DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

GURU-GURU PALSU

Filed under: FUNDAMENTAL — dedewijaya at 1:14 am on Monday, November 17, 2008

“Sebab Mesias-Mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.” (Mrk 13:22)

GAMBARAN

Orang percaya dewasa ini harus menyadari bahwa di dalam gereja-gereja masa kini mungkin sekali ada pekerja Firman Allah yang sikap dan hidupnya sama dengan guru-guru bejat yang mengajarkan Taurat Allah pada zaman Yesus (.Mat 24:11,24). Yesus mengingatkan bahwa tidak semua orang yang mengaku percaya pada Kristus adalah orang yang sungguh-sungguh percaya, demikian pula tidak semua penulis Kristen, utusan gerejani, gembala sidang, penginjil, pengajar, penatua, dan pekerja gereja benar-benar menjadi hamba Allah.

1) Secara lahiriah para rohaniwan ini “tampak benar di mata orang” ( .Mat 23:28). Mereka datang “dengan menyamar seperti domba” ( .Mat 7:15). Mungkin saja mereka melandaskan berita mereka atas Firman Allah dan menyatakan standar tinggi yang benar. Mereka mungkin kelihatan sangat memperhatikan pekerjaan dan Kerajaan Allah dan memperlihatkan perhatian besar terhadap keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang sambil mengaku bahwa mereka mengasihi orang banyak. Mereka mungkin tampak sebagai hamba Allah yang sungguh-sungguh, pemimpin rohani yang patut dihargai, dan diurapi oleh Roh Kudus. Mereka bahkan kelihatan sangat berhasil dan banyak orang mengikut mereka (Mat 24:11,24; 2 Kor 11:13-15, Mat 7:21-23]

2) Sekalipun demikian, orang-orang ini sangat mirip dengan nabi palsu dalam PL (Ul 13:3; 1Raj 18:40; Neh 6:12;Yer 14:14; Hos 4:15] dan orang Farisi dalam PB. Di dalam kehidupan mereka yang sesungguhnya, yaitu yang tidak tampak kepada umum, mereka dipenuhi “rampasan dan kerakusan” ( .Mat 23:25), “penuh tulang belulang dan berbagai jenis kotoran” ( .Mat 23:27), “penuh kemunafikan dan kedurjanaan” (.Mat 23:28). Kehidupan mereka di balik pintu yang terkunci menyangkut hal-hal seperti hawa nafsu, kebejatan, perzinahan, kerakusan, dan kegemaran yang memusat pada diri sendiri.

3) Penipu lihai ini memperoleh kedudukan yang berpengaruh di dalam gereja melalui dua cara.

( a) Beberapa guru/pengkhotbah palsu mengawali pelayanan mereka dengan kesungguhan hati, kebenaran, kemurnian, dan iman yang sungguh-sungguh kepada Kristus. Kemudian karena kesombongan dan keinginan mereka yang tak bermoral, kasih dan pengabdian mereka kepada Kristus semakin memudar. Sebagai akibatnya, hubungan mereka terputus dengan Kerajaan Allah (.1Kor 6:9-10; Gal 5:19-21; .Ef 5:5-6) sehingga mereka menjadi sarana Iblis sementara masih menyamar sebagai pelayan kebenaran (lih. .2Kor 11:15).

( b) Guru-guru/pengkhotbah palsu lainnya tidak pernah sungguh-sungguh percaya kepada Kristus. Iblis telah menanamkan mereka di dalam gereja sejak awal pelayanan mereka (.Mat 13:24-28,36-43) sambil menggunakan kecakapan dan karisma mereka serta membantu dalam keberhasilan mereka. Siasat Iblis ialah menempatkan mereka dalam kedudukan yang berpengaruh di dalam gereja agar mereka dapat merusak pekerjaan Kristus. Iblis mengetahui bahwa pada saat perbuatan mereka ketahuan, Injil dan nama Kristus akan sangat dipermalukan.

CARA-CARA MENGUJI.

Empat belas kali dalam kitab-kitab Injil, Yesus mengingatkan murid-Nya agar waspada terhadap pemimpin-pemimpin yang akan menyesatkan (.Mat 7:15; 16:6,11; 24:4,24; Mr 4:24; 8:15; 12:38-40; 13:5; .Luk 12:1; 17:23; 20:46; 21:8). Di tempat lain orang percaya dinasihati untuk menguji pengajar, pengkhotbah, dan pemimpin di dalam gereja (.1Tes 5:21; 1Yoh 4:1). Langkah-langkah berikut ini dapat dipergunakan untuk menguji guru palsu atau nabi palsu.

1) Perhatikan watak mereka. Adakah mereka itu berdoa dengan tekun serta mengabdi kepada Allah dengan tulus dan sungguh-sungguh? Apakah mereka sudah menyatakan buah Roh (.Gal 5:22-23), mengasihi orang berdosa (.Yoh 3:16), membenci kefasikan dan mengasihi kebenaran (Ibr 1:9] serta gigih menentang dosa (.Mat 23:1-39; Luk 3:18-20)?

2) Perhatikan motivasi mereka. Pemimpin Kristen yang sejati akan berusaha melakukan empat hal:

( a) menghormati Kristus (.2Kor 8:23; Fili 1:20);

( b) memimpin gereja kepada pengudusan (.Kis 26:18; 1Kor 6:18; .2Kor 6:16-18);

( c) menyelamatkan orang yang terhilang (.1Kor 9:19-22); dan

( d) memberitakan serta mempertahankan Injil Kristus dan ajaran para rasul (Fil 1:16; Yud 1:3]

3) Ujilah buah dalam kehidupan dan berita. Buah atau hasil pelayanan pekerja palsu ini sering kali terdiri atas orang bertobat yang tidak sepenuhnya menyerah kepada segenap Firman Allah (Mat 7:16]

4) Perhatikan tingkat ketergantungan pada Alkitab. Ujian ini sangat menentukan. Apakah mereka percaya dan mengajar bahwa penulisan asli dari PL dan PB sepenuhnya diilhami oleh Allah sehingga kita harus tunduk kepada seluruh ajarannya (.2Yoh 1:9-11;

Jika tidak, dapat dipastikan bahwa baik mereka maupun berita yang mereka sampaikan tidak berasal dari Allah.

5) Akhirnya, ujilah kejujuran mereka berkenaan dengan uang Tuhan. Apakah mereka menolak untuk mengambil banyak uang untuk diri mereka, mengatur semua keuangan dengan jujur dan penuh tanggung jawab, dan berusaha memajukan pekerjaan Tuhan dengan cara-cara yang sesuai dengan standar PB untuk para pemimpin (1Tim 3:3; 6:9-10)? Haruslah disadari bahwa kendatipun segala usaha orang percaya yang setia dalam menilai kehidupan dan berita seseorang, akan ada guru-guru palsu di dalam gereja, yang dengan bantuan Iblis, tetap tidak diketahui hingga tiba saatnya Allah memutuskan untuk menyingkapkan keadaan mereka yang sesungguhnya.
(cd SABDA 3.0)

BAPTISAN MENYELAMATKAN?

Filed under: FUNDAMENTAL — dedewijaya at 12:51 am on Monday, November 17, 2008

Apakah Baptisan menyelamatkan? Tidak cukupkah hanya karena Iman saja (Sola Fide)? Apakah Keselamatan perlu ditambah dengan syarat baptisan, ordonansi/peraturan yang diperintahkan Tuhan atau istilah yg terlanjur salah kaprah “Sakramen”.

Bila sepintas membaca bagian Alkitab, seakan-akan ada ayat-ayat yang mengajarkan bahwa Baptisan dapat menyelamatkan. 4 Ayat utama semacam itu ialah, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”

(Mrk 16:16); “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia, yaitu Roh Kudus.” (Kis 2:38); “Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan dengan berseru kepada nama Tuhan!” (Kis 22:16); dan “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan” (I Ptr 3:21). Ayat2 di atas dari Terjemahan Baru-2 untuk PB LAI.

Tetapi dalam semua hal ini, iman harus ada terlebih dulu. Urutannya menurut Alkitab ialah pertobatan, kepercayaan, baptisan. Pernyataan Yohanes Pembaptis, “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan” (Mat 3:11) memiliki susunan kalimat Yunani yang sama dengan perkataan Petrus, “…memberi dirimu dibaptis… untuk pengampunan dosamu” (Kis 2:38). Pastilah, Yohanes menganggap bahwa pertobatan terjadi lebih dahulu; dan demikian juga, pengampunan terjadi lebih dahulu sebelum baptisan. Alkitab sangat jelas bahwa penyucian dari dosa bukanlah hasil baptisan (Kis 15:9; I Yoh 1:9), tetapi bahwa tindakan baptisan itu berkaitan erat sekali dengan tindakan iman sehingga sering kali keduanya diungkapkan sebagai satu tindakan. Saucy mengatakan,

Berkat-berkat Injil diterima oleh iman. Sekalipun demikian, ketika iman yang menyelamatkan tersebut dilanjutkan secara objektif melalui baptisan, maka Tuhan memakai tindakan tersebut untuk memperkuat kenyataan keselamatan yang telah diterima oleh iman sebelumnya. Iman seseorang dikuatkan pada saat itu diungkapkan secara terang-terangan, dan tindakan-tindakan penyelamatan itu dimeteraikan dan disahkan secara lebih mendalam lagi di dalam hati orang percaya itu. (Saucy, The Church in God’s Program, p 198)

Baptisan bukan saja melambangkan penyatuan orang yang bertobat dengan Kristus, baptisan juga merupakan sarana lahiriah untuk menyatakan bahwa orang yang bertobat itu sudah diterima menjadi anggota jemaat lokal. Pada waktu ia menjadi anggota tubuh Kristus, ia juga harus menghubungkan diri dengan jemaat lokal. Bila seseorang menanggapi panggilan keselamatan, maka sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang percaya di Perjanjian Baru, ia harus dibaptis dan secara resmi menjadi anggota masyarakat Kristen (Kis 2:41).

Sumber: Teologi Sistematika, Henry Clarence Thiessen, Gandum Mas, p 499-500, cet II, 1993

Kis 16:31 berkata “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Dan Paulus bukan berkata: “Percayalah dan Baptislah… maka engkau akan selamat” seandainya Baptisan menyelamatkan, Paulus pasti akan mengatakan dengan tegas dan jelas.

KNOWING GOD dan TEOLOGI DISPENSASI

Filed under: Current Affairs — dedewijaya at 12:39 am on Monday, November 17, 2008

Bulan November ini saya mendapat kejutan dengan menjadi pemenang ke-2 dari angket majalah BAHANA. Pegawai di toko Buku Bethania menanyakan apa hadiahnya. Saya menjelaskan bahwa hadiahnya tidak lain yaitu Sebuah buku berjudul Knowing God karya J.I. Packer, 1 kaset, dan 1 T-Shirt yang bertulis GET FOCUS! Untuk pertama kalinya saya memenangkan angket BAHANA setelah 2 kali dalam 2 tahun berturut-turut mengirim angket ini.

Sebelumnya pada bulan September saya juga memenangkan hadiah berlangganan gratis 6 edisi Renungan Harian Manna Sorgawi setelah mengisi angket pertanyaan juga. Saudara saya mendapatkan hadiah buku Rahasia Berjalan di Atas Air. Sampai bulan ini saya masih dikirimkan gratis Manna Sorgawi, renungan harian yang saya anggap paling favorit diantara banyak renungan harian lainnya. Manna Sorgawi sangat menarik karena berisi renungan setiap hari, ada bagian pendalaman Alkitab, ada humor, ada doa dan doa syafaat, kata-kata bijak, kata mutiara, pelajaran khusus dan juga kesaksian serta insert cover depan bergambar perkakas dalam Alkitab beserta sejarah dan ceritanya. Yang saya sukai yaitu Cover bergambar gedung-gedung gereja selama 2 tahun dari 2007-2008, ini saya koleksi karena akan berguna di masa yang akan dating untuk pembuatan dan penulisan buku tentang Profil 101 Gereja-Gereja di Indonesia.

Sebelum mendapat hadiah dari BAHANA, saya sudah pernah meminjam buku KNOWING GOD dari penginjil saya di gereja, dan sebuah kejutan bahwa buku ini saya dapatkan dengan cuma-cuma. Sekiranya diuangkan, total hadiah yang saya dapatkan sebagai pemenang BAHANA mungkin 100 ribu rupiah.

Menurut J.I Packer dalam prakata tahun 1993, dia sangat meragukan bahwa bukunya ini akan ada banyak peminatnya. Namun ternyata dia salah. Sampai hari ini sudah diterjemahkan dalam 12 bahasa dan terjual lebih dari 1 juta kopi, ternyata buku ini telah menjadi buku penunjang pertumbuhan rohani di dunia kekristenan. J.I Packer merasa takjub dan terheran-heran, dan tertunduk untuk terus mengucap syukur kepada Allah.

Pada awalnya ketika meminjam buku ini, begitu membacanya, saya tidak bersemangat meneruskan untuk membaca buku ini. Bagi saya, yang suka dengan buku bersifat pengajaran atau doktrin, buku ini tidak singkat, padat dan jelas, atau langsung pada sasaran, namun bersifat devosional dan mengajak merenung tentang Doktrin Allah.

Berbeda ketika mendapat hadiah buku ini, mungkin karena menganggap hadiah sebagai sebuah hadiah, maka saya mencoba untuk membaca lebih jauh buku yang tampak sangat baru dari cetakan ke-4 tahun 2008 ini. Dan ternyata, entah bagaimana, saya menjadi tertarik dan membaca bab demi bab, serta mencoba menguji diri dengan menjawab pertanyaan di setiap bab yang ada. Hasilnya sungguh menarik, saya memberi warna dengan stabilo saya di buku Knowing God tersebut. Sebagai Tuntunan Praktis untuk Mengenal Allah yang dilengkapi dengan panduan studi pribadi dan diskusi kelompok, memang harus diakui buku ini dapat menolong kita sebagai Orang Kristen untuk belajar Mengenal Allah dengan gaya kupasan buku yang berbeda dari buku-buku Doktrin. Saya mencoba membandingkan dengan buku Teologi Sistematika Louis Berkhof, tentu tidak berimbang karena gaya penulisan dan sasaran pembacanya tampaknya berbeda. Lebih baik dibandingkan dengan buku Teologi Sistematika karya Charles Caldwell Ryrie, seorang Teolog Dispensasi yang saya kagumi– selain Alm. John Flipse Walvoord (disingkat John F. Walvoord), Dispensationalist yang sangat menekuni masalah Eskatologi yang menulis buku yang tebal Pedoman Lengkap Nubuat Alkitab diterbitkan oleh Kalam Hidup Bandung), Cyrus Ingersoll Scofield (yang dikenal dari Alkitab KJV/AV 1611 dengan komentari dari C.I. Scofield, Alkitab ini dikenal dengan nama Alkitab Scofield, dari beliau jugalah Teologi Dispensasi terus berkembang), Henry Clarence Thiessen (alm) dengan bukunya Teologi Sistematika yang diterbitkan Gandum Mas—dengan bahasa awam dan gaya penyajian dan penulisan untuk orang awam namun tetap sistematis, Ryrie mampu membuat sebuah buku Teologi Sistematika yang Doktrinal menjadi buku yang enak dibaca dan mudah dipahami. Buku ini berjudul Teologi Dasar 1&2: Panduan Populer untuk Memahami Kebenaran Alkitab yang juga diterbitkan Andi Offset, saat ini sudah memasuki cetakan ke-8 sejak 1992.

Nah, buku-buku yang saya sebutkan di atas sesungguhnya sangat menarik untuk dibaca dan digali oleh pembaca awam manapun. Bagi anda yang ingin mengenal Allah dengan bentuk gaya devosional, buku J.I. Packer bisa jadi alternatif pilihan anda dan bagi anda yang mau belajar Teologi Sistematika dari sudut pandang Teologi Dispensasi, buku-buku di atas bisa jadi buku utama anda. Patut diingat, seorang Dispensationalist pasti Premillenium dalam Eskatologinya. Namun seorang yang menganut Premillenium dalam Eksatologi (doktrin Akhir Zaman)-nya, belum tentu seorang Dispensationalist.