DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

Berita Mingguan 7 Maret 2009

Filed under: News, Religion — dedewijaya at 8:35 am on Saturday, March 7, 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)

BAPTIS MENGADOPSI ADVENT DAN LENT
“Orang-orang Baptis Beralih kepada Perayaan Lent” adalah judul sebuah laporan dari Associated Baptist Press, tanggal 26 Februari. Artikel itu berkata, “Walaupun secara tradisional dianggap sebagai ritual Katolik, semakin banyak Baptis yang menemukan arti dari Lent. Belmont University, yang sampai akhir-akhir ini masih berafiliasi dengan Tennessee Baptist Convention, memperingati tanggal 25 Februari dengan kebaktian Rabu Abu, yang dipimpin bersama dengan seorang Uskup Katolik….. …dalam dekade-dekade belakangan ini, semakin banyak gereja Baptis (dan juga Protestan lain) yang mulai merayakan Advent. Sebagian gereja-gereja tersebut juga mulai memasukkan bagian-bagian lain kalender liturgi ke dalam rencana tahunan mereka…..Bo Prosser, koordinator hidup berjemaat dari Cooperative Baptist Fellowship, mengatakan bahwa dia menyaksikan minat terhadap Lent meningkat di kalangan gereja Baptis setiap tahun……Passport , Inc., sebuah organisasi pelayanan terhadap siswa dan juga partner dari Cooperative Baptist Fellowship, mengeluarkan sebuah renungan untuk Lent yang disebarkan lewat web, yaitu d365.org. Organisasi Baptist Center for Ethics, partner lainnya dari CBF, menjual bahan studi grup untuk Lent dalam format PDF, yang diproduksi dalam kerjasama dengan Baptist World Alliance.”

CATATAN BRO. CLOUD: Lent dan Advent adalah praktek sakramen Roma Katolik dan Yunani Ortodoks, dan sama sekali tidak memiliki dasar otoritas Alkitab. Bahwa orang-orang Baptis mulai mengadopsi hal-hal ini adalah bukti lebih lanjut akan meresapnya gerakan ekumene, pengaburan garis-garis doktrin, dan penyatuan semua denominasi. Tidak diragukan lagi, salah satu hal yang mendorong pengadopsian Advent dan Lent di antara kaum Baptis adalah menyebarnya mistikisme meditasi melalui pengaruh orang-orang seperti Richard Foster dan Dallas Willard. Praktek-praktek meditasi seperti “centering prayer,” “visualization prayer,” “lectio divina,” “the Jesus prayer,” dan “breath prayer” diadaptasi dari kegelapan biara-biara Katolik. “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus” (Kol. 2:8)

SEMUT YANG BERKEBUN
Berikut ini disadur dari Creation Moments, http://www.creation moments.net/ radio/transcript .php?t=2283: “Bertani dan berkebun, menurut evolusionis, adalah kegiatan-kegiatan yang sangat maju. Mereka mengatakan bahwa manusia-manusia primitif tidak melakukan hal-hal demikian, dan bahwa teknik berkebun baru belakangan ini dikembangkan dalam sejarah manusia. Tetapi jika ada satu pribadi Pencipta, kita bisa menduga bahwa Ia pastinya mengajari banyak sekali makhluk ciptaanNya cara-cara mengurusi tanaman atau bahkan pohon. Dan coba tebak….Bahkan ada semut yang bisa berkebun. Ada suatu jenis semut yang sangat ganas yang mengurusi pohon acacia jenis bull’s horn di Amerika Selatan. Walaupun semut-semut ini tidak memerlukan pohon itu untuk kehidupan mereka, kadang-kadang mereka makan bagian-bagian pohon itu. Tetapi mereka tidak pernah makan dari pohon itu sampai menimbulkan kerusakan pada pohon. Sebaliknya, semut-semut tersebut menjaga pohon mereka – mereka memotong sulur-sulur atau pertumbuhan tanaman lain yang terlalu dekat dengan pohon mereka. Semut-semut ini cukup agresif sehingga mengusir serangga-serangga lain atau bahkan burung dan binatang-binatang besar dari pohon mereka. Dalam mempelajari hubungan yang sangat luar biasa ini, para peneliti mencoba memisahkan semut-semut tersebut dari beberapa pohon tersebut. Dalam dua hingga lima belas bulan, pohon itu sudah mati. Tanpa pengurusan sang semut, binatang-binatang lain memakain habis daunnya dan tanaman lain sekeliling melandanya. Siapakah yang mengajari para semut itu untuk menjadi tukang kebun? Mengapakah ada dua kehidupan yang begitu berbeda yang menjalin hubungan yang sedemikian erat? Ini adalah misteri yang dalam bagi evolusi. Tanpa semut-semut itu, pohon tersebut tentunya tidak dapat berevolusi. Sebaliknya, tanpa pohonnya, semut tentunya tidak bisa belajar mengurusinya. Ini tidak bisa dipungkiri. Keduanya diciptakan langsung jadi, dan sang Penciptalah yang mengajari para semut itu cara mengurusi pohon tersebut.”

DESAINER BAYI
Berikut ini disadur dari “Sex-Selection and Hair, Skin and Eye Color in High Demand,” Lifesitenews. com, 27 Feb. 2009: “Permintaan seleksi jenis kelamin untuk in vitro fertilization (Editor: pembuahan di luar tubuh, atau dikenal sebagai “bayi tabung”), meningkat dengan depat menurut banyak fasilitas IVF swasta di Amerika. Sebuah laporan oleh CNN mengenai seleksi jenis kelamin dan tes skrining genetis lainnya….. ..berfokus pada keberhasilan Fertility Institutes, sebuah fasilitas reproduksi artifisial swasta di Los Angeles yang mengiklankan “seleksi jenis kelamin” dengan cara diagnosis genetik sebelum memasukkan embrio ke dalam rahim, dan yang mengklaim angka keberhasilan hampir “100 persen.” Fasilitas medis tersebut juga mengklaim sebagai yang pertama menawarkan, “sambil menunggu ketersediaannya, ” tes-tes genetik untuk menentukan warna mata, kulit dan rambut, dan juga “kecenderungan kanker” dari embrio-embrio yang dibuat di laboratorium. ……Masalah “desainer bayi” telah memukau imajinasi publik sejak teknologi-teknologi ini mulai dikembangan pada akhir 1970an…… Dunia komersial reproduksi artifisial telah merangkul praktek-praktek pemilihan jenis kelamin yang sangat menguntungkan tersebut, di mana saja hukum memperbolehkannya, termasuk di Amerika….. .Dr. Jeff Steinberg, direktur dari Fertility Institutes, mengklaim bahwa perusahaannya melakukan kira-kira 10 prosedur pemilihan jenis kelamin setiap minggu, dengan biaya $18.400 setiap kalinya….. .Dr. Jeffrey Nisker, seorang ahli “etik” dan juga spesialis IVF di Universitas Western Ontario, memberitahu komite DPR setempat bahwa setelah timnya mengembangkan teknologi tersebut, permintaan datang membanjir dari seluruh Kanada, tetapi, “penyakit genetik nomor satu yang diminta untuk dihilangkan adalah menjadi seorang wanita.”

EDITOR: Manusia semakin canggih, bahkan Tuhan telah memprediksikan hal ini. Ketika sedang membangun menara Babel, Tuhan berkata bahwa “mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana” (Kej. 11:6). Tuhan memberikan manusia potensi yang luar biasa, tetapi manusia selalu menggunakannya untuk menentang Tuhan dan FirmanNya. Tetapi, harinya akan datang, bahwa Tuhan menghakimi semua manusia. Oleh karena itu, orang Kristen sama sekali tidak memusuhi teknologi, karena itu adalah bagian dari mandat Tuhan bagi kita, untuk “menaklukkan bumi.” Tetapi, baiklah kita pakai teknologi, bukan untuk menjadikan diri kita “Allah” tetapi untuk pekerjaanNya.

KEDATANGAN KRISTUS BISA TERJADI KAPAN SAJA
Tuhan Yesus dan para Rasul dan nabi Perjanjian Baru mengajarkan bahwa kedatangan kembali Kristus dapat terjadi kapan saja dan bahwa anak-anak Allah harus menantikan saat itu dengan pengharapan kudus. “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat. 24:44). “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” (Mat. 25:13). “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!” (Fil. 4:5). “Karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar” (1 Tes. 5:5-6). “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! (Yak. 5:8). “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 Pet. 4:7).

Jalan Keselamatan

Filed under: INJIL — dedewijaya at 8:33 am on Saturday, March 7, 2009

Tahukah anda bahwa hal terpenting dalam kehidupan seseorang justru bukanlah menyangkut kehidupannya saat ini? Ya, itu benar. Hal terpenting dalam kehidupan seseorang adalah tentang kehidupan setelah ini, yaitu apa yang akan terjadi setelah ia meninggal dunia. Mengapa justru hal-hal setelah kematian yang paling penting? Benar, karena manusia hanya menghabiskan waktu kira-kira 60 hingga 80 tahun saja di dunia ini, sedangkan setiap pribadi akan menghabiskan kekekalan di suatu tempat setelah ia mati. Enam puluh hingga delapan puluh tahun itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekekalan. Oleh sebab itulah, keberadaan dirimu pada saat kekekalan itu jauh lebih penting daripada hidupmu hari ini. Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menyelesaikan masalah yang paling penting ini? Tahukah anda ke mana anda akan pergi ketika anda mati? Maukah anda tahu cara pergi ke Surga? Firman Tuhan memberitahukan jalannya bagi kita. Silakan baca terus.

Allah Menciptakan Manusia, Surga, dan Neraka

Langkah pertama kepada keselamatan adalah percaya bahwa Allah ada. Penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa mereka yang tidak mau mengakui keberadaan Allah, tidak dapat berseru kepadaNya (Ibr. 11:6). Seluruh alam semesta sebenarnya menyerukan bahwa ada Allah yang menciptakan. JIka anda menemukan sebuah arloji di atas pasir di pinggir pantai, apa yang akan terlintas di benak anda? Apakah arloji tersebut hadir dengan sendirinya, melalui berpuluh-puluh atau beratus-ratus tahun sapuan gelombang terhadap unsur-unsur hara dalam pasir? Tentu tidak, anda akan berpikir bahwa ada seseorang yang membuat arloji tersebut, dan ada yang meninggalkannya di situ. Sebenarnya, alam semesta kita jauh lebih kompleks, lebih tertata, lebih indah, dan penuh tujuan dibandingkan sebuah arloji Seluruh dunia, tubuh manusia yang penuh pesona, hukum-hukum Fisika, semuanya menunjuk kepada seorang Desainer Agung. Dan Desainer itu adalah Allah.

Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk manusia. Artinya, Allah memiliki otoritas atas manusia. Manusia wajib hidup menurut aturan Tuhan, dan bahkan segala sesuatu di alam semesta ini haruslah demikian, karena Allah adalah Pencipta yang Berdaulat. Surga juga adalah ciptaan Allah. Surga digambarkan sebagai tempat kediaman Allah, tetapi bukanlah berarti Allah tinggal di suatu tempat seperti manusia, tetapi Surga adalah tempat di mana kehadiran dan kemuliaan Tuhan paling nyata. Oleh sebab itu, untuk masuk Surga kita harus mengikuti instruksi Tuhan, bukan kehendak atau keinginan manusia.

Penghalang Masuk Surga: Dosa

Ketika Allah pertama kali menciptakan manusia, Ia menamai manusia pertama itu Adam, dan istrinya Hawa. Mereka diciptakan sempurna dan suci. Adam dan Hawa tidak ada masalah bersekutu dengan Allah pada waktu itu. Tetapi semuanya berubah tidak lama setelah mereka diciptakan. Mereka berdosa. Sejak Adam dan Hawa berdosa, mereka tidak dapat lagi mendekati dan bersekutu dengan Allah sebagaimana sewaktu mereka masih kudus. Allah adalah kudus, dan karena itu tidak dapat didekati oleh makhluk yang penuh dosa. Jadi kita lihat di sini bahwa penghalang kepada Allah adalah dosa. Seorang laki-laki atau perempuan yang berdosa, tidak dapat masuk Surga karena Allah pemilik Surga adalah maha kudus, dan tidak dapat mentolerir dosa.

Bukan saja si orang berdosa tidak dapat masuk surga, ia bahkan harus masuk neraka. Neraka adalah ciptaan Allah juga, tetapi pada awalnya tidak dimaksudkan untuk manusia. Allah menciptakan neraka untuk menghukum malaikat yang memberontak, yang disebut setan atau iblis (Mat. 25:41). Namun demikian, setiap orang yang telah melakukan dosa, harus dihukum di neraka karena dosa-dosanya (Roma 6:23).

Semua Manusia Berdosa

Jadi, setiap orang berdosa berada di bawah hukuman kematian dan neraka. Sebelum seseorang dapat diselamatkan, ia harus sadar dulu bahwa ia orang berdosa. Allah telah mengumumkan bahwa semua manusia di dunia ini adalah orang berdosa (Rom. 3:23). Suka atau tidak suka, anda adalah orang berdosa juga. Orang berdosa bukanlah jabatan hanya bagi mereka yang merampok bank, yang membunuh, atau yang berzinah. Seorang berdosa adalah ia yang telah melanggar satu saja dari hukum Allah. Seseorang sudah dapat disebut pembunuh jika ia membunuh satu orang. Seseorang sudah dapat disebut perampok bank jika ia sudah merampok satu bank, tidak perlu menunggu hingga ia merampok 10 bank. Demikian juga, orang berdosa adalah orang yang telah melakukan dosa sekecil apapun, bukan menunggu dosanya extra banyak. Namun demikian, jika kita jujur, toh setiap dari kita memiliki dosa yang teramat banyak. Allah berkata bahwa melanggar satu hukumNya, sama fatalnya dengan melanggar seluruh hukum itu (Yak. 2:10).

Solusi bagi Dosa

Hanya ada satu solusi untuk dosa. Karena Allah adalah maha kudus dan suci, Ia tidak dapat menutup sebelah mata terhadap dosa. Ia juga tidak dapat mencabut kembali FirmanNya bahwa dosa harus dihukum dengan kematian. Allah tidak dapat membiarkan dosa begitu saja.

Banyak orang yang telah mencoba menyelesaikan dosa dengan berbagai cara. Cara manusia menyelesaikan dosa adalah dengan mencoba menyenangkan Allah menggunakan perbuatan baik, atau ritual-ritual, atau menyiksa diri sendiri. Semua hal ini tidak cukup baik bagi Allah, karena perbuatan baik tidak mungkin dapat menghilangkan hukum Allah bahwa dosa harus dihukum (Yesaya 64:6). Jadi, satu-satunya cara menyelesaikan dosa adalah melalui penghukuman.

Ketika seolah-olah keadaannya tanpa pengharapan, dan seluruh umat manusia akan masuk neraka, Allah memberikan jalan keselamatan. Hanya Allah yang dapat menyelamatkan manusia dan mengembalikan hubungan yang sudah rusak itu. Semua usaha manusia tidak mencukupi.

Jalan keselamatan dari Allah tidak dapat berlawanan dengan aturanNya sendiri dan sifatNya sendiri. Allah masih tetapi maha kudus dan maha adil, namun juga maha kasih. Jadi, Allah mengutus diriNya sendiri, yaitu Yesus Kristus, untuk dilahirkan dari seorang perempuan perawan, dan menjadi manusia, Allah-manusia, dan tinggal bersama-sama manusia. Hal ini terjadi pada abad pertama. Yesus, sang Allah-manusia, berjalan di muka bumi ini dan menjalani kehidupan yang tidak berdosa, karena Ia adalah Allah. Ia melakukan berbagai mujizat yang membuktikan keilahianNya.

Setelah beberapa waktu, Yesus lalu menyerahkan diriNya untuk disalib. Banyak orang yang iri kepadaNya, dan dengan senang membunuhNya. Ia tidak melawan, karena Ia memang datang ke dunia dengan tujuan untuk menyerahkan nyawaNya. Ketika Ia mati di atas kayu salib, bukan saja Ia mati secara fisik, tetapi seluruh murka Allah terhadap dosa seisi dunia dicurahkan pada diriNya (Yesaya 53:3-6). Di sanalah, di atas salib, Yesus mengambil penghukuman atas dosa seluruh dunia, dan meletakkannya pada diriNya sendiri (1 Yoh. 2:2).

Jalan Keselamatan

Yesus telah mati pada kayu salib untuk seluruh dunia. PengorbananNya akan diriNya sendiri berkenan dan diterima oleh Allah. Jadi, jalan keselamatan untuk manusia telah selesai. Yesus berteriak dari salib, “Sudah selesai,” mengacu pada jalan ke surga bagi manusia (Yohanes 19:30).

Kini, Allah menuntut, bahwa barangsiapa hendak diselamatkan, maka ia harus bertobat dari dosa-dosa mereka dan percaya pada Yesus Kristus. Ia harus mengakui dirinya sebagai orang berdosa, setuju dengan Allah tentang status dosa-dosanya, dan ia harus berseru pada Yesus untuk menyelamatkannya (Roma 10:13). Jika ada orang yang melakukan hal ini, Yesus akan menyelamatkannya, dan pengorbanan Yesus di kayu salib akan dihitungkan bagi orang yang bertobat dan percaya tersebut. Kebenaran Yesus akan ditaruh pada dirinya, dan ia akan memiliki hidup yang kekal (Yoh. 3:16; 1 Yoh. 5:13).

Keputusan

Teman, hari ini anda bisa mendapatkan keselamatan. Hal yang paling penting dan paling berharga dalam hidup ini dapat menjadi milik anda. Tetapi engkau harus bertobat dari dosa-dosamu, dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadimu. Mengapa tidak melakukan itu hari ini dan saat ini? Tundukkanlah kepalamu dan berdoalah kepada Yesus, mengaku akan kondisimu sebagai orang berdosa, dan terimalah anugerah keselamatan dariNya yang cuma-cuma.

sumber: http://www.graphe-ministry.org/bahasa/keselamatan.html

Berita Mingguan 28 Februari 2009

Filed under: News — dedewijaya at 8:32 am on Saturday, March 7, 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)

PENYIMPANGAN MORAL HOLLYWOOD
Acara Oscar kini terbukti adalah perayaan homoseksualitas yang nyata, yang sebenarnya tidak terlau mengherankan jika mengilas balik peran sentral Hollywood dalam kehancuran moral masyarakat modern. Film pro-homoseksual, “Milk,” yang memuliakan seorang tokoh, Harvey Milk, yaitu homoseksual pertama yang terpilih sebagai pejabat tinggi di Amerika, didaulat sebagai pemenang film kategori “best original screenplay” dan juga “best actor.” Penulis film tersebut, Dustin Black, mengatakan: “jika Harvey tidak meninggalkan kita 30 tahun lalu, saya rasa dia mau saya mengatakan kepada semua anak-anak gay dan lesbian di luar sana malam ini, yang telah diberitahu bahwa mereka kurang sesuatu oleh gereja mereka, oleh pemerintah atau oleh keluarga mereka, bahwa Allah mengasihi kalian dan bahwa segera, saya berjanji, kalian akan memiliki hal-hal yang sama secara federal, di seluruh bagian negara kita yang besar ini” (”Oscars Turn into Blatant Homosex-fest, ” WorldNetDaily, 22 Feb. 2009). Dalam kesombongannya, Black berpikir bahwa dia lebih tahu tentang Allah daripada penulis-penulis Alkitab dan semua pendiri-pendiri negara ini (Amerika) yang saleh. Sean Penn, yang memainkan peran Harvey Milk dalam film tersebut, menyapa para hadirin dengan kata-kata “you Commie, homo-loving sons of gun” (maksudnya para hadirin adalah orang-orang pencinta homo, yang adalah tepat sekali). Dia juga mengatakan, “Kita harus memiliki hak yang sama dengan semua orang lain.” Tetapi, agar para homoseksual bisa mendapatkan “hak-hak” mereka, maka orang-orang Kristen Alkitabiah harus kehilangan hak-hak mereka.

Editor: Ketika homoseksual mendapatkan “hak” mereka, seperti terjadi di Eropa, Kanada, dll., maka orang Kristen tidak boleh lagi mengatakan bahwa homoseksualitas adalah dosa, dan gereja tidak boleh lagi mendisiplinkan jemaatnya yang jatuh dalam dosa homoseksualitas, dan pengusaha Kristen tidak boleh lagi memecat karyawannya yang homoseksual, dan orang tua tidak boleh protes bila guru anak-anak mereka adalah homoseksual yang mencoba mempengaruhi anak-anak mereka.

Editor: Mengapakah ada orang Kristen yang tergila-gila pada Hollywood? Yang senang mengikuti acara Oscar? Karena banyak orang Kristen yang tidak peduli pada pemisahan antara yang kudus dengan yang tidak kudus. 90% lebih film-film Hollywood tidak layak ditonton oleh orang Kristen lahir baru. Banyak orang yang akan menghidupi kehidupan yang jauh lebih produktif, lebih baik, dan lebih bersinar bagi Tuhan, jika mereka membuang TV mereka.

KELOMPOK KERJA LUTHERAN MENDUKUNG GEMBALA SIDANG HOMOSEKSUAL
Sebuah kelompok kerja yang mewakili Evangelical Lutheran Church di Amerika telah mengajukan proposal agar denominasi tersebut mengizinkan gembala-gembala sidang homoseksual yang “berada dalam hubungan sesama jenis yang berkomitmen” untuk dipanggil melayani oleh gereja-gereja. Panel tersebut, yang dinamai Task Force for ELCA Studies on Sexuality, mencatat bahwa ada berbagai macam pandangan-pandangan yang “erat dengan hati nurani” yang dimiliki oleh anggota-anggota denominasi tersebut mengenai topik seksualitas, dan bahwa pandangan-pandangan ini harus dijadikan otentik (”Lutheran Task Force Proposes Process,” Associated Baptist Press, 20 Feb. 2009). Jadi, kini standar kebenaran adalah hati nurani manusia. Ini adalah definisi yang tepat sekali akan anarki dan kesesatan. Penerimaan homoseksualitas dalam gereja-gereja adalah pertanda akhir zaman. Sodom disinggung tiga kali dalam Perjanjian Baru dalam konteks nubuat akan akhir zaman ini (Lukas 17:28-30; 2 Pet. 2:4-6; Yud. 7-8).

ALLAH MENGGUNAKAN SEGALA MACAM MUSIK?
Berikut ini ditulis oleh Brian Snider – “Kita sering mendengar dari para pendukung Christian rock, bahwa Allah mencintai segala jenis musik karena Ia yang telah menciptakan semua itu. Pernyataan ini berarti Iblis tidak memiliki kuasa dalam bidang ini (musik). Mestinya para rocker Kristen pun mengakui bahwa Iblis adalah pribadi yang licik. Tetapi dalam bidang musik, mereka mau agar kita percaya, Iblis tidak punya kuasa dan tidak punya alat yang dapat ia pakai untuk menarik orang-orang dari Allah. Mengapakah Iblis tidak mungkin memakai musik untuk memimpin manusia ke dalam dosa? Ia toh memakai pornografi, ataukah mereka mau berargumen bahwa Allah juga menciptakan segala jenis majalah? Iblis menggunakan ketamakan, ya kan? Ia memakai segala jenis hawa nafsu, benar kan? Lalu mengapa musik tidak? Kami tidak percaya bahwa adalah bijak untuk menyangkali pengaruh Iblis dalam setiap aspek kehidupan, jadi marilah kita jujur mengenai peran Iblis dan coba kita pikir, musik seperti apa yang Iblis ciptakan. Jika Iblis menciptakan suatu jenis musik, tentunya itu musik yang sangat menarik kepada daging, karena kita tahu dari Kitab Suci bahwa daging dan roh berada dalam peperangan yang sengit (Gal. 5:17). Jika Iblis memiliki suatu jenis musiknya sendiri, tentunya musik itu akan mempromosikan dosa-dosa seksual, karena hal itu adalah salah satu penghancur terbesar bagi jiwa manusia. Jika Iblis memiliki musiknya sendiri, tak diragukan lagi, musik itu pasti meninggikan obat-obatan dan alkohol. Obat-obat terlarang telah sejak dahulu bertalian dengan penyembahan berhala dan sihir dan kejahatan mana yang lengkap tanpa alkohol untuk menyulut hawa nafsu? Jika Iblis memiliki suatu jenis musik, tentunya akan keras dan sombong dan menyenangkan, dan tidak akan tenang dan rendah hati dan mengangkat roh. Jika Iblis menciptakan musik, pastinya sikap memberontak akan menjadi inti dari musik itu, karena ia adalah pemberontak pertama dan yang paling besar. Iblis tidak menulis musik? Mereka yang percaya demikian sepertinya terlalu bersimpati terhadap Iblis.”
Editor: Musik Rock `n Roll, beserta semua turunannya, Jazz, Blues, Rap, Country, Metal, dll. memiliki pesan pemberontakan, dan juga pesan seks yang kuat. Hal ini diakui bahkan oleh para rocker sendiri, hanyalah para “Christian rocker” yang menyangkalinya.

Berita Mingguan 14 Februari 2009

Filed under: News — dedewijaya at 8:31 am on Saturday, March 7, 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw Graphe International Theological Seminary (Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)

PENASIHAT INGGRIS MENGATAKAN BAHWA ABORSI DIPERLUKAN UNTUK MELAWAN GLOBAL WARMING
Berikut ini disadur dari Abortions to Stop Global Warming, Worthy News, 4 Feb. 2009: Penasihat pemerintah Inggris dalam bidang lingkungan (environment) mengatakan bahwa aborsi seharusnya menjadi bagian dari kebijaksanaan umum melawan global warming dan bahwa pasangan suami istri yang memiliki lebih dari dua anak melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dalam berbagai komentar yang dimonitor oleh Worthy News, Rabu, 4 Februari, Jonathan Porritt, yang mengetuai Komisi Sustainable Development di pemerintahan, mengatakan bahwa mengurangi pertumbuhan populasi melalui kontrasepsi dan aborsi haruslah menjadi inti kebijakan untuk melawan global warming.

Ia mengatakan bahwa para pemimpin politik dan aktivis `hijau’ seharusnya berhenti untuk lari dari isu kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh pertumbuhan penduduk. “Saya tidak akan malu untuk meminta orang-orang agar bertanggung jawab atas jejak kaki lingkungan (environment footprint) mereka dan bagaimana mereka memutuskan untuk beranak cucu, dan berapa banyak anak yang mereka pikir pantas,” ujar Porritt kepada koran The Sunday Times…..Porritt mengatakan, “Saya rasa kita akan sampai pada posisi yang mengatakan bahwa memiliki lebih dari dua anak adalah tindakan tidak bertanggung jawab……”
CATATAN DARI BRO. CLOUD: Sungguh lucu untuk melihat bahwa orang-orang yang mendukung pengendalian populasi, selalu mengusulkan orang lain menjadi sukarela, terutama anak-anak yang belum lahir, dan bukannya mereka sendiri yang dengan sukarela menghilangkan eksistensi sendiri guna menyelamatkan bumi.

CALON USKUP EPISKOPAL JUGA BERAGAMA BUDDHA
Kevin Forrester, yang telah dicalonkan untuk posisi uskup daerah Michigan utara, adalah seorang penganut Buddha yang telah ditahbiskan (Institute on Religion and Democracy, 5 Feb. 2009). Saat ini ia menjabat rektor dari Gereja Episkopal St. Pauls di Marquette, Michigan. Forrester harus diteguhkan dulu oleh konvensi spesial yang akan berlangsung tanggal 21 Februari. Gereja Episkopal di Amerika telah penuh dengan orang-orang yang mempraktekkan paganisme (penyembahan berhala). Bill Melnyk, seorang mantan imam, mengklaim bahwa ia penganut kepercayaan Druid. Imam Episkopal, Matthew Fox, mempromosikan ajaran ` creation spirituality ,’ yang tidak lain adalah New Age murni. Ia percaya pada evolusi, menolak kejatuhan manusia, menolak uniknya keilahian Kristus, penebusanNya yang menggantikan, dan kebangkitanNya yang jasmani, dan ia memanggil Allah dengan sebutan Ibu. Ia mempromosikan astrologi, Wicca, shamanisme (perdukunan) , penyembahan berbagai dewi, dan juga penggunaan obat-obat terlarang secara `intelijin.’

PENGANIAYAAN MENINGKAT BAGI MANTAN MUSLIM
Berikut ini disadur dari Increased Persecution of Former Muslims, Worthy News, 3 Feb. 2009: Penganiyaan terhadap orang-orang Kristen yang memiliki latar belakang Muslim telah meningkat drastis di seluruh dunia, menurut sebuah laporan yang dirilis hari Selasa, 3 Februari, oleh sebuah kelompok hak asasi Kristen yang terkenal. Organisasi Open Doors yang berbasis di Belanda, dan yang mendukung orang-orang Kristen yang dianiaya karena iman mereka, mengatakan bahwa Korea Utara masih menjadi nomor satu dalam sepuluh besar daftar tahunan (World Watch List) 50 negara dengan kasus-kasus penganiayaan agama yang paling parah. Namun demikian, nomor dua sampai tujuh diisi oleh negara-negara di mana orang-orang yang bertobat dari Islam ke Kristen berada dalam bahaya hidup, kata grup tersebut kepada Worthy News. Orang-orang Kristen dengan latar belakang Muslim adalah kelompok yang rentan dalam dunia Muslim, kata Direktur Open Doors, Tjalling Schotanus, berbicara di depan markas besar Open Doors di sebuah kota Belanda, Ermelo. Seorang Muslim yang meninggalkan Islam dilihat sebagai seseorang yang berbuat jahat terhadap keluarganya, negaranya dan agamanya, ia menambahkan. Saudi Arabia disebut dalam daftar World Watch List (WWL) pada posisi nomor dua, karena hanya Muslim yang diperbolehkan untuk mengekspresikan agama mereka di sana, kata Open Doors. Iran disebut di nomor tiga karena adanya laporan-laporan bahwa banyak orang Kristen dengan latar belakang Muslim telah ditangkap dan dianiaya, kata grup ini. Tambahan lagi, negara tersebut ingin membuat suatu hukum yang akan memaksa para hakim untuk menjatuhkan hukuman mati bagi mereka yang meninggalkan Islam. Afghanistan mendapatkan kehormatan tercemar naik tiga peringkat dari tahun sebelumnya, dari nomor tujuh menjadi nomor empat, terutama karena tekanan yang meningkat dari Taliban dan grup-grup Muslim ekstrimis lainnya, sebagaimana digambarkan Open Doors, walaupun ada tentara penjaga perdamaian internasional di sana. Negara-negara lain yang disebut sebagai paling parah dalam hal pelanggaran kebebasan beragama adalah Irak, Eritrea, dan India.

Ketika Tuhan Tidak Mendengar Seruan Kita

Filed under: RENUNGAN — dedewijaya at 8:28 am on Saturday, March 7, 2009

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2)

Kita sering komplain kepada Tuhan bahwa Ia tidak mendengarkan doa-doa kita, khususnya ketika Allah tidak merespon sesuai dengan keinginan kita. Tetapi ini tidak berarti bahwa Allah tuli, sebab “Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar?” (Mazmur 94:9) Allah mendengar sesuatu yang ada dalam pikiran kita, bahkan sesuatu yang belum terucap oleh mulut kita, “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.” (Mazmur 139:2)

Jadi, bukan karena Allah tidak dapat mendengar seruan hati kita, tetapi ada kemungkinan hidup kita tidak sejalan dengan kehendakNya, sehingga Ia tidak mendengarkan doa kita. Mungkin hal yang terpenting dalam situasi ini adalah ketaatan kita kepada firmanNya, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:7). Tetapi, “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar” (Mazmur 66:18). “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:3)

Tentu saja ketika kita berdoa, “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang” (Yakobus 1:6). “Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” (Yohanes 14:13). “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.” (1 Yohanes 5:14-15)

(Terjemahan yang benar untuk 1 Yoh 5:15 adalah “Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mendengarkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memiliki permohonan yang telah kita minta kepadaNya.”)

Mungkin ada di antara kita yang berpikir, bahwa saya telah berdoa, sudah memeriksa hati, meminta sesuatu yang juga kembali untuk kemuliaan Tuhan, namun doa saya sampai sekarang belum juga dikabulkan, jangan pernah kita kecewa kepada Tuhan. Mungkin Tuhan sedang menunda jawabannya sampai waktu yang tepat. Ingatlah akan Hana ibunya Samuel, ingatlah Elizabeth ibunya Yohanes Pembaptis, ingatlah akan Yusuf, dan pahlawan iman lainnya. Doa mereka ada kalanya ditunda, sampai waktu yang tepat, dan biarlah iman kita dikuatkan olehnya. Atau mungkin saja doa kita tidak dikabulkan, jangan juga kita kecewa. Mari kita beriman sama seperti Paulus, yang sudah meminta agar duri dalam dagingnya untuk dicabut, tapi Tuhan bilang sudah cukup kasih karuniaKu.

Di atas segalanya, satu hal yang harus kita amini, Allah tahu yang terbaik untuk kita dan kita pasti akan menemukan bahwa “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28) Untuk itu, periksalah hati kita, bagaimana komunikasi kita dengan Tuhan selama ini? Apakah kita adalah seorang pendoa yang sungguh-sungguh berdoa dengan tidak jemu-jemu? Yang berdoa bukan hanya untuk kepentingan sendiri? Bukan pribadi yang berdoa waktu kepepet saja, setelah hidupnya senang lupa akan Tuhan. Jika kita sudah memeriksa hati dan hubungan kita dengan Tuhan, maka “Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:21-22)

Ev. Chandra Johan, M.B.S.
GBIA Semarang (http://gbiasemarang.blogspot.com)

KERAJAAN SERIBU TAHUN (THE MILLENNIAL KINGDOM)

Filed under: AKHIR ZAMAN — dedewijaya at 8:27 am on Saturday, March 7, 2009

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Malam, 14 Desember 2008

di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Matius 6:9-10).

Sudah hampir dua ribu tahun orang-orang Kristen telah berdoa “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Kami memanjatkan “Doa yang diajarkan Tuhan” ini di akhir renungan bersama keluarga di rumah kami setiap malam. Banyak orang mungkin memanjatkan doa ini hanya dalam kebaktian, namun bagi saya secara pribadi ini adalah doa yang nyata dan saya merenungkan setiap kata dari doa ini. Nenek saya, ibu dari ibu saya, mamanjatkan “Doa yang diajarkan Tuhan” bersama dengan saya setiap malam ketika saya masih kanak-kanak, dan saya terus melakukannya di sepanjang hidup saya, setiap malam sebelum pergi tidur. Dr. J. Vernon McGee berkata,

“Datanglah kerajaan-Mu” adalah kerajaan yang tentangnya Matius sedang bicarakan, kerajaan yang akan didirikan oleh Kristus di muka bumi ini. Ini adalah permohonan yang layak bagi kita semua panjatkan dalam doa (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983 edition, volume IV, hal. 37; catatan untuk Matius 6:10).

Ketika saya memanjatkan doa itu, saya sedang mendoakan tentang Kerajaan Seribu Tahun datang dalam kepenuhannya ketika Kristus datang kembali. Kata “millennium” berarti seribu. Kata Yunani “chilia” (seribu) digunakan enam kali dalam Wahyu 20:2-7. Orang-orang Kristen abad pertama dan kedua percaya ini adalah 1.000 tahun pemerintahan Kristus di muka bumi ini secara literal. Mereka adalah para penganut premillennial. Itu berarti semua orang Kristen abad mula-mula mengharapkan Kristus kembali ke dunia ini untuk mendirikan Kerajaan. Kata “pre” dalam “premillennialisme” berarti bahwa Kristus akan datang kembali sebelum Kerajaan Seribu Tahun.

Papias (yang meninggal tahun 165 M) berkata, “Akan ada millennium setelah kebangkitan orang mati, ketika pemerintahan Kristus secara pribadi akan didirikan di muka bumi ini.” Polycarp (70-156 M) berbicara tentang [orang-orang Kristen] yang akan memerintah bersama dengan Kristus dan fakta bahwa orang-orang Kudus akan menghakimi dunia (lihat Henry C. Thiessen, Ph.D., Introductory Lectures in Systematic Theology, Eerdmans Publishing Company, edisi 1949, hal. 470).

Namun bertahun-tahun kemudian orang-orang Kristen mulai mengajarkan bahwa Kerajaan itu lebih bersifat alegoris dari pada literal. Mereka mulai mengajarkan pandangan amillennialisme, mulai dengan Clement dari Alexandria (155-220 M) dan khususnya Origen dari Alexandria (185-254 M). Pengajaran mereka, yang mengalegorikan dan mengrohanikan Kerajaan 1000 tahun mulai disebarkan, dan Konsili Roma di bawah Paus Damasus secara resmi mengutuk pandangan premillennial, yang mereka sebut “Chiliasm,” pada tahun 373 M. Jadi, Gereja Katolik menjadi amillennial, yaitu, mereka mengajarkan bahwa tidak akan ada kedatangan Kristus untuk mendirikan Kerajaan-Nya di muka bumi ini, dan bahwa Gereja Roma Katolik sendiri secara perlahan-lahan akan mempertobatkan dunia, dan janji tentang Kerajaan itu akan dipenuhi melalui kemenangan Katolikisme. Pandangan ini dikenal sebagai “amillennialisme.” Huruf “a” di depan kata “millennium” berarti bahwa tidak akan ada Kerajaan seribu tahun di bumi. “Amillennialisme” berarti “tidak ada Kerajaan seribu tahun.”

Daniel Whitby (1638-1726 M) adalah seorang Unitarian yang mengingkari keilahian Kristus. Whitby merestorasi metode tafsir alegoris Origen, dan menyebutnya “hipotesis baru.” Daniel Whitby, seorang bidat Unitarian, “mengajarkan bahwa semua janji tentang Kerajaan itu akan digenapi dalam pengertian rohani dan alegoris… Ia sering disebut sebagai bapak dari post-millennialisme modern” (Thiessen, hal. 471). Postmillennialisme mengajarkan bahwa Kristus akan datang setelah millennium – setelah gereja berhasil mempertobatkan seluruh dunia. Postmillennialisme, pada kenyataannya, hanyalah bentuk modern dari amillennialisme. Seperti amillennialisme, mereka mempertahankan bahwa tidak akan ada pemuliahan Israel, bahwa “gereja” telah menggantikan Israel, bahwa Kristus tidak akan datang kembali dalam penampakan untuk mendirikan Kerajaan-Nya di bumi, dan bahwa “gereja” akan mempertobatkan dunia, dan membawa ke zaman keemasan.

Mal Couch berkata, Perang Dunia I, dan akhirnya disusul dengan Perang Dunia II, sebenarnya telah mengakhiri pengharapan kaum postmillennial. Kejahatan umat manusia adalah bukti bahwa tidak ada yang menjadi lebih baik, seperti yang [mereka] ajarkan (Mal Couch, Ph.D., Tim LaHaye Prophecy Study Bible, AMG Publishers, 2000, hal. 1398).

Dengan cara yang aneh, pandangan alegoris, pandangan pengrohanian ini nampak muncul lagi, dengan “teologi penggantian” (“replacement theology”) [“gereja” menggantikan Israel dalam rencana Allah] mengklaim bahwa “gereja” dapat “menaklukkan masyarakat dan memulihkan kebenaran” dan mendirikan Kerajaan itu (Couch, ibid). Ini sesungguhnya merupakan kebangkitan kembali pandangan Roma Katolik tentang “triumphalisme” Kristen dan “penggantian” (“replacement”) bangsa Yahudi oleh “gereja” dalam rencana Allah. Ini bukanlah apa yang diajarkan oleh Alkitab.

Saya pernah kuliah di Golden Gate Baptist Theological Seminary (Southern Baptist) ketika itu jauh lebih liberal dari pada hari ini. Saya ingat salah satu professor yang mengajar amillennialisme dan postmillennialisme seolah-olah pandangan-pandangan itu adalah kebenaran. Kemudian ia merendahkan dan mengejek premillennialisme, menyebutnya sebagai “chiliasme,” dan bidat, dan mencemoohnya sebagai doktrin sesat yang diajarkan dalam Scofield Study Bible, yang tidak dipercayai oleh para “sarjana.” Ia sering sekali menyerang Scofield Study Bible tentang subyek ini, sehingga kemudian saya pergi dan membeli Scofield Study Bible tersebut untuk pertama kalinya – dan mulai menggunakannya sejak saat itu! Malam ini juga saya sedang berkhotbah dari Alkitab Scofield, seperti yang saya lakukan setiap hari Minggu, karena saya percaya pandangan premillennial tentang kedatangan Kristus seperti yang diajarkan dalam Scofield Study Bible. Saya percaya bahwa Alkitab tidak mengajarkan pandangan amillennialisme atau pun postmillennialisme.

Minggu malam yang lalu kita telah melihat tiga kebenaran agung di dalam Zakharia 14:4-5, 9. Pertama, Kristus akan datang kembali secara tiba-tiba di Bukit Zaitun, “Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur…”   (Zakharia 14:4).

Kristus akan turun lagi dari Sorga, turun ke Bukit Zaitun yang sama di mana Ia naik. Para malaikat itu berkata, “‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.’ Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem”  (Kisah Rasul 1:11-12).

“Kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun” (Zakharia 14:4). Kaki yang saya yang pernah dipakukan di kayu Salib akan turun di bukit yang sama di mana Kristus pernah naik kembali ke Sorga (Kisah Rasul 1:9-12). Kedua, Kristus akan datang kembali dengan semua orang kudus-Nya.

“Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia” (Zakharia 14:5).

Ini artinya bahwa semua orang-orang Kristen yang pernah diangkat sebelumnya akan turun dari angkasa, mengikuti Kristus. Peristiwa ini pertama kali dinubuatkan oleh Henokh sebelum Air Bah.

“Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya” (Yudas 14).

Dan Rasul Yohanes berbicara tentang ini dalam Wahyu 19:14, “Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia,” ketika Ia turun dari Sorga untuk membinasakan pasukan Antikristus dan mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di muka bumi ini. Ketiga, Zakharia 14:9 mengatakan bahwa Kristus akan mendirikan Kerajaan-Nya di bumi ini, “Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya” (Zakharia 14:9).

Akhirnya doa yang dipanjatkan selama dua ribu tahun ini akan terkabulkan,

“Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Matius 6:10).

Akhirnya, kita melihat Wahyu 20, dan saya ingin kita kembali ke sana malam ini. Mari kita melihat Wahyu 20, mulai dengan ayat satu. Di sini kita belajar dua kebenaran penting tentang Kerajaan yang akan datang.

I. Pertama, Setan akan diikat selama 1,000 tahun.

“Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya” (Wahyu 20:1-3).

Anda harus memperhatikan bahwa “seribu tahun” ditekankan dua kali di ayat satu sampai tiga. “Seribu tahun” ditekankan sebanyak enam kali dalam Wahyu pasal dua puluh ini. Dr. McGee berkata, Ini benar bahwa Millennium ditekankan hanya dalam satu pasal, namun Allah menekankannya enam kali [dalam pasal itu]. Berapa banyak kali Ia telah mengatakan sesuatu sebelum itu benar-benar terjadi? Ia menekankan banyak hal lainnya yang orang-orang
tekankan dan pikir juga penting karena semua itu disebutkan sekali atau dua kali dalam Kitab Suci. Enam kali kata seribu tahun ditekankan, dan di sini adalah dalam hubungannya dengan Setan (McGee, ibid., volume 5, hal. 1055; catatan untuk Wahyu 20:1-3).

Tidak adanya Setan di muka bumi sepanjang masa Kerajaan Seribu Tahun akan mengubah kondisi dari gelap menjadi terang. Selama Setan beroperasi di dunia ini tidak akan pernah ada Kerajaan yang sempurna. Kehendak Allah tidak akan dapat terjadi “di bumi seperti di sorga” (Matius 6:10) selama Setan belum disingkirkan dari bumi ini. Seorang malaikat akan turun dengan rantai besar dan akan mengikat Setan selama periode Kerajaan Seribu Tahun Kristus.

“Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya” (Wahyu 20:1-3).

Setan akan dilemparkan “ke dalam jurang maut, dan [malaikat akan] menutup jurang maut itu…” (Wahyu 20:3) sepanjang Kerajaan Seribu Tahun Kristus. Setan akan dipenjarakan dalam “jurang maut,” secara literal “abyss” (“jurang yang tanpa dasar”). Ini bukan Lautan Api. Setan akan dilemparkan ke dalam Lautan Api setelah Kerajaan itu berakhir, di akhir Kerajaan seribu tahun itu. Betapa indahnya dunia ini ketika Kristus mendirikan Kerajaan-Nya di bumi ini. Setan tidak akan ada lagi di sini untuk mencobai dan menyakiti kita lagi di Kerajaan Allah kita dan Kristus-Nya! Seperti yang dituangkan dalam lagu pujian ini,

Kuasa Setan akan segera dikalahkan,

Oh, itu adalah hari ini!

Kesedihan dan kesakitan tidak akan ada lagi,

Oh, itu adalah hari ini!

Glori, glori! Betapa sukacitanya hatiku.

Glori. Glori! Ketika Allah memahkotai-Nya menjadi Raja.

Glori. Glori! Segeralah siap menyambutnya

Glori. Glori! Yesus akan datang segera

(“What If It Were Today?” by Lelia N. Morris, 1862-1929;

diubah oleh Pendeta).

Setan akan diikat di dalam jurang maut selama masa Kerajaan itu! Betapa indahnya janji itu!

II. Kedua, Kerajaan Kristus akan didirikan di bumi selama seribu tahun.

Mari ikuti saya dengan membuka Alkitab Anda ketika saya membaca Wahyu 20:4-6.

“Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20:4-6).

Tim LaHaye Prophecy Study Bible berkata bahwa ayat empat dan lima berbicara tentang orang-orang yang akan dieksekusi mati oleh Antikristus pada masa Kesusahan Besar karena menolak untuk menerima tandanya pada tangan dan dahi mereka. Mereka akan dibangkitnya secara jasmani sehingga mereka dapat memerintah bersama dengan Kristus sepanjang masa Kerajaan Seribu Tahun-Nya di bumi ini (see Tim LaHaye Prophecy Study Bible, AMG Publishers, 2000 edition, hal. 1399; catatan untuk Wahyu 20:4-5). Ayat enam berkata,

“Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20:6).

Tim LaHaye Prophecy Study Bible berkata tentang ayat ini,

“Kebangkitan pertama” adalah untuk orang-orang percaya dan terjadi dalam tiga tahapan: (1) Kristus sebagai buah sulung (I Kor. 15:20); (2) pengangkatan… (I Kor. 15:23; I Tes. 4:13-18); (3) orang-orang kudus pada masa Kesusahan Besar dibangkitkan sebelum Kerajaan itu bersama dengan orang-orang kudus Perjanjian Lama (Maz. 50:1-6). Kebangkitan ini termasuk semua [orang yang telah bertobat] yang mati sampai kedatangan Kristus (ibid., hal. 1400; catatan untuk Wahyu 20:6).

Ayat enam menunjukkan bahwa orang-orang yang telah dibangkitkan pada “kebangkitan pertama” itu,

“akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20:6).

Betapa ini akan menjadi hal yang terindah memerintah bersama Kristus dalam Kerajaan-Nya! Namun kita harus menjadi para pemenang untuk dapat mengalaminya. Kita membaca dalam Wahyu 3:21,

“Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya” (Wahyu 3:21).

Untuk menjadi layak memerintah bersama dengan Kristus dalam Kerajaan-Nya di bumi, Anda harus menjadi pemenang. Namun untuk menjadi pemenang, yang pertama Anda harus bertobat. Yesus mengatakan itu sangat jelas bahwa langkah pertama untuk masuk dan memerintah dalam Kerajaan itu adalah pertobatan sejati. Yesus berkata, “sesungguhnya jika kamu tidak bertobat… kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Anda harus mengalami pertobatan sejati atau Anda tidak akan masuk ke dalam “kerajaan sorga,” dan jika Anda tidak masuk ke dalam “kerajaan sorga” sudah pasti Anda tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Seribu Tahun Kristus di bumi! Oleh sebab itu, Anda harus menemukan pertobatan sejati di dalam Kristus lebih dari segalanya dalam hidup ini!

Pertobatan sejati biasanya pertama melibatkan keinsafan akan dosa, kemudian perjuangan untuk membebaskan diri Anda sendiri dari dosa sampai Anda menyadari bahwa Anda tidak dapat melakukannya. Akhirnya, pertobatan datang ketika Anda menyerahkan diri Anda sendiri, menyadari bahwa Anda telah rusak total, dan kemudian datang kepada Kristus agar dosa Anda disucikan oleh Darah-Nya. Ketika Anda datang kepada Kristus dosa Anda ditebus oleh kematian-Nya di kayu Salib, dan berserahlah kepada Dia melalui iman di dalam Dia saja, dan Anda akan mengalami pertobatan sejati dan mulai menjadi seorang pemenang, yang layak memerintah bersama Kristus dalam Kerajaan Seribu Tahun-Nya di bumi. Namun langkah pertama Anda harus mengalami pertobatan sejati di dalam Kristus Yesus. Kiranya Tuhan segera memberikan kepada Anda pengalaman pertobatan di dalam Yesus Kristus.
Amin.

http://www.rlhymers.com/Online_ Sermons_Indonesi an/2008/121408PM _MillennialKingdom.html
AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

« Previous Page