musiknya…. ya, jujur saja….payah. Jadi, apa lagi yang kami tawarkan selain lingkungan yang unik? Berikut ini sebagian kecil saja: musik yang kamu suka – live dan keras; pemimpin-pemimpin yang berbicara dengan anda, BUKAN PADA ANDA (atau lebih parah lagi, mengkhotbahi anda) – mengenai isu-isu sulit yang kamu jumpai setiap hari; acara-acara ekstrakurikuler yang liar…” Gereja Granger juga ikut serta dalam gerakan “seks hebat.” Kampanye mereka yang berjudul “Kehidupan Seks Saya yang Payah,” memunculkan sebuah iklan di papan besar dengan gambar dua pasang kaki yang berdempetan dalam susunan yang sangat provokatif. Mereka juga mengiklankan judul-judul khotbah mereka seperti “Seks Terhebat yang Anda Akan Pernah Alami.” Gereja ini telah menarik banyak sekali orang dengan filosofi mereka yang “relevan,” tetapi bagaimanakah kondisi rohani jemaat itu sebenarnya? Kami selalu mengatakan bahwa “dengan cara apa anda memenangkan orang, maka anda memenangkannya kepada kondisi yang demikian juga,” dan survei yang dilaksanakan oleh Granger sendiri membuktikan hal ini. Survei gereja tersebut menyingkapkan bahwa 47% orang yang hadir tidak percaya bahwa keselamatan adalah melalui kasih karunia; 57% tidak percaya pada otoritas absolut Alkitab; dan 56% tidak percaya Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan kepada hidup yang kekal (Christian Research Net, 14 Agustus, 2008).

AYAH MUSLIM MEMBAKAR PUTRINYA HINGGA MATI KARENA IMAN PUTRI TERSEBUT KEPADA KRISTUS
Berikut ini disadur dari “Muslim Father Kills Daughter for Converting to Christianity, ” International Christian Concern, 13 Agustus 2008: “Seorang lelaki Saudi Arabia memotong lidah putrinya dan membakar dia hingga mati setelah menemukan bahwa ia telah bertobat masuk Kristen. Anak perempuan itu mengenal Yesus Kristus melalui internet, menurut Gulf News. Ayahnya mengetahui tentang pertobatannya dan membunuhnya “setelah suatu debat yang panas tentang agama,” menurut sumber. Orang itu kini sedang ditahan. Tidak ada indikasi mengenai identitas sang pembunuh ataupun tanggal kejadian kejahatan kecuali bahwa “pembunuhan itu terjadi baru-baru ini.” Sang pembunuh bekerja untuk mutaween (Komisi Promosi Kebaikan dan Pencegahan Kejahatan), sebuah cabang pemerintah yang memaksakan kemurnian agamawi dan adalah alat penganiayaan terhadap orang Kristen di Saudi Arabia….Para pegawai Saudi Arabia sedang menggunakan kekayaan minyak mereka yang besar untuk mengekspor Wahabbisme (bentuk Islam yang paling tidak toleran) ke negara-negera lain….Dalam sebuah pernyataan pres baru-baru ini mengenai sebuah sekolah pemerintah Saudi Arabia di Virginia Utara, Komisi Amereka Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional mengindikasikan, bahwa menurut buku teks di sekolah tersebut, `seorang Muslim diperbolehkan untuk membunuh seorang yang murtad (seorang yang keluar dari Islam).’ Dari Etiopia hingga Indonesia, uang minyak Arab Saudi digunakan untuk menjalankan pembunuhan atas orang-orang Kristen dan penghancuran properti mereka.” “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu”

ALKITAB KATOLIK YANG BARU MEMASUKKAN KUTIPAN-KUTIPAN DARI KITAB HINDU
Alkitab Komunitas Baru (New Community Bible), yang diterbitkan oleh Gereja Katolik di India, memasukkan ayat-ayat dari Kitab “Suci” Hindu dan juga kutipan-kutipan dari aktivis Hindu, Mahatma Gandhi (”New Indian Bible Draws Fire,” Christian Post, 11 Agustus 2008). Hal ini disetujui oleh Konferensi Bishop-Bishop Katolik di India, dan Alkitab ini diterbitkan oleh Society of St. Paul. Alkitab baru ini telah terjual 15000 eksemplar dalam 10 hari peluncurannya. Gereja Katolik di India telah melakukan sinkretisme yang mendalam dengan Hinduisme selama 50 tahun terakhir. Sebagian imam Katolik bahkan telah meniru kebiasan orang sucinya Hindu, dengan cara memakai jubah oranye, ikut vegetarianisme, bermeditasi dengan gaya yoga, hidup dalam ashram, dll. Kami mendokumentasikan semua ini dalam buku baru: Contemplative Mysticism: A Powerful Ecumenical Bond, yang dapat dibeli dari Way of Life Literature.

ARCHBISHOP CANTERBURY MENDUKUNG HUBUNGAN HOMOSEKSUAL YANG “SETIA.”
Rowan Williams, seorang Archbishop di Canterbury, percaya bahwa hubungan homoseksual yang “setia” tidaklah dilarang dalam Kitab Suci dan dapat “merefleksikan kasih Allah” dengan cara yang mirip pernikahan. Inilah yang ia nyatakan dalam percakapan dengan seorang psikologis delapan tahun yang lalu (”Rowan Williams,” Times of London, 7 Agustus 2008). Williams mengatakan bahwa ia mencapai kesimpulan ini ketika ia masih menjabat Dekan dari Clare College, Cambridge, tahun 1980an. Ia pertama kali mempublikasikkan dalam sebuah tulisan di tahun 1989 yang berjudul “Kasih Karunia Tubuh.” Faktanya, Alkitab dengan terang menyatakan bahwa hubungan seksual apapun di luar pernikahan adalah dosa (Ibrani 13:4), dan pernikahan selalu didefinisikan sebagai persatuan seorang laki-laki dengan seorang perempuan.

WASPADA : Kripik Setan

Filed under: News — dedewijaya at 2:56 am on Friday, August 22, 2008

Beberapa hari yang lalu, sales kami membawa produk yang namanya “kripik setan”. DInamakan demikian oleh karena rasanya yang luar biasa pedas. Harganya? Murah meriah. Dua ratus perak sanggup bikin elo yang paling tabah sekalipun “nangis” sesenggukan.

Gua sendiri mencoba satu bungkus. Rasanya hebat, gurih, wangi dan lezat. Tapi setelah satu bungkus habis, saya perlu minum 1,5 liter aqua untuk menghilangkan rasa pedas yang luar biasa. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, saya harus berhenti dua kali di jalan untuk pipis.

Iseng-iseng, produk tersebut kami berikan kepada R&D perusahaan kami. Ini dikarenakan timbulnya kecurigaan di hati kami terhadap produk ini. Harganya cuma 200 perak, tapi saat ini harga cabe luar biasa mahal. Terakhir kali beli cabe, pembantu saya hanya dapat dua butir rawit untuk uang Rp200. Sadis ga sih?

Hasilnya…. . luar biasa. Ternyata rasa pedas dari keripik tersebut diperoleh lebih banyak dari…….balsem gosok. Hiiii….balsem obat gosok tersebut, diolah menjadi makanan.

Produk kripset ini lagi beken banget di daerah Bogor dan Depok.

Guys, masih banyak lagi makanan-makanan ajaib di luar sana. Sekedar gambaran, mungkin teman-teman pernah bertemu produk chiki-chiki dengan merek ga jelas, dijual murah banget (gopek kebawah). Kami pernah bertanya-tanya, bagaimana mungkin bisa memperoduksi barang semurah itu. Hampir mustahil. Untuk itu kami mendatangi beberapa perusahaan sejenis yang masuk kategori kecil/industri rumah tangga.

Nah ini yang kami temukan. Untuk mengaduk material utama dengan bumbu, supaya bisa merata, diperlukan mesin yang namanya molen. Mesin ini cara kerjanya hampir mirip dengan mesin molen buat ngaduk semen.

Kedalam mesin ini, material utama dimasukkan bersama bumbu terus di aduk merata. Pada pelaksanaannya, bisa dipastikan TIDAK MUNGKIN meniadakan produk terbuang. Karena, pada saat di putar, pasti sejumlah material akan terlempar keluar. Ini tidak bisa dihindari. Inilah yang membuat produk tersebut menjadi mahal. Nah….untuk produsen ecek-ecek (produsen kecil/home industry), materi sisa yang tercecer di lantai tersebut disapu lalu dimasukkan kembali ke dalam molen. Nah…barang yang seperti itulah yang dibeli oleh anak-anak kita di kantin sekolah.

Sadis. Ini kisah nyata lho. Bukan mau menjelek-jelekan home industry, tapi hanya ingin membuat teman-teman sekalian berhati-hati dengan produk makanan yang sangat murah. Bahkan makanan seperti itu ikut serta mencetak ijin Depkes di kemasannya. Ga tahu ijin boong-boongan atau emang asli. (by Constantine M. Chandra).

Silahkan forward kepada orang lain supaya mereka tahu dan ikut berhati-hati.

DANIEL: Bersikap terhadap Pemerintah

Filed under: News — dedewijaya at 1:48 am on Wednesday, August 20, 2008

Tiap-tiap orang harus
takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah,
yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada,
ditetapkan oleh Allah. (Roma 13:1)

Dirgahayu RI pada 17
Agustus 2008 tepat jatuh pada hari Minggu, dalam Ibadah Kebaktian
Umum GKKK dinyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai peringatan HUT RI
ke-63 dan sebagai wujud kecintaan kepada NKRI. Pdt. Hendra Arifin
dalam khotbahnya dari Kitab Daniel 1 menjelaskan bahwa Daniel dan
ketiga temannya Sadrakh, Mesakh dan Abednego bagaikan Para Domba yang
diutus dan  berada di tengah-tengah serigala (Pemerintahan Babel).
Namun TUHAN memberi mereka Hikmat dalam berbagai tantangan yang
mereka harus hadapi. Mereka Cerdik seperti Ular dan tulus seperti
Merpati. Sambil mengingatkan agar kita lebih TAKUT kepada TUHAN
daripada harus melanggar PERINTAH TUHAN untuk Taat pada perintah
Manusia, kita harus berpikir rasional dalam suasana Damai.

Nah,
Peran apakah yang dapat dilakukan Orang Kristen dalam kehidupan
Berbangsa dan
Bernegara? Apa Mandat Tuhan
bagi kita semua?

  1. Mandat
    Membangun

Orang
Kristen harus ikut serta dan berperan aktif dalam tugas pembangunan
yang tentunya juga memperhatikan kelestarian lingkungan Hidup dan
kelangsungan SDA bagi generasi mendatang. Pembangunan berwawasan
lingkungan.

  1. Mandat Pembaharuan,

Pemerintah haruslah takut
kepada TUHAN. Dalam Amsal 14:31, kita diingatkan, “Siapa menindas
orang yang lemah, menghina Penciptanya,“ sebab kita dicipta menurut
Gambar dan Rupa TUHAN (Peta dan Teladan TUHAN). Nah, umat Kristen
harus aktif dalam melakukan Pembaharuan/Reformasi menuju Indonesia
yang maju dan sejahtera.

Orang
Kristen dalam sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara turut andil
dalam mempengaruhi jalannya sejarah Indonesia. P
residen
SBY pernah mengeluh dan menyatakan keheranannya mengapa Bangsa yang
Agamis, namun sangat ironis, malah Korupsinya begitu mewabah dan
menggila?

Pdt. Hendra
Arifin yang hidup dalam tiga masa, yaitu Masa ORLA (Orde
Lama-Sukarno), ORBA (Orde Baru-Suharto) dan Orde Reformasi hingga
saat ini, menceritakan sekelumit sejarah peran serta orang Kristen
yang pernah menduduki jabatan penting dan berperan penting dalam
Pendirian dan Pembangunan NKRI dari waktu ke waktu.

Tanpa
bermaksud mendukung partai dan tokoh manapun dan menghakimi siapapun,
Pdt Hendra Arifin memuji Pemerintahan SBY salah satunya dalam hal
keseriusan Pemberantasan Korupsi di NKRI. Hal baik ini perlu terus
dilakukan pada pemerintahan mendatang, siapapun Presidennya.

Mari, kita
satukan tekad, menjalankan mandat membangun dan mandat pembaharuan
dari TUHAN bagi kemajuan bangsa dan negara Tercinta, INDONESIA!
MERDEKA!

KEBENARAN ABSOLUT, Apa dan Siapa?

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 12:48 am on Monday, August 18, 2008


<!–
@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
A:link { color: #0000ff }
–>

Dialah
yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa
dengan
kebenaran.
(MAZMUR 9:9)

Ada 305
ayat berisi kata “KEBENARAN” dalam ALKITAB, beberapa diantaranya:

Tunjukkanlah kepadaku
jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu;
bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.

Kebenaran
meninggikan derajat
bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

Jadi
jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup
sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang
penopang dan dasar
kebenaran.

Pertama-tama
aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan
syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar,
agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan
kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada
Allah,
Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan
dan memperoleh pengetahuan akan
kebenaran.
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara
Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah
menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu
kesaksian pada waktu yang ditentukan.

Yohanes
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu
Roh
Kebenaran,
 Ia
akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan
berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang
didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan
kepadamu hal-hal yang akan datang.

Kuduskanlah
mereka dalam
kebenaran;
firman-Mu adalah kebenaran.

Ia sendiri telah memikul
dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah
mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran.
Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Tetapi sekalipun kamu harus
menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab
itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah
gentar. Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan
semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh
dalam kebenaran yang telah kamu
terima.

Banyak orang akan
mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena
mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. Karena itu bagi mereka
adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan
Kebenaran
dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari
perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.

Yeremia
9:24
tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah
karena yang berikut: bahwa
ia
memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih
setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai,
demikianlah firman TUHAN."

Bagiku tidak ada sukacita
yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup
dalam kebenaran.
Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak
mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya
dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal
dari kebenaran.

Jika kita
berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri
dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

KEBENARAN
adalah suatu yang layak untuk kita cari bahkan
kita kejar. Berbahagialah setiap orang yang mendapatkannya, karena ia
akan memimpin kita kepada hidup yang kekal serta memberi kita
petunjuk tentang hidup bijaksana di dunia.
Orang yang berhikmat
menyukai kebenaran, dan kebenaran pun menyukai orang yang berhikmat.

Raja
Daud berkata: “Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah
aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau
kunanti-nantikan sepanjang hari.”

Namun dimanakah kebenaran
sehingga kita bisa mencarinya, serta bagaimana cara kita
mendapatkannya? Tuhan YESUS (Ibrani
Yesus=YAH-Shua=YHWH Yang
Menyelamatkan
) berkata, “Akulah
jalan dan kebenaran dan hidup…
” Ya, YHWH
(Nama Diri Sang Kebenaran) sendirilah Kebenaran,
sedangkan
di dunia ini tidak ada yang Kebenaran, bahkan tidak ada satu orang
pun yang BENAR.

seperti
ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak”

Karena
semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah

(Roma 3:10,23).

Kalau begitu berarti
ada-tidaknya kebenaran di dunia ini sangat bergantung pada
ada-tidaknya wahyu dari YHWH. Ketika YHWH mewahyukan diriNya, maka
itulah kebenaran, bahkan kebenaran yang mutlak atau
absolut.

Siapa mengejar
kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan
kehormatan. Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga
dengan hikmat, didikan dan pengertian.

Kini kebenaran dari YHWH
(Dibaca: YAHWEH, Keluaran 3:15, Mazmur 135:13) ada di tengah-tengah
kita. Yang merindukannya dipersilahkan mencarinya. Caranya ialah
dengan menggunakan akal budi yang diberikan YAHWEH. Berpikir,
berusaha memahami, bahkan berargumentasi untuk mencapainya. Jangan
sekali-kali memakai otot, kekerasan, kekuasaan, intimidasi, karena
justru akan menjauhkan kita dari KEBENARAN.

Anak-anakku, janganlah
membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat
kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; Jikalau
kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap
orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

Rasul Paulus berkata
kepada Anak Rohaninya, Pemuda bernama Timotius, dalam

II Timotius 3:14-17,
EMPAT FUNGSI ALKITAB:

3:14 Tetapi hendaklah
engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan
yakini
, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya
kepadamu.

3:15 Ingatlah juga bahwa
sejak kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi
hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan melalui iman
kepada Kristus Yesus.

3:16 Seluruh Kitab
Suci (PASA GRAPHE THEOPNEUSTOS) diilhamkan Allah (THEOS)
dan
bermanfaat untuk mengajar
(DOCTRINE)
, untuk menyatakan
kesalahan (REPROOF)
, untuk
memperbaiki kelakuan
(CORRECTION)
dan untuk
mendidik orang dalam
kebenaran (INSTRUCTION IN RIGHTEOUSNESS).

3:17 Dengan demikian
tiap-tiap manusia kepunyaan Allah (THEOS) diperlengkapi untuk
setiap perbuatan baik.

Kalau kita percaya
bahwa Kebenaran Alkitab adalah kebenaran absolut maka berarti kita
percaya bahwa Alkitab hanya mengajarkan SATU KEBENARAN. Tetapi kalau
kita percaya bahwa KEBENARAN ALKITAB adalah kebenaran relatif maka
berarti kita percaya bahwa tidak ada KEBENARAN ABSOLUT melainkan
hanya ada KEBENARAN SUBYEKTIF yang RELATIF.

Seseorang yang tidak
percaya bahwa Kebenaran Alkitab itu ABSOLUT pasti bukan orang Kristen
yang telah DISELAMATKAN karena pernyataan bahwa YESUS adalah
SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN adalah terlalu ABSOLUT baginya. Namun
seseorang yang percaya bahwa kebenaran Alkitab adalah ABSOLUT akan
percaya bahwa YESUS KRISTUS (Ibrani:
YAH-Shua
Ha Mashiakh
) adalah SATU-SATUNYA JALAN KE SURGA.

Sebagai perwujudan
Allah (THEOS) Sang Roh, Alkitab (firman Allah) juga adalah perwujudan
Kristus. Yesus Kristus adalah Firman Allah (LOGOS THEOS) yang Hidup
(Wahyu 19:13), Alkitab adalah firman Allah yang tertulis (Matius
4:4).

Yesaya  16:5 maka suatu
takhta akan ditegakkan dalam kasih setia dan di atasnya, dalam kemah
Daud, akan duduk senantiasa seorang hakim
yang menegakkan keadilan, dan yang segera melakukan kebenaran."

Apabila Aku menetapkan
waktunya, Aku sendiri
akan menghakimi dengan kebenaran.

Wahyu 19:6-17 berkata
tentang YESUS, Firman Allah

19:6 Kemudian aku
mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau
air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya,
"Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah
menjadi Raja.

19:7 Marilah kita
bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari
perkawinan Anak Domba (YESUS KRISTUS) telah tiba, dan
pengantin-Nya (JEMAAT) telah siap sedia.

19:8 Kepadanya
dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan
dan putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan
yang benar dari orang-orang kudus.)

19:9 Lalu ia (malaikat)
berkata kepadaku, "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang
diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku,
"Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

19:10 Aku pun sujud di
depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku,
"Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan
engkau dan saudara-saudara seimanmu, yang memiliki kesaksian Yesus.
Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat."

19:11 Lalu aku melihat
surga terbuka: Sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia
(yaitu YESUS KRISTUS) yang menungganginya bernama: "Yang
Setia dan Yang Benar
", Ia
menghakimi dan berperang dengan adil.

19:12 Mata-Nya
bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan
pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun,
kecuali Ia sendiri.

19:13 Ia
memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah:
"Firman Allah."
(LOGOS THEOS)

19:14 Semua pasukan
yang di surga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai
lenan halus yang putih bersih.

19:15 Dari
mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala
bangsa. Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan
memeras anggur dalam gilingan anggur, yaitu kegeraman murka Allah,
Yang Mahakuasa.

19:16 Pada jubah-Nya
dan paha-Nya tertulis suatu nama,
yaitu: "Raja
segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

19:17 Lalu aku melihat
seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan
suara nyaring kepada semua burung yang terbang tinggi di langit,
"Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan
Allah, perjamuan yang besar,

ALKITAB adalah firman
Allah yang telah diilhamkanNya
(Inspired/Dihembuskan/Diinspirasikan) kepada
manusia. Bukti-bukti keilahiannya terlihat jelas (Baca buku TANDA
TANGAN ALLAH, Grant R Jeffrey, YPI Imanuel). Isinya yang tidak ada
kesalahan,
pengajaran moralnya yang
TERTINGGI
serta penyingkapan peristiwa yang ribuan
tahun akan datang menyimpulkan bahwa mustahil tertulis jika Allah
yang maha benar, maha suci dan maha tahu tidak ikut campur tangan
menuliskannya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Alkitab,
firman Allah, itu bukan pernyataan iman belaka, melainkan hasil
kesimpulan dari fakta-fakta.

Alkitab adalah firman
tertulis, wahyu sempurna yang diadakan Allah melalui proses yang
panjang.
Proses yang panjang sama sekali bukan karena Allah tidak
sanggup mengadakannya dengan sekejap mata, melainkan agar manusia
dapat menelusuri keotentikannya ketika mereka mempelajari sejarah
mereka. Dan sekaligus agar iblis tidak sanggup membuat tiruannya yang
dapat dibuktikannya melalui perjalanan sejarah. Iblis dapat
mengadakan kitab tandingannya, namun tidak sanggup mengadakan yang
keotentikannya bisa dibuktikan melalui sejarah, dan penulisannya
dilakukan kurang lebih 44 orang dengan jangka waktu 1600 tahun.
Alkitab adalah puncak wahyu Allah, setelah Ia pernah memakai berbagai
cara untuk mengungkapkan diriNya kepada manusia.

Bukan hanya tiada salah,
bahkan Alkitab dibatasi atau dijadikan KANON TERTUTUP agar ia
menjadi sebuah Alat Ukur
Kebenaran yang PASTI dan FINAL
. Alat ukur yang
tidak ada batasan itu bukanlah Alat Ukur. Itulah sebabnya setelah
Alkitab selesai, Allah menutupnya dan tidak menurunkan wahyu khusus
lagi. Penambahan wahyu baik tertulis maupun lisan pasti akan
merusakkan alat ukur yang telah pasti dan final. Allah yang berhikmat
tidak akan melakukan hal itu, tetapi lawanNya, si iblis
berkepentingan menambahkan wahyu baik yang tertulis maupun yang lisan
untuk merusak Alat Ukur Kebenaran dari Allah.

Berbagai serangan
terhadap ALKITAB, ALAT UKUR KEBENARAN dari ALLAH, dilancarkan iblis.
Dan ternyata telah mendatangkan banyak malapetaka bagi orang-orang
yang tak berhikmat. Tetapi bagi orang yang
telah DILAHIR-BARUKAN, yang mencintai KEBENARAN lebih dari SEGALA
HAL,
cepat menyadari dan dapat melihat tipu muslihatnya.
Gigi serigalanya terlihat di balik bulu domba samarannya yang tidak
sempurna.

Akhirnya, hanya dengan
berdiri teguh tanpa kompromi di atas Alkitab, musuh akan dapat
dikalahkan. Percaya dengan teguh bahwa ALKITAB adalah Satu-satunya
firman Allah dengan tidak berkompromi. Memandang ALKITAB dengan
pandangan yang tepat, yaitu sebagai KEBENARAN ABSOLUT yang menjadi
dasar PENGAJARAN/DOKTRIN maupun Tingkah laku yang dikehendaki Allah.
AMIN.

ALKITAB
= FIRMAN ALLAH YANG TERTULIS

YESUS
KRISTUS = FIRMAN ALLAH DALAM BENTUK
PERSONAL/PRIBADI/MANUSIA/DAGING/SARX (Yohanes 1:1,14)

YESUS
KRISTUS: FIRMAN ALLAH/PRIBADI YANG ABSOLUT, ALKITAB: FIRMAN ALLAH
TERTULIS YANG ABSOLUT

Semoga
tulisan ini menjadi BERKAT bagi kita sekalian. Tuhan YESUS
memberkati. (Bilangan 6:24-26)

6:24
TUHAN (YAHWEH) memberkati engkau dan melindungi engkau;

6:25
TUHAN (YAHWEH) menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau
kasih karunia;

6:26
TUHAN (YAHWEH) menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau
damai sejahtera.

Orang yang hidup dalam
kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil
pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap,
yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana
penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat
kejahatan, dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat
tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan
air minumnya terjamin.

Pustaka:
Doktrin Alkitab Alkitabiah hal 213, DR. Suhento Liauw,

Alkitab
ILT YAYASAN LENTERA BANGSA,

Software
BibleWorks 6, Alkitab Elektronik 2.0.0

Memahami
dan Menjelaskan ALLAH TRITUNGGAL secara Alkitabiah hal 40, DR.
Suhento Liauw.

Dapatkan
Ratusan Artikel Pemahaman Alkitab, Pesona Alkitab,
Pengajaran/doktrin, di:

www.dedewijaya83.co.cc

www.dede-wijaya.co.cc

dedewijaya.multiply.com

dedewijaya83.multiply.com

dedewijaya.blogspot.com

dedewijaya83.blogspot.com

dedewijaya.wordpress.com

www.in-christ.net/blog/dedewijaya

www.sabdaspace.org/blog/dedewijaya

Silahkan
meng-explore semua artikel di atas dengan bebas, mohon mencantumkan
sumber alamat website.

ALKITAB=KEBENARAN ABSOLUT

Filed under: PESONA ALKITAB — dedewijaya at 3:31 am on Thursday, August 14, 2008

Alkitab ditulis dalam dua bahasa yaitu IBRANi tuk PL dan YUNANI tuk PB, Bahasa Ibrani mewakili seluruh Kebudayaan Timur yang menulis dari Timur ke Barat (Kanan ke Kiri) sedangkan Bahasa Yunani mewakili semua Kebudayaan Barat yg menulis dari Barat ke Timur (Kiri ke Kanan). Jadi Alkitab mengatasi/diatas semua Kebudayaan, bukan Produk Timur bukan Produk Barat. Alkitab diatas sEMUA KEBUDAYAAN MANUSIA.

Kebudayaan Timur (diwakili Ibrani) Mencari JALAN karena lebih mengandalkan PERASAAN/PUISI/MISTIK, Kebudayaan BARAT (diwakili Yunani) Mencari KEBENARAN karena mengandalkan RASIO/PIKIRAN/OTAK. Kedua Kebudayaan ini bertemu di titik Zero yaitu YESUS KRISTUS

(Perjanjian Lama) PL—> YESUS KRISTUS YESUS KRISTUS <—-YUNANI (MENCARI KEBENARAN)

Yesus adalah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP yg dicari2 selama ini oleh Budaya Timur dan Barat. (Yohanes 14:6), AKULAH JALAN DAN KEBENARAN dan HIDUP.

Kelahiran/kedatangan Yesus ke dalam sejarah Manusia, membagi Sejarah menjadi DUA BAGIAN, sebelum KELAHIRAN YESUS disebut SEBELUM MASEHI (sM)=BC=BEFORE CHRIST dan SESUDAH kelahiran YESUS disebut SESUDAH MASEHI (SM)=AD=Anno Domini=Tahun kedatangan TUHAN KITA.

Yesus adalah PUSAT seluruh SEJARAH MANUSIA, berada di titik ZERO (SENTRUM/SENTRAL). Tidak ada TOKOH/MANUSIA manapun di dunia ini yg JADI PUSAT SELURUH SEJARAH MANUSIA, ingat HISTORY (SEJARAH=His Story=Kisah atau Ceritanya ALLAH/YESUS).

berbahagialah orang yg mau mendengar BERITA INJIL (artinya KABAR BAIK).
ALKITAB (Firman Tertulis) satu2nya KEBENARAN ABSOLUT dalam dunia ini. Firman dalam bentuk DAGING (YESUS): PRIBADI ABSOLUT dalam sejarah Manusia.

Alkitab ditulis oleh lebih kurang 44 orang, selama 1600 tahun (PL 1500 tahun, PB dalam waktu 100 tahun), dimana setiap orang itu tidak pernah janjian buat KITAB dan masa hidupnya berbeda, jabatannya berbeda2 mulai dari Nabi, Rasul, Imam, Gembala, Nelayan, Raja, Hakim, Pemungut pajak/Cukai, Peternak, pemungut Buah Ara, dll), namun menulis dengan begitu INDAHNYA dan KRONOLOGIS, dari Kejadian 1:1, memulai semua kitab, dimulai dengan ALLAH dan DIAKHIRI dengan ALLAH/YESUS

1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

dan terus menceritakan tentang Kisah Sejarah yg runtut sampai pada Wahyu 22:18-21

22:18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
22:19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”
22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

tidak pernah janjian, tidak saling kenal, dalam kurun waktu 1600 tahun, namun menulis sejarah yg INDAH dan KRONOLOGIS (KISAH CINTA ALLAH= HIS STORY.

Bukankah ini bukti TERBESAR bahwa ALKITAB adalah SATU2NYA FIRMAN ALLAH? Masihkah Anda Ragu?

www.dedewijaya.co.cc

dedewijaya.co.cc

Apakah ada yang disebut dengan kebenaran absolut/kebenaran universal?

Filed under: Religion — dedewijaya at 11:57 pm on Friday, August 8, 2008

Jawaban: Untuk dapat mengerti apakah ada yang dapat disebut sebagai kebenaran absolut/kebenaran universal, pertama-tama kita perlu mendefinisikan apakah kebenaran itu. Kebenaran didefinisikan dalam kamus sebagai “kesesuaian dengan fakta atau yang sebenarnya; pernyataan yang terbukti atau diterima sebagai benar; kenyataan atau keadaan yang sebenarnya.” Saat sekarang ini sebagian orang mengatakan bahwa tidak ada realita yang sebenarnya, yang ada hanyalah persepsi dan opini. Di sisi lain, yang lain berargumentasi bahwa pasti ada realita yang absolut atau kebenaran absolut. Karena itu ketika mempertimbangkan pertanyaan apakah ada yang dapat disebut sebagai kebenaran absolut, kita menemukan dua pendapat yang bertolak belakang.

Pendapat yang satu mengatakan bahwa tidak ada apapun yang absolut yang mendefinisikan realita. Mereka yang berpegang pada pandangan ini percaya bahwa segala sesuatu adalah relatif dan karena itu tidak ada realitas yang sejati. Karena itu pada hakekatnya tidak ada sebuah otoritas apapun yang menentukan suatu tindakan positif atau negatif, benar atau salah. Pandangan ini tidak lebih dari “etika situasi” dalam bentuk yang paling utama. Tidak ada yang benar atau salah, dan karena itu yang benar adalah apa yang dianggap benar pada waktu itu. Tentulah model “etika situasi” semacam ini membawa kepada mentalitas dan cara hidup “apapun yang dirasa baik” yang memiliki dampak yang merusak masyarakat dan individu-individu.

Pandangan lain percaya bahwa benar-benar ada realita-realita atau standar absolut yang menentukan apa yang benar dan tidak benar. Karena itu suatu tindakan dapat dikatakan benar atau salah dengan membandingkannya dengan standar-standar yang absolut itu. Dapatkah Anda membayangkan kekacauan yang terjadi kalau saja tidak ada yang absolut, tidak ada realita? Ambil contoh hukum gravitasi. Kalau tidak ada yang absolut, suatu ketika Anda melangkah dan tahu-tahu terlempar tinggi ke udara, dan pada waktu lainnya, Anda sama sekali tidak dapat menggerakkan satu anggota tubuhpun. Tidak akan ada hukum-hukum sains, hukum-hukum fisika, segala sesuatu tidak akan ada artinya, dan tidak ada ukuran apapun, dan tidak ada yang benar dan salah. Betapa kacaunya; namun syukurlah kebenaran yang absolut itu ada, dapat ditemukan dan dipahami.

Bahwa ada orang yang membuat pernyataan bahwa tidak ada kebenaran mutlak sebenarnya adalah sesuatu yang tidak logis. Namun hari ini banyak orang yang memegang relativisme budaya yang pada hakekatnya menolak segala jenis kebenaran absolut. Pertanyaan yang bagus untuk ditanyakan pada orang yang mengatakan, “tidak ada kebenaran yang absolut” adalah: “Apakah Anda yakin secara mutlak?” Adalah tidak logis untuk membuat pernyataan seperti itu karena pernyataan yang absolut pada dirinya sendiri menolak segala yang absolut. Pada dasarnya pernyataan itu mengatakan bahwa tidak adanya kebenaran absolut adalah satu-satunya kebenaran absolut.

Ada beberapa masalah logis yang harus diatasi untuk menerima atau percaya bahwa tidak ada kebenaran absolut/kebenaran universal. Masalah pertama adalah kontradiksi dengan diri sendiri. Hal ini dapat disaksikan dari pertanyaan di atas dan kenyataan bahwa mereka yang bersiteguh bahwa tidak ada yang absolut pada kenyataannya percaya pada hal-hal yang absolut. Mereka yakin secara mutlak bahwa tidak ada yang mutlak. Filsafat semacam ini mengalahkan diri sendiri dan bertentangan dengan diri sendiri. Pernyataan bahwa tidak ada sesuatu apapun yang absolut adalah bertentangan dengan apa yang mereka katanya percaya.

Masalah kedua dengan penolakan akan kebenaran absolut/kebenaran universal ini adalah fakta bahwa semua orang memiliki pengetahuan yang terbatas. Sebagai manusia dengan pengetahuan yang terbatas, kita tidak dapat secara logis membuat pernyataan negatif yang absolut. Misalnya: seseorang tidak bisa mengatakan secara logis: “Tidak ada Tuhan” (walaupun banyak yang melakukan hal ini), karena untuk mengatakan tidak ada Tuhan, mereka perlu memiliki pengetahuan absolut mengenai segenap alam semesta dari mula sampai akhirnya. Ketika orang mengatakan tidak ada Tuhan atau tidak ada kebenaran yang absolut (yang pada dasarnya adalah sama), secara rationil dan logis yang dapat mereka katakan adalah, “Dengan pengetahuan terbatas yang saya miliki, saya tidak percaya bahwa Tuhan itu ada,” atau “Dengan pengetahuan terbatas yang saya miliki saya tidak percaya bahwa ada sesuatu yang benar secara absolut.”

Masalah ketiga dengan penolakan atas kebenaran absolut/kebenaran universal adalah fakta bahwa hal itu tidak sesuai dengan apa yang kita ketahui dalam hati nurani kita, pengalaman kita, dan apa yang kita lihat dalam “dunia yang nyata.” Kalau tidak ada kebenaran absolut, maka tidak ada yang betul-betul salah atau benar mengenai apapun. Apa yang mungkin “benar bagi Anda” tidak berarti “benar bagi saya.” Sekalipun di atas permukaan model relativisme semacam ini sangat menarik, kalau ini diteruskan sampai pada kesimpulannya yang logis, akhirnya akan terbukti dapat menimbulkan bencana. Coba pertimbangkan kalau tidak ada kebenaran absolut dan segala sesuatu relatif (tidak ada standar apapun). Pada dasarnya yang terjadi adalah setiap orang menentukan peraturannya sendiri dan melakukan apa yang mereka anggap benar. Ini menimbulkan masalah saat apa yang dipandang benar oleh seseorang bertentangan dengan apa yang dipandang benar oleh orang lain. Contohnya: bagaimana kalau apa yang dianggap “benar bagi saya” adalah mengabaikan lampu lalulintas sekalipun sementara lampu merah? Dengan cara demikian, saya membahayakan hidup orang-orang lain. Atau saya beranggapan bahwa mencuri dari Anda itu baik dan Anda beranggapan bahwa itu tidak baik. Demikian pula seseorang mungkin saja memutuskan bahwa membunuh orang itu OK dan mulai berusaha membunuh semua orang yang mereka temui.

Jikalau tidak ada standar yang absolut, tidak ada kebenaran dan segalanya relatif, maka membunuh semua orang adalah sama benarnya dengan tidak membunuh semua orang. Mencuri sama benarnya dengan tidak mencuri. Kejam sama dengan tidak kejam. Betapa bahayanya akibat dari penolakan terhadap kebenaran absolut. Karena kalau tidak ada kebenaran absolut, tidak ada orang yang boleh mengatakan, “Kamu harus melakukan ini” atau “Kamu tidak boleh melakukan itu.” Kalau tidak ada kebenaran absolut, bahkan pemerintah sendiri tidak dapat atau tidak boleh memaksakan peraturan pada masyarakat. Dapatkah Anda melihat masalah yang akan terjadi? Kekacauan mutlak terjadi saat setiap orang melakukan apa yang benar dalam pandangan mereka. Jikalau tidak ada kebenaran mutlak, tidak ada standar benar atau salah yang harus kita pertanggungjawabkan, kita tidak akan pernah pasti mengenai apapun. Setiap orang bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan – membunuh, memperkosa, mencuri, berbohong, menipu, dll. dan tidak ada orang yang dapat mengatakan bahwa semua itu salah. Tidak akan ada pemerintah, tidak ada hukum, dan tidak ada keadilan karena orang bahkan tidak bisa mengatakan bahwa mayoritas berhak untuk membuat dan memaksakan hukum pada minoritas. Dunia tanpa yang mutlak adalah dunia yang paling mengerikan.

Zaman sekarang kita sering mendengar kalimat seperti “itu mungkin benar untuk kamu tapi tidak untuk saya.” Bagi mereka yang berpandangan bahwa tidak ada kebenaran absolut, kebenaran dipandang tidak lebih dari sekedar kegemaran pribadi atau sebuah sudut pandang, dan karena itu tidak boleh melampaui batasan-batasan pribadi. Karena itu tidak ada jawaban akhir terhadap makna hidup dan tidak ada harapan untuk hidup sesudah mati dalam bentuk apapun. Bentuk relativisme semacam ini mengakibatkan kekacauan agama, karena tidak ada satu agama yang benar, tidak ada satu jalan untuk memiliki hubungan yang benar dengan Allah. Karenanya semua agama salah karena mereka semua mengklaim mengajarkan atau percaya pada semacam hidup sesudah mati, semacam kebenaran absolut, Itu sebabnya bukan tidak lazim pada zaman sekarang bagi orang-orang untuk percaya bahwa dua agama yang bertentangan dapat sama-sama “benar” sekalipun keduanya mengklaim memiliki satu-satunya jalan ke surga atau mengajar dua “kebenaran” yang sama sekali bertolakbelakang. Orang-orang yang tidak percaya pada kebenaran yang absolut mengabaikan semua klaim ini dan memeluk universalisme yang lebih toleran yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan semuanya akan menuntun ke surga. Inilah sebabnya orang yang memeluk pandangan dunia semacam ni akan dengan keras melawan keKristenan injili yang percaya pada Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus adalah “jalan, dan kebenaran, dan hidup.” Dan bahwa Dia adalah manifestasi paling utama dari kebenaran dan satu-satunya jalan ke Surga (Yohanes 14:6).

Sekalipun fakta bahwa menolak kebenaran absolut adalah tidak logis dan tidak masuk akal, pandangan bahwa “segalanya relatif” telah menjadi salah satu dari semboyan-semboyan dari generasi kita. Di banyak negara Barat, orang banyak menolak kemungkinan adanya kebenaran absolut. Hal ini mengakibatkan apa yang disebut oleh banyak orang sebagai masyarakat post-modernisme, yaitu masyarakat yang menganggap semua klaim yang berhubungan dengan nilai, kepercayaan, cara hidup dan kebenaran sebagai sama benarnya. Karena itu, mereka yang berpegang pada standar benar dan salah yang absolut dianggap kurang toleran dan sering dicela, dihina dan dikritik.

Kenyataannya toleransi telah menjadi sebuah nilai utama dalam masyarakan, satu-satunya yang absolut, dan karena itu hanya ada satu kejahatan, yaitu sikap tidak toleran. Dengan kata lain apa yang terjadi adalah sistim agama atau individu yang percaya pada dogma apapun – khususnya pada kebenaran mutlak – bersalah karena tidak toleran, dan satu-satunya yang tidak dapat diterima oleh masyarakat yang relatif dan mau benar secara politik adalah mereka yang percaya pada hal-hal yang absolut. Mereka yang menolak kebenaran yang absolut sering mengatakan bahwa boleh-boleh saja percaya apa yang Anda inginkan asal Anda tidak berusaha memaksakan kepercayaan Anda pada orang lain. Namun pandangan ini juga adalah pandangan yang percaya pada apa yang benar dan salah dan mereka yang berpegang pada pandangan ini tentulah berusaha menerapkan pandangan ini pada orang lain dan karena itu adalah munafik. Mereka menentukan standar tingkah laku yang mereka tuntut orang lain untuk ikuti dan karena itu melanggar apa yang mereka pura-pura pegang.

Pertanyaan yang butuh ditanyakan adalah mengapa mereka yang mempromosikan toleransi begitu tidak toleran terhadap orang-orang yang percaya pada kebenaran absolut? Dan mengapa orang begitu rela memeluk kepercayaan yang mengancam untuk menghancurkan lapisan masyarakat dan yang pada hakekatnya tidak masuk akal dan tidak logis? Alasan yang sederhana adalah bahwa orang tidak mau bertanggung jawab untuk tindakan-tindakan mereka. Jikalau ada kebenaran absolut, maka akan ada standar yang absolut mengenai benar dan salah, dan kita harus bertanggung jawab pada standar-standar itu. Tanggung jawab inilah yang orang-orang berusaha untuk tolak dalam penolakan mereka akan kebenaran absolut.

Penyangkalan akan kebenaran absolut/kebenaran universal dan budaya relativisme yang merupakan hasilnya adalah merupakan akibat logis dari yang percaya pada teori evolusi sebagai penjelasan untuk kehidupan. Kalau evolusi itu benar, maka hidup tidak ada artinya, kita tidak punya tujuan, dan tidak ada benar dan salah secara absolut. Akibatnya manusia bebas untuk hidup semaunya dan tidak perlu bertanggung jawab untuk apa yang diperbuatnya. Namun demikian, betapapun kerasnya manusia yang berdosa berusaha menolak keberadaan Allah dan kebenarannya yang mutlak, suatu hari mereka masih tetap akan berdiri di hadapanNya untuk dihakimi. Alkitab mengatakan, “Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.” (Roma 1:18-22)

Pertanyaan terakhir yang patut kita pertanyakan ketika mempertimbangkan apakah kebenaran absolut betul-betul ada atau tidak, adalah apakah ada bukti mengenai keberadaan kebenaran mutlak? Jikalau kita mempertimbangkan pertanyaan ini dengan hati-hati, dengan cepat akan kelihatan bahwa sesungguhnya ada bukti-bukti yang menunjuk pada adanya kebenaran absolut. Bukti pertama dari keberadaan kebenaran absolut dapat disaksikan dari hati nurani kita. Hati nurani kita memberitahu kita bahwa dunia harusnya “begini,” bahwa ada hal-hal yang “benar” dan ada yang “salah.” Hati nurani kita menolong kita mengerti bahwa ada yang tidak benar dengan penderitaan, kelaparan, pemerkosaan, kesakitan dan kejahatan. Hati nurani kita menolong kita menyadari bahwa kasih, kemurahan, belas kasihan dan damai adalah hal-hal positif yang kita perlu perjuangkan. Alkitab menjelaskan peranan hati nurani dalam Roma 2:14-16, “ Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.”

Bukti kedua mengenai keberadaan kebenaran absolut dapat dilihat dalam sains. Sains pada dasarnya adalah usaha untuk mendapatkan pengetahuan. Sains adalah belajar apa yang kita ketahui dan usaha untuk mengetahui lebih banyak. Karena itu semua penyelidikan ilimiah harus didasarkan pada kepercayaan bahwa ada realita-realita obyektif yang ada dalam dunia ini. Tanpa hal-hal yang absolut, apa yang dapat dipelajari secara ilmiah? Bagaimana mungkin orang tahu bahwa penemuan mereka itu benar adanya? Bahkan hakekat dari hukum-hukum sains harus dilandaskan pada kepastian kebenaran absolut.

Bukti ketiga dari keberadaan kebenaran absolut/kebenaran universal adalah keberadaan agama. Semua agama di dunia ini adalah usaha untuk memberi arti dan mendefinisikan hidup. Agama lahir dari fakta bahwa manusia menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar berada. Di balik dari semua agama adalah dasar kepercayaan bahwa hidup adalah lebih dari sekedar berada secara fisik sebagaimana yang kita ketahui sekarang ini. Melalui agama orang berusaha untuk mendapatkan jaminan dan harapan untuk hari depan, untuk pengampunan dosa, untuk damai di tengah pergumulan, dan untuk jawaban terhadap pertanyaan kita yang paling mendalam. Agama adalah bukti bahwa manusia lebih dari sekedar binatang yang berevolusi ke tingkat tinggi. Agama adalah bukti dari makna yang lebih tinggi, dan fakta adanya Pencipta yang pribadi dan berencana, yang menanamkan dalam diri manusia keinginan untuk mengenal Dia. Dan kalau ada Pencipta, maka Dia menjadi standar dari kebenaran absolut dan adalah otoritasNya yang menegakkan kebenaran itu.

Untungnya bagi kita Pencipta seperti itu ada, dan Dia telah mengungkapkan bukan hanya diriNya sendiri, namun juga kebenaranNya kepada kita melalui kata-kataNya sendiri, Alkitab. Jikalau kita mau mengenal kebenaran absolut/kebenaran universal, satu-satunya jalan untuk melakukannya adalah melalui hubungan pribadi dengan Dia yang mengklaim sebagai “Kebenaran,” Yesus Kristus. “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Fakta bahwa kebenaran absolut ada mengarahkan kita pada kebenaran bahwa ada Allah yang berdaulat yang menciptakan langit dan bumi, dan yang telah menyatakan diriNya kepada kita, supaya kita dapat mengenal Dia secara pribadi melalui PutraNya, Yesus Kristus.

http://www.gotquestions.org/Indonesia/kebenaran-absolut.html