DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

Berita Mingguan 11 April 2009

Filed under: News — dedewijaya at 1:14 am on Monday, April 13, 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin- subscribe@ yahoogroups. com

CURAHAN KEBENCIAN TERHADAP FUNDAMENTALIS YANG DISPENSASIONAL

Orang-orang Injili banyak berbicara mengenai kasih dan persatuan, tetapi ada satu kelompok Kristen yang tidak masuk dalam kasih sayang mereka, yaitu para fundamentalis alkitabiah. Gembala sidang Gereja Saddleback, Rick Warren, menyamakan Kristen fundamentalis dengan fundamentalis Islam dan menyebutnya “salah satu musuh terbesar abad 21″ (”The Purpose Driven Pastor,” The Philadelphia Inquirer, 8 Jan. 2006). Dalam wawancaranya dengan Larry King Live pada 2 Desember 2006, Warren mengatakan: “Ada berbagai macam fundamentalis, Larry, dan mereka semuanya didasarkan pada rasa takut.” Ketika dia muncul di Pew Forum, Warren menyebut fundamentalisme sebagai “kekristenan yang sangat legalistik dan sempit” (konferensi dua tahunan Faith Angle milik Pew Forum tentang agama, politik dan kehidupan publik, 23 Mei 2005). Brian McLaren, seorang tokoh besar dalam gerakan emerging church, menyebut peperangan theologis yang diperjuangkan oleh para fundamentalis sebagai “salah arah” dan memprediksikan anak-anak dan cucu-cucu mereka akan menolak fundamentalisme (Finding Our Way Again: The Return of the Ancient Practices, hal. 133). Mark Driscoll dari Gereja Mars Hill di Seattle, menyamakan fundamentalis dengan para Farisi, menyebut mereka “arogan, membenarkan diri sendiri, menghakimi,” “orang-orang gila,” dan “legalis-legalis tua yang mau berdebat soal Alkitab King James” (The Radical Reformission, hal. 140; The Relevant Church, hal. 25). Semua komentar itu masih kalah jauh dibandingkan dengan komentar-komentar berikut di PlanetPreterist. com, mengenai artikel saya (Cloud) “The Emerging Church Is Coming.” “Cloud adalah seorang tukang teriak yang masih berpegangan pada kapal Titanic fundamentalisme sementara ia tenggelam ke bawah gelombang. Semakin cepat mereka tenggelam dan kehilangan pengaruh publik mereka [semakin baik].’” “Sungguh menyenangkan dan membahagiakan melihat para Kristen fundamentalis dispensasional lenyap sambil menendang-nendang dan berteriak-teriak. ” “Fundamentalisme adalah anti-Kristus. ” Serangan Injili terhadap fundamentalisme adalah praktek kemunafikan. Mereka mengatakan bahwa kita tidak boleh memakaikan label pada orang lain, tetapi mereka dengan cepat memakaikan label pada fundamentalis. Mereka mengatakan bahwa kita tidak boleh bersifat menghakimi, tetapi mereka menghakimi dengan ganas terhadap fundamentalis. Mereka mengklaim lebih memiliki kasih Kristiani, tetapi mereka sama sekali tidak menunjukkan kasih kepada para fundamentalis. Mereka mengejek standar dan aturan-aturan fundamentalis, tetapi mereka juga memiliki banyak standar dan aturan.

EL SHADDAI TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN ASPEK FEMINIM DARI ALLAH

William Young, penulis buku The Shack, mengklaim bahwa adalah pantas untuk menggambarkan Allah sebagai wanita karena Alkitab, menurut dia, menggambarkan Allah dengan istilah-istilah feminim. Ia mengutip nama El Shaddai sebagai sebuah contoh, mengklaim bahwa nama itu menggambarkan Allah sebagai “yang berpayudara. ” Faktanya, kata Ibrani “shaddai” dalam Perjanjian Lama, diterjemahkan “Yang Mahakuasa” (Almighty dalam KJV) dan tidak ada hubungannya dengan payudara. Kata ini berasal dari “shadad,” yang artinya “tegap, yaitu (secara figuratif) berkuasa (pasif, tidak dapat ditembus)” (Strong). Berikut ini adalah ulasan dari George Pember: “Untuk mendukung doktrin (jenis kelamin pada Allah) yang baru disebut, tokoh theosophist tertentu telah menciptakan derivat baru untuk kata Ibrani Shaddai, yang dalam terjemahan kita telah dengan benar ditulis sebagai “Yang Mahakuasa.” Mereka mengira bahwa kata ini berhubungan dengan kata shad, yang merujuk kepada payudara seorang wanita. Tetapi derivasi seperti itu tidaklah mungkin, dan, sepanjang pengetahuan kami, tidak pernah diajukan oleh seorang ahli yang netral. Lebih dari satu orang ahli Kristen kini telah termakan oleh derivasi Theosophis akan kata Shaddai, dan menjelaskan bahwa arti kata itu adalah “berdada-penuh, ” dan lalu “makmur.” Penggunaan salah satu sebutan Allah yang paling agung dengan cara yang sangat melecehkan seperti itu, seharusnya membuat mereka tertegun” (The Church, the Churches, and the Mysteries).

DENOMINASI PROTESTAN MENOLAK UNTUK MENDISIPLINKAN GEMBALA SIDANG ATHEIS
Gereja Protestan di Belanda menolak untuk mendisiplinkan seorang gembala sidang yang sudah mengaku atheis. Klass Hendrikse mempublikasi sebuah buku pada bulan November 2007, berjudul “Mempercayai Allah yang Tidak Eksis: Manifesto Seorang Gembala Atheis.” Walaupun demikian, denominasinya mengatakan bahwa mereka tidak akan masuk ke proses pendisiplinan, karena hanya akan menimbulkan “diskusi berkepanjangan tentang makna dari kata-kata yang pada akhirnya tidak akan memberikan banyak kejelasan” (”Church Authorities Not to Discipline,” ENI, 27 Maret 2009). Gereja Protestan di Belanda dibentuk tahun 2004 dari merger antara Lutheran dengan Reformed.

GENERASI DIVA

Berikut ini disadur dari Newsweek, 30 Maret 2009: “Anak-anak perempuan hari ini sudah keluar masuk salon sebelum mereka masuk SD. Lupakan saja meminta mama untuk memotong rambutnya, anak-anak kelas 4 SD kini ada di pasaran potong rambut $50; dan ketika mereka sudah di SMA, highlights seharga $150 adalah standarnya. Anak-anak usia lima tahun kini memiliki hari spa dan pesta pedicure. Dan bukannya mencukur bulu kaki mereka dengan cara lama – yaitu dengan cukuran 99 sen dari toko – remaja-remaja kini melakukan terapi laser, prosedur kosmetik yang paling umum untuk rentang umur itu. Jika trend-trend ini berlanjut, saat remaja anda nanti mencapai umur mau menggunakan Botox, dia akan sudah menghabiskan ribuan dolar untuk hal-hal kecantikan yang dulunya hanya untuk `Beverly Hills, 90210,’ bukan untuk anak SMA biasa. Dibesarkan dalam lingkungan tontonan reality show dan program-program selebriti, anak-anak perempuan mulai dari usia dua tahun sudah menggunakan produk kecantikan, mereka menghabiskan semakin banyak uang tetapi semakin merasa diri jelek. Empat tahun lalu, sebuah survey oleh NPD Group memperlihatkan bahwa, rata-rata, wanita mulai menggunakan produk kecantikan sejak umur 17. Hari ini, rata-ratanya adalah 13 tahun – dan itu pasti masih terlalu tua. Menurut perusahaan riset pasar, Experian, 43 persen anak usia 6-9 tahun, sudah menggunakan lipstick atau lip gloss; 38 persen menggunakan produk hair-styling, dan 12 persen menggunakan kosmetik lainnya….. Menurut penelitian Newsweek terhadap trend-trend kecantikan yang paling umum, pada saat anak perempuan yang sekarang berusia 10 tahun menginjak usia 50, dia akan telah menghabiskan hampir $300,000 hanya untuk rambut dan wajahnya…. ..Kombinasi dari teknologi baru dan internet bertanggung jawab -minimal sebagian - untuk perubahan sikap ini. Iklan-iklan tentang fashion terakhir, tips-tips makeup dan produk-produk kecantikan disirkulasikan dengan kecepatan dan keganasan yang hanya ditemukan di milenium ini – yaitu di jutaan iklan, papan pesan, dan halaman-halaman Facebook.”

MATEMATIKA SEMUT
Berikut ini disadur dari Creation Moments,  http://www.creation moments.net/ radio/transcript .php?t=2183: “Bisakah semut berhitung? Sepertinya begitu! Ketika seekor semut pemandu menemukan benda makanan yang terlalu besar untuk diangkatnya, tetapi yang sungguh enak, pemandu tersebut akan kembali ke sarang untuk mendapatkan bantuan. Para ilmuwan telah menemukan bahwa para semut nampaknya menakar pekerjaan yang harus dilakukan sehingga mereka kembali dengan jumlah bantuan yang pas. Seorang ilmuwan memotong belalang mati menjadi tiga bagian. Bagian kedua dua kali lebih besar dari bagian pertama, dan bagian ketiga dua kali lebih besar dari bagian kedua. Ia lalu meninggalkan bagian-bagian tersebut di lokasi-lokasi yang berbeda, di mana para semut dapat menemukannya. Ia memperhatikan ketika setiap potongan ditemukan oleh seekor semut pemandu, diinspeksi, dan tiap pemandu kembali ke sarang untuk pertolongan. Ketika pemandu tersebut kembali lagi dengan bala bantuan, sang ilmuwan menghitung jumlah semut yang bekerja pada tiap potongan belalang. Potongan yang paling kecil dikerjakan oleh 28 semut, dan pada potongan yang dua kali lebih besar daripadanya ada 44 semut yang bekerja, hampir dua kali lebih banyak dari potongan yang kecil. Dan berapa banyakkah menurut anda semut yang bekerja di potongan yang dua kali lebih besar dari potongan kedua? Kalau anda menggandakan 44 menjadi 88, maka anda hanya beda satu dari jawabannya! Ya, ada 89 semut yang bekerja untuk membawa potongan yang terbesar kembali ke sarang.



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.