DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

Berita Mingguan 7 Maret 2009

Filed under: News, Religion — dedewijaya at 8:35 am on Saturday, March 7, 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)

BAPTIS MENGADOPSI ADVENT DAN LENT
“Orang-orang Baptis Beralih kepada Perayaan Lent” adalah judul sebuah laporan dari Associated Baptist Press, tanggal 26 Februari. Artikel itu berkata, “Walaupun secara tradisional dianggap sebagai ritual Katolik, semakin banyak Baptis yang menemukan arti dari Lent. Belmont University, yang sampai akhir-akhir ini masih berafiliasi dengan Tennessee Baptist Convention, memperingati tanggal 25 Februari dengan kebaktian Rabu Abu, yang dipimpin bersama dengan seorang Uskup Katolik….. …dalam dekade-dekade belakangan ini, semakin banyak gereja Baptis (dan juga Protestan lain) yang mulai merayakan Advent. Sebagian gereja-gereja tersebut juga mulai memasukkan bagian-bagian lain kalender liturgi ke dalam rencana tahunan mereka…..Bo Prosser, koordinator hidup berjemaat dari Cooperative Baptist Fellowship, mengatakan bahwa dia menyaksikan minat terhadap Lent meningkat di kalangan gereja Baptis setiap tahun……Passport , Inc., sebuah organisasi pelayanan terhadap siswa dan juga partner dari Cooperative Baptist Fellowship, mengeluarkan sebuah renungan untuk Lent yang disebarkan lewat web, yaitu d365.org. Organisasi Baptist Center for Ethics, partner lainnya dari CBF, menjual bahan studi grup untuk Lent dalam format PDF, yang diproduksi dalam kerjasama dengan Baptist World Alliance.”

CATATAN BRO. CLOUD: Lent dan Advent adalah praktek sakramen Roma Katolik dan Yunani Ortodoks, dan sama sekali tidak memiliki dasar otoritas Alkitab. Bahwa orang-orang Baptis mulai mengadopsi hal-hal ini adalah bukti lebih lanjut akan meresapnya gerakan ekumene, pengaburan garis-garis doktrin, dan penyatuan semua denominasi. Tidak diragukan lagi, salah satu hal yang mendorong pengadopsian Advent dan Lent di antara kaum Baptis adalah menyebarnya mistikisme meditasi melalui pengaruh orang-orang seperti Richard Foster dan Dallas Willard. Praktek-praktek meditasi seperti “centering prayer,” “visualization prayer,” “lectio divina,” “the Jesus prayer,” dan “breath prayer” diadaptasi dari kegelapan biara-biara Katolik. “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus” (Kol. 2:8)

SEMUT YANG BERKEBUN
Berikut ini disadur dari Creation Moments, http://www.creation moments.net/ radio/transcript .php?t=2283: “Bertani dan berkebun, menurut evolusionis, adalah kegiatan-kegiatan yang sangat maju. Mereka mengatakan bahwa manusia-manusia primitif tidak melakukan hal-hal demikian, dan bahwa teknik berkebun baru belakangan ini dikembangkan dalam sejarah manusia. Tetapi jika ada satu pribadi Pencipta, kita bisa menduga bahwa Ia pastinya mengajari banyak sekali makhluk ciptaanNya cara-cara mengurusi tanaman atau bahkan pohon. Dan coba tebak….Bahkan ada semut yang bisa berkebun. Ada suatu jenis semut yang sangat ganas yang mengurusi pohon acacia jenis bull’s horn di Amerika Selatan. Walaupun semut-semut ini tidak memerlukan pohon itu untuk kehidupan mereka, kadang-kadang mereka makan bagian-bagian pohon itu. Tetapi mereka tidak pernah makan dari pohon itu sampai menimbulkan kerusakan pada pohon. Sebaliknya, semut-semut tersebut menjaga pohon mereka – mereka memotong sulur-sulur atau pertumbuhan tanaman lain yang terlalu dekat dengan pohon mereka. Semut-semut ini cukup agresif sehingga mengusir serangga-serangga lain atau bahkan burung dan binatang-binatang besar dari pohon mereka. Dalam mempelajari hubungan yang sangat luar biasa ini, para peneliti mencoba memisahkan semut-semut tersebut dari beberapa pohon tersebut. Dalam dua hingga lima belas bulan, pohon itu sudah mati. Tanpa pengurusan sang semut, binatang-binatang lain memakain habis daunnya dan tanaman lain sekeliling melandanya. Siapakah yang mengajari para semut itu untuk menjadi tukang kebun? Mengapakah ada dua kehidupan yang begitu berbeda yang menjalin hubungan yang sedemikian erat? Ini adalah misteri yang dalam bagi evolusi. Tanpa semut-semut itu, pohon tersebut tentunya tidak dapat berevolusi. Sebaliknya, tanpa pohonnya, semut tentunya tidak bisa belajar mengurusinya. Ini tidak bisa dipungkiri. Keduanya diciptakan langsung jadi, dan sang Penciptalah yang mengajari para semut itu cara mengurusi pohon tersebut.”

DESAINER BAYI
Berikut ini disadur dari “Sex-Selection and Hair, Skin and Eye Color in High Demand,” Lifesitenews. com, 27 Feb. 2009: “Permintaan seleksi jenis kelamin untuk in vitro fertilization (Editor: pembuahan di luar tubuh, atau dikenal sebagai “bayi tabung”), meningkat dengan depat menurut banyak fasilitas IVF swasta di Amerika. Sebuah laporan oleh CNN mengenai seleksi jenis kelamin dan tes skrining genetis lainnya….. ..berfokus pada keberhasilan Fertility Institutes, sebuah fasilitas reproduksi artifisial swasta di Los Angeles yang mengiklankan “seleksi jenis kelamin” dengan cara diagnosis genetik sebelum memasukkan embrio ke dalam rahim, dan yang mengklaim angka keberhasilan hampir “100 persen.” Fasilitas medis tersebut juga mengklaim sebagai yang pertama menawarkan, “sambil menunggu ketersediaannya, ” tes-tes genetik untuk menentukan warna mata, kulit dan rambut, dan juga “kecenderungan kanker” dari embrio-embrio yang dibuat di laboratorium. ……Masalah “desainer bayi” telah memukau imajinasi publik sejak teknologi-teknologi ini mulai dikembangan pada akhir 1970an…… Dunia komersial reproduksi artifisial telah merangkul praktek-praktek pemilihan jenis kelamin yang sangat menguntungkan tersebut, di mana saja hukum memperbolehkannya, termasuk di Amerika….. .Dr. Jeff Steinberg, direktur dari Fertility Institutes, mengklaim bahwa perusahaannya melakukan kira-kira 10 prosedur pemilihan jenis kelamin setiap minggu, dengan biaya $18.400 setiap kalinya….. .Dr. Jeffrey Nisker, seorang ahli “etik” dan juga spesialis IVF di Universitas Western Ontario, memberitahu komite DPR setempat bahwa setelah timnya mengembangkan teknologi tersebut, permintaan datang membanjir dari seluruh Kanada, tetapi, “penyakit genetik nomor satu yang diminta untuk dihilangkan adalah menjadi seorang wanita.”

EDITOR: Manusia semakin canggih, bahkan Tuhan telah memprediksikan hal ini. Ketika sedang membangun menara Babel, Tuhan berkata bahwa “mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana” (Kej. 11:6). Tuhan memberikan manusia potensi yang luar biasa, tetapi manusia selalu menggunakannya untuk menentang Tuhan dan FirmanNya. Tetapi, harinya akan datang, bahwa Tuhan menghakimi semua manusia. Oleh karena itu, orang Kristen sama sekali tidak memusuhi teknologi, karena itu adalah bagian dari mandat Tuhan bagi kita, untuk “menaklukkan bumi.” Tetapi, baiklah kita pakai teknologi, bukan untuk menjadikan diri kita “Allah” tetapi untuk pekerjaanNya.

KEDATANGAN KRISTUS BISA TERJADI KAPAN SAJA
Tuhan Yesus dan para Rasul dan nabi Perjanjian Baru mengajarkan bahwa kedatangan kembali Kristus dapat terjadi kapan saja dan bahwa anak-anak Allah harus menantikan saat itu dengan pengharapan kudus. “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat. 24:44). “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” (Mat. 25:13). “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!” (Fil. 4:5). “Karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar” (1 Tes. 5:5-6). “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! (Yak. 5:8). “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 Pet. 4:7).

Apakah ada yang disebut dengan kebenaran absolut/kebenaran universal?

Filed under: Religion — dedewijaya at 11:57 pm on Friday, August 8, 2008

Jawaban: Untuk dapat mengerti apakah ada yang dapat disebut sebagai kebenaran absolut/kebenaran universal, pertama-tama kita perlu mendefinisikan apakah kebenaran itu. Kebenaran didefinisikan dalam kamus sebagai “kesesuaian dengan fakta atau yang sebenarnya; pernyataan yang terbukti atau diterima sebagai benar; kenyataan atau keadaan yang sebenarnya.” Saat sekarang ini sebagian orang mengatakan bahwa tidak ada realita yang sebenarnya, yang ada hanyalah persepsi dan opini. Di sisi lain, yang lain berargumentasi bahwa pasti ada realita yang absolut atau kebenaran absolut. Karena itu ketika mempertimbangkan pertanyaan apakah ada yang dapat disebut sebagai kebenaran absolut, kita menemukan dua pendapat yang bertolak belakang.

Pendapat yang satu mengatakan bahwa tidak ada apapun yang absolut yang mendefinisikan realita. Mereka yang berpegang pada pandangan ini percaya bahwa segala sesuatu adalah relatif dan karena itu tidak ada realitas yang sejati. Karena itu pada hakekatnya tidak ada sebuah otoritas apapun yang menentukan suatu tindakan positif atau negatif, benar atau salah. Pandangan ini tidak lebih dari “etika situasi” dalam bentuk yang paling utama. Tidak ada yang benar atau salah, dan karena itu yang benar adalah apa yang dianggap benar pada waktu itu. Tentulah model “etika situasi” semacam ini membawa kepada mentalitas dan cara hidup “apapun yang dirasa baik” yang memiliki dampak yang merusak masyarakat dan individu-individu.

Pandangan lain percaya bahwa benar-benar ada realita-realita atau standar absolut yang menentukan apa yang benar dan tidak benar. Karena itu suatu tindakan dapat dikatakan benar atau salah dengan membandingkannya dengan standar-standar yang absolut itu. Dapatkah Anda membayangkan kekacauan yang terjadi kalau saja tidak ada yang absolut, tidak ada realita? Ambil contoh hukum gravitasi. Kalau tidak ada yang absolut, suatu ketika Anda melangkah dan tahu-tahu terlempar tinggi ke udara, dan pada waktu lainnya, Anda sama sekali tidak dapat menggerakkan satu anggota tubuhpun. Tidak akan ada hukum-hukum sains, hukum-hukum fisika, segala sesuatu tidak akan ada artinya, dan tidak ada ukuran apapun, dan tidak ada yang benar dan salah. Betapa kacaunya; namun syukurlah kebenaran yang absolut itu ada, dapat ditemukan dan dipahami.

Bahwa ada orang yang membuat pernyataan bahwa tidak ada kebenaran mutlak sebenarnya adalah sesuatu yang tidak logis. Namun hari ini banyak orang yang memegang relativisme budaya yang pada hakekatnya menolak segala jenis kebenaran absolut. Pertanyaan yang bagus untuk ditanyakan pada orang yang mengatakan, “tidak ada kebenaran yang absolut” adalah: “Apakah Anda yakin secara mutlak?” Adalah tidak logis untuk membuat pernyataan seperti itu karena pernyataan yang absolut pada dirinya sendiri menolak segala yang absolut. Pada dasarnya pernyataan itu mengatakan bahwa tidak adanya kebenaran absolut adalah satu-satunya kebenaran absolut.

Ada beberapa masalah logis yang harus diatasi untuk menerima atau percaya bahwa tidak ada kebenaran absolut/kebenaran universal. Masalah pertama adalah kontradiksi dengan diri sendiri. Hal ini dapat disaksikan dari pertanyaan di atas dan kenyataan bahwa mereka yang bersiteguh bahwa tidak ada yang absolut pada kenyataannya percaya pada hal-hal yang absolut. Mereka yakin secara mutlak bahwa tidak ada yang mutlak. Filsafat semacam ini mengalahkan diri sendiri dan bertentangan dengan diri sendiri. Pernyataan bahwa tidak ada sesuatu apapun yang absolut adalah bertentangan dengan apa yang mereka katanya percaya.

Masalah kedua dengan penolakan akan kebenaran absolut/kebenaran universal ini adalah fakta bahwa semua orang memiliki pengetahuan yang terbatas. Sebagai manusia dengan pengetahuan yang terbatas, kita tidak dapat secara logis membuat pernyataan negatif yang absolut. Misalnya: seseorang tidak bisa mengatakan secara logis: “Tidak ada Tuhan” (walaupun banyak yang melakukan hal ini), karena untuk mengatakan tidak ada Tuhan, mereka perlu memiliki pengetahuan absolut mengenai segenap alam semesta dari mula sampai akhirnya. Ketika orang mengatakan tidak ada Tuhan atau tidak ada kebenaran yang absolut (yang pada dasarnya adalah sama), secara rationil dan logis yang dapat mereka katakan adalah, “Dengan pengetahuan terbatas yang saya miliki, saya tidak percaya bahwa Tuhan itu ada,” atau “Dengan pengetahuan terbatas yang saya miliki saya tidak percaya bahwa ada sesuatu yang benar secara absolut.”

Masalah ketiga dengan penolakan atas kebenaran absolut/kebenaran universal adalah fakta bahwa hal itu tidak sesuai dengan apa yang kita ketahui dalam hati nurani kita, pengalaman kita, dan apa yang kita lihat dalam “dunia yang nyata.” Kalau tidak ada kebenaran absolut, maka tidak ada yang betul-betul salah atau benar mengenai apapun. Apa yang mungkin “benar bagi Anda” tidak berarti “benar bagi saya.” Sekalipun di atas permukaan model relativisme semacam ini sangat menarik, kalau ini diteruskan sampai pada kesimpulannya yang logis, akhirnya akan terbukti dapat menimbulkan bencana. Coba pertimbangkan kalau tidak ada kebenaran absolut dan segala sesuatu relatif (tidak ada standar apapun). Pada dasarnya yang terjadi adalah setiap orang menentukan peraturannya sendiri dan melakukan apa yang mereka anggap benar. Ini menimbulkan masalah saat apa yang dipandang benar oleh seseorang bertentangan dengan apa yang dipandang benar oleh orang lain. Contohnya: bagaimana kalau apa yang dianggap “benar bagi saya” adalah mengabaikan lampu lalulintas sekalipun sementara lampu merah? Dengan cara demikian, saya membahayakan hidup orang-orang lain. Atau saya beranggapan bahwa mencuri dari Anda itu baik dan Anda beranggapan bahwa itu tidak baik. Demikian pula seseorang mungkin saja memutuskan bahwa membunuh orang itu OK dan mulai berusaha membunuh semua orang yang mereka temui.

Jikalau tidak ada standar yang absolut, tidak ada kebenaran dan segalanya relatif, maka membunuh semua orang adalah sama benarnya dengan tidak membunuh semua orang. Mencuri sama benarnya dengan tidak mencuri. Kejam sama dengan tidak kejam. Betapa bahayanya akibat dari penolakan terhadap kebenaran absolut. Karena kalau tidak ada kebenaran absolut, tidak ada orang yang boleh mengatakan, “Kamu harus melakukan ini” atau “Kamu tidak boleh melakukan itu.” Kalau tidak ada kebenaran absolut, bahkan pemerintah sendiri tidak dapat atau tidak boleh memaksakan peraturan pada masyarakat. Dapatkah Anda melihat masalah yang akan terjadi? Kekacauan mutlak terjadi saat setiap orang melakukan apa yang benar dalam pandangan mereka. Jikalau tidak ada kebenaran mutlak, tidak ada standar benar atau salah yang harus kita pertanggungjawabkan, kita tidak akan pernah pasti mengenai apapun. Setiap orang bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan – membunuh, memperkosa, mencuri, berbohong, menipu, dll. dan tidak ada orang yang dapat mengatakan bahwa semua itu salah. Tidak akan ada pemerintah, tidak ada hukum, dan tidak ada keadilan karena orang bahkan tidak bisa mengatakan bahwa mayoritas berhak untuk membuat dan memaksakan hukum pada minoritas. Dunia tanpa yang mutlak adalah dunia yang paling mengerikan.

Zaman sekarang kita sering mendengar kalimat seperti “itu mungkin benar untuk kamu tapi tidak untuk saya.” Bagi mereka yang berpandangan bahwa tidak ada kebenaran absolut, kebenaran dipandang tidak lebih dari sekedar kegemaran pribadi atau sebuah sudut pandang, dan karena itu tidak boleh melampaui batasan-batasan pribadi. Karena itu tidak ada jawaban akhir terhadap makna hidup dan tidak ada harapan untuk hidup sesudah mati dalam bentuk apapun. Bentuk relativisme semacam ini mengakibatkan kekacauan agama, karena tidak ada satu agama yang benar, tidak ada satu jalan untuk memiliki hubungan yang benar dengan Allah. Karenanya semua agama salah karena mereka semua mengklaim mengajarkan atau percaya pada semacam hidup sesudah mati, semacam kebenaran absolut, Itu sebabnya bukan tidak lazim pada zaman sekarang bagi orang-orang untuk percaya bahwa dua agama yang bertentangan dapat sama-sama “benar” sekalipun keduanya mengklaim memiliki satu-satunya jalan ke surga atau mengajar dua “kebenaran” yang sama sekali bertolakbelakang. Orang-orang yang tidak percaya pada kebenaran yang absolut mengabaikan semua klaim ini dan memeluk universalisme yang lebih toleran yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan semuanya akan menuntun ke surga. Inilah sebabnya orang yang memeluk pandangan dunia semacam ni akan dengan keras melawan keKristenan injili yang percaya pada Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus adalah “jalan, dan kebenaran, dan hidup.” Dan bahwa Dia adalah manifestasi paling utama dari kebenaran dan satu-satunya jalan ke Surga (Yohanes 14:6).

Sekalipun fakta bahwa menolak kebenaran absolut adalah tidak logis dan tidak masuk akal, pandangan bahwa “segalanya relatif” telah menjadi salah satu dari semboyan-semboyan dari generasi kita. Di banyak negara Barat, orang banyak menolak kemungkinan adanya kebenaran absolut. Hal ini mengakibatkan apa yang disebut oleh banyak orang sebagai masyarakat post-modernisme, yaitu masyarakat yang menganggap semua klaim yang berhubungan dengan nilai, kepercayaan, cara hidup dan kebenaran sebagai sama benarnya. Karena itu, mereka yang berpegang pada standar benar dan salah yang absolut dianggap kurang toleran dan sering dicela, dihina dan dikritik.

Kenyataannya toleransi telah menjadi sebuah nilai utama dalam masyarakan, satu-satunya yang absolut, dan karena itu hanya ada satu kejahatan, yaitu sikap tidak toleran. Dengan kata lain apa yang terjadi adalah sistim agama atau individu yang percaya pada dogma apapun – khususnya pada kebenaran mutlak – bersalah karena tidak toleran, dan satu-satunya yang tidak dapat diterima oleh masyarakat yang relatif dan mau benar secara politik adalah mereka yang percaya pada hal-hal yang absolut. Mereka yang menolak kebenaran yang absolut sering mengatakan bahwa boleh-boleh saja percaya apa yang Anda inginkan asal Anda tidak berusaha memaksakan kepercayaan Anda pada orang lain. Namun pandangan ini juga adalah pandangan yang percaya pada apa yang benar dan salah dan mereka yang berpegang pada pandangan ini tentulah berusaha menerapkan pandangan ini pada orang lain dan karena itu adalah munafik. Mereka menentukan standar tingkah laku yang mereka tuntut orang lain untuk ikuti dan karena itu melanggar apa yang mereka pura-pura pegang.

Pertanyaan yang butuh ditanyakan adalah mengapa mereka yang mempromosikan toleransi begitu tidak toleran terhadap orang-orang yang percaya pada kebenaran absolut? Dan mengapa orang begitu rela memeluk kepercayaan yang mengancam untuk menghancurkan lapisan masyarakat dan yang pada hakekatnya tidak masuk akal dan tidak logis? Alasan yang sederhana adalah bahwa orang tidak mau bertanggung jawab untuk tindakan-tindakan mereka. Jikalau ada kebenaran absolut, maka akan ada standar yang absolut mengenai benar dan salah, dan kita harus bertanggung jawab pada standar-standar itu. Tanggung jawab inilah yang orang-orang berusaha untuk tolak dalam penolakan mereka akan kebenaran absolut.

Penyangkalan akan kebenaran absolut/kebenaran universal dan budaya relativisme yang merupakan hasilnya adalah merupakan akibat logis dari yang percaya pada teori evolusi sebagai penjelasan untuk kehidupan. Kalau evolusi itu benar, maka hidup tidak ada artinya, kita tidak punya tujuan, dan tidak ada benar dan salah secara absolut. Akibatnya manusia bebas untuk hidup semaunya dan tidak perlu bertanggung jawab untuk apa yang diperbuatnya. Namun demikian, betapapun kerasnya manusia yang berdosa berusaha menolak keberadaan Allah dan kebenarannya yang mutlak, suatu hari mereka masih tetap akan berdiri di hadapanNya untuk dihakimi. Alkitab mengatakan, “Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.” (Roma 1:18-22)

Pertanyaan terakhir yang patut kita pertanyakan ketika mempertimbangkan apakah kebenaran absolut betul-betul ada atau tidak, adalah apakah ada bukti mengenai keberadaan kebenaran mutlak? Jikalau kita mempertimbangkan pertanyaan ini dengan hati-hati, dengan cepat akan kelihatan bahwa sesungguhnya ada bukti-bukti yang menunjuk pada adanya kebenaran absolut. Bukti pertama dari keberadaan kebenaran absolut dapat disaksikan dari hati nurani kita. Hati nurani kita memberitahu kita bahwa dunia harusnya “begini,” bahwa ada hal-hal yang “benar” dan ada yang “salah.” Hati nurani kita menolong kita mengerti bahwa ada yang tidak benar dengan penderitaan, kelaparan, pemerkosaan, kesakitan dan kejahatan. Hati nurani kita menolong kita menyadari bahwa kasih, kemurahan, belas kasihan dan damai adalah hal-hal positif yang kita perlu perjuangkan. Alkitab menjelaskan peranan hati nurani dalam Roma 2:14-16, “ Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.”

Bukti kedua mengenai keberadaan kebenaran absolut dapat dilihat dalam sains. Sains pada dasarnya adalah usaha untuk mendapatkan pengetahuan. Sains adalah belajar apa yang kita ketahui dan usaha untuk mengetahui lebih banyak. Karena itu semua penyelidikan ilimiah harus didasarkan pada kepercayaan bahwa ada realita-realita obyektif yang ada dalam dunia ini. Tanpa hal-hal yang absolut, apa yang dapat dipelajari secara ilmiah? Bagaimana mungkin orang tahu bahwa penemuan mereka itu benar adanya? Bahkan hakekat dari hukum-hukum sains harus dilandaskan pada kepastian kebenaran absolut.

Bukti ketiga dari keberadaan kebenaran absolut/kebenaran universal adalah keberadaan agama. Semua agama di dunia ini adalah usaha untuk memberi arti dan mendefinisikan hidup. Agama lahir dari fakta bahwa manusia menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar berada. Di balik dari semua agama adalah dasar kepercayaan bahwa hidup adalah lebih dari sekedar berada secara fisik sebagaimana yang kita ketahui sekarang ini. Melalui agama orang berusaha untuk mendapatkan jaminan dan harapan untuk hari depan, untuk pengampunan dosa, untuk damai di tengah pergumulan, dan untuk jawaban terhadap pertanyaan kita yang paling mendalam. Agama adalah bukti bahwa manusia lebih dari sekedar binatang yang berevolusi ke tingkat tinggi. Agama adalah bukti dari makna yang lebih tinggi, dan fakta adanya Pencipta yang pribadi dan berencana, yang menanamkan dalam diri manusia keinginan untuk mengenal Dia. Dan kalau ada Pencipta, maka Dia menjadi standar dari kebenaran absolut dan adalah otoritasNya yang menegakkan kebenaran itu.

Untungnya bagi kita Pencipta seperti itu ada, dan Dia telah mengungkapkan bukan hanya diriNya sendiri, namun juga kebenaranNya kepada kita melalui kata-kataNya sendiri, Alkitab. Jikalau kita mau mengenal kebenaran absolut/kebenaran universal, satu-satunya jalan untuk melakukannya adalah melalui hubungan pribadi dengan Dia yang mengklaim sebagai “Kebenaran,” Yesus Kristus. “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Fakta bahwa kebenaran absolut ada mengarahkan kita pada kebenaran bahwa ada Allah yang berdaulat yang menciptakan langit dan bumi, dan yang telah menyatakan diriNya kepada kita, supaya kita dapat mengenal Dia secara pribadi melalui PutraNya, Yesus Kristus.

http://www.gotquestions.org/Indonesia/kebenaran-absolut.html

SUDAHKAH ANDA TAHU?

Filed under: Religion — dedewijaya at 6:55 pm on Wednesday, April 2, 2008

Tahukah Anda, bahwa ayat yang terletak ditengah-tengah Alkitab kita ialah

Mazmur 118:8
”Lebih baik berlindung pada TUHAN, daripada mengandalkan manusia.”

Tahukah Anda siapa orang yang paling lembut hatinya menurut Alkitab? 

Dia adalah Musa

Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. (Bilangan 12:3)

Tahukah Anda siapa yang mengguncangkan air di kolam Betesda yang menyebabkan adanya kesembuhan bagi orang yang sakit apapun yang masuk pertama kali ke kolam?

Dia adalah malaikat Tuhan

”Sebab ada kalanya malaikat Tuhan turun ke dalam kolam itu dan menggoncangkan airnya. Dan orang sakit yang pertama masuk ke dalam kolam itu waktu air bergoncang akan sembuh dari penyakit apa saja yang dideritanya.” (Yohanes  5:4)

Tahukah Anda siapa yang selalu hidup akrab dengan Allah selama 300 tahun setelah kelahiran putranya yang pertama?

Dia adalah Henokh

Pada waktu Henokh berumur 65 tahun, ia mendapat anak laki-laki namanya Metusalah. Setelah itu Henokh hidup dalam persekutuan dengan Allah selama 300 tahun. Ia mendapat anak-anak lain dan mencapai umur 365 tahun. 
(Kejadian 5:21-23, Alkitab BIS)

Tahukah Anda siapa pendiri kota pertama, pembunuh pertama, pemuda pertama yang menjadi pelarian dan pengembara di bumi, petani pertama, dan anak laki-laki pertama yang disebutkan dalam Alkitab?

Dia adalah Kain

(Baca Kej 4:1,2,8,12,17)

Tahukah Anda siapa yang pertama kali mabuk, yang pertama kali membuat kebun anggur, yang pertama kali mendirikan mezbah
bagi TUHAN dalam Alkitab?

Dia adalah Nuh

(Baca Kejadian 9:20-21, 8:20)

Tahukah Anda arti nama dari Yudas?

Nama Yudas berarti ”Terpujilah Tuhan”
Yudas adalah versi Yunani dari nama Yehuda atau Judah

Tahukah Anda siapa yang diutus Malaikat TUHAN untuk menyelamatkan bangsa Israel dari bangsa Midian?

Dia adalah Gideon

(Baca Hakim-Hakim 6:11-23)

Tahukah Anda siapa nama juru minuman Raja Artahsasta?

Dia adalah Nehemia

Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja. (Baca Nehemia 1:11)

Tahukah Anda apa nama binatang yang dianggap paling kecil dalam Alkitab?
Nyamuk (Matius 23:24)

Tahukah Anda siapa yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci dan mampu membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias kepada orang-orang Yahudi di Akhaya?

Dia adalah Apolos (Kisah Para Rasul 18:24-28)

Tahukah Anda siapakah yang diperintahkan Allah untuk menamai anaknya
Maher-Syalal Hasy-Bas?

Dia adalah Yesaya(Baca Yesaya 8:3)

Tahukah Anda siapakah satu-satunya orang dalam Alkitab yang disebutkan
kepalanya botak?

Dia adalah Elisa(Baca 2 Raj 2:23)

Tahukah Anda kitab apakah satu-satunya dalam Alkitab yang menyebutkan pohon apel?

Kidung Agung(Baca Kidung Agung 2:3)

Tahukah Anda siapa penasihat Absalom yang sebenarnya adalah mata-mata Daud?

Dia adalah Husai (Baca 2 Samuel 15:32-37)

Tahukah Anda siapakah yang tidak dapat tidur ketika Daniel berada di Gua Singa?

Dia adalah Raja Darius(Baca Daniel 6:17-19)

Tahukah Anda siapa nama ketiga anak perempuan Ayub?

Yemima, Kezia, dan Kerenhapukh (Baca Ayub 42:14)

Tahukah Anda bahwa Allah pernah tertawa?

Pemazmur pernah menuliskannya

”Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.”
(Baca Mazmur 2:4)

Tahukah Anda terdapat di manakah ayat terakhir dari sebuah kitab berikut ini
”Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi
sehingga musnah” ?

Maleakhi 4 : 6

(Baca Kitab terakhir PL, Maleakhi pasal 4 ayat 6)

Tahukah Anda siapakah yang berkata demikian dalam Alkitab
” Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut” ?

Dia adalah Paulus(Baca 2 Korintus 11:24-25, 10:1)

Tahukah Anda darimana kita tahu bahwa Petrus mempunyai Istri?

Matius  8:14. Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. (Petrus punya ibu Mertua, berarti Petrus menikah dan mempunyai istri)

I Korintus  9:5 Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang istri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas? (Kefas -nama lain dari Simon Petrus- membawa istrinya dalam perjalanan Pekabaran Injil)

Tahukah Anda apa nama burung pertama yang dilepaskan Nuh dari bahteranya?

Burung Gagak

Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi,
sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.(Kejadian 8:7)

Tahukah Anda siapa perempuan dalam Perjanjian Lama yang melahirkan anak pada usia 90 tahun dan merupakan perempuan yang paling sering disebutkan dalam Alkitab, yaitu 56 kali?

Dia adalah Sara

(Baca Kejadian 17:17)

BUMERANG BAGI HIZKIA

Filed under: Religion — dedewijaya at 2:09 am on Wednesday, April 2, 2008

Doa Hizkia yang Dikabulkan Allah

Hizkia, raja yang saleh, diberitahu Nabi Yesaya bin Amos bahwa ia akan meninggal karena sakitnya itu, namun belum sampai Yesaya keluar dari ruangan, Allah berfirman kepadanya untuk memberitahukan kepada Hizkia bahwa usianya diperpanjang 15 tahun dan sebagai tandanya bayang-bayang jam penunjuk matahari buatan raja Ahas mundur 10 tapak.

Namun sayang pada akhir hidupnya setelah usianya diperpanjang 15 tahun, kita mengetahui bahwa Hizkia melakukan perbuatan dosa yang tidak disukai Allah yaitu ia menyombongkan diri dengan memamerkan berbagai harta benda istananya kepada pejabat Merodakh-Baladan bin Baladan, yang akhirnya berakibat fatal bagi kerajaan Yehuda yang mengalami pembuangan ke Babel. Hal ini juga dinubuatkan oleh Mikha.

Yeremia 26

26:18 “Mikha, orang Moresyet itu, telah bernubuat di zaman Hizkia, raja Yehuda. Dia telah berkata kepada segenap bangsa Yehuda: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sion akan dibajak seperti ladang dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing dan gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan.

26:19 Apakah Hizkia, raja Yehuda, beserta segenap Yehuda membunuh dia? Tidakkah ia takut akan TUHAN, sehingga ia memohon belas kasihan TUHAN, agar TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas mereka? Dan kita, maukah kita mendatangkan malapetaka yang begitu besar atas diri kita sendiri?”

Permintaan yang dipenuhi namun ternyata berakibat fatal. Saudara, Allah lebih tahu yang terbaik buat kita. Jadilah seperti Abraham yang
mengandalkan Allah dan mempercayakan segalanya pada Allah meski semuanya terlihat belum jelas alias ia tidak mengetahui kemana ia akan pergi, namun percaya pada Allah.

Yesaya 38:1-22

38:1. Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”

38:2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.

38:3 Ia berkata: “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.

38:5 “Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu 15 tahun lagi,

38:9. Karangan Hizkia, raja Yehuda, sesudah ia sakit dan sembuh dari penyakitnya:

38:22 Sebelum itu Hizkia telah berkata: “Apakah yang akan menjadi tanda, bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN?”

Yesaya 39:1-8

39:1. Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya dan sudah kuat kembali.

39:2 Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, segenap gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.

39:3 Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: “Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?” Jawab Hizkia: “Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!”

39:4 Lalu tanyanya lagi: “Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?” Jawab Hizkia: “Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku.”

39:5. Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: “Dengarkanlah firman TUHAN semesta alam!

39:6 Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.

39:7 Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel.”

39:8 Hizkia menjawab kepada Yesaya: “Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!” Tetapi pikirnya: “Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!”

Sifat Egois manusia tampak muncul dalam diri Hizkia. Sangat disayangkan memang. Kita dapat belajar dari kisah Hizkia ini dalam hal berdoa dan dalam karakter sang raja.

kunjungi:

http://dedewijaya.blogspot.com (jawab polling Alkitabnya)

DAUD DAN BATSYEBA: ANAK KECIL YG MATI PASTI MASUK SURGA

Filed under: Religion — dedewijaya at 1:54 am on Wednesday, April 2, 2008

Kisah ini tidak asing bagi kita. Mari kita lihat bagaimana Daud menanggapi
dosanya dan penghukuman Allah dalam kematian anak yang telah dilahirkan
Batsyeba baginya. Ketika bayi itu sakit, Raja Daud berpuasa dan berdoa agar
Allah mengizinkan anak itu hidup. Namun setelah anak itu mati, Daud berhenti
berpuasa dan berkata, ”Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus
berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya,
tetapi ia tidak akan kembali kepadaku" (2 Samuel 12:23). Dalam adegan yang
mengharukan ini, Alkitab memberikan kepastian kepada kita bahwa anak-anak yang
mati akan pergi ke surga, kita dapat melihat perbedaan antara jalan pikiran
seseorang tentang dosanya dan cara Allah berurusan dengan dosa kita. Raja Daud
telah berbuat dosa dalam kelemahannya. Ia sungguh-sungguh bertobat dari
dosa-dosanya sebagaimana yang disaksikan oleh kata-kata doa pertobatannya yang
dalam dan mengharukan dalam mazmur-mazmurnya. Anak laki-lakinya telah mati
sebagaimana telah Allah nubuatkan melalui perkataan nabi-Nya, Natan. Daud
berhenti berpuasa dan bersiap-siap untuk kembali mengarungi sisa kehidupannya
dalam keyakinan bahwa dosanya maupun konsekuensi dari dosanya sudah lenyap
selamanya.

Demikianlah jalan pikiran kebanyakan orang Kristen mengenai dosa mereka.
Ketika dosa-dosa kita dinyatakan, kita sungguh-sungguh bertobat dan memohon
agar Allah mengampuni kita. Tuhan mengampuni dosa kita dan kita percaya,
seperti halnya Raja Daud, bahwa segala konsekuensi dari dosa kita sudah
dilenyapkan. Kita percaya bahwa semuanya sudah selesai. Akan tetapi, walaupun Allah benar-benar mengampuni dosa kita,
persoalan ini belum selesai.

Allah tidak akan melenyapkan konsekuensi
atau akibat-akibat alami dari dosa kita yang tentunya mempengaruhi kehidupan
kita maupun orang-orang di sekitar kita
. Seringkali, konsekuensi-konsekuensi itu akan menimbulkan masalah-masalah
besar di kemudian hari. Raja Daud mengira bahwa dosanya dengan Batsyeba sudah
diselesaikan untuk selamanya, namun ternyata ia dikejar oleh akibat-akibat tragis
sehingga hampir-hampir kehilangan nyawa dan takhtanya. Pada tahapan kehidupan
dimana ia seharusnya menikmati kemenangan –kemenangan dan kehormatannya,
konsekuensi dari dosa yang telah dilakukannya bertahun-tahun sebelumnya hampir
menghancurkannya. Daud terpaksa melarikan diri dari kota kerajaannya, mendaki
bukit Zaitun dalam ketakutan karena pengkhianatan putra dan penasihat
terdekatnya. Itu merupakan masa terburuk dalam kehidupannya yang panjang.

Konsekuensi kekal dan sejati dari dosa-dosa kita sering kali dianggap remeh
oleh orang-orang Kristen. Adakalanya orang-orang Kristen, bila menghadapi
cobaan untuk berbuat dosa, mulai berpikir seperti Raja Daud. Mereka mengira
bahwa mereka bisa berbuat dosa, lalu memohon kepada Allah untuk mengampuni dosa
mereka, dan Allah akan membuat segala sesuatunya sempurna seolah-olah dosa
mereka tidak pernah terjadi. Akan tetapi, dosa-dosa kita menimbulkan
konsekuensi yang akan terus merusak tubuh, persahabatan-persahabatan keluarga,
dan karir kita bertahun-tahun setelah Allah mengampuni kita jika kita sungguh
bertobat dari pemberontakan kita. Kita perlu menyadari bahwa bila kita memilih
untuk berdosa, akibat-akibat dari pilihan kita akan terus memperngaruhi
kehidupan kita sepanjang hidup kita. Walaupun Allah mengampuni, Ia tidak
mengubah hukum sebab dan akibat yang akan membuahkan konsekuensi-konsekuensi
yang tidak dapat dielakkan dari dosa-dosa kita.

Beberapa Koreksi Pengajaran yg Salah

Filed under: Religion — dedewijaya at 4:20 am on Monday, March 31, 2008
Yang BENAR:

Gereja dan Negara terpisah dengan jelas.
”Perjamuan
Tuhan” dan bukan Perjamuan Kudus yang mengajar perjamuan berkhasiat
menguduskan (gereja Roma Katolik dan Doktrin salah Transubstansial dan
Konsubstansial Luther). Perjamuan Tuhan adalah Upacara menjadi
peringatan akan Yesus! (I Korintus 11:24, 25)

”Baptisan Air” dan bukan Baptisan Kudus
Baptisan
Anak tidak dibenarkan karena syarat orang dibaptis adalah percaya
dengan segenap hati, dan tidak boleh diwakilkan. Tertullian, Bapak
Gereja Abad II adalah orang pertama yang menentang Praktek Baptisan
Bayi. Namun ia tidak sanggup membendung arus yang begitu deras seorang
diri. Praktek ini semakin berkembang. Penyebab lain baptisan bayi ialah
penyimpangan doktrin tentang GEREJA LOKAL. Gereja waktu itu mentolerir
ide penyatuan gereja dan negara. Konsep negera Kristen melahirkan
konsep masyarakat suci. Setiap warga negara adalah warga gereja dan
sebaliknya. Penyatuan gereja dan negara mensyaratkan setiap bayi yang
lahir segera dibaptis untuk memasuki masyakarat suci (Sacral Society)
agar mendapat kepastian keselamatan. Karena ada kebutuhan membaptis
bayi maka cara yg lebih aman adalah cara memercik atau meneteskan air
ke atas kepala sang bayi. Ini disebut Rantisan (Rantiso) dan bukan
baptisan (Baptiso=BAPTISM)

Atas nama siapa dibaptis? Baptisan
menjadi sah jika diatasnamakan pada salah satu dari Allah Tritunggal
atau ketiga-tiganya. (Kis 2:38; 10:48, 19:5, Mat 28:19-20). Bukti ini
memberitahukan kita bahwa nama komposisi otoritas tidak menjadi
persoalan pada masa itu.

Cara Baptis yang Alkitabiah bukan
dengan mengibarkan Bendera (Bala Keselamatan) , Percik (Katolik dan yg
sepaham dengannya), namun BAPTIS (Cara selam ke dalam air).

Pembaptisan ulang terhadap mereka yang belum menerima Baptisan yang Benar adalah tindakan Alkitabiah.
Yang berhak membaptis dengan Roh Kudus hanya Tuhan Yesus (Matius 3:11)

Istilah yang Benar adalah Ordinan (Upacara yg diPerintahkan) dan bukan SAKRAMEN (Upacara yg menguduskan) .
Penilik (Bishop) = Penatua (Presbiter) = Gembala (Pastor). Ini jabatan yg sama artinya.
Jabatan Rasul dan Nabi sudah tidak ada sejak Wahyu 22:21 Final.
Jabatan
yang diperlukan Gereja Lokal saat ini (Pejabat Gereja) adalah Gembala,
Penginjil, dan Pengajar atau GURU dan Diaken (bukan Majelis) yaitu
pelayanan kepada jemaat yg tidak bersifat pengajaran.
Tiap-tiap Misionaris harus berada di bawah satu Gereja Lokal bukan di bawah sebuah badan Misi (mission board).
Syarat
semua Pejabat Gereja adalah bukan seorang yang baru bertobat (I Tim
3:7) SUAMI dari SATU ISTRI (I Tim 3:2, 12) dan bukan ISTRI dari SATU
SUAMI. Maka jelas semua jabatan Gereja hanya untuk Pria. Hal ini tidak
menutup kesempatan bagi wanita untuk melayani Tuhan, melainkan hanya
untuk memangku jabatan gereja. Tuhan menghendaki GerejaNya dipimpin
laki-laki bukan sebaliknya. Kalau dalam rumah tangga telah ditetapkan
bahwa suami adalah kepala istri, bagaimana mungkin istrinya kemudian
menjadi Gembala di dalam Jemaat Tuhan untuk menggembalakan suaminya?
Bagaimana mungkin istrinya bertindak sebagai pemimpin yang mengatur ini
dan itu di dalam Jemaat Tuhan, sedangkan suaminya duduk mendengarkan
pengajaran dengan patuh?

PRINSIP DASAR: Suami mengasihi istri dan istri tunduk pada suami.
Ketika
hal-hal demikian dikemukakan, seringkali orang akan mengemukakan kasus
adanya keluarga yang suaminya bego dan istrinya pintar. Namun kita tahu
bahwa Tuhan tidak mungkin setuju bahwa struktur yang telah
ditetapkannya itu dirombak hany karena ad asejumlah kecil keluarga yang
berada dalam kondisi istimewa. Sekalipun ada seorang istri yang
supergenius, perintah firman Tuhan bahwa suami mengasihi istri dan
istri tunduk kepada suami itu tetap harus dipatuhinya. Dan sekalipun
ada wanita yang supergenius di gereja, perintah bahwa yang memimpin dan
mengajar Jemaat itu adalah laki-laki tetap harus dihormati. Beberapa
ayat yaitu I Timotius Pasal 2:11-15,

2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.
2:15
Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia
bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala
kesederhanaan.

Paulus dengan tegas mengatakan bahwa ia tidak
mengizinkan perempuan mengajar atau memerintah laki-laki. Alasan yg
dikemukakan bukan masalah pendidikan, melainkan masalah struktural. Ini
menunjuk pada POLA DASAR yg ditetapkan Allah kepada Adam dan Hawa.

Kondisi
seseorang yang memberi diri untuk dibaptis ialah bertobat dan percaya
kepada Kristus. Atau dengan kata lain telah dilahirbarukan. Dalam
Alkitab tidak ada indikasi bahwa seseorang harus mengikuti katekisasi
sekian bulan dulu untuk memenuhi persyaratan dibaptis. Pengajaran
dilakukan setelah ia menjadi anggota gereja. Sesuai dengan I Korintus
5:12, kita tidak punya wewenang menghakimi orang-orang yang ada di luar
jemaat, karena hanya setelah mereka sudah berada dalam jemaatlah kita
punya wewenang untuk menghakimi, mengajar serta mendisiplinkan mereka.
Urutannya sesaui dengan Matius 28:19-20,
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada
akhir zaman."

MANUSIA DICIPTAKAN Menurut GAMBAR dan RUPA ALLAH

Filed under: Religion — dedewijaya at 12:10 am on Thursday, March 13, 2008

Alkitab menggambarkan keadaan mula-mula manusia
dengan memakai ungkapan “menurut gambar (Tselem) dan rupa (Demuth) Allah” (Kej
1:26-27;5:1;9:6; I Kor 11:7; Yakobus 3:9). Nah apakah arti Gambar dan Rupa
Allah itu?

Kesamaan itu bukan KESAMAAN JASMANI

Allah adalah Roh sehingga tidak memiliki
anggota-nggota tubuh seperti manusia. Beberapa orang menggambarkan Allah
sebagai manusia yang agung dan luhur, namun pandangan semacam ini salah. Mazmur
17:15 mengatakan, ”… pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.”
Namun ayat ini tidak memakusdkan keadaan jasmaniah; lebih tepat kalau dikatakan
bahwa ayat ini menurut konteksnya berbicara mengenai persamaan dalam kebenaran
(baca I Yohanes 3:2-3). Musa telah melihat ”rupa Tuhan” (Bil 12:8), walaupun
wajah Allah tidak dapat dilihat (Kel 33:20). Sekalipun manusia tidak memiliki
kesamaan jasmaniah dengan Allah karena Allah tidak memiliki tubuh jasmaniah,
manusia memang memiliki kesamaan tertentu karena manusia diciptakan dalam
keadaan sehat walafiat, tidak ada bibit-bibit penyakit apapun di dalam dirinya,
dan tidak bisa mati. Pada mulanya Allah merencanakan supaya manusia makan dari
tumbuh-tumbuhan saja (Kej 1:29), tetapi kemudian Ia mengizinkan daging hewan
untuk dimakan (Kej 9:3). Menarik untuk diperhatikan bahwa ketika Allah
mengizinkan manusia memakan daging, Allah sama sekali tidak memberikan
peraturan mengenai hewan haram dan hewan halal meskipun perbedaan antara yang
haram dan yang halal sudah diketahui (Kej 7:2). Peraturan itu diberi kemudian
untuk mengatur perilaku satu bangsa saja dan hanya berlaku untuk jangka waktu
tertentu (Imamat 11; Markus 7:19; Kisah 10:15; Roma 14:1-12; Kolose 2:16)

 

Kesamaan yang dimaksud dengan Gambar dan Rupa Allah yaitu:

 

Kesamaan itu adalah Kesamaan Mental

Charles Hodge pernah mengatakan,

Allah adalah Roh, jiwa manusia adalah roh juga.sifat-sifat hakiki dari
roh ialah akal budi, hati nurani dan kehendak. Roh adalah unsur yang mampu
bernalar, bersifat moral, dan oleh karena itu juga berkehendak bebas. Ketika
menciptakan manusia menurut gambarNya, Allah menganugerahkan kepadanya
sifat-sifat yang dimilikinya sendiri sebagai roh. Dengan demikian manusia
berbeda dari semua makhluk lain yang mendiami bumi ini, serta berkedudukan jauh
lebih tinggi daripada mereka. Manusia termasuk golongan yang sama dnegan Allah
sendiri sehingga ia mampu berkomunikasi dengan Penciptanya. Kesamaan sifat
antara Allah dan manusia ini…juga merupakan keadaan yang diperlukan untuk
mengenal Allah dan karen aitu merupakan dasar dari kesalehan kita. Bila kita tidak
diciptakan menurut gambar Allah, kita tidak dapat mengenal Dia. Kita akan sama
dengan binatang-binatang yang akhirnya binasa.

Pernyataan Hodge ini dikuatkan
oleh Alkitab. Dalam pengudusan, manusia “terus-menerus diperbaharui untuk
memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kol 3:10). Tentu
saja, pembaharuan ini dimulai pada saat kelahiran baru terjadi, tetapi
dilanjutkan dalam pengudusan. Bahwa manusia diberi kemampuan intelektual yang
tinggi tersirat dalam perintah untuk mengusahakan taman Eden serta
memeliharanya (Kej 2:15), juga perintah untuk menguasai bumi beserta segala
isinya (Kejadian 1:26, 28), dan dalam pernyataan bahwa manusia memberi nama
kepada segala binatang di bumi (Kej 2:19-20). Kesamaan dengan Allah ini tidak
dapat dihapus, dan karena kesamaan tersebut memungkinkan manusia memperoleh
penebusan, maka kehidupan manusia yang belum dilahirkan baru juga berharga (Kej
9:6; I Kor 11;&; Yak 3:9).

 

Kesamaan itu adalah kesamaan Moral

Jadi kesamaan itu terdapat dalam sifat rasional
manusia dan dalam persesuaian moralnya dengan Allah. Hodge mengatakan,

Manusia adalah gambar Allah, sehingga membawa dan mencerminkan kesamaan
ilahi di antara penghuni-penghuni lain di bumi, karena manusia itu roh, unsur
yang cerdas dan berkehendak bebas; dan oleh karena itu sudah sepantasnya
manusia ditetapkan untuk menguasai bumi. Inilah yang biasanya disebut….
sebagai gambar Allah yang hakiki dan bukan yang insidental.

Bahwa manusia memiliki kesamaan semacam itu dengan
Allah sudah jelas dalam Alkitab. Bila dalam pembaharuan manusia baru itu
diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang
sesungguhnya (Efesus 4:24), maka pastilah tepat untuk menyimpulkan bahwa pada
mulanya manusia memiliki baik kebenaran maupun kekudusan. Koteks Ke 1 dan 2
membuktikan hal ini. Hanya atas dasar inilah manusia dapat bersekutu dengan
Allah, yang tidak dapat memandang kelaliman (Habakuk 1:13)

 

Kesamaan itu adalah kesamaan Sosial

Sifat Allah yang sosial itu didasarkan pada kasih
sayangNya. Yang menjadi sasaran kasih sayangNya adalah Oknum-Oknum lain di
dalam KetritunggalanNya. Karena Allah memiliki sifat sosial, maka Ia
menganugerahkan kepada manusia sifat sosial. Akibatnya, manusia senantiasa
mencari sahabat untuk bersekutu dengannya. Pertama-tama, manusia menemukan
persahabatan ini dengan Allah sendiri. Manusia ”mendengar bunyi langkah TUHAN
Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk” (Kej 3:8).
Hal ini menyatakan secara tak langsung bahwa manusia berkomunikasi dengan Allah
Penciptanya. Allah telah menciptakan manusia untuk diriNya sendiri, dan manusia
menemukan kepuasan tertinggi dalam persekutuan dengan Tuhannya. Akan tetapi,
disamping itu Allah juga menganugerahkan persahabatan manusiawi. Ia menciptakan
wanita, karena sebagaimana dikatakanNya sendiri, "Tidak baik, kalau
manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang
sepadan dengan dia” (Kej 2:18). Jelaslah bahwa manusia diciptakan dengan sifat
sosial, sebagaimana Allah mempunyai sifat sosial. Kasih dan perhatian sosial
manusia bersumber langsung dari unsur ini dalam watak manusia.

 

Genesis 1:26

And God said,
Let us make man in our image, after our likeness: and let them have dominion
over the fish of the sea, and over the fowl of the air, and over the cattle,
and over all the earth, and over every creeping thing that creepeth upon the
earth.

 [In
our image, after our likeness]
What is said above refers only to the body
of man, what is here said refers to his soul. This was made in the image and
likeness of God. Now, as the Divine Being is infinite, he is neither limited by
parts, nor definable by passions; therefore he can have no corporeal image
after which he made the body of man. The image and likeness must necessarily be
intellectual, his mind, his soul, must have been formed after the nature and
perfections of his God. The human mind is still endowed with most extraordinary
capacities, it was more so when issuing out of the hands of its Creator. God
was now producing a spirit, and a spirit, too, formed after the perfections of
his own nature. God is the fountain whence this spirit issued, hence, the
stream must resemble the spring which produced it. God is holy, just, wise,
good, and perfect; so must the soul be that sprang from him: there could be in
it nothing impure, unjust, ignorant, evil, low, base, mean, or vile. It was
created after the image of God; and that image, Paul tells us, consisted in
righteousness, true holiness, and knowledge, Eph 4:24; Col 3:10. Hence, man was
wise in his mind, holy in his heart, and righteous in his actions. Were even
the word of God silent on this subject, we could not infer less from the lights
held out to us by reason and common sense. The text tells us he was the work of
‘ELOHIYM (OT:430), the Divine Plurality, marked here more distinctly by the
plural pronouns US and OUR; and to show that he was the masterpiece of God’s
creation, all the persons in the Godhead are represented as united in counsel
and effort to produce this astonishing creature.

Gregory Nyssen has
very properly observed that the superiority of man to all other parts of
creation is seen in this, that all other creatures are represented as the
effect of God’s word, but man is represented as the work of God, according to
plan and consideration: "Let US make MAN in our IMAGE, after our LIKENESS.
See his Works, vol. i., p. 52, c. 3.

[And let them
have dominion] Hence we see that the dominion was not the image. God created
man capable of governing the world, and when fitted for the office, he fixed
him in it. We see God’s tender care and parental solicitude for the comfort and
well-being of this masterpiece of his workmanship, in creating the world
previously to the creation of man. He prepared everything for his subsistence,
convenience, and pleasure, before he brought him into being; so that, comparing
little with great things, the house was built, furnished, and amply stored, by
the time the destined tenant was ready to occupy it.

It has been
supposed by some that God speaks here to the angels, when he says, "Let us
make man, but to make this a likely interpretation these persons must prove:

1. That angels
were then created.

2. That angels
could assist in a work of creation.

3. That angels
were themselves made in the image and likeness of God.

If they were
not, it could not be said, in OUR image, and it does not appear from any part
in the sacred writings that any creature but man was made in the image of God. See the note on Ps 8:5

(from Adam
Clarke’s Commentary, Electronic Database. Copyright (c) 1996 by Biblesoft)

 

Gen 1:26-30

 

In our image (selem), after our likeness
(demut).
Though these two synonyms have separate meanings, there is here
seemingly no effort to present different aspects of God’s being. It is clear
that man, as God made him, was distinctly different from the animals already
created. He stood on a much higher plateau, for God created him to be immortal,
and made him a special image of His own eternity. Man was a creature with whom
his Maker could visit and have fellowship and communion. On the other hand, the
Lord could expect man to answer him and be responsible to him. Man was
constituted to have the privilege of choice, even to the point of disobeying
his Creator. He was to be God’s responsible representative and steward on the
earth, to work out his Creator’s will and fulfill the divine purpose. World
dominion was to be granted to this new creature (cf. Ps 8:5-7). He was
commissioned to subdue (kabash), "tread upon") the earth, and to
follow God’s plan in filling it with people. This sublime creature, with his
unbelievable privileges and heavy responsibilities, was to live and move in
kingly fashion.

(from The
Wycliffe Bible Commentary, Electronic Database. Copyright (c) 1962 by Moody
Press)

 

Genesis 1:26-28

The creation

We have here the
second part of the sixth day’s work, the creation of man, which we are, in a
special manner, concerned to take notice of, that we may know ourselves.
Observe,

I. That man was
made last of all the creatures, that it might not be suspected that he had
been, any way, a helper to God in the creation of the world: that question must
be for ever humbling and mortifying to him, Where wast thou, or any of thy
kind, when I laid the foundations of the earth? Job 38:4. Yet it was both an
honour and a favour to him that he was made last: an honour, for the method of
the creation was to advance from that which was less perfect to that which was
more so; and a favour, for it was not fit he should be lodged in the palace
designed for him till it was completely fitted up and furnished for his
reception. Man, as soon as he was made, had the whole visible creation before
him, both to contemplate and to take the comfort of. Man was made the same day
that the beasts were, because his body was made of the same earth with theirs;
and, while he is in the body, he inhabits the same earth with them. God forbid
that by indulging the body and the desires of it we should make ourselves like
the beasts that perish!

II. That man’s
creation was a more signal and immediate act of divine wisdom and power than
that of the other creatures. The narrative of it is introduced with something
of solemnity, and a manifest distinction from the rest. Hitherto, it had been
said, "Let there be light," and "Let there be a firmament,"
and "Let the earth, or waters, bring forth" such a thing; but now the
word of command is turned into a word of consultation, "Let us make man,
for whose sake the rest of the creatures were made: this is a work we must take
into our own hands." In the former he speaks as one having authority, in
this as one having affection; for his delights were with the sons of men, Prov
8:31. It should seem as if this were the work which he longed to be at; as if
he had said, "Having at last settled the preliminaries, let us now apply ourselves
to the business, Let us make man."
Man was to be a creature different from all that had been hitherto made. Flesh
and spirit, heaven and earth, must be put together in him, and he must be
allied to both worlds. And therefore God himself not only undertakes to make
him, but is pleased so to express himself as if he called a council to consider
of the making of him: Let us make man. The three persons of the Trinity,
Father, Son, and Holy Ghost, consult about it and concur in it, because man,
when he was made, was to be dedicated and devoted to Father, Son and Holy
Ghost. Into that great name we are, with good reason, baptized, for to that
great name we owe our being. Let him rule man who said, Let us make man.

III. That man was made in God’s image and
after his likeness,
two words to express the same thing and making each
other the more expressive; image and likeness denote the likest image, the
nearest resemblance of any of the visible creatures. Man was not made in the
likeness of any creature that went before him, but in the likeness of his
Creator; yet still between God and man there is an infinite distance. Christ
only is the express image of God’s person, as the Son of his Father, having the
same nature. It is only some of God’s honour that is put upon man, who is God’s
image only as the shadow in the glass, or the king’s impress upon the coin.
God’s image upon man consists in these three things:-

1. In his nature and constitution, not
those of his body (for God has not a body), but those of his soul.
This
honour indeed God has put upon the body of man, that the Word was made flesh,
the Son of God was clothed with a body like ours and will shortly clothe ours
with a glory like that of his. And this we may safely say, That he by whom God
made the worlds, not only the great world, but man the little world, formed the
human body, at the first, according to the platform he designed for himself in
the fulness of time. But it is the soul, the great soul, of man, that does
especially bear God’s image. The soul is a spirit, an intelligent immortal
spirit, an influencing active spirit, herein resembling God, the Father of
Spirits, and the soul of the world. The spirit of man is the candle of the
Lord. The soul of man, considered in its three noble faculties, understanding,
will, and active power, is perhaps the brightest clearest looking-glass in
nature, wherein to see God.

2. In his place and authority: Let us
make man in our image, and let him have dominion. As he has the government of
the inferior creatures, he is, as it were, God’s representative, or viceroy,
upon earth; they are not capable of fearing and serving God, therefore God has
appointed them to fear and serve man. Yet his government of himself by the
freedom of his will has in it more of God’s image than his government of the
creatures.

3. In his purity and rectitude. God’s
image upon man consists in knowledge, righteousness, and true holiness, Eph
4:24; Col 3:10. He was upright, Eccl 7:29. He had an habitual conformity of all
his natural powers to the whole will of God. His understanding saw divine
things clearly and truly, and there were no errors nor mistakes in his
knowledge. His will complied readily and universally with the will of God,
without reluctancy or resistance. His affections were all regular, and he had
no inordinate appetites or passions. His thoughts were easily brought and fixed
to the best subjects, and there was no vanity nor ungovernableness in them. All
the inferior powers were subject to the dictates and directions of the superior,
without any mutiny or rebellion. Thus holy, thus happy, were our first parents,
in having the image of God upon them. And this honour, put upon man at first,
is a good reason why we should not speak ill one of another (James 3:9), nor do
ill one to another (Gen 9:6), and a good reason why we should not debase
ourselves to the service of sin, and why we should devote ourselves to God’s
service. But how art thou fallen, O son of the morning! How is this image of
God upon man defaced! How small are the remains of it, and how great the ruins
of it! The Lord renew it upon our souls by his sanctifying grace!

IV. That man was
made male and female, and blessed with the blessing of fruitfulness and
increase. God said, Let us make man, and immediately it follows, So God created
man; he performed what he resolved. With us saying and doing are two things;
but they are not so with God. He created him male and female, Adam and Eve-Adam
first, out of earth, and Eve out of his side, ch. 2. It should seem that of the
rest of the creatures God made many couples, but of man did not he make one?
(Mal 2:15), though he had the residue of the Spirit, whence Christ gathers an
argument against divorce, Matt 19:4-5. Our first father, Adam, was confined to
one wife; and, if he had put her away, there was no other for him to marry,
which plainly intimated that the bond of marriage was not to be dissolved at
pleasure. Angels were not made male and female, for they were not to propagate
their kind (Luke 20:34-36); but man was made so, that the nature might be
propagated and the race continued. Fires and candles, the luminaries of this
lower world, because they waste, and go out, have a power to light more; but it
is not so with the lights of heaven: stars do not kindle stars. God made but
one male and one female, that all the nations of men might know themselves to
be made of one blood, descendants from one common stock, and might thereby be
induced to love one another. God, having made them capable of transmitting the
nature they had received, said to them, Be fruitful, and multiply, and
replenish the earth. Here he gave them,

1. A large
inheritance: Replenish the earth; it is this that is bestowed upon the children
of men. They were made to dwell upon the face of all the earth, Acts 17:26.
This is the place in which God has set man to be the servant of his providence
in the government of the inferior creatures, and, as it were, the intelligence
of this orb; to be the receiver of God’s bounty, which other creatures live
upon, but do not know it; to be likewise the collector of his praises in this
lower world, and to pay them into the exchequer above (Ps 145:10); and, lastly,
to be a probationer for a better state.

2. A numerous
lasting family, to enjoy this inheritance, pronouncing a blessing upon them, in
virtue of which their posterity should extend to the utmost corners of the
earth and continue to the utmost period of time. Fruitfulness and increase
depend upon the blessing of God: Obed-edom had eight sons, for God blessed him,
1 Chron 26:5. It is owing to this blessing, which God commanded at first, that
the race of mankind is still in being, and that as one generation passeth away
another cometh.

V. That God gave
to man, when he had made him, a dominion over the inferior creatures, over the
fish of the sea and over the fowl of the air. Though man provides for neither,
he has power over both, much more over every living thing that moveth upon the
earth, which are more under his care and within his reach. God designed hereby
to put an honour upon man, that he might find himself the more strongly obliged
to bring honour to his Maker. This dominion is very much diminished and lost by
the fall; yet God’s providence continues so much of it to the children of men
as is necessary to the safety and support of their lives, and God’s grace has
given to the saints a new and better title to the creature than that which was
forfeited by sin; for all is ours if we are Christ’s, 1 Cor 3:22.

(from Matthew
Henry’s Commentary on the Whole Bible: New Modern Edition, Electronic Database.
Copyright (c) 1991 by Hendrickson Publishers, Inc.)

 

Gen 1:24-31

The image of God consists, therefore,
in the spiritual personality of man, though not merely in unity of
self-consciousness and self-determination, or in the fact that man was created
a consciously free Ego; for personality is merely the basis and form of the
divine likeness, not its real essence. This consists rather in the fact, that
the man endowed with free self-conscious personality possesses, in his spiritual
as well as corporeal nature, a creaturely copy of the holiness and blessedness
of the divine life. This concrete essence of the divine likeness was shattered
by sin; and it is only through Christ, the brightness of the glory of God and
the expression of His essence (Heb 1:3), that our nature is transformed into
the image of God again (

Col

3:10; Eph 4:24).

 

A likeness to the angels cannot be
inferred from Heb 2:7, or from Luke 20:36. Just as little ground is there for
regarding the plural here and in other passages (Gen 3:22; 11:7; Isa 6:8;
41:22) as reflective, an appeal to self; since the singular is employed in such
cases as these, even where God Himself is preparing for any particular work
(cf. Gen 2:18; Ps 12:5; Isa 33:10). No other explanation is left, therefore,
than to regard it as pluralis majestatis,-an interpretation which comprehends
in its deepest and most intensive form (God speaking of Himself and with
Himself in the plural number, not reverentiae causa, but with reference to the
fullness of the divine powers and essences which He possesses) the truth that
lies at the foundation of the trinitarian view, viz., that the potencies
concentrated in the absolute Divine Being are something more than powers and
attributes of God; that they are hypostases, which in the further course of the
revelation of God in His kingdom appeared with more and more distinctness as
persons of the Divine Being. On the words "in our image, after our
likeness" modern commentators have correctly observed, that there is no foundation
for the distinction drawn by the Greek, and after them by many of the Latin
Fathers, between eikoo’n (NT:1504) (imago) and homoi’oosis (NT:3669)
(similitudo), the former of which they supposed to represent the physical
aspect of the likeness to God, the latter the ethical; but that, on the
contrary, the older Lutheran theologians were correct in stating that the two
words are synonymous, and are merely combined to add intensity to the thought:
"an image which is like Us" (Luther); since it is no more possible to
discover a sharp or well-defined distinction in the ordinary use of the words
between tselem (OT:6754) and d¦muwt (OT:1823), than between b¦ and k¦. tselem
(OT:6754), from tseel (OT:6738), lit., a shadow, hence sketch, outline, differs
no more from d¦muwt (OT:1823), likeness, portrait, copy, than the German words
Umriss or Abriss (outline or sketch) from Bild or Abbild (likeness, copy). b¦
and k¦ are also equally interchangeable, as we may see from a comparison of
this verse with Gen 5:1 and 3. (Compare also Lev 6:4 with Lev 27:12, and for
the use of b¦ to denote a norm, or sample, Ex 25:40; 30:32,37, etc.) There is
more difficulty in deciding in what the likeness to God consisted. Certainly
not in the bodily form, the upright position, or commanding aspect of the man,
since God has no bodily form, and the man’s body was formed from the dust of
the ground; nor in the dominion of man over nature, for this is unquestionably
ascribed to man simply as the consequence or effluence of his likeness to God.
Man is the image of God by virtue of his spiritual nature. of the breath of God
by which the being, formed from the dust of the earth, became a living soul.

(Note: "The breath of God became the soul of man; the soul of man
therefore is nothing but the breath of God. The rest of the world exists
through the word of God; man through His own peculiar breath. This breath is
the seal and pledge of our relation to God, of our godlike dignity; whereas the
breath breathed into the animals is nothing but the common breath, the
life-wind of nature, which is moving everywhere, and only appears in the animal
fixed and bound into a certain independence and individuality, so that the
animal soul is nothing but a nature-soul individualized into certain, though still
material spirituality."-Ziegler.)

 

"And they
(’aadaam (OT:120), a generic term for men) shall have dominion over the
fish," etc. There is something striking in the introduction of the
expression "and over all the earth," after the different races of
animals have been mentioned, especially as the list of races appears to be
proceeded with afterwards. If this appearance were actually the fact, it would
be impossible to escape the conclusion that the text is faulty, and that chayat
(OT:2416) has fallen out; so that the reading should be, "and over all the
wild beasts of the earth," as the Syriac has it. But as the identity of
"every creeping thing that creepeth upon the earth" (h’rts (OT:776))
with "every thing that creepeth upon the ground" (h’dmh) in v. 25 is
not absolutely certain; on the contrary, the change in expression indicates a
difference of meaning; and as the Masoretic text is supported by the oldest
critical authorities (LXX, Sam., Onk.), the Syriac rendering must be dismissed
as nothing more than a conjecture, and the Masoretic text be understood in the
following manner.

(from Keil &
Delitzsch Commentary on the Old Testament: New Updated Edition, Electronic
Database. Copyright (c) 1996 by Hendrickson Publishers, Inc.)

100 AYAT BUKTI YESUS ALLAH SEJATI

Filed under: Religion — dedewijaya at 10:46 pm on Tuesday, February 19, 2008

100 AYAT YANG MEMBUKTIKAN BAHWA

YESUS ADALAH ALLAH SEJATI

 

Kejadian

1:1, "Pada
mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." –

"BERE’SYIT {pada mulanya} BARA’
{(Dia) menciptakan} ‘ELOHIM {Allah} ‘ET HASYAMAYIM {langit itu} VE’ET
{dan} HA’ARETS {bumi itu}"

Kata Allah
dalam bahasa Ibrani ‘ELOHIM menggunakan bentuk jamak tetapi dengan kata kerja
tunggal, hal ini saja sudah menyiratkan keesaan Allah yang serba kompleks.

 

1:26 Berfirmanlah
Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,
supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan
atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap
di bumi."

3:22 Berfirmanlah
TUHAN Allah: "Sesungguhnya
manusia itu telah menjadi seperti salah
satu dari Kita (Allah Tritunggal dan bukan Allah+Malaikat)
, tahu tentang
yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya
dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia
hidup untuk selama-lamanya."

11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di

sana

bahasa mereka,
sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."

19:24 Kemudian TUHAN
menurunkan hujan belerang dan api atas

Sodom

dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari
langit
(TUHAN di bumi dibedakan dengan TUHAN dari langit)

 

Keluaran

 

23:20 "Sesungguhnya Aku mengutus seorang
malaikat
berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk
membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.

23:21 Jagalah dirimu
di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka
kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku
ada di dalam dia
.

23:22 Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan
perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi
musuhmu, dan melawan lawanmu.

23:23 Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu dan
membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang
Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka.

Bilangan

(kata “TUHAN” disebut 3x menunjuk kepada Allah Tritunggal)

6:24 TUHAN
memberkati engkau dan melindungi engkau;

6:25 TUHAN
menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi
engkau damai sejahtera.

Mazmur

 

45:6 Thy throne, O
God
, is for ever and ever: the sceptre of thy kingdom is a right sceptre.

45:7 Thou lovest righteousness, and hatest wickedness:
therefore God, thy God, hath
anointed thee with the oil of gladness above thy fellows.

45:7 Takhtamu kepunyaan Allah,
tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat
kebenaran.

45:8 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab
itu Allah, Allahmu, telah mengurapi
engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.

110:1 The LORD said unto my Lord, Sit thou at my right
hand, until I make thine enemies thy footstool.

110:1 Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku:
"Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan
kakimu."

 

Amsal

 

8:12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan
kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.

8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang
tekun mencari aku akan mendapatkan daku.

8:18
Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.

8:19
Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih
dari pada perak pilihan.

8:20 Aku berjalan
pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan,

8:21 supaya
kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan
mereka.

8:22 TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai
perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.

8:23 Sudah pada
zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.

8:24 Sebelum air
samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan
air.

8:25 Sebelum
gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;

8:26 sebelum Ia
membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.

8:27 Ketika Ia
mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada
permukaan air samudera raya,

8:28 ketika Ia
menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras,

8:29 ketika Ia
menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika
Ia menetapkan dasar-dasar bumi,

8:30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan,
setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di
hadapan-Nya;

8:31 aku bermain-main
di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.

8:32 Oleh sebab
itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang
memelihara jalan-jalanku.

8:33 Dengarkanlah
didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.

8:34
Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada
pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.

8:35 Karena siapa
mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.

8:36 Tetapi siapa
tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku,
mencintai maut."

Yesaya

 

6:3 Dan mereka
berseru seorang kepada seorang, katanya:
"Kudus,
kudus, kuduslah
TUHAN
semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"

(indikasi
kata “Kudus” 3x menunjuk kepada Allah Tritunggal)

 

6:8 Also I heard the voice of the Lord, saying, Whom shall I
send, and who will go for us? Then said I, Here am I; send me.

6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah
yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku [yang tepat artinya: KAMI]?" Maka sahutku: "Ini aku,
utuslah aku!"

9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita;
lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang:
Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa,
Bapa yang Kekal, Raja Damai.

 

9:6 Besar
kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud
dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan
keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya.
Kecemburuan
TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

41:22
Biarlah mereka maju dan memberitahukan kepada Kami apa yang akan terjadi!
Nubuat yang dahulu, beritahukanlah apa artinya, supaya kami memperhatikannya, atau
hal-hal yang akan datang, kabarkanlah kepada kami, supaya kami mengetahui
kesudahannya!

Daniel 7

7:13
Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan
dari langit seorang seperti anak manusia;
datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. (Dalam
PB, Yesus menyebut dirinya Anak Manusia)

 

Hosea

1:7 But I will
have mercy upon the house of

Judah

,
and will save them by the LORD their God, and will not save them by
bow, nor by sword, nor by battle, by horses, nor by horsemen.

1:7 Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah
atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda."

Matius

 

1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan
menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa
mereka."

1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan
melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel." (Yang berarti: Allah
menyertai kita.)

2:2 dan bertanya-tanya, "Di manakah Dia, raja orang
Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan
kami datang untuk menyembah Dia."

2:11 Mereka masuk ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu
bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud
menyembah Dia
. Mereka
pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya,
yaitu emas, dupa dan mur.

2:15
dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya digenapi apa
yang difirmankan Tuhan melalui nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

3:3
Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan Nabi Yesaya ketika ia berkata, "Ada
suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
(Yohanes mempersiapkan jalan bagi Yesus)

 

3:11
Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang
kemudian setelah aku lebih berkuasa daripada aku dan aku tidak layak membawa
kasut-Nya.
Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan
dengan api
.

 

3:12 Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat
pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi sekam itu
akan dibakar-Nya dalam api yang tidak
terpadamkan
."

3:16
Sesudah dibaptis,
Yesus segera keluar dari air dan pada
waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat
Roh
Allah
seperti
burung merpati turun ke atas-Nya,

 

3:17
lalu terdengarlah
suara dari
surga
yang
mengatakan, "Inilah Anak-Ku yang
terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan
."

4:3
Lalu datanglah si penggoda dan berkata kepada-Nya, "Karena Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini
menjadi roti."

4:6
lalu berkata kepada-Nya, "Jika Engkau
Anak Allah
, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan
malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menerima Engkau di atas tangannya, supaya
kaki-Mu jangan terantuk pada batu
."

4:7
Yesus berkata kepadanya, "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!

 

4:10
Lalu berkatalah Yesus kepadanya, "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis:
Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu,
dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti
!"

4:16 –
bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi
maut, telah terbit Terang.

 

7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku:
Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam
Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.

 

7:22
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir
setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?

 

7:23
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak
pernah mengenal kamu! Enyahlah dari
hadapan-Ku
, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!"

9:2
Lalu dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya.
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu,
"Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, dosa-dosamu
sudah diampuni
."

9:3
Mendengar itu, berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, "Orang ini menghujat Allah."

 

9:6
Tetapi supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak
Manusia berkuasa mengampuni dosa
" — lalu berkatalah Ia kepada orang
lumpuh itu –, "Bangunlah, angkat tempat tidurmu dan pulanglah ke
rumahmu!"

10:37 Siapa saja yang mengasihi bapa atau ibunya
lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku; dan siapa saja yang mengasihi
anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

 

10:38
Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak
bagi-Ku.

 

10:39
Siapa saja yang mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja yang kehilangan nyawanya karena
Aku, ia akan memperolehnya.

 

11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh
Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun
mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan
menyatakan-Nya.

 

12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari
Sabat.

 

12:30 Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku
dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

 

12:31
Karena itu, Aku berkata kepadamu: Semua dosa dan hujat manusia akan diampuni,
tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak
akan diampuni.

 

12:32
Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni,
tetapi jika ia berkata-kata menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di
dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

14:30
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak,
"Tuhan, tolonglah aku!"

 

14:33
Orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

15:25
Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah
Dia
sambil berkata, "Tuhan,
tolonglah aku
.

 

16:16 Jawab Simon Petrus, "Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

 

16:17 Kata Yesus kepadanya, "Berbahagialah engkau Simon
anak Yunus sebab bukan manusia yang
menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga.

 

16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan
jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

 

16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan
Surga.
Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di
surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga."

16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam
kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan
membalas setiap orang menurut perbuatannya.

 

16:28
Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara orang yang hadir di sini ada yang
tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak
Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya
."

26:63 Tetapi
Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya, "Demi Allah yang
hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau
Mesias, Anak Allah, atau tidak."

 

26:64 Jawab
Yesus, "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu,
mulai sekarang kamu akan melihat Anak
Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di
langit."

28:9 Tiba-tiba
Yesus menjumpai mereka dan berkata, "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya
serta menyembah-Nya.

28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya,
tetapi beberapa orang ragu-ragu.

 

28:18
Yesus mendekati mereka dan berkata, "Kepada-Ku
telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.

 

28:19 Karena itu,
pergilah, jadikanlah semua bangsa
murid-Ku
dan baptislah mereka dalam nama (ONOMA=bentuk tunggal)
Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Ketiga Pribadi itu setingkat namun SATU=nama
dalam bentuk Tunggal)

 

28:20 dan ajarlah
mereka melakukan segala sesuatu yang
telah Kuperintahkan kepadamu
. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman."

 

Markus 5 

1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.

1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi
Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan
mempersiapkan jalan bagi-Mu;

1:3 ada suara orang yang berseru-seru di
padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk
Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya",

 

1:23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat
itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:

1:24 "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami?
Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari
Allah
."

1:27 Mereka semua takjub, sehingga mereka
memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata
dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat
kepada-Nya."

1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang
menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak
memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka,
berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"

2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa
ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:

2:7 "Mengapa orang ini berkata
begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang
dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"

2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa
mengampuni dosa"
— berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –:

2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.

 

3:11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia,
mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak
Allah."

3:12 Tetapi Ia dengan keras melarang
mereka memberitahukan siapa Dia.

5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh,
berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,

 

5:7 dan dengan keras ia berteriak:
"Apa urusan-Mu dengan aku, hai
Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"

15:19 Mereka memukul kepala-Nya dengan
buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut
menyembah-Nya.

 

5:30 Pada ketika
itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada
tenaga yang keluar dari diri-Nya,
lalu Ia berpaling di tengah orang banyak
dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?"

7:37 Mereka
takjub dan tercengang dan berkata: "Ia
menjadikan segala-galanya baik,
yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang
bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

8:38 Sebab
barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan
yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu
apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan
Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus."

 

9:2 Enam hari
kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan
mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja.
Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,

 

9:3 dan
pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini
yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

9:7 Maka
datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara:
"Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."

10:37 Lalu kata
mereka: "Perkenankanlah kami duduk
dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang
seorang di sebelah kiri-Mu."

12:36 Daud sendiri
oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan
telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai
musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

12:37 Daud
sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana
mungkin Ia anaknya pula?"
Orang banyak yang besar jumlahnya
mendengarkan Dia dengan penuh minat.

13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi
perkataan-Ku tidak akan berlalu

 

14:61 Tetapi Ia
tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya
sekali lagi, katanya: "Apakah
Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?"

 

14:62 Jawab
Yesus: "Akulah Dia, dan kamu
akan melihat Anak Manusia duduk di
sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di
langit."

14:64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah.
Bagaimana pendapat kamu?" Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa
Dia harus dihukum mati.

16:15 Lalu Ia
berkata kepada mereka: "Pergilah ke
seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

 

16:16 Siapa yang
percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

 

16:17 Tanda-tanda
ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara
dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada
mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

16:20 Mereka pun
pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang
menyertainya.

 

Lukas

10:16 Siapa saja
yang mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan siapa saja yang menolak kamu, ia menolak Aku; dan siapa saja yang
menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."

 

10:17 Kemudian
ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, "Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami
demi nama-Mu."

 

10:18 Lalu kata
Yesus kepada mereka, "Aku melihat
Iblis jatuh seperti kilat dari langit
.

 

10:19
Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa
kepada kamu
untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala
kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

10:21 Pada waktu
itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh
Kudus
dan berkata, "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan
bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

 

10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh
Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan
siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan
hal itu
."

Yohanes

1:1
Pada mulanya ada Firman; Firman itu
bersama-sama dengan Allah dan Firman itu
adalah Allah.

 

1:2 Ia
pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa
Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan

 

1:9
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam
dunia.

1:10 Ia
telah ada di dalam dunia dan dunia
dijadikan oleh-Nya
, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya,
tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. (Yesus datang kepada
Umat Manusia yg adalah ciptaanNya)

1:12
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak
Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan
tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan
yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan
kebenaran.

5:18
Sebab itu, para pemuka Yahudi makin berusaha untuk membunuh-Nya, bukan saja
karena Ia melanggar peraturan Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian
menyamakan diri-Nya dengan Allah
.

5:22
Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu
seluruhnya kepada Anak,

 

5:23 supaya semua
orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Siapa saja yang tidak menghormati Anak, ia
juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia
.

 

5:24 Sesungguhnya
Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang
mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai
hidup yang kekal
dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam
maut ke dalam hidup.

 

5:25 Sesungguhnya
Aku berkata kepadamu: Saatnya akan tiba dan sudah tiba bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak
Allah, dan mereka yang mendengar-Nya, akan hidup.

 

5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai
hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup
dalam diri-Nya sendiri. (Yesus keberadaanNya Independent, ada dengan
sendirinya-self existent)

 

5:27 Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk
menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

 

5:31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;

5:32 ada yang lain (ALLOS=yang lain dari jenis/kualitas yang sama yaitu sama2 ILAHI)yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya
tentang Aku adalah benar.

5:33 Kamu telah
mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;

5:34 tetapi Aku
tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya
kamu diselamatkan.

5:35 Ia adalah
pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika
saja cahayanya itu.

5:36 Tetapi Aku
mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu
segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya.
Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian
tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.

5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah
yang bersaksi tentang Aku
. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah
kamu lihat,

9:35 Yesus
mendengar bahwa ia telah diusir keluar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan
dia dan berkata, "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"

9:37 Kata Yesus
kepadanya, "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang
berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"

 

9:38 Katanya,
"Aku percaya, Tuhan!" Ia pun
sujud menyembah-Nya.

10:30 Aku dan Bapa adalah satu.

 

10:33
Jawab orang-orang Yahudi itu, "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami
mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia
saja, menjadikan diri-Mu Allah
."

14:6
Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan
dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau
tidak melalui Aku.

14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu
juga mengenal Bapa-Ku.
Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat
Dia."

 

14:8
Kata Filipus kepada-Nya, "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu
sudah cukup bagi kami."

 

14:9
Kata Yesus kepadanya, "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,
namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah
melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

 

14:10 Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam
Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan
dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang
melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya.

15:23 Siapa saja yang membenci Aku, ia membenci
juga Bapa-Ku

 

19:7
Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya, "Kami mempunyai hukum dan menurut
hukum itu Ia harus mati, sebab Ia
menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah
."

20:28
Tomas menjawab Dia, "Ya Tuhanku dan
Allahku!
(Bandingkan dg Matius 4:10)

 

Kisah
Para Rasul

4:12 Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun
juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada
nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat
diselamatkan."

10:42
Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa itu, dan bersaksi
bahwa Dialah (Yesus) yang ditentukan
Allah menjadi Hakim atas orang-orang
hidup dan orang-orang mati.

 

10:43 Tentang Dialah (Yesus) semua nabi bersaksi bahwa siapa saja yang percaya kepada-Nya
(Yesus), akan mendapat pengampunan dosa
melalui nama-Nya."

Roma

9:5
Mereka adalah keturunan bapak-bapak leluhur, yang menurunkan Mesias secara jasmani, yang ada di atas
segala sesuatu. Dialah (Yesus sang
Mesias) Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya
. Amin!

I Korintus

12:4 Ada
rupa-rupa karunia, tetapi
satu Roh.

12:5 Dan ada
rupa-rupa pelayanan, tetapi
satu Tuhan.

12:6
Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi
Allah
adalah satu

yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

II
Korintus 13:13

13:13 Kasih
karunia
Tuhan Yesus Kristus, dan kasih
Allah, dan persekutuan Roh Kudus
menyertai kamu sekalian.

 

 

Efesus

4:4 satu tubuh,
dan
satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada
satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan
oleh semua dan di dalam semua.

Filipi

2:5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang
terdapat juga dalam Kristus Yesus,

 

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak
menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

 

2:7
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang
hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:9
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

 

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut
segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

 

2:11 dan segala lidah mengaku, "Yesus
Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

I
Timotius

2:5
Karena Allah itu esa dan esa pula pengantara
antara Allah dan manusia
, yaitu manusia
Kristus Yesus,

Ibrani

1:3 Ia adalah
cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.
Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan
Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

1:5 Karena kepada
siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan, "Engkaulah Anak-Ku! Engkau telah menjadi
Anak-Ku pada hari ini"? dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan
menjadi Anak-Ku"?

 

1:6 Lagi pula,
ketika Ia membawa Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia
(Yesus)."

1:8 Tetapi
tentang Anak (Yesus), Ia berkata, "Takhta-Mu,
ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah
tongkat kebenaran.

I
Petrus

1:2
yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus
Kristus
dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai
sejahtera makin melimpah atas kamu.

I
Yohanes

5:5
Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesuslah Anak Allah?

 

5:6
Inilah Dia yang telah datang dengan air
dan darah, yaitu Yesus Kristus,
bukan saja dengan air, tetapi dengan air
dan dengan darah. Dan Rohlah yang bersaksi karena Roh adalah kebenaran.

 

5:7
Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. (Bandingkan dg Yoh 1:14) (Saya mengimani
ayat ini ada dalam naskah asli dan percaya naskah TR (Textus Receptus=Perjanjian
Baru dalam bahasa Yunani) yg dipelihara Allah dan jelas memuat ayat ini)

 

5:9 Kita menerima
kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat.
Sebab inilah kesaksian Allah, yaitu bahwa Ia bersaksi tentang
Anak-Nya.

 

5:10 Siapa yang percaya kepada Anak Allah, ia
mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; siapa yang tidak percaya kepada
Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya kepada
kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

 

5:11 Dan inilah
kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan
hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya
.

 

5:12 Siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup;
siapa yang tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

 

5:13
Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup
yang kekal.

5:20
Akan tetapi, kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan
pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam
Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus
Kristus
. Dialah Allah yang benar dan
hidup yang kekal.

Wahyu

1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang
di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan
yang akan datang,
(BAPA)dan dari ketujuh
roh yang ada di hadapan takhta-Nya
, (ROH KUDUS)
1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, (TUHAN YESUS) yang pertama bangkit dari
antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang
mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya —

4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing
bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan
dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "
Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada
dan yang ada dan yang akan datang."

(indikasi kata “Kudus” 3x menunjuk kepada
Allah Tritunggal)

Dalam PL, kata-kata “Malaikat ALLAH”, ”Malaikat TUHAN”, ”Malaikat Perjanjian” menunjuk
kepada Tuhan Yesus sebagai Pribadi kedua dari ALLAH TRITUNGGAL/TRINITAS.

Kata ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” muncul dalam Kejadian
16:1-13, 21:17-19, 22:11-16, 31:11-13, Keluaran 3:2-4, Bilangan 22:22-35,
Hakim-hakim 2:1-5, 6:11-24, 13:3-22, II Raja-Raja 19:35, Zakharia 3:1-2.

Jadi
Kesimpulannya yang dimaksud dengan
”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” atau ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2) dalam Perjanjian Lama– The or an
angel of the LORD, the messenger of the covenant—adalah Tuhan Yesus atau Yesus Kristus atau Allah Anak
dalam bentuk Teofani (Penampakan
diri Allah dalam bentuk seorang malaikat).

 

Akhirnya, saya kutip Yohanes 20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena
engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya.
Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun
percaya."

DARI SAKSI YEHUWA MENUJU LAHIR BARU&PREDESTINASI

Filed under: Religion — dedewijaya at 1:01 am on Friday, February 1, 2008

Pada hari Selasa (22/01) bertempat di GBI Aletheia diadakan Seminar Membahas Saksi Yehuwa dalam bentuk menonton VCD Tentang Saksi Yehuwa yang berjudul In The Name of Yehuwa. Acara ini diikuti oleh 300 jemaat GBI Aletheia dan para simpatisan. Pdt. Ishak Sugianto selaku gembala siding GBI Aletheia menyatakan bahwa dirinya pernah didatangi oleh Pengikut Saksi Yehuwa pada waktu beliau masih muda. Ketika ditanya kepada jemaat yang hadir siapa saja yang pernah didatangi Saksi Yehuwa, sebagian jemaat yang hadir mengangkat tangannya. Ternyata pergerakan Saksi Yehuwa di Jogja sudah begitu gencar dalam mencari pengikut. Bpk. Heru selaku pembicara seminar dari NAT (Nafiri Allah Terakhir) Surabaya menjelaskan secara detail apa dan bagaimana cara Saksi Yehuwa merekrut para pengikut.

Img0028a

Bpk. Heru dari NAT Surabaya selaku Pembicara Seminar

Acara ini mendapat respon yang positif dari jemaat yang hadir terlihat dari antusiasnya mereka bertanya dalam sesi Talkshow dan Tanya Jawab. Meski Film ini tidak diputar lama karena terbatasnya waktu, namun tidak mengurangi antusias penonton yang dating untuk ikut aktif berdialog. VCD Film In The Name of Yehuwa dijual kepada jemaat setelah usai acara ini. Diharapkan lewat menonton VCD.ini, setiap jemaat dan simpatisan dapat mengetahui dan mewaspadai Gerakan Saksi Yehuwa khususnya di Jogjakarta. Saksi Yehuwa mempunyai percetakan Alkitab sendiri di daerah Jakarta. Alkitab mereka sering disebut Terjemahan Dunia Baru (TDB) yang sering kali menerjemahkan kata-kata dengan tidak tepat dan sesuai dengan interpretasi mereka sendiri. Saksi Yehuwa sudah legal sejak Gus Dur memberikan kebebasan untuk Saksi Yehuwa mendapatkan izin dan berkembang di Indonesia. Sekte/Bidat Saksi Yehuwa pernah mengadakan Perkumpulan Raya di Istora Bung Karno yang diikuti ratusan ribu pengikutnya dari seluruh Indonesia. Saksi Yehuwa tergabung dalam Dirjen Bimas Kristen Protestan meski pada waktu itu banyak menuai protes dari kalangan Kristen. Bimas Kristen memang tidak mengurusi masalah doktrinal atau pengakuan iman.

ONCE SAVED ALWAYS SAVE
Pada hari Selasa tanggal 29 Januari, GBI Aletheia mengadakan Pemahaman Alkitab tentang Bisakah kita kehilangan Keselamatan? Apakah Sekali Selamat Tetap Selamat (Once Saved, Alwayas Save)? Acara ini juga merupakan bentuk Pembinaan Jemaat seperti Sekolah Orientasi Melayani (SOM). Dalam makalahnya, Pendeta Ishak menjelaskan bahwa dalam kekristenan, ada dua pandangan mengenai topik Bisakah Keselamatan Hilang? Ada yang mengimani bahwa Sekali Selamat Tetap Selamat (SSTS) dan ada yang tidak percaya SSTS. GBI Aletheia dan banyak gereja Karimastik dan Pantekosta tidak percaya SSTS. Sedangkan gereja-gereja mainstream percaya SSTS seperti Injili, Reformed, Presbyterian, Calvinis dan Lutheran. Beliau memaparkan banyak alasan mengapa tidak menerima SSTS dalam makalahnya. Ketika dibuka sesi tanya jawab, ada 3 penanya yanga menanyakan pandangan-pandangan menolak SSTS dan terlihat penanya mengimani SSTS. Acara berlangsung selama 2 jam ini diikuti oleh + 350 jemaat dan simpatisan. Satu hal yang harus diperhatikan meski berbeda pendapat tentang tema ini, setiap orang Kristen harus sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran dan mau memberitakan Injil Keselamatan dan tidak terus-menerus berbuat dosa. Segala Kemuliaan bagi Allah. AMIN.

Seminar Lahir Baru dan Predestinasi
Dilain tempat, di JBN Jl. Yos Sudarso No. 21 Jogja, pada Rabu-Kamis tanggal 23-24 Januari diadakan Seminar Lahir Baru dan Predestinasi yang diadakan oleh MRII (Mimbar Reformed Injili Indonesia) Jogja dengan menghadirkan Pdt. Ir. Andi Halim, S.Th selaku penyeminar. Seminar ini yang juga merupakan Program Intensif (Runtut Doktrinal) diselenggarakan bekerjasama dengan STRI Jakarta di Jogjakarta. Acara yang berlangsung santai dalam suasana keakraban ini diikuti oleh + 35 orang baik dari jemaat MRII, GKI Gejayan, GBI Aletheia dan GKKK, serta beberapa simpatisan yang tertarik tema seminar ini. Hari pertama, Pdt. Andi Halim membahas mengenai Manusia berdosa yang dilahirbarukan oleh Roh Kudus. Mengambil sumber dari Yohanes 3 tentang percakapan Yesus dan Nikodemus mengenai Lahir Baru (dilahirkan kembali). Lahir Kembali bukan berarti Reinkarnasi. Pdt. Andi Halim menjelaskan bagaimana keadaan manusia sebelum lahir baru yang mati rohani (Kej 2:17, Efesus 2:1), buta rohani (Mat 15:14, 2 Kor 4:4) dan manusia menjadi lumpuh tak berdaya untuk melaksanakan kebenaran (Yoh 15:5c). Beliau juga menjelaskan mengapa harus lahir baru dan apa arti tidak bisa melihat kerajaan Allah dan tidak masuk Kerajaan Allah. Point terpenting yaitu sebenarnya kita percaya “Yesus” yang mana dalam hidup kita? Apa yang terjadi setelah lahir baru? Beliau menggunakan ilustrasi mayat yang diberi makan, dari mati rohani dihidupkan Allah sehingga mata tercelik dan bisa melihat kebenaran dan misi Kerajaan Allah kemudian melangkah pada pertobatan (menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat). Hasilnya Hidup manusia itu untuk kebenaran dan mengarah pada Teosentris (berpusat pada Allah) bukan antroposentris (berpusat pada manusia).

Img0029a

Pdt. Julio Christano selaku Gembala Sidang MRIIY memimpin Doa Pembuka

Di hari Kedua, suasana seminar tampak lebih serius karena tema yang dibahas adalah Predestinasi. Tidak semua peserta seminar sepakat dengan penjelasan dan pemaparan pembicara. Tema ini memang dirasakan sulit untuk dimengerti. Banyak pertanyaan dan tanggapan yang diajukan para peserta seminar. Bahkan sampai acara seminar masih tampak beberapa orang yang bercakap-cakap dengan pembicara. Beliau menjelasakan mengenai sudut pandang Armenian tentang Predestinasi yaitu bawah Allah menentukan dan menetapkan orang-orang pilihanNya berdasarkan Maha TahuNya Allah. Teologi Reformed mempercayai bahwa penentuan Allah tidak bergantung pada kondisi manusia. Dalam pandangan Teolog-teolog Reformed, Predestinasi terbagi dua yaitu Single Predestinasi dan Double Predestinasi. Beberapa keberatan dari Single Predestinasi terhadap Double Predestinasi yaitu keberatan hati nurani dan menekankan sifat Kasih Allah dan unsure kebebasan manusia. Pertanyaan-pertanyaan yang umumnya diajukan Single Predestinasi terhadap Double Predestinasi misalnya: Allah kejam dan diktator (sewenang-wenang), Allah punya rencana yang jelek (negatif), Allah tidak menghargai hak dan kebebasan manusia (moral), manusia jadi robot dan tidak perlu bertanggung jawab lagi dan menusia hanya menerima nasib atau takdir (menjurus kepada fatalisme). Namun Pdt. Andi Halim memaparkan dasar bagi Double Predestinasi yaitu Roma 9:11-23. beliau menjelaskan tentang perumpamaan Gandum dan Lalang, Domba dan Kambing. Tidak semua peserta puas dengan pemaparan dan penjelasan Beliau. Namun satu hal Beliau anjurkan agar setiap orang Kristen mau terus belajar Alkitab sehingga mendapatkan pencerahan dan pengertian tentang ahal-hal dalam Alkitab. Pdt. Andi Halim, S.Th sebelumnya mengadakan seminar yang sama di Solo pada tanggal 21-22 Januari. Di Solo, pada tanggal 25-26 Januari, beliau membahas 5 point TULIP dari Calvinisme. Beliau adalah juga pengisi acara rohani Radio di Surabaya membahas mengenai Teologi Reformed.
(Tabloid GLORIA Minggu II Februari 2008 dan Tabloid Keluarga Minggu III Februari 2008 )

Dede WIjaya

Tantangan PLURALISME ditengah Kehidupan Orang Percaya

Filed under: Religion — dedewijaya at 9:23 pm on Tuesday, January 22, 2008

IMAN KEPERCAYAAN YOSUA (Yosua 24:14-18)

“Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan seôha. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN  Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beòhbadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

Ketika ketika mempelajari kehidupan Yosua dari Alkitab, kita mengetahui bahwa Yosua adalah pemimpin yang dipersiapkan Musa untuk melanjutkan estafet tongkat kepemimpinan memimpin Bangsa Israel. Memang Yosua tidak sekaliber dan sepopuler Musa.

Lihat saja Firman Tuhan yang berkata kepada Yosua,
"Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu. Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."

Dari perikop ini saja 3 kali TUHAN memerintahkan dan meneguhkan Yosua untuk menjadi Kuat dan Teguh Hati, bahkan di bagian akhir Firman Tuhan ini, TUHAN mengulang dengan tekanan lebih keras, Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi. Yosua memang bukan Musa, dan Musa bukanlah Yosua. Setiap pemimpin mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan setiap orang adalah unik di mata TUHAN.

Yosua dibagian akhir kitab Yosua mengajak Bangsa Israel menentukan untuk taat dan menyembah TUHAN atau mengikuti ilah-ilah atau berhala bangsa-bangsa lain. Satu hal yang ditekankan Yosua yaitu bahwa dirinya dan seisi rumahnya, akan beribadah kepada TUHAN!" Suatu pengakuan IMAN yang ekslusif dari Yosua ditengah-tengah pluralisme pada zaman itu. Nenek moyang bangsa Israel dulunya menyembah ilah-ilah di Mesopotamia dan Mesir. Yosua dengan tegas meminta Bangsa Israel yang dia pimpin untuk mengambil keputusan kepada siapa mereka mau menyembah. P

ada Yosua 24:21-24 kita melihat bangsa Israel berjanji di hadapan Yosua dan TUHAN untuk mengabdi hanya kepada TUHAN. Yosua meminta mereka menyingkirkan semua ilah-ilah asing dari antara bangsa Israel.

Saudara, Ajakan yang sama diberikan kepada kita untuk memberi keputusan kepada siapa kita MENYEMBAH dan MENGABDIKAN hidup kita? Di dunia ini begitu banyak agama dan kepercayaan yang beraneka ragam, Pluralisme tidak hanya ada di zaman Yosua namun juga di zaman ini yang memasuki abad postmodern yang memberikan begitu banyak pilihan bagi setiap orang dengan segala konsekuensinya. TUHAN ALLAH menciptakan keanekaragaman dalam alam semesta ini. Tampak jelas adanya PLURALITAS dimana-mana dalam ciptaan, suku bangsa, ras, alam semesta, bahkan agama dan kepercayaan. Kita semua menghormati dan menghargai adanya PLURALITAS atau kemajemukan ini. Ini fakta dan realita yang ada. Namun satu yang tidak mungkin kita bisa kompromi yaitu adalah masalah IMAN dan KEPERCAYAAN. Oleh karena itu kita menolak PLURALISME yang adalah agama baru atau iman gado-gado. Meminjam istilah Pdt. DR. Stevri Lumintang disebut Teologi Abu-abu.

Bagaimana kita hidup di zaman ini? Apa kriteria IMAN dan KEPERCAYAAN yang tidak berkompromi dan campur baur?

Bagi Iman Kristen setidaknya ada 4 hal yang sungguh-sungguh harus kita Imani yaitu:

1. Percaya satu-satunya ALLAH TRITUNGGAL

Dari zaman gereja awal telah muncul begitu banyak bidat/sekte sesat sampai pada hari ini bahkan penyesatan akan semakin banyak di akhir zaman ini. Sebut saja: Arianisme (tidak mengakui Keallahan Yesus), Sabelianisme (percaya 1 Allah dalam 3 Wujud yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus namun menolak 3 Pribadi Allah yang sehakikat, sama kekal yang ketiganya adalah SATU), Saksi Yehuwa, Mormonisme, Unitarianisme (Kristen Tauhid di Indonesia, menolak Allah Tritunggal/Trinitas, Yesus bukan ALLAH namun Malaikat Mikhael) dan masih banyak lagi.

Alkitab memang tidak memuat kata TRINITAS/TRITUNGGAL, namun ajaran mengenai ALLAH TRINITAS/TRITUNGGAL meski tidak tersurat adalah sebuah KEBENARAN ALKITABIAH yang tampak mulai dari Kejadian-Wahyu yang bersifat wahyu Progresif (menjadi semakin jelas dari waktu ke waktu terutama di Perjanjian Baru).

Mulai dari Kejadian 1: 1-2, 26, 3:22, Kej 19:24 TUHAN dibedakan dari TUHAN dari langit, Hosea 1:7, Zakharia 3:2, II Timotius 1:18, Yesaya 9:5, 48:16, 63:9-10, Mazmur 2:7, 45:7-8, Roma 1:4, Yohanes 3:16,18, Ibrani 1:6, Mikha 5:1b, Kej 6:3 bandingkan dengan Bilangan 27:18, Mzm 51:13, Yes 40:13, Hagai 2:4-5. Beberapa isyarat lain misal disebutnya kata ”kudus” sebanyak 3 kali dalam Yesaya 6:3 dapat dinggap sebagai isyarat mengenai TRITUNGGAL (bandingkan dengan Wahyu 4:8, juga Bilangan 6:24-26, kata TUHAN disebut 3 kali sebagaimana berkat lipat 3).

Kata ”Malaikat TUHAN” diseluruh PL merupakan petunjuk khusus kepada pribadi kedua dalam ke-Allahan sebelum menjelma jadi manusia Yesus Kristus. Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah ini disamakan dengan Tuhan, namun berbeda dengan Tuhan. Ia menampakkan diri kepada Hagar (Kej 16:7-14), Abraham (Kej 22:11-18), Yakub (Kej 31:11-13), Musa (Kel 3:2-5), Israel (Kel 14:19), Bileam (Bil 22:22-35), Gideon (Hakim-hakim 6:11-23), Manoah (Hak 13:2-25), Elia (I Raj 19:5-7), Daud (I Taw 21:15-17), Malaikat TUHAN membunuh 185.000 orang Asyur (II Raj 19:35), Berdiri di antara pohon-pohon Murad dalam penglihatan Zakharia (Zakharia 3:1-2) dan merupakan satu dari 3 tamu Abraham (Kej 18).

Berdasarkan ayat-ayat di atas tentang Trinitas/Tritunggal dalam Perjanjian Lama, Henry Clarence Thiessen menyimpulkan bersama Louis Berkhof, ”Perjanjian Lama dengan jelas mengantisipasi datangnya penyataan yang lebih lengkap tentang Trinitas dalam Perjanjian Baru.”

Ajaran tentang Allah Tritunggal diuraikan dengan lebih jelas dalam Perjanjian Baru daripada Perjanjian Lama. Realita ini dapat dibuktikan dengan dua cara: melalui pernyataan-pernyataan dan kiasan-kiasan umum dan dengan menunjukkan bahwa ada tiga pribadi ke-Allahan yang diakui sebagai Allah. Pernyataan dan Kiasan Umum (tampak tiga pribadi Allah Tritunggal ditampilkan bersama pada saat Yesus dibaptis, Roh Kudus turun ke atas-Nya dan suara Allah Bapa terdengar dari sorga serta menyatakan Yesus sebagai Anak yang dikasihi-Nya, Matius 3:16-17), Yesus berdoa agar Bapa mengutus seorang Penolong yang lain (Yohanes 14:16, 17, 26 yaitu Roh Kudus). Ketiga pribadi dalam Tritunggal itu bergabung bersama-sama dalam melaksanakan pekerjaan Mereka (I Kor 12:4-6, Efesus 1:3-14, I Pet 1:2, 3:18 dan Wahyu 1:4-5). Lagipula, doa berkat rasuli mempersatukan ketiga oknum tritunggal itu (II Korintus 13:13).

Bapa dikenal sebagai Allah (Yoh 6:27, Roma 1:7, Galatia 1:1). Semua Bidat tidak meragukan hal ini, apalagi mereka yang berpegang hanya kepada PL.
Anak dikenal sebagai Allah (Matius 16:15, 22:42, Yoh 1:15, 17:5,24, Kolose 1:15, Yohanes 1:1 bandingkan dengan I Yohanes 1:1), Mikha 5:1, Yesaya 9:5-6, Ibrani 1:11-12, 13:8, Yohanes 5:26, 1:4, 3:13, Matius 18:20,28:20, Efesus 1:23, Yohanes 16:30, 21:17, Kolose 2:3, Yohanes 2:24-25, Yohanes 4:29, Lukas 6:8, 11:17, Matius 16:21, Yohanes 12:33, 13:1, 6:70-71, Matius 24:25, 11:27 Yesus mengenal Bapa dengan sangat akrab dan tak seorang pun yang dapat mengenal Bapa seperti itu.

Memang harus diakui bahwa ada pernyataan Yesus yang seakan-akan menujukkan bahwa Ia tidak mahatahu. Yesus tidak mengetahui saat ia akan datang untuk kedua kalinya (Markus 13:32); Ia merasa heran atas ketidakpercayaan orang Israel (Markus 6:6), dan tercata pula Ia mendekati sebatang pohon ara dengan harapan untuk mendapatkan buah ara pada pohon itu (Markus 11:13). Sekalipun demikian, haruslah diingat bahwa pada masa Yesus merendahkan diri-Nya, Yesus tidak memakai sifat-sifat ilahi-Nya sekehendak hati-Nya, Allah Bapa tidak mengizinkan-Nya memakai kemahatahuan-Nya dalam kasus-kasus tersebut. Pastilah, sekarang Yesus tahu saat kedatangan-Nya untuk kedua kalinya.

Roh Kudus adalah Allah, Yohanes 14:26, 16:13-14 kata ganti DIA dalam bentuk maskulin untuk Roh Kudus, Yoh 14:16,26, 15:26, 16:17, Roh Kudus memiliki tiga unsur utama kepribadian: Akal (I Kor 2:11), Perasaan (Roma 8:27; 15:30) dan Kehendak (I Kor 12:11)

2. Percaya satu-satunya JURUSELAMAT yaitu Yesus Kristus
Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat Dunia (Kisah Para Rasul 4:12).

Yesaya 43:11 Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
Kisah Para Rasul  5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. 13:23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

Lukas  2:11, Yohanes  4:42 … bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

Filipi  3:20 …Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

II Timotius  1:10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.

Titus  1:3 dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita. 1:4 …dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau. 2:13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 3:6 Yesus Kristus, Juruselamat kita,

II Petrus  1:1 Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
2:20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

I Yohanes  4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

Yudas  1:25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

3. Menerima satu-satunya KESELAMATAN
Keselamatan hanya karena Anugerah Allah semata (Sola Gracia) yang kita terima melalui Yesus Kristus (Sola Christos) dan kita ketahui dari kitab Suci Alkitab (Sola Scriptura) dan kita terima dengan iman (Sola Fide).

4. Percaya satu-satunya KITAB SUCI yaitu ALKITAB
Alkitab yang terdiri dari 66 buku/kitab (39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru) adalah Firman Allah yang Tertulis yang ditulis oleh para penulis yang diilhami oleh Roh Kudus memanifestasikan Tujuh Keajaiban Firman Allah yaitu:

1. Keajaiban formasinya

Bagaimana Kitab Suci berkembang dari kelima kitab pertama yang ditulis oleh Musa sampai menjadi 39 kitab Perjanjian Lama (PL), dan kemudian bertambah dengan 27 kitab Perjanjian Baru (PB) pada abad pertama dari era kehidupan kita, merupakan salah satu misteri terbesar dari segala zaman.

2. Keajaiban kesatuannya

Alkitab adalah suatu perpustakaan komplit yang terdiri dari 66 kitab dan ditulis oleh 44 penulis yang berbeda dalam jangka waktu 16 abad. Penulis-penulisnya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda-termasuk beberapa raja Israel, pejuang, gembala, penyair, tabib dan nelayan. Namun Alkitab adalah buku yang paling menyatu di dunia, berisi suatu pewahyuan yang secara progresif menyampaikan pesan-pesan dari Allah tanpa sedikit pun saling kontradiksi.

3. Keajaiban usianya

Alkitab dapat dipastikan merupakan kitab yang paling tua di dunia, diawali dengan ke-5 buku pertama yang ditulis oleh Musa 35 abad yang lalu. Tulisan purbakala lain apalagi yang dibaca setiap hari oleh ratusan juta manusia yang mendapatkan jawaban bagi berbagai urusan dan masalah yang sedang mereka hadapi?

4. Keajaiban penjualannya

Walaupun Alkitab adalah buku tertua dan terpopuler di dunia, kelarisannya dari tahun ke tahun merupakan suatu fakta yang paling mengherankan di bidang penerbitan buku. Para sarjana memperkirakan bahwa lebih dari 2 miliar Alkitab telah diterbitkan di seluruh dunia. Pada tahun 1976, the American Bible Society (ABS) telah mencetak Alkitab mereka yang ke-2 miliar, lalu menghadiahkannya kepada Presiden Ford. Walaupun jumlah Alkitab yang ada di seluruh dunia luar biasa banyaknya, Alkitab lebih laris dari buku apa pun juga. Beberapa ratus juta terjual stiap tahun di seluruh dunia.

5. Keajaiban popularitasnya

Walaupun Alkitab ditulis lebih dari 2000 tahun lalu oleh penduduk purba Timur Tengah dalam suatu bentuk literatur yang bersifat ketimuran, Alkitab tetap merupakan buku yang paling menarik dan membangkitkan minat di dunia. Setiap tahun Alkitab dibaca oleh lebih dari 1 miliar orang dewasa dan anak-anak dari segala bangsa dan klasifikasi manusia di atas planet ini.

6. Keajaiban bahasanya

Kitab Suci ditulis dalam 3 bahasa: Ibrani, Aram dan Yunani oleh 44 penulis. Kebanyakan dari penulis ini tidak pernah mengecap pendidikan tinggi secara formal. Mereka juga tidak saling mengenal. Namun orang-orang paling bijak dari segala zaman mengakui Alkitab sebagai hasil karya literatur yang terbesar di dunia.

7. Keajaiban pemeliharaannya

Tidak ada buku lain dalam sejarah yang demikian ditentang, dibenci, dianiaya dan juga dibakar. Akan tetapi, walaupun telah ditentang selama ribuan tahun, Alkitab tidak hanya berhasil mempertahankan eksistensinya, Alkitab berkemenangan atas semua kaisar, raja dan diktator yang berusaha untuk membungkam berita keselamatan melalui darah Yesus Kristus.

(Tabloid Gloria, Minggu IV dan V Januari 2008)

Dede Wijaya,

Sumber Pustaka:
Catatan Khotbah Mingguan Penulis

Teologi Sistematika, Henry Clarence Thiessen, Malang: Gandum Mas

Teologi Dasar 1, Charles C Ryrie, Jogjakarta: PBMR ANDI.

Pesona Alkitab, Dede Wijaya, PBMR ANDI, 2007.

Next Page »