DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

BULETIN GITS 20 SEPTEMBER 2008

Filed under: News — dedewijaya at 1:52 am on Monday, September 22, 2008

GEREJA INGGRIS MEMINTA MAAF KEPADA DARWIN
Pada tanggal 14 September, Gereja Inggris secara resmi meminta maaf kepada Charles Darwin karena telah menolak teori evolusinya. Pernyataan dari gereja Inggris berbunyi: “Charles Darwin, 200 tahun setelah kelahiranmu, Gereja Inggris berhutang permintaan maaf karena salah mengerti terhadap anda dan, karena reaksi pertama kami salah, telah membuat orang lain tetap salah mengerti terhadap anda” (”Church Makes `Ludicrous’ Apology,” The Daily Mail, 13 Sept. 2008). Pernyataan ini ditulis oleh Malcolm Brown, seorang yang menjabat di Konsil Uskup Agung, yaitu badan kepemimpinan Gereja Inggris yang kini diketuai oleh Uskup Agung Canterbury (Rowan Williams). Pernyataan ini berargumen bahwa teori evolusi bukanlah tidak cocok dengan pengajaran Kristen, dan itu adalah argumen yang sangat konyol. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa dunia diciptakan oleh Allah dalam enam hari, bahwa tumbuhan dan binatang dibuat untuk berkembang biak menurut jenis mereka masing-masing, bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, bahwa manusia berdosa melawan Allah, dan bahwa dunia lalu terlempar ke dalam kacaunya kejatuhan dosa. Semua ini cocok sekali dengan kondisi yang kita lihat di dunia hari ini, dan juga cocok dengan catatan arkheologi dan geologi. Jika tidak ada penciptaan ilahi, jika manusia adalah produk evolusi, maka kitab Kejadian adalah mitos, kejatuhan dalam dosa adalah fabel, tidak ada tujuan dalam kehidupan, tidak ada kehidupan setelah kematian, dan tidak ada keselamatan. Jika cerita tentang Adam hanyalah legenda, maka Rasul-Rasul Yesus Kristus telah tertipu dan Injil yang mereka beritakan adalah tipuan, karena mereka menyebut Adam tujuh kali dalam tulisan emreka, dan selalu menggambarkan Adam sebagai tokoh yang historis.

PAUS MENGHORMATI MARIA YANG SESAT DI LOURDES
Bulan ini, Paus Benediktus XVI mengunjungi Lourdes untuk merayakan peringatan 150 tahun `penampakan’ Maria kepada seorang perempuan 14 tahun bernama Bernadette. Ia mengingatkan orang ramai bahwa Maria menampakkan dirinya sebagai Immaculate Conception (doktrin Katolik bahwa Maria lahir tanpa dosa), dan mengklaim lahir tanpa dosa. Hal ini membuktikan bahwa “Maria” yang menampakkan diri di Lourdes adalah roh yang menipu, karena Maria yang sebenarnya dalam Alkitab mengakui bahwa dia adalah seorang berdosa yang memerlukan Juruselamat (Luk. 1:47). Paus mengatakan bahwa orang-orang berbondong-bondong ke Lourdes karena mereka “dapat mempercayakan kepada Maria pikiran mereka yang paling intim” (”Pope Celebrates Mass, Tells Lourdes Pilgrims Mary Leads to Christ,” Catholic News Service, 14 Sept. 2008). Ini adalah pernyataan yang menghujat, karena hanya ada satu yang mengetahui pikiran manusia yang paling dalam, yaitu Allah yang mahakuasa (1 Raj. 8:39). Sementara berada di Lourdes, Paus melakukan penghujatan lain dengan cara “berlutut dan berdoa dalam pujaan sunyi di hadapan Sakramen Kudus.” Hal ini didasarkan pada doktrin yang keji bahwa wafer misa berubah menjadi Yesus Kristus dan dapat disembah sebagai Allah. Konsili Vatikan Kedua menyatakan, “Orang beriman maka harusnya berusaha untuk menyembah Kristus Tuhan kita dalam Sakramen Kudus” (”The Constitution on the Sacred Liturgy,” Instruction on the Worship of the Eucharistic Mystery, Pasal 3, I B, hal. 132).

KEMUNAFIKAN MUSIK KRISTEN KONTEMPORER
Contemporary Christian Music (Musik Kristen Kontemporer) seolah memiliki gaya yang “saleh,” tetapi gaya ini sungguh tipis! Pertimbangkan grup The Jonas Brothers, sebuah band yang telah menjadi sangat populer dua tahun belakangan, terutama karena mereka masuk Disney Channel. Mereka adalah orang-orang Kristen yang dididik homeschool, ayah mereka seorang gembala jemaat, dan mereka menampilkan diri sebagai orang-orang yang baik dan berorientasi keluarga, bahkan mereka memakai “cincin kemurnian” yang menyimbolkan janji mereka untuk tetap murni secara moral hingga hari pernikahan. Tetapi apa yang mereka lakukan, tempat-tempat yang mereka kunjungi, dan apa yang mereka nyanyikan, dan cara mereka menyanyikannya melanggar semua pernyataan mereka. Dengan penampilan mereka di MTV utnuk acara Video Music Awards, dan saya asumsikan mereka bersenang-senang dan beria-ria dengan orang-orang yang sedang menghancurkan moralitas masyarakat modern di sana, bukannya menghardik kekotoran dan pemberontakan mereka sebagaimana Efesus 5:11, mereka mengirimkan pesan yang kuat kepada orang-orang muda Kristen dan pesan itu bukanlah pesan akan kekudusan dan ketaatan. Lebih jauh lagi, musik mereka membangkitkan kebebasan (seks). Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Nick Jonas, menyinggung tentang konser rock & roll mereka, mengatakan, “cewek-cewek yang berteriak-teriak di bawah sungguh luar biasa” (Celebrity News, 22 Feb. 2008). Cewek-cewek yang berteriak itu bukan berteriak untuk Tuhan. Mereka berteriak karena pengaruh musik rock pada mereka secara fisik dan juga sensualitas menontoni orang-orang muda sedang show. Ketika saya mengecek web site The Jonas Brother tanggal 9 September 2008, situs itu penuh dengan pesan-pesan sensual dari para fans wanita. Berikut beberapa contoh: “Saya cinta kalian; kalian adalah prinsip saya; kalianlah lelaki idamanku; suara-suara yang saya dengar tiap hari, adalah yang ada dalam hatiku.” “Joe, kamu begitu hotttttttt.. ….joe kamu begitu cakep & seksi. Saya cinta kamu sekaliiiiii. ” Bahkan lirik-lirik lagu mereka mendukung hubungan antara pria dan wanita yang memimpin kepada immoralitas. Perhatikan lirik dari lagu “Live to Party”: “”We’re gonna live to party/ gotta bust your move/ Everyone’s in the groove/ Tell the DJ to play my song/ Are you ready to rock & roll/ … We were out on the floor and we danced the night away/ … I drove her home and she whispered in my ear/ Party doesn’t have to end, we can dance here…” Tidak ada yang murni dan baik dalam lagu-lagu seperti ini. Hai orang tua, jika anak-anakmu mendengarkan lagu pop Disney dan Musik Kristen Kontemporer, maka mereka berada dalam bahaya kesesatan rohani, moral, dan doktrinal yang besar.

MAYORITAS ORANG ISRAEL PERCAYA BAHWA NEGARA ISRAEL TIDAK AKAN EKSIS LAGI DALAM 20-30 TAHUN
Menurut poling, mayoritas orang Israel percaya bahwa negara Israel akan hilang dalam dua atau tiga dekade mendatang (”Will Israel Soon Disappear,” OneNewsNow, 3 Sept. 2008). Berbicara secara kemanusiaan, mereka tampaknya benar, tetapi mereka sedang melihat masa depan dengan mata ketidakpercayaan. Israel kini kembali di tanahnya sesuai dengan nubuatan Alkitab namun dia masih mati secara rohani. Dalam Yehezkiel 37, nabi diperlihatkan lembah yang penuh tulang dan disuruh untuk berkhotbah bagi mereka. Pertama tulang-tulang itu menyatu lalu ditutupi oleh daging, “tetapi mereka belum bernafas” (Yeh. 37:8). Nabi berkhotbah lagi dan “nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar” (Yeh. 37:10). Sisa dari pasal itu menjelaskan bahwa ini mengacu keapda pemulihan Israel ke tanahnya dan pendirian kembali kerajaan Daud di akhir zaman. Nubuat ini mengajar kita bahwa pemulihan Israel terjadi dalam dua bagian. Pertama, bangsa yang telah cerai berai hingga ujung bumi dan kelihatannya mati dan selamanya terpisah, bersatu kembali, tetapi dalam kondisi rohani yang mati. Inilah yang kita lihat hari ini. Berikutnya, Allah memberikan nafas hidup ke dalam mereka dan mereka hidup. Ini akan terjadi saat Kesusahan Besar ketika Allah akan menobatkan sisa Israel dan memulihkan mereka ke posisi berkat. Mereka akan bertobat dari ketidaktaatan mereka kepada Firman Allah dan menerima Mesias yang telah mereka tolak (Zak. 12-14), dan Yesus akan mendirikan kerajaan yang dijanjikan kepada Daud (Yes. 9:6-7). Sebelum ini semua terjadi, Israel akan ditipu oleh Antikristus dan akan mempercayai program damainya (1 Tes. 5:3; 2 Tes. 2:3-12). Ia akan datang mengendarai kuda putih seolah seorang yang damai, tetapi “damai”nya akan berakibat kesusahan terbesar yang dunia pernah alami (Wah. 6). Israel tidak akan pernah hancur. Saat Allah selesai dengan penghukumanNya atas Israel, dia akan kembali mulia sebagai pusat kerajaan Allah di bumi.

PEMBAGI ALKITAB DIBAKAR HINGGA MATI DI INDIA
Di tengah kekerasan yang memuncak akhir-akhir ini terhadap orang-orang Kristen di negara bagian Orissa, India, seorang pengkhotbah dibakar hingga mati. Kumuda Bardhan, usia lima puluh tahun, ditarget oleh radikal-radikal Hindu karena dia mengunjungi desa demi desa, memberitakan Injil dan membagi-bagikan Alkitab. Rombongan yang berjumlah lebih dari 1000 membakar gerejanya dan rumah-rumah orang Kristen. Ketika dia meminta mereka untuk berhenti, mereka memukulinya hingga pingsan dan melemparkan dia ke dalam api (”Bible Distributor Killed in India,” Mission Network News, 12 Sept. 2008). Istri, anak, dan menantu Bardhan masuk rumah sakit. Setidaknya satu lagu orang yang mengaku Kristen juga mati dibakar dalam kekerasan baru-baru ini, dan tahun 1999 misionari Baptis, Graham Staines dan kedua putranya, dibakar hingga mati oleh gerombolan Hindu di negara bagian yang sama di India.

Pasangan yang Mesti Dihindari

Filed under: LOVE — dedewijaya at 4:42 am on Monday, September 8, 2008

oleh Pdt. Dr. Paul Gunadi (dari milist)

Tuhan meminta kita untuk menikah dengan yang seiman. Namun untuk
mendapatkan pasangan hidup yang sepadan diperlukan hikmat untuk
menimbang dan memutuskan dengan tepat.

Emosi cinta adalah emosi yang kuat dan kerap mewarnai proses
pertimbangan. Itu sebabnya ada pepatah yang berkata bahwa cinta itu
buta, dalam pengertian oleh karena cinta akhirnya kita membutakan
mata terhadap hal-hal yang buruk yang seharusnya diperhitungkan.

Berikut akan dipaparkan beberapa tipe pasangan yang mesti dihindari
sampai mereka mengalami pemulihan.

I) Pasangan yang Suka Berbohong
Jika pada masa sebelum menikah ia telah kerap berbohong, besar
kemungkinan ia akan melanjutkan kebiasaannya sampai pernikahan.

Ada orang yang berbohong karena takut; ada pula yang berbohong
karena ingin memberi kesan yang lain tentang dirinya; namun ada pula
yang berbohong karena ingin menutupi perbuatannya.

Apa pun alasannya kita mesti berhati-hati dengan orang yang dengan
mudah berbohong. Setidaknya ada empat alasan mengapa kita mesti
berhati-hati agar jangan sampai berpasangan dengan tipe pembohong.

1. Orang yang mudah berbohong cenderung mengambil jalan pintas yang
mudah sebab kebohongan merupakan caranya untuk menghindar dari
kesulitan.

2. Orang yang berbohong acap tidak mau mempertanggungjawabkan
perbuatannya; itu sebabnya berpasangan dengan tipe ini akan
menyulitkan kita. Hidup menuntut tanggung jawab dan orang yang
mengelak tanggung jawab adalah orang yang tidak dewasa. Besar
kemungkinan ia menyalahkan orang lain agar dapat membebaskan dirinya
dari tanggung jawab.

3. Orang yang berbohong pada akhirnya kehilangan hati nurani dan
sekali nurani hilang, apa pun akan dihalalkannya. Banyak orang yang
berbohong melakukannya karena ingin berbuat dosa. Dengan berbohong,
ia akan dapat menutupi dosa sehingga bisa terus melakukannya tanpa
terhalangi.

4. Orang yang berbohong tidak dapat dipercaya lagi dan tanpa
kepercayaan, pernikahan ambruk. Kita akan selalu bertanya-tanya akan
apa yang sebenarnya ia lakukan atau tidak lakukan; apa pun yang
dikatakan atau dilakukannya membuat kita meragukan ketulusannya.

Firman Tuhan :
“Mulut orang benar mengeluarkan hikmat tetapi lidah bercabang akan
dikerat. Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan, tetapi
mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.” (Amsal 10:31-32)

II) Pasangan yang Pemarah dan Suka Memukul

Kebanyakan kasus pemukulan pasangan sesungguhnya berawal pada masa
berpacaran namun kebanyakan kita mendiamkannya.

Sayangnya sekali terjadi pemukulan, maka lebih besar kemungkinan
terjadinya pengulangan. Ada beberapa alasan yang umum dikemukakan
yang membuat perilaku ini terus berlanjut.

1. Biasanya kita berdalih bahwa semua orang berdosa dan tidak ada
yang sempurna, jadi, tidak beralasan bagi kita untuk memutuskan
hubungan dengan orang tipe pemarah dan pemukul.

2. Kebanyakan pemukul menyesali perbuatannya dan meminta maaf.
Melihat ketulusannya menyesali tindak kasarnya, hati kita pun luluh
dan menerimanya kembali. Kita berkata, bukankah Tuhan pun meminta
kita untuk memaafkan orang yang telah bersalah kepada kita.

3. Pada umumnya kita berharap dan terus berharap bahwa dengan
berjalannya waktu maka ia akan sadar dan tidak melakukannya lagi.
Sayangnya harapan ini tidak terbukti; lebih banyak pemukul yang
melanjutkan kebiasaan buruknya sampai setelah menikah. Sekali pola
pemukulan terpancang, sukar sekali baginya untuk mencabutnya,
apalagi mengingat bahwa kebanyakan pemukul mempunyai daya tampung
stres yang tipis.

4. Pada akhirnya pemukulan menjadi alat untuk menguasai kita, dan
bukan saja untuk membungkamkan kita. Hidup dengan pemukul begitu
mencekam dan membuat kita ketakutan terus menerus. Anak-anak pun
harus hidup dalam ketegangan akibat kekerasan yang dilihat dan
dialaminya di rumah.

Firman Tuhan
“Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan tetapi orang bebal
melampiaskan nafsunya dan merasa aman. Siapa lekas naik darah,
berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.” (Amsal 14:16-
17)

Kesimpulan :
Pernikahan dengan seorang pembohong dan pemukul adalah pernikahan
yang berisiko tinggi dan berdaya merusak. Hindarilah, doronglah dia
untuk menerima pertolongan dan pantaulah pemulihannya lewat rentang
waktu yang panjang. Jangan cepat jatuh kasihan sebab pernikahan
bukanlah sebuah rumah sakit untuk merawat orang yang bermasalah.
Sudah semestinyalah kita membereskan masalah sebelum menikah agar
tidak menimpakannya pada pasangan.

III) Pasangan yang Beremosi Labil

Beremosi labil lebih dari sekadar ciri kepribadian sanguin dan
melankolik; sesungguhnya kebanyakan kasus emosi labil merupakan buah
dari akar kepahitan dan penderitaan di masa lalu.

Sesungguhnya kita semua lahir membawa sebuah tabung emosi yang
kosong; di dalam keluarga yang sehat tabung ini akan terisi kasih
sayang dan pengarahan dari orangtua.

Sekali tabung ini terisi penuh, maka pengalaman seburuk apa pun
tidak akan dapat dengan mudah memecahkan isi yang padat dan penuh
itu.

Jika kita tidak menerima isian yang positif melainkan negatif, tidak
bisa tidak, tabung emosi kita akan terisi kepahitan dan derita.
Sekali tabung terisi padat dengan kepahitan dan derita, akan sukar
sekali bagi pengalaman positif untuk datang masuk dan menggantikan
kepahitan.

Itu sebabnya pada akhirnya orang ini akan terus bereaksi dengan
pahit dan negatif. Semua ditafsir dari kacamata buruk dan sebagai
akibatnya, emosinya menjadi labil dan negatif.

Menikah dengan orang tipe ini sudah tentu akan sukar dan berikut
akan dipaparkan kesukarannya.

1. Emosinya mudah terpancing: kadang naik dalam kemarahan, kadang
anjlok dalam kesedihan. Pada akhirnya kita menjadi frustrasi karena
tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan. Kita diam salah, bersuara
pun salah.

2. Kita menjauh sedikit disangka ingin meninggalkannya dan sebagai
akibatnya, ia akan makin mencengkeram dan membatasi ruang gerak kita.

3. Kita mengembangkan hobi atau pergaulan dituduh tidak lagi
memberinya perhatian atau tidak lagi mencintainya.

4. Sudah tentu semua ini akan berdampak pada anak sehingga anak pun
tertekan. Belum lagi bila terjadi pertengkaran di antara kita sebab
kita tidak selalu kuat menahan diri. Akhirnya rumah sarat ketegangan
dan ketidakpastian-sesuatu yang buruk bagi pertumbuhan anak.

Firman Tuhan
“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai
dirinya melebihi orang yang merebut kota . Lebih baik sekerat roti
yang kering disertai ketenteraman daripada makanan daging serumah
disertai dengan perbantahan.” (Amsal 16:32; 17:1).

Orang yang beremosi labil adalah orang yang tidak dapat menguasai
dirinya; hidup dengannya tidak pernah sepi perbantahan. Pada
akhirnya relasi nikah retak sebab kita tidak nyaman berdekatan
dengannya.

IV) Pasangan yang Hanya Mementingkan Diri Sendiri.

Pernikahan adalah tempat di mana diri harus ditanggalkan. Orang yang
mementingkan dirinya adalah orang yang tidak memahami kasih dan
tidak dapat mengasihi.

Berapa besarnya kasih ditentukan oleh berapa besarnya kepedulian
kita pada perasaan orang yang dikasihi dan berapa relanya kita
menyesuaikan diri dengannnya.

Jadi, orang yang hanya mementingkan dirinya sesungguhnya belumlah
mengenal kasih dan belum dapat mengasihi dengan benar. Berikut akan
dipaparkan masalah yang rawan timbul.

1. Orang yang mementingkan dirinya hanya dapat melihat segalanya
dari sudut pandangnya. Ia kaku dalam bersikap dan menuntut kita
untuk memahami dan melaksanakan kehendaknya.

2. Orang yang mementingkan dirinya sukar menjalin keintiman sebab
keintiman dibangun di atas penyerahan dan pengorbanan diri: ia tidak
berserah dan ia tidak berkorban. Pada akhirnya kitalah yang dituntut
untuk terus berserah dan berkorban baginya.

3. Orang yang mementingkan dirinya biasanya membawa segudang masalah
lainnya sebab sifat ini merupakan masalah yang berasal dari keluarga
asalnya.

Misalnya bila ia adalah anak favorit sehingga selalu didahulukan,
itu sebabnya ia menuntut kita untuk juga mendahulukan keinginannya.
Ini berarti tingkat kedewasaannya rendah dan sudah tentu ini
berdampak besar dalam membina rumah tangga.

Atau ia tidak dihargai sehingga bertumbuh besar dengan keinginan
untuk dihargai. Itu sebabnya ia berlomba mendapatkan keberhasilan
dan hal ini membuatnya berbangga hati. Alhasil dalam kebanggaan yang
keluar dari kehausan ini terbentuk keegoisan yang tidak pernah dapat
terpuaskan.

4. Pada akhirnya hidup dengan tipe ini sama dengan menghamba. Kita
tidak dapat menjadi diri sendiri dan tidak dapat melakukan apa yang
ingin kita lakukan. Hidup berputar di sekelilingnya saja dan kita
harus mengikutinya. Singkat kata, keberadaan kita hanyalah untuk
mendukung dan menolongnya mengembangkan dirinya belaka.

Firman Tuhan :
“Kecongkakan mendahului kehancuran dan tinggi hati mendahului
kejatuhan.” (Amsal 16:18)

Orang yang mementingkan dirinya sesungguhnya adalah orang yang
congkak; ia menganggap diri dan kepentingannya berada di atas orang
lain.

Berita Mingguan 6 September 2008

Filed under: News — dedewijaya at 4:39 am on Monday, September 8, 2008

Berikut ini disadur dari Way of Life Ministry (dari GITS Buletin)

PEMIMPIN “PUJIAN DAN PENYEMBAHAN” KHARISMATIK, YANG BERBOHONG TENTANG KANKER, MENGATAKAN BAHWA IA KECANDUAN PORNOGRAFI
Michael Guglielmucci, yang dua tahun belakangan ini berbohong tentang menderita kanker stadium akhir, kini mengakui bahwa ia melakukannya untuk menutupi kecanduan dia terhadap pornografi. Guglielmucci, seorang pemimpin nyanyi kontemporer yang populer, dan juga mantan gembala sidang Assemblies of God di Australia, bahkan telah merekam sebuah lagu berjudul “The Healer” yang segera menjadi hit (musik “Kristen” kontemporer ternyata begitu duniawi, bahkan mereka memiliki chart top 10) dan masuk dalam album Hillsong yang paling baru. Selama dua tahun, dia katanya bahkan berhasil menipu istrinya dan orang tuanya dan teman-teman terdekatnya bahwa ia menderita kanker. Ia mengirimkan email palsu kepada istrinya, seolah-olah dari seorang dokter, mencukur rambutnya, berjalan dengan tongkat, dan membawa tabung oksigen ke mana-mana, sambil memberi performance di hadapan ribuan orang bahkan dengan selang oksigen di hidungnya! Dia adalah pemimpin “worship” di Edge Church International, yang digembalakan oleh ayahnya, Danny, tetapi dia tidak maju ke depan jemaat untuk mengakui dosa-dosanya. Sebaliknya, ayahnya, gembala di sana, membacakan “pengakuan” anaknya tersebut, yang tidak banyak menyinggung dosa atau pertobatan, tetapi lebih banyak mengenai “rasa sakit” dan “kesakitan.” Bukannya dia didisiplinkan oleh gereja karena terlibat perzinahan [pornografi] sesuai dengan instruksi 1 Kor. 5:11, Michael malah dimanjakan dengan konseling psikologis. Guglielmucci memiliki website dan telah mengumpulkan banyak uang dari para donor yang percaya kebohongannya. Seorang nenek mengatakan bahwa ia mengiriminya $800 yang tadinya dia tabung untuk membawa cucunya yang duduk di kursi roda jalan-jalan, sambil berpikir bahwa uang itu lebih baik digunakan bagi Guglielmucci. Ayahnya mengatakan bahwa pembayaran dapat dilakukan “jika orang-orang menginginkan uang mereka kembali,” tetapi mengapakah harus ada uang yang disimpan padahal semuanya didapatkan melalui kebohongan? Ke manakah semua uang itu pergi? Apakah untuk pornografi?

KEKERASAN BESAR-BESARAN OLEH HINDU TERHADAP ORANG-ORANG KRISTEN DI INDIA
Setelah seorang pemimpin World Hindu Council dibunuh oleh pemberontak Maois tanggal 23 Agustus lalu, orang-orang Hindu secara palsu menyalahkan orang Kristen dan membabi buta menyerang di negara bagian Orissa. Sedikitnya 13 orang telah mati, tidak terhitung banyaknya yang terluka, ratusan bangunan gereja hancur, dan ribuan orang kehilangan rumah. Setidaknya satu orang dibakar hidup-hidup. Sekretaris Jendral dari All Orissa Baptist Churches Federation mengatakan, “Semua kampung Kristen kosong di Kandhamal karena orang-orang Kristen, tua dan muda, yang sakit dan ibu hamil, semua bersembunyi di hutan, terpapar pada hujan monsoon yang tiada henti tanpa makanan” (”Hindu Attacks,” Baptist Press, 28 Agustus). Seorang misionari Baptis Independen di India menulis tanggal 27 Agustus: “Efek dari kematian Swamiji (seorang pemimpin Hindu lokal) oleh para pemberontak Maois menjadi alasan yang `baik’ bagi VHP (sebuah partai politik Hindu radikal) untuk menyerang orang-orang Kristen setempat. Hari ini adalah hari kelima serangan fisik tanpa henti oleh para militan Hindu terhadap orang Kristen. Gereja-gereja, rumah-rumah Kristen dibakar. Tidak ada seorang pun yang tahu berapa orang yang telah mati. Saya diberitahu bahwa tidak ada distrik yang tidak kena. Keluarga-keluarga banyak yang cerai berai. Orang-orang Kristen dari kebanyakan kampung telah melarikan diri ke hutan. Para pemimpin VHP menghasut orang-orang Hindu dan pemimpin suku lainnya untuk tidak menyediakan makanan, telpon, kartu SIM, dan keperluan dasar lainnya bagi orang-orang Kristen tersebut. Tidak mengagetkan, media hampir tidak melaporkan semua kejadian ini. Dan kalaupun ada yang melaporkan, biasanya dilaporkan sebagai perang antar suku. Ini tidak diragukan lagi adalah rancangan yang terorganisir oleh VHP, dengan bantuan kolusi dengan pejabat polisi dan partai politik setempat.”

GEMBALA CINA MENGATAKAN BAHWA 2000 ORANG KRISTEN SEDANG BERADA DI PENJARA KOMUNIS
Seorang gembala sidang gereja rumah yang teraniaya, bernama Yu Jie, mengatakan bahwa ada 2000 orang Kristen yang dipenjarakan di Cina komunis. Yu adalah seorang penatua di Ark Church di Beijing, dan walaupun dia sendiri telah menjadi tahanan rumah sejak Juli, dan tulisan-tulisannya dilarang di Cina, ia terus bersuara untuk menentang penganiayaan. Dalam sebuah artikal yang diterbitkan di majalah Hong Kong, ia menyebut Mao Zedong sebagai seorang “pembunuh” (”China House Church Leader,” Baptist Press, 29 Agus. 2008). Mao barangkali adalah pembunuh massal yang paling brutal dalam sejarah manusia. Hidupnya didokumentasikan dalam Mao: The Unknown Story oleh Jung Chang dan Jon Halliday. London Daily Mail menyebut karya mereka “biografi politis yang paling kuat, menggugah dan membeberkan, di era modern,” sementara majalah Time menyebutnya “buku yang seperti bom atom.” Bagi mereka yang ingin mengerti komunisme dan sejarah modern, buku ini harus dibaca.

BERKHOTBAH MENENTANG SERIBU HAL
Baru-baru ini saya menerima e-mail berikut: “Jadi, saya sudah melihat di website anda tentang seribu hal yang anda tidak setujui/percaya. Jadi apa yang kau percayai? Saya percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang kudus, dan bahwa Yesus adalah AnakNya yang tunggal, dan bahwa saya diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman dalam kematian Kristus yang menggantikan di kayu salib. Tidakkah lebih baik kalian menghabiskan lebih banyak waktu memberitakan hal seperti itu? Saya hanya mendengar gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing setelah mengunjungi website anda.”
JAWABAN DR. CLOUD: Allah menyelamatkan saya melalui kasih karuniaNya yang luar biasa 35 tahun yang lalu ketika saya seorang pengelana berusia 23 tahun, penyembah berhala yang kecanduan obat, dan Ia memberikan ke dalam hidup saya banyak hal yang tadinya tidak pernah ada. Salah satunya adalah cinta yang besar terhadap FirmanNya yang Kudus, yaitu cinta seperti yang dinyatakan dalam Mazmur 119:128. “Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci.” Jika anda benar-benar mencintai kebenaran, maka anda akan membenci kesesatan. JIKA SAYA BERKHOTBAH MENENTANG SERIBU KESALAHAN, ITU HANYALAH KARENA SAYA MENCINTAI SERIBU KEBENARAN. Allah memanggil saya untuk berkhotbah, dan Ia tidak memanggil saya untuk mengkhotbahkan hanya sebagian saja dari FirmanNya atau hanya hal-hal “positif.” Ia memanggil saya untuk mengkhotbahkan semuanya (2 Tim. 4:2)…..Jadi jika anda berpikir bahwa memberitakan kebenaran dalam kasih adalah gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing, silakan, tetapi pemikiran seperti itu akan gagal total di hadapan takhta pengadilan Kristus.”