DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

49 KRITIK TERHADAP GEREJA DAN GEMBALA

Filed under: FUNDAMENTAL — dedewijaya at 9:36 am on Friday, October 10, 2008

1. Baptis Bayi/Anak adalah Tidak Alkitabiah
2. Pendeta/Penatua/Penilik Jemaat/Gembala Wanita dan Diaken/Majelis Wanita adalah Tidak Alkitabiah
3. Sistem Kepausan adalah Tidak Alkitabiah
4. Transubtansiasi dan Konsubstansiasi adalah Tidak Alkitabiah
5. Membaptis secara Percik atau dengan Bendera adalah Tidak Alkitabiah
6. Manusia diselamatkan hanya karena IMAN bukan karena Baptisan, Iman+Perbuatan, Iman+Baptisan, Iman+ ++ lainnya. Baptisan Tidak Menyelamatkan.
7. Arianisme (Kristen Tauhid dengan Gereja Jemaat Allah Global Indonesia=Gereja JAGI) dan Saksi Jehova (Saksi-Saksi Yehuwa) yang menolak Keilahian Yesus dan Tritunggal adalah Tidak Alkitabiah
8. GSPdI (Gereja Serikat Pantekosta di Indonesia) dengan mode Sabelian (Allah 1 Pribadi dalam 3 wujud) adalah Tidak Alkitabiah
9. Sistem Gereja Universal/Katolik/Am adalah Tidak Alkitabiah. Sistem Gereja Lokal adalah ALKITABIAH
10. Sistem Eskatologi Amilenialisme dan Postmilenialisme adalah Tidak Alkitabiah
11. Menafsirkan 6 hari Penciptaan sebagai bukan 6 hari biasa adalah Tidak Alkitabiah
12. Calvinisme dengan 5 Point TULIP-nya TIDAK ALKITABIAH
13. Predestinasi John Calvin adalah Tidak Alkitabiah
14. Gerakan Ekumene adalah Tidak Alkitabiah, Kesatuan yg Alkitabiah adalah Tidak Mengkompromikan KEBENARAN/DOKTRIN/PENGAJARAN
15. Verbal Plenary Inspiration (VPI) dan Verbal Plenary Preservation (VPP) dalam doktrin Alkitab adalah ALKITABIAH
16. Bayi yg mati PASTI MASUK SURGA karena sudah ditebus oleh Darah Yesus
17. Sekali Selamat Tetap Selamat adalah Tidak Alkitabiah. Beriman sampai Mati/Akhir PASTI MASUK SURGA. Jaminan Keselamatan Bersifat Kondisional/Bersyarat.
18. Kerajaan 1000 tahun, Surga dan Neraka adalah benar-benar Nyata.
19. Hanya ada dua Upacara/Ordinansi yang diperintahkan Tuhan yaitu Baptisan dan Perjamuan Tuhan
20. Pewahyuan dan Nubuat dan semua karunia yg berhubungan dengan Pewahyuan (Bahasa Roh/berbahasa Lidah, Bernubuat, dan Pengetahuan, 1 Kor 13:8-10) sudah Tidak ada sejak Wahyu 22:21 selesai ditulis. Tidak ada Firman Allah lagi di luar Alkitab yang telah Kanon (Tidak ada ekstra biblical)
21. Wanita berkhotbah di Kebaktian Umum/Ibadah Raya/Ibadah apapun/Pertemuan Jemaat yang dihadiri Jemaat Dewasa (keluarga/yang sudah menikah) adalah Tidak Alkitabiah

22. Perjanjian Baru mengajarkan bahwa orang percaya hari ini tidak terikat pada hukum Sabat, karena itu Gereja Advent yg mempertahankan hari Sabat, makanan dan minuman tertentu, Hukum Sunat adalah Tidak Alkitabiah. Pengajaran Advent mengenai hari Sabat tidak sesuai dengan pengajaran Alkitab dan merupakan bagian dari kesalahan total mereka yg tidak dapat melihat perubahan dari sistem penyembahan simbolik di PL menjadi sistem penyembahan dalam Roh dan Kebenaran dalam PB atau Ibadah Hakikat.
23. Manusia adalah suatu Pribadi ciptaan Allah yang diberi kemampuan berpikir, kesadaran diri, kehendak bebas, dan ketika jatuh dalam dosa, hanya kehilangan Kemuliaan Allah dan hubungan/komunikasi dengan pencipta. Manusia tetap mempunyai kehendak bebas.
24. Manusia yang belum diselamatkan mampu merespon terhadap berita Injil, sehingga Aktivitas penginjilan adalah KEHARUSAN. Mati secara rohani bukanlah mati seperti mayat yg tidak bisa merespon berita Injil.
25. Gereja Lokal adalah Tiang penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK)
26. Tuhan telah menghentikan jabatan IMAM dan praktek keimamatan (pemberkatan oleh “pendeta“ pada akhir kebaktian, pemberkatan nikah, dll) untuk Jemaat perjanjian Baru.
27. Konsep Familiy Altar adalah Salah karena kita tidak lagi hidup dalam masa Keimamatan Ayah (zaman antara Adam sampai Taurat diturunkan)
28. Istilah yg benar adalah Peneguhan Nikah, bukan pemberkatan nikah. Istilah Pemberkatan nikah dipakai Gereja Roma Katolik karena mereka menempatkan pernikahan sebagai salah satu sakramen (upacara kudus) gereja. Gereja Alkitabiah hanya mengenal dua ordinansi (Upacara yg diperintahkan) yaitu Baptisan dan Perjamuan Tuhan. Dalam Gereja Alkitabiah tidak ada jabatan imam yg berwenang memberkati, itulah sebabnya tidak dibenarkan memakai istilah Pemberkatan Nikah. Upacara yg dilakukan gereja alkitabiah dalam hal pernikahan ialah mengukuhkan atau meneguhkan pernikahan 2 anggota jemaatnya di hadapan Tuhan dan di hadapan sidang jemaatNya serta berdoa memohonkan kasih karunia Tuhan untuk kehidupan rumah tangga mereka. Berkat Tuhan bagi mereka selanjutnya tentu bergantung pada sikap hati mereka kepada Tuhan, bukan pada penumpangan tangan dari imam atau pendeta yang melakukan praktek keimamatan.
29. Tidak ditemukan Penumpangan Tangan untuk PEMBERKATAN dalam Perjanjian Baru. Penumpangan Tangan untuk Pengukuhan Jabatan (Gembala, Penginjil, Guru Injil dan Diaken) sebagai bentuk Perestuan/Approve atas nama Jemaat
30. Tidak ada satu orang pun yang BERHAK membaptis seseorang ke dalam Roh Kudus selain YESUS KRISTUS. Pendeta manapun yang mencoba membaptiskan seseorang ke dalam Roh Kudus adalah SESAT dan DURHAKA (merebut wewenang Yesus)
31. Ajaran Katolik tentang API PENYUCIAN adalah TIDAK ALKITABIAH
32. Nama Pribadi TUHAN adalah YHWH (baca: YAHWEH)
33. Paus, Kardinal, Romo, Pastor boleh menikah dan suster Katolik boleh menikah adalah ALKITABIAH
34. Jabatan Nabi dan Rasul sudah tidak ada/dihentikan karena Pewahyuan sudah berhenti.
35. 2 Kategori ajaran sesat: Keluar dari Alkitab dan Salah Menafsirkan Alkitab
36. Pengajaran MISKIN adalah DOSA, SUNGGUH SESAT, yang Benar: Miskin bisa disebabkan karena dosa (misal: Kemalasan) dan sebaliknya Pengajaran KAYA adalah BERKAT, Sungguh Menyesatkan, karena ada orang Kaya yang mendapatkan kekayaan dengan Cara-cara berdosa, misal: Korupsi, ke dukun/roh2 gunung Kawi, menipu orang lain, dll
37. Tuhan Berdaulat 100% (sepenuhnya) dan Manusia bertanggung Jawab 100% (sepenuhnya) adalah ALKITABIAH
38. Setiap orang yang dilahirkan dari keturunan Adam dan Hawa mewarisi POSISI orang berdosa atau Nature (sifat hati) yang berdosa adalah ALKITABIAH
39. Hanya ada SATU CARA untuk Menyelamatkan manusia dari PENGHUKUMAN, yaitu dengan mengirim JURUSELAMAT untuk dihukumkan sebagai pengganti manusia berdosa adalah ALKITABIAH, tegasnya DOSA hanya dapat diselesaikan melalui PENGHUKUMAN
40. Pengajaran Cyprian (AD 200-258) yang tercatat sebagai orang yang mempromosikan konsep keselamatan oleh Gereja. Ia menasehatkan agar semua gereja menggabungkan diri ke dalam Gereja Universal (KATOLIK) dengan Slogannya yang terkenal DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS EKKLESIAM). Sejak saat itu dimulai suatu gerakan untuk menggiring semua gereja otonom (independen) ke dalam Gereja Roma Katolik dengan indoktrinasi bahwa TIDAK ADA KESELAMATAN DI LUAR GEREJA ROMA KATOLIK. Tidak cukup dengan itu akhirnya disusunlah Pengakuan Iman Rasuli yang salah satu pointnya Gereja yang Kudus dan Katolik (Am, Universal). Ini Pengajaran yang SUNGGUH MENYESATKAN dan TIDAK ALKITABIAH.
41. Satu Kesalahan Fatal Pengakuan Iman Rasuli adalah adanya pernyataan bahwa GEREJA itu HARUS KATOLIK.

Tetapi hingga saat konsili di Nicea (tahun 325 AD) belum muncul pengakuan iman tertentu yang berlaku secara universal, yang tepat dengan kata-kata yang sama, dan diperintahkan oleh otoritas universal yang sama.

But until the time of the Council of Nicen there does not appear to have been any one particular creed which prevailed universally, in exactly the same words, and commended by the same universal authority (Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature, John McClintock & James Strong, Grand rapids: Baker book House, 1981, Vol II, p 559)

Kutipan tersebut membuktikan bahwa Pengakuan Iman ”Rasuli” (PIR) yang digembar-gemborkan oleh Gereja Roma Katolik dan dipungut Gereja Protestan, serta di-beo-kan oleh Gereja-gereja Injili sesungguhnya bukanlah Pengakuan Iman yang disampaikan oleh Para Rasul. Jelas sekali bahwa pada zaman Para Rasul belum dikenal istilah THE HOLY CATHOLIC CHURCH atau Gereja Yang Kudus dan Am (KATOLIK), yang terdapat dipengakuan iman tersebut. Bahkan pernyataan gereja Yang Kudus dan Am itu sangat mustahil karena gereja tidak mungkin Kudus jika ia bersifat KATOLIK. Gereja akan Kudus kalau bersifat OTONOM dan LOKAL serta Menerapkan Disiplin Gereja dengan Ketat.

42. Iman yang Menyelamatkan ialah kita percaya bahwa YESUS KRISTUS telah DISALIBKAN untuk MENANGGUNG semua DOSA kita. Atau seseorang percaya dengan segenap hati bahwa Yesus telah MENGGANTIKANnya disalibkan dan kini ia sedang menggantikanNya hidup, Memahami kondisi diri sebagai orang berdosa yang tidak berdaya, yang akan masuk ke Neraka, serta menyesali dosa-dosanya, dan mengucap syukur atas kasih Yesus kristus yang rela dihukumkan menggantikannya.
43. Kesalahan Terbesar Bapak-Bapak Reformator adalah tidak mereformasi Doktrin Gereja (Ekklesiologi).

44. Penginjilan kepada orang yang sudah mati (Penginjilan Alam Roh) adalah MENYESATKAN dan Tidak ALKITABIAH.

45. Yesus disalibkan dan mati hari Rabu Petang dan Bangkit Hari Sabtu Petang/Minggu, sesuai dengan 3 Hari 3 Malam, 3 x 24 jam=72 jam, adalah ALKITABIAH. Yesus disalibkan dan mati hari Jumat adalah TIDAK ALKITABIAH dan hanya menurut Tradisi secara umum.

46. Orang yang telah mati Dikuburkan adalah ALKITABIAH

47. Jika Musik di Gereja anda tidak bisa dibedakan dengan Musik Dunia, maka ada 2 kemungkinan: Gereja semakin Duniawi atau Dunia semakin Rohani.

48. Kelahiran Yesus bukanlah tanggal 25 Desember adalah ALKITABIAH.

49. Pengajaran Yesaya Paridji tentang Minyak Urapan adalah TIDAK ALKITABIAH.

SIKAP TIDAK BERANI MENYATAKAN KEBENARAN DAN KETIDAKBENARAN adalah AKIBAT dari KETIDAKJELASAN.

APAKAH PETRUS PAUS YG PERTAMA?

Filed under: TEOLOGI — dedewijaya at 8:37 am on Friday, October 10, 2008

Perkataan Yesus kepada Petrus, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku” telah menyebabkan badai perdebatan yang belum mereda selama berabad-abad. Gereja Katolik Roma menyatakan bahwa kata-kata ini membuktikan Petrus telah dijadikan lebih unggul daripada rasul-rasul lainnya dan penghormatan ini telah dialihkan kepada paus-paus Gereja Katolik Roma. Dan kesimpulannya, ketika berbicara tentang takhta Petrus, yaitu ex cathedra, maka ia tidak mungkin bersalah.

Kewenangan Paus tidak lagi diterima secara serius oleh umat Katolik seperti dulu. Ketika ia berbicara mengenai keburukan Keluarga Berencana atau dosa perceraian, perkataannya sering kali tidak dihiraukan oleh banyak orang Katolik, khususnya di Amerika Serikat. Dewasa ini banyak orang yang menganggap dirinya orang-orang Katolik yang baik tidak sependapat dengan paus mengenai peran wanita di dalam gereja dan bahkan mengenai aborsi. Namun ajaran resmi Katolik Roma yang menyangkut kewenangan gereja dalam persoalan-persoalan seperti itu masih tetap berlaku.

Bagaimanakah gagasan kepausan ini muncul dan mengapa?

Suatu Permulaan

Tahun 452 SM, ketika Attila, orang Hun, memimpin pasukan berkudanya menuju Sungai Donau dengan maksud menguasai bagian barat dari Kerajaan Romawi. Serangan yang mendadak melintasi pegunungan Alpen membawanya ke Italia bagian utara. Ia bergerak terus menuju Roma sampai ia berjumpa dengan suatu delegasi Romawi, yang memohonnya untuk meninggalkan daerah itu. Ia baru saja hendak mengabaikan mereka ketika ia mendengar bahwa Leo, uskup Roma, ada diantara rombongan itu, sebagai Kerajaan Romawi. Mereka saling berhadapan, seorang raja asing dan seorang pemimpin gereja yang memerintah. Menurut beberapa sejarawan, Attila sudah memutuskan bahwa ia tak dapat meneruskan usaha penaklukannya karena memburuknya keadaan pasukannya disebabkan perjalanan kaki yang jauh. Bagaimanapun juga, ia menyetujui permintaan Leo untuk menyelamatkan ibu kota. Hal ini menjadikan Leo lebih ulung, bukan saja sebagai seorang pemimpin agama, tetapi juga sebagai seorang politikus.

Apakah sangkut-pautnya dengan perkembangan kepausan? Leo, yang dikenal dalam sejarah sebagai Leo Agung, memanfaatkan kepercayaan yang makin kuat bahwa perkataan Kristus kepada Petrus, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku,“ dapat dipakai untuk para uskup Roma. Ini memberinya keunggulan dan wewenang yang ia butuhkan untuk memerintah.

Akan tetapi, mengapakah kehormatan ini harus diberikan kepada uskup Roma? Betapapun, gereja dimulai di Yerusalem, dan jemaat-jemaat penting lainnya terdapat di tempat-tempat seperti Antiokhia di Siria dan Efesus. Namun, ingatlah bahwa Roma adalah ibukota Kerajaan Romawi. Kota ini mempunyai kekuatan dan pengaruh politik, sebuah kota tempat orang-orang percaya mula-mula mendirikan sebuah gereja Kristen yang kuat. Beberapa perkiraan menetapkan jumlah orang-orang percaya di Roma sekitar 30 ribu orang. Di barat, baik gereja maupun kotanya tidak mempunyai saingan. Lagi pula, para penulis Kristen yang mula-mula mengatakan bahwa Petrus dan Paulus telah mendirikan gereja di Roma. Lalu timbullah pemikiran bahwa uskup Roma menjadi calon pengganti rasul-rasul tersebut.

Lalu kita harus memahami sesuatu tentang struktur gereja. Uskup-uskup bermunculan diberbagai bagian yang berbeda dari negeri itu, tetapi kadangkala mereka berkumpul bersama untuk bersidang dan mendiskusikan masalah-masalah gereja. Seperti yang dapat diduga, uskup dari gereja-gereja yang lebih penting mempunyai pengaruh yang lebih besar dalam pertemuan-pertemuan tersebut. Jadi beberapa uskup mulai menjalankan kekuasaan atas daerah-daerah geografis tertentu. Gerejka-gereja yaang lebih kecil mempunyai imam yang memberi laporan kepada uskup. Dengan demikian, Roma bertambah besar kewenangan dan kekuasaannya.

Akhirnya, semua ini mencapai puncaknya. Setelah Konstantinus menjadi kaisar pada tahun 312, ia memutuskan untuk memindahkan ibukota Kerajaan Romawi ke Roma Baru, yaitu Konstantinopel, sebuah kota yang ia namakan menurut namanya sendiri. Jadi, kekuatan politik beralih dari barat ke timur (Yunani ada di Timur dan melambangkan suatu garis pemisah di antara barat dan timur). Ketika Konstantinus mengatur Konsili yang terkenal pada tahun 325, maka itu diselenggarakan di Nicea, hanya beberapa mil dari Konstantinopel.

Persaingan di antara kedua kota itu berkembang. Suatu hari Kaisar dari Konstantinopel mengadakan sidang umum, seperti yang telah dilakukan oleh Konstantinus. Akan tetapi, ia mengundang uskup-uskup dari bagian timur kerajaan sedangkan uskup Roma diabaikan. Konsili ini menyelesaikan beberapa persoalan teologis, tetapi juga menyatakan bahwa wewenang uskup Konstantinopel berada pada peringkat kedua setelah uskup Roma karena Konstantinopel adalah “Roma Baru“.

Sementara itu, di “Roma Lama“, pernyataan ini ditafsirkan sebagai suatu tantangan terhadap wewenang uskup Roma. Maka pada suatu sinode pada tahun berikutnya di Roma, uskup-uskup barat menandaskan, “Gereja Roma yang kudus harus lebih diutamakan daripada gereja-gereja lainnya, bukan berdasarkan keputusan sinode, tetapi karena kepadanya telah diberi keunggulan oleh perkataan Tuhan dan Penebus kita di dalam kitab Injil ketika Ia berkata, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku.”

Demikianlah, suasana teologis ketika Leo menjadi uskup. Secara politik, kekuasaan Roma mulai berkurang dan karena itu alasan lama mengenai keunggulan gereja Roma oleh sebab kekuasaan dan pengaruh Roma kurang berpengaruh. Tetapi ini tak menjadi soal. Sekarang Roma dapat menuntut keunggulannya berdasarkan keunggulan Petrus. Dan karena kemerosotan politis kota itu, maka uskup sanggup menjalankan kekuasaan yang lebih besar.

Leo benar-benar menyadari kedudukan tinggi yang telah ia warisi. Jadi, pada hari pelantikannya ia menegaskan bahwa jabatannya yang baru meninggikan “kemuliaan Rasul Petrus yang kudus… dalam takhtanya, kuasanya dilangsungkan dan kewenangannya bersinar.“ Kristus berjanji untuk mendirikan gereja-Nya di atas Petrus, dan inilah penggenapan perkataan-Nya. Leo adalah seorang pengkhotbah dan organisator yang baik. Ia mengambil banyak prinsip pemerintahan Romawi dan menerapkannya kepada gereja. Organisasi gereja dibakukan di seluruh kerajaan.

Meskipun Leo telah berhasil mencegah serangan Attila orang Hun, ia tidak sanggup mencegah kaum Vandal yang menyerang Roma pada tahun 455. Di pintu gerbang kota Roma, Leo bertemu dengan Gaiseric, raja orang Vandal, yang telah membawa pasukannya sampai ke sebelah utara sungai Tiber. Leo memohon belas kasihan, tetapi kaum Vandal menjarah Roma selama 14 hari. Mereka menjarah istana-istana, menahan tawanan politik dan bahkan anggota-anggota dari kaum aristokrat sebagai sandera politik. Dengan kapal-kapal yang sarat dengan harta benda dan manusia, kaum Vandal berlayar menuju Kartago.

Uskup Leo menghibur penduduk dan menaikkan ucapan syukur kepada Allah. Oleh karena ia menjadi penengah kepada raja Vandal, suatu pembunuhan masal telah dihindari dan sebagian gereja-gereja terlindungi. Ia mengajak rakyat Roma untuk mengakui bahwa Allah telah melembutkan hati kaum barbar itu. Bruce Shelley dalam penelitiannya tentang sejarah gereja mengatakan bahwa Leo tidak menyebut dirinya dan ia tidak perlu melakukannya, meskipun ia telah menyelamatkan Roma untuk kedua kalinya. “Ia telah memakai gelar kafir yang kuno Pontifex Maximus, imam besar keagamaan di seluruh kerajaan, dan semua orang mengerti bahwa Leo-lah, bukan Kaisar, yang telah memikul tanggung jawab atas kota yang kekal itu. Petrus telah mulai berkuasa.“

Setelah melompat beberapa abad ke depan, kita kembali melihat persaingan yang terjadi antara uskup Roma dan uskup Konstantinopel. Kedua bagian gereja ini berpisah semakin jauh. Berabad-abad telah berlalu sampai suatu hari pada tahun 1054, ketika suatu kebaktian akan dimulai di gereja Himat Kudus di Konstantinopel, dua orang wakil dari gereja Roma muncul dan meletakkan suatu bula paus (suatu pengumuman resmi dari paus) di atas Altar. Uskup Roma, secara resmi mengucilkan uskup Konstantinopel. Akan tetapi, uskup Konstantinopel tidak gentar. Bula itu akhirnya dibuang di jalan ketika seorang diaken gereja itu mendesak utusan dari Roma untuk membawanya kembali. Jadi blok timur dari Kekristenan memisahkan dirinya dari Roma. Peristiwa ini menjelaskan adanya Gereja Ortodoks Timur, yang menguatkan banyak ajaran agama (meskipun dengan berbagai perbedaan yang penting), tetapi menolak untuk menerima kekuasaan Paus. (bersambung).