DENGAN TULISAN MEWARNAI DUNIA DAN MENGUBAH DUNIA

Fundamental, Baptist, Independent, Dispensasi, Premilenium-Pretribulasi

95 DALIL ALKITABIAH

Filed under: DOKTRIN GEREJA — dedewijaya at 1:21 am on Friday, November 13, 2009  Tagged


1

Percaya bahwa Tuhan Tritunggal adalah Pencipta langit dan bumi beserta seluruh isinya dalam enam hari biasa/literal yang terdiri dari dua puluh empat jam (Kej.1 &2; Perhatikan Kel 20:9-11).

2

Percaya bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dan Tuhan menciptakan dua makhluk yang berkepribadian, diberi kemampuan berpikir, serta kehendak bebas, menurut Rupa dan Gambar Tuhan YHWH atau Jehovah yaitu Malaikat dan Manusia. Tuhan tidak ingin disembah oleh Robot melainkan oleh pribadi yang berkehendak bebas. Mereka bisa memilih menaati atau menentangNya. Jika dari hati mereka yang bebas timbul pilihan menaati Tuhan, itulah kenikmatan bagi Sang Pencipta.

3

Percaya bahwa Tuhan menempatkan Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan Baik-Jahat di Taman Eden sebagai simbol alternatif bagi mereka. Jika mereka mau bersikap positif terhadap Tuhan, mereka bisa mengekspresikan dengan memakan buah Pohon Kehidupan. Namun jika mereka memilih bersikap negatif terhadap Tuhan, mereka akan mengekspresikan dengan memakan buah Pohon Pengetahuan Baik-Jahat. Kehendak bebas yang diberikan Tuhan kepada para Malaikat dan Manusia adalah Ketetapan Tuhan dan tidak bisa diubah karena Tuhan tidak bisa menyangkal diriNya (II Tim 2:13). Sebagai pribadi, alias bukan robot, tentu memiliki resiko. Dan sekalipun ada resiko kita tetap lebih senang menjadi pribadi daripada diciptakan sebagai robot.

4

Percaya bahwa terjadi Kejatuhan Malaikat dan Manusia. Dalam hati 1/3 jumlah para Malaikat timbul niat jahat terhadap Tuhan, dan mereka ingin menghancurkan Tuhan. Tentu mereka akan dihukum dan sebelum penghukuman dijatuhkan, untuk membedakan mereka dari malaikat yang masih setia, para malaikat pemberontak diberi sebutan baru yaitu iblis. Mereka tahu ada makhluk lain yang berakal budi yaitu Manusia, yang bisa dihasut untuk memihak mereka. Hawa dihasut sehingga lebih percaya pada perkataan iblis daripada perkataan Tuhan, sehingga memakan buah Pengetahuan Baik-Jahat, sehingga timbul DOSA. Adam pun ikut berdosa dengan memakan buah tersebut. Inilah Momen Kejatuhan Manusia ke dalam DOSA. Mereka lebih percaya iblis daripada Tuhan

5

Percaya bahwa 1/3 malaikat pemberontak bersama Lucifer, yang disebut iblis, TIDAK DIAMPUNI DOSAnya karena setiap Malaikat itu berdosa dari dirinya sendiri, berdosa di Tempat Yang Maha Kudus/Sorga/Tahta Hadirat Tuhan. Juga karena Para Malaikat diciptakan sekaligus (Tanpa REGENERASI) berbeda dengan Manusia yang diciptakan tidak sekaligus (bersamaan dalam satu waktu) alias manusia lewat REGENERASI (kelahiran).

6

Percaya bahwa manusia diciptakan sesuai dengan Rupa dan Gambar Tuhan YHWH atau Jehovah (Kej 1:29; 5:1; 9:6), bukan hasil evolusi. Percaya bahwa setiap orang yang dilahirkan dari keturunan Adam dan Hawa telah menempati/mewarisi POSISI orang berdosa atau Natur (sifat hati) yang berdosa karena Adam dan Hawa telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan, (Rom.3:10,23).

7

Percaya bahwa Sebelum Adam dan Hawa tidak ada manusia yang diciptakan Tuhan (Pre-Adamic), Menolak Tegas adanya teori manusia Pra-Adam yang terdiri dari Tubuh dan Jiwa.

8

Percaya bahwa Manusia adalah suatu Pribadi ciptaan Allah yang diberi kemampuan berpikir, kesadaran diri, kehendak bebas, dan ketika jatuh dalam dosa, hanya kehilangan Kemuliaan Allah dan hubungan/komunikasi dengan pencipta. Manusia tetap mempunyai kehendak bebas. (Kej 3:22, 11:6)

9

Percaya bahwa Manusia berdosa tidak bisa masuk Surga, karena Surga adalah Tempat yang Maha Kudus. Manusia berdosa tidak bisa menghampiri Tuhan karena Tuhan adalah Pribadi yang Maha Kudus. Karena manusia lebih percaya perkataan iblis maka ia akan dihukumkan bersama-sama dengan iblis. Hukumannya ialah mati sebagaimana kata Tuhan bahwa jika mereka makan buah Pengetahuan Baik-Jahat, maka mereka akan mati.

10

Percaya bahwa jika Manusia ingin masuk Surga, maka DOSA manusia HARUS DISELESAIKAN.

11

Percaya bahwa HANYA ada satu cara untuk membereskan dosa yaitu dengan Penghukuman. Dosa tidak dapat dihapus atau tidak dapat diselesaikan dengan perbuatan baik, ritual ibadah dan berbagai kerajinan keagamaan atau usaha manusia. Jika manusia bisa menyelesaikan DOSA, maka itu berarti manusia akan masuk Surga oleh JASAnya. Usaha manusia tidak mungkin menyelesaikan DOSA manusia. Alkitab mengajarkan bahwa DOSA hanya dapat diselesaikan dengan PENGHUKUMAN. Roma 6:23 “Upah DOSA adalah MAUT.” Inilah INTI PERBEDAAN antara Kekristenan dengan semua agama di muka bumi. Hampir semua agama mengajarkan cara Penyelesaian Dosa yang intinya adalah usaha manusia. Namun Alkitab mengajarkan bahwa DOSA diselesaikan dengan penghukuman. Ini sesuai dengan sifat Tuhan yang MAHA ADIL dan MAHA KUDUS, yang harus menghukum DOSA.

12

Percaya bahwa Tuhan begitu Mengasihi Manusia karena Tuhan Maha KASIH, dan dosa hanya dapat diselesaikan dengan PENGHUKUMAN, berarti manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya. Untuk itu Tuhan berjanji akan mengirim JURUSELAMAT, yang lahir dari seorang Dara/perawan yang akan sanggup menghancurkan kepala ular (penyataan simbolik: mengalahkan iblis)

13

Percaya bahwa Hanya ada SATU CARA untuk Menyelamatkan manusia dari PENGHUKUMAN, yaitu dengan mengirim JURUSELAMAT yang akan dihukumkan sebagai pengganti manusia berdosa, tegasnya DOSA hanya dapat diselesaikan melalui PENGHUKUMAN (II Kor.4:23, Rom.6:23).

14

Percaya bahwa Manusia yang berdosa mampu merespon terhadap berita Injil, sehingga Aktivitas penginjilan adalah KEHARUSAN. Mati secara rohani bukanlah mati seperti mayat yg tidak bisa merespon berita Injil. (Kis 2:37, 8:36-37)

15

Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang diperanakkan oleh Roh Kudus, lahir dari anak Dara/Perawan Maria (Mat 1:23). Yesus Kristus adalah Tuhan sejati dan manusia Sejati, Satu Pribadi (One Person) dengan dua sifat/natur: Ilahi dan Insani (Mat 1:18-20; Yoh 1:1,2,14). Percaya Yesus Kristus telah mati (mat 27:45-56; Mrk 15:33-41; Luk 23:44-49; Yoh 19;28-30; I Kor 15:3), diutus untuk menanggung dosa semua manusia (1 Yoh 2:2), tinggal dirahim bumi 3 hari 3 malam (Mat 12:40; Yun 1:17). Bangkit pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci (1 Kor 15:4-5), Naik ke Surga (Kis 1:6-9) dan Yesus akan datang Kembali (Maranatha) sebagai Hakim dan Raja.

16

Dosa manusia yang belum memiliki kesadaran diri (bayi), bahkan dosa Adam hingga dosa manusia terakhir telah ditanggung oleh Tuhan di kayu salib (Yoh.1:29, Ibr.2:9, I Yoh.2:2). Sehingga Bayi yg matiPASTI MASUK SURGA karenasudah ditebus oleh Darah Yesus. (2 Sam 12:23)

17

Percaya bahwa kepada manusia yang telah memiliki kesadaran diri dan melakukan dosa atas kesadaran diri diserukan untuk bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat untuk mendapatkan pengampunan dosa atau pengaplikasian anugerah keselamatan (Mat.4:17, Yoh.3:16, Ef.1:7, Kol.1:14). Keselamatan itu Anugerah/Kasih Karunia, melalui Iman kepada Yesus Kristus (Ef 2:8-10).

18

Percaya bahwa Setiap Manusia yang hidup pada masa sebelum Kelahiran Yesus, Diselamatkan karena Bertobat dan Percaya kepada JURUSELAMAT yang AKAN DATANG (Percaya janji Tuhan mengirim JURUSELAMAT) yang disimbolkan dengan Korban Sembelihan Hewan di Mezbah.

19

Percaya bahwa Setiap Manusia yang hidup setelah Kelahiran Yesus, Diselamatkan karena Bertobat dan Percaya kepada JURUSELAMAT yang SUDAH DATANG. Bertobat artinya mengakui diri berdosa dan telah menyesali dosa. Percaya bahwa diri anda yang seharusnya dihukumkan tetapi Sang Juruselamat TELAH dihukumkan menggantikan anda.

20

Percaya bahwa tidak ada jalan keselamatan lain selain Injil Yesus Kristus karena siapapun yang berada di luar Kristus akan menanggung hukuman atas dosa dirinya. Tidak ada satu manusia pun bisa masuk Surga tanpa percaya kepada Yesus Kristus dari Adam hingga manusia terakhir (Yoh.14:6, Ibr.8:6, I Tim.2:5).

21

Percaya bahwa setiap orang yang tidak pernah dengar Injil tetap akan masuk Neraka.

22

Percaya bahwa Injil yang murni adalah Injil yang tidak ditambahkan dengan percaya kepada Maria, upacara baptisan, kerajinan ibadah dan apa saja (Gal.1:8, 5:3-4). Dan tidak menekankan kesuksesan duniawi atau yang mengurangi aspek seruan bertobat (I Kor.15:19).

23

Percaya bahwa Iman yang Menyelamatkan ialah kita percaya bahwa YESUS KRISTUS telah DISALIBKAN untuk MENANGGUNG semua DOSA kita. Atau seseorang percaya dengan segenap hati bahwa Yesus telah MENGGANTIKANnya disalibkan dan kini ia sedang menggantikanNya hidup, Memahami kondisi diri sebagai orang berdosa yang tidak berdaya, yang akan masuk ke Neraka, serta menyesali dosa-dosanya, dan mengucap syukur atas kasih Yesus kristus yang rela dihukumkan menggantikannya. (Rm 10:9-10).

24

Percaya bahwa orang yang telah diselamatkan tidak akan kehilangan keselamatannya karena terjatuh ke dalam dosa. Tetapi yang bersangkutan harus tetap tinggal di dalam kasih karunia Yesus Kristus atau tetap Beriman sampai Mati dan tidak menyangkal Tuhan (Rom.11:22, I Kor.15:2, II Kor.6:6, II Tim.2:12, Yak.5:19, I Yoh.2:24,27, II Yoh 9).

25

Percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian, atau Kebangkitan orang mati atau Kebangkitan Tubuh untuk menuju kepada Kehidupan Kekal atau Kematian Kekal.

26

Percaya bahwa ada Surga bagi orang yang bertobat serta menerima Kristus sebagai Juruselamatnya, dan ada Neraka bagi orang yang menolak anugerah Allah. Percaya bahwa Surga, Neraka dan Kerajaan Seribu Tahun ADA dan Benar-benar NYATA

27

Percaya bahwa Alkitab adalah Otoritas Satu-satunya (Sole Authority) bagi Iman dan Praktek hidup orang Kristen. (II Tim 3:14-17, Mzm 119:105)

28

Percaya bahwa Alkitab, dari Kejadian 1:1 sampai Wahyu 22:21, adalah satu-satunya firman Allah yang tidak ada salah. Di luar Alkitab tidak ada firman Allah baik tertulis maupun lisan.

29

Percaya bahwa Alkitab bersifat kanon tertutup. Kitab Wahyu 22:21 adalah firman Allah yang terakhir. Sesudah Wahyu 22:21 dituliskan, maka Allah telah menghentikan proses pewahyuan dan juga menghentikan semua karunia yang berhubungan dengan pewahyuan (yaitu bahasa lidah/roh, nubuat, menafsirkan bahasa lidah, I Kor 13:8-10).

30

Percaya dalamdoktrin Alkitab yaitu Alkitab diwahyukan secara Verbal Plenary Inspiration (VPI) dan Dijaga tanpa salah sedikitpun atau Verbal Plenary Preservation (VPP). (Mzm 12:7, Mat 24:35, Mrk 13:31, Luk 21:33).

31

Percaya bahwa Alkitab adalah Absolut Innerancy dan Biblical Infallibility yaitu 66 Kitab Kanon yg terdiri dari 39 Kitab PL dan 27 Kitab PB adalah Kitab-kitab yang diseleksi oleh Roh Kudus melalui jemaat mula-mula.

32

Percaya bahwa gereja apapun yang memiliki/Mengajarkan Otoritas di Luar Alkitab atau Extra biblical Authority adalah Menambahi Firman Tuhan.

33

Percaya bahwa penafsiran Alkitab yang benar adalah literal-grammatikal-historikal. Penerapan cara penafsiran alegoris hanya kalau secara akal sehat cara literal-grammatikal tidak mungkin diterapkan.

34

Percaya bahwa 2 Kategori ajaran sesat: Keluar dari Alkitab dan Salah Menafsirkan Alkitab. Ini bisa terjadi juga ketika seseorang menambah atau mengurangi ajaran Alkitab. (Wahyu 22:18-19)

35

Percaya bahwa setiap orang percaya harus menggabungkan diri ke dalam salah satu gereja lokal untuk membentuk tubuh Kristus serta bertumbuh di dalam Kristus (Ef.4:11-16).

36

Percaya bahwa hanya ada 2 Tujuan Besar Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia yaitu Pertama, Untuk menyelamatkan manusia yang berdosa dan Kedua, setelah mereka diselamatkan, sambil menunggu kedatanganNya menjemput mereka, Ia mengharuskan mereka membentuk Jemaat/Gereja. Organisasi yang hanya menginjil namun tidak membentuk/mendirikan Jemaat, hanya melakukan separuh Perintah Tuhan. Dan orang Kristen yang Taat harus melakukan keseluruhan Perintah Tuhan.

37

Percaya bahwa pada masa Perjanjian Baru, Gereja Lokal adalah Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK). I Tim 3:15

38

Percaya bahwa gereja harus terpisah total dari negara dan pemerintah dan gereja tidak boleh terlibat politik praktis (Mat.22:21).

39

Percaya bahwa Orang Kristen sebagai Warga Negara boleh berpolitik, tetapi Gereja/Jemaat Lokal tidak boleh berpolitik, misal: gereja mengadakan acara politik seperti Doa Politik, dll.

40

Percaya bahwa manusia atau Negara yang menghukum orang atas dasar kepercayaannya adalah sama dengan melarangnya memercayai sesuatu yang diyakininya dan hal ini jelas melanggar HAM.

41

Percaya bahwa gereja yang benar adalahgereja yang bersifat lokal bukan yang bersifat universal/katolik/am (Ef.1:1), dan otonomi penuh, tidak tunduk kepada kuasa apapun bahkan kuasa alam maut (Mat.16:18).

42

Percaya bahwa tubuh Tuhan Yesus itu bukan seluruh kekristenan, melainkan tiap-tiap gereja lokal (Ef.1:23). Percaya bahwa Doktrin Gereja Lokal adalah Alkitabiah, sedangkan Doktrin Gereja Universal tidak Alkitabiah.

43

Percaya bahwa hubungan satu gereja lokal dengan gereja lokal lain bukan sebagai atasan dan bawahan (vertikal) melainkan sebagai sahabat dan saudara (horisontal).

44

Percaya bahwa Tuhan hanya mendirikan gereja lokal dan gereja lokallah yang mendirikan yayasan, sekolah dan berbagai sarana pemberitaan Injil. Parachurch yang alkitabiah adalah yang didirikan gereja lokal serta tunduk kepada gereja lokal(Mat.16:18).

45

Percaya bahwa Konsep Keluarga Alkitabiah adalah Suami mengasihi Istri dan Istri tunduk kepada Suami sama seperti Kristus mengasihi Jemaat dan Jemaat Tunduk kepada Kristus.

46

Percaya bahwa Tuhan telah menghentikan jabatan IMAM dan praktek keimamatan (pemberkatan oleh “pendeta“ pada akhir kebaktian, pemberkatan nikah, dll) untuk Gereja/Jemaat perjanjian Baru. Setiap orang Percaya adalah IMAM atas dirinya sendiri. Dan Yesus kristus adalah IMAM BESAR AGUNG yang menjadi perantara Allah dan Manusia berdosa. (1 Pet 2:9)

47

Percaya bahwa jabatan Nabi dan Rasul sudah tidak ada dan telah dihentikan sejak wahyu terakhir diberikan kepada Rasul Yohanes di Pulau Patmos, dan kini tinggal sebagai jabatan pengajar firman: Penginjil/Evangelis, Gembala=Gbl / Penatua= Pnt/ Penilik Jemaat=PJ (bukan Pendeta/Pandita), dan Pengajar/Guru Jemaat=GJ (1 Tim 3:1, Ef 4:11) serta sebagai jabatan pelayan jemaat/pelayan “meja”, Diaken=Dkn (bukan Majelis). (Kis 6:1-7; 1 Tim 3:8).

48

Percaya bahwa wanita tidak dipanggil untuk mengajar, berkhotbah dan memimpin laki-laki dewasa dalam Kebaktian Umum atau Pertemuan Jemaat (I Tim.2:12-13, I Kor.14:34,37). Wanita bisa menginjil, mengajar dan berkhotbah pada Persekutuan Pemuda, Remaja, Kaum Wanita/Ibu, dan Sekolah Minggu alias mengajar anak Playgroup sampai Mahasiswa dan pelayanan lain yang bukan di Kebaktian Umum. Prinsip ini seiring dengan sebagaimana istri harus tunduk kepada suami dan suami harus mengasihi istri (Ef.5:22-27, 1 Kor 11:10). Penundukan ini sebagai kesaksian bagi para malaikat karena mereka (perempuan menaati perintah Tuhan) seperti Gereja Tunduk kepada Kristus dan Kristus mengasihi JemaatNya. Dalam hal ini, yang kita bicarakan adalah masalah Gereja / masalah spiritual/rohani, dan tidak ada hubungannya dengan dunia sekuler atau pemerintah, Wanita boleh menjadi Presiden, Direktur, Menteri, dll.

Percaya bahwa apa yang ditulis oleh Paulus kepada gereja adalah wahyu Tuhan (perintah Tuhan), bukan budaya masa lalu. (I Kor 14:37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah PERINTAH Tuhan)

49

Percaya bahwa baptisan tidak menyelamatkan melainkan hanya salah satu upacara yang diperintahkan untuk dilaksanakan oleh gereja lokal. Dan baptisan yang benar adalah baptisan yang dilakukan terhadap orang yang sudah lahir baru (orang benar), dimasukkan ke dalam air (cara yang benar), dan oleh gereja yang benar (doktrinnya benar) (Mrk.16:16, Mat.28:19, Rom.6:3-4). Baptisan tidak diperuntukkan bagi bayi/anak kecil karena belum bisa mengaku percaya dengan kesadaran sendiri, juga baptisan bukan pengganti sunat dalam PL.

50

Percaya bahwa hanya ada dua upacara yang diperintahkan (Ordinansi, bukan Sakramen) untuk dilaksanakan oleh gereja lokal, yaitu upacara baptisan selam (Mat 3:16, Mrk 1:10, Yoh 3:23, Kis 8:36-39) dan upacara perjamuan Tuhan (bukan Perjamuan Kudus). Kedua-duanya tidak esensi untuk keselamatan melainkan hanya untuk mengingat akan kematian dan kebangkitan Tuhan yang menyelamatkan alias Simbolis/Peringatan(Mat.3:11, Mat 28:19, I Kor.11:23-26, Yoh 6:63).

Istilah ”Perjamuan Kudus” dapat menyebabkan orang Kristen bisa salah paham dalam memahami maknanya. Seperti sebagian orang Kristen percaya, jika kita mengikuti Perjamuan Kudus, maka kita akan menjadi Kudus. Ini Konsep Mistik. Demikian juga dengan istilah Sakramen.

51

Percaya bahwa Konsep Family Altar adalah Salah karena kita tidak lagi hidup dalam masa Keimamatan Ayah (zaman antara Adam sampai Taurat diturunkan)

52

Percaya bahwa Hukum Taurat sudah diGENAPkan bukan dibatalkan dan seluruh paket Ibadah Simbolik yang terkandung dalam hukum Taurat sudah selesai tugasnya.

Percaya bahwa Paket Ibadah Simbolik/Jasmaniah/Rituil (seperti nama Jehovah, aturan hari Sabat/Sabtu, makanan yang diHARAMkan, Penyakit Kusta yang menyimbolkan Kutukan, Ritual Ibadah di Bait Suci) semuanya telah selesai tugasnya, karena yang DISIMBOLKAN telah TIBA (Anak Domba Allah yaitu Yesus Kristus).

53

Percaya bahwa ibadah yang bersifat lahiriah dengan berbagai ritualnya telah digantikan dengan ibadah Hakekat dalam roh dan kebenaran. Tidak ada simbol lahiriah (tidak ada keterikatan pada postur tubuh, waktu maupun tempat) dalam ibadah selain keteraturan dan kesopanan (Yoh.4:23-24, I Kor.14:40).

54

Percaya bahwa Keimamatan Harun telah dihentikan dan kini setiap orang Percaya adalah IMAM, bahkan Imamat yang Rajani (1 Pet 2:9). Tidak boleh ada jabatan imam atau praktek keimamatan. Tidak boleh memberkati orang atau diberkati orang. Zaman Family Altar sudah selesai. Tidak boleh ada yang angkat tangan di akhir kebaktian untuk memberkati orang, karena itu adalah praktek keimamatan. Dan yang benar adalah Peneguhan Nikah bukan PEMBERKATAN Nikah. Gereja/Jemaat Lokal berfungsi sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran menggantikan posisi bangsa Israel.

55

Percaya bahwa segala syair lagu pujian harus ditujukan kepada Allah dan sesuai dengan kebenaran Alkitab. Segala musik yang terindah hanya bagi Tuhan. (Kol 3:16, Why 7:12, Mat 26:30). Jika Musik di Gereja anda tidak bisa dibedakan dengan Musik Dunia, maka ada 2 kemungkinan: Gereja semakin Duniawi atau Dunia semakin Rohani.

56

Percaya bahwa dalam Alkitab Tidak ditemukan Penumpangan Tangan untuk PEMBERKATAN dalam Perjanjian Baru. Penumpangan Tangan untuk Pengukuhan Jabatan (Gembala, Penginjil, Pengajar/Guru Jemaat dan Diaken) sebagai bentuk Restu/Approve atas nama Jemaat. (Kis 6:6, 13:3; 1 Tim 4:14, 2 Tim 1:6).

57

Percaya bahwa perpindahan anggota jemaat adalah cerminan kebebasan berpikir dan memutuskan.

58

Percaya bahwa Satu-satunya Alasan Alkitabiah yang berkenan kepada Tuhan untuk Pindah Gereja adalah Karena Mendapatkan Gereja yang Lebih Benar atau Lebih Alkitabiah. Tuhan akan sangat bahagia karena muridNya ternyata sangat cinta kebenaran.

59

Percaya bahwa Tidak boleh ada Satu orang pun yang belum lahir baru menjadi anggota gereja/jemaat Tuhan. Orang-orang yang belum Lahir Baru harus diInjili dengan sungguh-sungguh dan jika mereka betul-betul Lahir Baru, mereka baru boleh menjadi anggota Jemaat, karena Jemaat/Gereja adalah kumpulan Orang Percaya.

60

Percaya bahwa anggota jemaat harus menjalani kehidupan kekristenan yang memuliakan nama Tuhan, yang sopan, teratur, dan kudus (Ibr.12:14).

61

Percaya bahwa hari pengangkatan orang percaya (rapture) terjadi sebelum masa penganiayaan (pretribulation). Dan penampakan Kristus terjadi sebelum Kerajaan Seribu Tahun (Premillennium/Premilenialisme). Di Akhir Masa Kerajaan 1000 Tahun penduduknya dan orang-orang yang tidak percaya akan diadili. Setiap orang percaya akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, dan akan bersama Tuhan selamanya (Why 20, Rm 5:9, 1 Tes 1:10, 4:15-17, Yoh 14:1-3).

62

Percaya Prinsip Alkitab: Koin dengan Kedua Sisinya yaitu Tuhan Berdaulat 100% (sepenuhnya) dan Manusia Bertanggung Jawab 100% (sepenuhnya). Pengajaran yang terlalu menekankan pada salah satu aspek akan cenderung menyebabkan pengajaran menjadi ekstrim kanan (Calvinisme) maupun ekstrim kiri (Arminianisme).

63

Percaya bahwa sebuah gereja lokal harus dipimpin oleh Gembala–Laki-Laki atau Pria sesuai syarat Alkitab: Suami dari satu istri, seorang kepala keluarga yang baik, bukan peminum….dst (1 Tim 3:1-6, Tit 1:5-9)

64

Percaya bahwa seorang Diaken harus Laki-laki atau Pria yang sudah menikah, Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik, memiliki Iman yang Benar dan Moral yang Baik…dst, perhatikan juga syarat bagi istri seorang Diaken. (1 Tim 3:8-12)

65

Percaya bahwa Gereja Lokal dimanapun juga harus menjaga dirinya dan setia kepada ajaran Alkitab, dan harus memisahkan diri dari orang-orang yang tidak seasas atau sedoktrin (prinsip SEPARASI yang Jelas), harus memisahkan diri dari keduniawian, tidak kompromi dengan dunia, pengajaran/doktrin yang salah (Rm 16:17, Tit 3:10, II Tes 3:6, Mzm 97:10, 119:63, I Tim 4:16) karena Kristus menuntut gereja yang murni, tidak bercacat cela menjelang Maranatha sehingga menjadi mempelai wanita yang layak bagiNya (1 Kor 1:8, Ef 1:4, 2 Tim 2:15).

66

Percaya bahwa Tuhan Tritunggal: Bapa, Anak/Putra/Firman dan Roh Kudus. Ketiganya Esa. Sesuai dengan ajaran Alkitab (1 Yohanes 5:7-8, Mat 3:13-17; 28:19, Ul 6:4, 2 Kor 13:13)

67

Percaya Roh Kudus adalah oknum ketiga Tuhan Tritunggal, sama dan sederajat dalam sifat dan karakter dengan Bapa dan Anak/Putra. Roh Kudus diutus sebagai Penolong (Parakletos) disebut Roh Kebenaran (Yoh 14:16-17,26 ; 16:13), menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yoh 6:8-11), menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran, Mendiami/tetap tinggal di setiap hati orang yang Lahir Baru (Ef 1:13-14). Roh Kudus akan menghasilkan buahNya di dalam semua orang yang Percaya, dan yang dipimpin olehNya (Gal 5:22,23; Kol 1:10,12)

68

Percaya bahwa hamba Tuhan yang melayani, berhak mendapatkan “upah” atau kehidupan dari pelayanannya. Dan Jemaat harus mendukung hamba Tuhan dengan persembahan dan persepuluhan. Agar dia tidak mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga fokus dalam melayani Tuhan dan Jemaat (1 Kor 9:13-15; Mal 3:6-10, Kis 6:4).

69

Percaya bahwa Sistem Penggajian Gembala yang Alkitabiah adalah Gembala hanya boleh mengambil sebelas persepuluhan yang masuk atau sistem 11/10.

70

Percaya bahwa Gereja harus melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Ini adalah tanggung jawab Gereja Lokal, dan juga tanggung jawab setiap orang percaya, untuk memberitakan Injil Keselamatan yang MURNI kepada semua orang, sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab, tidak boleh kompromi dengan hal-hal duniawi di dalam memberitakan Injil. Percaya bahwa kuasa Roh Kudus akan memimpin dan menuntun kita untuk memenangkan jiwa bagi Kerajaan Allah (Mat 28:19-20).

71

Percaya bahwa Tuhan berkuasa melakukan mujizat, dan setiap orang bisa mengalami mujizat sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Luk 1:37). Apa yang terjadi secara supranatural harus sesuai dengan kehendakNya.

Tidak percaya jika ada seorang yang mengklaim dirinya memiliki kuasa untuk melakukan mujizat, lalu orang-orang mencari si “hamba Tuhan,” yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Hal ini tidak beda dengan Dukun.

72

Percaya bahwa nama Tuhan dalam Alkitab bukanlah Tuhan, TUHAN, ALLAH, Allah, Ilah, GOD, LORD, Lord, dll, namun nama Tuhan adalah YHWH/JHVH (Jehovah/Yahweh, huruf J bisa dibaca J atau Y, huruf V bisa dibaca V atau W) dan YESUS yang berarti YHWH Penyelamat (ingat ayat: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama YHWH!), Mat 21:9, 23:39, Mrk 11:9, Luk 13:35; 19:38; Yoh 12:13, Mat 1:21, Luk 1:31, Kej 2:4; 4:1, 26, Kel 3:15. Nama Tuhan yang baru dalam kitab Wahyu akan kita ketahui setelah Tuhan datang kembali (Wahyu 3:12).

73

Percaya bahwa Tuhan semua agama, TIDAK SAMA. Yesus semua agama TIDAK SAMA, sehingga setiap orang patut tahu Tuhan mana yg anda percayai dan Yesus mana yang anda Percayai.

74

Percaya bahwa Kesatuan yang Alkitabiah adalah yang Tidak Mengkompromikan KEBENARAN/DOKTRIN/PENGAJARAN. Gerakan Ekumene adalah tidak Alkitabiah.

75

Percaya bahwa Tidak ada satu orang pun yang BERHAK membaptis seseorang ke dalam Roh Kudus selain YESUS KRISTUS. “Pendeta” manapun yang mencoba membaptiskan seseorang ke dalam Roh Kudus adalah SESAT dan DURHAKA (merebut wewenang Yesus).

76

Percaya bahwa Alkitab tidak pernah mengajarkan tentang API PENYUCIAN, Doa untuk atau kepada orang yang telah mati, Maria sebagai Co-Redemption, Paus sebagai Wakil Kristus di bumi, Keselamatan karena Baptisan, Perbuatan Baik, Melakukan Sakramen, dll.

77

Percaya bahwa Alkitab memberikan kebebasan bagi setiap manusia untuk menikah atau tidak menikah. Gereja tidak boleh mengharuskan seseorang untuk tidak menikah (hidup selibat).

78

Percaya bahwa Pengajaran MISKIN adalah DOSA, SUNGGUH SESAT, yang Benar: Miskin bisa disebabkan karena dosa (misal: Kemalasan) dan sebaliknya Pengajaran KAYA adalah BERKAT, Sungguh Menyesatkan, karena ada orang Kaya yang mendapatkan kekayaan dengan Cara-cara berdosa, misal: Korupsi, ke dukun/roh2 gunung Kawi, menipu orang lain, dll. Gereja Alkitabiah adalah gereja yang tidak terlalu/selalu menekankan Sukses Materi, namun menekankan Kebenaran Pengajaran Alkitab. Hal-hal lain sesuai janji Tuhan akan ditambahkan (kekayaan, jabatan, dll) alias bukan esensi utama namun hanya Alat/Sarana untuk Memuliakan Tuhan dan Menjadi Berkat bagi sesama. Mat 6:33, I Tim 6:10

79

Percaya bahwa TIDAK setiap/semua Doa PASTI dikabulkan Tuhan sama seperti kita percaya bahwa tidak semua (Penyakit) orang disembuhkan Tuhan.

80

Tidak Percaya bahwa Alkitab mengajarkan DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS EKKLESIAM). Pengajaran Cyprian (AD 200-258) ini yang tercatat sebagai orang yang mempromosikan konsep keselamatan oleh Gereja. Ia menasehatkan agar semua gereja menggabungkan diri ke dalam Gereja Universal (KATOLIK) dengan Slogannya yang terkenal DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS EKKLESIAM). Sejak saat itu dimulai suatu gerakan untuk menggiring semua gereja otonom (independen) ke dalam Gereja Roma Katolik dengan indoktrinasi bahwa TIDAK ADA KESELAMATAN DI LUAR GEREJA ROMA KATOLIK.

Tidak cukup dengan itu akhirnya disusunlah Pengakuan Iman Rasuli yang salah satu pointnya Gereja yang Kudus dan Katolik (Am, Universal). Ini Pengajaran yang MENYESATKAN dan TIDAK ALKITABIAH. Satu Kesalahan Fatal Pengakuan Iman Rasuli adalah adanya pernyataan bahwa GEREJA itu HARUS KATOLIK.**

81

Percaya bahwa Hal yang tidak direformasi oleh dan menjadi Kesalahan Terbesar Bapak-Bapak Reformator adalah tidak mereformasi Doktrin Gereja (Ekklesiologi), karena fokus mereka waktu itu pada Doktrin Keselamatan.

82

Percaya bahwa pengajaran berlebihan tentang Arti dan Fungsi Minyak Urapan dapat mengarah kepada Sekte/Bidat baru.

83

Percaya bahwa istilah yang benar adalah Peneguhan Nikah, bukan pemberkatan nikah. Istilah “Pemberkatan Nikah” dipakai Gereja Roma Katolik karena mereka menempatkan pernikahan sebagai salah satu sakramen (upacara kudus) gereja. Gereja Alkitabiah hanya mengenal dua ordinansi (Upacara yg diperintahkan) yaitu Baptisan Selam dan Perjamuan Tuhan. Dalam Gereja Alkitabiah tidak ada jabatan imam yg berwenang memberkati, itulah sebabnya tidak dibenarkan memakai istilah Pemberkatan Nikah. Upacara yg dilakukan gereja alkitabiah dalam hal pernikahan ialah mengukuhkan atau meneguhkan pernikahan 2 anggota jemaatnya di hadapan Tuhan dan di hadapan sidang jemaatNya serta berdoa memohonkan kasih karunia Tuhan untuk kehidupan rumah tangga mereka. Berkat Tuhan bagi mereka selanjutnya tentu bergantung pada sikap hati mereka kepada Tuhan, bukan pada penumpangan tangan dari imam atau pendeta yang melakukan praktek keimamatan.

84

Percaya Kelahiran Yesus bukanlah tanggal 25 Desember adalah ALKITABIAH.

85

Percaya bahwa Yesus disalibkan dan mati hari Rabu Petang dan Bangkit Hari Sabtu Petang/Minggu, sesuai dengan 3 Hari 3 Malam, 3 x 24 jam=72 jam, adalah ALKITABIAH. Yesus disalibkan dan mati hari Jumat adalah TIDAK ALKITABIAH dan hanya menurut Tradisi secara umum.

86

Penginjilan kepada orang yang sudah mati (Penginjilan Alam Roh) adalah MENYESATKAN dan Tidak ALKITABIAH.

87

Percaya bahwa orang yang telah mati tidak perlu didoakan, kepercayaan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal (Doa untuk Arwah) adalah Tidak Alkitabiah. Doa yang benar untuk anggota keluarga almarhum yang masih Hidup.

88

Percaya bahwa orang Kristen yang mati harus dikuburkan atau dikembalikan ke tanah, dan bukan diKREMASI/dibakar. Firman Tuhan mengatakan demikian. (Pkh 12:7). Semua tokoh Alkitab dikuburkan dengan layak. Pembakaran identik dengan Penghukuman Tuhan atau tradisi Penyembahan Berhala dalam suku-suku bangsa.

89

Percaya bahwa Hukuman Mati adalah Alkitabiah yang dilakukan Pemerintah sebagai alat Tuhan.

90

Percaya bahwa Sikap menghakimi adalah Alkitabiah. Sifat penghakiman yang dilarang Tuhan adalah menghakimi dengan Kemunafikan, Menghakimi menurut ukuran manusia (Yoh 7:24, 8:15, Mat 7:1-5). Sifat penghakiman yang diperbolehkan adalah Penghakiman oleh Negara (Ul 16:18), Penghakiman oleh Jemaat Lokal/Gereja (Mat 18:15-17, I Kor 5:12, 6:2-3), Penghakiman terhadap Berbagai Pengajaran/Doktrin dengan Alkitab (Mat 24:4-5, II Tes 3:14, Gal 1:9, II Tim 4:2).

91

Percaya bahwa semua makanan adalah HALAL jika diterima dengan ucapan syukur dan doa. Tidak ada makanan yang haram lagi, karena paket ibadah Simbolik sudah berakhir (Mat 15:11, 19-20, I Tim 4:1-5, Mrk 7:19).

92

Percaya bahwa di Akhir Zaman ini, Iblis & Para Pengikutnya (Nabi Palsu, Guru Palsu, Mesias Palsu) semakin bekerja giat dan semakin aktif “Memberitakan Injil” Palsu untuk menyesatkan Sebanyak Mungkin Orang (Mat 24:4-5, I Kor 12:3, Gal 1:6-7).

93

Percaya bahwa AntiKristus akan mempersatukan politik, ekonomi, dan agama serta menguasainya (Wah.13:11-18). AntiKristus akan muncul dari Eropa Bersatu.

94

Percaya bahwa Iblis sedang giat bekerja untuk melakukan Penyatuan Gereja dan Penyatuan Agama menjadi One World Religion (Satu Agama Dunia) dibawah One World Government (Satu Pemerintah Dunia) yang akan dipimpin oleh AntiKristus.

95

Percaya PRINSIP DELAPAN/OKTA SOLA yaitu

-SOLA GRATIA (Hanya karena Anugerah/Kasih Karunia saja kita diselamatkan, Ef 2:8-10),

-SOLA FIDE (Hanya karena IMAN saja kita diselamatkan, 1 Petrus 1:9, Ef 28-9, Yud 1:3, Ibrani 3:14, II Tim 4:7, 2 Tim 3:15),

-SOLA SCRIPTURA (Hanya karena Kitab Suci/Alkitab saja 2 Tim 3:15),

-SOLA AUTOGRAPHA (Hanya karena Naskah Asli Alkitab saja-yg sudah musnah-TANPA SALAH sedikitpun),

-SOLA APOGRAPHA (Hanya Naskah Salinan MT-Masoretic Text untuk PL bahasa Ibrani dan TR-Textus Receptus untuk PB bahasa Yunani-Tanpa SALAH SEDIKITPUN),

-SOLA SIDO (Hanya Pujian/Musik yang Terindah bagi Tuhan), Rm 15:9, Mrk 14:26, Ef 5:19, Kol 3:16.

-SOLA/Solus CHRISTOS (Hanya lewat Tuhan Yesus Kristus kita diselamatkan) Kis 4:12, yang semuanya bermuara pada

-Solideo Gloria (Segala Kemuliaan HANYA bagi Tuhan). Rm 11:36, Mat 6:13

Keterangan:

** Tetapi hingga saat konsili di Nicea (tahun 325 AD) belum muncul pengakuan iman tertentu yang berlaku secara universal, yang tepat dengan kata-kata yang sama, dan diperintahkan oleh otoritas universal yang sama.

But until the time of the Council of Nicen there does not appear to have been any one particular creed which prevailed universally, in exactly the same words, and commended by the same universal authority (Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature, John McClintock & James Strong, Grand rapids: Baker book House, 1981, Vol II, p 559)

Kutipan tersebut membuktikan bahwa Pengakuan Iman ”Rasuli” (PIR) yang digembar-gemborkan oleh Gereja Roma Katolik dan dipungut Gereja Protestan, serta di-beo-kan oleh Gereja-gereja Injili sesungguhnya bukanlah Pengakuan Iman yang disampaikan oleh Para Rasul. Jelas sekali bahwa pada zaman Para Rasul belum dikenal istilah THE HOLY CATHOLIC CHURCH atau Gereja Yang Kudus dan Am (KATOLIK), yang terdapat dipengakuan iman tersebut. Bahkan pernyataan gereja Yang Kudus dan Am itu sangat mustahil karena gereja tidak mungkin Kudus jika ia bersifat KATOLIK. Gereja akan Kudus kalau bersifat OTONOM dan LOKAL serta Menerapkan Disiplin Gereja dengan Ketat.

——————————0000———————————————

Suatu Gereja bisa disebut Gereja yang Alkitabiah meski ada satu atau beberapa point berbeda, misal 68, karena tidak terlalu esensi.

Beberapa poin yang lain penulis masukkan untuk mencounter beberapa pengajaran gereja yang tidak Alkitabiah alias menyimpang.

File :: Dede Wijaya

AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

berbagai sumber:

Rahasia Ilahi dari Kekal Hingga Kekal, by Suhento Liauw, DRE, Th.D

www.graphe-ministry.org Pengakuan Iman GBIA Graphe

buku Pdt.Daniel Arianto, M.Th, Sbg Hamba Tuhan saya sudah memberitahu Saudara.

49 Kritik thd Gembala dan Gereja, Dede Wijaya

www.wayoflife.org (Ribuan Artikel) dikelola DR. David Cloud

Imamat Yang Rajani

Filed under: DOKTRIN GEREJA, DOKTRIN KESELAMATAN — dedewijaya at 8:56 am on Thursday, November 12, 2009

Kejatuhan Manusia

Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, manusia tidak layak menghampiri Allah yang mahakudus. Kekudusan Allah tidak memungkinkan manusia berdosa menghampiriNya, manusia tersebut akan mati oleh kedahsyatan kekudusan Allah (Hak.13:22). Oleh sebab itu Pribadi Yesus Kristuslah yang selalu menampakkan diri kepada manusia sejak kejatuhan manusia (Yoh.1:18).

Tidak ada cara lain bagi manusia agar bisa kembali memiliki persekutuan dengan Allah selain dosanya terselesaikan. Manusia berdosa sangat faham akan hal ini oleh sebab itu ada keputusasaan dan juga ada usaha penghapusan dosa. Tetapi usaha manusia tentusia-sia karena dosa hanya dapat diselesaikan melalui penghukuman (Rom.6:23).

Karena dosa hanya dapat diselesaikan melalui penghukuman, maka rencana Allah menyelamatkan manusia ialah dengan mengirim Juruselamat untuk menanggung hukuman yang harus dijatuhkan oleh Allah yang mahasuci dan mahaadil. Allah yang mahasuci tidak bisa menolerir dosa, dan Allah yang mahaadil tidak bisa mengabaikan penghukuman atas dosa. Oleh sebab itu direncanakan kedatangan Sang Juruselamat yang akan dihukumkan. Sang Juruselamat tersebut akan disebut orang yang diurapi (Mesias/Kristus).

Pembangunan Ibadah Simbolik

Sebelum kedatangan Sang Mesias atau orang yang diurapi, yang adalah Sang Juruselamat, Allah perintahkan manusia untuk melakukan ibadah simbolik sebagai sarana

pengingat pada Sang Juruselamat yang dijanjikan. Mereka harus menyembelih domba di atas mezbah untuk menyimbolkan Sang Juruselamat yang akan dihukumkan di atas kayu salib. Bahkan seluruh rangkaian ibadah simbolik, baik di dalam kemah suci yang dibangun oleh Musa maupun dalam Bait Allah yang dibangun oleh Salomo, seluruhnya merupakan ibadah simbolik yang tujuannya adalah untuk mengingatkanmanusia pada janji Allah yang akan mengirimJuruselamat untuk disembelih di atas kayu salib menanggung dosa seisi dunia.

Domba yang disembelih di atas mezbah tidak bisa menyelamatkan, ia hanya mengingatkan manusia pada Janji Allah untukmengirim Juruselamat, dan sekaligus menggambarkan cara penyelamatan Sang Juruselamat, yaitu dengan dihukumkan untuk menanggung dosa. Adam dan Hawa pernah tidak percaya pada perkataan (firman) Allah, dan jika mereka ingin diselamatkan mereka harus percaya pada janji Allah untuk mengirim Juruselamat. Mereka harus percaya bahwa Juruselamat mereka akan datang untuk menanggung dosa mereka. Dan bukti mereka sungguh-sungguh percaya adalah melalui kesetiaan mereka melakukan ibadah simbolik yang diperintahkan, yaitu menyembelih seekor domba di atas mezbah.

Tentu mereka bukan beriman kepada domba yang disembelih tetapi iman kepada Sang Juruselamat yang disimbolkan oleh domba yang disembelih. Jadi Adam dan semua orang yang hidup sebelum penyaliban Kristus akan masuk Sorga hanya melalui bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang akan datang yang akan dihukumkan untuk menggantikan mereka menanggung dosa. Jadi mereka diselamatkan melalui beriman kepada Juruselamat yang akan datang. Dan kita yang hidup sesudah penyaliban Kristus akan diselamatkan melalui beriman kepada Sang Juruselamat yang sudah datang. Tidak ada satu orang pun bisa masuk Sorga tanpa melalui Sang Juruselamat yang disalibkan, yaitu Yesus Kristus (Yoh.14:6).

Masa Keimamatan Ayah

Agar janji Allah untuk mengirim Juruselamat bisa diimani oleh anak-cucu Adam, maka Allah menetapkan ayah sebagai penanggung jawab atau dengan istilah Rasul Paulus “Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran” (TPDK). Artinya setiap ayah yang ingin anak-anaknya diselamatkan harus memperkenalkan kabar baik (Injil) bahwa Allah berjanji mengirim Juruselamat untuk menggantikan mereka menanggung dosa mereka.

Hal ini tidak memerlukan penjelasan yang rumit-rumit, cukup memberitahukan mereka bahwa kita adalah manusia berdosa yang akan binasa kecuali dosa kita diselesaikan. Dan tidak ada cara penyelesaian dosa selain dijatuhkan hukuman. Dan Allah berjanji akan kirim Juruselamat untuk menanggung dosakita, seperti domba yang kita sembelih ini. Kitaharus percaya pada janji Allah itu. Semua dosa kita akan dihitung selesai jika kita percaya pada janjiNya. Oleh sebab itu mari kita lakukan ibadah simbolik ini dengan setia supaya anak-anak kalian juga tetap diingatkan dan bisa diselamatkan. Hanya inilah yang perlu dilakukan seorang ayah di masa Perjanjian Lama, yaitu mengajar anak-anaknya untuk beriman kepada Sang Juruselamat yang akan datang sambil menantikan kedatanganNya, siapa tahu Ia akan datang pada generasi mereka.

Ayub adalah orang yang hidup pada masa sebelum hukum Taurat diturunkan. Itulah sebabnya kita membaca bahwa ia melakukan ibadah simbolik bagi anak-anaknya. Ia bertindak sebagai TPDK dan imam bagi anak-anaknya. Ayub adalah ayah yang baik yang dengan setia menjadi perantara antara Allah dan anak-anaknya. Tentu ada banyak ayah yang tidak baik yang menyebabkan anak-anak mereka melupakan ibadah simbolik yang diperintahkan Allah.

Munculnya generasi baru yang semakin jauh dari Tuhan dan melupakan ibadah simbolik yang diperintahkan Tuhan adalah akibat dari fungsi ayah sebagai TPDK dan imam yang buruk. Setelah melalui perjalanan waktu yang panjang, terbentuklah imam-imam yang keimamatannya melampaui isirumahnya seperti mertua Yusuf di Mesir dan mertua Musa di Midian.

Masa Keimamatan Harun

Setelah manusia tersebar ke berbagai penjuru bumi oleh peristiwa Babel, Allah berencana membangun satu bangsa sebagai TPDK untuk menggantikan posisi ayah, karena sudah terlalu banyak ayah yang tidak percaya kepada janji Allah dan tentu telah sengaja melupakan janji Allah untuk mengirim Juruselamat. Allah memilih seorang yang bernama Abram dan memerintahkannyakeluar dari keluarga dan lingkungannya agar perintah Allah kelak tidak akan terkontaminasi kebudayaan dan penyembahan mereka.

Namanya diganti menjadi Abraham dan melaluinya Allah akan menghadirkan sebuah bangsa yang berfungsi untuk menerangi atau mengingatkan bangsa-bangsa lain tentang janji Allah mengirim Juruselamat. Tentu Sang Juruselamat nanti akan dilahirkan dari keturunannya, oleh sebab itu dijanjikan kepada Abraham bahwa semua bangsa di muka bumi akan mendapat berkat dari keturunannya (Kej.12:3, 22:18).

Selama sekitar empat ratus tahun bangsa yang lahir dari Abraham ini diperbudak di Mesir hingga kedurhakaan bangsa Amori lengkap, dan mereka dituntun keluar dari Mesir. Di gunung Sinai bangsa Israel atauIbrani diresmikan sebagai TPDK dan Harun beserta keturunannya diangkat sebagai imam. Berarti mulai saat itu masa keimamatan ayah dihentikan dan digantikan dengan masa keimamatan Harun beserta keturunannya. Adalah sangat salah jika ada kelompok kekristenan yang berusaha melestarikan keimamatan ayah dengan mempromosikan istilah family-altar. Jabatan keimamatan ayah telah dihentikan dan telah digantikan dengan keimamatan Harun bersamaan dengan diturunkannya hukum Taurat.

Masa Keimamatan Setiap Orang Percaya

Tugas bangsa Israel sebagai TPDK dan keturunan Harun sebagai imam berlangsung sampai kapan? Dari Injil Lukas 16:16 dan Matius 11:13 kita dapatkan bahwa masa waktu fungsi mereka adalah sampai tampilnya Yohanes Pembaptis. Mengapa? Jawabannya adalah sejak Yohanes Pembaptis tampil dan menunjuk kepada Yesus yang adalah Mesias, maka tergenapilah seluruh hukum Taurat dan kitab para Nabi dengan semua rangkaian ibadah simbolik yang diperintahkan untuk menggambarkanNya.

Teman kita yang di gereja Advent tidak sanggup membedakan antara membatalkan dengan menggenapi. Ingat, Tuhan Yesus tidak pernah membatalkan satu titik pun dari hukum Taurat dan kita pun tidak boleh melakukannya. Tetapi Alkitab mencatat bahwa Yesus Kristus telah menggenapi seluruh hukum Taurat dan seluruh ibadah simbolik yang terkandung di dalamnya (Kis.3:11-26).

Sejak Yohanes Pembaptis berseru, “lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia,” maka berarti Sang Hakekat telah tiba untuk menggenapi ibadah simbolik yang bertujuan mengingatnya. Ingat, tujuan diadakannya ibadah simbolik itu adalah untuk mengingatkan manusia akan janji Allah untuk kirim Juruselamat. Oleh sebab itu ketika Juruselamatnya tiba, maka selesailah tugas seluruh rangkaian ibadah simbolik yang diperintahkan untuk mengingatnya.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian ibadah simbolik, maka berakhir pulalah jabatan keimamatan Harun serta keturunannya. Semua orang yang bertobat dan percaya kepada Sang Juruselamat langsung menerima Roh Kudus, dan diangkat menjadi anak-anak Allah. Tentu anak-anak Allah tidak memerlukan imam yang menjadi perantara antara Allahdan manusia. Namun sulit bahkan bagi Tuhan sendiri untuk menghentikan sistem ibadah simbolik yang sedang berlangsung di dalam Bait Allah. Ketika Tuhan berusaha merubah konsep mereka tentang hari Sabat, ia menghadapi tantangan yang sangat besar. Salah satu tuduhan mereka untuk menghukum mati dia adalah tindakannya terhadap hari Sabat serta keinginanNya untuk merobohkan Bait Allah, walau ucapan itu sebenarnya bersifat simbolik dari tubuh jasmaninya.

Makanan yang diharamkan pada masa ibadah simbolik telah dinyatakan halal oleh Tuhan (Mat.15:12-17). Seluruh paket ibadah simbolik telah digenapi, bukan dibatalkan, sekali lagi DIGENAPI. Jabatan keimamatan Harun telah dihentikan, dan digantikan oleh setiap orang percaya yang telah dimeteraikanoleh Roh Kudus bahkan didiami oleh RohKudus.

Keimamatan orang percaya PB bahkan adalah keimamatan yang sifatnya rajani, artinya selain sebagai imam, juga yang akan turut memerintah bersama Tuhan sebagai raja (IPet.2:9). Bahkan dalam kitab Wahyu dikatakan kita dibuatnya menjadi imam dan raja (Wah.1:6, 5:10).

Pada saat kematian Yesus Kristus, tirai di Bait Allah yang memisahkan ruang mahakudus dari ruang kudus telah terbelah dua, yang artinya tidak ada lagi pemisahan antara orang percaya yang menjadi anak-anak Allah dengan Allah yang adalah Bapa sehingga tidak memerlukan lagi jasa keimamatan.

Membangun Kembali Tirai Yang Dirobek Tuhan

Pembaca yang budiman, penulis sama sekali tidak bermaksud bermusuhan dengan siapapun. Namun jika karena cinta akan kebenaran, ada yang menanggapi tulisan penulis dari segi negatif, maka penulis tidak akan mundur sedikit pun. Itu adalah resiko yang telah Tuhan nubuatkan atas orang yangdengan berani mengungkapkan kebenaran tanpa kompromi (Luk.21:17).

Hampir semua agama yang didirikan iblis, termasuk berbagai penyembahan mistik, biasanya memiliki posisi imam. Mereka memang tidak mengikuti perkembangan pengangkatan keimamatan yang dilakukan Allah. Iblis tidak akan mengakui keimamatan Yesus Kristus dan keimamatan orang percaya. Lagi pula iblis berkepentingan mengacaukan konsep hubungan manusia dengan Allah.

Gereja Roma Katolik mendirikan kembali jabatan keimamatan yang telah dihentikan Tuhan. Bahkan menyelenggarakan prosesi keimamatan dalam doa yang ditampung dulu oleh imam dan kemudian baru akan diteruskankepada Allah. Di masa Gereja Roma Katolik jaya, sebelum Reformasi, peran imamnya sangat besar dan sangat mempengaruhi kehidupan umatnya.

Kita tahu kemudian Martin Luther seorang pemberani yang sangat saya kagumi melancarkan protes terhadap Gereja Roma Katolik, yang dinilainya telah melakukan tindakan yang sangat menyimpang. Roma Katolik dengan imamnya menawarkan doa untuk melepaskan orang dari purgatory jika mereka menyumbang sejumlah dana dan akan diberi semacam sertifikat tanda menyumbang dan akan didoakan. Martin Luther menilai kegiatan itu sebagai tindakan menjual surat pengampunan dosa oleh imam-imam Roma Katolik.

Sayang sekali Martin Luther hanya melihat itu sebagai kesalahan pribadi Paus yang sedang menjabat, bukan kesalahan seluruh sistem Gereja Roma Katolik. Jadi, Luther tidak menentang sistem Gereja Roma Katolik melainkan hanya menentang kebijakan sang Paus yang sedang menjabat. Inilah yang telah membutakan mata rohani Luther dari melihat berbagai penyimpangan di dalam sistem Gereja Roma Katolik.

Protestan, Injili, Kharismatik Ngambang

Sekalipun tidak ada jabatan imam di dalam gereja-gereja Protestan, namun masih ada sisa dan konsep keimamatan. Mereka gagal memahami peralihan sistem ibadah ritual lahiriah ke sistem menyembah di dalam roh dan kebenaran. Sistem menyembah di dalam roh dan kebenaran sesungguhnya tidak lagi terikat pada waktu, tempat, dan postur tubuh.Di zaman PB alkitabiah kita menyembah dengan hati bukan dengan tubuh, itulah sebabnya tidak dibutuhkan sikap tubuh yang membungkuk atau berlutut, melainkan cukup sikap hati yang ditundukkan kepada Allah. Juga tidak dibatasi waktu karena kita menyembah dengan hati dalam seluruh waktu kita,bukan saat kita berkumpul di suatu tempat. Dan tidak dibatasi tempat itulah sebabnya tidak diperlukan tempat khusus untuk menyembah.

Jemaat PB alkitabiah berkumpul pada hari Minggu atau hari apapun bukan untuk acara sembah-menyembah melainkan untuk acara berjemaat. Kelihatannya Martin Luther kurang paham akan masalah ini sehingga di gereja-gereja Protestan dibangun Liturgi lengkap dengan doxologi, yaitu pemberkatan yang dilakukan oleh “pendeta” pada akhir kebaktian. Perhatikan! Itu adalah praktek keimamatan yang seharusnya telah diprotes oleh Martin Luther. Namun karena Luther hanya memfokuskan protesnya pada aspek keselamatan, maka ia kurang memperhatikan sistem berjemaat. Bahkan setelah waktu berjalan, tertanam konsep doa “pendeta” lebih manjur daripada doa anggota jemaat. Semua ini adalah efek samping dari tidak tuntasnya pemahaman tentang masalah keimamatan rajani yang diberikan Tuhan kepada setiap orang percaya zaman Perjanjian Baru. Perhatikanlah, dan coba pembaca mengidentifikasi praktek-praktek keimamatan dalam gereja-gerejaprotestan.

Kaum Injili, karena tanpa dasar dan tanpa pengertian telah ikut-ikutan melaksanakan praktek keimamatan dalam acara berjemaat.Belasan tahun lalu ketika penulis diundang berkhotbah di sebuah gereja Injili, ketika hampir mulai kebaktian, penulis diminta untuk bertindak sebagai imam. Tentu tidak dikatakan sebagai imam, tetapi tepat berposisi sebagai imam. Pada acara poin ke-5 penulis diminta maju ke mimbar untuk memimpin pengakuan dosa. Dan acara poin ke-6 nyanyi bersama, kemudian poin ke-7 penulis diminta maju ke mimbar lagi untuk mengumumkan dosa telah diampuni. Coba pembaca tenangkan diri, dan renungkan. Apakah ini bukan praktek keimamatan? Gereja tersebut menjadikan acara kebaktiannya semacam acara ibadah di Bait Allah, dan “pendeta” bertugas sebagai imam bagi jemaat yang hadir. Dan acara kemudian ditutup dengan doa berkat, dan ini adalah praktek keimamatan yang tidak boleh lagi sejak kedatangan Kristus ke dunia.

Dengan menyebut acara pertemuan jemaat sebagai acara ibadah sudah cukup mengacaukan konsep. Ingat, ibadah di dalam roh dankebenaran itu ibadah yang tidak dibatasi postur tubuh, waktu dan tempat. Ibadah kita yang sesungguhnya berlangsung dalam seluruh waktu kita bukan hanya berlangsung pada saat kebaktian dimulai. Hari Minggu jam 09.00adalah acara pertemuan jemaat, atau kebaktian, bukan acara ibadah! Ibadah kita di zaman PB adalah sikap hati kita kepada Tuhan yang berlangsung dalam seluruh waktu hidup kita!

Penulis mengaku pernah melakukan kesalahan di masa lalu ketika penulis belum mengerti kebenaran dan memimpin jemaat yang salah, bagaikan orang buta menuntun orang buta. Bahkan penulis telah bertahun-tahun mengangkat tangan untuk melakukan pemberkatan. Namun itu masa lalu, tindakan yang penulis lakukan ketika belum mengerti kebenaran.

Di kalangan Kharismatik lebih banyak kekacauan konsep lagi. Mereka mendirikan family-altar tanpa mengerti bahwa zaman ayah sebagai imam itu antara Adam sampai Taurat diturunkan. Ketika keimamatan Harun ditegakkan maka family-altar menjadi aktivitas masa lalu. Dalam pertemuan jemaat mereka sering memimpin hadirin masuk ke hadirat Tuhan, masuk ke dalam penyembahan,angkat tangan untuk menyembah Tuhan.Semua itu terjadi sebagai akibat orang buta menuntun orang buta. Angkat tangan tentu tidak menjadi persoalan, namun menyuruh orang mengangkat tangan untuk menyembah sudah pasti akan menanamkan konsep penyembahan jasmaniah yaitu dengan tangan bukan dengan hati.

Kesimpulan Kita

Tuhan telah menghentikan jabatan imam dan praktek keimamatan untuk jemaat Perjanjian Baru. Keimamatan Harun dihentikan, dan Kristus telah menjadi Imam Besar menurut aturan Melkisedek bukan menurut aturan Harun, dan semua orang percaya diberi posisi anak-anak Allah, dan memiliki posisi imamat yang rajani. Tirai di Bait Allah telah terbelah ketika Yesus menghembuskan nafas terakhir sebagai manusia, artinya Ia langsung menjabat Imam Besar dan setiap orang yang percaya kepadaNya menjadi imam. Imam yang di Bait Allah yang menyalibkannya dipecat, bahkan Tuhan telah membiarkan Bait Allah dihancurkan.

Oleh sebab itu pembaca yang terkasih, marilah kita tinggalkan hal-hal yang menyedihkan hati Tuhan, hal-hal yang menentangNya. Tinggalkan praktek keimamatan di gereja anda, dan berlakulah dengan benar sesuai dengan Alkitab. Anda adalah imam bagi diri sendiri dan bagi orang-orang berdosa yang perlu anda bawa kepada Tuhan, jangan ada orang yang menjadi imam atas anda, bahkan keimamatan anda adalah keimamatan yangrajani.

Mungkin ada yang berkata, “ah… Dr. Liauw, hanya anda yang benar?” Saya telah katakan bahwa dulu pun saya pernah melakukan kesalahan, mempraktekkan keimamatan, namun kini setelah saya sadar, tak mungkin saya lakukan lagi. Bahkan dengan tulisan ini saya ingin menyampaikan kebenaran untuk menghindarkan anda terus melakukan kesalahan yang menyakitkan hati Tuhan. Harapan saya bukan saya sendiri yang benar, melainkan sebanyak mungkin orang menjadi benar. Benar menurut siapa? Bukan benar menurut saya, melainkan benar menurut Alkitab. Kalau anda kehilangan standar ukur, pasti anda tidak bisa tahu mana yang benar dan yang salah. Tunjukkanlah bahwa saya salah dengan Alkitab, maka saya akan sangat berterima kasih kepada anda. Ingat, ada jalan disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. ***

Tidak Ada Gereja Yang Sempurna,Itu Benar. Ada Gereja Yang Lebih Benar, Itu Benar.

Pedang Roh 54 Edisi LIV Tahun XIII Januari-Februari-Maret 2008

SEKALI SELAMAT, WALAUPUN BERUBAH IMAN AKAN TETAP SELAMAT?

Filed under: CALVINISME, DOKTRIN KESELAMATAN — dedewijaya at 8:44 am on Thursday, November 12, 2009  Tagged , , , ,

EFEK WABAH

Ternyata pernyataan Laurence Vance bahwa Calvinisme adalah wabah yang melanda kekristenan bukan suatu omong kosong. Saksi Jehovah sesat, ia segera diblokir di luar kekristenan dan diberi label khusus Saksi Jehovah. Mormon (yaitu Gereja Orang Kudus di Akhir Zaman=GOKAZ) yang didirikan oleh Joseph Smith juga tidak diijinkan memasuki kekristenan. Namun Calvinisme tidak diblokir melainkan dibiarkan mewabahi seluruh kekristenan.

Nyaris tidak ada denominasi kekristenanyang lolos dari terpaan wabah ini. Ketika Calvinisme muncul, hampir tidak ada kekristenan yang sanggup menahannya. Sebagian dari kehebatannya termasuk menggunakan kekerasan, merekrut para pangeran di Eropa sehingga memihak kepada pengajaran Calvinisme dan menganiaya kelompok lain yang mencoba-coba menentangnya.

Jacobus Arminius adalah seorang theolog Belanda yang hebat. Ia pun tersingkir ketika kelompok Calvinis merekrut pangeran Belanda. Arminius adalah salah satu penentang gigih Calvinisme, selanjutnya semua orang yang menentang, bahkan hanya sekedar menjalankan akal sehat untuk mempertanyakan pengajaran Calvinisme, langsung dicap Arminianis, padahal yang bersangkutan sama sekali belum pernah mendengar tentang nama Arminius. Dan pola ini diterapkan mulai dari Eropa hingga Amerika dan tentu tidak tertinggal juga Indonesia. Kalau tidak percaya, anda boleh coba-coba. Silakan bersikap kritis terhadap Calvinisme, maka para pembelanya akan langsung mencap anda Arminianis padahal anda belum membaca selembar pun tulisan Arminius.

Ana-Baptis yang seharusnya berhaluan theologi yang menjunjung tinggi hati nurani dan kehendak bebas manusia tidak luput dari wabah Calvinisme. C.H. Spurgeon, seorang Gembala Tabernacle Baptist Metropolitan London, tidak sanggup melepaskan diri dari pengaruh ragi Calvinisme dan mengumumkan bahwa dirinya adalah two point Calvinist maksudnya ia adalah orang yang percaya dua poin dari lima poin Calvinis yang disingkat dengan TULIP. Spurgeon tidak sanggup lepas dari poin pertama (TotalDepravity) yang mempercayai bahwa sejak kejatuhan manusia, maka manusia tidak sanggup memberi respon terhadap pemberitaan Injil, dan poin terakhir yaitu Perseverance of the Saint yang percayabahwa sekali selamat sekalipun pindah agama akan tetap selamat.

C.H. Spurgeon hanyalah salah satu dari begitu banyak pengkhotbah Baptis yang percaya two point Calvinism. Mereka tidak percaya pada poin kedua yaitu unconditional election, karena memang sangat-sangat tidak masuk akal. Terlebih para misionari Baptis yang sangat giat mengarungi laut dan mendaki daratan untuk memberitakan Injil. Tetapi yang sangat mengherankan ialah, jika percaya bahwa manusia perlu mendengarkan Injil untuk percaya agar bisa diselamatkan, maka tidak mungkin mereka dalam kondisi totaly deprave seperti yang digambarkan oleh John Calvin.

Cukup banyak pengkhotbah Baptis yang menolak poin pertama juga, namun mereka masih menyangkut pada poin nomor lima dari Calvinisme, yaitu Perseverance of the Saints yang percaya bahwa Allah pasti memelihara orang-orang yang telah dipilihNya. Pada prinsipnya dasar atau fondasi dari doktrin yang mengajarkan bahwa orang yang telah sekali diselamatkan maka selanjutnya apapun yang terjadi maka pasti akan selamat adalah bahwa Allah pasti menjaga atau memelihara orang-orang pilihanNya. Ini adalah poin terakhir dari seluruh rangkaian filsafat Calvinisme.

Untuk menjawab fakta tentang orang-orang yang menyangkali iman setelah mengalami himpitan, mereka dengan ringkasmenyimpulkanbahwa orang tersebut memang dari awalnya belum dilahirkan kembali, atau dengan terminologi Calvinisme-nya ialah orang-orang itu memang sejak semula bukan orang pilihan Allah.

MANUSIA ITU PRIBADI

Siapapun yang percaya bahwa manusia diciptakan sebagai pribadi yang berpikir, berperasaan, dan kehendak bebas, akan percaya bahwa itu adalah bagian dari hakekat kemanusiaan itu sendiri yang melekat pada manusia dari saat diciptakannya. Ketika seseorang menikah, ia harus sadar bahwa orang yang dinikahinya adalah seorang pribadi. Pasangannya bisa mengasihinya dan juga bisa membencinya, bisa bersikap baik kepadanya dan juga bisa bersikap buruk kepadanya. Demikian pula ketika seseorang melahirkan seorang anak, ia harus sadar bahwa yang dilahirkannya adalah seorang pribadi. Pribadi ini memiliki kehendak bebas yang akan mengasihinya dan tidak tertutup kemungkinan membenci bahkan memusuhinya. Tentu itu tidak terjadi padasaat anak itu masih bayi, melainkan setelah ia memiliki kemampuan untuk berdikari. Para pendukung Calvinisme tidak sanggup melihat manusia yang adalah pribadi (person), mereka melihat manusia sekedar robot yang tidak memiliki kehendak pribadi.

Dan perlu diketahui bahwa sejak Allah memutuskan menciptakan manusia yang demikian itu Ia tidak bisa merubahnya bukan karena Ia tidak mampu merubahnya melainkan Ia tidak bisa menyangkal diriNya (II Tim.2:13). Merubah sesuatu yang telah ditetapkanNya itu sama dengan menyangkali diriNya.

Allah pernah menunjukkan kedaulatanNya untuk merubah ciptaanNya.Ia pernah merubah Nebukadnezar sehingga raja agung itu menjadi lembu dan makan rumput (Dan.4:33). Tetapi jika Allah tidak mengembalikan hati manusia ke dalam dirinya, maka Nebukadnezar akan selamanya menjadi binatang. Jadi, jika Nebukadnezar diberi hati manusia, maka satu paket dengan hati manusianya itu ialah kebebasan berpikir dan kebebasan memutuskan segala sesuatu. Sesudah ia memiliki hati kemanusiaannya, selanjutnya kita hanya membaca bahwa ia mengakui keagungan Allah, walaupun tidak seterusnya beribadah kepadaNya. Itulah keputusan hati Nebukadnezar yang bebas.

Hati manusia yang berkehendak bebas itu adalah faktor utama dari kemanusiaan itu sendiri. Jika komponen ini ditiadakan, maka sesungguhnya sosok daging yang berdiri tegak itu bukan manusia lagi. Karena Allah yang memutuskan untuk menciptakan makhluk demikian (Kej.1:26) lengkap dengan konsekuensinya, maka Allah tidak merubahnya karena Ia tidak dapat menyangkal diriNya.

Itulah sebabnya mustahil Allah memilih seseorang untuk masuk Sorga tanpa persetujuan atau keinginannya. Jika Allah melakukan hal ini maka itu tindakan yang dapat dikatakan bahwa Allah memaksa orang masuk Sorga. Sama seperti seseorang yang menganggap Amerika tempat yang lebih nyaman dari Indonesia dan memaksa orang yang dikasihinya untuk pergi ke sana. Oleh pemerintahan duniawi tindakan demikian tentu bisa dikategorikan sebagai penculikan, sekalipun tujuannya adalah mau membawanya ke tempat yang lebih baik.

Mustahil Allah menculik orang ke Sorga dengan memilihnyadi dalam kekekalan tanpa mempertimbangkan keinginan yang bersangkutan. Allah sebagai pencipta manusia, adalah pihak yang paling menghargai hak asasi manusia, karena Dialah yang memberikan hak asasi kepada manusia.

SETELAH DISELAMATKAN

Seandainya apa yang diajarkan oleh John Calvin benar, maka satu paket dengan itu ialah apapun yang terjadi, orang yang telah terpilih pasti akan selamat. Jika orang itu tidak kita temukan di Sorga, maka harus ditarik kesimpulan bahwa dia sebenarnya tidak dipilih Allah. Mustahil akan ada orang yang dipilih Allah yang tidak berakhir di Sorga. Kalau ia benar-benar dipilih, maka kegagalannya berada di Sorga itu sama sekali bukan masalah pada dirinya melainkan pada Allah yang memilihnya.

Namun itu tidak benar! Kita sudah buktikan melalui ayat-ayat Alkitab bahwaorang masuk Sorga perlu percaya, dan sebelum percaya perlu mendengarkan Injil (Rom.10:10-13). C.H.Spurgeon tidak bisa menerima poin nomor dua hingga nomor empat dari filsafat Calvinisme, namun sikapnya yang bisa menerima poin satu dan lima, itu sangat aneh. Lebih aneh lagi dengan banyak pengkhotbah dari berbagai denominasi yang tersusupi calvinisme, yang tidak bisa percaya tentang unconditional election namun bisa ngotot bahwa sekali selamat apapun yang terjadi maka yang bersangkutan pasti akan selamat. Bahkan ada pengkhotbah yang mengagetkan penulis karena berani berkata sekalipun orang yang sudah lahir baru pindah ke agama lain, ia masih tetap akan selamat.

Sekalipun kebanyakan mereka menolak dihubung-hubungkan dengan Calvinisme, namun argumentasi yang mereka pakai adalah argumentasi calvinistik, yaitu Allah yang memelihara orang tersebut tidak pernah gagal. Mereka lupa bahwa Allah memelihara orang yang percaya kepadaNya, bukan memelihara orang-orang yang sudah berubah menjadi tidak percaya kepadanya. Allah tidak berjanji akan memelihara agar orang yang telah percaya akan tetap percaya, melainkan memelihara bahkan menyelamatkan orang yang tetap percaya (Rom.9:33, 10:11).

Penulis pernah berhadapan dengan pengkhotbah yang percaya two point Calvinism. Ketika ia mendengar argumentasi penulis bahwa diperlukan sikap tetap di dalam Kristus dari pihak orang percaya untuk masuk Sorga, kontan ia menuduh penulis Arminianis. Padahal dia sendiri percaya three point Arminianism dan hanya percaya two point Calvinism. Lebih aneh lagi adalah pengkhotbah yang hanya percaya one point Calvinism (poin ke-5) dan percaya four point Arminianism, mencela orang yang percaya bahwa harus tetap tinggal di dalam iman untuk masuk Sorga sebagai Arminianis yang menurut dia tidak alkitabiah. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa sebenarnya ia percaya empat poin Arminianime dan hanya percaya satu poin Calvinisme.

Para Calvinis sukses menghancurkan nama Jakobus Arminius. Mereka menuduh bahwa Arminius mengajarkan masuk Sorga mengandalkan usaha manusia. Sedangkan Calvinis mengandalkan anugerah Tuhan. Padahal jika kita membaca tulisan Arminius, kita akan tahu bahwa tuduhan para Calvinis ternyata fitnah. Karena Arminius hanya tidak bisa terima bahwa dalam kekekalan Allah dalam sebuah dekrit telah memilih orang tertentu masuk Sorga dan membiarkan orang tertentu masuk Neraka. Arminius mengajarkan bahwa anugerah Allah tersedia bagi semua orang dan yang menerima anugerah tersebut akan masuk Sorga.

Sesungguhnya jika orang bertanya kepada penulis, apakah penulis seorang Arminianis, tentu penulis akan menjawab tidak, karena memang tidak semua pendapat Arminius penulis setujui. Terlebih lagi ketika orang bertanya, apakah penulis seorang Calvinis, tentu penulis jawab tidak, karena hampir semua pendapat John Calvin tidak berdasarkan ayat Alkitab. Pada dasarnya Tuhan mau agar kita mengikuti Alkitab, bukan mengikuti seorang theolog. Jika memang pandangan theolog tertentu sesuai Alkitab, ya…kita setuju dengan dia karena kita adalah manusia bebas yang bisa berpikir serta memutuskan sesuatu.

Jika seseorang percaya bahwa keselamatan diperoleh melalui pemilihan yang dilakukan Allah dalam sebuah dekrit dari kekekalan lalu, maka paketnya adalah sekali orang itu terpilih, dia tidak mungkin tidak masuk Sorga. Kalau dia tidak sampai ke Sorga, itu berarti ia memang bukan orang pilihan. Kalau seorang pilihan sampai batal ke Sorga, itu bukan kegagalan dirinya, melainkan kegagalan Allah yang telah memilihnya namun tidak sanggup memelihara imannya sampai akhir. Seluruh poin kalvinistik disempurnakan dalam once saved always saved. Tanpa ditutup dengan once saved always saved semua poin Calvinis masih terbuka mengaga, bahkan bisa kehilangan makna sama sekali. Itulah sebabnya konsep once saved always saved sangat penting bagi kaum Calvinis, karena itu adalah poin puncaknya.

Sebaliknya jika seseorang percaya bahwa keselamatan diperoleh melalui menerima tawaran kasih karunia Allah, maka sudah jelas bahwa yang bersangkutan masih tetap memiliki kebebasan untuk melepaskan anugerah itu.

Konsep Calvinisme ialah seseorang ditangkap oleh seorang konglomerat untuk dijadikan anak dan tinggal bersamanya di istananya yang supermewah dengan kapal pesiarnya yang sangat mewah. Ia tidak memiliki kebebasan untuk melepaskan diri atau membatalkan statusnya.

Sebaliknya penulis lihat yang benar adalah seseorang berdosa yang miskin papa dikasihi oleh seorang yang kaya raya, dan ditawarkan untuk menjadi anaknya, mewarisi seluruh kekayaannya. Tentu kemudian ia menerima kasih itu, namun ia sama sekali tidak kehilangan kebebasanya. Secara akal sehat kita yakin tidak ada orang yang mau melepaskan kasih karunia yang sedemikian besar itu, namun sekali lagi ia tidak kehilangan kebebasannya. Bahkan penulis seringkali berkata bahwa yang melepaskan keselamatannya itu bagaikan menukarkan intannya dengan tahi anjing, namun ia tidak pernah kehilangan kebebasannya.

KESALAHFAHAMAN ATAU TUDUHAN YANG DISENGAJA?

Biasanya baik kelompok Calvinis tulen hingga one point Calvinism (poin ke-5), akan menuduh orang yang tidak percaya once saved always saved sebagai diselamatkan melalui perbuatan atau kemampuan diri sendiri. Kadang penulis dibuat heran karena, apakah mereka salah faham atau membuat tuduhan yang disengaja agar tidak kalah malu?

Kami bukan kelompok seperti kalangan Kharismatik yang percaya kalau seorang yang telah lahir baru sedang mencuri, tertangkap dan dipukul hingga mati, lalu tidak masuk Sorga. Kami percaya bahwa sekali seorang bertobat dan percaya Yesus dengan segenap hatinya maka semua dosanya (yang pertama hingga yang terakhir) sudah tertanggung pada salib Kristus. Orang ini tidak mengusahakan apapun untuk keselamatannya. Ia hanya perlu tetap dalam imannya. Namun ia bukan tertangkap, atau dijajah, ia tetap memiliki kebebasannya. Ia bisa membatalkan penanggungan dosanya atas Kristus dengan tidak mempercayaiNya lagi (Ibr.10:26,35,38).

Kami sama sekali tidak pernah percaya bahwa orang yang telah diselamatkan perlu melakukan sesuatu untuk mempertahankan keselamatannya, melainkan bahwa orang yang telah diselamatkan masih memiliki kehendak bebas, dan masih bisa melepaskan imannya. Ia tidak perlu melakukan apapun, melainkan hanya tetap tinggal di dalam kasih karunia yang telah menyelamatkannya (II Yoh.9).

Ketika seseorang bertobat dan percaya bahwa Yesus Kristus telah menggantikannya terhukum di kayu salib, maka seluruh dosanya telah tertanggung. Konsepnya bukan ditanggung satu persatu dosa, melainkan Kristus menggantikannya. Saat itu juga ia menjadi orang kudus karena Kristus mengambil alih posisinya yang berdosa dan ia diberikan posisi Kristus yang kudus(Yoh.1:12, I Kor.1:2, Ef.1:1). Naturnya juga menjadi kudus karena Roh Kudus segera masuk ke dalam hatinya (Ef.1:13). Karena belum segera masuk Sorga melainkan masih tinggal di dunia dan melakukan berbagai kegiatan maka ia masih bisa jatuh ke dalam dosa, namun ia diperintahkan untuk membangun karakter yang kudus untuk menyempurnakan kekudusannya (II Kor 7:1).

Posisi dan natur (hati) yang kudus adalah jaminannya untuk masuk Sorga, sedangkan karakter kudus yang harus dibangunnya adalah untuk bercahaya di dunia. Setiap kali ia jatuh ke dalam dosa, ia bersalah kepada Kristus yang telah menggantikannya dihukumkan, namun di hadapan Allah Bapa ia tetap orang kudus, karena ia menempati posisi Kristus.

Jadi, seandainya orang Kristen yang telah diselamatkan jatuh ke dalam dosa, itu tidak akan menyebabkan ia batal masuk Sorga, melainkan hanya akan merusak nama baik Kristus dan akan menjadi batu sandunganpada orang-orang di sekelilingnya. Mungkin orang tuanya atau anaknya, atau saudara-saudarinya, teman-temanya yang sepatutnya bisa diselamatkan menjadi tersandung karena karakternya.

Selama ia tetap di dalam iman sampai akhir hayatnya, ia pasti akan masuk Sorga. Tetapi jika ia melakukan dosa yang bersifat doktrinal (Ibr.10:26), atau Rasul Yohanes menyebut ‘dosa yang mendatangkan maut’ atau melepaskan kepercayaannya, maka tidak ada korban untuk penghapusan dosa lagi. Kristus tidak akan disalibkan sekali lagi untukmenanggung dosa-dosanya. Kristus sudahpernah menanggung dosa-dosanya dan telah dibatalkannya. Kalau ia mau kembali lagi maka itu yang dimaksud Rasul Paulus (penulis Ibrani) dengan menyalibkan Kristus kedua kali (Ibr.6:6).

Jadi, kesimpulan kita adalah, slogan kalvinistik once saved always saved adalah theologi yang salah menafsirkan ayat-ayat Alkitab. Dan ini sangat membahayakan kekristenan karena bisa menyebabkan orang Kristen tidak mewaspadai serangan penyesatan yang intensitasnya semakin tinggi menjelang kedatangan Kristus kedua kali.Orang Kristen akan kurang serius memperingatkan anggota keluarganya yang mendapat serangan ajaran sesat, bahkan merasa tidak berbahaya sekalipun anggota keluarganya pindah agama karena bisa berpikir toh nanti akan selamat juga.

Mari, rendahkan hati, terimalah pandangan yang lebih alkitabiah, sekalipun itu menyakitkan. Penulis tahu bahwa sepatu baru biasanya bisa melukai kaki. Namun jika sepatu lama telah rusak dan tidak bisa dipakai lagi, atau bertemu pengajaran yang lebih benar, akuilah itu benar. Tuhan akan memberkati kerendahan hati anda. Sebaliknya jika berkeras, maka iblis akan melihat ada peluang untuk menggiring anda ke posisi yang lebih bahaya. Camkanlah!

TAHUKAH ANDA BAHWA BETAPA PENTINGNYA KEHADIRAN GEREJA YANG ALKITABIAH DI LINGKUNGAN ANDA, ATAU ANDA HADIR (PINDAH) KE LINGKUNGAN YANG ADA GEREJA ALKITABIAH?

Demi Keselamatan Jiwa Anak-cucu Anda

PEDANG ROH Edisi 55 April-Mei-Juni 2008

BERBAGAI PENUMPANGAN TANGAN

Filed under: DOKTRIN GEREJA, FUNDAMENTAL — dedewijaya at 8:38 am on Thursday, November 12, 2009  Tagged
Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua (I Tim.4:14).

Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal (Ibrani 6:1-2).

Penumpangan tangan yang dilakukan oleh Rasul Paulus terhadap Timotius dalam suratnya terlihat berhubungan dengan pelaksanaan tugas, bukan tindakan berkat-memberkat. Rasul Paulus tetap konsisten bahwa acara keimamatan berkat-memberkat itu urusan masa lampau, yaitu urusan ibadah simbolik. Kini kita ada di zaman ibadah hakekat tidak ada lagi acara tumpang-menumpang tangan untuk memberkati orang. Berkat Tuhan akan diterima seseorang langsung dari Tuhan tanpa melalui penumpangan tangan seorang imam karena setiap orang percaya adalah imam bagi dirinya sendiri.

Penumpangan tangan Rasul Paulus atas dua belas orang di Efesus (Kis.19:6) adalah pembaptisan ke dalam Roh Kudus. Ada empat kali pembaptisan Roh Kudus (Kis. 2, 8, 10, 19), sesuai dengan tahapan pemberitaan Injil yang dipatok Tuhan Yesus (Kis.1:8), dari Yerusalem, Yudea, Samaria, dan ujung bumi (luar Yahudi) dengan pelaksanaan dua kali tanpa penumpangan tangan (Kis. 2 & 10) dan dua kali dengan penumpangan tangan (Kis. 8 & 19), oleh Rasul Petrus (Kis. 8) pemimpin Rasul untuk orang Yahudi, dan Rasul Paulus (Kis. 19) Rasul Khusus untuk non-Yahudi.

Tidak ditemukan penumpangan tangan untuk pemberkatan di dalam kitab Perjanjian Baru. Penumpangan tangan untuk pengukuhan jabatan, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasul Paulus terhadap Timotius adalah sebuah bentuk perestuan (approve) atas nama jemaat terhadap seseorang untuk memangku jabatan dalam sebuah jemaat lokal, misalnya pengangkatan Gembala, Penginjil, Guru Injil dan Diaken.

Rasul Paulus menyebut ‘sidang penatua’ sangat mungkin adalah peristiwa pentahbisan Timotius sebagai Gembala Jemaat Efesus yang dipimpin oleh Rasul Paulus bersama sejumlah Gembala jemaat lain yang turut memberi restu (approve).

Sangat masuk akal dan sangat bijak untuk mendapatkan rekomendasi dari sejumlah orang yang pernah ditahbiskan dalam proses mengangkat seseorang ke dalam suatu jabatan. Sejumlah orang yang pernah ditahbiskan memberi rekomendasi positif dan menyatakan dukungan mereka melalui turut menumpangkan tangan. Inilah yang disebut oleh Rasul Paulus dengan ‘sidang penatua.’

Gereja alkitabiah harus mewaspadai kesalahan fatal ‘praktik keimamatan’ yang sesungguhnya telah dihapuskan Allah. Ingat, keimamatan ayah yang dimulai dari zaman Adam sampai zaman Harun tidak boleh dilaksanakan dengan nama samaran family-altar. Dan keimamatan Harun pun telah dilikuidasi oleh Tuhan ketika Yohanes tampil (Mat.11:13, Luk.16:16). Allah mempertegas penghapusan sistem keimamatan dengan mengoyak tirai Bait Allah yang memisahkan ruang maha kudus.

Setiap orang yang bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus langsung mendapatkan posisi orang kudus (I Kor.1:2, Ef.1:1), karena langsung mengenakan posisi Tuhan Yesus, atau posisi anak Allah (Yoh.1:12). Bahkan keimamatan orang Kristen Perjanjian Baru lebih dari keimamatan ayah dan keimamatan Harun, yaitu keimamatan yang rajani (I Pet.2:9, Wah.1:6 dst.). Tidak boleh ada orang yang mengangkat dirinya sebagai orang yang lebih kudus untuk memberkati kumpulan orang-orang kudus (mengangkat tangan untuk doa berkat pada akhir kebaktian).

Tindakan menumpangkan tangan untuk memberkati orang bisa dilihat sebagai tindakan yang salah bahkan sesat karena sama dengan mengangkat diri sebagai imam atau berusaha menjadi perantara antara Allah dan manusia. Gereja-gereja Protestan dan Reformed gagal melihat kebenaran ini ketika mereka keluar dari Roma Katolik. Sedangkan gereja-gereja Injili dan Kharismatik, tanpa pengertian telah ikut-ikutan melakukan hal yang amat salah ini.

Kalau Luther melihat kesalahan Roma Katholik dan memprotes mereka, salahkah jika anggota jemaat mereka hari ini yang sadar dan mengikuti naluri pemimpin mereka juga memprotes gereja mereka? Bolehkah mereka marah kalau pengikut mereka keluar dari gereja yang salah seperti yang dilakukan oleh pendiri denominasi mereka? Camkanlah!

Pedang Roh 54 Edisi LIV Tahun XIII Januari-Februari-Maret 2008

ORANG KRISTEN TIDAK PERLU IJIN TEMPAT IBADAH

Filed under: DOKTRIN GEREJA, INDONESIA — dedewijaya at 8:25 am on Thursday, November 12, 2009

Orang Kristen alkitabiah menyembah dengan hati, secara rohani, dan dalam kebenaran. Bukan menyembah Tuhan dengan badan melainkan dengan hati, dan tanpa dibatasi waktu, tempat maupun postur tubuh. Jadi, orang Kristen alkitabiah tidak membutuhkan tempat ibadah.

Penyembahan orang Kristen alkitabiah adalah dari sikap hatinya setiap waktu. Ia tidak membutuhkan tempat khusus, waktu khusus dan cara khusus. Jadi, tidak membutuhkan tempat ibadah! Itulah sebabnya tidak dibutuhkan ijin tempat ibadah!

Yang biasa dilakukan hari Minggu itu seharusnya disebut “acara pertemuan jemaat” yang diisi dengan acara bernyanyi, mempelajari Alkitab, dan berdoa. Sekali lagi kita menyembah Tuhan dengan hati bukan dengan badan. Bagi mereka yang menyembah Tuhan dengan badan, sangat memerlukan tempat ibadah sedangkan kita tidak!

Sebagaimana orang bebas berkumpul untuk pernikahan, arisan, reuni, hajatan, syukuran, lalu apa alasannya orang Kristen tidak boleh berkumpul untuk bernyanyi dan belajar Alkitab?

Berkembangnya konsep rumah ibadah, dan diperlukannya ijin tempat ibadah adalah penerapan konsep Islam terhadap kekristenan. Dan celakanya itu diiyakan oleh pemimpin Kristen yang buta kebenaran. Kita bukan hanya tidak membutuhkan ijin tempat ibadah, bahkan tidak membutuhkan tempat ibadah, karena ibadah kita tanpa dibatasi tempat, waktu, dan postur tubuh!

PEMBERKATAN atau PENEGUHAN NIKAH?

Filed under: DOKTRIN GEREJA, LOVE — dedewijaya at 8:22 am on Thursday, November 12, 2009

KONSEP YANG MELATARBELAKANGI

Orang Kristen Perjanjian Baru alkitabiah harus mengerti keseluruhan kebenaran dengan baik, bukan bagian-bagian kebenaran yang terpecah-pecah dan tidak harmonis satu dengan lainnya. Bahkan bukan hanya harus mengerti kebenaran secara keseluruhan, melainkan juga tidak membiarkan berbagai terminologi yang salah mengganggu konsep yang benar. Konsep yang benar selalu disampaikan dengan cara yang benar dan memakai terminologi yang benar.

Sejak ditutupnya keimamatan Harun, dan diangkatnya setiap orang percaya sebagai imam atas dirinya sendiri, maka acara berkat-memberkat seseorang oleh orang lain adalah sebuah pelanggaran yang durhaka bagi Tuhan. Karena hanya Tuhan saja yang berwenang memberkati seseorang, maka siapapun yang berlagak mencoba-coba memberkati manusia lain telah bertindak menyerobot posisi Tuhan.

Semua orang percaya (Kristen) dihadapan Tuhan adalah sama derajatnya, tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah dalam arti kata tidak ada yang boleh berperan sebagai imam bagi orang lain. Pernah penulis dengar ada kelompok yang menyuruh orang kaya menumpangkan tangan untuk memberkati mereka yang lebih miskin secara ekonomi. Tindakan ini sangat sesat dan durhaka karena telah membiarkan orang kaya menyerobot posisi Allah untuk memberkati orang miskin, dan juga telah menilai derajat manusia berdasarkan materi yang dimilikinya. Padahal secara rohani sangat mungkin yang miskin materi justru lebih kaya rohani dan lebih mengerti kebenaran daripada yang kaya secara materi itu.

Tidak Boleh Berkat-Memberkat

Karena sesama orang percaya adalah sama-sama imam maka tidak boleh ada acara berkat memberkat satu sama lain. Mengucapkan “KIRANYA Tuhan memberkati anda,” sama sekali tidak salah karena yang bersangkutan tidak memberkati melainkan mengharapkan Tuhan memberkati orang yang diucapkan kata-kata tersebut. Seperti kata-kata yang telah tersedia di HP kita GBU (God Bless You) sama sekali tidak salah karena itu adalah sebuah doa atau harapan semoga Tuhan memberkati anda.

Yang sangat salah ialah tindakan sejumlah orang Kristen yang berlagak lebih istimewa dari orang Kristen lain, bahwa ia hamba Tuhan yang mewakili Tuhan, bahkan mengangkat-angkat dirinya hingga punya wewenang untuk mengutuk orang, dan lain sebagainya. Ini harus diidentifikasi sebagai tindakan keterlaluan karena telah menyombongkan diri dan telah mengangkat diri pada posisi yang lebih dari patut. Bahkan yang bersangkutan telah membuat Allah menjadi pembohong karena Allah yang tidak mengangkatnya dan yang tidak mengistimewakannya telah dikatakan mengangkat dan mengistimewakannya.

Jadi, tindakan berkat-memberkat di antara sesama manusia adalah tindakan penyerobotan hak dan wewenang Allah dan telah mengangkat diri lebih dari sesamannya. Orang Kristen yang mengerti kebenaran dan yang mengasihi Allah harus menentang tindakan demikian. Tentu kita tidak setuju memakai tindakan kekerasan dalam bentuk apapun. Itulah sebabnya kita menentang kesesatan hanya melalui tulisan atau melalui argumentasi yang didasarkan pada Alkitab.

PERNIKAHAN DI HADAPAN ALLAH

Ketika Allah menciptakan laki-laki dan perempuan, Allah tentu sudah tahu bahwa mereka akan menikah bahkan Allah sendiri yang membawa Hawa kepada Adam. Sesudah itu kita tidak membaca pernikahan antara anak-anak Adam dan Hawa, bahkan kita tidak membaca tentang upacara pernikahan di seluruh kitab Perjanjian Lama. Kita membaca peminangan Ribka oleh Eliezer, pembantu Abraham, namun tidak membaca tentang upacara pernikahan mereka. Yakub memang melangsungkan pernikahan dengan Rahel yang kemudian ditukar dengan Lea.

Selanjutnya di antara semua bangsa yang tersebar ke seluruh muka bumi berlangsung pernikahan baik secara kebudayaan suku maupun dalam iman mistik. Apakah Allah mengakui dan memberkati semua pernikahan itu? Bahkan kita tidak membaca ada penetapan acara pernikahan di dalam Alkitab. Kita membaca bahwa Tuhan Yesus menghadiri acara perjamuan pernikahan, tetapi tidak membaca ada acara pemberkatan atau peneguhan pernikahan.

Dari berbagai sumber di dalam Alkitab kita dapatkan bahwa pernikahan berlangsung sesuai dengan kebudayaan tiap-tiap suku bangsa dan daerah atau wilayah, dan semuanya diakui Tuhan. Mereka mengadakan pesta sebagaimana yang dihadiri Tuhan Yesus bersama murid-muridNya, dan selanjutnya mereka hidup sebagai suami-istri. Bagi Tuhan pernikahan itu sah jika diumumkan kepada publik dan terjadi hubungan intim antara dua orang yang berlainan jenis seks. Yang terjadi pada sesama jenis seks adalah suatu penyimpangan (abnormal).

Sesungguhnya kekacauan konsep pernikahan mulai terjadi ketika Gereja Roma Katolik menetapkan pernikahan sebagai salah satu Sacramen (upacara suci), dan mulai melakukan pemberkatan nikah atas umat Katolik yang akan melangsungkan pernikahan. Mereka membuat gereja menjadi sangat penting seolah-olah tempat untuk mendapatkan restu atau berkat menikah. Konsep bahwa pernikahan yang tidak direstui gereja tidak akan mendapat berkat Tuhan dihembuskan agar peran gereja semakin penting di dalam kehidupan masyarakat.

Di Indonesia tadinya setiap orang boleh menikah secara adat, secara kekeluargaan, secara tamasya dan kemudian mencatatkannya di catatan sipil. Artinya ada keterpisahan antara penikahan dengan agama dan negara. Wewenang negara dalam pernikahan sesungguhnya hanyalah mencatatkan pernikahan yang disepakati bukan memberi ijin menikah karena menikah adalah hak asasi manusia.

Namun setelah pernikahan sepasang artis yang berlainan agama tanpa keterlibatan pemimpin agama, melainkan hanya mencatatkan pernikahan mereka di catatan sipil negara, para pemimpin agama yang sangat berkuasa merasa kesal dan mendesakkan undang-undang pernikahan yang harus melibatkan pemimpin agama dalam setiap pernikahan di Indonesia. Kini setiap pernikahan yang akan dicatatkan di catatan sipil negara harus mendapatkan surat bukti telah diijinkan, diberkati, diteguhkan, disumpahi entah apalagi istilahnya, oleh pemimpin agama yang dibuktikan dengan secarik kertas, baru akan dicatatkan oleh catatan sipil negara. Tentu ini adalah pelanggaran hak asasi manusia yang paling menyolok, karena seharusnya orang yang tidak punya agama tetap boleh menikah dan harus dicatatkan pernikahan mereka di catatan sipil negaranya kalau ia seorang warga negara.

Sebenarnya catatan sipil itu fungsinya mencatat, bukan memberi ijin. Catatan sipil harus mencatat orang yang lahir, yang menikah, dan meninggal dunia. Tidak ada orang yang memerlukan ijin lahir, melainkan hanya mencatatkan kelahiran yang sudah terjadi. Demikian juga dengan menikah dan meninggal. Tidak perlu meminta ijin menikah karena menikah itu hak asasi, dan lebih-lebih lagi seharusnya tidak diperlukan ijin untuk meninggal dari negara. Namun karena korupnya aparat negara, maka rakyat diperas ketika mau mencatatkan kelahiran, menikah dan meninggal sehingga banyak warga negara yang tidak memiliki bukti lahir, surat menikah, dan banyak anak yang tidak melaporkan orang tua mereka yang meninggal. Penulis pernah mengalami hambatan menguburkan seseorang karena yang bersangkutan meninggal menjelang hari raya saat kantor kelurahan tutup sementara petugas lokasi penguburan tidak mengijinkan proses penguburan tanpa surat keterangan dari kantor kelurahan. Sebenarnya aparat yang korup tersebut telah menyebabkan kekacauan administrasi negara. Akibatnya kita tidak tahu jelas jumlah penduduk karena pencatatan yang tidak akurat antara jumlah yang lahir dan yang meninggal. Kalau catatan antara yang lahir dan meninggal rapi maka kita tidak perlu buang uang untuk sensus penduduk melulu.

MENIKAHKAN ULANG?

Ada “pendeta” yang mungkin bingung tentang masalah pemberkatan nikah, telah menikahulangkan anggota jemaatnya yang belum merasakan “pemberkatan” nikah. Entah apa yang merasuki pikirannya sehingga bisa berpikir bahwa pasangan yang telah menikah puluhan tahun bahkan yang telah punya cucu masih perlu dilakukan upacara pemberkatan nikah ulang. Kalau pernikahan mereka yang sedang berlangsung dianggap tidah sah, lalu bagaimana kalau mereka minta diijinkan untuk menikah dengan orang lain saja daripada pasangannya yang sedang jalan?

Pernikahan dianggap sah oleh Tuhan jika telah diumumkan kepada publik dan kemudian pasangan itu hidup bersama sebagai suami-istri. Tuhan tidak memerlukan sertifikat yang dikeluarkan oleh catatan sipil negara karena Tuhan tahu banyak aparat negara sok kuasa dan sering mempersulit orang. Tuhan juga tidak memandang kesemarakan pesta pernikahan, atau mahalnya biaya pernikahan dengan segala perlengkapannya.

Tuhan mau manusia yang bermoral tidak bertindak seperti anjing atau kucing yang kawin seturut dengan nafsunya, melainkan melalui suatu pengumuman kepada publik baik itu dengan foto pengantin yang disaksikan oleh sejumlah orang, maupun pesta mewah atau sekedar makan kacang, dan kemudian mereka tinggal bersama sebagai suami-istri.

Sama sekali tidak benar jika ada yang mengajarkan bahwa pasangan yang tidak melewati proses berkat-memberkat di gereja belum sah di hadapan Tuhan sehingga setelah menjadi kakek dan nenek pun masih perlu mengulang upacara berkat-memberkat itu. Tuhan akan memberkati pasangan tersebut berdasarkan posisi mereka di dalam Kristus atau di luar Kristus, dan juga berdasarkan sikap hati mereka.

LALU MANFAAT PENEGUHAN NIKAH?

Istilah yang benar adalah Peneguhan Nikah, bukan pemberkatan nikah. Istilah pemberkatan nikah adalah istilah yang dipakai oleh Gereja Roma Katolik karena mereka menempatkan pernikahan sebagai salah satu sakramen (upacara kudus) gereja. Gereja alkitabiah tidak ada sakramen melainkan hanya mengenal dua Ordinance (upacara yang diperintahkan) yaitu Baptisan dan Perjamuan Tuhan.

Kalau upacara pernikahan bukanlah upacara suci dan juga bukan upacara yang diperintahkan maka mengapa diadakan di gereja? Jawabannya ialah ketika ada dua orang bersepakat untuk hidup sebagai suami-istri dan mereka mau mengumumkan kepada publik, dan juga ingin seluruh anggota jemaat meneguhkan atau memberi approve di hadapan Allah dan dihadapan anggota jemaat, itu adalah hal yang sangat baik.

Mereka saling menyatakan kasih dan saling berjanji setia di hadapan Allah dan sidang jemaatNya, dan memohon restu serta doa dari seluruh anggota jemaat dimana mereka sebagai bagiannya, adalah hal yang sangat indah serta menyukakan hati Tuhan. Sikap mereka yang menghormati penikahan, terlebih lagi sikap mereka yang menghormati janji setia mereka di hadapan Allah dan sidang jemaatNya itulah yang akan mendatangkan berkat Tuhan dalam kehidupan rumah tangga mereka.

Di dalam gereja yang alkitabiah tidak ada jabatan imam yang berwenang memberkati itulah sebabnya tidak dibenarkan memakai istilah pemberkatan nikah. Upacara yang dilakukan oleh gereja alkitabiah dalam hal pernikahan ialah mengukuhkan atau meneguhkan pernikahan dua anggota jemaatnya di hadapan Allah dan di hadapan sidang jemaatNya serta berdoa memohonkan kasih karunia Allah untuk kehidupan rumah tangga mereka. Berkat Tuhan bagi mereka selanjutnya tentu tergantung pada sikap hati mereka kepada Tuhan bukan pada penumpangan tangan dari imam atau pendeta yang melakukan praktek keimamatan.***

Pedang Roh 54 Edisi LIV Tahun XIII Januari-Februari-Maret 2008

Mereka Membakar Gambar & Rupa Allah

Filed under: FUNDAMENTAL, RENUNGAN — dedewijaya at 12:48 am on Tuesday, November 10, 2009

MENGAPA MENGHORMATI MAYAT?

Mereka bersusah payah menggali timbunan tanah yang sangat tinggi. Bukan usaha pertambangan maupun pemangkasan gunung untuk dijual tanahnya. Rupanya telah terjadi longsor dan ada sejumlah orang tertimbun di bawah. Mengapakah mayat-mayat itu digali, bukankah nanti juga akan dikubur lagi?

Jika yang tertimbun adalah kerbau atau ayam, tentu sudah dibiarkan. Mustahil orang-orang akan mengerahkan buldozer untuk menggali bangkai kerbau yang sudah dua hari tertimbun. Lalu mengapakah kalau manusia tidak dibiarkan, melainkan dilakukan berbagai usaha maksimal untuk menemukan mayatnya dan kemudian dikuburkan lagi?

Jawaban atas pertanyaan di atas ialah karena manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Menghormati manusia dilihat sebagai penghormatan atas gambar dan rupa Allah yang secara tidak langsung merupakah penghormatan kepada Allah. Di artikel halaman pertama telah dibahas alasan Allah menetapkan hukuman mati atas pembunuh manusia karena manusia diciptakan sesuai dengan gambar rupa Allah. Siapapun yang menyerang manusia, apalagi membunuh manusia dilihat Allah sebagai tindakan yang ditujukan kepadaNya.

TINDAKAN PARA PENENTANG ALLAH

Para penentang Allah sengaja melampiaskan kebencian mereka terhadap Allah melalui menyerang gambar dan rupaNya, sama seperti sekarang orang-orang membakar gambar dan rupa (foto) seorang presiden karena tidak suka pada keputusan atau arah politiknya. Di kalangan penyembah berhala, mereka bukan saja membakar mayat bahkan mereka membakar anak-anak mereka sebagai korban bagi berhala mereka.

Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku (Yeremia 7:31).

Tindakan mempersembahkan anak-anak mereka sebagai korban adalah tindakan yang dihasut oleh iblis. Selain itu sangat kejam, juga dilakukan sebagai bentuk penentangan terhadap Pencipta yang telah menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupaNya.

PENGAJARAN HINDU & YUNANI KUNO

Agama Hindu yang pengembangannya menjadi agama Budha termasuk agama yang sangat kuno. Inti pengajaran Hindu-Budha adalah re-inkarnasi yang artinya manusia tidak akan mati melainkan mengalami proses re-inkarnasi. Konsep ini persis sama dengan konsep iblis yang dihembuskannya kepada Hawa di taman Eden, yaitu bahwa jika Hawa makan buah terlarang maka ia tidak akan mati, melainkan akan seperti Allah. Konsep Hindu-Budha adalah bahwa manusia tidak akan mati, melainkan akan bereinkarnasi yang ujungnya akan sampai pada tingkat menjadi Allah.

Dapatlah dikatakan bahwa sesungguhnya pengajaran Hindu-Budha adalah bentuk lebih modern dan sophisticated dari pengajaran yang disampaikan oleh “ular” kepada Hawa. Bentuk penentangan terhadap Sang Pencipta dari manusia ciptaan Allah yang paling menyakitkan ialah mempercayai bahwa suatu hari ia akan berhasil seperti Allah. Itu adalah inti pengajaran Hindu-Budha.

Acara Ngaben yang sering mengundang turis di Bali tentu tidak asing lagi bagi pembaca sekalian. Mereka percaya bahwa cara seseorang yang telah meninggal reinkarnasi menjadi dewa dan naik ke Nirwana ialah melalui pembakaran mayat. Untuk tujuan itu keluarga yang belum memiliki cukup dana untuk menyelenggarakan acara ngaben, menunggu dengan mengawetkan mayat leluhur mereka hingga mereka memiliki danayang cukup baru melakukan upacara tersebut.

Pada tahun 1829, di India seorang janda menyerahkan dirinya untuk dibakar bersama dengan mayat suaminya. Beberapa kali pemerintah melarang acara kremasi namun penduduk India yang mayoritas adalah Hindu sering mengulangi kebiasaan mereka.

Kebiasaan membakar mayat bukan monopoli kaum Hindu, melainkan banyak suku bangsa animisme juga melakukannya. Bangsa Yunani pada zaman Homeric (abad 12-9 BC) yang berarti satu masa dengan zaman Hakim-hakim juga telah melakukan acara kremasi atas dasar kepercayaan bahwa dengan membakar maka jiwa orang itu dilepaskan (lihat The New Book of Knowledge, Danbury: Grolier Incorporated, 1980), Vol.6, hal.492).

KEBIASAAN ORANG BERIMAN

Catatan Alkitab tentang perlakuan orang beriman terhadap keluarganya yang meninggal adalah Sara, istri Abraham. Sebelum Sara semua orang hanya dikatakan bahwa ia mati namun tidak menyinggung cara memperlakukan mayatnya. Sangat mungkin karena pada waktu itu hanya ada satu cara yaitu dimasukkan ke dalam tanah sehingga tidak perlu diceritakan. Tetapi pada zaman Abraham penentang Allah telah memperlakukan mayat keluarganya dengan cara yang aneh-aneh, maka dalam firman Tuhan perlu dicatat cara Abraham memperlakukan mayat istri yang dikasihinya, yaitu dikuburkan (Kej. 23).

Selanjutnya kita membaca tentang Ishak yang menguburkan Abraham, ayahnya. Dan kemudian Esau dan Yakub menguburkan Ishak yang meninggal di usia seratus delapan puluh tahun. Bahkan Yusuf berpesan agar pada saat bangsa Yahudi dituntun keluar dari Mesir nanti, mereka tidak boleh melupakan tulangnya, melainkan harus membawa dan tentu maksudnya untuk dikuburkan di kuburan leluhurnya (Kej.50:24-26).

Di sekeliling Abraham adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah. Menurut Allah mereka adalah durjana (Kej.15:16), yang jangankan membakar mayat, bahkan tidak segan-segan membakar orang hidup untuk dipersembahkan kepada dewa mereka.

Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusanKu: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur (Amos 2:1),

Mengapa Tuhan begitu marah kepada Moab? Ternyata Tuhan menyatakan alasannya, yaitu bahwa ia membakar tulang-belulang raja Edom. Mengapakah Tuhan membela raja Edom? Apakah hubungan raja Edom dengan Tuhan? Apakah raja Edom seorang yang mengasihi Tuhan sehingga Tuhan begitu membelanya sampai sudah mati dan tinggal tulang pun masih dibela?

Raja Edom bukan orang baik, dan bukan seorang yang mengasihi Tuhan. Tetapi raja Edom diciptakan sesuai dengan gambar dan peta Allah. Tulang raja Edom, atau mayatnya harus diperlakukan dengan hormat sebagai ekspresi rasa hormat kepada Allah. Barangsiapa yang tidak menghormati gambar dan peta Allah, sama dengan tidak menghormati Allah.

EKSPRESI KEBENCIAN

Sampai di sini penulis teringat pada John Wycliffe, seorang pahlawan iman yang berusaha menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Inggris sebelum King James Version. Gereja Roma Katolik yang tidak memperbolehkan orang menerjemahkan Alkitab selain mereka, marah sekali. Terutama terhadap sikap dan pengajaran John Wycliffe. Ia menentang upacara sacrament dan pembaptisan bayi. Dia adalah reformator sebelum Martin Luther, dan ia juga adalah seorang yang sangat terpelajar, bahkan Rektor dari Oxford University. Sesudah kematiannya, para pengikutnya diburu dan dibakar hidup-hidup. Pada tanggal 16 Desember 1427, Philip Repingdon, Bishop di Lincoln, memerintahkan penggalian kembali tulang Wycliffe dan membakarnya hingga menjadi abu dan melemparkan abunya ke sungai Swift, (John Wycliffe, Heroes of the Faith, hal. 159).

Dalam segala zaman, ketika penguasa membenci pribadi atau kelompok tertentu, maka mereka akan menangkap bahkan membakar mereka hidup-hidup. Kasus John Wycliffe adalah contoh klasik, bahkan setelah ia mati, tulangnya masih dibakar sebagai ekspresi rasa kebencian yang sedemikian mendalam.

TIDAK MENGERTI & KOMPROMI

Pengajar Firman dari kalangan Liberal memang tidak pernah menghormati Allah, bahkan mereka tidak menghormati firman-Nya. Itulah sebabnya tidak ada masalah bagi mereka, apakah mayat seseorang mau dikubur atau dibakar. Mengubur mayat dengan hormat adalah ekspresi dari sikap menghormati Allah yang telah menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan petaNya.

Kelompok Injili yang tak berpendirian,dan mungkin juga karena tidak mengerti falsafah dibalik penguburan mayat, menjadi ikut-ikutan. Karena motivasi pendirian kelompok Injili oleh Harald Ockenga tahun 1947 adalah demi mengkompromikan kebenaran agar tidak terlalu jauh dari kelompok Liberal, maka segala doktrin dan aspek kehidupan kekristenan ikut dikompromikan. Hasilnya kelompok Injil bagaikan berkarung-karung garam yang telah menjadi tawar.

Mereka tidak mengerti alasan dibalik penguburan mayat, alasan dibalik penghukuman atas manusia yang berbuat jahat terhadap manusia, dan sikap pembangkangan terhadap Allah dibalik tindakan kremasi mayat. Seringkali kelompok Liberal dan Injili berdalih, bagaimana kalau seseorang mati karena kebakaran? Bukankah mayatnya juga menjadi abu sebagaimana mayat dikremasi?

Argumentasi demikian adalah bukti nyata ketidakfahaman tentang hubungan antara penciptaan manusia yang sesuai dengan gambar dan peta Allah dengan hukuman mati terhadap pembunuh manusia, serta tindakan penguburan mayat. Ada yang salah faham dengan mengatakan bahwa manusia membunuh manusia perlu dihukum karena manusia ada roh dan binatang tidak. Tetapi jika kita membaca kejadian pasal 9:5-6 alasannya bukan itu melainkan, “sebab Allah membuat manusia itu menurut gambarNya sendiri.”

Kesalahan penafsiran tentang gambar dan rupa Allah juga menyumbang kekacauan konsep tentang penguburan yang terhormat. Mereka menafsirkan yang dimaksudkan dengan gambar dan rupa Allah itu adalah sifat manusia yang rohani karena Allah itu Roh adanya dan manusia makhluk roh. Kalau demikian maka ketika manusia menjadi mayat, atau rohnya telah meninggalkan badannya, maka tidak perlu dihormati lagi, atau boleh dibuang ke mana saja tanpa perlu disertai sikap hormat?

Tetapi sesungguhnya kata “gambar dan rupa” adalah mengenai sesuatu yang kelihatan. Allah itu Roh, dan manusia juga diberi roh, sehingga manusia adalah makhluk yang bersifat rohani. Tetapi ketika kita berkata tentang gambar manusia, itu menunjuk sesuatu yang kelihatan. Demikian juga jika kita berkata tentang rupa seseorang maka yang kita maksudkan adalah bagian yang kelihatan bukan bagiannya yang tidak kelihatan. Kata WnmeÞl.c;B. (besalemenu) dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan “our image” dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan“gambar”. Dan kata Wnte_Wmd>K (kidmotenu) diterjemahkan “our likeness”. Allah sengaja memakai dua kata agar kalau satu kata disalahtafsirkan, maka dengan dua kata diharapkan tidak akan salah lagi.

Manusia yang mati karena kebakaran itu adalah kecelakaan, tentu sangat berbeda dengan sengaja membakarnya. Foto kita terbakar karena kecelakaan tentu berbeda dengan foto kita dibakar orang dengan sengaja. Masalahnya bukan menjadi abunya, atau kondisi mayat karena yang dimasukkan ke dalam tanah toh nanti akan menjadi tanah, tetapi sikap orang yang melakukannya. Mengembalikannya dengan hormat ke asalnya yaitu tanah dengan membakarnya adalah dua hal yang berbeda.

PEMERINTAH MELARANG

Ada negara yang tidak memiliki tanah yang cukup, seperti Singapura. Dengan luas yang kurang dari Jakarta, namun berpenduduk sekitar empat juta, katanya kekurangan tempat untuk mengubur penduduknya yang mati. Namun hal yang konyol yang dilakukan pemerintah Singapura ialah mendorong rakyatnya melahirkan anak setelah statistik menunjukkan ada penurunan penduduk. Kalau sudah tidak ada tempat untuk mengubur penduduknya, ya tidak perlu mendorong penduduk memiliki anak banyak.

Tetapi pemerintah Singapura bukan terdiri dari orang-orang yang patuh kepada Allah apalagi mengasihiNya. Yang ada di kepala mereka adalah kejayaan, kemakmuran, dan lain-lain yang bersifat duniawi. Sesungguhnya tidak mungkin tidak ada tempat untuk penguburan karena kita bisa mengubur orang dengan sistem bertingkat dengan satu lubang yang dalamnya dua puluh meter kita bisa mengubur dua puluh orang di dalamnya.

Namun jika seorang Kristen yang taat kepada Tuhan hidup di sebuah negara yang mengharuskannya membakar mayat keluarganya, itu dilakukannya karena ia seorang warga negara yang tidak berdaya. Semua kesalahan akan Allah timpakan kepada pemerintah. Di hadapan Allah pemerintah demikian telah mengambil sikap menentangNya, bukan kesalahan individu warga negara yang tidak berdaya.

SIKAP KRISTEN ALKITABIAH

Kini sikap orang Kristen alkitabiah sudah jelas, yaitu menghormati tubuh manusia yang sudah mati sebagai ekspresi kita menghormati Allah yang telah menciptakan kita sesuai dengan gambar dan rupaNya. Sesuai perintah firmanNya, tubuh manusia yang terbuat dari debu tanah, ketika meninggal harus kita kembalikan ke dalam tanah dengan sikap hormat, dan roh manusia yang percaya kepadaNya akan pergi ke Sorga (Pengk.12:7).

Sebagai Kristen alkitabiah, kita mematuhi Allah bahkan mengasihiNya serta mengekspresikan sikap kita dalam segala aspek hidup kita. Salah satunya ialah dalam sikap kita terhadap tubuh manusia yang telah ditinggalkan rohnya. Jika sebelumnya anda melakukan kesalahan karena tidak paham, Tuhan telah mengampuni anda. Tetapi setelah anda tahu dan paham, mari kita lakukan hal yang diperkenan Allah. ***(LHF).

PEDANG ROH Edisi 51–LI Tahun XI , April - Mei - Juni 2007

MENGHAPUS HUKUMAN MATI?

Filed under: FUNDAMENTAL, RENUNGAN — dedewijaya at 12:40 am on Tuesday, November 10, 2009

Belakangan ini, yaitu sesudah penggantungan Saddam Husein beserta dua orang pembantunya, para pemimpin Eropa bersuara lantang dan berusaha gencar mendorong semua negara di dunia untuk menghapus hukuman mati. Bagi setiap orang Kristen yang peduli akan kebenaran pasti akan bertanya, sesungguhnya apa kata Alkitab tentang hukuman mati? Apakah hukuman mati alkitabiah? Dan apakah hukuman mati itu sebuah tindakan yang adil? Dan apakah hukuman mati itu tindakan yang manusiawi?

SECARA ALKITABIAH

Semua berawal dari penciptaan manusia oleh Allah yang berdasarkan pada gambar dan rupa Allah (Kej.1:26-27). Para theolog berdebat tentang gambar dan rupa Allah karena manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Ada theolog yang berkata bahwa itu menunjuk kepada manusia yang adalah makhluk roh karena Allah itu roh adanya (Yoh.4:24). Jadi mereka ingin mengatakan bahwa Allah tidak ada bentuk dan rupa.

Namun ketika Filipus ingin melihat Allah Bapa, Tuhan Yesus berkata kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?(Yoh.14:9-10).

Kemudian dalam Ibrani 10:5, dikatakan bahwa “Engkau telah menyediakan tubuh bagiKU” menunjuk kepada penyediaan tubuh bagi Kristus oleh Allah Bapa sehingga Ia memiliki gambar dan rupa. Dan Adam diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Kristus yang adalah pribadi kedua illahi. Jadi sesungguhnya tubuh Adam itu diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Kristus, bukan tubuh Kristus sesuai dengan tubuh Adam. Ketika Allah Tri-Tunggal hendak menciptakan manusia, salah satu pribadi illahi berkata, “baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, . . .” Gambar dan rupa yang dimaksudkan ialah gambar dan rupa Kristus.

Tujuan penciptaannya sangat jelas yaitu supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut, dan burung-burung di udara, dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.

Allah ingin agar manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupaNya bisa dilihat oleh ikan-ikan, burung-burung dan semua binatang sebagai wakil Allah yang akan memerintah mereka. Allah mau agar kehadiran manusia di antara semua ciptaanNya dapat dilihat sebagai kehadiran Allah pencipta mereka.

Itulah sebabnya Allah menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, manusia dikatakan memiliki kemuliaan Allah dan tentu tidak memiliki kekuasaan Allah.

Semua binatang akan takluk kepada manusia karena kehadiran manusia dilihat sebagai kehadiran gambar dan rupa Allah. Setelah manusia jatuh kedalam dosa, manusia dikatakan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rom.3:23). Tetapi manusia tetap adalah gambar dan rupa Allah.

Ketika Kain membunuh Habel, sesungguhnya Kain telah membunuh salah satu gambar dan rupa Allah. Kain menyadari bahwa ia akan dibalas dengan hukuman yang setimpal yaitu dibunuh oleh saudaranya yang lain. Tetapi karena Allah belum mengumumkan tentang hukuman bagi orang yang membunuh gambar dan rupaNya, maka Kain diampuni. Kain hanya dibuang, bagaikan pembuangan kriminal ke pulau pembuangan, dan dikutuk. Kain merasa hukumannya terlalu berat sama seperti semua kriminal dan pembelanya yang selalu merasa hukumannya terlalu berat tanpa membandingkan dengan akibat yang telah ditimbulkannya pada korbannya.

Sesudah masa deluvien (air bah), Allah memberi aturan bagi orang-orang bahkan binatang yang menyerang gambar dan rupa Allah. Dikatakan dalam Kejadian 9:5-6, “Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.”

TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH

Jika setiap manusia yang dibunuh, lalu anggota keluarganya berusaha mencari si pembunuh dan berusaha membunuhnya, maka akan terjadi bunuh membunuh yang tidak ada habis-habisnya. Rasul Paulus menjelaskan dalam Roma 13:1-7 tentang fungsi pemerintah. Dikatakan dengan jelas bahwa pemerintah adalah penyandang pedang yang akan menghukum para penjahat (kriminal).

Jadi jelas sekali bahwa orang yang anggota keluarganya dibunuh tidak perlu repot-repot mengurus pembalasan karena pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab itu. Bahkan kita orang Kristen harus mengampuni penjahat itu karena kita tidak boleh menghukum seseorang bahkan tidak boleh membenci orang. Tetapi pemerintah tidak boleh tergantung pada keluarga korban karena penjahat tersebut bukan saja bersalah kepada keluarga korban, melainkan bersalah kepada masyarakat beradab dan terutama bersalah kepada Tuhan yang menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupaNya.

Pada ayat tersebut di atas dikatakan alasan seorang pembunuh harus dibunuh adalah karena yang dibunuh itu adalah manusia YANG DICIPTAKAN SESUAI DENGAN GAMBAR DAN RUPA ALLAH. Karena barang siapa yang menyerang gambar dan rupa Allah sama dengan menyerang Allah.

Jadi, kalau Allah pencipta manusia telah menetapkan bahwa kalau seorang manusia dibunuh secara sengaja dan terencana, maka orang itu harus dibunuh oleh pemerintah, maka sebagai orang Kristen yang alkitabiah kita harus mendukung keputusan Allah. Bagi Allah barang siapa dengan sengaja mencabut hak hidup manusia lain, sama dengan ia telah mencabut hak hidup dirinya sendiri.

DARI SEGI KEADILAN

Misalnya sepasang suami-istri memiliki seorang putra yang sangat mereka kasihi, dan ia menjadi tumpuan harapan mereka untuk memelihara mereka di hari tua mereka. Anak yang menjadi harapan mereka ini kemudian mereka sekolahkan dengan seluruh kemampuan mereka hingga keluar negeri dan selesai serta kembali. Suatu hari ia sedang berjalan di sebuah gang, tiba-tiba ia dicegat oleh seorang pemuda tak berpekerjaan untuk merampoknya. Karena ia melawan kemudian ia dibunuh dengan satu kali tusukan pisau di jantungnya.

Adilkah jika pembunuhnya hanya dihukum 20 tahun penjara? Adilkah jika sang pembunuh dihukum seumur hidup? Masihkah boleh ia menikmati hidup sekalipun di dalam penjara? Sementara sepasang orang tua kehilangan harapan hati mereka, bahkan kehilangan semangat hidup mereka. Bukankah sesungguhnya pembunuh itu telah membunuh tiga orang karena satu orang meninggal, dua orang kehilangan semangat hidup.

Sepasang suami-istri dikaruniai seorang putri yang cantik, satu-satunya. Hidup mereka berdua berpusat pada putri mereka. Ia adalah sukacita mereka, semangat hidup mereka bahkan pusat dari ucapan syukur mereka kepada Allah yang telah mengaruniakan seorang putri kepada mereka.

Ketika suatu hari putri mereka yang sudah hampir menikah dengan seorang yang sangat sukses, pulang menumpang sebuah taxi. Ia ternyata dibawa ke sebuah lokasi, diperkosa secara bergilir tiga orang, dan agar tidak ada saksi mereka memilih membunuhnya. Karena bingung untuk membuang mayatnya, mereka memutilasi mayat seorang wanita cantik yang beberapa bulan lagi akan menikah.

Setelah tertangkap, hukuman apakah yang ADIL yang patut dijatuhkan kepada ketiga pemerkosa dan pembunuh yang tidak menghargai hak hidup manusia? Patutkah mereka menuntut orang lain untuk menghargai hak hidup mereka sementara mereka tidak ada rasa hormat sedikit pun terhadap hak hidup seorang wanita yang memiliki masa depan dan menjadi pusat sukacita dan semangat hidup kedua orang tuanya?

Pembaca yang berakal sehat, masih ada banyak cerita lain lagi yang mungkin lebih memiluhkan dari kedua cerita di atas. Negara adalah institusi yang Tuhan tetapkan untuk membalaskan kejahatan manusia terhadap manusia lain. Negara tidak berhak mengurus masalah antar manusia dengan Allah. Negara bertanggung jawab mengurus antar manusia (rakyatnya) dengan seadil-adilnya. Kata ADIL dalam hal hukuman sesungguhnya artinya sepantaran dengan kerugian yang ditimbulkannya.

Bagaimanakah pendapat pembaca jika anda dirampok sebesar 100 juta rupiah, kemudian pemerintah menjatuhkan hukuman atas perampok untuk mengembalikan hanya 50 juta rupiah? Kalau hal demikian terjadi maka banyak orang akan merampok, dan kalau tertangkap maka ia akan untung 50% dan kalau tidak tertangkap akan untung 100%.

Seseorang telah dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Hukuman apalagi yang nilainya sepantaran dengan nyawa? Hukuman apalagi yang lebih adil daripada mencabut nyawanya juga? Ketika seseorang dengan sengaja dan terencana mencabut nyawa orang lain, maka ia kehilangan hak atas nyawanya sendiri.

PERINGATAN BAGI MANUSIA LAIN

Sesungguhnya yang ingin dicapai dari penjatuhan hukuman itu bukan hanya unsur adil namun juga sebuah peringatan bagi manusia lain agar tidak melakukan hal yang sama.

Ancaman hukuman yang berat adalah cara yang paling jitu untuk memperingatkan manusia terhadap suatu tindakan yang kita semua tidak mau itu terjadi. Dalam kitab PL Allah menetapkan kasus yang pelanggarnya diancam hukuman mati. Ada banyak sekali kasus yang diancam hukuman mati, menikahi ibu sekaligus anaknya harus dihukum mati, bahkan bersetubuh dengan binatang ancaman hukumannya ialah hukuman mati (Im. 20:1415).

Bersetubuh dengan menantu juga diancam dengan hukuman mati. Dan masih banyak lagi kasus yang diancam hukuman mati. Tuhan memberi alasan mengapa ancaman hukumannya sedemikian berat pada bangsa Isarel adalah karena mereka ditetapkan sebagai bangsa yang kudus. Yang harus dipikirkan mereka setiap hari itu hidup kudus bukan berpikir untuk berdosa. Dosa dengan ancaman hukuman mati adalah dosa yang seharusnya membangkitkan bulu roma seseorang. Hukuman yang sedemikian berat itu tentu dimaksudkan agar tidak akan terbersit sedikit pun di dalam pikiran seseorang untuk melakukannya.

Coba pembaca bayangkan, kalau putri tunggal anda yang anda kasihi, diperkosa secara bergilir tiga orang, dan sesudahnya mereka memutilasi tubuhnya hingga puluhan bagian. Hukuman apakah yang setimpal dan yang bisa memperingatkan orang muda lain untuk tidak mengikuti jejak penjahat itu?

Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin berat hukuman atas sebuah tindakan diancamkan, maka akan semakin sedikit pelakunya. Hasilnya tentu masyarakat akan hidup dalam kedamaian. Demikianlah sesungguhnya manfaat sebuah negara atau pemerintahan didiri kan di muka bumi. Kehadiran pemerintah harus menjadi ancaman bagi orang jahat dan pelindung bagi orang baik. Dengan kondisi demikian semua rakyat akan memiliki kedamaian dan kebebasan untuk beribadah kepada Allah sesuai keyakinannya.

PANDANGAN DUNIA

Koran Suara Pembaruan Rabu, 17 Januari 2007, pada halaman 19 memuat sebuah artikel berjudul Eropa Tuntut Penghapusan Hukuman Mati, menuliskan bahwa karena penghukuman mati Saddam Hussein dan kedua pembantunya telah menyebabkan para pemimpin negara Eropa berusaha keras di PBB untuk menekan negara-negara anggota PBB untuk menghapus hukuman mati. Adapun alasan pemimpin Eropa, seperti yang dikemukakan oleh Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso, “kami berpendapat, tidak ada manusia yang memiliki hak untuk mengambil nyawa manusia lain. Penolakan hukuman mati adalah masalah fundamental.”

Penulis sangat setuju dengan pandangan Barroso, bahwa tidak ada satu pun manusia pribadi yang berhak mencabut nyawa orang lain. Itulah sebabnya barang siapa yang mencabut nyawa orang lain, harus dihukum sangat berat yaitu dicabut nyawanya. Dan yang berhak mencabut nyawa seseorang yang telah mencabut nyawa orang lain itu bukan pribadi manusia melainkan NEGARA. Pribadi orang tidak berhak mencabut nyawa orang lain, hanya negara dan setelah melalui proses hukum yang adil dan transparan serta mendapat prosedur pembelaan yang memadai.

Bahkan Editorial Media Indonesia menurunkan judul Bebas dari Hukuman Mati, yang isinya mengritik pemerintah Indonesia bahwa ia telah bertindak tidak konsisten dengan UUD 45, dengan mengutip pasal 28 ayat satu bahwa “hak hidup tiap orang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.” Menurut penulis, hukuman mati sama sekali tidak melanggar UUD 45 karena memang tidak boleh mengurangi hak hidup seseorang oleh keadaan. Hak hidup seseorang hilang karena perbuatan orang itu sendiri, yaitu ketika ia mengurangi hak hidup orang lain, bukan oleh keadaan. Ketika ia mencabut nyawa orang dengan sengaja dan terencana, maka itu sama dengan ia mencabut nyawa dirinya sendiri.

Pandangan dunia, terutama negara-negara Eropa yang telah membelakangan Tuhan akibat theolog Liberal yang calvinistik, seolah-olah Tuhan tidak bijaksana ketika Ia menetapkan hukuman mati. Mereka lebih bijaksana daripada Tuhan. Pencipta langit dan bumi tidak adil, merekalah yang lebih adil. Pencipta tidak mengasihi, merekalah yang lebih mengasihi.

Pandangan dunia yang telah dikendalikan iblis memfokuskan perhatian mereka kepada si pembunuh. Mereka simpati kepada pembunuh, berbelas kasihan kepada keluarga pembunuh, bahkan membela hak si pembunuh. Mereka melupakan korban yang sudah tiada, keluarga nya yang menderita kesedihan seumur hidup, orang tua korban yang terlantar karena putra harapan mereka telah tiada, anak-anak korban yang telah menjadi yatim-piatu dan tidak bisa meneruskan sekolah, istrinya yang telah menjadi janda sehingga terpaksa harus menjadi peminta-minta.

Seharusnya semua manusia yang waras menyerukan dipertahankannya hukuman mati, terutama kasus pembunuhan berencana dan sengaja. Siapapun yang tidak mau kehilangan anggota keluarga oleh pembunuhan harus mendukung ketetapan Tuhan agar pembunuh semakin berkurang di muka bumi.

KESIMPULAN

Ketika Alkitab menubuatkan bahwa menjelang kedatangan Tuhan maka kedurhakaan akan semakin bertambah, maka itu pasti akan digenapi.

Cara berpikirnya para pemimpin dunia, terutama pemimpin negara-negara Eropa yang semakin dipe ngaruhi iblis, akan mempersiapkan kea daan yang matang untuk menggenapi nubuatan Yesus Kristus itu. Kedurhakaan tidak akan semakin bertambah jika ancaman hukuman semakin berat namun sebaliknya kedurhakaan akan semakin bertambah apabila ancaman hukuman semakin ringan.

Contoh, “Apabila seseorang mencuri seekor lembu atau seekor domba dan membantainya atau menjualnya, maka ia harus membayar gantinya, yakni lima ekor lembu ganti lembu itu dan empat ekor domba ganti domba itu (Kel.22:1). Tuhan mengatur hukuman yang empat hingga lima kali lipat berat hukuman yang ditimpahkan kepada orang yang melakukan pencurian. Dan korban mendapat ganti rugi empat hingga lima kali lipat.

Di Indonesia kadang bisa terjadi hal yang aneh, yang disalahkan bisa jadi adalah yang menderita kecurian yaitu dimarahi karena tidak menjaga miliknya dengan hati-hati. Akibatnya hampir tidak ada penduduk kota Jakarta yang rumahnya tidak dipasangi pagar. Dan negara kita sesungguhnya dipenuhi pencuri. Pencurian terjadi dari istana presiden (hilangnya laptop), hingga kabel listrik yang menyalurkan listrik ke sebuah kampung.

Semua kekacauan bermasyarakat ini terjadi karena falsafah yang salah. Jika seorang pencuri tertangkap, dan jika ia dengan wajah yang memelas berkata bahwa motivasinya adalah karena tidak ada makanan, petugas hukum menjadi prihatin dan melupakan tugasnya sebagai penegak hukum yang seharusnya tidak memandang muka orang. Secara pribadi kita semua patut prihatin jika ada orang sampai tidak akan makanan. Tetapi siapapun yang prihatin, dialah yang memberi pertolongan termasuk memberikan makanan, bahkan jika petugas hukum merasa prihatin serta berbelas kasihan, ia bisa membagikan sebagian gajinya. Namun sebagai penegak hukum apapun keadaannya, bagaimanapun suasana hatinya, ia adalah seorang penegak hukum.

Hukuman mati, atau hukuman jenis lain yang diancamkan kepada pelaku yang lebih berat dari penderitaan korban yang diakibatkannya, adalah demi kepentingan bermasyarakat dan bernegara yang damai. Tidak ada manusia baik dan sehat pikiran yang tidak merindukan ketentraman.

Ketentraman, kedamaian, bahkan kemakmuran tidak mungkin bisa dicapai oleh sekelompok masyarakat yang tidak dilengkapi aturan hukum yang mengancam krimilal lebih berat dari kerusakan pada korban yang ditimbulkannya.

Terlebih lagi bagi masyarakat yang tidak mau menerima Injil. Bayangkan usaha damai dari Allah yang penuh kasih saja mereka tolak, maka tidak heran kalau mereka berani berbuat kejahatan yang sejahat-jahatnya. Dan kecenderungan hati mereka pasti mengatur hukum yang mengancam pelanggar hukum dengan ancaman yang seringan-ringannya.

Kiranya uraian singkat ini dapat mencelikkan mata orang-orang yang mencintai kebenaran dan kedamian.***(LHF).

PEDANG ROH Edisi 51–LI Tahun XI , April - Mei - Juni 2007

Berita Mingguan 07 November 2009

Filed under: News — dedewijaya at 6:16 am on Monday, November 9, 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

PELAYANAN ANAK-ANAK MUDA MENGATAKAN BAHWA YESUS YANG “COOL PARTY” AKAN SANGAT SUKA DENGAN VIDEO GAME “THE BEATLES”
Lane Palmer, dari organisasi Dare 2 Share, sebuah pelayanan anak muda interdenominasional , mengklaim bahwa Yesus akan menyukai sebuah video game baru, yaitu “The Beatles: Rock Band.” Palmer bersukacita bahwa ini berarti “ribuan, jika bukan jutaan, remaja-remaja akan diperkenalkan kepada magic the Beatles,” dan ia dapat membayangkan “Yesus dan para rasul sedang tertawa-tawa atas sebuah video game jika mereka punya PS3 abad pertama” (”Would Jesus Love `The Beatles: Rock Band?’” Palmer mendasarkan pernyataannya ini atas suatu kesalahpahaman besar tentang tindakan Yesus di pernikahan Kana sebagaimana dicatat dalam Yohanes 2. Dengan gaya khas emerging church, Palmer berpikir bahwa Yesus mengubah air menjadi anggur beralkohol dan dengan demikian meningkatkan “fun” kemabukan pesta pernikahan tersebut. Ia mengatakan, “[Yesus] ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial yang akan sangat bertentangan dengan orang-orang religius yang terlalu kaku. Mereka bukan marah karena Dia pergi ke pesta-pesta; mereka geram karena Dia sungguh bersenang-senang selama dalam pesta-pesta tersebut…. alasan Yesus pergi ke pesta adalah dan bersama-sama dengan “orang-orang berdosa” bukanlah untuk menghakimi atau menghukum mereka.” Gerakan emerging church melihat dunia yang jatuh dalam dosa ini sebagai suatu pesta yang harus dinikmati, dan mereka dengan bebas berpartisipasi dalam musik, seni, fashion, dan film dunia. Mereka “berkomunikasi” dengan kebudayaan dunia bukannya menjauhinya dan telah menciptakan Yesus yang sesuai dengan keinginan mereka, tetapi yang jelas Yesus yang berpesta pora gaya emerging church hanyalah imajinasi manusia. Walaupun Yesus Kristus adalah teman orang berdosa, ikut dalam pernikahan dan acara makan-makan mereka, ia bukanlah “tukang pesta” (party animal). Ia menghidupi dan menyerukan kesalehan dalam segala situasi. Ia adalah seorang teman bagi orang berdosa sekaligus “terpisah dari orang berdosa” (Ibr. 7:26), karena kekudusanNya. Matius 11:9 mengatakan bahwa Kristus adalah “seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa,” namun itu adalah apa yang musuhNya katakan tentang Dia. Pada faktanya, dia bukanlah pelahap ataupun peminum. Dia adalah teman pemungut cukai dan orag berdosa bukan dalam hal Ia ikut berpesta dengan mereka tetapi bahwa Ia mengasihi mereka dan mencoba untuk menyelamatkan mereka. Kristus bukanlah “tidak menghakimi.” Ia menegur dosa. Ia menyatakan ketamakan dari pemimpin muda yang kaya (Mat. 19:16-22) dan perselingkuhan wanita di sumur (Yoh. 4:16-18). Kristus sering memperingatkan tentang neraka yang kekal dan berapi-api (mis. Mat. 5:22, 29, 30, 7:19; 10:28; 11:23; 13:40, 42, 50; 23:33; Mar. 9:43-48; Yoh. 3:36). KhotbahNya yang pertama adalah “bertobatlah” (Mat. 4:17), dan Ia memperingatkan bahwa mereka yang tidak bertobat akan binasa (Luk. 13:3; Yoh. 3:36). Ia menyebut orang-orang sekelilingnya jahat (Mat. 7:11; 12:34). Ia memandang kepada orang-orang dengan amarah karena ketegaran hati mereka (Mar. 3:5). Ia memperingatkan orang agar berhenti berdosa (Yoh. 5:14; 8;11). Tidak ada dari hal-hal di atas yang terdengar “cool” dalam artian dunia, dan juga bukanlah cara yang efektif untuk tetap berpesta secara duniawi!

DAWKINS: PENULIS BUKU YANG BUTA
Richard Dawkins, penulis atheis dari buku “The Blind Watchmaker,” mengklaim bahwa tidak ada bukti akan desain intelijen di alam semesta. Ia mengolok-olok argumen tentang desain, dan mengklaim bahwa di dunia ini, walaupun “sepertinya” ada desain, namun itu tidak benar karena naturalisme Darwin dapat menjelaskan segela sesuatu. Ia mengatakan bahwa para atheis harus bangga karena posisi mereka karena lebih superior dan lebih masuk akal daripada doktrin seorang Allah Pencipta. Alkitab berkata, “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Roma 1:20). Jika hal-hal yang tidak nampak dari Allah dapat jelas terlihat dalam ciptaan, lalu mengapakah Richard Dawkins tidak dapat melihat mereka? Jawabannya adalah karena ia buta secara rohani. Saya memiliki seorang teman pengkhotbah yang buta di pegunungan Himalaya dan ia pernah berkhotbah di gereja kami di Kathmandu. Jika dia berkata kepada saya, “Saudara Cloud, saya telah mendengar bahwa ada gunung-gunung yang sangat indah tertutupi oleh salju di sekitar sini, tetapi saya tidak percaya karena saya tidak melihat mereka,” maka saya akan berkata kepadanya, “Prem, kamu tidak dapat melihat mereka karena kamu buta. Saya dapat menggambarkannya bagimu, tetapi kamu tetap tidak dapat melihatnya.” Prem tidak akan dapat melihat sampai nanti dalam tubuh kebangkitannya, dan Dawkins tidak akan dapat melihat kecuali ia merendahkan diri di hadapan Allah Pencipta yang Mahakuasa, mengakui kondisinya yang sesat dan pemberontakannya melawan Hukum Allah dan penghakiman Allah yang adil, dan mempercayakan dirinya kepada belas kasihan Allah dalam Yesus Kristus. Dawkins tidak memiliki apapun yang dapat dibanggakan, dia adalah pembuat buku yang buta. Di hadapan argumen “pembuat jam,” dia hanya dapat berdalih sana sini dengan mitos-mitos Darwinian, tetapi ia tidak dapat membuktikannya salah. Pada kenyataannya, memang argumen “pembuat jam” ini tidak dapat dilawan. Kompleksitas dan desain yang luar biasa dan desain yang kita temui di alam semesta – desain sayap, mata, jantung, otak, kupu-kupu, DNA, polinas, intelijen manusia – tidak dapat dijelaskan oleh “selesksi alam” atau “mutasi kebetulan,” dan juga tidak dapat dipatahkan hanya dengan mitos Darwin bahwa segalanya “ya memang demikian dari awalnya.”
Editor: Argumen “Pembuat Jam” atau “The Watchmaker” adalah sebagai berikut: Jika seseorang menemukan sebuah jam yang berfungsi dengan baik di pinggir pantai, apakah yang akan ia pikirkan? Melihat adanya suatu alat yang kompleks dan bekerja dengan baik, kesimpulannya pastilah ada yang membuat jam tersebut. Tidak mungkin jam itu terjadi dengan sendirinya. Jikalau kita dapat berkata demikian tentang sebuah jam, apalagi alam semesta kita yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan jam tangan.

SEORANG KRISTEN DIPECAT KARENA MENYATAKAN KEPERCAYAANNYA TENTANG PERNIKAHAN TRADISIONAL

Pada bulan Agustus, Peter Vadala dipecat oleh Brookstone Corporation karena memberitahu seorang rekan kerjanya yang lesbian bahwa iman Kristianinya tidak menerima pernikahan sesama jenis. Hal ini terjadi saat dia sedang bekerja sebagai wakil manager toko Brookstone tersebut di Bandara Udara Logan di Boston, setelah dia diusik seharian oleh rekan kerja tersebut, yang terus menerus berlagak bahwa dia sebentar lagi akan “menikah.” Si wanita lesbian itu kemudian menghubungi departemen Sumber Daya Manusia, dan dua hari kemudian Vadala dipecat (”Massachussets man Fired from Corporation over Christian Belief in Traditional Marriage,” MassResistance. org, 30 Oktober 2009). Perusahaan itu memberitahu Peter bahwa “di negara bagian Massachusetts, pernikahan sesama jenis itu legal” dan bahwa tindakannya dinilai “tidak pantas” dan merupakan “serangan.” Dia bahkan dituduh “memaksakan kepercayaannya” terhadap orang lain. Hmm, betapa “tolerannya” orang-orang homoseksual.

16 Versi Terjemahan Alkitab bahasa Inggris Terbaik (Bintang *****)

Filed under: DOKTRIN ALKITAB — dedewijaya at 6:15 am on Monday, November 9, 2009

Keterangan Tabel KS-ILT dan LAI : Ada bagian2 ayat yg tidak penulis kutip dengan lengkap, jadi mohon perhatikan dalam Alkitab/software Alkitab saudara untuk ayat selengkapnya.

Beberapa perbedaan di atas adalah masalah perbedaan terjemahan kata.

Namun banyak juga perbedaan yang disebabkan karena masalah sumber naskah salinan acuan yang dipakai berbeda. KS-ILT & KJV bersumber dari Naskah Salinan MT (untuk PL) dan TR=Textus Receptus (untuk PB),

sedangkan Alkitab LAI & NIV bersumber dan banyak dipengaruhi naskah PB Critical Text=CT, meski LAI juga kadang-kadang mengacu pada Naskah TR.

Semua ayat yg diberi Kurung Siku […] dalam Alkitab LAI, tidak perlu kurung siku dalam KS-ILT karena memang ayat2 itu ada di Naskah TR (untuk PB Yunani). Jadi LAI tidak 100% menggunakan naskah acuan CT (untuk PB Yunani) meski sebagian besar dipengaruhi CT.

Jadi Terjemahan KS-ILT dalam banyak bagian lebih bagus dari Alkitab LAI, karena cukup banyak ayat dan kata yg ada di TR & KS-ILT & KJV, namun tidak ada di CT & Alkitab LAI & NIV. Kristen Fundamental dan sebagian besar Kaum Injili percaya Naskah Salinan (apographa) MT=Masoretix Text dan TR=Textus Receptus adalah Naskah PL dan PB yang DIPELIHARA oleh Tuhan TANPA SALAH SEDIKITPUN sampai pada TITIK KOMANYA (alias hal sekecil2nya).

Naskah CT=Critical Text, mengalami banyak korup (corrupt) dan adalah hasil Kritik Teks (Hasil Edit) karya dari Weshcott dan Hort. Kristen Fundamental MENOLAK TEGAS naskah CT dijadikan sebagai sumber acuan untuk terjemahan PB.

Ada baiknya, selaku penyampai Firman Tuhan (pengkhotbah), kita semua memperhatikan bagian-bagian ini ketika menjelaskan kepada Jemaat.

Perhatikan KJV dan KS-ILT untuk bagian2 tertentu yg jelas tidak ada di Alkitab LAI.

Untuk Soal terjemahan kata yg kurang akurat, bisa merujuk kepada Naskah MT (Ibrani) dan TR (Yunani) atau jika tidak mengerti Bahasa Asli Alkitab,

lihatlah terjemahan KJV atau Jay P. Green Literal Translation (JGLT) atau

versi Literal karya JP Green lainnya seperti Modern KJV (MKJV), Literal Translation of the Bible Version (LITV), dan KJ3-Literal Translation Bible, Analytical-Literal Translation of the New Testament: Third Edition (ALT3) by Gary F. Zeolla&Reese Currie, juga versi KJV 2000, 21st Century King James Version (KJ21), Young’s Literal Translation (of the Bible), New KJV (NKJV), dll.

16 Versi Terjemahan Alkitab bahasa Inggris Terbaik (Bintang *****)

  1. King James Version (KJV): A very reliable Bible version, if you can understand it, 1611/1769

  1. New King James Version (NKJV):A very readable, accurate, and reliable Bible version, 1982/1994

  1. Literal Translation of the Bible (LITV):An extremely reliable and accurate Bible version by Jay P. Green, 2000

  1. Modern King James Version (MKJV):An accurate and reliable updating of the KJV by Jay P. Green, 2003

  1. World English Bible (WEB):Readable and accurate translation of the best Greek text, 2003

  1. KJ3-Literal Translation Bible, by Jay P. Green

  1. KJV 2000,

  1. UKJV (Updated KJV)

  1. American KJV (AKJV)

  1. Analytical-Literal Translation of the New Testament: Third Edition (ALT) by Gary F. Zeolla & Reese Currie,

  1. 21st Century King James Version (KJ21), 2002

  1. Young’s Literal Translation (of the Bible) = YLT, 1862/1898

  1. English Jubilee 2000 Bible

  1. Restored Name KJV (RNKJV)

  1. Revised King James New Testament (RKJNT)

  1. English Majority Text Version (EMTV) of the New Testament

Jika anda suka dengan versi yang Literal (sesuai dengan makna kata dalam bhs asli), maka LITV, MKJV, KJ3-Literal Translation Bible dan ALT sangat dianjurkan. Namun jika anda ingin Alkitab Inggris yang enak dibaca namun bersumber pada naskah MT dan TR, maka NKJV jadi alternatif yang bagus. Di Indonesia, Alkitab PB dari THE GIDEONS yang dibagikan cuma-cuma adalah versi NKJV.

Dalam bahasa Indonesia, penulis menganggap KS-ILT Edisi 2 masih jauh lebih bagus dari Alkitab LAI Terjemahan Baru (TB 1 PL dan PB serta TB 2 untuk PBnya), meski KS-ILT Edisi 2 masih kurang enak dibaca. Sebagian besar Alkitab di atas ada di Software E-Sword 7/8/9, SwordSearcher 4/5, dan BibleWorks 6/7.

Semoga Terjemahan Alkitab LAI Edisi ke-2 untuk PL dan PB serta Kitab Suci ILT Edisi ke-3 akan jauh lebih bagus lagi.

« Previous PageNext Page »