DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

SINYAL YANG SALAH

Filed under: FUNDAMENTAL — dedewijaya at 1:45 am on Thursday, July 30, 2009

Kejatuhan Manusia

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak bisa hidup bersama Allah yang maha kudus di Sorga yang maha kudus. Di dalam hati manusia pernah muncul keinginan jahat untuk menyamakan dirinya dengan Allah. Manusia pernah menyangsikan Allah dan mempercayai iblis. Kejahatan ini harus dihukumkan baru bisa selesai. Sifat kemahaadilan Allah tidak bisa membiarkan kesalahan tanpa mendapatkan penghukuman. Penghukuman yang telah diumumkan Allah ialah hukuman mati.

Namun karena kasih Allah yang sangat besar, Ia merencanakan untuk mengirim Juruselamat yang akan dihukumkan. Adam dan Hawa harus mengaku salah dan menyesali kesalahan (bertobat), dan percaya kepada janji Allah bahwa Ia akan kirim Juruselamat untuk menggantikan mereka dihukumkan. Mereka pernah tidak percaya kepada Allah. Selanjut­nya jika mereka mau dosa mereka terhitung ditanggungkan pada Sang Juruselamat maka mereka harus percaya. Mereka harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang dijanjikan. Dan sebagai tanda percaya mereka harus melakukan ibadah simbolik yang menggambarkan penghukuman yang akan dijatuhkan kepada Sang Juruselamat dengan menyembelih seekor binatang di atas mezbah sambil mengaku salah. Ibadah ini akan selalu mengingatkan mereka pada janji Allah.

Ayah Pemberi Sinyal Pertama

Seorang ayah harus mengajarkan kebenaran ibadah simbolik sederhana ini kepada anak-anaknya. Demikianlah praktek ibadah simbolik ini diteruskan dari satu generasi ke generasi berikut agar mereka ingat terus pada janji Allah. Ayah harus memberitahukan kepada anak-anaknya bahwa dosa mereka harus diakui dan disesali (bertobat) dan mereka harus percaya kepada janji Allah bahwa Ia akan mengirim Juru­selamat untuk dihukumkan menggantikan mereka.

Kalau seorang ayah mengajarkan konsep yang salah, itu sama artinya memberi sinyal yang salah kepada anak­anaknya sehingga mereka tersesat. Pada zaman itu ayah adalah tiang penopang dan dasar kebenaran bagi anak-anaknya. Secara rohani mereka berjalan berpandukan pada sinyal yang diberikan oleh ayah mereka. Kalau sinyal dari sang ayah salah, maka tersesatlah anak-anaknya. Itulah yang mung-kin dialami oleh Nimrod dari kakeknya Ham.

Bangsa Israel Pemberi Sinyal Untuk Semua Bangsa

Setelah manusia tersebar ke berbagai penjuru dunia, maka Allah membangun sebu­ah bangsa untuk memberi sinyal yang tepat kepada bangsa lain. Allah akan menggenapi janjiNya untuk mengirim Juruselamat. Setiap manusia yang ingin dosanya diperhitungkan telah selsai terhukumkan harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang dijanjikan. Ia harus percaya bahwa Sang Juruselamat AKAN menggantikannya dihukumkan atas semua dosanya.

Seluruh rangkaian ibadah simbolik yang dipusatkan di Kemah Kudus, dan kemudian di Bait Kudus yang dibangun Salomo, adalah upacara pengingat akan janji Allah bahwa Ia telah berjanji untuk mengirim Juruselamat. Sang Juruselamat akan dihukumkan untuk menanggung dosa seisi dunia (Yoh.1:29), dan setiap orang yang percaya kepadaNya maka Allah akan menghitung dia sebagai orang yang telah dijatuhi hukuman. Juruselamat telah menggantikannya dihukumkan. Kebenaran ini adalah sinyal yang harus dipancarkan bangsa Yahudi kepada semua bangsa di muka bumi.

Jika bangsa Israel lalai maka bangsa­-bangsa lain akan sesat dan celaka karena si­nyalnya ternyata menyesatkan. Itulah sebab­nya Allah sangat marah ketika bangsa Yahudi tidak setia pada peran mereka. Seluruh rang­kaian ibadah lengkap dengan keimamatan Harun yang didirikan adalah acara simbolik yang sedang dipakai Allah untuk mengajar­kan kebenaran hakekat yang akan datang (Ibr.10:1-3). Itulah sebabnya juga Allah sangat marah kepada Saul yang tidak setia pada aturan (doktrinal) bahwa hanya imam yang boleh membakar korban. Dosa Daud bersangkut paut dengan moral, sedangkan dosa Saul bersangkut paut dengan doktrin keselamatan.

Kesalahan moral memang dosa, namun dosa seisi dunia telah ditanggung Yesus Kris­tus. Manusia yang berdosa secara moral hanya perlu mengaku salah dan menyesali­nya. Kesalahan doktrinal akan menyebabkan kebinasaan, akan menyebabkan penyimpang­an iman, bahkan akan menyesatkan banyak orang yang mendengarkannya, karena akan menyebabkan manusia salah mengerti program penyelamatan dari Allah. Tuhan marah pada Saul dan Tuhan benci setiap raja yang menyebabkan kesalahan doktrinal (menuntun kepada kesesatan). Bangsa Israel ditunjuk sebagai pemberi sinyal, kalau sinyalnya salah maka bangsa lain akan sesat.

Jemaat Lokal Pemberi Sinyal Zaman Perjanjian Baru

Tugas bangsa Israel sebagai pemberi sinyal bagi bangsa lain selesai pada saat Yohanes muncul mengumumkan kedatangan Sang Juruselamat (Luk.16:16, mat.11:13). Zaman ibadah simbolik yang sifatnya mengingatkan manusia akan janji Allah bahwa Ia akan mengirim Juruselamat telah digenapi dengan datangnya Sang Jurselamat. “Saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran” (Yoh 4:23).

Kini Tuhan membangun jemaatNya yang tidak dikuasai sekalipun oleh alam maut (Mat.16:18) dan ditargetkan akan tersebar ke seluruh muka bumi (Kis.1:8). Tuhan memakai jemaat memberitakan tentang kedatangan Sang Juruselamat kepada setiap manusia, bahkan dihiperbolkan hingga setiap makhluk (Mark.16:15-16). Setiap orang yang percaya dididik untuk menjadi murid dengan didahului sebuah upacara yang menandakan Injil yang telah menyelamatkan mereka, yaitu diselamkan ke dalam air (Mat.29:19-20, Rom.6:3-4). Setelah itu maka terbentuklah kawanan “domba” yang perlu digembalakan dengan penuh kasih kepada Tuhan (Yoh.21:15-17). Kumpulan domba Allah ini juga disebut jemaat Perjanjian Baru, Tiang penopang dan dasar kebenaran (I Tim.3:15). Jemaat inilah yang ditugaskan untuk memberi sinyal yang benar kepada dunia tentang keselamatan jiwa tiap-tiap manusia. Jemaat harus memberitakan Injil keselamatan yang setepat-tepatnya agar setiap manusia yang mendengar dan percaya bisa mendapatkan kepastian masuk Sorga. Tidak boleh ada kesalahan sedikit pun karena kesalahan kecil pasti akan berkembang menjadi kesalahan besar. Dan Injil yang telah salah tidak akan dapat menyelamatkan pendengarnya lagi.

Betapa pentingnya posisi jemaat lokal di zaman Perjanjian Baru ini. Ia sama dengan posisi ayah pada zaman Adam hingga hukum Taurat diturunkan, dan juga sama posisinya dengan bangsa Yahudi dari Taurat diturunkan hingga Yohanes tampil. Zaman ayah sebagai imam dan tiang penopang adalah zaman family-altar, sekarang bukan zaman family-altar. Kelompok “abba-love” yang ingin mempertahankan posisi keimamatan ayah lahir ketelatan. Jika mereka ingin memperta­hankan keimamatan ayah semestinya mereka lahir pada zaman Abraham. Bahkan sejak Harun ditetapkan sebagai imam, keimamatan ayah dihentikan, itulah sebabnya sejak penetapan Harun tidak ada lagi ayah yang memberkati anak-anaknya seperti seorang imam seperti yang dilakukan Yakub (Kej.49). Tentu seorang ayah boleh bahkan harus berdoa kiranya Tuhan memberkati anak-­anaknya.

Iblis Mengacaukan Sinyal

Sebagaimana ia telah lakukan baik terhadap para ayah dari zaman Adam hingga zaman Musa, dan mengacaukan bangsa Israel dari sejak di gunung Sinai hingga tampilnya Yohanes, demikian jugalah Iblis tidak tinggal diam membiarkan jemaat Tuhan bertugas memberi sinyal yang tepat kepada dunia.

Seandainya para ayah sejak Adam kokoh mempertahankan kebenaran yang disampai­kan Allah kepada mereka, setia melakukan ibadah simbolik sederhana sambil mengaku salah dan percaya kepada Juruselamat yang dijanjikan, maka peristiwa Nuh tidak perlu terjadi. Tetapi Kain sengaja membangkang secara doktrinal dengan mempersembahkan hasil tanaman bukan binatang yang bisa mencurahkan darah. Allah menetapkan binatang (domba) sebagai simbol Sang Juruselamat yang dijanjikan. Namun Kain berusaha menggantikannya dengan benda lain (hasil tanaman).

Setelah ditegur Kain bukannya bertobat, malahan membunuh adiknya. Seterusnya keturunan Kain merusak bumi dengan pembangkangan mereka dan menghasilkan manusia bejat pada zaman Nuh. Untunglah Nuh masih setia, dan tetap melakukan ibadah simbolik yang Tuhan perintahkan. Bahkan ketika kapalnya mendarat di gunung Ararat, hal pertama yang Nuh lakukan ialah men­dirikan sebuah mezbah dan mempersem­bahkan seekor binatang halal (domba).Tetapi cucu Ham yang bernama Nimrod menguasai bumi dan memimpin penentangan kepada Sang Pencipta. Sebagai penghukuman, Allah mengacaukan bahasa mereka sehingga manusia tersebar sesuai kelompok bahasa masing-masing.

Sejak Allah mendirikan sebuah bangsa sebagai pemancar sinyal kepada segenap bangsa yang tersebar, iblis tidak berdiam diri. Bahkan pada hari peresmian mereka sebagai bangsa, ketika Musa dan Yoshua sedang menjemput UUD (Taurat) di atas bukit, di bawah iblis memanfaat situasi dan menyebab­kan dosa yang sangat besar, yaitu pembuatan dan penyembahan lembu emas.

Ketika Allah memilihkan sebuah lokasi, yaitu Timur Tengah, tempat yang paling strategis untuk memancarkan sinyal ke Eropa, Afrika dan Asia, iblis berusaha menggagalkan sehingga mereka tertunda 40 tahun. Namun akhirnya mereka memasuki tanah Kanaan dan bertugas memancarkan sinyal dari Allah. Ibadah simbolik yang berpusat pada Kemah Suci sesungguhnya adalah rangkaian ibadah pengingat akan janji Allah bahwa Ia akan mengirim Juruselamat untuk menyelesaikan dosa manusia. Semua orang yang percaya pada janji Allah harus bertobat dan meman­dang ke depan, kepada Sang Juruselamat yang akan datang sambil dengan setia melakukan ibadah simbolik yang menggambarkanNya.

Pada zaman Salomo adalah puncak kesuksesan bangsa Yahudi memancarkan kebenaran dan kebesaran Jehovah ke segala arah. Ratu negeri Syeba yang nun jauh dari Selatan mendapat sinyal dan datang ke Yerusalem, selain mengagumi Salomo tentu termasuk mengagumi ibadah simbolik dan semua pengajaran para nabi.

Raja Yerobeam yang seharusnya tetap setia kepada Allah karena telah mendapatkan sebagian besar kerajaan Daud, ternyata malah memimpin sepuluh suku menyembah berha­la. Zaman raja Manasye adalah zaman yang paling dahsyat penyimpangannya. Bangsa Israel yang sepatutnya memberi sinyal tentang Sang Pencipta langit dan bumi, yang dipanggil Jehovah dengan janji penyelamat­an yang direncanakan malah memberi sinyal yang salah.

Seandainya bangsa Israel sukses meman­carkan kebenaran, maka Sidharta Gautama akan mendapat penerangan (buddha) melalui mengunjungi Yerusalem seperti Ratu Syeba. Kong Fu Tse akan mendengar tentang hukum Taurat, hukum pertama di bumi yang sangat lengkap. Dan para filsuf Yunani sepatutnya tidak berfilsafat secara ngacok memperta­nyakan makna kehidupan dan mempertanya­kan asal-usul kehidupan. Sayang sekali bangsa israel banyak kali gagal memancarkan sinyal dengan benar sehingga bangsa-bangsa kehilangan arah. Sayang sekali bangsa israel banyak kali gagal memancarkan sinyal dengan benar sehingga bangsa-bangsa kehilangan arah. Hanya segelintir orang yang SANGAT AMAT mencintai kebenaran, yang walaupun sinyal-nya agak kacau namun karena mereka berusaha mengamati dengan sangat seksama sehingga masih menemukan arah. Mereka adalah sida-sida dari Etiopia, Kornelius seorang komandan pasukan yang berbangsa Romawi dan lain-lain.

Iblis Mengacaukan Sinyal Gereja

Kalau iblis mengacaukan ayah pada zaman ayah berfungsi sebagai penopang kebenaran, dan mengacaukan bangsa Israel saat bangsa itu sebagai tiang kebenaran, mungkinkah ia akan diam dan tidak mengutak-atik jemaat lokal di masa jemaat lokal berfungsi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran (I Tim.3:15)?Mustahil!

Hal pertama yang iblis lakukan dalam rangka mengacaukan gereja adalah mengacaukan pemahaman antara doktrin dan kehidupan sehari-hari. iblis berusaha mengen dalikan pengajar di gereja untuk memberi perhatian lebih besar pada topik kasih daripada pengajaran. Betul sekali, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu

saling mengasihi” (Yoh.13:34-35). Tetapi tentu tidak boleh lupa perkataan Tuhan, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerde kakan kamu” (Yoh.8:31-32). Dan juga perintah Tuhan dalam Amanat Agung, “Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat.28:20).

Tidak ada satu denominasi kekristenan pun yang berani mengabaikan kasih karena itu jelas-jelas perintah yang tertera di dalam Alkitab. Namun banyak yang salah menerapkannya, misalnya yang terang-terangan salah seperti yang diajarkan The Children of God. Namun banyak denominasi gereja salah menerapkan kasih jika lebih menekankan kasih di luar doktrin yang benar. Bahkan lebih salah lagi jika mementingkan kasih sambil mengabaikan doktrin. Kasih tanpa doktrin kekristenan yang alkitabiah sesungguhnya bukan lagi kasih kekristenan melainkan Buddhisme. Bahkan kelompok Buddha telah sedemikian mengekspos kasih hingga mendirikan stasiun TV yang bernama DAAI (kasih besar).

Ketika orang Kristen bingung antara memancarkan kasih (charity) atau doktrin keselamatan alkitabiah, maka kesuksesan iblis mulai terlihat. Orang Kristen dan organisasi Kristen mengumpulkan dana untuk menolong masyarakat miskin dunia ketiga (Negara Islam) dengan mematuhi tekanan pemerintah untuk hanya memberi bantuan tanpa berita Injil, maka iblis mulai tertawa. Iblis membisikan “terima sumbangannya, jangan percaya pada Tuhannya. Sambut makanan yang diberikan dan tutup telinga terhadap Injilnya.” Itulah yang terjadi di Afrika bahkan di Aceh dan di mana-mana.

Kasih yang benar, yang alkitabiah, memberi kebutuhan yang terutama bersamaan dengan kebutuhan lainnya. Kebutuhan utama ialah keselamatan jiwa, kesempatan berdamai dengan Allah. Doktrin alkitabiah adalah paket kasih yang tak terpisahkan, bahkan komposisi utama dalam seluruh paket kasih kekristenan.

Dalam perjalanan sejarah, gereja telah berkali-kali menyimpang. Bahkan di saat Rasul-rasul masih hidup, di Galatia telah berdiri gereja “Advent” yang menggabungkan kekristenan dengan Yudaisme. Oleh Kaisar Konstantin iblis juga telah berhasil menjadi kan kekristenan agama gabungan dengan memasukkan konsep penyembahan dewa matahari dan dewa-dewi Yunani. Hasilnya doktrin GEREJA ROMA yang AM memancarkan sinyal yang kacau selama seribu tahun lebih. Agustinus pendiri Gereja Roma yang Am mengajarkan bayi harus dibaptis untuk menghilangkan dosa asalnya. Dan ia menciptakan acara Perjamuan Kudus yang bermanfaat untuk keselamatan. Ini pengajaran yang sangat sesat yang di kemudian hari diadopsi oleh John Calvin. Baik Agustinus maupun John Calvin telah memancarkan sinyal yang menyesatkan.

Kelompok Kristen Nestorian yang berkembang di wilayah Jazirah Arabiah juga sangat sesat sehingga memberi sinyal yang salah. Kalau tidak, pasti Muhammad menga minkan ketritunggalan Allah. Dan seandainya Kristen Nestorian mengerti bahwa proses pewahyuan hanya sampai kitab Wahyu 22:21, maka keluarga Muhammad pasti mengerti bahwa tidak ada wahyu tambahan yang turun pada abad ke-6, dan bahwa Alkitab adalah satu-satunya firman Allah. Kesalahan Nestorian yang percaya Allah yang satu pribadi kini diperbarui dan dipromosikan kelompok Saksi Jehova, dan keyakinan proses pewahyuan yang masih berjalan dikembang­ kan kelompokKharismatik.

Kini, di abad 21 muncul ribuan denomi­nasi dengan segala macam ragam penafsiran. Tentu fenomena ini akan sangat mempersulit manusia menemukan kebenaran, karena begitu banyak pengajaran yang harus disortir. Namun sesungguhnya apapun keadaannya, manusia yang ingin masuk Sorga tetap bertanggung jawab untuk menilai mana yang benar untuk diyakininya. Seperti seorang kapten yang sedang berada di tengah lautan kehidupan, menyadari bahwa iblis mendirikan begitu banyak mercusuar palsu, itu sama sekali tidak berarti ia lepas tanggung jawab untuk menyandarkan kapalnya di pelabuhan dengan selamat. Memang fenomena itu akan sangat menyulitkannya sehingga ia harus mengerahkan segenap konsentrasinya untuk mendeteksi mercusuar yang benar dari yang palsu. Dan apa jadinya jika ia putus asa dan dengan sembarangan menabrakkan kapal kehidupannya? Celaka! Hati-hati, saya sama sekali tidak memaksudkan seseorang selamat oleh usaha dirinya atau kepintaran dirinya menjalankan kapal kehidupannya. Anugerah keselamatan sepenuhnya dari Allah, manusia tidak berjasa sedikitpun melainkan hanya menerima saja. Namun sekalipun hanya menerima, jika iblis juga berlagak sebagai, Allah dan menawarkan anugerah keselamatan semu, maka orang yang akan selamat adalah yang menerima anugerah keselamatan asli dari Allah yang asli.

Banyak orang Kristen, bahkan penyampai Firman dan Gembala Jemaat yang bingung serta putus asa, berkata bahwa kita tidak mau berbicara tentang doktrin. Gereja kami tidak mau bicara tentang doktrin. Aneh bukan? Apakah artinya yang dibicarakan gerejanya adalah dongeng nenek tua?

Apa yang membedakan satu agama dengan yang lain? Doktrin! Apa yang membedakan satu denominasi dengan yang lain? Doktrin! Dan apa yang membedakan satu gereja dengan yang lain? DOKTRIN! Seorang Gembala atau Pengkhotbah harus mempelajari doktrin dan harus membanding­kan berbagai doktrin dan menghakimi dengan Alkitab serta memutuskan yang menurutnya paling benar, dan memancarkannya. Gereja atau jemaat adalah tiang penopang dan dasar kebenaran, adalah pemancar sinyal kebenaran (mercusuar) ke sekelilingnya. Dunia menga­mati sinyal-sinyal yang dipancarkan gereja. Bayangkan, kalau gereja menolak tanggung jawab yang Tuhan berikan kepadanya, dengan tidak peduli hal doktrinal sehingga bertindak sembarangan. Ia tidak mau bahkan tidak tertarik hal doktrinal, namun tetap terus memancarkan sinyal. Sudah pasti sinyalnya Kristen akan menyesatkan banyak orang. Renung­kanlah!

CALVINISME: SINYAL YANG MENYESATKAN

Filed under: CALVINISME — dedewijaya at 1:43 am on Thursday, July 30, 2009

Terlalu banyak hal negatif mengenai Calvinisme yang bisa ditulis sehingga mustahil bisa dilakukan dalam sebuah artikel singkat dalam buletin ini. Namun agar pembaca bisa mengerti sedikit alasan Lawrence M. Vance, Ph.D mengatakan bahwa Calvinisme adalah wabah terdahsyat yang menimpa kekristenan, maka kita hanya akan membahas beberapa kesalahan utama Calvinisme, dan sisanya anda dipersilakan melihat di SINI dan berbagai situs lain.

John Calvin mengajarkan bahwa Allah dalam SATU dekrit telah menetapkan segala sesuatu tanpa kecuali. Tanpa perlu memiliki kemampuan berpikir yang terlalu canggihseseorang sudah dapat menyimpulkan berarti termasuk menetapkan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, menetapkan seorang gadis diperkosa lima orang, menetapkan kakek atau ayah seseorang tidak masuk sorga. Allah juga telah menetapkan seseorang ditipu, menetapkan seseorang bangkrut, menetapkan kerusuhan 14 Mei 1998, serta menetapkan toko atau rumah seseorang dibakar. Inilah inti dari ajaranPREDESTINASI dari Calvinisme.

Bahkan John Calvin membuat pernyataan:

“Again, I ask: whence does it happen that Adam’s fall irremediably involved so many peoples, together with their infants offspring, in eternal death unless because it so pleased God? Here their tongues, otherwise to loquacious, must become mute. The decree is dreadful indeed, I confess. Yet no one can deny that God foreknew what end man was to have before he created him, and consequently foreknow because he do ordained by his decree. [John Calvin, Institutes of the Christian Religion. Ed. by John T. Mcneil. Trans. by Ford Lewis Battles (Philadelphia: The westminster Press, 1960), p.995 (III.xxi.5).]

(Terjemahan bebas) Lagi, saya bertanya: darimana itu terjadi bahwa kejatuhan Adam yang tak dapat diperbaiki melibatkan begitu banyak orang, bersama bayiketurunan mereka dalam binasa kekal kecuali karena itu sangat dikenan Allah? Di sini lidah mereka yang suka berbicara harus tak berbunyi… Dekrit itu memang mengerikan, saya mengakuinya. Namun tidak ada orang yang dapat menyangkal bahwa Allah tahu dulu akhir seseorang sebelum Ia menciptakannya, dan secara konsekuen tahu dulu karena Ia yang menetapkannya dengan dekritNya.

Jelas kita tidak menyangkal bahwa Allah maha tahu sehingga Ia tahu dari kekal hinggakekal. Namun sama sekali tidak adakebenarannya bahwa Allah tahu karena Allahtelah menetapkannya. Kita percaya bahwaAllah tahu ada banyak kejahatan akan terjadidan Allah tahu bahwa Adam dan Hawa akan jatuh ke dalam dosa, tetapi bukan Allah yang menetapkan mereka berdosa dan berbagaikejahatan yang terjadi. Semua kejahatanterjadi karena ketetapan Allah menciptakanmanusia yang bisa berpikir, sadar diri, danberkehendak bebas. John Calvin memfitnah Allah dengan menyatakan bahwa Allahsenang Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Seharusnya Allah sangat tidak senang bahkan Allah tidak senang manusia jatuh ke dalam dosa. Allah bahkan benci kepada kecongkakan (Amos 6:8).

Karena konsep Calvinis percaya bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu termasuk menetapkan niat jahat dan segala perbuatan jahat, maka muncul penolakan akal sehat dari manusia yang bisa berpikir. Sehingga kita sering mendengar orang berkata, “jika ada Allah, mengapa ada banyak kejahatan?” Pertanyaan ini timbul sebagai akibat Calvinisme, sebab jika Allah mengontrol segala sesuatu, dan manusia tidak berpikir, dan tidak berkehendak bebas, sementara kejahatan sedemikian pekat, maka tinggal dua kemungkinan yaitu tidak ada Allah, atau adaAllah, tetapiAllah yang jahat.

Akhirnya, daripada percaya ada Allah yang jahat, yang menetapkan berbagai kejahatan, lebih tidak seram dan lebih masuk akal untuk percaya tidak ada Allah sama sekali. Inilah sebabnya mengapa Calvinisme menjadi faktor yang menghancurkan kekristenan di Eropa, dan kini sedang menghancurkan kekristenan di Amerika. Calvinisme telah menyemai benih atheisme bahkan lebih buruk lagi menyemai benih kebencian kepada Allah. Ternyata Allahnya Calvinis sakit jiwa karena sebelum Iamenciptakan manusia Ia telah berketetapan manusia itu jatuh ke dalam dosa dan kemudian Ia menetapkan untuk menyelamatkan sebagian mereka demi kesenangannya dan membiarkan sebagian binasa tanpa sebab.

Predestinasinya John Calvin mengajarkan bahwa Allah telah menetapkan sejumlah orang masuk Sorga dan sejumlah yang lain ke Neraka secara unconditional (tanpa sebab). Secara akal sehat bisa ditarik kesimpulan bahwa jumlah orang Papua yang akan masuk Sorga sudah fixed, tidak akan bertambah atau berkurang lagi. Ketetapan ini dilakukan di dalam kekekalan sebelum ada orang Papua bahkan sebelum penciptaanAdam.

Dari pengajaran demikian bisakah kita simpulkan bahwa segala usaha dan kerajinan untuk memberitakan Injil di tanah Papua adalah usaha sia-sia? Para Calvinis berseru Tidak! Kan kita tidak tahu siapa yang dipilihdan siapa yang tidak! Baik, sekalipun kita tidak tahu siapa dipilih dan siapa yang tidak, kalau kita tidak beritakan Injil, apakah itu akan mengurangi orang Papua masuk Sorga? Kalau jawabannya ‘tidak’ berhubung telah ditetapkan dalam kekekalan, lalu bukankah usaha pemberitaan Injil itu pekerjaan tambahan yang sesungguhnya tidak perlu?

Kita tahu bahwa Allah menciptakan manusia yang diberi akal budi, kesadaran diri dan kehendak bebas. Untuk apa? Allah ingin disembah oleh makhluk yang bisa membuat keputusan dari dirinya. Tidak ada orang yang ingin dipuji robot, tetapi mau dipuji manusia yang bisa memilih menentang atau memuji.

Akhirnya manusia jatuh ke dalam dosa, yaitu memutuskan sesuatu yang jahat terhadap Allah. Karena manusia berdosa maka harus ada penghukuman atas dosa. Dan hukumannya telah Allah umumkan yaitu mati. Itulah sebabnya manusia harus mati dan terpisah dari Allah. Namun Allah berjanji untuk mengirim Juruselamat yang akan dihukumkan menggantikan manusia. Adam dan Hawa yang berdosa harus mengaku salah dan menyesali kesalahan mereka dan percaya kepada Juruselamat yang akan datang untuk menggantikan mereka dihukumkan.

Setiap orang di zaman PL yang mau masuk Sorga harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang akan datang. Dan setiap orang PB yang mau masuk Sorga harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang sudah datang. Itulah sebabnya pada zaman PL berita tentang Juruselamat yang akan datang sangat penting, demikian juga berita tentang Juruselamat yang sudah datang dan dihukumkan penting bagi manusia zaman PB.

Pengajaran Calvinisme adalah sinyal yang salah yang menyesatkan manusia, dan menghancurkan gereja. Saksi Jehovah,Mormon, dan semua bidat ditahan di luar gereja, namun Calvinisme dibawa masuk.Itulah sebabnya Lawrence Vance berkatabahwa Calvinisme adalah wabah terhadap kekristenan. Dengan College dan Seminary Reformed, serta gereja Reformed, Calvinisme ini disebarkan ke seluruh dunia.

Lalu pendukung Calvinisme berkata bahwa saya memfitnah mereka. Benarkah ?Bukankah yang saya kutip adalah pernyataan John Calvin sendiri bahwa Allah menetapkan segala sesuatu dalam satu dekrit dan Allahmenetapkan bahkan senang dengan kejatuhan Adam? Mengapa anda tidak enak ketika pernyataan Calvin diekspos dan ditarik konsekuensi logisnya jika itu benar? Bukan­kah anda seharusnya bangga atas pernyataanCalvin bahwa Allah senang Adam jatuh ke dalam dosa? Ada juga yang berseru, anda tidak mengerti Calvinisme, anda salah mengerti Calvinisme! Kalau begitu, benar sekali kata Dave Hunt bahwa Calvinisme, adalah sesuatu yang tidak bisa dimengerti karena sangat kontradiktif, dan sangat ber­tentangan dengan akal sehat. Ia hanya bisa diyakini secara membabi buta. Dan saya tidak rela menjadi babi yang buta karena saya manusia yang berakal budi. Apakah anda juga manusia yang berakal budi, berkesadaran diri, dan berkehendak bebas? Renungkanlah!***

INJILI SINYAL YANG MEMBINGUNGKAN

Filed under: DOKTRIN GEREJA — dedewijaya at 4:32 am on Monday, July 27, 2009

Dr. Alberto Rivera, seorang mantan imam Jesuit Katolik mengungkapkan banyak hal tentang Katolik dan ordo Jesuit yang bisa membuat kita terperanjat dalam buku-bukunya. Ia mengungkapkan tentang berbagai agenda rahasia ordo Jesuit yang dijalankan dalam hentakan-hentakan sejarah seperti perang dunia II dengan agenda pembunuhan orang Yahudi bahkan masalah pembunuhan presiden Abraham Lincoln.

Salah satu tujuan Ordo Jesuit didirikan oleh Ignasius dari Loyola adalah membawa kembali “saudara” yang memisahkan diri, yaitu kaum Protestan. Mereka bekerja lebih dahsyat dari CIA, KGB, bahkan Mossad. Mereka bisa menyusup masuk ke berbagai denominasi kekristenan dengan agenda semua denominasi harus digiring kembali ke bawah tongkat seorang yang memakai topi runcing seperti kipas dalang pewayang itu.

Kelompok Liberal memang sudah lama dicucuk hidung dan sudah berhasil digiring sekehendak hati mereka. Karena targetnyaadalah semua, tentu mereka tidak akan puas kalau baru berhasil mendapatkan sebagian. Bahkan bukan hanya denominasi kekristenan saja yang menjadi target penundukan mereka, melainkan semua agama harus berada di bawah cengkeraman mereka. Tentu bukanjalan-jalan pelesiran ketika pemakai jubah putih mengunjungi Timur Tengah bahkan mencium tanah di Mesjid Al Aqsa di gunung Moria. Tiga agama besar yang mengalir keluar dari benih Abraham diagendakan untuk disatukan.

Apakah Katolik di abad 21 ini masih sama dengan Katolik di zaman Martin Luther? Jawabannya bukan hanya sama, bahkan lebih parah, karena dulu mereka tidak sampai mengakui Maria sebagai Co-redemptive dengan Yesus Kristus namunkini mereka menganggap Maria bukan sekedar BUNDA ALLAH bahkan bersama-sama Yesus Kristus menebus dunia. Apakah ada perubahan doktrin keselamatan Roma Katolik zaman sekarang dengan Roma Katolik zaman Martin Luther? Sama sekali tidak! Segala sesuatu bukan hanya sama, bahkan menjadi lebih parah. Salahkah Dave Hunt ketika ia menyebut Roma Katolik itu Pelacur yang dimaksudkan dalam Wahyu 17 dalam bukunya yang berjudul A Woman Rides ­the Beast ?

Lalu mengapa orang-orang Protestan dan Injili melupakan peristiwa tahun 1517 dengan segala efeknya? Darah kaum martir masaawal gerakan Protestan belum kering, Gereja Reformed Injili Indonesia telah mengadakandiskusi keagamaan dengan pihak Katolik dengan judul KATOLIK-PROTESTAN TANPA TEMBOK PEMISAH (Suara Pembaruan, 27 Agustus 2008).

Dari pergerakan kaum Injili sejak masih embrio bahkan hingga kelahirannya memang sudah dapat diduga arah perjalanannya. Ada berbagai persepsi yang bisa diperdebatkan tentang saat lahirnya kelompok Injili, terutama jika dikacaukan antara Evangelical dengan Evangelism.Sejarah mencatat pertentangan antara kelompok Fundamentalis dengan Liberal meruncing sejak tahun 1881 yaitu tahun diterbitkannya Critical Text (Alkitab bahasa Yunani) yang banyak kesalahan di dalamnya namun dijunjung tinggi kelompok Liberal. Mereka bukannya mengakui manuskrip yang di tangan mereka telah dirusak melainkan menyalahkan para penulis PB. Sejak saat itu buku-buku dari theolog Liberal membanjiri dunia.Pertentangan bertambah sengit lagi ketika tahun 1909 di bawah pimpinan R.A. Torrey diterbitkan buku yang berjudul The Fundamental. Kelompok Fundamentalis bersikukuh bahwa Alkitab tidak ada salah dan Alkitab adalah kebenaran absolut dari Allah.Sudah jelas karena perbedaan konsep dan persepsi maka jarak antara kelompok Fundamental dan Liberal akan makin jauh.

Harold Ockenga bukan pendiri tetapi mungkin dialah orang yang menyemangati gerakan Injili dengan mendirikan dan menjadi presiden pertama National Association of Evangelicals. “The term (Injli Baru) may or may not have been originally coined by Ockenga, but in 1948 at the Civic Auditorium in Pasadena, California his speech gave birth to the movement.

Gerakan Injili begitu cepat mendunia mungkin juga karena dipromosikan oleh Billy Graham yang sangat terkenal dan majalah Christinity Today yang sangat terkenal. Tujuan awal dari gerakan Injili ialah menjadi penengah antara kelompok Liberal dan Fundamental. Tetapi justru karena tidak mau bersikap tegas terhadap kebenaran menyebabkan kelompok ini tidak memiliki sikap yang jelas. Sinyal yang dipancarkan membingungkan. Ketika kelompok Fundamentalis berkata bahwa Alkitab tidak ada salah, dan kelompok Liberal berkata banyak salah, kelompok Injili berkata ada dan tidak ada salah. Sinyalmacam apa ini? Begitulah sifat Injili, maksud mereka kalau berkaitan dengan masalah kerohanian tidak ada salah, tetapi ketika berkaitan dengan ilmu pengetahuan, adasalah. Mengenai perempuan, kelompok Fundamentalis berpendapat bahwa menurut Alkitab (I Tim.2:11, I Kor.14:34) perempuan tidak boleh menjadi Gembala. Sementara di kalangan Liberal berkata bahwa boleh saja karena Alkitab ditulis terpengaruh konsep paternalistik, lalu Injili berkata boleh menjadi Gembala tetapi tidak ditahbiskan. Kelompok Fundamentalis berpendapat bahwa baptisan yang benar adalah diselamkan karena itulah arti kata baptiso yang sesungguhnya. Kelompok Liberal berpendapat diteteskan dengan air saja cukup, lalu kelompok Injili berkata kalau yang sehat diselam, dan yang sakit diteteskan saja.

Sama sekali tidak heran jika ada kalangan yang menggambarkan kelompok Injili sebagai bunglon, yaitu sejenis binatang yang bisa berubah warna sesuai dengan warna media kedudukannya.

Kemanakah arah gerakan Injili sebenar­nya? Jawabannya ada pada gerakan ECT (Evangelicals & Catholics Together) yang dirintis sejak September 1992. Pembaca yang memiliki akses internet dipersilakan mencari tahu sendiri akan gerakan ini. Sejumlah pe­mimpin gerakan Injili membuat kesepakatan dan menandatangani sebuah memorandum dengan Gereja Roma Katolik untuk memasu­ki millennium ketiga bersama-sama. Bisakah kita duga bahwa gerakan Injili sebenarnya adalah gerakan yang sangat tersembunyi dan sangat rahasia untuk menggiring orang-orang Kristen Fundamental masuk ke Gereja Roma Katolik?

Dalam poin “We Affirm Together” terpampang pengakuan iman “rasuli” yang tentu bunyinya “I believe in the Holy Spirit, ” the holy catholic Church” Tidak heranbukan kalau masih percaya pada holy catholic Church kemudian kembali ke holy catholic Church? Kembali ke sarangnya, at last come home.

Pernahkah anda berkendaraan dan dibi­ngungkan oleh sinyal lampu sign kendaraandi depan, yang sebentar nyala lampu kiri dan sebentar kanan? Injili pada awalnya memberi sinyal yang membingungkan yang dibe­lakangnya. Tetapi akhirnya semakin jelas,rupanya ia bukan mau lurus melainkan mau belok kiri, menuju kota Roma juga. Michael de Syemlen menulis sebuah buku yang berjudul All Roads Lead to Rome. Ia membongkar agenda-agenda tersembunyi yang dimainkan melalui berbagai penyusupan untukmenggiring semua denominasi masuk ke Gereja Roma yang Am. Amatilah! ***

Berita Mingguan 18 Juli 2009

Filed under: News — dedewijaya at 6:29 am on Saturday, July 18, 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes

Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw

Graphe International Theological Seminary

Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

PAUS MENYERUKAN “OTORITAS POLITIK DUNIA”

Dalam sebuah surat ensiklik yang baru, Paus Benediktus XVI menyerukan agar sebuah “otoritas politik dunia” menangani ekonomi global. Surat ensiklik tersebut, “Caritas in Veritate” (”Kasih dalam Kebenaran”), menyerukan lebih banyak lagi redistribusi kekayaan dan juga “redistribusi sumber daya tenaga.” “Otoritas politik dunia” yang divisikan oleh Paus akan memiliki kuasa untuk memaksa bangsa-bangsa antara lain untuk meredistribusikan kekayaan mereka dan menurunkan konsumsi tenaga mereka. Paus berkata, “Tentu saja ia harus memiliki otoritas untuk memastikan semua anggotanya taat kepada keputusan-keputusan nya…” (Reuters, 7 Juli 2009). Faktanya, intervensi pemerintah di dalam pasar bebas memang sudah memainkan peranan yang besar dalam krisis finansial ini (misal pemerintah Amerika yang mengharuskan pinjaman pembelian rumah diberikan kepada orang-orang yang tidak memenuhi syarat). Sebuah pemerintah global bukanlah solusi untuk masalah manapun, tetapi waktunya memang sudah matang untuk dimulainya fondasi kerajaan global antikristus dan tidak ada yang dapat menghalanginya. Jika paus benar-benar peduli dengan orang miskin dan benar-benar berpikir bahwa uang dalam menyelesaikan masalah kemiskinan, ia mestinya melikuidasi aset-aset Gereja Katolik yang sangat besar dan mendonasikannya.

USKUP EPISKOPAL MENYEBUT KESELAMATAN PRIBADI SEBAGAI “KESESATAN”

Katharine Jefferts Schori, Uksup Ketua dari Gereja Episkopal di Amerika, mengatakan bahwa adalah “kesesatan” untuk percaya seorang individu bisa selamat melalui doa pertobatan orang berdosa (OneNewsNow, 9 Juli 2009). Berbicara di Konvensi Umum denominasi tersebut, yang diadakan setiap tiga tahun, dia menambahkan bahwa “fokus individualistis adalah salah satu bentuk penyembahan berhala.” Pernyataan Schori tidak mengherankan. Gereja Episkopal di Amerika adalah suatu percampuradukan kesesatan dan immoralitas yang paling keji.

BUKTI ARKEOLOGIS AKAN ISTANA RAJA DAUD

Berikut ini disadur dari “The World of Archeology Is Rocked,” aish.com, 6 Juli 2009: “Bagi semakin banyak akademisi dan intelektual, Raja Daud dan kerajaannya yang menyatukan Yehuda dengan Israel, yang telah menjadi simbol integral dari bangsa Yahudi selama 3000 tahun, hanyalah sepotong fiksi…..Tetapi pada penyerang sejarah alkitabiah Yahudi mendapatkan kabar buruk baru-baru ini, yaitu ketika seorang arkeologis yang berdedikasi dan bersemangat tinggi melakukan penggaliannya yang terakhir ini. Dr. Eliat Mazar, seorang otoritas dalam hal masa lalu Yerusalem, telah mengeluarkan Raja Daud dari halaman-halaman Alkitab dan mengembalikannya ke ajang sejarah yang hidup. Penggalian Mazar yang terakhir di kota Daud, yaitu di bagian bayangan selatan dari Temple Mount, telah menggoncang dunia arkeologi. Karena, terbaring di sana tanpa diganggu selama lebih dari 3000 tahun adalah sebuah bangunan yang besar yang Mazar percayai sebagai istana Raja Daud….Dia (Mazar) memiliki gelar doktor dalam bidang arkeologi dari Hebrew University, dan adalah penulis dari buku The Complete Guide to the Temple Mount Excavations. …Mazar mengatakan, `Sebenarnya, ketika saya mulai menggali, saya harus mempersiapkan diri untuk menghadapi hasil apapun. Saya bahkan harus siap menerima hipotesis Finkelstein, jika itulah yang dinyatakan oleh fakta. Namun demikian, bagaimanapun juga saya seorang Yahudi dan seorang Israel, dan saya merasakan sukacita yang besar sekali ketika detil-detil di lapangan persis dengan deskripsi dalam Alkitab….Mazar percaya bahwa istana itu digunakan oleh raja-raja Yahudi sampai dengan penghancuran Bait Allah yang pertama sekitra 450 tahun setelah pendiriannya. Untuk mengindikasikan hal ini, Mazar menjelaskan dengan semangat mengenai sebuah benda tanah liat kecil yang dia temukan di situs tersebut (ditemukan tanggal 17 Tammuz, hari yang memperingati pengepungan Yerusalem sebelum kehancurannya) . Benda itu disebut sebuah `bulla,’ yaitu tanah liat berbentuk piringan, dengan tulisan Ibrani kuno, dan mencantumkan nama pengirim sebagai `alamat kembali,’ dan dipakai untuk memeteraikan gulungan-gulungan `surat’ papirus. Bulla tersebut berisikan nama Yukhal bin Selemya, yang disebut dalam pasal 37 dan 38 dari kitab Yeremia.Yukhal adalah salah satu dari dua orang utusan Raja Zedekia kepada Yeremia, yang memintanya agar berdoa bagi umat saat Yerusalem dikepung oleh Nebukadnezar, Raja Babel. Dalam perkembangannya, pasal 38 menceritakan bahw Yukhal adalah salah satu dari empat pelayan yang meminta raja untuk membunuh Yeremia, dengan klaim bahwa dia sedang melemahkan semangat bangsa yang terkepung itu dengan nubuat-nubuatnya tentang kehancuran dan petaka. “Kartu bisnis” Yukhal adalah salah satu dari beberapa contoh yang telah ditemukan dalam dekade terakhir ini, yang memberikan kesaksian lebih lanjut tentang keabsahan kisah Alkitab tentang aktivitas-aktivitas di istana raja sebelum kehancuran Yerusalem. Di situs penggalian lainnya, yang diperkirakan adalah sisa-sisa sebuah bangunan umum, lebih dari 50 bulla ditemukan di bawah satu lapisan yang hancur gosong. Api yang dibawa oleh Raja Nebukadnezar membakar kota itu, tetapi api yang sama juga mengeraskan meterai-meterai tanah liat tersebut, sehingga memelihara mereka dalam kondisi baik dan dapat dibaca sepenuhnya. Bulla-bulla ini berisikan lusinan nama Ibrani, dua di antaranya adalah nama tokoh-tokoh Alkitab yang sezaman dengan Yukhal. Salah satunya adalah Gemaryahu bin Safan, salah satu penulis raja Yoyakim, yang ruangannya dipakai Barukh bin Neria untuk membacakan kata-kata kecaman dan panggilan pertobatan Yeremia (Yeremia 36:10). Nama lainnya adalah Azaryahu bin Hilkiyahu, seorang anggota keluarga imam yang menjabat sebelum kehancuran Yerusalem (1 Tawarikh 9:10).”

SELAMAT DATANG KE PARTAI REPUBLIK

Sdr. Cloud: Saya tidak tahu siapa yang menulis cuplikan berikut, padahal saya ingin memberinya kredit. Sayang sekali, kalimat terakhirnya, “selamat datang ke partai Republik,” adalah sebuah mitos, karena kedua partai besar di Amerika Serikat sebenarnya berhaluan sosialis. Walaupun demikian, tulisan ini sungguh menyegarkan.

“Baru-baru ini saya bertanya kepada seorang putri kecil dari teman saya tentang apa yang ingin dia lakukan jika sudah dewasa nanti. Dia berkata bahwa dia mau menjadi Presiden suatu hari. Kedua orang tuanya, yang adalah Demokrat liberal, sedang berdiri di sana, jadi saya bertanya lebih lanjut padanya, `Jika kamu jadi Presiden, apa hal pertama yang akan kamu lakukan?’ Dia menjawab, `Saya akan memberi makanan dan rumah kepada semua orang yang tidak punya rumah.’ Orang tuanya sangat bangga. `Wow, itu tujuan yang sangat mulia,’ saya berkata padanya. `Tetapi kamu tidak perlu menunggu hingga menjad Presiden untuk melakukan hal itu. Kamu bisa datang ke rumah saya, pangkas rumput, membersihkan ilalang, dan membersihkan halaman saya, dan saya akan memberikan padamu $50. Lalu saya akan bawa kamu ke toko makanan di mana pada tuna wisma berkeliaran, dan kamu bisa memberikan $50 itu kepada salah seorang di sana agar dia bisa membeli makanan dan mulai menabung untuk membeli rumah.’ Dia memikirkan hal ini beberapa detik, lalu dia menatap saya persis di mata dan bertanya, `Kenapa para tuna wisma itu tidak datang saja dan melakukan pekerjaan itu, dan kamu berikan mereka $50-nya?’ Saya berkata, `Selamat datang ke Partai Republik.’ Orang tuanya sampai hari ini tidak mau bicara sama saya.”

Editor: Untuk memahami artikel di atas, yang ditulis dalam konteks Amerika Serikat, pembaca perlu tahu bahwa ada dua partai besar di sana, Demokrat dan Republik. Kelompok Demokrat sangat condong kepada Sosialisme, di mana pemerintah bertanggung jawab atas orang-orang miskin, memberi mereka makanan, penampungan, dan santunan biaya. Dalam masyarakat sosialis, seseorang yang tidak punya pekerjaan, boleh mendaftar ke kantor pemerintah, dan mendapat biaya bulanan. Tentu dalam skema demikian, banyak orang akan menjadi malas, dan daripada susah bekerja, lebih baik menantikan santunan pemerintah. Barrack Obama adalah seorang sosialis, dan sedang membawa Amerika ke arah Sosialisme. Dalam Sosialisme, orang yang kaya dikenakan pajak yang luar biasa tinggi (pajak progresif), untuk membiayai proyek-proyek `sosial’ demikian. Sebaliknya, partai Republik lebih condong kepada Kapitalisme, di mana masing-masing orang bertanggung jawab untuk kesejahteraannya masing-masing. Pemerintah bertindak untuk menegakkan hukum dan fair-play, tidak bertanggung jawab untuk memberi santunan, dll.

Konsep Sosialisme (dan Komunisme) terdengar bagus, yaitu memberikan kesejahteraan yang merata kepada semua orang. Tetapi, di dunia yang berdosa, kedua konsep ini tidak mungkin berhasil karena sifat dasar manusia yang sudah tercemar dosa. Ketika seseorang mendapatkan hasil yang hampir sama baik jika dia bekerja maupun jika tidak bekerja, maka hampir semua orang akan memilih untuk tidak bekerja. Dalam masyarakat demikian, akhirnya produktivitas akan menurun. Itulah yang menyebabkan runtuhnya ekonomi Uni Soviet. Cina, negara yang notabene komunis, justru menerapkan pasar bebas dan kapitalisme dalam model ekonominya. Kapitalisme juga bukanlah model yang sempurna walaupun lebih baik dari Sosialisme maupun Komunisme. Masyarakat yang sempurna baru akan ada ketika Yesus Kristus datang kembali, dan kita masuk ke dalam Kerajaan 1000 tahun di bawah suatu Monarki.

DEWAN PERWAKILAN PENNSYLVANIA TIDAK MENGIZINKAN DOA DALAM NAMA YESUS

Dewan Perwakilan Pennsylvania tidak lagi memperbolehkan para rohaniwannya untuk berdoa dalam nama Yesus. Gembala Sidang Gary Stoltzfoos dari Freedon Valley Worship Center di Adams County menemukan aturan ini ketika dia diundang oleh anggota dewan Will Tallman untuk membuka salah satu sesi Dewan tersebut dengan doa pada bulan Juni. Seesorang dari staf Ketua Dewan, Keith McCall, memberitahu gembala sidang tersebut bahwa dia tidak boleh memakai nama Yesus dalam doa tersebut (”State House Edits Jesus from Pastor’s Prayer,” Yord Daily Record, 30 Juni 2009). Stoltzfoos kemudian menolak undangan tersebut dan berkata, “Saya merasa bahwa doa adalah berbicara dengan Allah, jadi ketika saya berdoa, saya mencoba berbicara dengan Dia….Saya hanya kenal sau Allah secara pribadi. Saya hanya melayani satu Allah. Bagaimana mungkin saya melakukan sesuatu yang tidak menghormatiNya? “

JEMAAT DARI TUHAN YG HIDUP

Filed under: DOKTRIN GEREJA — dedewijaya at 8:38 am on Wednesday, July 15, 2009

Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga TUHAN, yakni jemaat dari TUHAN yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. 1 Tim. 3:15

Rasul Paulus menyebut orang-orang percaya yang digembalakan Timotius dengan empat istilah. Pertama sebagai keluarga TUHAN (oi;kw| qeou/) secara literal ‘rumah TUHAN, atau rumah tangga TUHAN’. Betul sekali bahwa orang-orang percaya yang berkumpul adalah rumah tangga TUHAN. Setiap orang yang tergabung ke dalam kumpulan, mereka adalah orang yang telah dilahirkan kembali oleh Roh TUHAN dan menjadi salah satu anak-anak TUHAN. Orang-orang yang menyaksikan kehidupan mereka dapat melihat model rumah tangga TUHAN. Untuk istilah ini penekanannya adalah keharmo­nisan ke dalam.

Kedua, rasul Paulus menyebut mereka jemaat TUHAN yang hidup (evkklhsi,a qeou/ zw/ntoj). Pada zaman itu ada banyak jemaat, karena kata ekklesia juga dipakai untuk perkumpulan­perkumpulan seperti dewan kota dan lain-lain. Oleh sebab itu rasul Paulus menegaskan bahwa ekklesia mereka adalah khusus milik TUHAN yang hidup, bukan kumpulan aneh-aneh yang ada waktu itu. Tentu waktu itu ada kumpulan pengacau (Kis.19:40), dan berbagai kumpulan seperti hari ini ada partai, LSM, arisan dll. Perkumpulan anda setiap minggu itu perkumpulan apa? Milik siapa? Apakah itu perkumpulan dari TUHAN yang hidup?

Ketiga, tiang penopang kebenaran (stu/loj th/j avlhqei,aj) tentu ini maksudnya adalah sebuah tiang yang dasarnya adalah kebenaran yang dimana semua pencari kebenaran bisa menopang padanya. Jemaat yang adalah tiang kebenaran harus sangat benar agar pencari kebenaran yang mencoba bersandar kepadanya tidak jatuh. Apakah yang membuat sebuah jemaat menjadi tiang kebenaran? Tentu Alkitab, Firman TUHAN yang benar yang menjadi anggaran dasar dari jemaat itu. Tiang kebenaran tentu harus sangat kokoh. Ia tidak boleh bergoyang dan tidak boleh melengkung apalagi patah atau roboh.

Itulah sebabnya pengajaran sebuah jemaat lokal harus sangat mantap, tidak boleh ragu-ragu, tidak boleh abu-abu, pendapatnya harus setegas putih atau hitam. Contoh, kalau baptisan yang benar adalah selam berarti percik salah, dan kalau yang percik adalah yang benar berarti selam salah. Masuk Sorga itu melalui bertobat dan percaya atau melalui dipilih, harus tegas.

Keempat, jemaat disebut sebagai dasar kebenaran (e`drai,wma th/j avlhqei,aj). Dasar atau fondasi adalah sesuatu yang menjadi tumpuan dari apapun yang dibangun di atasnya. Tuhan ingin jemaat menjadi kuat, bisa diandal­kan untuk menaruh harapan di atasnya. Jemaat harus sangat kokoh agar apapun yang dibangun di atasnya akan berdiri tegak selamanya.

Yesus Kristus adalah batu penjuru, dan para Rasul dan Nabi adalah fondasi (Ef.2:19-20). Apanya Rasul dan apanya Nabi yang adalah fondasi jemaat? Tentu pengajaran para Rasul dan Nabi yang dimaksudkan. Pengajaran lisan mereka sudah tidak bisa diakses manusia zaman sekarang, namun tulisan mereka bisa diakses oleh manusia segala zaman. Dengan kata lain, Alkitab PL & PB, adalah fondasi jemaat dan sekaligus yang membuat jemaat menjadi fondasi kebenaran.

Keempat posisi yang disebut oleh Rasul Paulus kepada jemaat lokal ini dulu dipegang oleh ayah. Kemudian posisi ini dialihkan untuk dijabat oleh bangsa Yahudi. Dan kini posisi ini dipegang oleh sekelom­pok orang yang menyambut janji TUHAN, yang mengaminkan bahwa Sang Jurusela­mat Yesus Kristus dihukumkan baginya, dan ia sadar bahwa ia hidup bagiNya. Orang ini menjadi salah satu anak-anak TUHAN, dan ketika mereka berkumpul maka mereka disebut keluarga TUHAN. Mereka juga disebut jemaat TUHAN artinya kumpulan milik TUHAN, dan diharapkan berfungsi sebagai tiang kebenaran serta dasar kebenaran bagi dunia yang gelap serta kabur akan kebenaran.

Jika sebuah jemaat lokal tidak mengerti posisinya, dan tidak senantiasa memeriksa pengajarannya, maka ia pasti bukan keluarga TUHAN dan bukan kumpulan miliki TUHAN, maka ia pasti tidak mungkin berfungsi sebagai tiang dan dasar kebenaran. Yang membuat sebuah jemaat berada pada posisi tersebut di ayat ini adalah sikapnya terhadap kebenaran, posisinya terhadap kebenaran.***  (PEDANG ROH 60 Juli-Sept 2009)

SAKSI JEHOVAH: SINYAL YANG MEMBINASAKAN

Filed under: BIDAT — dedewijaya at 8:33 am on Wednesday, July 15, 2009

Seandainya dari awal Saksi Jehovah masuk Indonesia seperti denominasi lain, tanpa dihimpit oleh pemerintah, maka mungkin mereka akan hanya memiliki beberapa beberapa gereja seperti Mormon dan Christian Science. Terlebih lagi jika gereja-gereja Protestan membekali anggota jemaat tentang poin-poin kesesatan Saksi Jehovah, maka mereka pasti tidak bisa mendapatkan banyak orang.

Namun kelompok Protestan telah salah sikap, memakai tangan pemerintah meng­hadang mereka di permukaan, sehinggamemaksa mereka bergerak di bawah. Akhirnya bukan rahasia lagi bahwa mereka berjalan dua-dua orang memasuki rumah orang Kristen, mempertanyakan komposisi iman mereka, dan mulai memasukkan pengajaran mereka. Hasilnya, jumlah mereka tak terhitung, dan jaringan mereka menggurita.

Kebiasaan menggunakan tangan pemerintah bukan hanya tidak efektif bahkan selain membuktikan yang bersangkutan tidak memiliki argumentasi, juga menciptakan tantangan bagi yang dihimpit untuk berjuang lebih keras. Sepatutnya gereja yang merasa dirinya lebih alkitabiah dari Saksi Jehovah menyelenggarakan seminar, dan menerbitkan berbagai traktat dan buklet untuk memperkuat iman jemaat dan menjelaskan poin-poin kesalahan pengajaran Saksi Jehovah.

Sejarah Singkat Saksi Jehovah

Charles Taze Russel lahir 16 Februari 1852, Pittsburgh, Pennsylvania. Sejak remaja Ia sangat menentang adanya Neraka yang menghukum orang, dan ia sangat menentang institusi agama (gereja). Pada saat umur 18, tahun 1870 ia mengumpulkan orang-orang untuk pelajaran Alkitab, dan pada tahun 1878 kelompok PA-nya mentahbiskannya sebagai Pastor.

Dari tahun 1876 hingga 1878 Russell adalah seorang asisten editor dari sebuah majalah bulanan di Rochester, New York. Kemudian ia berhenti karena kontroversi dari tulisannya tentang Penebusan Kristus. Setelah meninggalkan posisi asisten editor, Russell menerbitkan The Herald of the Morning (1879), yang hari ini berkembang menjadi The Watchtower Announcing Jehovah’s Kingdom. Diawali dengan oplah 6000 examplar menjadi 20 juta dan diterjemahkan ke lebih seratus bahasa. Terbitan lain dari Watchtower yang berjudul Awake! dicetak lebih 15 juta examplar dan diterjemahkan ke lebih dari tiga puluh bahasa.

Namun C.T. Russell adalah seorang yang sangat percaya diri, sekalipun ia hanya sekolah sampai kelas-7 (SMP kelas satu), namun ia berusaha mengajar dan memimpin. Sangat tidak heran kalau pengajarannya hanya kebenaran yang parsial bukan kebenaran harmonis yang ditafsir­kan dari seluruh ayat Alkitab dan melalui per­timbangan arti kata dalam bahasa aslinya.

Pada bulan Juni 1912, Gembala Gereja Baptis James Street, Hamilton, Ontario, Rev. J. J. Ross, menerbitkan sebuah pamflet yang isinyamengupas kehidupan moral yang tidak beres dan pengetahuan theologi yang cetek dari C.T. Russell. Tentu Russell kebakaran jenggot dan menuntut Ross ke pengadilan atas tuduhan menghina seseorang. Tetapi tanpa disangka oleh Russell ternyata tuntutannya akhirnya menjadi bumerang yang mempermalukan dirinya amatsangat. Karena ternyata pengadilan memenang­kan Rev. Ross, berhubung semua yang dituliskan oleh Rev. J.J. Ross tentang Russell terbukti benar. Bahwa Russell bukan kepala keluarga yang baikkarena bercerai dengan istrinya, bahwa ia tidak pernah mengecap pendidikan tinggi yang cukup, tidak pernah sekolah theologi, dan bahwa ia tidakmengerti bahasa Ibrani maupun Yunani.

Lucunya ketika Russell ditanya, apakah ia mengerti bahasa Yunani, ia menjawab mengerti. Dan kemudian pengacara membukakan kitab bahasa Yunani dan memintanya membaca satu kata yang paling atas dan dia tidak dapat melaku­kannya. Tentu semua orang yang ada dalam ruang sidang menertawakannya. Dan akhirnya ia harus dengan wajah yang sangat malu mengaku bahwa ia tidak mengerti bahasa Yunani. [Walter Marth, The Kingdom of the Cults, Miniapholis: Bethany House Publishers, 1985, pp 42-47].

Fakta yang sangat mengherankan lagi adalah Russell tidak pernah ditahbiskan oleh organisasi apapun namun menyebut dirinya, dan disebut oleh pengikutnya “Pastor”. Walter Marth berkata bahwa sebagai pengkhotbah ia memukau banyak orang, namun sebagai theolog ia tidak memukau siapapun terutama theolog yang terpelajar. Ia tidak memiliki argumentasi theologi yang memiliki dasar, melainkan hanya mengandalkan keberanian dan spekulasi serta kepintaran mengolah kata-kata, berani membuat pernyataan, bahkan berani mengajarkan hal-hal yang bertolak belakang dengan kebanyakan gereja tanpa argumentasi yang mamadai.

Dalam terbitan The Watchtower, 15 September 1910, halaman 298, Russell menyatakan bahwa orang- orang cukup membaca tulisannya, tidak perlu membaca Alkitab karena tulisannya telah menjelaskan Alkitab bahkan adalah sama dengan Alkitab. Ia berkata kepada pengikutnya bahwa mereka tidak akan sanggup memahami Alkitab dengan jelas dan Ia memahaminya dan akan menjelaskannya untuk mereka. Menurut Russell jika semua orang mengaminkan pengajarannya maka umat manusia akan segera masuk ke dalam sebuah kerajaan yang penuh damai. Jualannya laku keras karena tidak lama kemudian terjadi konflik yang memimpin ke Perang Dunia I. Jualannya lebih laku lagi setelah PD I karena banyak orang yang mengalami depresi oleh PD I.

Setelah kematian C.T. Russell pada tanggal 31 Oktober 1916, selanjutnya Komunitas Menara Pengawas (Watchtower Society) dipimpin oleh Joseph Franklin Rutherford, seorang hakim di kota Boonville, Missouri. Ia adalah seorang yang sangat hebat dalam menulis. Dalam hidupnya ia telah menulis lebih dari seratus buku. Sesungguhnya selain Russell dialah orang yang paling berjasa dalam memba­ngun ajaran sesat Saksi Jehova ini. Pada zaman Russell kumpulan mereka belum disebut Saksi Jehova (SJ). Nama ini diperkenalkan pada masa Rutherford. Kemudian ia meninggal 8 Januari 1942 di Kalifornia karena kanker.

Segera sesudah kematian Rutherford mereka memilih Nathan Homer Knorr se­bagai presiden dari kelompok ajaran sesat Saksi Jehova ini. Knorr adalah rektor dari Gilead Missionary Training School, di New York. GMTS ini tidak menitik berat pada pembahasan Alkitab secara benar melain sekedar pusat latihan (training) bagi pasukan penjual buku yang mengetuk pintu demi pintu. Mereka tidak menghasilkan theolog yang bisa berpikir melainkan hanya mengandalkan tulisan pemimpin mereka yang telah berupa traktat dan buku. Knorr meninggal bulan Juni 1977 kemudian kepemimpinan di bidat Saksi Jehovah dipegang oleh Frederick W. Franz, seorang yang sudah sangat dikenal di kalangan mereka.

Penyimpangan Pengajaran Mereka

Kita merasa sangat kasihan pada orang-orang yang menyerahkan nasib akhir mereka kepada pengajaran dari hasil penafsiran orang yang tidak pernah sekolah theologi, tidak bisa membaca tulisan bahasa asli Alkitab, yang masa kecilnya pernah mengalami tekanan sehingga tanpa alasan ia menyatakan Neraka itu tidak ada. Tentu bukan maksud saya bahwa orang yang tidak pernah sekolah theologi dan tidak bisa baca tulisan bahasa asli tidak akan bisa menafsirkan Alkitab dengan benar, tetapi jika seseorang berani membuat sebuah kesimpulan yang sangat bertentangan dengan pendapat kebanyakan orang ia harus memiliki dasar yang sangat kuat. Kesimpulannya harus pada bahasa asli Alkitab karena Alkitab terjemahan memiliki resiko perubahan arti kata sehubungan kekayaan bahasa yang berbeda antara satu bahasa dengan yang lain.

Pengajaran SJ ini jelas adalah hasil sebuah kesalahfahaman dari berbagai ayat Alkitab. Ia bagaikan faham komunisme yang diindoktrinasikan oleh pemimpin pemimpin mereka ke bawahan sedemikian intens dan sistematis sehingga terpatri ke dalam hati anggota mereka seperti orang ko munis memegang teguh faham komunisme mereka.

Pertama, dari pemilihan nama Saksi Jehova (SJ) itu sudah awal dari bukti ketidakfahaman mereka terhadap konsep kekristenan yang alkitabiah. Nama Jehova adalah nama yang dipilih oleh Sang Pencipta sebagai nama (simbol) dirinya ketika Ia memperkenalkan diri kepada manusia terutama kepada bangsa Israel. Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa maka manusia tidak bisa hidup bersama Allah yang mahakudus. Dosa harus diselesaikan, dan penyelesaian dosa hanya dengan penghukuman. Allah berjanji mengirim Juruselamat untuk dihukumkan mengganti kan manusia. Sementara Sang Juruselamat belum tiba, Allah perintahkan ibadah simbolik untuk menggambarkan-Nya. Nah, sehubungan dengan kebutuhan ibadah simbolik inilah nama Jehovah diberikan sebagai simbol yang menunjuk kepada Sang Pencipta.

Ketika janji Allah akan pengiriman Juruselamat digenapi, yaitu kedatangan Sang Juruselamat, yang adalah pribadi Allah sendiri, Ia tidak memakai nama Jehova melainkan memakai nama Yesus, yang artinya Juruselamat. Kalau mereka mengerti kebenaran seharusnya mereka menamakan perkumpulan mereka sebagai Saksi Yesus, bukan Jehova. Kalau mereka mau menjadi Saksi Jehova seharusnya mereka lahir di zaman sebelum penggenapan janji Allah.

Kedua, kesalahfahaman tentang pribadi Yesus yang adalah Allah dalam tubuh manusia. Bukan cuma satu-dua ayat melainkan sangat banyak ayat yang langsung maupun tidak langsung menyatakan bahwa Yesus Sang Juruselamat adalah pribadi Sang Pencipta atau Jehova itu sendiri.

Ketika Yohanes Pembaptis ditanya siapakah dia sesungguhnya, ia berkata bahwa ia bukan Mesias tetapi ia adalah “suara yang berseru-seru: Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN (Bahasa Ibrani dibalik kata TUHAN adalah Jehovah), luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!” (Yes.40:3). Siapakah yang dimaksudkan oleh Yesaya dengan Jehovah yang dipersiapkan jalannya oleh Yohanes Pembaptis? Yesus Kristus adalah yang memperkenalkan diri dengan nama Jehovah dalam PL, dan kemudian memperkenalkan diri dengan nama Yesus. Bedanya hanya ketika memperkenal- kan diri sebagai Jehovah dilakukan di tengah badai dan guntur sedangkan ketika memperkenalkan diri sebagai Yesus melalui kelahiran dan pertumbuhan sejak bayi. Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa ia datang untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus dan mengutip Yesaya 40:3, dengan demikian menyatakan bahwa Yesus adalah Jehova yang datang mengenakan daging.

Kepada siapakah ayat ini dimaksud, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”(Yes.9:6)? Siapakah yang dimaksudkan oleh nabi Yesaya dengan ” Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”?

Dan di dalam kitab PB, I Yohanes 5:20 dengan jelas menyatakan bahwa Yesus adalah Allah (theos), ” . . . di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. Bagaimanakah mungkin ada seorang yang jujur dan setia kepada ayat-ayat Alkitab yang bisa menyimpulkan bahwa Yesus Kristus bukan Allah yang menjadi manusia (Fil.2:5).

Namun itulah faham yang diciptakan oleh Russell yang katanya berdasarkan Alkitab, padahal pengajarannya hanya berdasarkan beberapa ayat Alkitab yang mengekpos kemanusiaan Kristus, untuk membangun sebuah komunitas pengikut yang kemudian oleh Rutherford disebut Saksi Jehovah. Karena”pasukan”nya selalu mendapat tantangan dari orang-orang yang mengerti Alkitab, dan mereka seringkali kehilangan kata-kata, maka belakangan baik yang di USA maupun yang di Indonesia, mereka menerbitkan Alkitab dengan mengubah kata-kata Alkitab untuk disesuaikan dengan pemahaman mereka.

Seorang pengikut SJ berkata kepada penulis bahwa dia tidak temukan organisasi kekristenanyang lebih rapi dari SJ, maka dia senang dan meyakini bahwa mereka benar. Bukankah komunisme di Rusia di bawah Stalin dan Lenin lebih rapi dan di China di bawah Moa lebih rapi, dan bukankah Katolik di bawah kepausan mereka jauh lebih rapi? Masalahnya tentu bukan pada rapinya melainkan pada kesesuaiannya dengan Alkitab, dan bukan sesuai dengan sebagian ayat Alkitab, melainkan harus sesuai dengan seluruh ayat Alkitab.

Menurut Walter Martin, dalam buku The Kingdom of the Cults, kelompok SJ telah berani sekali menyimpangkan topik-topik utama pengajaran kekristenan, mengajarkan bahwa tidak ada Neraka padahal Tuhan lebih banyak menyebut Neraka daripada Sorga di dalam Alkitab. Karena Tuhan sangat memperi ngatkan orang akan Neraka sehingga Ia berkata, “Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka”(Mat.5:29-30). Namun kelompok SJ menyangkali keberadaan neraka, kemung kinan agar orang-orang lebih berani menjadi pengikut mereka karena tidak ada resiko akan masuk Neraka.

Pembaca yang kami kasihi, penulis tahu bahwa dengan buletin setipis ini mustahil bisa mengungkap seluruh penyimpangan kelompok Saksi Jehova (SJ). Uraian singkat ini hanya sekedar merangsang pembaca untuk menyelidikilagi kelompok-kelompok yang telahmemberi sinyal yang salah, sehingga kalaudi analogikan dengan sinyal kendaraan, mereka telah dan akan menyebabkan malapetaka kecelakaan yang dahsyat.Kiranya Tuhan memberi hikmat kepada pembaca serta kemampuan untuk mema hami kebenaran dan mengidentifikasi sinyal-sinyal yang menyesatkan. *** (Jurnal Pedang Roh 60 Juli-Sept 2009)

Download Buku KWIK KIAN GIE TERBARU

Filed under: Uncategorized — dedewijaya at 4:16 am on Monday, July 13, 2009

Jangan Tangisi Michael Jackson

Filed under: News — dedewijaya at 4:41 am on Thursday, July 9, 2009

Isak haru ratusan ribu orang diseluruh dunia tidaklah sebanding dengan isak tangis Jacko (Michael Jackson) di neraka. Penyanyi itu yang namanya berkibar dimana-mana merupakan manusia yang dicintai Tuhan Yesus namun ia salah memilih jalan. Dibesarkan di keluarga Saksi Jehovah (Saksi Yehuwa), tidak membuat Jacko bertemu dengan Yesus. Apalagi setelah dia masuk Islam pada November 2008.

Para pengikut agama lain selain pengikut Yesus di hadapan Allah haruslah membayar dengan perbuatan baik semua dosanya sebelum bisa masuk surga. Dan kita tahu tidak ada seorang pun yang sanggup melakukannya, dosa tidak bisa diampuni meski dia beramal jutaan dolar. JIka seseorang bisa 100% murni dan tidak berdosa dalam hidupnya maka dia bisa tidur senang di surga tapi jika tidak ia akan menderita kekal di neraka.

Kita tahu tidak ada satu agamapun yang bisa menjamin seseorang masuk surga. Semuanya hanya mudah-mudahan, Insya Allah, hanya Yesus yang berkata Akulah pintu ke surga dan Akulah jalan kebenaran dan hidup kekal. Hanya Yesus yang sanggup menolong Jacko namun ia tidak menghabisi hari-hari terakhirnya dengan doa dan pertobatan malahan dengan obat terlarang. sungguh malang.

Hanya Yesuslah yang dapat membawa anda dan saya ke surga bukan agama. Termasuk agama Kristen Kristen sekalipun tidak akan membawa anda ke surga. Agama tidak menyelamatkan Yesus yang menyelamatkan anda ke surga. Maka penyerahan diri ke Yesus, dan menjadikanNya Tuhan serta mengakui dosa dan minta pengampunanNya akan membawa anda ke surga. Hanya anugerahNya saja kita masuk surga, perbuatan baik tidak sama sekali berguna.

Dari track record Jacko mulai dari penggunaan obat terlarang hingga seks dengan anak-anak sangatlah memungkinkan ia tidak dapat membayar semua perbuatan jahat itu dengan perbuatan baik. Meskipun ia mengasuh banyak anak dan mendidik mereka serta membuang uangnya untuk perbuatan-perbuatan amal itu pun tidak akan membuat dia masuk surga. Karena jika ditimbang perbuatan jahatnya masih terlalu banyak. Ini belum termasuk menghina Tuhan yang telah memberikannya kulit hitam tapi ia telah menggantinya dengan kullit putih tiruan.

Kiranya kematian Jacko tidak ditangisi oleh semua orang yang percaya Yesus sebagai Tuhan. Kiranya kematiannya membuka mata kita dan anak-anak kita untuk lebih taat dan mengasihi Yesus. Jangan pernah bilang selamat jalan Jacko, tidurlah dengan nyenyak. Jangan berkata begitu karena itu bukanlah demikian yang ia alami. Sebab dia sedang di siksa di neraka dan tidak bisa tidur selamanya.

Kiranya kita diberi hati untuk selalu mau bertobat dan mengasihi Yesus lebih dari apapun. Sehingga kita mewarisi rumah di surga yanga telah disediakanNya bagi kita. Dan kiranya anda yang membaca artikel ini mau membuka hati untuk Yesus dan menjadikanNya Tuhan dan Juruselamat anda.

Mengapa Harus Yesus?

Tuhan memberkati. (Hendra Kasenda-terangdunia.com)

MENGURANGI KEJENUHAN PEMILU DG MENGURANGI JUMLAH PARTAI PESERTA PEMILU

Filed under: POLITIK — dedewijaya at 1:04 am on Wednesday, July 1, 2009

Please Vote my Blog at SINI

Dalam 2 periode PEMILU mendatang yaitu 2014 dan 2019, maka hendaknya para anggota DPR yg membuat UU PEMILU lebih memikirkan efektivitas PEMILU dan juga belajar dari PEMILU2 sebelumnya yg sangat banyak partai. Hal ini jika terus terjadi, akan membuat kejenuhan dan muncul apatis masyarakat karena mumet dan bingung dalam memilih karena begitu banyaknya partai dan juga begitu banyaknya nama Caleg dalam kertas suara.

Mari berkaca pada PEMILU 1999 ada 48 Partai, 2004 menjadi 24 Partai, namun sayang 2009 kembali menjadi 44 Partai (38+6). Asumsinya pada 2014 akan ada 9 Partai langsung lolos ditambah 10 Partai Baru dg asumsi aturan semakin diperketat untuk Parpol peserta PEMILU.

Misal jumlah Parpol 2014 ada 20, maka dg aturan ET dan EP yg dinaikkan, akan tersaring kira-kira 6-8 partai saja.

Misal jumlah Parpol 2019 ada 8 Partai yg langsung lolos, aturan Parpol baru peserta PEMILU semakin dipersulit, atau tdk boleh lagi menjadi Peserta PEMILU karena 8 Partai saja yg lolos ET dan EP, maka tentunya dari 8-10 Parpol peserta PEMILU 2019, tinggal 3-5 Parpol saja.

Untuk itu semoga dalam 2 kali PEMILU lagi, maka tahun 2024, kiranya hanya akan ada 5-7 Parpol saja. Jumlah ini ideal dalam Kekuatan di Parlemen.

Agar Partai semakin menyusut maka ET partai dinaikkan menjadi 5%, misal dari 170 juta Pemilih setara dg 8,5 juta suara, EP jumlah kursi DPR 5% atau setara dg 28 kursi DPR dari total 560 kursi DPR.

Bagaimana dg jumlah Calon Presiden?

Maksimal jumlah calon Presiden sebaiknya hanya 5 calon saja, dg asumsi 2 putaran, selesai. Hitung-hitungannya adalah:

Syarat mencalonkan Capres adalah 20% suara Pemilu Legislatif, misal 170 juta maka setara 34 juta dan 15% jumlah kursi di DPR setara dg 84 kursi.

Sehingga didapat maksimal 5 calon Presiden. Idealnya tentu 2 calon saja.

Atau Peraturan sekarang sudah cukup baik 25% suara PEMILU LEGISLATIF atau 20% jumlah kursi DPR sehingga maksimal hanya ada 4 calon saja.

Mari dengungkan ke anggota DPR yg baru menjabat Oktober nanti. Persulit aturan mendirikan Partai Baru, sehingga mendirikan partai bukan asal meramaikan PEMILU dan buang2 uang serta bikin pusing rakyat karena buanyak partai, meminimalisir partai gurem dan partai jadi2an hanya karena ambisi berkuasa semata.

Belajar dari negara Demokrasi seperti USA yg sudah hampir 300 tahun, ideal 2 partai, 2 capres. Yaitu partai Demokrat dan Republik, di Inggris ditambah dg partai Buruh.